Parenting

Kerap Dilakukan Sehari-hari, Menyusui Sambil Bermain Gadget Ternyata Berbahaya

pexels-photo-235243

Gadget telah menjadi gaya hidup masyarakat modern. Sejak kemunculannya beberapa waktu yang lalu, ponsel pintar telah berhasil menarik jutaan orang yang ada di seluruh dunia, bukan hanya mereka yang berusia muda tapi orang tua pun banyak yang tertarik. Aneka fitur yang disematkan di dalamnya, membuat keberadaaan gadget layaknya kebutuhan.

Namun ternyata kecanggihan teknologi yang satu ini tidak selalu menimbulkan dampak baik. Salah satu dampak negatif dari gadget adalah adanya para ibu yang menyusui sambil bermain gadget. Aktivitas ini ternyata memiliki dampak negatif, terutama untuk si kecil loh Bunda.

Dapat Menghilangkan Kepekaan Ibu Terhadap Keadaan Anaknya Yang Tengah Disusui

Keasyikan bermain gadget dapat membuat ibu tak tahu keadaan buah hatinya. Bisa saja karena fokus dengan gadgetnya, ibu jadi tak tahu saat anaknya telah kenyang atau bahkan ngompol. Kondisi-kondisi seperti ini hendaknya diketahui oleh ibu agar dapat memberikan ASI-nya sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Belum Lagi Keterikatan Antara Ibu Dan Anak Yang Bisa Ikut Rusak

Keterikatan antara ibu dan anak pada masa-masa awal usianya sangatlah penting. Namun hal itu bisa rusak akibat ibu yang memainkan gadget-nya pada saat menyusui. Kondisi ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan emosi anak pada saat telah dewasa nanti. Salah satu dampak yang cukup serius adalah anak jadi bisa memiliki masalah kecemasan saat dia besar nanti.

Lebih Parahnya Lagi, Anak Pun Merasa “Dicuekin”

Bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika anda sedang mengajak bicara dengan suami namun dia justru lebih memperhatikan tayangan pertandingan sepak bola yang ada di layar kaca? Rasa kesal dan jengkel tentu akan anda rasakan. Begitu pula dengan bayi anda. Dia akan merasa bahwa ibunya lebih perhatian dengan gadget atau hal lainnya dari pada dengan dirinya.

Sehingga pada beberapa kasus, ada ibu yang putingnya digigit oleh anaknya saat sedang menyusui. Hal itu terjadi karena saat sedang menyusui ibu tidak fokus terhadap anaknya. Mungkin saat itu ibu sedang bermain gadget, menonton TV, atau aktivitas lainnya yang membuat konsentrasi ibu terpecah. Mengigit puting adalah salah satu ekspresi anak untuk mengungkapkan rasa kesalnya pada ibunya.

Meski Begitu Ada Beberapa Ahli Psikologi Anak Yang Memperbolehkan Ibu Menyusui Sambil Memainkan Gadget

Meskipun banyak ahli psikologi anak yang tidak menyarankan para orangtua memainkan gadget sambil menyusui, namun ada beberapa ahli psikologi anak juga yang menganggapnya tidak masalah. Menurut mereka bahwa ibu adalah seseorang yang mampu melakukan beberapa aktivitas sekaligus atau disebut multitasking. Sehingga meskipun sambil menyusui buah hatinya, ibu masih diperbolehkan untuk memainkan gadgetnya.

Pada Akhirnya Fokus Saat Menyusui Dan Hanya Menggunakan Gadget Saat Ada Hal Yang Penting Saja Akan Jauh Lebih Berarti Untuk Anak

Dari kedua pendapat tersebut, manakah yang menurut anda paling bisa diikuti? Tentu yang paling tepat adalah berhati-hati dalam mendidik dan menjaga buah hati kita. Tentu para ibu lebih menyayangi anak-anak daripada sebuah gadget bukan? Untuk itu, fokuskan diri saat sedang menyusuinya. Anda dapat bermain gadget saat sedang menyusui si kecil jika memang ada pesan yang sangat penting dan membutuhkan balasan segera. Cara ini jauh lebih baik dari pada anda keasyikan bermain gadget sementara si kecil yang ada di pangkuan dicuekin begitu saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Supaya Tidak Tantrum, Ajak Si Kecil ke Mall pun Ada Triknya Lho Bun

pexels-photo-266004 (1)

Mengajak bayi sambil bepergian sejatinya bukanlah hal yang mudah. Selain banyak sekali bawaan yang harus disiapkan, orangtua pun harus mengorbankan rencananya untuk sekadar cuci mata maupun belanja. Sebab yang namanya jalan bareng si kecil ya tentunya tugas utama kita sebagai orangtua adalah menjaga buah hati ya Bun. Menjaga supaya dia tetap tenang, nyaman, serta jauh dari macam bahaya.

Jagalah Kebersihan Tangan Si Kecil, Ancaman Kuman Jahat Jauh Lebih Nyata Lho Bun di Tempat Umum

child-childrens-baby-children-s

Bawalah hand sanitizer saat berjalan-jalan ke mall, si kecil mungkin bisa menyentuh permukaan apa saja yang berpotensi banyak kumannya. Karenanya, penting sekali Bunda menjaga kebersihan tangan si kecil. Di lain sisi, Bunda pun perlu menjaga kebersihan tangan juga. Tangan Bunda pasti akan terpapar berbagai hal seperti pegangan eskalator, tombol lift, dan banyak hal lainnya. Untuk itu, biasakan membersihkan tangan sebelum memegang si kecil ya Bun.

Kalau Perlu, Minimalkan Kontak dengan Orang Lain

pexels-photo-532389

Tubuh si kecil itu masih rentan Bun. Salah satunya karena kekebalan tubuhnya belum sempurna. Nah, kalau Bunda membiarkan si kecil digendong oleh orang lain di tempat umum, sejatinya hal ini berisiko karena Bunda membiarkan si kecil terpapar kuman dari orang tersebut. Bukan maksudnya sombong, tapi Bunda punya hak lho menolak orang lain yang ingin menggendong si kecil.

Kalau Bunda Memang Mau Berbelanja, Lakukanlah Saat Si Kecil Sedang Tidur Saja ya…

pexels-photo-266004 (1)

Saat si kecil tertidur, Bunda pasti lebih nyaman untuk memilih pakaian dan belanja barang-barang. Karenanya, kendati mengajak si kecil jalan-jalan, tetap berikan waktu si kecil untuk tertidur. Baru kemudian manfaatkanlah waktu tersebut dengan maksimal, namun ketika bayi bangun, fokuslah menemani dan memenuhi kebutuhannya selama jalan-jalan di mal.

Di lain sisi, Bunda perlu memahami kebiasaan si kecil ya. Ada bayi yang tenang dan bisa tertidur saat berada di tengah keramaian, tapi ada juga yang sebaliknya, malah menangis dan cranky. Pahami kebiasaan anak yang satu ini sebelum memutuskan mengajaknya pergi ke mal. Kalau si kecil tipe yang mudah cranky, coba atur waktu kunjungan Bunda, misalnya di pagi hari sebelum mal benar-benar ramai.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Bunda Perlu Tahu Apa Saja Tanda-tanda Gejala Leukimia

Cover Denada

Baru-baru ini, ada berita yang cukup menarik perhatian atas anak dari penyanyi Denada. Karena beberapa hari lalu, sang anak divonis mengidap Leukimia atau kanker darah. Sebagai seorang ibu yang memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan sang anak, sebelum sang putri Shakira, divonis Leukimia, konon Denada sudah merasa ada yang tak biasa pada anaknya.

“Itu kelihatan mulai dari dia pulang dari liburan. Walau dia tetap ceria, adalah beberapa tanda-tanda dan gejala yang aku lihat secara fisik. Dia lebam-lebam, dua hari setelah kita ketemu, dia demam tinggi.” papar Denada pada salah satu kesempatan wawancara dengan awak media. 

Meski berusaha untuk tetap tak menaruh curiga, kekhawatirannya pun terjawab kala mendengar Vonis yang dijatuhi Dokter beberapa hari lalu atas putrinya tersebut.

chinh-le-duc-132753-unsplash (1)

Hal ini juga jadi pengingat untuk semua orangtua, termaksud bunda-bunda di rumah. Karena berdasarkan data kesehatan, kasus kanker pada anak terus meningkat setiap tahunnya. Termaksud kanker darah atau Leukimia yang diidap putri dari Denada tersebut.

Mengutip dari data di Depertemen Kementrian Kesehatan berupa Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (Riskesdas), data yang didapat menunjukkan jumlah kasus (prevelensi) kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus. Sementara jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu Leukemia.

Gejala penyakit yang satu ini memang sulit dideteksi, apalagi jika sudah menyerang anak yang masih kecil. Sebab, bayi atau si kecil masih belum bisa menceritakan bagaimana gejala yang sedang dialaminya. Disinilah kita sebagai orangtua memiliki peranan yang mungkin bisa menentukan, langkah mana yang harus diambil jika hal tersebut mungkin terjadi.

larm-rmah-216854-unsplash

Jenis penyakit Leukemia sendiri, bisa terjadi karena multifaktor, mulai dari faktor genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id, kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Dan beradasarkan informasi di Bidanku, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda dari Leukimia.

Demam Malam Hari,

Si kecil sering mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat pada malam hari. Sang anak juga sering mengalami demam karena darah putih yang menurun sehingga penderita mudah infeksi.

Wajah yang Terlihat Pucat

Dirinya seringkali mengalami pucat dan kelelahan. Hal ini terjadi dikarenakan, menurunnya sel darah merah dalam tubuhnya. 

Sang Rentan dan Mudah Jatuh Sakit

Kekebalan tubuhnya sering menurun, hingga lelah sedikit saja kadang ia jatuh sakit. Hal ini bisa juga disebabkan oleh sel darah putih yang menurun, sehingga ia mudah pula terkena infeksi. 

Sering Mengeluhkan Nyeri pada Beberapa Bagian Tubuhnya

Anak lebih sering mengalami nyeri-nyeri pada bagian tulang yang disebabkan karena sel darah yang terkena Leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot.

Berat Badannya Berangsur Menurun Drastis

Si kecil mengalami penurunan berat badan disertai dengann gangguan kesehatan yang lebih rentan terkena infeksi

Serta yang Terakhir, Terjadi Pembengkakan

Dirinya mengalami pembengkakan pada bagian leher dan juga ketiak. Jika pada kelenjar getah bening terjadi pembengkakan harus segera diperiksakan ke dokter. Si kecil juga mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami beberapa masalah.

fahri-ramdani-588932-unsplash

Gejala yang khas pada anak yang mengalami leukemia adalah seringkali terjadi mimisan yang disertai dengan bintik-bintik merah ataupun lebam yang terjadi pada beberapa bagian tubuh.

Hal ini dikarenakan terjadi pembengkakan limfa pada anak. Nah, jika beberapa tanda tersebut terlihat pada si kecil. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ya bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa yang Perlu Bunda Lakukan, Saat Si Kecil Tiba-tiba Batuk Pilek Saat Liburan?

Menikmati setiap momen dengan menyenangkan, jelas jadi gambaran dari liburan yang Bunda inginkan. Beberapa kebutuhan pun sudah disiapkan, demi liburan yang membahagiakan. Tidak hanya untuk kita sebagai orangtua, tapi untuk si kecil yang juga turut serta.

Tapi, bagaimana jika si kecil mendadak batuk pilek dan tak lagi bergairah untuk menikmati liburan? Karena yang namanya penyakit, kadang tak bisa kita prediksi ya Bun, maka ada beberapa hal yang bisa kita lakukan pada si kecil yang tiba-tiba terserang batuk pilek saat liburan.

Hal Pertama, Bunda Harus Mengukur Suhu Tubuh si Kecil

Mother taking son's temperature

Beberapa jenis batuk, sering kali disertai dengan demam yang tinggi. Nah, karena perawatan tiap jenis batuk pilek juga berbeda, maka bunda perlu mengukur seberapa tinggi suhu tubuh si Kecil ya Bun.

Dari sini kita akan tahu, apakah si Kecil juga perlu diberi obat penurun demam atau tidak. Karena untuk kasus yang ringan, suhu tubuh hangat hanya merupakan gejala dari tubuh yang sedang melawan penyakit yang ada dalam tubuh. Bahkan suhu tubuh yang panas justru membantu mematikan virus dan bakteri.

Karena itu, jika dirasa tidak perlu, maka kita cukup berfokus pada penyembuhan batuk pileknya saja. Tapi sebelum itu, untuk membantu batuk pileknya mereda, kita boleh membantunya dengan memberinya minum air putih sedikit demi sedikit.

Selanjutnya Beri Makanan Hangat dan Tingkatkan Asupan Nutrisinya

pexels-photo-539451

Nah, sebelum kita berangkat liburan, Bunda pastilah sudah mempersiapkan segala kebutuhan kan? Maka mintalah si Kecil untuk mau makan makanan yang sekiranya bisa memulihkan kekuatannya.

Jenis makanannya pun bisa bunda cocokkan dengan apa yang sekiranya disukai si Kecil. Namun, sop ayam hangat jadi salah satu makanan yang perlu ia konsumsi sekarang. Karena jenis makanan yang satu ini, dipercaya mampu jadi obat alami untuk mengobati batuk pilek yang dialami si Kecil.

Bahkan jika persediaan makanan yang kita bawa masih dirasa kurang, Bunda boleh mencari makanan lain yang lebih bergizi di sekitar tempat berlibur.

Bunda Juga Perlu Beri Waktu Untuk Istirahat yang Cukup

pexels-photo-101523

Situasi ini memang mungkin membuat kita sedikit dilema, tapi kesembuhan si Kecil adalah hal yang perlu dipikirkan sekarang. Bunda perlu memberinya waktu untuk beristirahat yang cukup. Lagi pula, memaksanya untuk tetap menikmati liburan pastilah akan memperburuk kondisi kesehatannya.

Beri ia tempat yang nyaman untuk bisa berbaring sebentar dengan baik. Bahkan jika memang dirasa perlu, kita bisa pulang sebentar ke penginapan agar si Kecil bisa menikmati istirahat yang benar, Sebelum nanti bisa melanjutkan perjalanan liburan.

Untuk Membantunya Pulih Lebih Cepat, Cobalah Balurkan Balsam Hangat

Kondisi si Kecil yang sehat, jelas jadi sesuatu yang akan menyempurnakan liburan, maka jika ia mendadak terkena batuk pilek secara dadakan. Bunda perlu memberinya bantuan penyembuhan yang tepat, agar sembuh lebih cepat.

Artikel-1-Pertolongan-Pertama-Pada-Batuk-Pilek-2

Nah, untuk itu Bunda bisa mengikut sertakan Transpulmin selama liburan. Hadir dengan kemasan yang tidak terlalu besar, produk obat balsem ini ada dalam dua varian yang berbeda dengan manfaat yang serupa. Untuk varian Transpulmin Baby atau BB dengan kemasan putih ditujukan pada si kecil berusia dibawah 2 tahun, hanya terdapat dua kandungan utama yakni, Eucalyptus Oil dan Ekstra Bunga Chamomile, yang efektif membantu meredakan batuk pilek dan menjaga si Kecil tetap hangat.

Nah sedangkan pada Transpulmin Kids kemasan kuning, ditujukan untuk si Kecil berusia lebih dari 2 tahun, Selain mengandung Eucalyptus Oil dan Ekstrak Bunga Chamomile, juga mengandung Champor, yang akan membantu melegakan pernasapan dan mengatasi batuk pilek pada si Kecil saat liburan.

Kalau si Kecil bebas batuk dan pilek, kita dan si Kecil pasti bisa melanjutkan liburan dengan menyenangkan. Dan Pastikan pula #SelaluAdaTranspulmin di setiap liburan keluarga dan dimana pun bunda dan si Kecil berada.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top