Parenting

Kehabisan Ide Saat Siapkan Bekal? Intip Lima Akun Instagram yang Siap Menginspirasi Bunda

adorable-babies-bench-1703142

Bekal makanan yang nikmat dengan tampilan lucu tentu sangat menyenangkan untuk disantap. Selain lebih terjaga kehigienisannya, makanan yang diolah sendiri pun bisa diatur sesuai dengan keinginan masing-masing.

Tenang, saat ini banyak sekali kerasi unik yang bisa digunakan sebagai referensi para ibu rumah tangga dalam menciptakan bekal yang menarik dan lezat dari Instagram. Beberapa akun ini bisa dijadikan alternatif bagi Bunda yang sedang bingung dan membutuhkan ide-ide baru.

IG:@resepyummyanak

View this post on Instagram

Macaroni Schotel By @laras.myers Bahan : – 100 gr makaroni – 1 sdm butter untuk menumis – 150 gr daging giling – 1/2 bawang bombay, cincang halus – 1 bawang putih, cincang halus – 1 sdm munjung tepung terigu – 150 ml susu cair – 1/4 sdt pala bubuk – 1/4 sdt merica bubuk – garam secukupnya – keju parut secukupnya (aku pake cheddar + parmesan) Bahan tambahan : – 1 telur ukuran besar, kocok lepas – 200 ml susu cair – keju parut untuk taburan, secukupnya . Cara membuat : – rebus makaroni sesuai petunjuk di kemasan. Angkat tiriskan – panaskan butter, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum, masukkan daging giling, masak hingga daging matang – masukkan tepung terigu, aduk rata, tuang susu sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk rata – masukkan garam, merica bubuk, pala bubuk, kaldu bubuk. Masukkan makaroni, aduk rata – masukkan keju parut, aduk rata, koreksi rasa – tuang makaroni kedalam pinggan tahan panas, sisihkan – untuk bahan tambahan : campur telur dan susu, aduk rata. Tuang di atas makaroni lalu taburi keju parut diatasnya – panggang dalam oven dengan suhu 180 C selama 45 menit – angkat, sajikan dengan saus sambal dan saus tomat #reseplarasmyers #larasmyers_macaronischotel #larasmyers_pasta #larasmyers_makaronipanggang #makaronipanggang #macaronischotel #resepmacaronischotel #resepmakaronipanggang – #regrann

A post shared by Ide/Inspirasi + Resep Masak (@resepyummyanak) on

Bila si kecil sulit makan, penyebabnya bisa jadi karena mereka tak tertarik dengan masakan yang Bunda hidangkan. Nah, sebagai referensi bekal yang tepat, Ada baiknya Bunda menilik Instagram yang satu ini. Dalam akun resepyummyanak, banyak sekali makanan menarik yang sangat cocok disajikan untuk bekal makanan sekolah sang buah hati.

IG:@bekalanaksekolah

Nah, kalau Bunda ingin menyantap makanan sehat dan nikmat tanpa mengeluarkan banyak uang? Ya, menyiapkan bekal makanan sendiri adalah jawaban yang paling tepat. Tapi jika Bunda masih kebingungan untuk memilih masakan apa saja yang menarik untuk dihidangkan, akun bekalanaksekolah bisa menjadi pilihan yang tepat.

IG:@workweeklunch

Bun, sebagai ibu rumah tangga, jangan terlalu malas membuatkan bekal untuk si kecil. Tak usah memilih menu yang rumit untuk dibawa ke kantor atau sekolah. Sebagai solusinya akun workweeklunch membagikan banyak tutorial mengolah makanan secara sederhana dan cepat. Ada pula tutorial membuat bekal nikmat dengan bahan utama seadanya. Nantinya Bunda pasti tertarik untuk mencobanya.

IG:@dapurbekal

View this post on Instagram

Banjir DM 😂 Sebenernya menu yang kemarin itu udah pernah dan sering aku share resepnya. Cuma mungkin banyak followers baru, aku ketik ulang ya resepnya (jgn lupa like dan save lho😛). Enak banget yg pasti, favorit si abang banget! . HONEY BUTTER CHICKEN ala #dapurbekal Bahan 1 porsi: • 100gr paha ayam filet (potong sesuai selera) • tepung goreng serbaguna secukupnya • 1sdm margarin • 1 siung bawang putih (cincang halus) • wijen sangrai utk taburan . Bahan saus: • 2sdt kecap asin • 1sdt kecap manis • 2sdt madu • 2sdt gula pasir • wijen sangrai . Cara: 1. Bumbui ayam dgn garam & merica, diamkan 15menit. 2. Goreng ayam dengan tepung goreng serbaguna. Tiriskan & sisihkan. 3. Campurkan semua bahan saus di mangkok, aduk rata. Sisihkan. 4. Panaskan margarin, tumis baput sampai wangi (api kecil). 5. Masukkan campuran saus, aduk2 sebentar. Lalu masukkan ayam goreng. 6. Aduk sampai saus melekat di ayam goreng. 7. Sajikan dgn taburan wijen. . Kalau nasinya: GARLIC BUTTER RICE ala #dapurbekal Bahan: – 1 porsi nasi putih – 1 siung bawan putih (cincang halus) – 1sdm margarin – 1sdm kecap asin – garam & merica secukupnya – mixed vegetables . Cara: 1. Panaskan margarin, tumis baput sampai wangi. Masukkan mixed vege, masak sampai matang. 2. Masukkan nasi, garam, merica, kecap asin. Aduk dgn api besar sampai semua tercampur rata. . . . #dbekal_ayam #dbekal_nasi #honeybutterchicken #resepmasakan #garlicbutterrice #f52grams #foodphotography #lunchbox #bento #simplebento #vsco #foodvsco #iphoneonly #bekal #bekalanak #bekalsuami #idebekal #kotakbekal #veggies #friedchicken #shareresep #guniezzt #berbagiresep #resepyummy #contentcreator #bentobox #gengbekel

A post shared by Dapur Bekal by Clarissa (@dapurbekal) on

Seperti namanya, akun ini pun memberikan beerapa tips membuat bekal yang mudah dan cepat. Kendati kelihatannya mudah, kreasi makanan yang disajikan justru tak monoton. Bunda bisa meniru dengan membuat beraneka hidangan dengan mengikuti resep yang sudah disediakan oleh adminnya. Selamat mencoba ya Bun!

IG:@idebekal

View this post on Instagram

DONUTS By @inovpelawi Bahan : 300 g tepung protein tinggi 50 g gula pasir 10 g susu bubuk sejumput garam 5 g ragi 1 telur + susu/air dingin hingga beratnya 200-215 gr 30 g butter Cara : 1.. Campur rata terigu, gula pasir, susu bubuk, garam. Tambahkan ragi. 2. Campur kuning telur, susu/ air, aduk rata. Masukkan ke campuran tepung, sedikit demi sedikit, hentikan penambahan cairan jika adonan sdh dpt dipulung. Uleni 5 menit. 3. Tambahkan butter sedikit2, campur lalu uleni hingga kalis. Untuk cara mengulen dgn tangan ba diliat di #matongtutorial :) . 4 . Taruh adonan di mangkuk yg tlh diolesi sedikit minyak, tutup dgn plastic wrap, diamkan di tmpt hangat kurang lbh 45 menit-1 jam atau hingga mengembang 2x lipat. 5. Setelah mengembang, kempiskan, bagi adonan @ 40 g, bentuk bulat, tutup dgn plastic wrap, diamkan di tmpt hangat sekitar 20 menit. 7. Goreng dlm minyak banyak dgn api kecil. Dinginkan. Beri toping . .

A post shared by Idebekal (@idebekal) on

Di akun Instagram idebekal, para pengikutnya dapat menambah referensi bekal makan siang yang menarik dan yang pasti menggugah selera. Tersedia banyak sekali pilihan makanan berat yang sangat menarik untuk dilihat. Bun, yuk pelajari cara membuat bekal makan siang yang menarik ini cukup dengan melihat resep yang ada dibawah postingan foto.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Menyapih Dirasa Susah, Mungkin Metodenya Ada yang Salah Bunda

adorable-baby-black-and-white-2015884

Bun, kegiatan menyapih untuk Bunda tentu menjadi momen yang berat. Terlebih bagi para Bunda yang baru pertama memiliki anak. Belum lagi proses menyapih pun sangat menguras fisik, pikiran, hingga emosi. Momen seperti tak tega pada buah hati, akhirnya membuat Bunda kian mengulur waktu proses menyapih si kecil.

Biasanya, anak sudah bisa mulai disapih di usia empat tahun dua bulan. Bagi Bunda yang sedang kebingungan mencari cara menyapih yang tepat, berikut ini ada metode yang direkomendasikan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Tapi yang terpenting menurutnya, anak tidak boleh dipaksa terlalu keras untuk disapih, dan Bunda juga harus siap. Jika Bunda masih belum tega, maka tandanya Bunda belum siap

Pastikan Bunda Melakukan Proses Tersebut Secara Perlahan dan Bertahap

Cara pertama yang dapat Bunda lakukan yaitu dengan mengurangi frekuensi menyusu anak. Misalnya, jika biasanya si kecil akan menyusu setiap 2 atau 3 jam sekali. Cobalah memperpanjang jaraknya menjadi 4 atau 5 jam. Cara ini mungkin akan sulit di awal, yang penting Bunda harus konsisten. Prinsipnya, jangan menawarkan dan jangan mengomelinya juga Bun saat ia masih kesulitan melepaskan kebiasaan menyusu dari payudara Bunda. Intinya, lakukan secara bertahap dan konsisten.

Pastikan Komunikasi dengan Anak Berjalan Dua Arah

Apapun cara yang Bunda terapkan saat proses menyapih, yang penting jangan lupa untuk selalu mengkomunikasikan dengan si anak ya Bun. Saat ia sudah berusia kurang lebih dua tahun, anak sudah memahami kata-kata orang tua meski masih terbatas. Beri pengertian kepada anak bahwa ia tengah dalam proses menyapih tanpa harus melakukan kebohongan.

Alihkan Perhatian Si Kecil Semampu Bunda

Menyapih si kecil butuh skill dan keteguhan dari Bunda. Salah satunya keahlian mengalihkan perhatian si kecil. Misalnya, ketika anak hendak tidur, ibu bisa membacakan buku hingga ia mengantuk dan tertidur tanpa menyusu langsung dari payudara.

Bila ia mengeluhh haus, Bunda bisa memberikannya cairan pengganti ASI seperti air putih atau jus buah yang Bunda berikan lewat gelas. Atau, Bunda juga bisa memperkenalkan susu formula atau susu pengganti lainnya jika dirasa perlu. Satu hal yang penting, hindari penggunaan dot ya Bu.

Bunda Juga bisa Melibatkan Ayah Dalam Proses Ini ya 

Bun, jangan lupa untuk melibatkan ayah dalam proses bonding dengan buah hatinya. Selama ini si kecil mungkin bisa saja bersikeras meminta menyusu di payudara ibu karena ibu berada di sisi anak.  Di momen semacam inilah ayah bisa membantu mengalihkan perhatian anak dengan mendongeng atau melakukan aktivitas lain sampai anak lelah dan tertidur atau mau minum selain ASI dari payudara ibu.

Dan yang Paling Penting, Usahakan Kondisi Si Kecil Memang Sudah Siap untuk Disapih

Yang terpenting, hindari proses menyapih anak jika si kecil memang terlihat belum siap untuk disapih. Misalnya, jika ia sangat rewel atau tengah dalam kondisi marah atau sakit. Bunda juga sebaiknya tunda dulu proses menyapih.  Jika anak tengah mengalami perubahan besar dalam lingkungannya seperti pindah rumah atau berganti pengasuh.

Memang kita akan menemukan banyak sekali dilema dan pertimbangan matang saat hendak menyapih anak, namun bila saatnya sudah tepat dan metode Bunda pun diterima anak, maka si kecil akan mengerti bahwa memang saat itulah yang tepat untuk tak lagi menyusu dari Bundanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Event and Komunitas

Bun, Yuk Temukan Inspirasi Momen Bonding Bersama si Kecil di Zwitsaland

Kegiatan di booth Zwitsaland 4

Di tengah kesibukan dan rutinitas yang Bunda jalani. Kadang waktu bonding bersama buah hati, sangat sedikit sekali. Padahal nih bun, menurut peneliti dan para pakar kesehatan anak. Setidaknya, orangtua dan anak harus memiliki waktu bonding berkualitas minimal 15-30 menit sekali.

Sialnya, sebagai orangtua kita sering kehabisan ide untuk bisa melakukan bonding. Nah, berhubung minggu ini ada libur yang cukup panjang di akhir pekan. Kami ingin memberi rekomendasi tempat untuk Bunda bisa mencari inspirasi bonding dengan si kecil.

Yap, sebagai komitmen untuk terus mendukung orang tua dalam menjalin momen bonding, Zwitsal menghadirkan Zwitsaland yang dapat memfasilitasi dan menginspirasi Bunda dan Ayah untuk membangun momen bonding yang seru dan menyenangkan dengan buah hati lewat kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan setiap saat. Zwitsaland hadir di atrium utama Mal Gandaria City selama dua hari pada 20 dan 21 April 2019.

DSC04150

Ini bisa jadi solusi, khususnya untuk para Bunda milenials yang kerap sulit menemukan waktu bonding yang pas untuk si buah hati, di tengah padatnya kegiatan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Karamita Darusman selaku Brand Manager Zwitsal PT.Unilever Indonesia, pada acara media pers yang diadakan di tempat serupa, Sabtu (20/4/2019)

“Para milenials parents menemukan tantangan, menjadi orangtua baru dengan runitinas harian yang bisa jadi monoton ditambah kehidupan sosial yang juga harus dijalankan. Sulit untuk menemukan ide untuk bisa bonding dengan anak, padahal seharusnya aktivitas ini bisa jadi sesuatu yang menyenangkan. Itulah kenapa Zwitsaland hadir untuk memberi mereka inspirasi”.

 

DSC04167

Istilah bonding atau kelekatan mungkin sudah hatam di telinga, tapi sudahkah bunda bisa memahaminya. Masih di tempat dan acara serupa, Chitra Annisya, M.Psi selaku Psikolog Anak dari Tiga Generasi menjelaskan,

“Dua tahun pertama kehidupan merupakan saat terbaik untuk membangunbonding antara anak dengan orang tuanya. Dengan demikian orang tua dapat menyiasati minimnya waktu bersama buah hati dengan meluangkan 15-30 menit setiap harinya untuk membangun momen bonding dengan anak serta memaksimalkan kualitas interaksi tersebut, dan memastikan hal ini berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Terdapat tiga elemen utama untuk menciptakan momen bonding dengan buah hati, yaitu kontak mata, sentuhan serta interaksi misalnya melalui mengobrol. Membangun bonding bisa dilakukan melalui berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk bermain bersama. Aktivitas bermain yang sederhana pun bisa jadi momen bonding yang seru, menyenangkan, dan bermakna.”

Tak hanya itu saja, Artika Sari Devi, seorang artis dan alumni Puteri Indonesia sekaligus ibu dari dua anak, yang hadir dalam acara tersebut juga menceritakan pengalaman bonding yang kerpa  ia dan sang suami terapkan kepada kedua anaknya.

DSC04175

“Dari rutinitas harian saja, kalau dilakukan dengan konsisten bisa jadi sumber bonding itu sendiri. Saya dan suami, punya rules khurus yang memang kami jalankan berdua. Apalagi kami mengurus sendiri kedua anak kami. Salah satu aktivitas bonding yang setiap hari kami lakukan ya menemani mereka tidur. Biasa di momen ini, entah 3 hari sekali kami akan meminta mereka memberikan review atas sikap kami kepada mereka. Sebaliknya, kami memberikan reward kepada anak-anak atas sikap mereka. Dan bagi saya, ini memberikan banyak efek. Dari mulai tatapan, sentuhan, hingga interaksi dan komunikasi”.

DSC04205

Acara ini akan berlangsung hingga besok, 21 April 2019. Disana Bunda bisa datang dan menikmati aktivitas di booth-booth Zwitsaland seperti Zwitsal Sensory Corner, Zwitsal Cooking Corner, Zwitsal Science House, Zwitsal Fashion Corner, Zwitsal Traveling & Discovery dan Zwitsal Massage & Manicure Corner; juga berbagai talk showdan performance menarik di panggung. Untuk bisa masuk ke arena Zwitsaland, Bunda diwajibkan membayar tiket dalam kategory family package dengan harga yang cukup terjangkau.

Semoga Zwitsaland bisa menginspirasi para orang tua untuk selalu menciptakan momen-momen menyenangkan bersama buah hati dan mempererat bonding ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Mari Belajar Dari Kasus Balita di Bangkok yang Diberi Gawai Setiap Hari Sejak Usia Dua Tahun

eyes

Kejadian mengerikan harus dialami seorang balita berusia 4 tahun di Bangkok, Thailand lantaran ia harus menjalani operasi mata di usia yang sangat muda. Hal ini dipicu karena kebiasaan buruknya yakni bermain ponsel. Sang ayah, Dachar Nuysticker Chuayduang membagikan kronologi musibah yang menimpa putrinya di Facebook. Dachar mengaku melakukan sebuah kesalahan ketika ia mengenalkan putrinya pada ponsel dan iPad saat usianya baru 2 tahun.

Gadis kecil itu akhirnya kecanduan bermain gawai. Bahkan ia akan kesal dan menjerit bila tak diberi izin main ponsel. Agar putrinya tak lagi menjerit dan menangis, akhirnya Dachar membiarkannya menggunakan perangkat seluler. Bahkan saat Dachar sibuk bekerja, ia tampak memberikan gawai ke anaknya agar tak rewel. Ironisnya, hal ini membuat penglihatan sang anak makin lama semakin memburuk.

Setelah melakukan pemeriksaan, ia diharuskan menggunakan kacamata. Namun masalahnya tak berhenti disitu, yang terjadi justru penglihatannya terus menurun. Dokter mengatakan dia harus menjalani operasi mata untuk memulihkan penglihatannya, jika tidak matanya bisa buta.

Menurut hasil diagnosis dokter, balita tersebut menderita mata malas dengan satu mata miring atau juling, salah satu komplikasi paling serius dari miopi dan astigmatisme. Jika kondisi ini terus berlangsung, mata anak itu tidak akan bisa pulih.

Para peneliti di Korea Selatan mengungkapkan, anak-anak yang sering menggunakan ponsel pintar atau tablet beresiko besar mengalami mata juling sementara. Selain durasi pemakaian yang terlalu sering, jarak yang terlalu dekat dengan mata kemungkinan menjadi penyebab gangguan juling atau mata yang tidak searah.

Balita tersebut pun mau tak mau harus melewati operasi mata. Kini tugas orangtuanya adalah membatasi waktu anaknya untuk tak bermain gaway atau menonton layar televisi lantaran cahaya yang dipancarkan perangkat ini pun akan mempengaruhi matanya.

Bunda perlu belajar dari kasus ini dimana anak kecil sebaiknya jangan dulu dikenalkan pada gawai di usianya yang terlalu dini. Lebih jauh lagi, penyakit mata malas terjadi ketika salah satu mata tidak berkembang dengan benar, misalnya salah satu mata rabun jauh dan yang lainnya tidak. Hal ini membuat otak kebingungan karena menerima dua visual yang membingungkan yakni gambar yang buram dan jelas. Pada akhirnya, otak pun jadi bekerja ekstra dan memilih gambar yang lebih jelas dan menghiraukan visual yang kabur.

Kondisi ini, bila dibiarkan tanpa penanganan, maka bisa memperbesar peluang si kecil mengalami kerusakan mata permanen saat usianya memasuki 6-10 tahun. Parahnya, kondisi ini pun dapat menyebabkan kebutaan pada mata malas karena otak mengabaikan rangsangan yang dikirim dari bagian mata tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top