Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Sedang Hamil Sebaiknya Bunda Lebih Hati-hati Lagi Memperhatikan Posisi Tidur

save1

Perempuan yang sedang hamil sering menghadapi situasi yang tidak biasa. Terlebih  untuk mereka yang mengalami kehamilan pertama, karena selain jadi pengalaman baru, banyak masalah yang akan dihadapi. Salah satunya kondisi sulit tidur ya Bun.

Saat sedang hamil, Bunda disarankan agar punya cukup waktu untuk istirahat. Padahal banyak ibu hamil yang tak bisa beristirahat dengan baik sampai-sampai kesehatannya pun terganggu. Di lain sisi, jangan hanya memikirkan durasi selama istirahat Bun, sebab ibu hamil juga harus tetap waspada terhadap posisi tidur yang bisa membahayakan kehamilan.

Jangan Tidur Telentang pada Trimester Kedua ya Bun

Tidur telentang saat trimester kedua jelas sangat berbahaya untuk janin dan ibu hamil lantaran pada saat masuk trimester kedua, uterus berada di bagian tekanan vena yang berfungsi untuk mengembalikan aliran darah ke jantung ibu hamil.

Nah, kalau posisi telentang dalam waktu lama maka bisa membuat aliran darah ke plasenta janin menjadi lebih kecil. Selain itu Bun, kondisi dimana Bunda tidur telentang justru bisa membatasi asupan gizi dan oksigen ke janin Posisi semacam ini pun biasanya akan menyebabkan mual dan pusing untuk ibu hamil.

Tidur Miring Ke Kanan pun Berbahaya Bun

Nah, posisi tidur yang berbahaya selanjutnya yaitu miring ke kanan. HaL ini lantaran bisa menyebabkan tekanan yang kuat pada organ hati ibu hamil. Kondisi ini juga bisa menyebabkan asupan untuk janin menjadi lebih terbatas. Tidak hanya nutrisi yang mengalami pengurangan tapi juga oksigen yang mengalir melalui plasenta. Di lain sisi, posisi ini juga bisa menyebabkan gangguan tidak nyaman karena ibu hamil akan kekurangan oksigen.

Yang Jelas, Tidur Tengkurap Pun Tak Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Di trimester pertama, tidur tengkurap jelas masih diperbolehkan. Tapi setelah ibu hamil merasa ada tekanan yang lebih besar maka posisi ini bisa sangat berbahaya. Hal ini akan menyebabkan janin tergencet dan bisa mengancam jiwa janin.

Di lain sisi, posisi ini justru bisa memicu komplikasi seperti: pencernaan yang buruk dan tekanan pernapasan yang sangat berat sehingga memicu ibu hamil kekurangan oksigen, kekurangan oksigen, serta gangguan nutrisi dan oksigen untuk janin. Tidur dengan posisi ini memperkuat peluang janin gugur, Bun.

Di Awal Kehamilan, Jangan Tidur Sembari Mengangkat Kaki Keatas

Kehamilan di trimester pertama memang akan menyebabkan gangguan kehamilan seperti badan yang terlalu lelah dan sering buang air kecil. Kemudian ada beberapa ibu hamil mencoba untuk menempatkan bantal agar kaki menjadi lebih tinggi. pada dasarnya posisi ini harus dihindari. Padahal, tidur dengan kaki yang lebih tinggi bisa menyebabkan ruang janin menjadi lebih kecil. Selain itu kondisi ini juga bisa menyebabkan janin kekurangan oksigen.

Kalau Memang Mengantuk, Jangan Tidur di Sofa ya Bun

Saat Bunda merasa mengantuk, atau ingin merasa lega setelah mengalami gangguan kehamilan seperti mual dan mulas yang berlebihan, biasanya ibu hamil akan mencoba untuk tidur di sofa sambil duduk. Padahal posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil ini. Karena bisa meningkatkan tekanan pembuluh darah yang berlebihan untuk jantung. Selain itu, bisa menyebabkan rasa lelah yang berlebihan pada bagian punggung. Bagi ibu hamil yang memiliki wasir maka posisi ini bisa memperburuk keadaan.

Nah, Supaya Tidur Bunda Bisa Tetap Nyaman, Coba Saja Ikuti Tips Ini Bun.

Gunakan banyak bantal disekitar tempat tidur. Bunda bisa memilih jenis bantal yang lembut agar kepala, tangan, kaki dan punggung bisa mendapatkan posisi yang paling nyaman.

Jika Bunda bangun dan menyadari posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil dengan posisi miring ke kanan, maka hal ini memang sangat wajar. Untuk menjaga posisi tidur agar tetap pada posisi maka gunakan bantal penopang untuk punggung dan kaki. Posisi ini sangat disarankan untuk ibu hamil.

Gunakan pakaian yang longgar, tidak panas dan tetap lembut untuk kulit. Pakaian ini akan membuat ibu hamil merasa lebih nyaman sehingga tidur menjadi lebih baik. Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat karena bisa menyebabkan tubuh kurang leluasa.

Jika Bunda tidak bisa tidur dan mengalami banyak gangguan tidur selama trimester ketiga, maka bisa menggunakan bantal atau sofa khusus yang dilengkapi dengan banyak bantal. Hindari mengkonsumsi makanan pedas saat malam hari. Makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan sehingga ibu hamil bisa diare.

Cobalah untuk rileks sepanjang kehamilan dan menjauhkan pikiran dari tekanan. Pikiran yang santai dan rileks juga bisa meningkatkan kualitas tidur. Atur asupan nutrisi selama hamil. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein tinggi akan menyebabkan perasaan yang lebih nyaman. Selain itu, makanan ini juga akan meningkatkan kadar gula darah sehingga bisa membuat tidur menjadi lebih nyaman.

Minum segelas susu hangat menjelang tidur juga bisa menjadi salah satu cara untuk tetap nyaman selama tidur. Jika mengalami gangguan mual yang parah maka hindari minuman dan makanan yang bisa memicu mual dan muntah.

Olahraga ringan selama kehamilan. Bagi ibu hamil olahraga ringan seperti berjalan-jalan bisa menjadi cara ampuh untuk mengatasi gangguan tidur. Jika tubuh tetap berolahraga selama kehamilam maka bisa membantu tubuh dalam membakar kalori dan lemak. Selain itu olahraga juga bisa meningkatkan kualitas tidur.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bun, Yuk Hentikan Kebiasaan Main Ponsel Sambil Menyusui!

savee

Selama ini, banyak sekali bunda yang sering menyusui bayinya sambil bermain ponsel. Kendati sejatinya terkesan biasa saja, ternyata kebiasaan ini tak baik untuk tumbuh kembang si kecil lho bun. Kenapa? Saat proses menyusui bayi, ini merupakan momen yang intim dan emosional antara bunda dan buah hati. Oleh sebab itu, idealnya para ibu memang harus memfokuskan perhatiannya pada si kecil selama menyusui. Sayangnya, masih banyak ibu yang kurang memahami hal ini.

Bukannya fokus pada si kecil, biasanya momen ini justru dimanfaatkan untuk mengecek ponsel atau menonton drama favorit. Bun, kalau kebiasaan ini masih sering bunda lakukan, yuk hentikan sejenak kebiasaan ini.

Si Kecil Bisa Terpapar Radiasi Ponsel

Seperti yang Bunda tahu, ponsel menghasilkan gelombang radiasi. Mengutip Friso, menurut Dr. dr Ahmad Suryawan Sp. A(K), seorang pakar tumbuh kembang anak, gelombang radiasi ini berisiko membahayakan sinyal otak si kecil lho bun. Terutama bila bayi bunda berusia kurang dari enam bulan. Bun, momen enam bulan pertama dalam kehidupan si kecil sejatinya merupakan masa-masa esensial otak bayi berkembang.

Momen enam bulan pertama kehidupan merupakan masa-masa esensial otak bayi berkembang. Sinyal-sinyal listrik pun belum stabil sehingga saat terpapar gelombang radiasi dari ponsel, sinyal otak itu rentan kacau. Efek dari gelombang radiasi memang tak akan langsung terlihat.

Tapi begitu si Kecil memasuki usia 2-6 tahun dan struktur otaknya sudah terangkai sempurna, beberapa gangguan dasar akan mulai tampak. Bisa saja si kecil akan kesulitan belajar berdiri, berjalan dan berbicara. Bahkan tak menutup kemungkinan juga akan menunjukkan gangguan perilaku dan penurunan kecerdasan.

Harusnya Momen Ini Bisa Bunda Pakai untuk Bonding, Tapi Akhirnya Jadi Berkurang

Ada berbagai cara yang bisa Bunda lakukan untuk membangun kedekatan emosional ini. Salah satunya saat menyusui anak. Saat menyusui, ada interaksi antara Bunda dan si kecil melalui sentuhan, pelukan, ciuman, kontak mata, tutur kata positif, dan sebagainya. Sementara kalau Bunda lebih sibuk dengan gawai, tentu akan mengurangi kualitas bonding bersama kan Bun?

Bunda Jadi Tak Tahu Apakah si Kecil Sudah Kenyang atau Belum

Selain memberikan ASI dengan cara menyusui yang benar, keberhasilan bunda dalam memberi ASI juga dilihat dari kenyang atau tidaknya si kecil pasca menyusui. Menariknya, hal ini baru bisa bunda ketahui jika Bunda benar-benar memperhatikan si Kecil selama menyusui. Ketika bunda hanya fokus melihat ponsel, Bunda bisa jadi melewatkan tanda-tanda yang ia tunjukkan selama menyusu. Padahal, mungkin saja si Kecil memperlihatkan tanda bahwa ia kurang nyaman, sehingga ingin mengganti posisi menyusui.

Tips Membuat Momen Menyusui Lebih Nyaman

  • Sediakan Asupan untuk Menjaga Mood, selalu kondisikan agar situasi tenang dan mood bunda baik ya selama menyusui. Bunda bisa melakukan ini misalnya sembari menyiapkan camilan kesukaan. Karena saat menyusui, seorang ibu umumnya akan lebih mudah lapar. Di lain sisi, mood yang positif juga membantu Mum memastikan si Kecil mendapatkan ASI yang cukup, sebab tubuh yang rileks membuat ASI keluar lebih lancar.
  • Ketahui Posisi Menyusui yang nyaman versi bunda. Yup! Setiap bunda pasti punya posisi nyamannya tersendiri. Ada yang lebih suka bersandar di tumpukan bantal tinggi, ada pula yang memilih duduk di kursi empuk. Oleh sebab itu, bunda perlu mengetahui posisi apa yang paling nyaman selama menyusui, mengingat proses ini bisa jadi berlangsung dari 15 menit sampai lebih dari 1 jam. Posisi yang nyaman akan membuat Bunda jadi tak mudah lelah. Jadi, pastikan Bunda tetap nyaman ya selama menyusui.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Produksi ASI Bunda Sering Berkurang, Kira-kira Kenapa Ya?

testtt1

Tak semua ibu dikaruniai kemampuan untuk menghasilkan ASI yang melimpah ya Bun. Bahkan ada yang justru sedang khawatir karena produksi ASI-nya justru menurun. Kalau Bunda sedang mengalami masa-masa ini, tak usah khawatir berkepanjangan Bun. Produksi ASI yang menurun tentu ada sebabnya. Ada banyak kebiasaan yang mungkin tak Bunda sadari sehingga suplai ASI berkurang. Ini beberapa diantaranya:

Lelah Setelah Persalinan

Wajar kalau Bunda merasa lelah setelah persalinan. Apalagi di masa itu, Bunda harus menyusui sekaligus memulihkan diri. Tak jarang, kebanyakan ibu akhirnya justru mengalami penurunan produksi ASI di masa-masa ini. Yup Bun, masa transisi ini jadi salah satu penyebab produksi ASI berkurang. Karenanya, berikan waktu untuk tubuh Bunda agar beristirahat degan cukup ya Bun.

Bunda Punya Riwayat Penyakit Tertentu

Mengalami penyakit tertentu seperti infeksi biasanya bisa menyebabkan tubuh Bunda jadi memproduksi lebih sedikit ASI. Nah, bila Bunda pun merasakan gejala sakit tertentu bersamaan dengan produksi ASI yang menurun, segera temui dokter untuk menjalani pemeriksaan ya Bun.

Sebab mungkin kalau Bunda mengalami infeksi tertentu, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi tersebut. Pastikan dokter tahu kalau Bunda sedang menyusui sehingga pemberian obatnya disesuaikan dengan kondisi tubuh Bunda.

Minum Terlalu Banyak Kafein

Konsumsi soda, kopi, teh, coklat, atau minuman berkafein lainnya harusnya aman untuk dikonsumsi. Tapi kalau dikonsumsinya secara berlebihan, hal ini bisa membuat produksi ASI menurun lho Bun. Selain itu, k kafein yang Bunda minum juga bisa memengaruhi kesehatan si kecil lantaran bisa terserap oleh ASI dan masuk ke dalam tubuh si kecil saat menyusui. Akibatnya, bayi bisa mengalami masalah tidur dan mudah rewel.

Produksi ASI Menurun Kalau Bunda Masih Sering Merokok dan Minum Alkohol

Kebiasaan merokok dapat mengganggu pelepasan oksitosin di dalam tubuh ibu lho. Bunda perlu tahu, oksitosin diketahui menjadi hormon yang merangsang respon let-down-reflex, yaitu refleks ibu untuk mengeluarkan ASI dari dalam payudara dan mengalir keluar dari tubuh sampai masuk ke mulut bayi. Jika refleks let-down tidak berfungsi dengan baik, ASI tidak akan mengalir keluar dari payudara ibu dan pada akhirnya kebutuhan ASI untuk si kecil tidak terpenuhi.

Serupa dengan rokok, alkohol juga dapat menghalangi respon let-down reflex pada ibu. Selain itu, alkohol bahkan dapat mengubah rasa ASI yang tidak disukai oleh si kecil. Akibatnya, si kecil menjadi malas menyusui. Tidak hanya menurunkan suplai ASI, minum alkohol berlebihan juga dapat membuat si kecil berisiko mengalami keterlambatan perkembangan.

Mengonsumsi Pil KB

Kalau Bunda mulai mengonsumsi pil KB untuk mencegah kehamilan selanjutnya, maka efek sampingnya bisa mempengaruhi suplai ASI Bunda. Hal ini karena pil KB mengandung hormon ekstrogen yang dapat menurunkan produksi susu. Karenanya penting sekali berkonsultasi dengan dokter demi mendapatkan alat kontrasepsi yang aman saat menyusui tanpa mengurangi produksi ASI.

Bunda Mungkin Belum Mengelola Stress dengan Baik

Menjadi seorang ibu tentu wajib menjaga kesehatan fisik dan psikis. Pasalnya, tekanan yang menyebabkan seseorang stress fisik, emosional, maupun psikologis dapat mengurangi produksi ASI nih bun. Sekecil apapun perubahan emosional tersebut bisa mengganggu refleks let-down saat menyusui. Penyebab stress lainnya seperti rasa gelisah, rasa sakit, masalah finansial, atau masalah dengan suami pun bisa jadi faktor yang bisa menurunkan produksi ASI lho Bun.

Mungkin Bunda Terlalu Banyak Konsumsi Rempah-rempahan Juga

Mengutip dair Verywell, beberapa ramuan herbal pun dapat menurunkan jumlah ASI kalau Bunda mengonsumsinya secara berlebihan. Karenanya, segera konsultasikan pada dokter bila Bunda rutin mengonsumsi obat herbal tertentu.

Atau Karena Bunda Sedang Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu?

Hati-hati lho Bun kalau selama menyusui, Bunda masih mengonsumsi obat-obatan tertentu. Pasalnya, beberapa jenis obat – baik obat resep maupun obat bebas – dapat mengganggu hormon oksitosin, yang mengatur produksi ASI. Obat-obatan seperti obat alergi, obat flu, dan diuretik dapat menurunkan suplai ASI.

Hamil Saat Bunda Masih Aktif Menyusui pun Bisa Jadi Penyebab Produksi ASI Menurun

Produksi ASI memang cenderung menurun bila Anda sedang hamil meski masih aktif menyusui. Hal ini disebabkan karena hormon kehamilan yang diketahui dapat menurunkan produksi ASI lho Bun.

Urusan Pola Makan Juga Mempengaruhi Produksi ASI

Sering begadang akibat menyusui hingga tengah malam membuat Bunda pun wajib memenuhi kebutuhan makanan dan hidrasinya dengan baik. Tapi kenyataannya, banyak ibu yang ternyata yang masih kurang asupan gizi dan nutrisi. Padahal hal ini yang kemudian membuat produksi ASI berkurang.

Karenanya, perhatikan lagi pola makan Bunda ya. Terutama demi memenuhi kebutuhan asupan makanan dan cairan setiap hari agar produksi ASI Anda tetap terjaga. Makanan sehat dan asupan cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bun, Kalau Gabung ke Komunitas Justru Tak Membawa Manfaat Berarti, Mending Tak Usah Ikut Deh!

moms

Demi bertukar informasi dan mencari wadah mendapatkan support system, kadang para Bunda memilih gabung ke beberapa komunitas. Ya kan, Bun? Nah, sebelum bergabung dengan salah satu komunitas, coba pertimbangkan dahulu tiga hal ini yuk Bun!

Mengutip Haibunda.com, psikolog keluarga dan pernikahan Nadya Pramesrani dari Rumah Dandelion, menyarankan untuk mempertimbangkan dan menanyakan pada diri sendiri. Sudahkah Bunda memiliki tujuan pasti untuk bergabung dengan komunitas yang akan dituju? Adakah yang dicari dari komunitas tersebut? Kalau hanya iseng atau karena ikut-ikut teman, lebih baik pertimbangkan lagi ya Bun.

“Karena beranjak dari kebutuhan itu kita akan skrining komunitas yang ada. Misalnya pertama, ada komunitas ibu-ibu yang bisa memenuhi kebutuhan kita ya sudah gabung aja,” kata Nadya.

Pertimbangan selanjutnya, sebelum gabung ke komunitas tersebut, yakinkan diri, akankah Bunda menemukan kenyamanan bersama dengan orang-orang yang ada di dalamnya? Seperti saat sekolah aja, Bun, kata Nadya biasanya kita berkelompok. Nah, perhatikan apakah lingkungan kelompok tersebut bikin nyaman.

Meskipun, kenyamanan relatif ya, berbeda-beda tiap orang. Nadya menyarankan, demi mengetahui nyaman atau tidaknya saat mencoba masuk ke komunitas ibu-ibu tersebut, lakukan interaksi ya Bun. Apakah kita merasa nyaman saat berbagi cerita kemudian dapat info yang dicari? Lalu apakah kita percaya dengan orang-orang yang ada di dalamnya? Bila ada keterikatan tersebut bisa dibilang kita nyaman.

Terakhir, yaitu soal diversitas. Cobalah identifikasi keragaman yang ada di komunitas ibu-ibu tersebut. “Makin besar diversitas otomatis pengetahuan yang kita dapat lebih beragam,” tambah Nadya.

Komunitas ibu-ibu termasuk untuk ibu baru memang membantu kok, Bun. Komunitas ibu-ibu penting untuk media belajar. Khususnya untuk orangtua baru yang pasti menurut mereka sangatlah penting. Hal ini agar ibu-ibu tak hanya dapat pengetahuan dari baca aja tapi juga bisa berdiskusi secara langsung.

“Komunitas orang tua ini bagus banget dilakukan, kalau perlu ada kurikulum. Memang jadinya dia sekolah rutin dan dia dapat sesuatu yang baru entah cuma seminggu, dua minggu, atau sebulan sekali yang penting ada hal baru yang didapat tentang parenting dan itu dilakukan berdasar usia anak,” tambah Ratih seperti dikutip dari detikcom.

Jadi kalau sejauh ini Bunda tak menemukan hal-hal tersebut di komunitas yang Bunda ikuti, lebih baik tak usah memaksakan atau melanjutkan untuk terlibat atau berinteraksi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top