Parenting

Karena Bencana Tak Tahu Datang Kapan, Ajak Si Kecil Belajar Simulasi Kebakaran dengan Cara Menyenangkan

Jangankan anak kecil, kita yang sudah dewasa sekalipun kerap bingung tatkala musibah datang tiba-tiba. Untuk bunda yang sudah pernah mengalaminya, menghadapi musibah memang jadi situasi yang cukup membingungkan. Jangankan untuk berusaha menyelamatkan diri, kadang kita justru terdiam karena tak tahu akan berbuat apa.

Masalahnya bukan karena gugup saja, hal ini bisa jadi karena kita juga tak begitu paham bagaimana langkah pertama untuk menghadapi suatu musibah. Walau mungkin jarang terpikirkan, sebenarnya hal ini jadi salah satu hal yang perlu kita ajarkan pada si kecil dirumah.

Tapi sebelum melangkah kesana, bunda juga perlu tahu. Bagaimana cara tepat untuk membekali mereka dalam hal menghadapi musibah. Sebab kadang anak-anak suka bertindak ceroboh, jangan sampai tindakannya nanti justru membahayakan dirinya sendiri. Sebisa mungkin ajak mereka dengan latihan yang menyenangkan agar mereka memahami dengan baik, apa yang akan kita ajarkan. 

Sebagai Langkah Awal, Beri tahu Mereka Jika Dalam Musibah, Keselamatan Jadi Hal Penting yang Harus Diutamakan

piotr-chrobot-278530-unsplash

Bunda perlu ingat, jika ini jadi tanggung jawab serius yang harus kita lakukan. Dan tarulah kali ini kita akan memberinya pemahaman akan musibah yang bisa datang dari api. Beritahu mereka, jika ini jadi salah satu musibah yang cukup serius dan sangat berhaya.

Pastikan pula jika mereka tahu resiko bermain sumber api, mulai dari korek api, lilin, obat nyamuk bakar, kompor gas hingga bahan lain yang mudah terbakar. Sebab pemahaman yang tidak mendalam, kadang membuat mereka terlalu menyepelekan bahaya yang bisa saja melukainya.

Tekankan pula, jika dalam kondisi seperti, menyelamatkan diri dari bahaya jadi hal paling penting yang harus dilakukan oleh mereka.

Kemudian Buatlah Rancangan Kecil Tentang Bahaya yang Datang dari Sebuah Musibah

80f70e1ff0fc6e02

 

Jika memang dirasa kurang lihai dalam menjelaskan apa saja itu bahaya api secara langsung. Bunda bisa mencari alternatif lain dengan mengajaknya bercerita lewat beberapa buku yang bisa menjelaskan. Gambar dan media seperti ini dinilai jadi sesuatu yang akan memudahkan langkah kita untuk membantunya memahami bahayanya.

Ajak ia untuk mendengarkan bunda bercerita, tentang bahaya apa yang akan terjadi jika ia tak berhati-hati dalam menghadapi situasi seperti ini. Mulai dari terkena luka bakar, hingga merenggut nyawa.

Lalu Ajak Mereka Berdiskusi dan Tanya Jawab Tentang Apa yang Seharusnya Dilakukan

Mother with daughters at home listening to them

Bunda mungkin tahu, jika pada 14 Februari 2018 lalu, di salah satu Sekolah Menengah Atas di Florida terjadi sebuah penembakan yang juga menewaskan 17 orang, yang sebagiannya adalah siswa. Ini memang bukanlah Insiden penembakan pertama yang pernah terjadi di Amerika. Sebelumnya, insiden serupa pernah terjadi di beberapa tempat seperti SD Sandy Hook, Columbine High School, Virginia Tech, Aurora, Orlando, serta Las Vegas.

Sebelum banyak insiden penembakan masal terutama di sekolah-sekolah Amerika, pemerintah bersama dengan beberapa asosiasi seperti AllSafe Defense Systems California menyediakan simulasi pertahanan diri dari senjata api. Kini, simulasi tersebut sudah semakin diaplikasikan ke sekolah-sekolah, dengan harapan ke depannya tidak akan memakan korban jiwa terutama anak-anak.

Nah, dari gambaran ini kita bisa belajar. Bahwa sesungguhnya memberi mereka pelajaran akan beberapa simulasi dari musibah sangat perlu untuk disampaikan. Untuk itu, bunda bisa mengajak mereka berdiskusi dan mencari jalan keluar jika suatu waktu terjadi musibah, dan salah satunya kebakaran. Berilah padanya gambaran, tentang kemana ia harus melangkah, dan benda apa yang harus diraihnya demi bisa melewati kebakaran yang terjadi.

Ingatkan pula, jika benda-benda kesukaannya jelas bisa diganti lagi. Namun nyawa tak akan pernah terganti. Pastikan ia paham, jika apa yang kita sampaikan itu adalah langkah-langkah awal yang perlu dilakukan.

 

Dan Jangan Lupa Pula Beri Mereka Pengetahuan dengan Contoh yang Mengasikkan

19ee2c11736f8e98

Dari serangkaian musibah-musibah yang akhir-akhir ini terjadi di negara kita. Mulai dari bencana banjir, erupsinya gunung, hingga kebakarang yang juga kerap terjadi. Kita belajar bahwa, sedari dini amatlah penting. Jika anak sudah mendapatkan pemahaman yang baik, akan simulasi bencana yang mungkin nanti akan dialaminya. Bukan berarto berdoa yang buruk ya bun, ini adalah rangkaian kenyataan yang kelak memang bisa saja mereka terima.

Akan tetapi, jika kita coba telisik pada angka musibah kebakaran dan pemahamannya menjadi sebuah pendidikan. Agaknya negara kita masih tergolong kurang. Padahal, menurut Injury Prevention for Children with Special Health Care Needs Work Group dalam jurnal “Case Study: Using a Virtual Reality Computer Game to Teach Fire Safety Skills to Children Diagnosed with Fetal Alcohol Syndrome”, luka bakar menjadi bahaya ketiga setelah kecelakaan bermotor dan tenggelam untuk anak usia 1-9 tahun. Berbekal dengan data ini, Indonesia seharusnya sudah bisa memulai untuk memberikan simulasi kepada anak, baik di sekolah maupun di rumah.

WhatsApp Image 2018-03-13 at 2.43.22 PM

Sayangnya, bunda pasti tahu kan jika simulasi kebakaran pada anak secara real akan sangat berbahaya. Banyak hal yang bisa terjadi seperti panik berlebih atau celaka saat proses evakuasi. Meski begitu, ternyata ada cara yang dinilai efektif untuk memberikan simulasi khusus kepada anak, yaitu dengan menggunakan teknologi Virtual Reality (VR). Alasannya, selain mampu mengurangi resiko terjadinya kecelakaan saat simulasi, cara ini dianggap akan memudahkan anak untuk mengerti tanda bahaya kebakaran dan mengenal jalur evakuasi.

Hal tersebut disampaikan melalui studi ilmiah “Using immersive game-based virtual reality to teach fire-safety skills to children”, bahwa penggunaan VR ini mampu meningkatkan motivasi kepada anak untuk melakukan simulasi kebakaran. Anak bisa diajak untuk tidak menjadi pembaca atau pelaksana pasif, tapi mampu memegang kuasa penuh untuk mengontrol simulasi secara virtual dan berinteraksi dengan objek virtual yang berkaitan dengan proses simulasi.

WhatsApp Image 2018-03-13 at 2.43.22 PM (1)

Dan berita baiknya, baru-baru bini  OmniVR selaku perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Virtual Reality (VR), ingin menyampaikan pemahaman baru kepada kita. Bahwa tak hanya penggunaan VR sebenarnya lebih dari sekadar gaming. Oleh karena itu, OmniVR mencoba untuk memperkenalkan VR ke dalam dunia edukasi dan training seperti melakukan Simulasi Kebakaran.

WhatsApp Image 2018-03-13 at 2.43.21 PM

Dibungkus dalam wadah yang menarik, bunda memberikan edukasi dan training simulasi kebakaran  melalui penggunaan VR yang terkesan seperti gaming. Sebab selain memberinya pemahaman baru, ini akan jadi pengalaman mengesankan yang juga bermanfaat untuk pengetahuannya akan simulasi kebakaran yang perlu diketahui oleh setiap orang.

Tapi Mengapa Hal Ini Bisa Efektif Untuk Anak?

ed63d4b96cbb0540

Materi simulasi kebakaran dalam Virtual Reality memang sudah disajikan dalam format yang menarik bagi anak-anak. Mereka mampu merasakan kesenangan dan keseruan dalam simulasi, sehingga memungkinkan mereka untuk belajar dengan inisiatif dan kemampuan mereka sendiri.

Dengan latihan yang berulang dan tetap berada dibawah pengawasan orangtua tentunya, hal ini akan menjadi sangat efektif dilakukan bagi anak-anak dimanapun mereka berada.Dan setidaknya menurut United State Fire Administrations ada beberapa hal yang akan didapat setelah dilaksanakannya simulasi kebakaran dengan menggunakan VR, yakni :

  1. Mampu mengidentifikasi bahaya dari api di rumah dan sekolah.
  2. Mampu meninggalkan rumah dengan cepat dan menggunakan jalur teraman.
  3. Menunggu adanya bala bantuan dan berdiri di luar rumah.

Oleh karena itu, simulasi kebakaran maupun bencana alam lainnya menjadi sangat penting terutama dilakukan di Indonesia. Dengan masih banyaknya korban jiwa terutama pada anak, perusahaan VR di Indonesia seperti OmniVR juga sudah membuat simulasi kebakaran yang ramah bagi anak. Dengan penggunaan VR, diharapkan anak mampu untuk mengerti dan mengaplikasikan apa yang sudah didapat selama simulasi dan mampu mengurangi adanya korban jiwa secara signifikan terutama bagi anak-anak.

Nah, untuk bunda yang penasaran demi memberi sang anak pemahaman dan menjajal sebuah permainan ini. Dijakarta sendiri, ada 3 lokasi yang bisa bunda kunjungi. Mulai dari Mainvrame Neo Soho Mall Podomoro City Lt.2, di Jakarta Barat, Mainvrame PIM 2 di lantai GF, Jakarta Selaran dan AEON MALL BSD CITY di Food Carnival, Tangerang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bunda Termasuk Tipe Ibu yang Mana? Apa Termasuk Ibu Tradisional?

home

Jadi orangtua bukanlah pekerjaan mudah Tak ada buku, seminar, atau sekolah yang secara pasti ada demi memberikan informasi detail mengenai bagaimana caranya jadi orangtua. Baik jadi ayah maupun jadi ibu.

Kalau bicara soal ibu, kita masing-masing punya cerita dan pengalaman pribadinya mengenai sosok ibu di dalam benaknya. Bunda sendiri, akankah Bunda tipe ibu yang akan meneruskan pola asuh yang sama dari orangtua Bunda untuk diturunkan ke anak-anak? Sebab ternyata tak semua ibu berlaku demikian. Ini dia tipe-tipenya, Bun.

  1. Ibu Tradisional

Kenapa dikatakan ibu tradisional? Karena ibu yang satu ini selalu mengutamakan nilai-nilai yang sudah mengakar dalam hidupnya dan mengusungnya sebagai pedoman saat dirinya jadi ibu. Ibu tradisional punya jiwa yang hangat dan jadi pengasuh yang baik. Tak lupa, mereka adalah tipe-tipe ibu yang suka bekerja keras dan perfeksionis.

Mereka selalu mengutamakan kepentingan anak. Tipe ibu semacam ini ditandai dengan hobinya yang suka membuatkan makanan kesukaan anak-anaknya. Yup! Ibu tipe tradisional adalah mereka yang mampu membuat anak merasa menjadi pusat perhatian, serta merasa dicintai dan dipuja tanpa pamrih.

  1. Ibu sekaligus Teman bagi Buah Hati

Ibu yang satu ini adalah tipe perempuan yang sejatinya tak ingin membuat jarak dengan si kecil. Bunda dengan tipikal ini berusaha rileks dan mengikuti apa yang sedang disenangi buah hatinya sehingga seringkali si kecil lebih sering menganggap ibunya sebagai kakak daripada ibu yang konvensional.

Menariknya, ibu semacam ini sanggup menerima anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga buah hatinya merasa dimengerti dan tak harus berpura-pura hanya demi mendapatkan perhatian ibunya. Tapi Bunda harus hati-hati, sebab ada risiko anak jadi rentan membantah karena menganggap ibunya sebagai teman.

  1. Ibu yang Bebas

Bunda yang satu ini selalu luwes dan mendambakan buah hatinya bisa mandiri. Bunda selalu punya prinsip kalau setiap orang berhak mendapatkan me time, termasuk dirinya maupun buah hatinya. Di lain sisi, Bunda dengan tipe ini selalu mendorong anaknya untuk berani berpendapat dan membuat keputusan.

Mereka adalah tipikal Bunda yang yakin bahwa seorang ibu yang baik seharusnya membiarkan kebebasan dan kemandirian anaknya. Dengan prinsip yang sudah dibangun, akhirnya Bunda pun bisa memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan kepribadiannya, dan menciptakan kehidupannya sendiri. Bunda pun bisa mendorong mereka untuk belajar dari kesalahan dan mengakui pencapaian yang dilakukannya. Di lain pihak, Bunda pun juga masih bisa menikmati kegiatan Bunda.

  1. Ibu Mata-mata

Sampai anak dewasa, ada lho tipikal ibu yang selalu tak bisa memberikan hukuman atau time out pada buah hatinya. Satu-satunya cara yang baik adalah berusaha untuk mempengaruhi anaknya. Kadang, atau bahkan sering, tipikal ibu semacam ini tak secara langsung memberikan nasihat atau berkomunikasi dengan anak, namun selalu menyimpan apa keinginan anak dalam hati.

Bun, mungkin kelak Bunda bisa selalu terlibat dalam kehidupan buah hati bahkan bisa dengan jeli memperhatikan perkembangan dan kesehatan jiwa raganya. Tapi yang harus diperhatikan, Bunda jangan sampai terbentur dengan kondisi dimana Bunda berusaha menyeimbangkan antara selalu ada di sisinya dan membiarkannya membuat keputusan sendiri.

  1. Ibu yang Komplet

Mungkin ibu dengan karakter yang satu ini yang paling sering muncul sebagai karakter di film-film keluarga. Mereka muncul sebagai karakter yang kuat yang membuat keluarga jadi harmonis. Bun, jadi ibu yang komplet sejatinya bisa lho dilakukan oleh ibu manapun. Kuncinya yaitu belajar dari kesalahan dan tak ragu untuk memperbaiki.

Sewaktu-waktu, Bunda bisa bersikap sebagai teman, tetapi juga tetap dihormati dan ditaati oleh anak. Dengan begini, Bunda pun akhirnya bisa membuat si kecil merasa bangga dengan kehadiran ibunya.. .

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tak Hanya Soal Jajan, Anak Juga Perlu Mengenal Uang, Tinggal Bagaimana Kebijakan Orangtua dalam Mengenalkannya

pexels-photo-1246954

Kalau tidak bijak dalam mengelola uang, dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang lho Bun. Bukan hanya jajan, mengajarkan disiplin mengelola uang sejatinya memang wajib  diperkenalkan pada buah hati sejak dini.

Terlebih kalau si kecil sampai detik ini tahunya hanya menghabiskan uang ( jajan) dan orangtua sangat royal terhadap materi kepada anak. Sebab kalau si kecil tak tahu banyak hal soal uang, justru bisa jadi sumber masalah suatu hari nanti.

Menurut ahli pendidikan terkemuka di Sydney, Pauline Haycraft, masalah uang saku untuk anak memang bukan perkara mudah. Ada cara sederhana yang bisa diterapkan orangtua yaitu dengan memberikan daftar berupa hal apa saja yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan. Seperti dibawah ini ya Bun

Yang Boleh Dilakukan:

  1. Yuk Bun ajari anak mengenai nilai uang. Hal ini perlu supaya mereka mengerti mana uang yang bernilai kecil dan mana yang nilainya lebih besar supaya mereka tak mudah tertipu.
  2. Saat si kecil masih kecil, berikan uang saku dalam bentuk fisik. Biasakan hal ini sejak dini sehingga saat dewasa, yang dilihatnya bukan hanya berdasarkan nilai transfer bank. Dengan begitu, si kecil bisa melihat sendiri wujud uang yang dimilikinya.
  3. Sebaiknya berikan uang secara harian atau mingguan. Apalagi bila si kecil masih di usia sekolah dasar. Bukan hanya si kecil yang belum pandai mengelolanya, tapi karena dengan begini Bunda pun ikut melatihnya untuk lebih disiplin soal menabung.
  4. Terutama bila Bunda ingin mengenalkan konsep tidak menghamburkan uang, maka sejak dini harus dilatih untuk menabung. Dan sebaiknya berikan uang saku saat umurnya tujuh tahun atau saat menginjak kelas satu SD ya bun.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

  1. Jangan terbiasa memberikan uang sebagai bentuk imbalan setelah si kecil melakukan tugas-tugas di rumah. Sebab kalau dibiasakan, yang terjadi justru yang tertanam di dalam benak si kecil hingga ia besar adalah mengharapkan uang saat membantu orangtuanya.
  2. Bila si kecil berperilaku buruk, jangan memberi hukuman berupa memotong uang saku si kecil. Sebagai Bunda, sebaiknya berikanlah hukuman yang lebih tepat semisal time out, atau tak membolehkan ia bermain game online, atau hukuman sejenisnya ya Bun.
  3. Mencoba memberikan uang saku bulanan bukanlah hal yang bagus kalau Bunda sejatinya belum mengajarkan cara mengelolanya. Kendati si kecil nanti beranjak remaja, tugas untuk mengajarkan dirinya mengelola uang bulanan adalah tugas Bunda sebagai orangtua.
  4. Jangan mengharapkan si kecil membeli berbagai keperluan mereka dengan uang yang diberikan ya Bun. Biar bagaimana, orangtua tetaplah yang utama dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan si kecil.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Takut Ketika Bertemu dengan Orang Baru? Ini 10 Cara Supaya Si Kecil Tak Takut pada Orang Baru

anak takut

Bun, rasa takut anak pada orang asing memang biasanya akan hilang saat usianya memasuk 18 bulan. Tapi kadang ada juga tipikal balita yang sampai usianya melewati 2 tahun, ia belum bisa terlepas dari fase takut ke pada orang asing. Begini, pada dasarnya anak takut pada orang asing adalah hal normal. Hal ini pun terjadi karena anak-anak hanya tahu orang terdekatnya adalah keluarga.

Karenanya, bila mungkin Bunda pernah mengajak si kecil bertemu dengan teman atau kerabat yang belum pernah ditemuinya, ia akan bereaksi dengan menangis, rewel, atau bahkan jadi sangat pendiam, takut, dan bersembunyi. Nah Bun, demi mengatasi si kecil agar tak jadi anak yang selalu takut pada orang asing, mungkin Bunda perlu melakukan sepuluh hal sederhana ini.

Bantulah Si Kecil agar Merasa Nyaman

Berikan kesempatan padanya untuk bertemu orang baru ya Bun. Bunda bisa menggendong dan memperkenalkannya ke teman Bunda yang mungkin belum pernah ditemuinya. Kalau suasananya nyaman, si kecil pun akan merasa nyaman dengan kehadiran orang yang baru ditemuinya itu.

Berikan Benda Kesayangannya

Seandainya yang harus ditemuinya kali ini adalah saudara jauh dan kebetulan belum pernah bertemu dengan si kecil, cobalah Bunda pakai trik membawa benda atau mainan kesayangan si kecil. Mintalah pada kerabat Bunda tersebut untuk berkenalan dan menghabiskan waktu dengan si kecil dengan melibatkan mainannya itu.

Bila Bunda Harus Meninggalkan Si Kecil di Daycare, Beritahukan apa yang terjadi

Kalau Bunda terpaksa harus meninggalkannya bersama orang yang belum dikenalnya sebagai pengasuh di daycare, maka beritahukan hal tersebut pada si kecil. Jelaskan baik-baik padanya siapa orang yang baru dilihatnya dan apa yang terjadi. Misalnya, jelaskan kalau orang itu adalah pengasuh yang Bunda percaya. Terpenting, beritahukan juga kapan Bunda akan kembali.

Cobalah Bagikan Situasi Ini Kepada Orang yang Akan Bunda Temui 

Sebelum mengajak si kecil bertemu dengan kerabat atau teman Bunda, lebih baik ungkapkanlah padanya kalau sii kecil butuh waktu untuk menyesuaikan diri bila bertemu orang baru. Mintalah pada mereka untuk tak terlalul agresif dan menghormati ruang pribadi si kecil yaitu dengan tidak terburu-buru mengajaknya berkenalan.

Kalaupun Sang Kerabat Hendak Menggendong si Kecil, Mintalah untuk Menunggunya

Demi kenyamanan si kecil, mintalah teman atau kerabat Bunda yang tak dikenal bayi untuk sedikit menunggu sebelum menggendongnya.  Bayi biasanya lebih rileks ketika orang mendekat perlahan dan tenang serta tidak terburu-buru menggendongnya.  Biarkan bayi merasa nyaman sebelum kontak dengan orang lain ya Bun.

Perkenalan bertahap

Kalau bayi memang kesulitan menyesuaikan diri dengan orang baru, bunda bisa mencari alternatif dengan melakukan perkenalan bertahap. Misalnya, perkenalkan satu orang di hari ini. Di hari berikutnya, ajak bayi berinteraksi dengan orang itu selama beberapa menit. Tingkatkan durasi si kecil bersama orang tersebut agar mereka perlahan bisa menjadi akrab.

Bersikaplah Hangat Kepada Orang Tersebut di Depan Si Kecil

Bayi atau balita biasanya menerima petunjuk dari Bunda dan perilaku orangtuanya. Karenanya, perlakukan orang yang familiar dengan Anda tapi tidak familiar bagi bayi dengan hangat. Setidaknya tunjukkanlah kalau Bunda merasa nyaman dengan orang tersebut sehingga si kecil pun ikut merasa nyaman.

Luangkan Waktu Bunda dengan Si Kecil dan Orang yang Ingin Bunda Kenalkan

Demi penyesuaian, yuk Bun luangkan waktu bersama si kecil dan orang yang ingin Bunda kenalkan. Cobalah dengan mulai mendudukan anak di dekatnya. Bila anak merasa tidak nyaman, pindahkan anak ke dekat Bunda. Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak.

Siapkan Momen Perkenalan Sebaik Mungkin, Bukan Saat si Kecil Lapar ya Bun

Siapkan semua kebutuhan bayi sebelum ia bertemu orang baru. Biasanya bayi rentan cemas kalau merasa lelah atau lapar. Karenanya, sebelum Bunda hendak mengenalkannya pada orang baru, sebaiknya gantikan dulu popok dan berikan susu padanya. Bahkan biarkan ia tidur siang sebelumnya. Bayi harus merasa bahagia dan di mood yang baik untuk menjalani transisi dengan baik.

Bawa anak ke tempat umum

Satu cara untuk membuat anak terbiasa melihat wajah baru adalah dengan mengajaknya sering keluar, Bun. Coba yuk cari waktu paling tidak sehari saja dalam seminggu dan ajak ke taman terdekat atau area bermain.

Setelah membuat anak familiar dengan tempat-tempat ini, mulai perkenalkan anak pada teman atau kerabat Bunda. Semakin banyak orang baru yang anak temui di jarak yang aman, semakin baik ia akan mengatasi rasa takutnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top