Parenting

Karena Bahagiamu Bisa Dimulai Dari Keluarga Di Rumah

sa_rumah

Susungguhnya menghabiskan waktu di rumah, bersama si kecil dan passangan adalah momen yang membahagiakan. Sayangnya tidak semua menyadari hal ini dan justru menganggap rumah sebagai tempat yang membosankan. Ujungnya banyak yang baru bisa merasa senang ketika sudah menghabiskan waktu di luar rumah. Pergi ke pusat perbelanjaan atau pergi liburan dianggap pencapaian tertinggi untuk menghibur diri dan keluarga.

Masalahnya kita tak setiap waktu bisa pergi berlibur bukan? Malah kita lebih punya banyak waktu di rumah. Lalu apa yang harus dilakukan agar waktu kita di rumah tetap terasa menyenangkan dan membahagiakan?

Banyak Yang Meremehkan Kegiatan Makan Bersama, Padahal Itu Peristiwa Yang Penting

sa_masak

Karena sudah kita lakukan sehari-hari, jadi banyak yang melewatkan momen berharga ini, dan hanya menjadikannya sebagai momen mengenyangkan perut. Di sebagian keluarga acara makan terkadang justru dilewati sendiri-sendiri dengan waktu yang berbeda.

Cobalah untuk meluangkan waktu menikmati hidangan bersama-sama. Saling meminta dan menyerahkan lauk pauk terbukti bisa memperkuat hubungan keluarga. Apalagi sembari makan kita bisa saling bercerita aktivitas yang telah dilewati. Bisa juga melibatkan seluruh keluarga ketika memasak makanan. Kedekatan tentunya akan makin memperkuat, bertukar kasih sayang akan makin sering yang ujungnya meningkatkan rasa bahagia.

Sebuah penelitian dari University of Michigan, menemukan bahwa anak yang banyak menghabiskan makan bersama keluarganya cenderung memiliki nilai akademis yang tinggi, lebih percaya diri dan punya sopan santun yang lebih baik. Anak-anak ini juga lebih kecil kemungkinannya terlibat kasus-kasus narkoba.

Banyak Peristiwa Lalu Yang Manis, Saling Menceritakannya Kembali Akan Meningkatkan Hormon Bahagia loh

sa_ayunan

Coba bayangkan, apa iya kita bisa banyak bercerita tentang kisah-kisah menarik nan lucu dahulu ketika kita pergi ke mal atau taman hiburan misalnya? Tak mungkin bukan, semua itu justru bisa banyak kita lakukan sambil bersantai di kursi taman belakang di rumah bersama pasangan dan si kecil.

Ketika buah hati mulai beranjak dewasa, tentunya akan terpingkal-pingkal mengetahui bagaimana ayah bundanya ketika kecil dahulu. Ia tentu penasaran seperti apa kakek neneknya ketika menjadi orang tua. Bunda tentu juga akan mengingat kembali tersipu malu dengan pipi merah waktu si ayah menggandeng tangan pertama kali. Menceritakan ini pastinya membuat kita lebih bahagia.

Peneliti Marshall and Robyn pernah bertanya pada sejumlah responden berkaitan dengan hal ini. Hasilnya, anak yang memahami sejarah keluarganya cenderung punya kepercayaan diri yang tinggi serta punya kontrol diri yang baik.

Bersama-sama Mengatur Ulang Tata Letak Interior Rumah Bisa Memberikan Pengalaman Bahagia Yang Berbeda

sa_rumah

Kapan terakhir mengganti posisi sofa di rumah? Atau pernahkan foto keluarga di ruang tengah di ganti dengan yang lebih baru? Hal-haal macam ini terkadang tak kita perdulikan. Hasilnya bunda cenderung merasa bosan di rumah karena berhadapan dengan yang itu-itu saja.

Karena itu cobalah untuk mengatur ulang tata letak perabot di rumah. Ajak serta juga seluruh keluarga. Dulu kita mengaturkan tata letak interior kamar untuk si kecil, sementara kini ia sudah beranjak besar. Sudah punya keinginan sendiri dan karakternya mulai terbentuk. Melihatnyaa mulai bisa diajak kerjaa sama dan memiliki karakter bisa membuat bunda terkejut bahagia loh!

Yuk Coba Cari Kebahagian Lewat Tontonan Yang Sama-Sama Kita Nikmati

sa_kopi

Bunda punya berapa televisi di rumah? Coba untuk menghabiskan waktu bersama-sama di satu televisi. Nikmati bagaimana si ayah terpacu adrenalinnya menonton klub sepak bola kesayangannya bertanding. Rasakan bahagianya ketika melihat anak-anak tertawa gembira menonton film kartun kesayangannya. Ajak juga si ayah ketika bunda menonton program kesayangan bunda. Berbagi kesenangan macam inilah yang bisa membuat kita lebih bahagia.

Nah, untuk mendukung hal itu kita perlu punya banyak pilihan channel. Tentunya bunda akan membutuhkan banyak pilihan tayangan bukan? Jangan sampai waktu kebahagiaan bundadan keluarga tak maksimal karena terpaksa menonton tayangan dengan pilihan program yang terbatas.

Salah satu yang pantas Bunda lirik itu BigTV. Apalagi penyedia layanan televisi satelit terbesar di Indonesia ini sedang berulangtahun dan merayakannya dengan promo Big4nniversary. Dengan berlangganan minimal paket Big Sun 6 bulan bunda akan mendapatkan 6 bulan gratis.

Dengan paket big sun ini kita sudah memperoleh 75 channel pilihan. Dipaket ini terdapat Channel BIGTV berkualitas High Definition/HD, sehingga tayangan BIGTV lebih tajam, jelas dan nyaman ditonton oleh anak. Mengingat anak secara indera masih terus dalam perkembangan tentunya penting untuk membuat matanya tetap nyaman dengan tayangan yang tajam dengan kualitas High Definition

Tentunya pilihan ini akan membuat keluarga makin betah di rumah untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV di sini. Yuk siapkan fasilitas untuk memulai kebahagian keluarga di rumah!

sa_bigtv

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Benarkah Kopi Dapat Mencegah Step Pada Anak?

pexels-photo (1)

Ketika orangtua sedang minum kopi, biasanya mereka akan memberikan satu atau dua sendok kepada anaknya yang masih balita. Para orangtua zaman dulu sangat percaya, dengan memberikan minum kopi maka akan  menghindarkan anak dari step atau kejang-kejang. Kebiasaan memberikan minum kopi kepada anak, nampaknya memang sudah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat kita. Lalu bagaimana sebenarnya?

Anggapan Jika Memberikan Kopi Dapat Menghindarkan Anak Dari Step Ternyata Hanya Mitos, Bahkan Malah Membahayakan Anak

Padahal sejauh ini ternyata kabar tersebut masih mitos dan belum pernah ada penelitian yang bisa membuktikan anggapan tersebut, ungkap Dr. Rifan Fauzie, SpA. Lebih mengkhawatirkan lagi, ada beberapa orangtua justru memberikan anaknya kopi pada saat anak tersebut mengalami kejang, lanjutnya. Dr. Rifan mengungkapkan jika kondisi tersebut sangatlah berbahaya, karena ketika sedang kejang, kemampuan menelan anak akan terganggu.

Menurut dokter yang berpraktek di RSAB Harapan Kita ini, kopi yang diberikan ketika anak sedang kejang tidak akan masuk ke dalam pencernaan atau ke lambung, tetapi akan masuk ke dalam paru-paru. Nantinya kopi tersebut akan menimbulkan reaksi yang bisa mengakibatkan peradangan di paru-paru.

Memberikan Kopi Pada Anak Balita Justru Mendatangkan Lebih Banyak Efek Samping Ketimbang Manfaatnya Bun

Kopi yang telah dikonsumsi ternyata bisa merangsang sistem simpatik. Oleh karena itu, orang dewasa yang mengkonsumsi kopi akan mengalami jantung berdetak lebih cepat atau menyebabkan diare jika minum kopi berlebihan. Tentu hal itu juga berlaku pada anak balita yang telah diberi kopi meski jumlahnya tidak banyak atau sangat sedikit. Menurut Dr. Rifan, pada intinya memberikan kopi pada anak balita justru akan lebih banyak efek sampingnya jika dibandingkan dengan manfaatnya.

Untuk Mengatasi Anak Kejang, Bunda Harus Menurunkan Demamnya

Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi anak kejang adalah dengan menurunkan demamnya, misalnya dengan cara mengompresnya menggunakan air hangat, memberikan minum yang banyak atau obat penurun demam. Oleh karena itulah sangat penting bagi para orangtua untuk memiliki termometer di rumahnya. Sehingga kenaikan suhu badannya bisa segera diketahui. Jika sudah mencapai suhu 37-38°C segeralah memberinya pertolongan.

Saat Anak Kejang, Usahakan Memindahkannya Ke Tempat Tidur Untuk Meminimalisir Resiko Terbentur Benda Keras

Jika si kecil terdapat riwayat  kejang pada demam sebelumnya, maka disarankan untuk menurunkan temperaturnya. Jika sudah mengalami kejang, maka Bunda juga harus cepat tanggap terhadap kondisi tempat kejadian demi meminimalisir resiko anak terbentur benda keras. Saat si kecil mengalami kejang pada saat bermain atau berada di lantai, maka berikanlah pengamanan bagi anak, misalnya dengan meletakan bantal atau sesuatu yang empuk di sekitarnya dan jika memungkinkan pindahkan anak ke tempat tidur.

Jadi Bun, Memberi Balita Kopi Bukanlah Upaya Tepat Untuk Mencegah Terjadinya Step Atau Kejang

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa memberi kopi bukanlah upaya yang tepat untuk mencegah terjadinya step atau kejang pada anak-anak balita. Hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan khasiat dari kopi untuk pencegahan step atau kejang. Jadi daripada memberinya kopi, akan lebih baik bila Bunda berupaya agar demam anak bisa turun.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda, Jaga Kulit Lembut Bayi Agar Tak Kering Dengan Perlindungan Menyeluruh

baby-cute-child-lying-40724

Tahukah Bunda jika tubuh bayi dibekali kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di sekitarnya? Termasuk juga dengan kulitnya. Jika kita perhatikan, kulit bayi tidak sama dengan orang dewasa. Ketebalan kulit bayi hanya 2/3 ketebalan kulit orang dewasa. Selain itu, kulit bayi pun 5 kali lebih cepat kehilangan kelembaban alaminya. Dengan produksi minyak pelembab alami yang lebih sedikit membuat kulit bayi jadi lebih mudah iritasi.

Sebenarnya Ada Beberapa Penyebab Kulit Bayi Menjadi Kering

Ada beberapa faktor yang membuat kulit bayi menjadi kering yang harus Bunda ketahui. Antara lain cuaca dingin dan juga udara yang kering, pemanas ataupun pendingin ruangan yang dioperasikan secara berlebihan, akibat terpapar sinar matahari yang menyengat, terkena air laut, atau klorin yang ada di dalam air kolam renang.

Agar Kulit Bayi Tak Jadi Kering, Bunda Perlu Memberikan Perhatian Khusus Pada Saat Dia Mandi

Ketika bayi mandi maka kulit akan kehilangan minyak alaminya. Hal ini akibat dari kotoran yang menempel pada kulit tersapu oleh sabun dan air. Kondisi tersebut dapat membuat kulit bayi menjadi kering.

Agar kulit bayi tak jadi kering, sebaiknya Bunda membatasi waktu mandinya tidak lebih dari 10 menit, gunakan air suam-suam kuku atau hangat untuk mandi, pilihlah sabun mandi yang lembut, tanpa pewangi, dan sudah teruji hipoalergenik. Sebisa mungkin jangan biarkan bayi berendam dalam air sabun, keringkan kulit bayi dengan menepuk-nepuk handuk secara perlahan pada badan bayi, dan pilihkan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca saat itu.

Menggunakan Pelembab Kulit Juga Akan Membuat Kulit Bayi Tetap Lembut

Bukan hanya orang dewasa, bayi juga membutuhkan pelembab kulit agar kulitnya tidak kering. Hal ini untuk menjaga agar kelembaban kulit bayi tidak hilang. Produk ini paling baik dipakai 3 menit sebelum mandi. Meski begitu, Bunda juga harus tetap jeli dalam memilih pelembab kulit yang cocok untuk buah hati ya Bun!

Berikan Perlindungan Saat Si Kecil Bermain Air Di Kolam Renang Bun

Perlu Bunda tahu bahwa setelah bayi bermain air di kolam renang, kulitnya akan kering. Hal ini disebabkan oleh kandungan klorin dan garam yang berada di dalam air tersebut. Untuk itu, memandikan bayi setelah berenang tetap harus Bunda lakukan. Agar efektif, gunakan air dan sabun agar klorin hilang dari kulitnya.

Agar Kulitnya Tak Iritasi, Bunda Juga Harus Mencukupi Kebutuhan Cairan Si Kecil

Selain perlindungan secara eksternal, Bunda juga perlu melakukan perlindungan dari dalam. Mencukupi kebutuhan cairan bayi adalah langkah yang bagus untuk mengatasi kulit bayi yang kering. ASI, susu formula, sayur-sayuran, buah-buahan, dan air putih dapat Bunda berikan pada si kecil untuk mencukupi kebutuhan cairannya.

Sesuaikan Bahan Pakaian Yang Digunakan Si Kecil Dengan Kondisi Udara Ya Bun!

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis. Sebagai negara yang beriklim tropis tentunya memiliki kondisi udara yang bervariasi. Untuk mengatasi hal ini, lindungi si kecil dari perubahan cuaca.

Saat dingin, lindungi bayi dengan pakaian yang tebal dan hangat. Sebaliknya, saat udara terasa panas, berikan dia pakaian yang tidak membuat badannya kian gerah. Perhatikan juga bahan pakaian yang digunakan. Sebaiknya gunakan pakaian yang dapat menyerap keringat.

Selain itu, Bunda perlu memperhatikan pendingin ruangan yang digunakan. Sebaiknya beri jeda beberapa saat pada bayi agar tidak terus menerus berada di dalam ruangan ber-AC. Atau Bunda juga bisa menggunakan air humidifier agar kelembaban udara di ruangan tetap terjaga.

Bunda juga bisa mengurangi penggunaan bahan-bahan pakaian yang membuat rasa gatal dan tidak nyaman, seperti bahan wol dan sebagainya. Selain itu, penggunaan detergen yang komposisinya terlalu keras juga akan berpengaruh pada kulit bayi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dear Calon Ibu; Begini Ciri Tempat Tidur yang Aman dan Nyaman untuk Bayi!

pexels-photo-266061

Setiap orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Termasuk dalam hal memilihkan tempat tidur untuk bayi. Apa lagi sebagian besar bayi memang akan menghabiskan waktunya di atas tempat tidur.

Dengan demikian, maka Bunda pun harus memilih tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi. Mengingat bayi yang baru lahir bisa tidur selama 16-20 jam dalam sehari. Lantas bagaimana kriteria tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi? Simak ulasan di bawah ini Bun!

Pilih Tempat Tidur Dengan Jarak Antar Bilah Kurang Dari 6 Cm Agar Kepala Bayi Tak Terselip Di Antara Bilah

Saat memilih tempat tidur untuk bayi Bunda juga harus memperhatikan keamanan bayi. Salah satunya dengan memperhatikan jarak antar bilah. Tentu akan sangat berbahaya bila kepala bayi terselip di antara bilah tempat tidurnya. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mengantisapasi hal itu dengan memilih tempat tidur yang jarak antar bilahnya kurang dari 6 cm.

Sebaiknya Hindari Tempat Tidur yang Bilahnya Bisa Dinaikan atau Diturunkan

Tempat tidur seperti ini sebaiknya Bunda hindari, karena terkadang bisa saja terjadi kesalahan ketika merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Apabila salah dalam merakit, maka bayi bisa terjepit atau terjatuh pada saat sedang berpegangan pada bilah yang kurang kokoh.

Perhatikan Baut, Sekrup, Paku, dan Bahan-bahan Material Lainnya

Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang supaya tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kuat dan kokoh. Akan lebih baik jika Bunda rutin mengeceknya demi memastikan keamanan bayi. Sebab bukan tak mungkin jika pemasangan baut, sekrup, dan paku pada tempat bayi yang tidak sempurna bisa berakibat fatal pada buah hati.

Sangat Dianjurkan untuk Membeli Tempat Tidur yang Baru demi Kenyamanan dan Keamanannya

Perlu Bunda ketahui bahwa tempat tidur yang telah lama dibuat terkadang menggunakan cat yang mengandung bahan beracun, seperti halnya timah. Nah, untuk menghindari resiko tersebut, sebaiknya Bunda membeli tempat tidur yang baru. Apa lagi bayi dikenal suka menggerogoti benda-benda yang ada di dekatnya. Jangan sampai keputusan Bunda untuk tidak membeli tempat tidur baru, justru jadi berdampak fatal bagi buah hati!

Perhatikan Juga Matras Yang Akan Digunakan Bayi

Untuk tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan matras yang didesain khusus. Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur tanpa diberi matras.Ketika Bunda memilih matras, maka pilihlah matras yang didesain khusus untuk bayi. Matras yang didesain untuk bayi pada umumnya sangat kuat, kokoh, serta keras untuk mencegah terjadinya SIDS (sudden infant death sydrome) atau sindrom kematian bayi mendadak, dan mampu menopang tulang punggung bayi. Tetapi hindari pula menggunakan matras yang terlalu empuk.

Sesuaikan Luas Matras dengan Ukuran Bayi

Sebaiknya Bunda juga memberikan matras yang sesuai dengan ukuran bayi, Dengan begitu si kecil akan merasa nyaman. Usahakan jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Pastikan telah melepas plastik sebelum memasang matras ya Bun!

Barang-barang yang Lembut pun Sebaiknya Dihindari

Meski terlihat lucu dan menggemaskan, barang-barang yang lembut seperti boneka berbulu halus, selimut, sprai, dan bantal yang lembut sebaiknya dihindari  dengan tujuan untuk mencegah SIDS. Barang dengan tekstur lembut bisa menjadikan bayi sulit bernafas karena memiliki resiko menutupi wajah si kecil.

Setelah Itu, Sebaiknya Bunda Menidurkan Bayi Dalam Posisi Terlentang Untuk Mencegah Terjadinya SIDS

Mama, sebaiknya bayi tidur dalam posisi terlentang, hal itu untuk menghindari kesulitan bernafas yang bisa mengakibatkan SIDS. Untuk mencegah terjadinya SIDS pada bayi sebaiknya tempat tidur bayi diletakan di kamar Bunda. Sehingga sewaktu-waktu bayi menangis atau memerlukan pertolongan, Bunda bisa dengan cepat menanganinya.

Sebaiknya hindarilah meletakan tempat tidur bayi di dekat jendela, hal ini untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan, tertimpa besi yang menopang tirai misalnya. Selain itu penempatan tempat tidur di dekat jendela juga bisa membuat leher bayi terlilit tirai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top