Buzz

Jika Ingin Mempunyai Anak Cerdas, Carilah Istri yang Cerdas, Kecerdasan Anak Turun Dari Ibu

pexels-photo-1680624

Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika Anda ingin mempunyai anak yang cerdas, carilah seorang istri yang cerdas, karena ternyata kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

Ibu yang cerdas berpotensi melahirkan anak yang cerdas pula

Menurut Dr. Ben Hamel, seorang ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands, kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom X yang berasal dari Ibu. Ibu yang memiliki 23 pasang kromosom XX tentunya lebih berperan dalam menentukan kecerdasan seseorang. Oleh karena itu, Ibu yang cerdas berpotensi melahirkan anak yang cerdas pula.

Namun demikian, tidak selalu kecerdasan 100% diturunkan dari Ibu kepada anaknya. Penurunan sifat ini bisa saja gagal oleh karena beberapa faktor. Salah satu penyebabnya bisa karena kegagalan peleburan kromosom pada saat fertilisasi. Kegagalan ini dapat menimbulkan kelainan yang berupa retardasi mental.

Dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan

Menurut neurolog sekaligus Kabid Pemeliharaan Peningkatan Intelegensia Kesehatan Depkes RI, Adre Mayza, SpK (K), Seperti dikutif dari detikhealth (25/02/2016), dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan.

Meski tidak mempengaruhi seutuhnya, namun banyak juga anak yang terlahir cerdas dari orang tua yang cerdas. “Gen ibu lebih banyak berperan pada kecerdasan anak. Kalau anaknya cerdas, biasanya ibunya juga cerdas. Jadi kalau cari suami nggak perlu yang pintar-pintar amat, tapi kalau cari istri kalau bisa yang pintar,” ujar Adre.

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

    • vie

      March 5, 2016 at 12:37 pm

      knp jaman skrng sngt terobsesi dg kecerdasan anak.. artikel ini akan membuat wanita yg kurang cerdas mjd pilihan yg kurang bagus…sebenarnya mau dibuat mjd apa anak shg harus cerdas… dimasa depannya akan tetap ada 2 pilihan mjd karyawan apa pengusaha itu sj.

    • yeni yulisa

      April 24, 2016 at 5:24 pm

      Ibu biasa aja tp bapakku adalah bintang di kelasny.
      Dan alhamdulillah aku dan adik2ku termasuk siswa2 berprestasi.
      Suamiku biasa aja.
      Tp anak kami jg termasuk siswa berprestasi.
      Nah klo gini kepintarannya dari mn?

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kehabisan Ide Saat Siapkan Bekal? Intip Lima Akun Instagram yang Siap Menginspirasi Bunda

adorable-babies-bench-1703142

Bekal makanan yang nikmat dengan tampilan lucu tentu sangat menyenangkan untuk disantap. Selain lebih terjaga kehigienisannya, makanan yang diolah sendiri pun bisa diatur sesuai dengan keinginan masing-masing.

Tenang, saat ini banyak sekali kerasi unik yang bisa digunakan sebagai referensi para ibu rumah tangga dalam menciptakan bekal yang menarik dan lezat dari Instagram. Beberapa akun ini bisa dijadikan alternatif bagi Bunda yang sedang bingung dan membutuhkan ide-ide baru.

IG:@resepyummyanak

View this post on Instagram

Macaroni Schotel By @laras.myers Bahan : – 100 gr makaroni – 1 sdm butter untuk menumis – 150 gr daging giling – 1/2 bawang bombay, cincang halus – 1 bawang putih, cincang halus – 1 sdm munjung tepung terigu – 150 ml susu cair – 1/4 sdt pala bubuk – 1/4 sdt merica bubuk – garam secukupnya – keju parut secukupnya (aku pake cheddar + parmesan) Bahan tambahan : – 1 telur ukuran besar, kocok lepas – 200 ml susu cair – keju parut untuk taburan, secukupnya . Cara membuat : – rebus makaroni sesuai petunjuk di kemasan. Angkat tiriskan – panaskan butter, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum, masukkan daging giling, masak hingga daging matang – masukkan tepung terigu, aduk rata, tuang susu sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk rata – masukkan garam, merica bubuk, pala bubuk, kaldu bubuk. Masukkan makaroni, aduk rata – masukkan keju parut, aduk rata, koreksi rasa – tuang makaroni kedalam pinggan tahan panas, sisihkan – untuk bahan tambahan : campur telur dan susu, aduk rata. Tuang di atas makaroni lalu taburi keju parut diatasnya – panggang dalam oven dengan suhu 180 C selama 45 menit – angkat, sajikan dengan saus sambal dan saus tomat #reseplarasmyers #larasmyers_macaronischotel #larasmyers_pasta #larasmyers_makaronipanggang #makaronipanggang #macaronischotel #resepmacaronischotel #resepmakaronipanggang – #regrann

A post shared by Ide/Inspirasi + Resep Masak (@resepyummyanak) on

Bila si kecil sulit makan, penyebabnya bisa jadi karena mereka tak tertarik dengan masakan yang Bunda hidangkan. Nah, sebagai referensi bekal yang tepat, Ada baiknya Bunda menilik Instagram yang satu ini. Dalam akun resepyummyanak, banyak sekali makanan menarik yang sangat cocok disajikan untuk bekal makanan sekolah sang buah hati.

IG:@bekalanaksekolah

Nah, kalau Bunda ingin menyantap makanan sehat dan nikmat tanpa mengeluarkan banyak uang? Ya, menyiapkan bekal makanan sendiri adalah jawaban yang paling tepat. Tapi jika Bunda masih kebingungan untuk memilih masakan apa saja yang menarik untuk dihidangkan, akun bekalanaksekolah bisa menjadi pilihan yang tepat.

IG:@workweeklunch

Bun, sebagai ibu rumah tangga, jangan terlalu malas membuatkan bekal untuk si kecil. Tak usah memilih menu yang rumit untuk dibawa ke kantor atau sekolah. Sebagai solusinya akun workweeklunch membagikan banyak tutorial mengolah makanan secara sederhana dan cepat. Ada pula tutorial membuat bekal nikmat dengan bahan utama seadanya. Nantinya Bunda pasti tertarik untuk mencobanya.

IG:@dapurbekal

View this post on Instagram

Banjir DM 😂 Sebenernya menu yang kemarin itu udah pernah dan sering aku share resepnya. Cuma mungkin banyak followers baru, aku ketik ulang ya resepnya (jgn lupa like dan save lho😛). Enak banget yg pasti, favorit si abang banget! . HONEY BUTTER CHICKEN ala #dapurbekal Bahan 1 porsi: • 100gr paha ayam filet (potong sesuai selera) • tepung goreng serbaguna secukupnya • 1sdm margarin • 1 siung bawang putih (cincang halus) • wijen sangrai utk taburan . Bahan saus: • 2sdt kecap asin • 1sdt kecap manis • 2sdt madu • 2sdt gula pasir • wijen sangrai . Cara: 1. Bumbui ayam dgn garam & merica, diamkan 15menit. 2. Goreng ayam dengan tepung goreng serbaguna. Tiriskan & sisihkan. 3. Campurkan semua bahan saus di mangkok, aduk rata. Sisihkan. 4. Panaskan margarin, tumis baput sampai wangi (api kecil). 5. Masukkan campuran saus, aduk2 sebentar. Lalu masukkan ayam goreng. 6. Aduk sampai saus melekat di ayam goreng. 7. Sajikan dgn taburan wijen. . Kalau nasinya: GARLIC BUTTER RICE ala #dapurbekal Bahan: – 1 porsi nasi putih – 1 siung bawan putih (cincang halus) – 1sdm margarin – 1sdm kecap asin – garam & merica secukupnya – mixed vegetables . Cara: 1. Panaskan margarin, tumis baput sampai wangi. Masukkan mixed vege, masak sampai matang. 2. Masukkan nasi, garam, merica, kecap asin. Aduk dgn api besar sampai semua tercampur rata. . . . #dbekal_ayam #dbekal_nasi #honeybutterchicken #resepmasakan #garlicbutterrice #f52grams #foodphotography #lunchbox #bento #simplebento #vsco #foodvsco #iphoneonly #bekal #bekalanak #bekalsuami #idebekal #kotakbekal #veggies #friedchicken #shareresep #guniezzt #berbagiresep #resepyummy #contentcreator #bentobox #gengbekel

A post shared by Dapur Bekal by Clarissa (@dapurbekal) on

Seperti namanya, akun ini pun memberikan beerapa tips membuat bekal yang mudah dan cepat. Kendati kelihatannya mudah, kreasi makanan yang disajikan justru tak monoton. Bunda bisa meniru dengan membuat beraneka hidangan dengan mengikuti resep yang sudah disediakan oleh adminnya. Selamat mencoba ya Bun!

IG:@idebekal

View this post on Instagram

DONUTS By @inovpelawi Bahan : 300 g tepung protein tinggi 50 g gula pasir 10 g susu bubuk sejumput garam 5 g ragi 1 telur + susu/air dingin hingga beratnya 200-215 gr 30 g butter Cara : 1.. Campur rata terigu, gula pasir, susu bubuk, garam. Tambahkan ragi. 2. Campur kuning telur, susu/ air, aduk rata. Masukkan ke campuran tepung, sedikit demi sedikit, hentikan penambahan cairan jika adonan sdh dpt dipulung. Uleni 5 menit. 3. Tambahkan butter sedikit2, campur lalu uleni hingga kalis. Untuk cara mengulen dgn tangan ba diliat di #matongtutorial :) . 4 . Taruh adonan di mangkuk yg tlh diolesi sedikit minyak, tutup dgn plastic wrap, diamkan di tmpt hangat kurang lbh 45 menit-1 jam atau hingga mengembang 2x lipat. 5. Setelah mengembang, kempiskan, bagi adonan @ 40 g, bentuk bulat, tutup dgn plastic wrap, diamkan di tmpt hangat sekitar 20 menit. 7. Goreng dlm minyak banyak dgn api kecil. Dinginkan. Beri toping . .

A post shared by Idebekal (@idebekal) on

Di akun Instagram idebekal, para pengikutnya dapat menambah referensi bekal makan siang yang menarik dan yang pasti menggugah selera. Tersedia banyak sekali pilihan makanan berat yang sangat menarik untuk dilihat. Bun, yuk pelajari cara membuat bekal makan siang yang menarik ini cukup dengan melihat resep yang ada dibawah postingan foto.

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Hanya Berikan Limpahan Kasih Sayang, Didik Si Anak Tunggal Agar Lebih Berkarakter ya Bun

affection-baby-babysitter-1116050

Sebagai orangtua milenial, banyak yang berpikir lebih baik memiliki satu anak saja. Sebab ada banyak pertimbangan kenapa akhirnya pasangan suami istri sepakat dengan keputusan ini. Salah satunya karena alasan ekonomi atau pendidikan.

Di lain sisi, jika Bunda adalah salah satu orangtua yang membesarkan anak tunggal, Bunda perlu tahu jika kelak psikologis anak tunggal akan berbeda dengan anak yang memilki saudara kandung. Belum lagi label yang sering mereka terima seperti anak manja, egois, bahkan sulit beradaptasi.

Di atas semua tantangan ini, Bunda perlu memastikan bahwa si kecil kelak akan tumbuh jadi pribadi yang baik. Lantas, bagaimana caranya mengasuh anak tunggal? Ini dia caranya, Bun.

Beri Kesempatan pada Dirinya untuk Bersosialisasi dengan Teman-temannya ya Bun

Si kecil perlu sosialisasi ya Bun. Biarkan ia memiliki keterampilan sosial seperti menunggu giliran atau bergabung dengan sekelompok teman yang mungkin menurutnya tak mudah lantaran mereka tak memiliki saudara yang bisa memberinya contoh.

Karenanya, penting bagi si kecil menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi dengan anak-anak seusianya. Melakukan kegiatan dengan teman-temannya akan membantunya berteman dengan mudah dan memahami konsep bersabar dan menunggu giliran seseorang.

Dukunglah Si Kecil Untuk Jadi Sosok yang Mandiri

Karena tak memiliki saudara untuk melatihnya bekerjasama, Bunda tak bisa serta merta melimpahkan banyak pekerjaan pada si kecil. Melakukan semua pekerjaan untuk anak justru membuat si anak jadi malas dan kian bergantung pada orangtuanya Bun. Untuk itu, dorong ia untuk mulai melakukan hal-hal yang baik sejak dini demi membuatnya kian mandiri. Biasakan si kecil untuk mau mandi, menyikat gigi, bahkan merapikan tempat tidur secara mandiri ya Bun.

Jangan Memaksanya untuk Jadi Sempurna

Bun, sekalipun ia harapan Bunda satu-satunya di keluarga, hindari menggantungkan semua harapan Bunda padanya. Justru berikan dukungan untuk setiap hal yang hendak diwujudkannya. Jangan memaksanya untuk jadi sempurna ya, Bun.

Menekannya untuk selalu sempurna akan membuatnya merasa kalau apapun yang ia berusaha berikan tak pernah membuat orangtuanya merasa cukup. Hargai setiap potensi yang dimiliki oleh setiap anak. Penting untuk diingat bahwa setiap anak memilki bakat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya ya Bun.

Tapi, Ada Kalanya Bunda dan Ayah Perlu untuk Bersikap Tegas

Sekalipun statusnya sebagai anak satu-satunya, sebenarnya tak baik lho jika selalu memenuhi segala keinginan anak. Ada waktunya untuk berkata iya dan tidak. Mungkin awalnya anak akan merajuk bila keinginannya tidak dipenuhi. Beri pemahaman sehingga anak mengerti mengapa Bunda perlu berkata tidak. Sikap tegas perlu dilakukan agar anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang manja dan egois.

Dan Selalu Ajarkan Ia untuk Berbagi

Sebagai anak tunggal, bisa saja ia tak mengerti cara untuk berbagi karena memang tak terbiasa. Mungkin karena tidak ada kakak atau adik yang bisa diajak berbagi. Untuk itu, penting bagi Bunda untuk terbiasa mengajarinya berbagi pada sekitarnya. Baik pada Bunda dan ayah maupun pada teman di sekolah. Percayalah, karakter ini perlu dibangun guna menghindari berkembangnya karakter egois pada buah hati.

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Lima Aturan Mendidik anak Tunggal Agar Lebih Mandiri

pexels-photo-1438511

Anak tunggal alias anak satu-satunya identik dengan sifat manja, egois, dan sulit bersosialisasi. Mereka sering dianggap tidak bisa mandiri dan ingin menang sendiri. Padahal, semua itu tergantung pola asuh yang diberikan orang tua.

Jika orang tua tidak bisa mendidik anak tunggal, karakter negatif lah yang menguasai dirinya. Sebaliknya, bila mereka dididik dengan benar, justru akan terbentuk pribadi yang kreatif, ceria, bahkan berprestasi dan pandai bergaul.

Dengan pola didikan yang tepat, anak tunggal justru akan mudah mendapatkan banyak teman karena dia merasa sendirian. Nah, bila Bunda memiliki anak tunggal, terapkan prinsipp-prinsip berikut ini saat mendidik si anak tunggal supaya mereka bisa tumbuh jadi manusia yang mandiri dan disiplin.

Berikan Tanggung Jawab

Ya, memiliki anak tunggal tak lantas Bunda terus memanjakannya sepanjang waktu. Bunda pun harus memberikannya tugas supaya rasa tanggung jawabnya terbentuk ya Bun. Sebagai contoh, berikan si kecil tugas untuk menyiram bunga setiap sore. Ketika dia sudah menuntaskan pekerjaannya, berikan ucapan terima kasih. Begitu pun saat anak bersedia membereskan mainannya, ungkapkan apresiasi Anda.

Ajak Anak saat Silaturahmi ke Rumah Teman

Salah satu hal yang perlu dihindari jauh-jauh oleh si anak tunggal adalah menutup diri dari pergaulan atau pertemanan di sekitarnya. Sebagai orangtua, bila Bunda mulai melihat adanya indikasi semacam ini, cobalah mengajak anak ketika Bunda pergi ke rumah teman.

Ajarkan kepadanya tentang cara bersosialisasi dengan orang lain. Atau, Bunda juga bisa menjadwalkan kunjungan ke tempat yang berbeda setiap seminggu sekali. Dengan demikian, anak akan menjadi pribadi yang supel dan mudah beradaptasi.

Jangan Lupa, untuk Mulai Ajarkan Ia Tentang Berbagi dan Peduli pada Orang-orang yang Ada di Sekitarnya

Yang namanya mendidik anak tunggal tidaklah mudah. Tapi jangan sampai ia terbuai dengan segala fasilitas yang diberikan orangtuanya. Bagaimanapun, kelebihan anak tunggal adalah terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkan tanpa harus berbagi.

Hal itulah yang membuat anak tunggal tumbuh menjadi pribadi egois. Tapi Bunda bisa mencegah kepribadian negatif tersebut agar tak muncul dengan mengajarkan peduli pada orang di sekitarnya. Misalnya, ketika ada pengamen, serahkan uangnya pada si kecil, biarkan dia yang memberikannya. Membiasakan si kecil untuk mengisi kotak sedekah di masjid juga bisa memicu empatinya.

Bijaklah Dalam Menuruti Kemauan si Kecil

Kebanyakan anak tunggal ingin kehendaknya selalu dituruti. Jika tidak, bisa-bisa mereka merajuk pada orang tuanya sampai mendapatkan sesuatu yang diminta. Biasanya, orang tua akan menuruti keinginan si anak karena takut kehilangan.

Namun, cara mendidik seperti ini tidak tepat. Nah, kalau Bunda mendidik anak tunggal dengan memanjakannya, dia akan menjadi pribadi yang lemah. Bunda dan ayah boleh menuruti keinginan anak ketika itu berhubungan dengan masa depannya. Misalnya, si anak ingin sekolah di SD favorit, saat inilah Bunda bisa mengikuti maunya. Pembentukan karakter bagi si anak tunggal sangatlah penting demi masa depannya. Karenanya, biarlah si kecil juga terbiasa mengeksplorasi kemampuannya.

Jangan sampai sebagai orangtua, Bunda cenderung protektif dan suka mengatur. Padahal, sikap seperti ini tidak baik untuk perkembangan anak tunggal. Justru, anak mengeksplorasi kemampuan dengan bermain bersama teman-temannya.

Selagi tindakannya positif, tak perlu mengeluarkan ultimatum. Izinkan dia melakukan hal-hal yang bermanfaat selama Bunda masih bisa mengawasinya secara wajar. Sikap orangtua yang terlalu mengekang akan membuat anak kehilangan rasa percaya diri dan bergantung pada Bunda.

Dan Jadilah Teman dan Sahabat yang Baik untuk Si Kecil ya Bun

Lantaran tak memiliki saudara, mereka rentan didera perasaan kesepian. Biasanya, ketika memasuki usia 3 tahun, dia akan menyadari pentingnya kehadiran saudara kandung dalam hidupnya. Anak tunggal merasa hidup sendirian meskipun Bunda ada di sisinya.

Akibatnya, ketika dewasa, dia menutup diri dari lingkungannya. Nah, sebelum hal ini terlanjur, Bunda pun perlu mendidik dan berprinsip jika Bunda ini teman dan sahabat yang tepat untuk buah hati. Jadilah temannya yang pertama. Bermainlah bersama anak dan ajak berkomunikasi layaknya seorang teman. Dengan demikian, anak tidak lagi merasa sendirian.

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top