Parenting

Karena Bahagiamu Bisa Dimulai Dari Keluarga Di Rumah

sa_rumah

Susungguhnya menghabiskan waktu di rumah, bersama si kecil dan passangan adalah momen yang membahagiakan. Sayangnya tidak semua menyadari hal ini dan justru menganggap rumah sebagai tempat yang membosankan. Ujungnya banyak yang baru bisa merasa senang ketika sudah menghabiskan waktu di luar rumah. Pergi ke pusat perbelanjaan atau pergi liburan dianggap pencapaian tertinggi untuk menghibur diri dan keluarga.

Masalahnya kita tak setiap waktu bisa pergi berlibur bukan? Malah kita lebih punya banyak waktu di rumah. Lalu apa yang harus dilakukan agar waktu kita di rumah tetap terasa menyenangkan dan membahagiakan?

Banyak Yang Meremehkan Kegiatan Makan Bersama, Padahal Itu Peristiwa Yang Penting

sa_masak

Karena sudah kita lakukan sehari-hari, jadi banyak yang melewatkan momen berharga ini, dan hanya menjadikannya sebagai momen mengenyangkan perut. Di sebagian keluarga acara makan terkadang justru dilewati sendiri-sendiri dengan waktu yang berbeda.

Cobalah untuk meluangkan waktu menikmati hidangan bersama-sama. Saling meminta dan menyerahkan lauk pauk terbukti bisa memperkuat hubungan keluarga. Apalagi sembari makan kita bisa saling bercerita aktivitas yang telah dilewati. Bisa juga melibatkan seluruh keluarga ketika memasak makanan. Kedekatan tentunya akan makin memperkuat, bertukar kasih sayang akan makin sering yang ujungnya meningkatkan rasa bahagia.

Sebuah penelitian dari University of Michigan, menemukan bahwa anak yang banyak menghabiskan makan bersama keluarganya cenderung memiliki nilai akademis yang tinggi, lebih percaya diri dan punya sopan santun yang lebih baik. Anak-anak ini juga lebih kecil kemungkinannya terlibat kasus-kasus narkoba.

Banyak Peristiwa Lalu Yang Manis, Saling Menceritakannya Kembali Akan Meningkatkan Hormon Bahagia loh

sa_ayunan

Coba bayangkan, apa iya kita bisa banyak bercerita tentang kisah-kisah menarik nan lucu dahulu ketika kita pergi ke mal atau taman hiburan misalnya? Tak mungkin bukan, semua itu justru bisa banyak kita lakukan sambil bersantai di kursi taman belakang di rumah bersama pasangan dan si kecil.

Ketika buah hati mulai beranjak dewasa, tentunya akan terpingkal-pingkal mengetahui bagaimana ayah bundanya ketika kecil dahulu. Ia tentu penasaran seperti apa kakek neneknya ketika menjadi orang tua. Bunda tentu juga akan mengingat kembali tersipu malu dengan pipi merah waktu si ayah menggandeng tangan pertama kali. Menceritakan ini pastinya membuat kita lebih bahagia.

Peneliti Marshall and Robyn pernah bertanya pada sejumlah responden berkaitan dengan hal ini. Hasilnya, anak yang memahami sejarah keluarganya cenderung punya kepercayaan diri yang tinggi serta punya kontrol diri yang baik.

Bersama-sama Mengatur Ulang Tata Letak Interior Rumah Bisa Memberikan Pengalaman Bahagia Yang Berbeda

sa_rumah

Kapan terakhir mengganti posisi sofa di rumah? Atau pernahkan foto keluarga di ruang tengah di ganti dengan yang lebih baru? Hal-haal macam ini terkadang tak kita perdulikan. Hasilnya bunda cenderung merasa bosan di rumah karena berhadapan dengan yang itu-itu saja.

Karena itu cobalah untuk mengatur ulang tata letak perabot di rumah. Ajak serta juga seluruh keluarga. Dulu kita mengaturkan tata letak interior kamar untuk si kecil, sementara kini ia sudah beranjak besar. Sudah punya keinginan sendiri dan karakternya mulai terbentuk. Melihatnyaa mulai bisa diajak kerjaa sama dan memiliki karakter bisa membuat bunda terkejut bahagia loh!

Yuk Coba Cari Kebahagian Lewat Tontonan Yang Sama-Sama Kita Nikmati

sa_kopi

Bunda punya berapa televisi di rumah? Coba untuk menghabiskan waktu bersama-sama di satu televisi. Nikmati bagaimana si ayah terpacu adrenalinnya menonton klub sepak bola kesayangannya bertanding. Rasakan bahagianya ketika melihat anak-anak tertawa gembira menonton film kartun kesayangannya. Ajak juga si ayah ketika bunda menonton program kesayangan bunda. Berbagi kesenangan macam inilah yang bisa membuat kita lebih bahagia.

Nah, untuk mendukung hal itu kita perlu punya banyak pilihan channel. Tentunya bunda akan membutuhkan banyak pilihan tayangan bukan? Jangan sampai waktu kebahagiaan bundadan keluarga tak maksimal karena terpaksa menonton tayangan dengan pilihan program yang terbatas.

Salah satu yang pantas Bunda lirik itu BigTV. Apalagi penyedia layanan televisi satelit terbesar di Indonesia ini sedang berulangtahun dan merayakannya dengan promo Big4nniversary. Dengan berlangganan minimal paket Big Sun 6 bulan bunda akan mendapatkan 6 bulan gratis.

Dengan paket big sun ini kita sudah memperoleh 75 channel pilihan. Dipaket ini terdapat Channel BIGTV berkualitas High Definition/HD, sehingga tayangan BIGTV lebih tajam, jelas dan nyaman ditonton oleh anak. Mengingat anak secara indera masih terus dalam perkembangan tentunya penting untuk membuat matanya tetap nyaman dengan tayangan yang tajam dengan kualitas High Definition

Tentunya pilihan ini akan membuat keluarga makin betah di rumah untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV di sini. Yuk siapkan fasilitas untuk memulai kebahagian keluarga di rumah!

sa_bigtv

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Berefek Buruk, Jangan Pernah Mendidik Buah Hati Dengan Kekerasan Ya Bun!

pexels-photo-38471

Anak layaknya selembar kertas putih yang masih bersih. Didikan orangtua akan membuat kertas bersih itu jadi berisi. Jika anda mendidiknya dengan baik, maka telah telah menulis kertas bersih itu dengan sesuatu yang indah. Sedangkan didikan buruk akan membuat kertas bersih itu jadi tak indah.

Untuk itu, orangtua hendaknya berhati-hati saat mendidik anak. Jangan sampai mendidik anak dengan kasar atau menggunakan kekerasan. Hal-hal negatif berikut merupakan imbas bila orangtua mendidik anak dengan kekerasan.

Saat Memukul Anak, Berarti Anda Sedang Menciptakan Pribadi Yang Kelak Juga Suka Memukul

Anak yang sering dipukul pada masa kecilnya akan menjadikan dia sebagai pribadi yang suka memukul ketika telah dewasa nantinya. Hal itu karena sifat anak-anak yang cenderung meniru. Apa pun yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya, terutama orangtua dan keluarganya akan ditiru oleh anak.

Jika yang dilakukan orang tua adalah perilaku memukul dan berbagai kekerasan lainnya, maka perilaku-perilaku seperti itulah yang akan ditiru oleh anak saat dia sudah dewasa. Selain itu dengan melakukan kekerasan maka akan menimbulkan anggapan pada anak bahwa memukul dan melakukan kekerasan adalah cara yang harus dilakukan untuk menundukkan orang lain.

Hubungan Antara Orangtua Dengan Anak Pun Jadi Buruk

Sseharusnya hubungan antara orang tua dengan anaknya adalah hubungan yang didasari oleh cinta dan kasih sayang. Tapi hal ini tidak akan terjadi jika yang anda berikan untuk anak-anak adalah kekerasan dan juga pukulan. Jika memang harus memberikan hukuman kepada anak maka hindari menggunakan kekerasan. Berikan hukuman yang mendidik, sekaligus dapat membuat anak jera untuk mengulangi kesalahannya.

Kekerasan Fisik Yang Diterimanya Akan Membuat Dia Memiliki Rasa Dendam Pada Orang-orang Yang Melakukannya

Anak yang terlalu sering mendapatkan pukulan dan berbagai kekerasan fisik lainnya akan menyebabkan dia memiliki rasa dendam kepada orang-orang yang melakukannya. Dan jika dibiarkan maka bukan tidak mungkin rasa dendamnya itu akan menimbulkan masalah baru dikemudian hari.

Anak Jadi Memiliki Asumsi Yang Salah Pada Cara Penyelesaian Masalah

Kebanyakan dari orangtua yang melakukan kekerasan pada anaknya bertujuan agar mereka menuruti keinginan anda. dan jika mereka tidak menurutinya maka anda pun akan memukulnya. Jika dilakukan terus menerus maka asumsi ini pun akan menular pada anak. anak merasa bahwa kekerasan adalah solusi yang terbaik untuk menyelesaikan suatu masalah. Dampaknya anak bisa menjadi orang-orang yang agresif dan suka melakukan kekerasan.

Perangai Anak Berubah Agresif, Hubungan Sosialnya Pun Ikut Memburuk

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa anak yang sering mendapatkan kekerasan akan berpengaruh pada sifatnya yang agresif dan suka melakukan kekerasan. Sifat-sifat inilah yang menjadikannya tidak memiliki teman. Orang-orang akan menjauhinya karena perangainya yang agresif dan suka melakukan kekerasan pada orang lain.

Ternyata begitu buruk dampak yang ditimbulkan jika mendidik anak dengan menggunakan kekerasan. Dampak itu mungkin tidak dirasakan secara langsung saat itu tapi justru akan terjadi beberapa belas tahun atau bahkan beberapa puluh tahun kemudian setelah anda memukulnya. Dan akibatnya bisa lebih parah daripada yang anda lakukan pada anak sewaktu masih kecil dulu. Untuk itu didiklah anak-anak sebaik mungkin tanpa menggunakan kekerasan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Membentak Berpengaruh Buruk Pada Psikologis Anak, Lakukan Cara Ini Untuk Membuatnya Mengerti Tanpa Harus Membentak

pexels-photo-262103

Menerapkan pola didik yang tepat bagi anak merupakan sebuah keharusan. Orangtua harus tahu bagaimana cara mendidik anak agar bisa memiliki kepribadian baik. Sangat penting memang untuk menerapkan pola didik tepat, namun sayangnya tidak semua orangtua memahami hal itu.

Sebagai contoh saat anak tidak mau menuruti kata-kata orangtuanya, maka membentak buah hati menjadi hal yang lazim dilakukan. Jika hal itu tidak bisa membuat anak menurut, maka menjewer bahkan hingga memukul anak pun akan dilakukan. Padahal cara seperti ini bukanlah pola didik yang baik, anak yang sering mendapatkan kekerasan akan berdampak buruk pada kepribadiannya saat dewasa nanti.

Lalu apa yang harus dilakukan orangtua agar anak bisa memiliki kepribadian baik tanpa harus membentaknya?

Nilai-nilai Baik Dalam Bingkai Alur Dongeng Yang Indah Akan Membuat Anak Memperoleh Banyak Manfaat Bun

Siapa yang tidak suka dengan dongeng? Hampir semua anak kecil menyukai dongeng. Hal inilah yang bisa anda manfaatkan untuk mendidik anak. Dalam dongeng ada banyak sekali nilai-nilai baik yang bisa anda sampaikan kepada anak, mulai dari sikap saling membantu, berbakti kepada kedua orangtua, saling menyayangi, dan ajaran baik lainnya.

Selain dapat mengajarkan sesuatu yang baik, dongeng juga bisa meningkatkan kualitas komunikasi antara anda dengan buah hati, bisa jadi anak sulit menurut pada orangtuanya karena kurangnya komunikasi yang terjalin.

Fokus Berbicara Dengan Anak. Pegang Kedua Tangannya Dan Tatap Matanya, Baru Nasehati Dia

Saat anak dianggap melakukan sebuah kenakalan maka sikapilah kenakalannya itu dengan tenang. Hentikan semua aktivitas yang sedang anda lakukan seperti bermain gadget, memasak, membersihkan rumah, dan sebagainya. Usahakan anda sedang tidak melakukan aktivitas apa pun kecuali fokus untuk menasehati anak. Pegang kedua tangannya dan tatap matanya lalu nasehati dia. Hal ini penting untuk dilakukan agar anak merasa mendapat perhatian dari anda.

Rendahkan Suara Atau Bisikkan Kata-kata Nasehat Agar Si Kecil Tak Merasa Takut Atau Malu

Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mendidik anak adalah dengan cara membisikkan kata-kata nasehat. Meskipun kata-kata yang digunakannya adalah sama tapi kadang anak merasa takut saat dibentak orangtuanya. Untuk menghindarinya, anda bisa menasehati anak dengan cara berbisik.

Cara ini juga dapat menghindarkan anak dari rasa malu karena mungkin saja saat anda membentaknya dia merasa malu dengan teman-temannya. Tapi dengan cara seperti ini dia tidak khawatir teman-temannya mengetahui bahwa dia sedang dimarahi oleh anda.

Agar Anak Mengerti, Nasehati Dengan Bahasa Yang Mudah Dipahaminya

Mungkin saja anak tidak menurut terhadap nasehat-nasehat anda karena dia sebenarnya tidak mengerti maksud ucapan anda. Bisa jadi bahasa yang anda gunakan belum dapat dimengerti oleh anak sehingga dia tidak tahu apa maksud dari nasehat anda. Untuk itulah, gunakan bahasa-bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. dengan cara ini mereka akan lebih mudah untuk memahami maksud dari nasehat anda.

Untuk mengeetahui bahasa-bahasa seperti apa yang seharusnya anda gunakan saat berbicara dengan anak, anda bisa membaca berbagai buku cerita anak ataupun dongeng-dongeng anak. Dengan demikian anda akan mengerti bagaimana seharusnya berbicara pada anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Anak Tak Gaptek Tanpa Kecanduan Gadget, Pendampingan Orangtua Mutlak Diperlukan

play

Dewasa ini perkembangan teknologi kian pesat. Bukan hanya membawa dampak positif, nyatanya perkembangan teknologi juga berimbas negatif. Maka dari itu pengawasan dan bimbingan dari orangtua saat anak menggunakan gadget mutlak diperlukan.

Meski begitu, hal itu juga tak perlu terlalu ditakutkan orangtua. Anak juga harus mengikuti perkembangan teknologi agar tak gaptek alias gagap teknologi. Akan tetapi, pendampingan dari orangtua tetap dibutuhkan anak.  Untuk itu orangtua dapat  memperkenalkan perkembangan teknologi sekaligus memberikan ruang yang mampu membuat anak berkembang.

Bunda Bisa Mengawalinya Dengan Memperkenalkan Gadget Berikut Manfaatnya Pada Anak

Hal pertama yang harus dilakukan oleh orangtua adalah mempekenalkan gadget itu sendiri. Selain pengertian dan macamnya, tentunya manfaat dari gadget juga perlu untuk diketahui anak. Orangtua juga bisa menjelaskan cara menggunakan gadget tersebut, tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

Buat Kesepakatan Kapan Anak Boleh Menggunakan Gadget Dan Tidak

Bunda bisa membuat kesepakatan dengan anak tentang kapan dia boleh menggunakan gadget dan harus meyimpannya. Batasi waktunya menggunakan gadget. Untuk mewujudkan komunikasi dua arah, maka akan lebih baik jika para orangtua mengajak anak berdiskusi bersama hingga mendapatkan kesepakatan.

Buat kesepakatan dengan anak kapan dia bisa menggunakan gadget dan tidak. Dengan memberikan pengertian, maka anak pun akan memahami arti tanggung jawab dan mau melaksanakan hasil diskusi tersebut.  Sehingga anak tak akan sepanjang hari menghabiskan waktunya dengan gadget.

Penggunaan Internet Di Rumah Juga Perlu Dibatasi

Dengan semakin canggihnya kemajuan zaman dalam era ini, maka tidak dapat disalahkan apabila orangtua menginginkan anaknya berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Akan tetapi, perlu kiranya anda ketahui bahwa anak pun memiliki hak untuk bermain.

Untuk mewujudkan hal itu, Bunda bisa membatasi waktu anak menggunakan gadget. Agar lebih efektif, Bunda dapat sekaligus membatasi penggunaan internet di rumah. Dengan demikian anak akan memiliki waktu yang berkualitas untuk bermain di luar atau bersosialisi dengan teman-temannya.

Agar Kehidupan Anak Tak Terus Berpusat Pada Gadget, Bunda Bisa Mengalihkan Perhatiannya Dengan Memberikan Kegiatan Lain

Untuk memenuhi tumbuh kembang anak secara baik serta optimal tentu tidak bisa dicapai dengan membiarkan anak bermain gadget. Bermain untuk melatih motorik anak, berhitung dan bernyanyi bersama juga penting untuk perkembangan buah hati. Karena dengan berbagai macam kegiatan yang mampu mengasah kemampuan daya pikir anak akan sangat penting dalam memberikan harapan baru untuk perkembangan diri anak.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top