Parenting

Kerap Dilakukan Sehari-hari, Menyusui Sambil Bermain Gadget Ternyata Berbahaya

pexels-photo-235243

Gadget telah menjadi gaya hidup masyarakat modern. Sejak kemunculannya beberapa waktu yang lalu, ponsel pintar telah berhasil menarik jutaan orang yang ada di seluruh dunia, bukan hanya mereka yang berusia muda tapi orang tua pun banyak yang tertarik. Aneka fitur yang disematkan di dalamnya, membuat keberadaaan gadget layaknya kebutuhan.

Namun ternyata kecanggihan teknologi yang satu ini tidak selalu menimbulkan dampak baik. Salah satu dampak negatif dari gadget adalah adanya para ibu yang menyusui sambil bermain gadget. Aktivitas ini ternyata memiliki dampak negatif, terutama untuk si kecil loh Bunda.

Dapat Menghilangkan Kepekaan Ibu Terhadap Keadaan Anaknya Yang Tengah Disusui

Keasyikan bermain gadget dapat membuat ibu tak tahu keadaan buah hatinya. Bisa saja karena fokus dengan gadgetnya, ibu jadi tak tahu saat anaknya telah kenyang atau bahkan ngompol. Kondisi-kondisi seperti ini hendaknya diketahui oleh ibu agar dapat memberikan ASI-nya sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Belum Lagi Keterikatan Antara Ibu Dan Anak Yang Bisa Ikut Rusak

Keterikatan antara ibu dan anak pada masa-masa awal usianya sangatlah penting. Namun hal itu bisa rusak akibat ibu yang memainkan gadget-nya pada saat menyusui. Kondisi ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan emosi anak pada saat telah dewasa nanti. Salah satu dampak yang cukup serius adalah anak jadi bisa memiliki masalah kecemasan saat dia besar nanti.

Lebih Parahnya Lagi, Anak Pun Merasa “Dicuekin”

Bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika anda sedang mengajak bicara dengan suami namun dia justru lebih memperhatikan tayangan pertandingan sepak bola yang ada di layar kaca? Rasa kesal dan jengkel tentu akan anda rasakan. Begitu pula dengan bayi anda. Dia akan merasa bahwa ibunya lebih perhatian dengan gadget atau hal lainnya dari pada dengan dirinya.

Sehingga pada beberapa kasus, ada ibu yang putingnya digigit oleh anaknya saat sedang menyusui. Hal itu terjadi karena saat sedang menyusui ibu tidak fokus terhadap anaknya. Mungkin saat itu ibu sedang bermain gadget, menonton TV, atau aktivitas lainnya yang membuat konsentrasi ibu terpecah. Mengigit puting adalah salah satu ekspresi anak untuk mengungkapkan rasa kesalnya pada ibunya.

Meski Begitu Ada Beberapa Ahli Psikologi Anak Yang Memperbolehkan Ibu Menyusui Sambil Memainkan Gadget

Meskipun banyak ahli psikologi anak yang tidak menyarankan para orangtua memainkan gadget sambil menyusui, namun ada beberapa ahli psikologi anak juga yang menganggapnya tidak masalah. Menurut mereka bahwa ibu adalah seseorang yang mampu melakukan beberapa aktivitas sekaligus atau disebut multitasking. Sehingga meskipun sambil menyusui buah hatinya, ibu masih diperbolehkan untuk memainkan gadgetnya.

Pada Akhirnya Fokus Saat Menyusui Dan Hanya Menggunakan Gadget Saat Ada Hal Yang Penting Saja Akan Jauh Lebih Berarti Untuk Anak

Dari kedua pendapat tersebut, manakah yang menurut anda paling bisa diikuti? Tentu yang paling tepat adalah berhati-hati dalam mendidik dan menjaga buah hati kita. Tentu para ibu lebih menyayangi anak-anak daripada sebuah gadget bukan? Untuk itu, fokuskan diri saat sedang menyusuinya. Anda dapat bermain gadget saat sedang menyusui si kecil jika memang ada pesan yang sangat penting dan membutuhkan balasan segera. Cara ini jauh lebih baik dari pada anda keasyikan bermain gadget sementara si kecil yang ada di pangkuan dicuekin begitu saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ayah, Jangan Hanya Diam Saja, Lakukan Hal Ini Saat Kakak Cemburu Pada Adiknya

pexels-photo-1470109

Yang namanya orangtua tak bisa disebut ibu saja, ada sosok ayah yang jelas sama-sama punya peran yang sangat krusial dalam tumbuh-kembang si kecil. Terlebih dalam hal menghadapi si kecil yang sedang ‘butuh perhatian’ lebih seiring kehadiran sang adik.

Rasa kekhawatiran dari si kakak kalau orangtuanya kelak hanya akan fokus pada adiknya yang baru lahir memang cukup buat dilema. Maka kali ini keberadaan ayah sangat diperlukan demi membuat dirinya tak terbelenggu oleh rasa cemburu yang dirasakannya sendiri.

Sekalipun bunda memang tak akan membagi perhatiannya, tak ada salahnya ayah membantu bunda dalam hal mengurus sang kakak mengingat bunda pun pasti kewalahan mengurusi rumahtangga, kehamilan, serta kerewelan buah hatinya.

Ajari Si Kakak Arti Pentingnya Toleransi

Mengutip dari tempo.co, Ayah bisa mengajari si kakak soal pentingnya toleransi serta pengendalian stres dan emosi. Hal ini penting supaya kakak tak lagi menganggap adik sebagai “ancaman” apalagi “lawan” dalam hal mendapatkan perhatian orangtua.

Ayah pulalah yang bisa mendampingi si kakak belajar berbagi, termasuk dengan sang adik. Ayah juga perlu mempersiapkan mental sang kakak sejak adiknya masih dalam kandungan. Dengan demikian, dia terlatih menerima kehadiran adiknya sejak dini.

Mungkin Ini Saatnya Ayah Lebih Banyak Lagi Melibatkan Diri Dalam Aktivitas Bersama Si Sulung

Cara lain adalah melibatkan diri dalam aktivitas si sulung. Ayah bisa mulai melakukan tugas yang biasanya dilakukan bunda, seperti memandikan si sulung, menemaninya belajar, menonton televisi bersama, bermain, juga mengisi akhir pekan.

Lakukan hal ini pelan-pelan saja si sulung tak memprotes menyikapi perubahan dalam keluarganya. Sekalipun lingkungan di Indonesia cenderung patriarikis, jangan sampai hal tersebut menghambat para ayah yang ingin terlibat banyak dalam hal pengasuhan anak.

Lagipula ada dampak positif dengan melakukan kegiatan ini. Para psikolog mengungkapkan, peran ayah dalam pengasuhan sejatinya bisa menjauhkan anak dari sikap agresif, cemas, nakal, dan sukar berinteraksi di lingkungan. Untuk itu, melawan stigma demi buah hatinya sepertinya perlu dilakukan.

Ayah Bisa Jalin Kedekatan dengan Sang Kakak dengan Terus Menanyakan Aktivitasnya, Dengan Begini, Ia Akan Tetap Merasa Diperhatikan

Kepada para ayah, jangan lupa untuk tetap rutin menanyakan kehidupan sekolah dan aktivitas sosial si sulung ya. Anak yang dekat dengan sang ayah cenderung punya hubungan yang baik di sekolah daripada anak-anak yang mengalami hal sebaliknya.

Meski ayah hanya ikut mengasuh dalam hal-hal sederhana, seperti membaca untuk sang anak, pergi bermain, dan tertarik pada perkembangan akademik anak, maka peran tersebut sudah sama seperti sosok bunda dalam pengasuhan anak.

Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Guelph Canada pada tahun 2007 mengungkapkan jika peran ayah dalam pola pengasuhan bisa memberikan pengaruh yang kuat untuk perkembangan anak, baik secara sosial, emosi, fisik, dan kognitif.

Terutama Bila Kakak Pertama adalah Anak Laki-laki, Peran Ayah Jelas Selalu Dibutuhkan Terutama Jelang Perubahan Status dari Anak Satu-satunya kemudian Menjadi Kakak

Terutama bila ayah memiliki seorang anak laki-laki, jelas peran ayah akan membantu mereka untuk menemukan identitas gender sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab pada keluarga dan adik-adiknya, sehingga ketika tumbuh dewasa dan contoh yang positif dalam kehidupan mereka.

Sedangkan untuk anak perempuan, peran ayah sangat membantu dalam pertumbuhan mental sehingga mereka cenderung lebih jauh dari masalah kesehatan mental ketika tumbuh dewasa.

Maureen Black, PhD, peneliti dan profesor pediatrik di University of Maryland School of Medicine mengungkapkan, “Kami menemukan bahwa anak-anak yang pola asuhnya melibatkan ayah memiliki masalah yang lebih sedikit,” ujar Maureen. Dalam penelitian tersebut, anak-anak terutama anak sulung yang bisa dekat dan akrab pada ayahnya lebih matang saat berbicara dan berkelakuan lebih santun.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bun, Atasi Rasa Cemburu si Kakak Pada Adik Bayinya dengan Cara-cara Ini Ya…

pexels-photo-1648387 (1)

Dari sekian drama yang Bunda hadapi bersama buah hati, ada kalanya Bunda akan menghadapi kegelisahan anak pertama yang cemburu pada adiknya yang baru lahir. Tenang Bun, hal semacam ini lazim terjadi. Ini artinya anak balita Bunda sedang mengalami berbagai jenis emosi ketika ia memiliki saudara baru.

Ia mungkin merasa iri atau cemas dengan kehadiran adik barunya. Tetapi, ia juga mungkin merasakan kegembiraan, cinta, dan rasa bangga. Alangkah bijaknya, Bunda dan ayah sebagai orangtua tentu bisa menempatkan diri dan menunjukkan cara-cara yang tepat saat anak tertua tengah kalut dengan rasa cemburunya.

Terpenting, Bunda Harus Coba Dengarkan Dahulu Uneg-uneg dari Buah Hati yang Mengutarakan Kecemburuannya

Cobalah untuk membuat si kecil mau mengekspresikan dahulu setiap emosi yang ia rasakan. Bunda bisa mendorongnya untuk berbicara tentang perasaannya. Dengan begitu, Bunda pun bisa memahami apa yang dirasakan oleh sang kakak.

Cara ini pun mencegah si kakak melakukan tindakan fisik seperti memukul, mencubit, atau mendorong adik bayi semata-mata hanya untuk memberikan sinyal. Jika kakak sampai memukul adiknya, jelaskan bahwa hal ini tidak bisa ditoleransi.

Katakan padanya dengan tenang dan lembut bahwa memukul tidak diperbolehkan. Bunda pun bisa menyarankan anak untuk menunjukkan perasaannya dengan menunjukkan wajah cemberut atau ekspresi marah, atau Bunda bersama kakak bisa saling membagi dan memberitahukan perasaan masing-masing.

Mungkin Caranya Itu Semata-mata Demi Mendapatkan Perhatian dari Bundanya, Karenanya Bunda Perlu Banyak-banyak Mengerti

Ada beberapa balita yang mencoba meraih perhatian orangtuanya dengan kembali berperilaku seperti bayi. Kalau ia mulai berkelakuan aneh untuk cari perhatian, cobalah bersabar dengan sikapnya. Mungkin saja ia hanya membutuhkan sedikit perhatian ekstra dari Bunda untuk sementara waktu.

Dengan bantuan dari Bunda, ia akan segera kembali menjadi dirinya sendiri. Pastikan anak Bunda pun mengerti bahwa tidak apa-apa baginya untuk merasakan hal-hal demikian.

Jangan Lupa untuk Libatkan Anak Dalam Persiapan Menyambut Adiknya ya Bun

Sebelum sang adik lahir, cobalah izinkan pada sang kakak untuk merasa cemburu. Beritahukan bahwa kakak yang lain juga merasakan hal yang sama ketika adik barunya hadir. Namun berikan penjelasan agar tak membiarkan hal semacam itu berlarut-larut.

Bunda bisa menyiasati cara menyambut adik bayi dengan mencari buku anak-anak tentang bayi, dan membacanya bersama-sama. Bunda pun juga bisa membiarkan anak terlibat dalam persiapan menyambut adik barunya. Dia bisa membantu membuat keputusan sederhana, seperti apakah sprei tempat tidur bayi harus warna biru atau merah.

Pastikan Setiap Anak Bunda Mengerti Bahwa Rasa Sayang Bunda Tak Berubah

Ini penting Bun, setelah buah hati kedua lahir, tunjukkan pada sang kakak kalau kasih sayang orangtua padanya masih tetap sama. Biarkan dia tahu bahwa dia masih spesial seperti sebelumnya. Jika dia mulai berulah dengan mengatakan bahwa ia membenci adiknya, atau dengan mencubit adik bayi, pahami bahwa ini artinya si kakak membutuhkan waktu lebih banyak dengan Bunda ya. Kakak pasti menyayangi adiknya, tinggal bagaimana orangtuanya mengarahkan agar ia tak dibelenggu rasa cemburu pada sang adik.

Jangan Lupa, Pertahankan Rutinitas Bunda Bersama Buah Hati ya!

Dengan kehadiran anak baru, rutinitas Bunda mungkin saja berubah. Tapi bagaimanapun, rutinitas Bunda jangan sampai terganggu. Tetap membiasakan rutinitas seperti sarapan bersama, nonton acara televisi kesukaan setiap sore, dan membacakan dongeng di jam yang sama sebelum tidur, untuk membantu kakak bisa menyesuaikan diri ya Bun.

Terlebih seiring kehadiran adiknya yang masih bayi. Dengan memberi pengertian perlahan-lahan, buah hati akan memahami kalau tak ada perubahan signifikan yang merugikan dirinya terlebih karena kehadiran sang adik.

Ajak Sang Kakak untuk Merawat Adiknya Ya Bun

Cobalah untuk melibatkan sang kakak dengan perawatan bayi. Misalnya, biarkan ia memilih pakaian tidur untuk adiknya, atau memilih apa yang akan adiknya kenakan hari ini. Bunda juga bisa memintanya untuk memilih warna atau model baju yang akan dipakai untuk sang adik.

Dengan semakin sering melibatkan buah hati untuk urusan semacam ini, maka ia pun menyadari perannya sebagai kakak pun diperlukan di tengah-tengah keluarganya. Terutama kepeduliannya pada sang adik, hal itu akan membuatnya mengerti bahwa kakak perlu peduli dan menyayangi adiknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top