Parenting

Karena Bahagiamu Bisa Dimulai Dari Keluarga Di Rumah

sa_rumah

Susungguhnya menghabiskan waktu di rumah, bersama si kecil dan passangan adalah momen yang membahagiakan. Sayangnya tidak semua menyadari hal ini dan justru menganggap rumah sebagai tempat yang membosankan. Ujungnya banyak yang baru bisa merasa senang ketika sudah menghabiskan waktu di luar rumah. Pergi ke pusat perbelanjaan atau pergi liburan dianggap pencapaian tertinggi untuk menghibur diri dan keluarga.

Masalahnya kita tak setiap waktu bisa pergi berlibur bukan? Malah kita lebih punya banyak waktu di rumah. Lalu apa yang harus dilakukan agar waktu kita di rumah tetap terasa menyenangkan dan membahagiakan?

Banyak Yang Meremehkan Kegiatan Makan Bersama, Padahal Itu Peristiwa Yang Penting

sa_masak

Karena sudah kita lakukan sehari-hari, jadi banyak yang melewatkan momen berharga ini, dan hanya menjadikannya sebagai momen mengenyangkan perut. Di sebagian keluarga acara makan terkadang justru dilewati sendiri-sendiri dengan waktu yang berbeda.

Cobalah untuk meluangkan waktu menikmati hidangan bersama-sama. Saling meminta dan menyerahkan lauk pauk terbukti bisa memperkuat hubungan keluarga. Apalagi sembari makan kita bisa saling bercerita aktivitas yang telah dilewati. Bisa juga melibatkan seluruh keluarga ketika memasak makanan. Kedekatan tentunya akan makin memperkuat, bertukar kasih sayang akan makin sering yang ujungnya meningkatkan rasa bahagia.

Sebuah penelitian dari University of Michigan, menemukan bahwa anak yang banyak menghabiskan makan bersama keluarganya cenderung memiliki nilai akademis yang tinggi, lebih percaya diri dan punya sopan santun yang lebih baik. Anak-anak ini juga lebih kecil kemungkinannya terlibat kasus-kasus narkoba.

Banyak Peristiwa Lalu Yang Manis, Saling Menceritakannya Kembali Akan Meningkatkan Hormon Bahagia loh

sa_ayunan

Coba bayangkan, apa iya kita bisa banyak bercerita tentang kisah-kisah menarik nan lucu dahulu ketika kita pergi ke mal atau taman hiburan misalnya? Tak mungkin bukan, semua itu justru bisa banyak kita lakukan sambil bersantai di kursi taman belakang di rumah bersama pasangan dan si kecil.

Ketika buah hati mulai beranjak dewasa, tentunya akan terpingkal-pingkal mengetahui bagaimana ayah bundanya ketika kecil dahulu. Ia tentu penasaran seperti apa kakek neneknya ketika menjadi orang tua. Bunda tentu juga akan mengingat kembali tersipu malu dengan pipi merah waktu si ayah menggandeng tangan pertama kali. Menceritakan ini pastinya membuat kita lebih bahagia.

Peneliti Marshall and Robyn pernah bertanya pada sejumlah responden berkaitan dengan hal ini. Hasilnya, anak yang memahami sejarah keluarganya cenderung punya kepercayaan diri yang tinggi serta punya kontrol diri yang baik.

Bersama-sama Mengatur Ulang Tata Letak Interior Rumah Bisa Memberikan Pengalaman Bahagia Yang Berbeda

sa_rumah

Kapan terakhir mengganti posisi sofa di rumah? Atau pernahkan foto keluarga di ruang tengah di ganti dengan yang lebih baru? Hal-haal macam ini terkadang tak kita perdulikan. Hasilnya bunda cenderung merasa bosan di rumah karena berhadapan dengan yang itu-itu saja.

Karena itu cobalah untuk mengatur ulang tata letak perabot di rumah. Ajak serta juga seluruh keluarga. Dulu kita mengaturkan tata letak interior kamar untuk si kecil, sementara kini ia sudah beranjak besar. Sudah punya keinginan sendiri dan karakternya mulai terbentuk. Melihatnyaa mulai bisa diajak kerjaa sama dan memiliki karakter bisa membuat bunda terkejut bahagia loh!

Yuk Coba Cari Kebahagian Lewat Tontonan Yang Sama-Sama Kita Nikmati

sa_kopi

Bunda punya berapa televisi di rumah? Coba untuk menghabiskan waktu bersama-sama di satu televisi. Nikmati bagaimana si ayah terpacu adrenalinnya menonton klub sepak bola kesayangannya bertanding. Rasakan bahagianya ketika melihat anak-anak tertawa gembira menonton film kartun kesayangannya. Ajak juga si ayah ketika bunda menonton program kesayangan bunda. Berbagi kesenangan macam inilah yang bisa membuat kita lebih bahagia.

Nah, untuk mendukung hal itu kita perlu punya banyak pilihan channel. Tentunya bunda akan membutuhkan banyak pilihan tayangan bukan? Jangan sampai waktu kebahagiaan bundadan keluarga tak maksimal karena terpaksa menonton tayangan dengan pilihan program yang terbatas.

Salah satu yang pantas Bunda lirik itu BigTV. Apalagi penyedia layanan televisi satelit terbesar di Indonesia ini sedang berulangtahun dan merayakannya dengan promo Big4nniversary. Dengan berlangganan minimal paket Big Sun 6 bulan bunda akan mendapatkan 6 bulan gratis.

Dengan paket big sun ini kita sudah memperoleh 75 channel pilihan. Dipaket ini terdapat Channel BIGTV berkualitas High Definition/HD, sehingga tayangan BIGTV lebih tajam, jelas dan nyaman ditonton oleh anak. Mengingat anak secara indera masih terus dalam perkembangan tentunya penting untuk membuat matanya tetap nyaman dengan tayangan yang tajam dengan kualitas High Definition

Tentunya pilihan ini akan membuat keluarga makin betah di rumah untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV di sini. Yuk siapkan fasilitas untuk memulai kebahagian keluarga di rumah!

sa_bigtv

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Penyebab Anak Susah Tidur Bisa Dipicu Dari Hal Sederhana yang Ternyata Tak Bunda Sadari

pexels-photo-1296145

Anak susah tidur sering jadi beban tersendiri untuk orangtuanya. Bunda pernah berada di situasi semacam ini? Entah mengapa rasanya sukar sekali membuat buah hati tertidur di jam yang telah ditentukan. Kendati sudah membujuk atau mencoba menidurkannya, tetap saja si kecil tetap segar sepanjang malam.

Sejatinya, saat anak menginjak usia empat tahun, mereka mulai memiliki jam tidur yang normal lho Bun. Karenanya, kalau si kecil mulai kesulitan tidur, berarti ada hal yang mungkin membuatnya merasa tak nyaman untuk memejamkan mata. Apa saja ya kira-kira? Ini dia beberapa diantaranya.

Si Kecil Mengalami Masalah Kesehatan

Bunda berasumsi si kecil sehat-sehat saja, padahal di malam hari, ia justru sukar sekali terlelap. Atau, kondisinya mungkin ia sudah tertidur, namun tiba-tiba bangun di tengah malam. Jika Bunda menemukan kondisi semacam ini, sebaiknya Bunda perlu curiga ya.

Terlebih jika anak mengorok atau mengeluarkan bunyi saat berbaring, keesokan paginya lebih baik Bunda bawa si kecil ke dokter anak. Dari sekian banyak persoalan, masalah kesehatan yang seringkali memicu buah hati jadi sulit tidur adalah sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan pernapasan yang disebabkan oleh sesuatu yang mengganjal atau menghambat saluran pernapasan.

Si Kecil Mungkin Saja Mengalami Sleep Walking

Bunda wajib berhati-hati dengan masalah yang satu ini. Bayangkan saja, si kecil yang mengalami sleepwalking umumnya melakukan sesuatu secara tak sadar. Kejadian ini pun memiliki presentase yanng cukup tinggi di kalangan anak usia sekolah, sekitar 20 hingga 40 persen. Menurut dr Karen Ballaban-Gill, seorang dokter spesalis anak dan neurologist dari Children’s Hospital di Montefiore, penyebab sleepwalking adalah tahapan transisi tidur yang tak komplet.

Akibatnya otak merasa badan sudah tidur namun badan belum merasa istirahat. Karenanya, apabila si kecil mengalami sleepwalking, pastikan lantai aman dan tak ada barang berbahaya yang membuat si kecil rentan terpeleset. Di lain sisi, ada baiknya juga Bunda dan Ayah mengajak si kecil berkonsultasi ke dokter demi meredakan masalah sleepwalking-nya ini Bun.

Sering Gelisah pun Bisa Jadi Pemicunya

Bun, kondisi gelisah tak hanya dialami oleh orang-orang dewasa. Tapi juga anak-anak, kendati penyebab gelisahnya pun berbeda-beda. Kegelisahan anak-anak biasanya berasal dari ketakutan seperti tak mau tidur sendiri. Yang terpenting, yang perlu diingat adalah jangan sampai orangtua marah saat mengatasi anak yang susah tidur dan gelisah.

Bunda sebaiknya menenangkan dan bertanya tentang apa yang dikhawatirkan oleh buah hati. Kita bisa meminta anak mengatakan ketakutannya lewat tulisan atau gambar. Jika memang butuh ke dokter atau terapis, jangan sungkan untuk berkonsultasi ya, Bun.

Sudahkah Si Kecil Sering Diajak Berolahraga?

Mager alias malas gerak sejatinya bisa memicu anak jadi kian susah tidur. Coba perhatikan lagi keseharian si kecil, apakah dia tipikal yang aktif, atau justru lebih banyak waktu untuk menghabiskan waktu dengan duduk berjam-jam di depan gawai? Hati-hati Bun, hal itu bisa membuat mereka susah tidur.

Menurut dr Shariar Shahzeidi dari University of Miami, olahraga bisa memproduksi zat kimia pada otak yang bisa membuat anak lebih mudah tidur dan rileks ketika jam tidur tiba. Karenanya, pastikan anak kita berolahraga atau beraktivitas fisik setiap hari. Jika memang anak tak olahraga di sekolah, ajak mereka keluar rumah dan bermain. Yoga juga bisa menjadi pilihan untuk membuat anak tetap aktif lho. Apalagi yoga juga bisa membuat mereka tenang.

Mulailah Kurangi Waktu Bermain Gawai Pada Si Kecil

Bun, screen time yang terlalu sering dan relatif lama bisa membuat anak susah tidur. Apalagi kalau main gadget-nya menjelang waktu tidur. Untuk itu, yuk Bun atur jadwal anak main gadget sebijak mungkin supaya anak tak kecanduan.

Susah tidur juga bisa membuat anak berisiko mengalami obesitas lho. Dibanding membiarkan buah hati terlalu lama menatap gawai, lebih baik ajak anak melakukan hal yang bisa membuatnya tidur seperti baca buku dongeng atau saling bertukar cerita ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kenapa Buah Hati Wajib Tidur Tepat Waktu? Ini Dia Jawabannya Bun!

pexels-photo-1789388

Para peneliti mengungkapkan, pentingnya orangtua mengajarkan buah hati agar tidur tepat waktu akan berdampak baik pada kualitas tidurnya lho Bun. Sementara anak yang cenderung tak terbiasa tidur tepat waktu akan membawa dampak pada konsentrasinya di keesokan harinya. Lama kelamaan, hal ini pun juga membawa pengaruh terhadap kecerdasan si kecil.

Membiasakan si Kecil Tidur Lebih Awal Pertanda Bunda Bersikap Bijaksana

Bunda tentu tahu bahwa anak-anak yang masih berusia balita membutuhkan waktu tidur paling tidak selama 12 jam perhari demi perkembangan tubuh dan otak yang lebih baik. Hanya saja, masih banyak orangtua yang lalai dan tak membiasakan anak-anak tidur pada jam yang sama setiap malam.

Padahal ini perlu diterapkan agar anak-anak juga dapat terbangun pada jam yang sama keesokan harinya. Sementara untuk Bunda yang sudah terbiasa melakukan hal ini, berarti Bunda sudah melakukan hal bijak terhadap kesehatan dan pertumbuhan buah hati Bunda.

Ajarkan Si Kecil Untuk Tidur Tepat Waktu demi Peningkatan Kemampuan Kognitifnya

Para peneliti di Inggris menemukan bahwa anak-anak yang memiliki jam tidur terjadwal dan tepat waktu menunjukkan kecenderungan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik Melansir dari Hufftington Post, lebih dari 11 ribu anak di Inggris dari berbagai usia, yaitu 3,5 dan 7 tahun dianalisa dan diuji dalam hal kemampuan membaca, matematika dan ketrampilan spasial.

Dalam penelitian tersebut, menunjukkan jika anak-anak yang tidur di jam yang berbeda-beda setiap harinya mendapatkan nilai yang lebih rendah dalam tes membaca dan matematika. Sedangkan anak-anak yang sering tidur larut menunjukkan adanya kekurangan dalam hal kemampuan kognitif. Karenanya, supaya perkembangan otaknya tetap berjalan dengan baik, pastikan si kecil tidur cukup dan waktunya pun sama setiap harinya ya Bun.

Jangan Biarkan si Kecil Terbiasa Begadang ya

Bun, kenapa si kecil perlu diajarkan untuk tidur teratur? Ini karena menerapkan jam istirahat yang sama setiap malam penting untuk menjaga ritme sirkadian untuk berfungsi dengan baik sehingga tubuh dan otak akan menjadi lebih sehat. Jam internal ini dijalankan oleh jadwal kita, cahaya serta pelepasan melatonin.

Bunda perlu tahu, penerapan jam istirahat bisa dilakukan dengan pergi tidur pada jam yang sama selama tujuh hari dalam satu minggu, hal ini agar jam internal dapat diatur secara otomatis dan tingkat melatonin meningkat pada jam yang sama setiap hari.

Dan Ini yang Perlu Bunda Lakukan Saat Jam Tidur Si Kecil Bermasalah

Menurut hasil survey, seorang anak berumur 4 tahun yang tidur kurang dari 9 jam 45 menit di malam hari ternyata memiliki bermasalah dalam hal mengontrol emosi, rasa marah, dan cenderung agresif. Sementara seorang anak dengan jam istirahat yang konsisten tidak hanya mengalami perkembangan kognitif yang lebih baik, namun juga kebiasaan dan sikap yang lebih baik.

Demi memenuhi kebutuhan tidur buah hati, Bunda perlu mengikuti anjuran National Sleep Foundation yang merekomendasikan agar anak-anak usia 1 sampai 3 tahun tidur selama 12-24 jam per hari. Anak-anak usia 3 sampai 5 tahun memerlukan tidur selama 11 hingga 12 jam per hari, sementara anak-anak usia 5 hingga 12 tahun memerlukan waktu tidur selama 10-11 jam per hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ini Dia Kiat Hadapi Si Sulung yang Cemburu Pada Adiknya

pexels-photo-1648379

Seiring kedatangan buah hati yang kedua atau yang ketiga, Bunda dan ayah jangan sampai melupakan sosok si sulung yang bisa saja belum siap dengan perubahan statusnya sebagai seorang kakak. Ada kecemburuan yang mungkin sukar untuk diutarakan begitu melihat Bundanya perhatian terhadap sosok mungil yang baru saja lahir ke dunia.

Jadilah Orangtua yang Bijak dalam Menghadapi Cemburunya Si Sulung

Penting sekali mengedepankan sikap bijaksana jika Bunda dan ayah dihadapkan dengan situasi si sulung yang selalu merajuk seiring kehadiran sang adik. Mungkin ia belum mengerti cara yang tepat mengutarakan kecemburuan. Karenanya, yuk Bun, hadapi dengan cara yang bijak. Ini dia kiat-kiatnya. 

Memberitahukan Balita tentang Kelahiran Adik Tak Semudah Kelihatannya

Beruntung jika si sulung dan adiknya punya selisih umur yang relatif jauh atau tak terlalu dekat. Sebab jika usia si sulung masih tergolong balita sementara Bunda hendak memberitahukannya mengenai kelahiran sang adik, respon si sulung bisa saja diluar ekspetasi Bunda. Tapi tenang Bun, si kecil pasti akan menanggapi kelahiran adiknya dengan sukacita selagi Bunda dan ayah bisa menentukan cara yang tepat untuk mengenalkan si sulung pada adiknya.

Bunda Dianggap Pilih Kasih? Jelaskan Pada Sang Kakak dengan Cara Ini ya Bun

Drama dari si sulung datang dengan beragam cara. Ada juga tipikal buah hati yang menganggap orangtuanya jadi pilih kasih seiring kehadiran sang adik. Padahal tidak demikian kan, Bun? Memberi pengertian pada si kecil sangat dianjurkan, terlebih agar ia tak menyalahkan siapapun karena kini ia bukan lagi anak satu-satunya.

Ayah, Jangan Hanya Diam Saja, Lakukan Hal Ini Saat Kakak Cemburu Pada Adiknya

Sementara untuk ayah, jangan hanya berdiam diri ya melihat si kakak seperti keberatan menerima keberadaan sang adik. Sebagai kepala keluarga, ayah pun ikut andil memberi pengertian pada buah hati lho.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top