Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Sedang Hamil Sebaiknya Bunda Lebih Hati-hati Lagi Memperhatikan Posisi Tidur

save1

Perempuan yang sedang hamil sering menghadapi situasi yang tidak biasa. Terlebih  untuk mereka yang mengalami kehamilan pertama, karena selain jadi pengalaman baru, banyak masalah yang akan dihadapi. Salah satunya kondisi sulit tidur ya Bun.

Saat sedang hamil, Bunda disarankan agar punya cukup waktu untuk istirahat. Padahal banyak ibu hamil yang tak bisa beristirahat dengan baik sampai-sampai kesehatannya pun terganggu. Di lain sisi, jangan hanya memikirkan durasi selama istirahat Bun, sebab ibu hamil juga harus tetap waspada terhadap posisi tidur yang bisa membahayakan kehamilan.

Jangan Tidur Telentang pada Trimester Kedua ya Bun

Tidur telentang saat trimester kedua jelas sangat berbahaya untuk janin dan ibu hamil lantaran pada saat masuk trimester kedua, uterus berada di bagian tekanan vena yang berfungsi untuk mengembalikan aliran darah ke jantung ibu hamil.

Nah, kalau posisi telentang dalam waktu lama maka bisa membuat aliran darah ke plasenta janin menjadi lebih kecil. Selain itu Bun, kondisi dimana Bunda tidur telentang justru bisa membatasi asupan gizi dan oksigen ke janin Posisi semacam ini pun biasanya akan menyebabkan mual dan pusing untuk ibu hamil.

Tidur Miring Ke Kanan pun Berbahaya Bun

Nah, posisi tidur yang berbahaya selanjutnya yaitu miring ke kanan. HaL ini lantaran bisa menyebabkan tekanan yang kuat pada organ hati ibu hamil. Kondisi ini juga bisa menyebabkan asupan untuk janin menjadi lebih terbatas. Tidak hanya nutrisi yang mengalami pengurangan tapi juga oksigen yang mengalir melalui plasenta. Di lain sisi, posisi ini juga bisa menyebabkan gangguan tidak nyaman karena ibu hamil akan kekurangan oksigen.

Yang Jelas, Tidur Tengkurap Pun Tak Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Di trimester pertama, tidur tengkurap jelas masih diperbolehkan. Tapi setelah ibu hamil merasa ada tekanan yang lebih besar maka posisi ini bisa sangat berbahaya. Hal ini akan menyebabkan janin tergencet dan bisa mengancam jiwa janin.

Di lain sisi, posisi ini justru bisa memicu komplikasi seperti: pencernaan yang buruk dan tekanan pernapasan yang sangat berat sehingga memicu ibu hamil kekurangan oksigen, kekurangan oksigen, serta gangguan nutrisi dan oksigen untuk janin. Tidur dengan posisi ini memperkuat peluang janin gugur, Bun.

Di Awal Kehamilan, Jangan Tidur Sembari Mengangkat Kaki Keatas

Kehamilan di trimester pertama memang akan menyebabkan gangguan kehamilan seperti badan yang terlalu lelah dan sering buang air kecil. Kemudian ada beberapa ibu hamil mencoba untuk menempatkan bantal agar kaki menjadi lebih tinggi. pada dasarnya posisi ini harus dihindari. Padahal, tidur dengan kaki yang lebih tinggi bisa menyebabkan ruang janin menjadi lebih kecil. Selain itu kondisi ini juga bisa menyebabkan janin kekurangan oksigen.

Kalau Memang Mengantuk, Jangan Tidur di Sofa ya Bun

Saat Bunda merasa mengantuk, atau ingin merasa lega setelah mengalami gangguan kehamilan seperti mual dan mulas yang berlebihan, biasanya ibu hamil akan mencoba untuk tidur di sofa sambil duduk. Padahal posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil ini. Karena bisa meningkatkan tekanan pembuluh darah yang berlebihan untuk jantung. Selain itu, bisa menyebabkan rasa lelah yang berlebihan pada bagian punggung. Bagi ibu hamil yang memiliki wasir maka posisi ini bisa memperburuk keadaan.

Nah, Supaya Tidur Bunda Bisa Tetap Nyaman, Coba Saja Ikuti Tips Ini Bun.

Gunakan banyak bantal disekitar tempat tidur. Bunda bisa memilih jenis bantal yang lembut agar kepala, tangan, kaki dan punggung bisa mendapatkan posisi yang paling nyaman.

Jika Bunda bangun dan menyadari posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil dengan posisi miring ke kanan, maka hal ini memang sangat wajar. Untuk menjaga posisi tidur agar tetap pada posisi maka gunakan bantal penopang untuk punggung dan kaki. Posisi ini sangat disarankan untuk ibu hamil.

Gunakan pakaian yang longgar, tidak panas dan tetap lembut untuk kulit. Pakaian ini akan membuat ibu hamil merasa lebih nyaman sehingga tidur menjadi lebih baik. Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat karena bisa menyebabkan tubuh kurang leluasa.

Jika Bunda tidak bisa tidur dan mengalami banyak gangguan tidur selama trimester ketiga, maka bisa menggunakan bantal atau sofa khusus yang dilengkapi dengan banyak bantal. Hindari mengkonsumsi makanan pedas saat malam hari. Makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan sehingga ibu hamil bisa diare.

Cobalah untuk rileks sepanjang kehamilan dan menjauhkan pikiran dari tekanan. Pikiran yang santai dan rileks juga bisa meningkatkan kualitas tidur. Atur asupan nutrisi selama hamil. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein tinggi akan menyebabkan perasaan yang lebih nyaman. Selain itu, makanan ini juga akan meningkatkan kadar gula darah sehingga bisa membuat tidur menjadi lebih nyaman.

Minum segelas susu hangat menjelang tidur juga bisa menjadi salah satu cara untuk tetap nyaman selama tidur. Jika mengalami gangguan mual yang parah maka hindari minuman dan makanan yang bisa memicu mual dan muntah.

Olahraga ringan selama kehamilan. Bagi ibu hamil olahraga ringan seperti berjalan-jalan bisa menjadi cara ampuh untuk mengatasi gangguan tidur. Jika tubuh tetap berolahraga selama kehamilam maka bisa membantu tubuh dalam membakar kalori dan lemak. Selain itu olahraga juga bisa meningkatkan kualitas tidur.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Meski Gemas Mencium Bayi Baru Lahir Berbahaya loh Bun

baby-boy-child-67663

Bun, tahukan Bunda tentang kampanye #dontkissthebabies? Ya, seperti namanya, kampanye ini hadir guna memperingatkan orang dewasa agar tak sembarangan mencium bayi yang baru lahir lho. Ya, sebagai orang dewasa tentu Bunda ada perasaan gemas saat menengok atau melihat bayi yang baru lahir. Kadang, karena perasaan itu, kita pun jadi refleks langsung meminta untuk menggendong serta mencium si bayi mungil itu. Padahal, kebiasaan ini sebaiknya tak dilakukan.

NSW Health menyebutkan anak-anak terutama bayi baru lahir memiliki risiko tinggi mengalami penyakit infeksi karena sistem imunnya belum terbentuk sempurna. Apalagi bayi prematur dan bayi yang sedang sakit, risikonya kena penyakit infeksi jauh lebih tinggi. Bahkan, merilis dari The Going Home, sistem imun pada bayi umumnya baru terbentuk saat usianya satu bulan. Karenanya, Bunda harus lebih protektif bila ada tamu yang hendak menengok si kecil. Pastikan si tamu sudah mencuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh si kecil.

“Direkomendasikan juga supaya orang dewasa yang sedang sakit nggak mendekati bayi dan asal mencium bayi baru lahir. Kemudian sebaiknya orang tua menghindari mengajak anak ke tempat ramai,” kata The Going Home dikutip dari Essential Baby.

Bun, risiko yang mungkin dialami si kecil tak bisa dianggap sepele. Tahun lalu, ibu bernama Brianna Nichols mengunggah foto bayinya yang mengalami infeksi pernapasan sehingga bayi tersebut kesulitan bernapas. Dalam unggahannya, Brianna memperingatkan agar jangan membiarkan orang lain bisa sembarangan mencium si kecil.

“Pastikan juga mereka sehat. Orang tua perlu tahu bahaya RSV (Respiratory Syncytial Virus), infeksi pernapasan yang bisa berakibat fatal pada bayi. Kita semua senang dengan bayi tapi ketika batuk atau pilek tolong jangan mendekat,” tutur Brianna.

RSV pada orang dewasa kelihatan seperti batuk dan pilek ringan. Namun bila bayi didera RSV, penyakit ini akan membuatnya susah bernapas. Karenanya, sebisa mungkin hindari mencium bayi saat menjenguknya. Sebab jika kita sedang pilek atau radang tenggorokan, besar kemungkinan si bayi akan tertular. Di lain sisi, sembarangan mencium bayi yang baru lahir pun bisa menularkan penyakit berbahaya diantaranya:

Virus Herpes Simpleks (HSV) Tipe 1

HSV tipe 1 ini umumnya menular melalui kontak dengan kulit orang lain dan air ludah orang yang menderita penyakit tersebut, misalnya setelah dicium oleh kerabat yang sudah terkena herpes. Karenanya, Bunda dianjurkan untuk jangan membiarkan bayi boleh dicium sembarangan. Apalagi, seseorang yang memiliki virus herpes biasanya tak memiliki luka herpes yang bisa dilihat kasat mata.

HSV yang menyerang bayi baru lahir bisa menyebabkan infeksi parah, termasuk pada mata dan kulitnya, paru-paru, hati, serta otak. Infeksi herpes yang serius pada bayi baru lahir ataupun pada otak membutuhkan penanganan medis yang intensif di rumah sakit. Bun, bila si kecil terinfeksi virus herpes, maka virus tersebut akan berdiam terus di dalam tubuhhnya. Bila si kecil menunjukkan gejala seperti gusi membengkak dan rewel lantaran mulutnya terasa sakit, sebaiknya segera bawa si kecil dokter.

Setelah beberapa hari mungkin akan terlihat lepuhan-lepuhan kecil di dekat bibirnya yang dapat berubah menjadi luka dangkal. Gejala ini juga mungkin diiringi demam dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Setelah itu, luka-luka tadi akan mengering menjadi kerak (krusta) lalu kemudian menghilang. Kemungkinan bayimu juga bisa mengalami herpes di dalam mulutnya, pada gusinya, di sisi dalam pipi, langit-langit mulut, atau di permukaan lidahnya.

Meningitis

Meningitis disebabkan oleh infeksi bakteri meningitis dan bisa mengakibatkan kematian. Kendati sebagian penderita meningitis pulih, namun berisiko meninggalkan kecacatan permanen, misalnya kehilangan fungsi pendengaran, ketidakmampuan belajar, maupun kerusakan otak. Di lain sisi, bayi memiliki peningkatan risiko terkena meningitis dibanding kelompok usia lainnya. Kuman penyebab meningitis bakteri menyebar dari orang ke orang.

Beberapa bakteri dapat menyebar melalui saliva atau air ludah atau penderita mencium bayi. Bahkan kuman juga bisa menyebar melalui kontak dengan orang-orang yang tinggal serumah dengan bayi. Ini alasan kenapa Bunda harus ekstra hati-hati agar bayi yang baru lahir tak terpapar kuman pembawa penyakit.

Gejala-gejala meningitis pada bayi bisa terlihat jelas, mulai dari bayi yang tidak aktif bergerak atau berinteraksi, muntah atau tidak mau makan, serta mudah marah atau menangis. Bila Bunda melihat si kecil menunjukkan tanda-tanda kepada meningitis, segera periksakan ke dokter.

Mononukleosis

Infeksi mononukleosis atau yang sering disingkat ‘mono’, umumnya disebut kissing disease lantaran virusnya ditularkan melalui air liur seperti ketika dicium, batuk atau bersin, maupun menggunakan peralatan makan atau minum yang sama dengan orang yang terinfeksi mono. Namun, penyebaran virus mono ini tidak secepat penularan pilek. Kebanyakan jenis virus penyebab penyakit ini adalah virus Epstein-Barr.

Pada anak-anak, tanda dan gejala kissing disease jsutru sering tak mudah dikenali lantaran gejalanya cenderung menyerupai gejala-gejala infeksi pada umumnya. Kondisi seperti demam, sakit kepala, ruam kulit, radang tenggorokan, kelelahan, sampai terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan ketiak dianggap sebagai gejala penyakit ini. Bunda pun tak bisa menganggap remeh infeksi yang satu ini. Apalagi dapat menyebabkan komplikasi seperti pembesaran organ limpa. Untuk itu, bila si kecil mengalami gejala-gejala tersebut, maka segeralah berikan penanganan secepatnya yaitu dengan mencukupi kebutuhan cairan dan istirahat cukup, mengonsumsi asupan nutrisi yang ideal, serta periksakan anak ke dokter.

Nah, sebagai orangtua, sudah sepatutnya Bunda melindungi si kecil dengan menjaga kebersihan dan kesehatannya. Pastikan Bunda maupun orang lainnya sudah mencuci tangan hingga bersih sebelum memegang dan menggendong bayi, upayakan selalu membawa pembersih tangan di mana pun Bunda berada, serta ikuti jadwal vaksinasi untuk bayi. Di lain sisi, tak usah sungkan untuk membatasi kontak orang lain dengan byah hati Bunda. Bila mereka benar-benar ingin mencium, area tubuh bayi yang diizinkan untuk dicium adalah kakinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Menyapih Dirasa Susah, Mungkin Metodenya Ada yang Salah Bunda

adorable-baby-black-and-white-2015884

Bun, kegiatan menyapih untuk Bunda tentu menjadi momen yang berat. Terlebih bagi para Bunda yang baru pertama memiliki anak. Belum lagi proses menyapih pun sangat menguras fisik, pikiran, hingga emosi. Momen seperti tak tega pada buah hati, akhirnya membuat Bunda kian mengulur waktu proses menyapih si kecil.

Biasanya, anak sudah bisa mulai disapih di usia empat tahun dua bulan. Bagi Bunda yang sedang kebingungan mencari cara menyapih yang tepat, berikut ini ada metode yang direkomendasikan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Tapi yang terpenting menurutnya, anak tidak boleh dipaksa terlalu keras untuk disapih, dan Bunda juga harus siap. Jika Bunda masih belum tega, maka tandanya Bunda belum siap

Pastikan Bunda Melakukan Proses Tersebut Secara Perlahan dan Bertahap

Cara pertama yang dapat Bunda lakukan yaitu dengan mengurangi frekuensi menyusu anak. Misalnya, jika biasanya si kecil akan menyusu setiap 2 atau 3 jam sekali. Cobalah memperpanjang jaraknya menjadi 4 atau 5 jam. Cara ini mungkin akan sulit di awal, yang penting Bunda harus konsisten. Prinsipnya, jangan menawarkan dan jangan mengomelinya juga Bun saat ia masih kesulitan melepaskan kebiasaan menyusu dari payudara Bunda. Intinya, lakukan secara bertahap dan konsisten.

Pastikan Komunikasi dengan Anak Berjalan Dua Arah

Apapun cara yang Bunda terapkan saat proses menyapih, yang penting jangan lupa untuk selalu mengkomunikasikan dengan si anak ya Bun. Saat ia sudah berusia kurang lebih dua tahun, anak sudah memahami kata-kata orang tua meski masih terbatas. Beri pengertian kepada anak bahwa ia tengah dalam proses menyapih tanpa harus melakukan kebohongan.

Alihkan Perhatian Si Kecil Semampu Bunda

Menyapih si kecil butuh skill dan keteguhan dari Bunda. Salah satunya keahlian mengalihkan perhatian si kecil. Misalnya, ketika anak hendak tidur, ibu bisa membacakan buku hingga ia mengantuk dan tertidur tanpa menyusu langsung dari payudara.

Bila ia mengeluhh haus, Bunda bisa memberikannya cairan pengganti ASI seperti air putih atau jus buah yang Bunda berikan lewat gelas. Atau, Bunda juga bisa memperkenalkan susu formula atau susu pengganti lainnya jika dirasa perlu. Satu hal yang penting, hindari penggunaan dot ya Bu.

Bunda Juga bisa Melibatkan Ayah Dalam Proses Ini ya 

Bun, jangan lupa untuk melibatkan ayah dalam proses bonding dengan buah hatinya. Selama ini si kecil mungkin bisa saja bersikeras meminta menyusu di payudara ibu karena ibu berada di sisi anak.  Di momen semacam inilah ayah bisa membantu mengalihkan perhatian anak dengan mendongeng atau melakukan aktivitas lain sampai anak lelah dan tertidur atau mau minum selain ASI dari payudara ibu.

Dan yang Paling Penting, Usahakan Kondisi Si Kecil Memang Sudah Siap untuk Disapih

Yang terpenting, hindari proses menyapih anak jika si kecil memang terlihat belum siap untuk disapih. Misalnya, jika ia sangat rewel atau tengah dalam kondisi marah atau sakit. Bunda juga sebaiknya tunda dulu proses menyapih.  Jika anak tengah mengalami perubahan besar dalam lingkungannya seperti pindah rumah atau berganti pengasuh.

Memang kita akan menemukan banyak sekali dilema dan pertimbangan matang saat hendak menyapih anak, namun bila saatnya sudah tepat dan metode Bunda pun diterima anak, maka si kecil akan mengerti bahwa memang saat itulah yang tepat untuk tak lagi menyusu dari Bundanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Lima Bahan Alami Ini Siap Menghilangkan Biang Keringat pada Si Kecil

adorable-21998_640

Keringat berlebih dan tak terekskresi ternyata bisa menimbulkan biang keringat. Kondisi ini tentu membuat si kecil tak nyaman. Penyebab utama dari biang keringat ini yaitu keringat yang tersumbat oleh bakteri Staphylococcus epidermidis hidup di permukaan kulit.

Bakteri ini mampu mengeluarkan zat lengket yang bisa menyatu dengan keringat dan sel-sel kulit mati. Hal ini dapat membuat saluran keringat tersumbat. Nah, ruam kecil berwarna merah dan menonjol yang menimbulkan rasa gatal dan sensasi menyengat atau perih pada kulit. Tersebut yang kerap disebut biang keringat.

Tapi selain bakteri, biang keringat juga bisa disebabkan karena iklim tropis dan suhu yang panas, olahraga atau aktivitas fisik yang berat, dan bed rest yang terlalu lama Bun. Hal tersebut menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat yang bisa menyumbat pori-pori jika tak segera diatasi. Biasanya biang keringat muncul pada bagian leher, punggung, dada, tangan, paha, wajah, dan lipatan tubuh seperti siku atau ketiak. Penyakit ini bisa menimbulkan rasa tak nyaman.

Namun, demi menuntaskan masalah biang keringat, Bunda bisa menggunakan bahan alami. Nah berikuti ini bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk menghilangkan biang keringat secara cepat.

Es Batu

Bun, rasa gatal pada kulit saat mengalami biang keringat bisa diatasi dengan memanfaatkan es batu yang ada di freezer. Bunda hanya perlu menggosokan es batu atau menekan secara perlahan pada bagian kulit si kecil yang terkena biang keringat atau ruam. Rasa dinginnya mampu meredakan rasa gatal akibat biang keringat yang membandel. Lakukan secara rutin agar bintik-bintik merah tersebut hilang ya Bun.

Madu

Madu memang sudah lama dikenal sebagai pelembab alami yang baik untuk kulit. Saat si kecil tak nyaman dengan biang keringat yang menderanya, Bunda dapat mengoleskan madu secara langsung ke area kulit yang bermasalah. Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, cobalah mencampur madu dengan minyak jojoba. Oleskan saja ke seluruh area yang terkena biang keringat. Diamkan selama 15-20 menit, lalu bilas hingga bersih. Lakukan cara ini sebanyak tiga hingga empat kali setiap minggu agar rasa gatal mereda dan ruang hilang, ya Bun.

Lidah Buaya

Tanaman yang satu ini mudah ditemukan di pekarangan rumah. Bahkan belakangan kian banyak yang menjual gel aloe vera lho Bun. Faktanya, tanaman yang satu ini memang dipercaya sebagai obat alami yang mampu menangkis semua permasalahan kulit akibat dari biang keringat.

Cara penggunaannya yaitu dengan mengoleskan gel lidah buaya pada bagian kulit yang memiliki ruam. Langkah mudah ini bisa Bunda terapkan di rumah setiap 3 kali sehari agar rasa gatal dan ruam segera hilang.

Oatmeal

Oatmeal atau gandum juga dipercaya dapat dijadikan bahan alami untuk mengatasi biang keringat Bun. Bunda dapat  gunakan dalam campuran bathtub atau air mandi si kecil. Bunda dapat campurkan 1 sdm gula pasir yang ditambahi madu dan 3 sdm oatmeal. Aduk dan campur ketiga bahan tersebut hingga merata. Lalu oles dan gosok ramuan tersebut ke seluruh bagian kulit yang bermasalah. Diamkan beberapa menit hingga ramuan tersebut meresap dan mengering pada kulit.

Minyak Jarak

Minyak esensial berupa minyak jarak ini dipercaya mampu mengatasi banyak masalah kulit dan mengontrol produksi minyak berlebih yang menjadi salah satu alasan tersumbatnya pori-pori kulit lho Bun. Pemakaian minyak jarak caranya mudah, Bunda dapat mengoleskan 1/2 sdt minyak jarak ke area yang bermasalah sambil melakukan pijatan lembut dengan gerakan melingkar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top