Parenting

Kak Aio dari Ayo Dongeng Indonesia dan Ajakan Mendongeng Untuk Bunda

4

“Belum biasa, tak memiliki bahan, dan ketidakpercayaan diri” Jadi 3 alasan utama yang kerap disebut-sebut sebagai faktor penghambat, kenapa sampai sekarang bunda belum berani mendongeng pada anak di rumah.

Padahal tanpa harus dijelaskan, bunda pasti sudah tahu jika mendongeng jadi sarana yang baik untuk membentuk karakter dan mengasah otak kanan anak.

Mengingat banyaknya manfaat dari kegiatan ini, dalam beberapa tahun terakhir banyak pihak yang mengajak kita untuk melakukan aktivitas ini secara rutin bersama anak. Dan salah satunya adalah Ayo Dongeng Indonesia.

Mochamad Ariyo Faridh Zidni selaku founder Ayo Dongeng Indonesia, yang juga jadi salah satu bagian dari 10 pendongeng terbaik Indonesia. Meluncurkan website AyoID, Tepat pada 3 Desember 2011 lalu. Ayo Dongeng Indonesia sendiri, adalah komunitas sosial yang berkomitmen pada kampanye kegiatan mendongeng bagi anak di Indonesia untuk keceriaan, inspirasi, memotivasi dan pengembangan imajinasi.

Konon gerakan komunitas ini, tercetusnya atas permintaan beberapa peserta belajar mendongeng yang diadakan oleh Mochamad Ariyo Faridh Zidni, atau yang juga akrab disapa kak Aio. Mulai dari Guru, Pekerja Kantoran, Mahasiswa/i, Remaja, dan dari beragam profesi atau latar belakang lain yang menjadi peserta belajar mendongeng. Selain senang dengan dunia anak, dunia cerita (dongeng) dan ingin belajar dongeng, para pelajar dongeng ini ingin sekali mendongeng untuk berbagi cerita dan ceria ke anak-anak yang jauh dari indahnya dunia cerita.

1

Gerakan ini menjadi lebih dari sebuah ide, ketika keinginan bahwa siapapun dan semua orang bisa mendongeng untuk berbagi cerita, ceria dan imajinasi. Semua bisa dilakukan dengan niat baik tanpa harap apapun. 

Bahkan hingga kini, tercatat ada 4 kegiatan yang menjadi kegiatan utama di Ayo Dongeng Indonesia, mulai dari Pop-Up Storytelling (Dongeng Kejutan), Storytelling Class (Kelas Dongeng), Storytelling Campaign (Kampanye Dongeng), Storytelling Festival (Festival Dongeng).

Gerakan ini jadi kegiatan yang memiliki dampak cukup positif, baik kepada bunda yang selama ini sudah mendongeng untuk anak di rumah atau yang masih saja malu-malu dan berpikir bahwa dirinya tak bisa jadi pendongeng yang baik untuk anaknya.

Padahal, “Sebenarnya yang perlu diingat, mereka bisa. Tapi Asumsi mereka sendiri aja, mereka berpikir bahwa mereka itu nggak bisa. Nah tak bisa itu karena mereka membandingkan dirinya dengan pendongeng yang sudah jago, pendongeng yang sudah profesional”.

Kalimat itu adalah pernyataan dari Kak Aio, selaku salah satu pendiri Gerakan Ayo Dongeng Indonesia, yang kami temui disela-sela kegiatan mendongengnya di Perpustakaan Nasional, minggu lalu. Nah, berikut cuplikan obrolan singkat kami bersama dengan Kak Aio.

2

Sejak kapan Kak Aio mulai mendongeng dan apa yang Kak Aio dapatkan saat mendongeng?

Sudah lama sih, dari tahun 1999. Jadi dari zaman kuliah sampai sekarang. Kalau untuk pengalamannya banyak sih, setiap dongeng itu pengalamannya beda-beda. Jadi lebih banyak belajar, tentang budaya, terus tentang perkembangan anak juga. Jadi tahu, “oh si anak, cerita ternyata lebih cocok yang mana”, “Oh ternyata lebih dekat yang gini, oh ternyata caranya kaya gini”. Jadi sebenarnya ada banyak, dan itu belajar dengan sendiri. Dan akhirnya pengen belajar, gimana caranya untuk bisa begini dan semakin tahu ada banyak yang masih kurang.

Dari banyak kesempatan, kira-kira ada pengalaman yang paling berkesan tidak?

3

Kata orang sih berkesan, tapi setiap kegiatan sih pasti beda-beda. Paling yang berkesan, dulu waktu mendongeng ke rumah sakit, itu berkesan banget sih. Karena sekali cerita, tapi buat mereka itu terlihat menyenangkan banget, padahal ceritanya sederhana banget. Dan itu jadi pengalaman mendongeng yang paling berkesan banget, salah satunya. Dan semuanya menyenangkan.

Tapi ada sebagian orang yang tidak bisa bercerita, kalau begini kita harus bagaimana kak?

Sebenarnya, gerakan kita itu lebih mengkampanyekan kalau semua orang itu bisa bercerita. Karena bercerita itu mudah, mudah banget. Semudah bercerita ke sahabat atau teman dekat, cuma sebagian orang masih takut. Nggak berani nyoba.

Karena di Festival-festival yang kita bikin, itu yang mendongeng juga orang-orang biasa. Bukan yang setiap hari berprofesi mendongeng. Mereka itu ibu rumah tangga, ibu bekerja, sesederhana itu.

Lalu apa tips sederhana, untuk orangtua yang masih belum berani mendongeng untuk anaknya?

4

Tips nomor satu, jangan membanding-bandingin, karena setiap orang itu berbeda, setiap orang punya cara bercerita yang juga beda. Dan bercerita itu bisa disampaikan dengan cara sederhana, ya cerita, cerita aja. Yang jelas tujuannya adalah, mau cerita sama anak, mau lebih dekat dengan anak, udah itu pasti bisa deh.

Karena anak juga nggak akan nolak kalau orangtuanya mau bercerita kaya apa. Itu yang harus perlu dipahami. Sebenarnya tak perlu dilatih, asal sering dilakukan nanti orangtua akan tahu. “Oh ternyata bercerita itu seperti ini, oh ternyata anak tuh dengerin kok kalau gue bercerita begini” udah kaya gitu aja. Tapi kalau memang ingin menjadi pendongeng yang tampil diacara besar, ya itu memang perlu dilatih. Tapi kalau untuk mendongeng buat anak dirumah, cukup dilakukan saja.

Dan Menurut Kak Aio sendiri, dari sekian banyak manfaat dongeng apa yang paling berpengaruh pada tumbuh kembang anak?

Sebenarnya ada banyak banget, mulai dari masalah vocabulary, masalah kedekatan, masalah perkembangan emosi, pengembangan karakter anak, yang semuanya bisa disampaikan lewat cerita dan bisa dipelajari bersama. Dan dampaknya positif semuanya, dan akan menjadi negatif ketika orangtua tidak melakukan.

Mendongeng kerap Diidentikkan dengan Ibu, tapi menurut Kak Aio sendiri manakah yang lebih baik, didongengin ibu saja atau kedua orangtuanya?

Sebaiknya anak harus mendengarkan cerita dari kedua orangtuanya, yakni ibu dan ayahnya, dan itu harus. Kalau misalnya, selama ini kebanyakan ibu-ibu, itu artinya yang masih dominan menjalankan peran untuk mengurus anaknya berarti ibunya. Nah, itu yang harus dibicarakan, didalam keluarganya. Nah ini anak tanggung jawab siapa? Karena kan anak itu tanggung jawab berdua. Dan yang melakukan cerita itu ya berarti dua-duanya, sebab anak harus dapat dekat dengan kedua orang tuanya, dan salah satu caranya lewat cerita.

Tapi adakah hal yang membedakan antara cerita yang dilakukan oleh Ibu atau Bapak, dalam hal mendongeng diruamah?

6

Sebenarnya nggak, sebagian besar sama saja. Kan ada yang bercerita sambil membacakan dengan buku dan ada yang langsung tanpa baca. Sebenarnya semuanya bisa melakukan, dan dua-duanya memang harus melakukan. Karena itu penting buat anak-anaknya juga, karena memang biasanya kecenderungan orangtua yang bapak itu lebih senang bercerita secara langsung, dan ibu itu dengan buku.

Tapi itu dua-duanya penting, nggak ada harusan “Oh ibu cuma bisa yang ini” itu nggak ada. Kalau pakai alat peraga, itu memang akan membantu anak cepat memperhatikan, tapi kadang juga akan buat cepat bosan. Kalau nggak baik dipakainya. Dan hal yang lebih perlu diperhatikan sebenarnya, lebih ke ceritanya. Tipsnya sih, dapat cerita yang lebih cocok pada anaknya. Ceritanya tuh cerita apa, usianya, usia berapa.

Mengingat sudah banyak anak yang bermain pada ranah digital, bagaimana Kak Aio menilai aktivitas dongeng sekarang?

Sebenarnya yang gue lihat, malah makin banyak sih orangtua yang mendongeng. Soalnya kalau ditanya ke teman-teman penerbit, kita ke toko buku aja itu sekarang, buku dongeng makin banyak, makin beragam. Dari konsepnya makin banyak, beraneka ragam dan ceritanya pun makin bagus-bagus sekarang. Dan lebih banyak orangtua yang lebih aware dan sadar kalau kegiatan mendongeng itu nggak hanya kebutuhan untuk anaknya saja, tapi juga pada orangtuanya. Makanya setiap kali kita bikin kegiatan dongeng itu, juga udah semakin banyak yang ikut dengar dongeng, yang ikut mau belajar dongengnya.

Walau sampai sekarang kita masih campaign kalau, mendongeng itu mudah, jangan disamakan sama pendongeng-pendongeng profesional yang udah pada jago. Kegiatan kita mau lebih mensederhanakan dongeng itu.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bun, Ini Dia Cara Menangani Pertengkaran dan Persaingan Antar Saudara

kids fighting

Pertengkaran dan persaingan antar saudara bisa muncul lantaran banyak faktor lho Bun. Bunda yang sekarang berstatus ibu dengan dua anak atau lebih, pasti merasakan dinamikanya. Yap, saat buah hati Bunda sukar sekali untuk akur. Persaingan ini memang tidak dapat dihindari, mengingat masing-masing anak ingin diperlakukan spesial oleh orang tuanya. Bahkan ada yang motivasinya memang untuk cari perhatian loh Bun.

Kendati lumrah terjadi, persaingan antarsaudara perlu ditangani dengan baik. Mengingat saudara adalah teman sebaya (peer) pertama yang anak miliki. Sementara melalui hubungan dengan saudara sekandung, anak belajar bagaimana harus berbagi, bersikap sebagai teman, mencintai, dan bersikap kooperatif. Nah, khusus para Bunda,begini caranya menyiasati pertengkaran antarsaudara.

Mempersiapkan Kakak Sebelum Kehadiran Adik

Jauh sebelum anak kedua lahir, Bunda bisa melibatkan si calon kakak dengan aktivitas yang berhubungan dengan menyambut kehadiran adik barunya. Dengan demikian, buah hati Bunda pun jadi lebih siap untuk menyandang status sebagai kakak.

Memperlakukan Setiap Anak Sebagai Individu Berbeda.

Masing-masing anak adalah individu yang unik. Oleh sebab itu berikan mereka perhatian sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka masing-masing ya Bun. Bersikap adil itu perlu walaupun sukar. Karenanya, Bunda harus sabar-sabar memberikan pengertian pada buah hati.

Jangan Memihak

Biarkan anak-anak menyelesaikan sendiri pertengkaran mereka. Kecuali, jika mereka tampak membutuhkan Bunda memfasilitasi komunikasi keduanya.

Menghindari Memupuk Kebiasaan Mengadu

Saat si kakak lari pada Bunda dan mengatakan adiknya merusak mainannya, katakan padanya bahwa Bunda tidak tertarik pada apa yang dilakukan adiknya. Namun, Bunda tertarik pada apa yang tengah dilakukannya. Ajaklah buah hati berdiskusi kalau kebiasaan mengadu itu tak baik ya Bun

Memberi Reward untuk Perilaku Kooperatif

Pemberian reward dilakukan untuk memperkuat perilaku. Ini agar anak mengerti bahwa, perilaku inilah yang diharapkan dari anak.

Dengan mengajarkan hal-hal tersebut, balita akan belajar bagaimana menyelesaikan masalah dengan benar. Jangan lupa untuk menekankan pentingnya hubungan saudara kepada anak-anak ya, Bun.

Hindari Membandingkan

Kompetisi memang kerap dilakukan orang tua untuk memotivasi anak-anak mereka. Namun jangan sampai Bunda membanding-bandingkan si adik dengan kakaknya, atau sebaliknya, karena akan menimbulkan kecemburuan.

Menumbuhkan Keunikan Anak

Perhatikan bakat si kecil ya Bun.Pasti buah hati Bunda punya bakat yang berbeda-beda. Dan sudah jadi tugas Bunda untuk mengembangkan dan memberikan kursus atau kegiatan khusus. Bakat khusus anak yang terus Bunda asah akan membangun harga dirinya.

Menghabiskan Waktu Bersama Setiap Anak Sesuai Prioritas

Anak-anak akan menghargai saat-saat berharga ini. Setiap anak punya kebutuhan berbeda. Bunda mungkin terpaksa tak dapat datang ke sekolah melihat penampilan si sulung menari karena adiknya sakit. Jelaskan hal ini pada kakak sebaik mungkin. Bila memungkinkan, minta suami menggantikan Bunda.

Membuat Batasan yang Jelas

Ajarkan kepada anak-anak bahwa mereka perlu saling menghargai dan jangan saling mengejek. Minta ijin ketika ingin meminjam barang milik saudaranya.

Mendengarkan Perasaan Anak

Mendengarkan perasaan anak penting untuk mengetahui apa sesungguhnya yang menjadi penyebab pertengkaran. Berikan pemahaman kepada si kecil mengenai apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bolehkah Menambah Garam dalam Seporsi Menu MPASI?

test suap

Saat si kecil sudah berusia enam bulan, Bunda dianjurkan untuk mulai mengenalkan dan memberi makanan pendamping ASI (MPASI) untuk buah hati. Tapi Bun, pemberian MPASI pun tak bisa sembarangan ya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya si kecil baik-baik saja dan nutrisi hariannya tetap terpenuhi. Salah satunya yaitu dalam memberikan garam untuk seporsi MPASI. Pernahkah Bunda memikirkan, sebenarnya boleh tidak ya menambahkan sejumput garam atau gula?

Sebenarnya, bayi akan tetap lahap makan hanya dengan rasa alami makanan yang ia konsumsi. Tapi seiring bertambahnya usia, selera makan si kecil pun juga akan berubah. Bila MPASI sudah terasa asin atau manis, pemakaian gula dan garam boleh dilewatkan.

Namun, jika bayi menolak makan karena MPASI terasa hambar, Bunda boleh menambahkan sedikit gula dan garam. Berdasarkan panduan dari WHO dan UNICEF, MPASI boleh ditambahkan garam dan gula dalam jumlah sedikit.

Bagaimanapun, garam merupakan salah satu sumber yodium. Kekurangan asupan yodium berisiko mengalami kerusakan otak serta mengganggu tumbuh kembang anak. Kalau Bunda masih ragu untuk menambahkan garam, alihkan saja dengan menambahkan keju, mentega, beragam racikan bumbu, dan santan agar MPASI terasa enak.

Bumbu-bumbu yang bisa digunakan di antaranya adalah daun sereh, bawang merah, bawang putih, lengkuas, dan daun pandan. Jadi, Bunda tetap bisa memasak beragam makanan agar si kecil juga lebih mudah makan karena MPASI-nya punya rasa yang lebih variatif. Ia pun dapat mengetahui bermacam-macam rasa dari masakan ibunya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Supaya Si Kecil Mau Sikat Gigi, Orangtua Pun Tak Boleh Malas Menyikat Gigi

kids brush

Menyikat gigi itu penting. Tapi belum semua orangtua paham soal pentingnya menyikat gigi dan mengenalkan aktivitas ini ke buah hati. Karenanya, baik orangtua maupun anak pun ada yang akhirnya terbiasa malas menyikat gigi.

Padahal, menurut Drg Fadli Jazaldi, Sp.Ort seperti dikutip dari detik.com, sangat tepat memberikan pendidikan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak sedini mungkin. Dengan rutin menyikat gigi, kesehatan mulut dan gigi pun jelas akan terjaga.

Di lain sisi, mengenalkan aktivitas ini sedari dini akan membentuk karakter disiplin pada buah hati. Bunda sendiri tak mau kan kalau si kecil mengalami masalah karena mulut dan giginya tak terjaga kebersihannya?

Berikan Contoh yang Baik ya Bun, Orangtua Harus Mengenalkan Segala Aktivitas Positif termasuk Soal Menyikat Gigi

Berikan contoh menyikat gigi yang baik pada buah hati ya Bun. Setidaknya perlihatkan juga bagaimana caranya menyikat gigi, Bun. Terutama untuk menjangkau area gigi belakang. Jadilah orangtua yang bisa memberikan contoh yang baik pada si kecil.

Saat menyikat gigi, beberapa area seperti lidah, gusi, dan geraham belakang adalah area yang tak boleh luput untuk dibersihkan. Tidak apa-apa gunakan gerakan yang berlebihan, tujuannya untuk memperlihatkan dengan jelas setiap langkah penting dari proses menyikat gigi.

Setelahnya  Bunda bisa bercermin memperlihatkan hasil gigi yang sudah disikat, pastinya dengan penuh rasa bahagia dan bangga. Ini untuk menunjukkan kepada anak bahwa Bunda telah melakukan sikat gigi dengan baik.

Atau Janjikan Hadiah Sederhana Saat Si kecil Mau Menyikat Gigi

Saat Bunda sendiri mungkin mulai lelah karena mengajari si kecil, tak apa-apa, tak perlu stress dulu Bun. Bunda bisa coba dengan membeli kalender dan stiker dengan gambar yang disukai si kecil.

Setiap pagi atau malam setelah menggosok gigi, tempelkan stiker di kalender untuk menandai bahwa anak telah menyikat giginya. Lakukan penempelan stiker setiap si kecil beres sikat gigi ya, Bun. Nah jika anak berhasil mengisi stiker di kalender sampai satu bulan penuh, berikan hadiah yang lebih besar, misal uang jajan atau mainan yang dia inginkan.

Buatlah Sebuah Dongeng yang Bisa Menarik Perhatiannya

Salah satu trik kreatif yang bisa mendorong si kecil untuk sikat gigi yaitu dengan mendongeng, Bun. Buatlah sebuah dongeng yang menyenangkan aatu cari cerita dongeng di internet yang ada korelasinya dengan aktivitas menyikat gigi ya Bun.

Penting digarisbawahi, jangan sampai Bunda membuat cerita yang justru menakut-nakutinya. Hal ini justru bisa membuat si kecil trauma. Sebagai contoh, suguhkan saja cerita soal ksatria yang harus mengalahkan monster hanya dengan menyikat gigi.

Atau Ajak Buah Hati untuk Menari, Bermain, lalu Menyikat Gigi Sembari Mendengarkan Musik

Aktivitas menyikat gigi normalnya berjalan selama dua menit. Nah, selama melatih si kecil agar rutin menyikat gigi, Bunda jangan hanya memintanya berdiri di depan wastafel. Melainkan ajaklah juga untuk menari sembari melatihnya agar tetap bisa mempertahankan teknik menyikat gigi dengan benar. Percayalah, hal ini akan membuat aktivitas menyikat gigi jadi lebih menyenangkan lho Bun.

Atau Berikan Varian Pasta Gigi yang Berbeda Setiap Minggunya

Anak akan senang melihat karakter favorit mereka pada kemasan pasta gigi, di lain sisi, mereka pun juga senang dengan rasa yang ditawarkan pasta gigi karena tidak pedih tak seperti pasta gigi orang dewasa. Percayalah Bun, hal ini membantu mendorong mereka untuk mau menyikat gigi.

Selain karakter, pasta gigi untuk anak juga tersedia dalam berbagai varian rasa. Untuk anak di bawah 3 tahun, menggunakan karakter pada pasta gigi dapat membantu mereka untuk memulai sikat gigi.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top