Kesehatan Ibu & Anak

Jika Tanda-tanda Ini Muncul, Biasanya Daya Tahan Tubuh Si Kecil Sedang Melemah Bun

anak sakit

Sebagai sistem alami yang punya peran penting untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Sistem imun buah hati, jelas harus diperhatikan terus ya bun supaya tubuhnya selalu sehat. Hanya saja, sebagai orangtua, kita tak selalu tahu kondisi sistem itu sedang dalam fungsinya yang baik-baik saja atau justru sistem kerjanya menurun sehingga membuat daya tahan tubuh si kecil jadi melemah.

Karenanya,yuk ketahui beberapa hal yang jadi tanda menurunnya kekebalan tubuh si kecil berikut!

Si Kecil Kelihatan Jadi Mudah Lelah

Bun, di rentang usia 2-6 tahun adalah usia terbaik anak untuk bermain. Normalnya, masa-masa ini memang menjadi waktu dimana si kecil sedang asyik-asyiknya menikmati setiap permainan yang ada. Saat asyik bermain, ia bahkan sering kali tak kenal waktu dan tak kenal lelah.

Nah, karenanya, kalau yang terjadi justru sebaliknya, yaitu si kecil yang sedikit-sedikit mengeluh lelah dan tak bisa menikmati waktu bermain, mungkin ini pertanda kalau daya tahan tubuhnya sedang menurun.

Ia Pun Jadi Lebih Sering Mengalami Infeksi

Tak hanya kelihatan mudah lelah, si kecil juga lebih rentan mengalami infeksi saat sistem imunnya menurun. Bentuk infeksi yang bisa terjadi pun beragam, baik berupa sariawan, radang gusi, diare, perut selalu terasa begah, hingga infeksi saluran kemih yang membuat si kecil mengeluh kesakitan setiap kali buang air kecil. Jadi, terus perhatikan daya tahan tubuh si kecil ya Bun.

Belum Lagi Flu, Demam, serta Sakit Tenggorokan yang Mendera

Flu, demam, serta sakit tenggorokan yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu berdekatan juga jadi pertanda daya tahan tubuh anak sedang menurun. Menurut para ahli, di usia batita, dalam setahun maksimal si Kecil akan mengalami sembilan kali flu, Bun. Begitu pun dengan gejala ringan lain seperti demam maupun sakit tenggorokan. Karenanya, waspadalah bila gejala-gejala ini muncul lebih dari batas yang disebutkan, ya Bun!

Tubuhnya pun Jadi Lebih Sensitif dan Rentan Alergi

Di usianya yang masih balita, si kecil biasanya lebih reaktif dan sensitif terhadap debu, serbuk sari, dan perubahan suhu ketimbang biasanya. Bun, kalau begini kondisinya, bisa jadi ini adalah pertanda sistem imun di tubuhnya tidak mampu menangkal alergen (zat pemicu alergi) dengan baik. Bila sistem imun si Kecil lebih lemah lagi, reaksi alergi seperti mata memerah, hidung berair, atau muncul iritasi di kulit mungkin saja terjadi, Bun

Kalau Ada Luka, Biasanya Jadi Tak Kunjung Sembuh

Hal terakhir yang juga bisa jadi petunjuk bahwa sistem kekebalan tubuh si Kecil sedang melemah ialah luka di luar yang tak segera sembuh. Kenapa? Sebab, menutup kembali luka dan membentuk jaringan kulit baru adalah salah satu peran dari sel darah putih.

Dengan kata lain, bila luka tak kunjung sembuh, kemungkinan jumlah sel darah putih di tubuh si Kecil memang sedang sedikit. Padahal, sel darah putih ini merupakan salah satu komponen utama sistem kekebalan tubuh si kecil Bun.

Nah, sebaiknya kalau lima tanda ini sudah muncul, usahakan agar Bunda lebih banyak memberikan asupan bernutrisi pada si kecil dan ajak pula ia untuk lebih aktif bergerak, ya. Dua cara ini akan cukup membantu memperkuat ketahanan tubuh si kecil, Bun.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Saat Si Kecil Mulai Masuk Sekolah Tapi Tetiba Kehilangan Nafsu Makan, Ini Lho Bun Penyebabnya…

kids no eat

Bun, pernah dibuat pusing menghadapi nafsu makan buah hati yang tiba-tiba turun terutama saat ia mulai masuk sekolah? Bunda perlu tahu, biasanya, anak yang sudah masuk usia sekolah sering mengalami penurunan nafsu makan. Padahal aktivitas mereka bertambah padat, bukannya jadi mudah lapar malah kehilangan nafsu makan. Tak perlu bertanya-tanya Bun, hal itu wajar sebab si kecil pasti sedang merasakan fase-fase ini…

Si Kecil Sedang Aktif Bergerak

Saat sudah masuk usia sekolah, si kecil makin mengenal banyak aktivitas. Termasuk bermain bersama teman dan ikut pelajaran di kelas serta mengeksplor lebih banyak hal yang lain. Akhirnya, pikiran dan tenaganya terfokus pada kegiatan, sehingga sering mengesampingkan rasa lapar. Ini bisa jadi pemicu nafsu makannya menurun, Bun.

Terlalu Banyak Kegiatan yang Sedang Dilakukannya

Banyak beraktivitas mestinya membuat tenaga anak terkuras dan merasa lapar. Tapi faktanya, rasa lelah justru mendorong tubuh untuk beristirahat dengan tidur atau sekadar rebahan. Bunda perlu tahu, tidur bisa menekan rasa lapar sehingga si kecil bisa merasa segar kembali saat bangun.

Ia Sedang Mengalami Mood Swing

Tak hanya orang dewasa yang mengalami mood swing. Kendati terlihat aktif bergerak dan menikmati segudang aktivitasnya, anak-anak bisa tetap merasa jenuh. Ia tidak bisa menerjemahkan rasa penat seperti orang dewasa. Hasilnya, ia terlihat kurang bersemangat dan tidak nafsu makan. Di lain sisi, terlalu banyak tugas atau materi pelajaran di sekolah juga bisa membuat mood si kecil jadi berantakan lho Bun.

Atau Jangan-jangan Si Kecil Sudah Terlalu Kenyang Makan Camilan

Selain sedang aktif-aktifnya bermain, si kecil pun pasti sedang doyan jajan. Aneka makanan ringan di kantin sampai jajanan kaki lima di depan sekolah, semuanya menggoda untuk dibeli. Belum lagi camilan yang Bunda sediakan.

Begini Bun, kalau ia lebih tertarik dengan makanan ringan, solusi tepat yang sebaiknya Bunda lakukan adalah membuatkan camilan sehat. Di lain sisi, apstikan jajanan yang ia beli selama di sekolah pun terjaga kesehatannya.

Mungkin Juga, Porsi yang Bunda Siapkan Terlalu Banyak

Menyantap makanan dalam porsi pun bisa menghilangkan nafsu makan si kecil. Kondisi dimana perut terlalu kenyang membuat anak jadi malas makan di jadwal berikutnya. Karenanya, justru biarkan si kecil menyantap makanan dalam porsi kecil tapi berkali-kali dibanding kekenyangan dan justru membuat nafsu makannya hilang.

Lagipula Bun, jangan terpaku pada porsi makan ya, tapi utamakan asupan gizinya yang lebih penting untuk diperhatikan. Selama ia sudah mengonsumsi sumber gizi lengkap, tak perlu makan banyak untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kalau Terbiasa Dengar Lagu Cinta Orang Dewasa, Cara Berpikir Si Kecil Akan Terganggu Loh Bun!

kids singing

Produksi lagu anak semakin jarang bahkan memudar. Industri musik memang berkembang, tapi tidak dengan terciptanya lagu anak-anak. Dampaknya, anak-anak kita pun jadi lebih sering “terpapar” dengan lagu-lagu cinta yang tak sengaja mereka dengar. Padahal di usianya, si kecil belum dianjurkan untuk mendengarkan lagu-lagu semacam itu. Bagaimanapun, seperti orang dewasa, anak kecil pun perlu hiburan terutama dalam hal musik yang sesuai dengan usianya.

Sementara, lagu-lagu orang dewasa yang sering sekali diputar justru bertema asmara, entah jatuh cinta maupun patah hati, belum lagi tema yang menjurus ke perselingkuhan. Walau mungkin si kecil belum tahu makna lagunya, kata-kata hingga kalimat yang terdapat di lagu orang dewasa jelas belum cocok saat didengarkan atau bahkan dinyanyikan oleh si kecil.

Kondisi semacam ini ada efeknya lho Bun, tanpa sadar, cara pandang si kecil mengenai kehidupannya pun bisa terganggu kalau terbiasa mendengarkan atau menyanyikan lagu orang dewasa.

Si Kecil Akhirnya Berpotensi Jadi Lebih Cepat Dewasa

Perkembangan mental dan bahasa pada anak-anak tak bisa disamakan orang dewasa lho Bun. Hal ini lantaran perkembangan pola pikirnya belum setara dengan pemahaman yang dilakukan orang dewasa pada umumnya.

Anak-anak masih memiliki persepsi yang subyektif sehingga akan menerima informasi terhadap lagu orang dewasa yang didengarnya tanpa disaring. Tanpa disadari si anak akan menyerap setiap kata-kata pada lirik lagu itu. Padahal pola pikir seperti ini belum seharusnya dirasakan atau dipikirkan anak-anak.

Seiring berjalannya waktu saat si anak terus mendengar atau menyanyikan lagu orang dewasa, dirinya akan berkembang tidak sesuai dengan usianya sekarang.

Si Kecil pun Akan Mudah Terbawa Emosi

Kebanyakan lagu anak-anak terkesan ceria apalagi lagunya diciptakan agar mudah dihafal dan sesuai dengan karakter. Keberadaan musik dan lagu pun memang penting, terutama bagi anak-anak, adanya lagu diharapkan dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan diri anak dari berbagai aspek. Mulai dari aspek secara fisik, emosi, kecerdasan bahkan kehidupannya secara sosial.

Namun, saat lagu-lagu orang dewasa diputar di rumah secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Kalau diusianya sekarang ini ia sudah mendengar lagu bergenre metal misalnya, nada musik dan cara bernyanyi yang terkesan seperti orang marah-marah bisa berpengaruh terhadap kondisi emosi si Anak.

Cara Berpikirnya Pun Berubah Lho Bun Kalau Terbiasa Terpapar Lagu Dewasa

Ketidaksesuaian lagu yang didengar atau dinyanyikan anak-anak terhadap umurnya terkadang membuat cara berpikir dirinya terganggu. Apalagi kalau di dalam lagu tersebut bisa saja terselip konten seksual, hal ini bisa membentuk persepsi kalau  konten-konten seksual dianggap sangat wajar untuk dikonsumsi.

Lirik yang didengarkan si Anak pada lagu orang dewasa juga akan memicu berbagai pertanyaan-pertanyaan kritis. Apalagi kalau misalnya pertanyaan tersebut sejatinya belum seharusnya dimengerti oleh mereka. Kalau mereka tak menemukan jawaban dari orangtuanya, bisa saja mereka mencari tahu sendiri arti lagu yang didengarkannya melalui video klip..

Bahkan Dikhawatirkan Bisa Mencipta Trauma Tersendiri Bagi Anak-anak

Trauma pada anak-anak terhadap lagu orang dewasa bisa saja terjadi lho Bun. Si kecil yang mendengarkan lagu orang dewasa bisa merasakan senang, sedih, atau bahkan kagum terhadap seseorang. Bahkan rasa sedih pada lagu patah hati bisa saja terjadi sekalipun dirinya belum pernah benar-benar merasakan ditinggal seorang kekasih.

Bukan hanya itu, trauma pada anak-anak bisa muncul saat ia melihat video klipnya. Tahu sendiri kan Bun, sebuah video klip khususnya lagu luar negeri terkadang tidak sesuai dengan usia anak-anak. Bisa bertema kecelakaan, perang, atau bahkan perceraian orangtua, hingga konten dewasa yang belum layak dikonsumsi anak-anak.

Jadi Bunda harus lebih bijak ya untuk memberikan tontonan atau lagu untuk didengarkan si kecil di rumah.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Pakai Cara yang Menyenangkan Saat Kenalkan Warna ke Si Kecil

warna

Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Si kecil sudah bisa membedakan tujuh warna dasar ini belum, Bun? Biasanya, anak-anak akan memiliki kemampuan mengenali nama-nama warna saat ia beranjak di usia 3-5 tahun.

Pada usia ini, seharusnya si kecil diharapkan mampu mengenal setidaknya empat nama warna dan mengenali warna tersebut dengan tepat, Bun. Karena anak pun akan menggunakan kemampuan visualnya, jangan sampai Bunda tak melatih visualnya sejak dini. Ada banyak cara lho Bun, lima hal ini salah satunya…

Gunakan Makanan Ringan Sebagai Medium Awal Bunda Mengenalkan Warna

Bun, cukup taruh makanan ringan tersebut pada sebuah wadah, lalu tantang si anak untuk menyusun makanan tersebut berdasarkan warna-warnanya. Tak hanya makanan ringan seperti sereal atau permen, Bunda juga memanfaatkan beberapa jenis buah, sayuran, bahkan crackers kesukaannya demi mengenalkan warna padanya.

Atau Mintalah Si Kecil Memilih Pakaiannya Berdasarkan Warna ya Bun

Latihlah si kecil mengidentifikasi barang-barang yang ada di lemari bajunya. Mintalah ia untuk menyusunnya berdasarkan warna yang sama atau berbeda. Kalau mereka dapat memahami cara ini, dalam beberapa waktu, ajaklah si kecil untuk menyusun pakaian sesuai warna, seperti menempatkan sepasang kaos kaki atau menyocokkan baju dan celana dengan warna senada.

Ajarkan Juga Soal Praktik Mencampurkan Warna ya Bun

Bun, di akhir pekan, selagi Bunda punya banyak waktu, manfaatkan pewarna makanan sebagai medium untuk melatih buah hati semakin mengerti soal warna. Anak-anak dapat berkreasi dengan mencampur warna dan menceritakan tentang warna-warna baru yang telah mereka buat.

Bunda bisa mencontohkannya terlebih dahulu dengan mencampurkan air berwarna biru dan merah kemudian menghasilkan warna ungu. Atau air berwarna kuning dan biru demi mendapatkan warna hijau. Kegiatan semacam ini pasti menyenangkan lho Bun!

Pandu Si Kecil Saat Bermain dengan Gawai Terutama yang Mengenalkan Soal Warna

Ada banyak mainan edukatif di gawai bunda, salah satunya, permainan Color Me Pete, yang mengajak si kecil bangun dari kursinya dan mulai berinteraksi dengan lingkungannya. Color Me Pete adalah permainan yang meminta pengguna untuk menelusuri lingkungan mereka melalui warna-warna tertentu menggunakan kamera gawai.

Saat si kecil menemukan warna yan cocok, tekan layar untuk memilih. Color Me Pete mengetahui warna yang telah ditekan dan akan memberitahu apakah warnanya cocok atau tidak.

Ajak Si Kecil Menyusun Lego dan Terlebih Dahulu Menyebutkan Warna Balok Lego yang Diambilnya

Bun, mainan yang satu ini sangat memudahkan Bunda dalam mendemonstrasikan warna pada si kecil. Di waktu senggang, ajak si kecil untuk menyusun lego sesuai pola yang diinginkan, sembari menyusun, Bunda juga bisa memintanya untuk menyebutkan apa warna balok lego yang diambil si kecil.

Dengan begini, tak hanya melatih kemampuannya dalam mengenali bentuk dan struktur, tapi kemampuan visualnya soal warna pun bisa lebih baik lagi lho Bun.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top