Event and Komunitas

Karena Kata ‘Jangan’ dari Bunda Bisa Jadi Penghalang Kemampuan Eksplorasinya, Mulailah Untuk Bilang ‘Iya Boleh’ dari Sekarang!

P1050845

Dalam sehari, ada berapa kata ‘jangan’ yang bunda sampaikan sebagai respon atas banyaknya pertanyaan si kecil? Mungkin 4, 5, atau bahkan lebih banyak lagi? Alasan bunda untuk berkata jangan, mungkin jelas untuk melindunginya atau menjaganya. Tapi ternyata tak selamanya hal ini benar loh bun!

Yap, kata jangan yang kerap kita jadikan solusi agar si kecil tak berbuat yang tidak-tidak, justru jadi penghalang yang akan menghambat tumbuh kembangnya. Entah itu dalam mempelajari hal baru, melakukan kegiatan baru, hingga pada pemahamannya akan sesuatu hal yang selama ini belum pernah dilakukan.

Gambarannya begini, kala ia sedang bermain ditaman lalu melihat seekor anak kucing yang lucu. Terlihat ingin menghampirinya dan menjamahnya, dengan cepat bunda berkata ‘jangan’ hanya karena takut si kecil alergi akan bulunya. Padahal, kalau saja diperbolehkan. Jelas ia akan mendapat satu pelajaran.

Tapi ini memang jadi satu tantangan tersendiri untuk kita sebagai orangtua, sebab rasa khawatir dan takut jadi hal nomor satu yang selalu lebih dulu hinggap di kepala. Maka jangan heran, meski katanya tak apa-apa memperbolehkannya bermain banyak hal baru. Kadang kala kita masih belum seberani itu, untuk membiarkannya lebih leluasa.

P1050801

Nah, berita baiknya dalam waktu dekat ini tepatnya pada 28 hingga 29 April 2018, bertempat di Mall Kota Kasablanka. Menyebut diri sebagai mitra terpercaya para bunda dalam mendukung tumbuh kembang optimal si kecil, Dancow Advanced Excelnutri plus kembali menghadirkan “DANCOW Iya Boleh Camp” untuk mendorong kepercayaan diri para bunda dalam mendukung eksplorasi pertama si kecil. Dan tak hanya terfokus di Jakarta saja loh bun, kabarnya ajang ini juga akan diselenggarakan di 50 kota di Indonesia, seperti Surabaya, Semarang, dan Bandung untuk menjangkau lebih banyak lagi bunda agar percaya diri untuk bilang “Iya Boleh”.

pexels-photo-261895

Tentunya acara ini akan jadi salah satu alternatif baik yang bisa bunda pilih untuk menghabiskan akhir pekan minggu ini. Sebab akan ada 7 booth eksplorasi yang bertujuan untuk mengasah kecerdasan si kecil. Mulai dari mengasah kemampuan psikomotoriknya, perhatian, bahasa, memori, hingga pada penyelesaian masalah. Untuk itu, tujuh booth yang dapat dinikmati si kecil antara lain adalah, Jemari Melukis, Tembikar Ria, Petualangan Kecil, Pahlawan Cilik, Penjelajah Hutan, Prajurit Bakteri Baik, dan Teater Fauna.

Dan menariknya lagi, pagelaran ini nyatanya tak hanya difokuskan pada si kecil yang memang sedang dalam masa perkembangan pada tahap eksplorasi saja. Tapi juga ada booth khusus yang juga diperuntukkan pada orangtua terutama bunda. Sebab DANCOW Advanced Excelnutri Plus juga memiliki programm Dancow Inspiring Mom (DIM) yang bertujuan untuk mendorong kepercayaan diri pada bunda untuk mendukung eksplorasi pertama si kecil. Disini bunda dapat berbagi informasi mengenai parenting, dan nutrisi, serta saling menginspirasi dalam mendukung si kecil bereksplorasi.

P1050816

Sebagaimana yang juga telah disampaikan Alvin Wiradarma, selaku Brand Manager DANCOW Advanced Excelnutri plus, di Plataran Dharmawangsa, Selasa, 24 April 2018 kemarin. “Kami percaya bagaimana kepercayaan diri bunda dalam mendukung si kecil bereksplorasi memiliki peran penting untuk mengempangkan kemampuannya agar lebih lebih percaya diri. Untuk itu Dancow Advanced Excesinutri plus yang memiliki kandungan Lactobacillus rhamnosus serta pangan inulin, juga berupaya untuk memberikan wadah agar bunda semakin percaya diri untuk mendukung si kecil berekslorasi dan mengembangkan potensi mereka melalui “Dancow Iya Boleh Camp, begitu tuturnya.

Masih dalam acara dan tempat yang sama, salah seorang Psikolog Dra.Ratih Ibrahim, MM yang ada berada disana menambahkan bahwa keterlibatan bunda dan ayah, terutama dalam hal penyampaian kata ‘iya Boleh’, memegang peranan penting dalam hal mendampingi si kecil melalui eksplorasi pertamanya. “Eksplorasi adalah bagian dari tugas perkembangan si kecil. Ia butuh ruang yang aman dan kaya untuk bereksplorasi, sesuai dengan usia perkembangannya. Sebab aspek kecerdasan si kecil yang kemudian kelak jadi fondasi untuk pembentukan karakternya kelak dimulai dari pengalamnya mengekplorasi apa yang dilihat, dengar, sentuh, cium dan rasakan”.

P1050826

Untuk itu, jika bunda adalah salah satu dari ribuan orangtua yang masih takut untuk berkata ‘Iya Boleh’ pada si kecil di rumah, tak ada salahnya untuk ikut dalam kegiatan ini demi melatih kemampuan si kecil dan bunda sebagai orangtua bisa belajar juga. Dilangsungkan dalam waktu dua hari, jangan sampai bunda ketinggalan acara yang juga akan dihadiri oleh dr. Bernie Endryarni Medise, SpA(K), MPH sebagai Dokter anak, Dra.Ratih Ibrahim, MM sebagai Psikolog Anak dan Keluarga, dan Intan Nuraini dan Ussy Sulistiawaty yang juga dua orang selebriti dan bunda yang sedang menikmati masa tumbuh kembang anak-anak mereka.

Dan untuk bisa pergi kesana dan turut serta, sebagai mana yang juga disampaikan oleh Alvin bunda hanya perlu membeli Dancow minimum berukuran 280 gram, ditempat camp berlangsung atau membawa struk pembelian aslinya dan bisa langsung dapatin tiketnya serta bisa langsung have fun dan bereksempatan untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik juga. Ini akan jadi paket lengkap loh bun, anak dapat nutirisi dan stimulasinya, orangtua juga dapat hadiah dan pelajaran buat orangtuanya. Ayo bun, kosongkan jadwal dan ajak si kecil ke “Dancoo Iya Boleh Camp” akhir pekan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Saat Anak Tantrum, Jangan Memaksanya untuk Berhenti Saat Itu Juga ya Bun

test

Bun, balita cenderung egosentris. Banyak hal yang diinginkannya. Kondisi ini pun dibarengi dengan kemampuan bahasanya yang ekspresif. Di lain sisi, dunianya pun penuh dengan eksplorasi. Ia selalu mau belajar dengan melakukan banyak observasi.

Tapi disaat seperti itu, ketika keinginan orangtua untuk menjaga keamanan anak berbenturan dengan usaha anak untuk mandiri dan kemampuan bahasanya yang terbatas biasanya  hampir tidak bisa dihindari. Akhirnya si kecil pun tantrum. Tapi Bun, ternyata tantrum itu penting lho untuk kesehatan emosional si kecil.

Yup, tantrum pada anak jadi bagian penting untuk kesehatan emosionalnya, dan kita bisa belajar untuk jadi lebih tenang ketika menghadapinya. Berikut ini alasan kenapa tantrum penting bagi batita:

Lebih Baik Diekspresikan Daripada Dipendam

Bun, air mata mengandung kortisol, yang merupakan hormon stres. Nah, saat kita menangis, sejatinya kita melepaskan stres dari tubuh. Air mata diketahui bisa menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kondisi emosi. Bunda a bisa lihat ketika si kecil tantrum, tak ada yang benar menurutnya.

Ia marah, frustrasi, atau merajuk. Tapi setelah tantrum berlalu, ia berada di mood yang jauh lebih baik. Sebaiknya orangtua membiarkan anak tantrum tanpa mencoba mengganggu prosesnya sampai anak tuntas.

Menangis Membantu Anak Belajar

Seorang anak yang bermain lego sewaktu-waktu bisa mulai tantrum karena kesulitan membuat konstruksi yang tinggi. Tapi setelah anak tantrum, ia duduk dan memperbaiki legonya. Ketika anak mengalami kesulitan dan kemudian ia mengungkapkan frustrasinya yaitu lewat tantrum, maka biarkan proses ini berlangsung. Tantrum akan membantunya menjernihkan pikiran sehingga bisa belajar hal baru.

Saat anak tidak bisa berkonsentrasi atau mendengarkan, biasanya ada masalah emosi yang menghambat proses ini. Agar proses belajar berjalan, anak harus senang dan rileks, dan mengekspresikan emosi jadi bagian dari proses ini.

Tantrum Membuat Anak Jadi Punya Waktu Tidur yang Lebih Baik

Masalah tidur sering terjadi lantaran orangtua mengira pendekatan  terbaik untuk tantrum adalah meminta si kecil tidur padahal tantrumnya belum selesai. Seperti orang dewasa, anak juga terbangun karena stres atau berusaha memproses sesuatu yang terjadi di hidupnya. Nah Bun, kalau Bunda memilih untuk membiarkan anak mengakhiri tantrum meningkatkan kondisi emosi dan bisa membantu anak tidur sepanjang malam.

Tantrum Membantu Menjalin Kedekatan

Mungkin sulit untuk mempercayai hal ini ya Bun. Tapi cobalah buktikan. Biarkan ia melewati badai perasaannya tanpa Bunda mencoba memperbaikinya atau mencoba menghentikannya. Bunda tak perlu banyak bicara, tapi ucapkan kata yang menenangkan. Tawarkan pelukan. Anak akan merasakan penerimaan Anda yang tanpa syarat dan merasa lebih dekat dengan Anda setelahnya.

Tantrum Membantu Perilaku Jangka Panjang Anak

Kadang emosi anak dalam bentuk lain seperti agresi, sulit berbagi, atau menolak bekerja  sama untuk tugas sederhana seperti memakai baju atau menggosok gigi. Hal ini sejatinya adalah tanda umum anak kesulitan mengontrol emosinya. Sementara itu, tantrum terjadi justru membantu anak melepaskan perasaan yang sukar diutarakannya.

Bahkan Tantrum Pun Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Buah Hati Lho Bun

Selama masa batita, anak mulai mengerti kalau mereka terpisah dari orangtua. Mereka mengembangkan rasa otonomi, menyadari kalau mereka bisa mengatakan “tidak” untuk menunjukkan kemandirian.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

10 Cara Mendidik Anak Laki-laki Agar Tidak Manja

boys

Mendidik anak laki-laki tentu tak bisa disamakan dengan mendidik anak perempuan ya Bun. Anak laki-laki harus dilatih kemandirian sedini mungkin lho Bun. Hal ini karena kelak dirinya akan menjadi pemimpin di rumah tangganya. Walau mungkin hal ini masih terlampau jauh, tapi tak ada salahnya untuk mengajarkannya soal tanggung jawab dan menempa mentalnya agar jadi sosok anak yang kuat.

Ajarkan si Kecil untuk Selalu Menaati Peraturan

Cara pertama untuk mendidik anak laki-laki agar tak manja, yakni dengan mengajarkan ia untuk mulai menaati peraturan semenjak dini. Hal ini wajib Bunda lakukan! Tujuannya supaya si kecil bisa hidup dengan tertib dan bertanggung jawab. Dia juga harus tahu bahwa hidup itu memiliki batasan-batasan tertentu, dimana ada hal-hal yang memang tidak boleh dilakukan.

Bunda bisa mengenalkannya dengan aturan yang sederhana yang perlu dipatuhi. Misalnya, jika ingin BAB, harus bilang ke Bunda (Toilet training ini bisa diajarkan saat usianya 1,5 – 2 tahun). Kedua, latihlah buah hati untuk membereskan mainan setelah digunakan.

Selanjutnya, beritahukan kalau mengambil barang milik orang lain itu tidak boleh. Hal-hal semacam itu bisa Bunda lakukan.  Kendati mengajarkan peraturan ke anak tentunya tidak mudah. Bunda harus terus memperingatkannya dengan sabar. Karena segala sesuatu butuh proses.

Jangan Selalu Menuruti Kemauannya ya Bun…

Orang tua mana sih yang tak  ingin membahagiakan anaknya? Pastinya Bunda pun selalu berusaha untuk menyenangkan buah hatinya, kan? Tapi Bun, demi menghindari munculnya sifat manja, baiknya sih jangan selalu menuruti kemauan si kecil.

Misalnya saja, dia meminta dibelikan mainan setiap hari, sering minta diajak jalan-jalan, lalu makannya pilih-pilih. Wah, semua kebiasaan tersebut belum tentu baik, lho! Selain berpotensi membuat si kecil jadi manja, juga bikin anak jadi keras kepala.

Sebab kalau permintaannya tak dituruti, bisa saja dia marah-marah. Karenanya, Bunda harus belajar untuk tak selalu menuruti semua kemauan anak.

Ajarkan Konsep Timbal-Balik

Trik selanjutnya, untuk mendidik anak laki-laki agar tidak manja adalah dengan mengajarkan konsep timbal balik. Maksudnya, si kecil tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan hanya dengan sekedar meminta. Ajarkan ia untuk bekerja dulu.

Melakukan sesuatu yang ringan. Jika ia berhasil, maka Bunda bisa memberikannya imbalan, misalnya uang atau mainan. Konsep ini akan memberikan ia pelajaran bahwa segala sesuatu dapat diperoleh lewat kerja keras. Dia tak bisa hanya berpangku tangan kepada orang lain, tetapi harus mandiri sehingga bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Ajarkan Juga Caranya Bertanggung Jawab Atas Tindakannya

Sikap bertanggung jawab juga perlu ditanamkan pada anak sejak ia kecil, Bun. Terutama bagi anak laki-laki yang kelak ia bakal menjadi pemimpin. Tentunya sikap tanggung jawab sangat diperlukan. Cara melatih si kecil agar bisa bertanggung jawab pun bisa mulai dari hal-hal sederhana.

Misalnya saja, ia harus membereskan kasur setelah bangun tidur, merapikan mainan, meletakkan pakaian kotor di tempatnya, dan sebagainya. Apabila si kecil berhasil melakukan semua hal itu, maka jangan lupa memberikannya apresiasi dengan mengatakan ‘duh pintarnya’ atau ‘terima kasih’.

Agar Jangan Jadi Sosok yang Pemarah, Ajarkan Cara Mengendalikan Emosi

Dibandingkan perempuan, laki-laki biasanya lebih sulit mengendalikan emosi. Hal ini dikarenakan laki-laki memiliki hormon testosteron yang berpengaruh terhadap perilaku agresif. Nah, Bunda tentu tak ingin si kecil tumbuh jadi sosok yang pemarah, kan?

Untuk menghindari hal tersebut, maka ajarkan ia caranya mengendalikan emosi semenjak dini. Bun, didiklah si kecil agar jadi pribadi yang ramah dan menyenangkan. Ajarkan pada dia bahwa tidak semua keinginannya bisa dikabulkan begitu saja. Dia harus menerima itu dan tidak boleh marah-marah.

Agar Anak Tumbuh Kuat, Kenalkan Ia Pada Dunia Olahraga Sejak Kecil

Mendidik buah hati agar bisa tumbuh menjadi pribadi mandiri dan tak manja, tidak cukup melatih mentalnya saja. Tapi juga perlu dilatih fisiknya, Bun. Bunda bisa mengenalkannya pada dunia olahraga sejak dini. Misalnya saja, mengajaknya pergi berenang, berjalan-jalan di sore hari, bersepeda, bermain bola di lapangan, atau lainnya.

Dengan berolahraga, maka tubuh si kecil akan menjadi sehat dan kuat. Tentunya bila tubuh sehat, ia juga lebih lincah. Hal itu memberikan pengaruh positif terhadap tumbuh kembangnya sehingga ia akan mampu melakukan beragam aktivitas tanpa adanya hambatan.

Asah Kemampuannya dengan Melibatkan Ia Dalam Aktivitas Sederhana

Karena anak laki-laki kelak menjadi tulang punggung keluarga, yang mana ia harus bisa cekatan dalam bekerja, maka itu sangat penting mengasah kemampuannya semenjak dini.

Bunda bisa melibatkan ia dalam sebuah aktivitas edukatif. Misalnya melakukan permainan menyusun lego, puzzle, membaca buku, dan menggambar. Atau bisa juga mengajarkan ia cara bersepeda, bermain bola, bulu tangkis, atau olahraga jenis lain.

Selain itu, Ayah juga bisa sesekali mengajak si kecil ikut bekerja, seperti mengajak memancing, mencuci mobil di halaman, berjualan di toko, menyemir sepatu, atau hal-hal lainnya. Semua kegiatan tersebut bisa membantu mengembangkan potensi si kecil, sekaligus mengurangi sikap manja.

Ajarkan Anak Sikap Tolong-Menolong

Mendidik anak laki-laki agar tidak manja, bisa pula dilakukan dengan cara mengajarkannya sikap tolong-menolong. Sikap ini tidak hanya melatih kemandirian si kecil, tapi juga membantu menumbuhkan rasa empati serta kepeduliaan.

Bunda bisa mengajarkan si kecil bagaimana cara menolong teman-temannya yang kesusahan. Misalnya, bila ada temannya yang terjatuh hendaknya dibantu. Atau juga bisa menyisihkan uang saku untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sedangkan untuk di rumah, si kecil bisa membantu dalam hal pekerjaan rumah. Seperti meletakkan tempat makan di westafel, menyapu, menata tempat tidur, dan sebagainya.

Ajarkan Kepada Si Kecil Cara Merawat Diri Sendiri

Ketika masih bayi, anak kecil memang tidak bisa melakukan apapun. Dia butuh bantuan dari orang tuanya. Namun ketika usianya mulai bertambah, memasuki 2-3 tahun, maka di saat itu Bunda harus mulai mengajarkannya hidup mandiri.

Ajarkan kepada si kecil bagaimana cara merawat dirinya sendiri. Mulai dari sesuatu yang ringan, misalnya mencuci tangan sendiri, makan sendiri, memakai sepatu, dan sebagainya. Ajarkan semua itu dengan bertahap.

Dengan begitu, saat dewasa ia sudah terbiasa melakukan sesuatu sendiri. Tidak terlalu menggantungkan hidup pada orang lain.

Dan Didik Anak Menjadi Sosok yang Tangguh dan Tegar

Selanjutnya, untuk mendidik anak laki-laki agar tak manja, Bunda perlu mengajarkan padanya bagaimana cara menjadi pribadi yang tangguh dan tegar. Berikan penjelasan pada si kecil bahwa segala sesuatu di kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginannya. Adakalnya ia harus menerima dan bangkit dari kegagalan. Ia juga wajib belajar bersyukur.

Patut diingat, mengajarkan sikap tangguh bukan berarti Bunda menekannya, ya! Jangan menyuruh anak melakukan sesuatu yang terlalu membebani. Misalnya memaksa ia untuk selalu juara kelas. Itu tidak perlu! Cukup ajarkan ia jadi anak yang rajin belajar.

Apalagi setiap anak punya stBundar kemampuan berbeda-beda. Jadi jangan membanding-bandingkan dia dengan yang lain ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Saat Si Kecil Aktif, Bunda Pun Harus Lebih Protektif

kidsss1

Saat si kecil sudah memasuki usia batita, rasa ingin tahunya jadi lebih besar, Bun. Ia pun siap “menginvansi” segala penjuru di sekitarnya demi mengatasi rasa ingin tahunya. Yup, mereka mulai aktif di setiap gerak geriknya. Kendati hal tersebut adalah hal baik, tak sedikit Bunda yang justru jadi khawatir karena anak yang terlampau aktif.

Si kecil pun belum punya pemikiran untuk mengukur seberapa aman atau bahayanya setiap hal yang ia lakukan. Itulah sebabnya anak kecil terlihat suka  melompat-lompat di tempat tidur atau meja, memanjat tembok bahkan melemparkan mainannya.

Menurut Mary Sheedy Kurcinka, penulis buku yang dikenal dengan karyanya yaitu Raising Your Spirited Child and Kids, Parents, and Power Struggles: Winning for a Lifetime, mendidik batita yang begitu aktif memang merupakan satu tantangan tersendiri bagi para orangtua.

Bunda harus benar-benar bekerja keras untuk bisa mengendalikan sikap si kecil. Selain itu, kita juga harus belajar meredam amarah, sehingga sikapnya tidak mudah marah ketika si kecil berbuat sesuatu yang menyusahkan bunda. Nah, Berikut ini tips yang bisa Bunda praktikkan di rumah saat sedang bersama si kecil  yang sedang aktif-aktifnya seperti dilansir dari ibupedia.com.

Hindarkan Si Kecil Dari Tempat-Tempat Berbahaya

Mengingat batita Bunda masih sangat aktif sebaiknya Bunda harus pandai-pandai dalam memilih perabotan di rumah. Pilihlah perabotan-perabotan yang aman untuk si kecil dengan menghindari memilih perabotan rumah tangga yang mudah pecah. Pilihlah perabotan yang mudah dijangkau oleh anak sehingga si kecil tak usah memanjat-manjat ataupun harus naik kursi untuk mendapatkan suatu barang karena letaknya lebih tinggi.

Begitupun ketika Bunda mengajak si kecil keluar rumah untuk makan di restaurant, pergi piknik atau berkunjung ke rumah teman. Pilihlah dan pikirkan dengan matang kemana Bunda harus pergi mengajak buah hati Bunda. Hal ini agar si kecil tidak merugikan orang lain disekitarnya dengan sikap aktifnya. Kewaspadaan tinggi orangtua harus terus dijaga agar si kecil terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendalikan Sikap Aktif Buah Hati Bunda

Untuk mengendalikan batita yang aktif, Bunda bisa membujuknya dengan permainan-permainan yang menarik dan menantang. Kita bisa mencoba untuk memberinya clay atau lego, untuk batita perempuan Bunda bisa mengajaknya belajar mengenakan kutek dengan aksesoris- aksesorisnya. Hal ini bisa jadi alternatif untuk membantu Bunda menyalurkan sikap aktif anak Bunda.

Pastikan Buah Hati Bunda Mempunyai Waktu Untuk Bermain

Anak pada usia batita tentu masih sangat suka bermain dan berlari-lari di luar ruangan. Bermain sebenarnya bisa mengendalikan tingkat keaktifan mereka. Dengan bermain si kecil harus bisa bertoleransi dan menyesuaikan sikap dengan teman-teman lainya. Misalnya Bunda mengajak si kecil untuk bermain bola, Bunda menendang bola kearahnya lalu bola tersebut ditendang balik kearah Bunda dan seterusnya.

Bunda bisa lihat disini bahwa ternyata bermain hal kecil seperti itu memberi pelajaran pada si kecil untuk mampu mengontrol diri sehingga bola tidak keluar jalur dan bisa ditendang bergiliran. Jadi biarkan si kecil bermain dan berkembang secara alami. Semakin banyak ia bersosialisasi, semakin besar kemampuannya dalam mengontrol dirinya.

Jelas dan Konsisten

Si kecil yang sikapnya sangat aktif memerlukan aturan-aturan jelas yang diterapkan secara terus menerus serta tegas. Jadi sangat penting untuk memberikan batasan-batasan pada si kecil. Jika memang telah waktunya untuk si kecil tidur siang segeralah ajak ia tidur. Bila si kecil berontak tetaplah konsisten untuk mengajaknya tidur siang.

Jangan pernah sekalipun melewatkan jadwal tidur siangnya, hanya untuk sekedar menonton film favoritnya. Hal ini akan jadi boomerang bagi Bunda. Si kecil mungkin akan terus meminta hal serupa di hari-hari berikutnya. Jadi kedisiplinan harus tetap dijaga ya Bun.

Tetap Jaga Kontak Fisik Bunda dengan Si Kecil

“Batita yang mulai mandiri dalam melakukan semua kegiatannya tetap memerlukan sentuhan kasih orangtua mereka” kata Kurcinka. Sentuhan kasih seperti ketika Bunda mengelus-elus punggung si kecil sebelum tidur atau memeluk buah hati Bunda sambil bersenda gurau di pagi hari.

Hal-hal semacam ini membuat buah hati Bunda merasa dekat dengan Bunda dan percaya bahwa orangtua bukanlah orang yang akan membuat ia merasa terancam. Sehingga ketika dirinya berada di dekat Bunda, ia selalu merasa gembira.

Buatlah Situasi “Ya”

“Ya, aku mau coba” adalah kata-kata yang paling disukai batita” jelas Kurcinka. Biarkan anak Bunda belajar menuangkan jus kedalam gelasnya, belajar menggunakan garpu saat makan malam dan biarkan si kecil belajar mengenakan sepatunya sendiri, meskipun hasilnya akan terlihat berantakan.

Kegiatan ini sangat menguntungkan Bunda, lewat kegiatan ini Bunda bisa mengajari beberapa keterampilan pada si kecil, sekaligus bisa mengajari ia agar bisa melakukan hal-hal tersebut dengan baik dan benar.

Beritahulah Apa Yang Akan Dihadapinya

Semua batita mulai gelisah dan khawatir memikirkan apa yang terjadi setelah ini? Apakah ia akan melakukan sesuatu yang menyenangkan ataukah sesuatu yang ia tidak sukai? Maka dari itu sebaiknya para orangtua harus selalu mengingatkan dan memberitahu apa yang akan si kecil lakukan sehingga si kecil tidak merasa tertekan ketika orangtua ingin buah hatinya melakukan sesuatu yang orangtua inginkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top