Buzz

Jika Ingin Mempunyai Anak Cerdas, Carilah Istri yang Cerdas, Kecerdasan Anak Turun Dari Ibu

Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika Anda ingin mempunyai anak yang cerdas, carilah seorang istri yang cerdas, karena ternyata kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

Ibu yang cerdas berpotensi melahirkan anak yang cerdas pula

Menurut Dr. Ben Hamel, seorang ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands, kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom X yang berasal dari Ibu. Ibu yang memiliki 23 pasang kromosom XX tentunya lebih berperan dalam menentukan kecerdasan seseorang. Oleh karena itu, Ibu yang cerdas berpotensi melahirkan anak yang cerdas pula.

Namun demikian, tidak selalu kecerdasan 100% diturunkan dari Ibu kepada anaknya. Penurunan sifat ini bisa saja gagal oleh karena beberapa faktor. Salah satu penyebabnya bisa karena kegagalan peleburan kromosom pada saat fertilisasi. Kegagalan ini dapat menimbulkan kelainan yang berupa retardasi mental.

Dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan

Menurut neurolog sekaligus Kabid Pemeliharaan Peningkatan Intelegensia Kesehatan Depkes RI, Adre Mayza, SpK (K), Seperti dikutif dari detikhealth (25/02/2016), dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan.

Meski tidak mempengaruhi seutuhnya, namun banyak juga anak yang terlahir cerdas dari orang tua yang cerdas. “Gen ibu lebih banyak berperan pada kecerdasan anak. Kalau anaknya cerdas, biasanya ibunya juga cerdas. Jadi kalau cari suami nggak perlu yang pintar-pintar amat, tapi kalau cari istri kalau bisa yang pintar,” ujar Adre.

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

    • vie

      March 5, 2016 at 12:37 pm

      knp jaman skrng sngt terobsesi dg kecerdasan anak.. artikel ini akan membuat wanita yg kurang cerdas mjd pilihan yg kurang bagus…sebenarnya mau dibuat mjd apa anak shg harus cerdas… dimasa depannya akan tetap ada 2 pilihan mjd karyawan apa pengusaha itu sj.

    • yeni yulisa

      April 24, 2016 at 5:24 pm

      Ibu biasa aja tp bapakku adalah bintang di kelasny.
      Dan alhamdulillah aku dan adik2ku termasuk siswa2 berprestasi.
      Suamiku biasa aja.
      Tp anak kami jg termasuk siswa berprestasi.
      Nah klo gini kepintarannya dari mn?

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bayi yang Sering Diajak Ngobrol Orangtua Sejak Dalam Kandungan Tumbuh Lebih Pintar, Ini Cara Mengajak Bayi Bicara Sejak dalam Kandungan

bicarapadaanak

Mengajak anak mengobrol sejak dia bayi atau bahkan dalam kandungan banyak manfaatnya. Penelitian menunjukkan anak yang sering diajak bicara orangtuanya mulai dari usia bayi tumbuh menjadi lebih pintar.

Adanya hubungan antara kesuksesan akademis seorang anak

Penelitian tersebut salah satunya dilakukan Betty Hart dan Todd Risley. Keduanya menuliskan hasil penelitian mereka dalam buku berjudul Meaningful Differences in the Everyday Experience of Young American Children.

Dari hasil penelitian itu ditemukan adanya hubungan antara kesuksesan akademis seorang anak dengan jumlah kata yang diucapkan orangtua pada sang anak hingga usia tiga tahun.

Ini Tiga hasil penting dari penelitian Hart dan Risley lainnya adalah:

1. Kemampuan bahasa dan IQ anak tergantung dari seberapa sering orangtua mengajak anaknya bicara.
2. Sukses akademis anak di usia sembilan dan 10 tahun dipengaruhi banyaknya kata atau pembicaraan yang mereka dengar dari lahir hingga usia tiga tahun.
3. Orangtua dengan anak yang punya kemampuan akademis lebih bicara lebih sering dengan anak mereka, ketimbang orangtua yang kemampuan akademis anaknya kurang.

Kapan waktu yang tepat untuk mengajak janin berbicara ?

Stimulasi yang dilakukan pada janin berbeda-beda disesuaikan dengan usia kehamilan. Psikolog perkembangan Harold I Kaplan, Benjamin J Sadock, dan Jack A Grebb, stimulasi pada janin dapat dilakukan pada usia kehamilan 18-20 minggu.

Bahkan menurut penelitian lainnya menyatakan bahawa janin memiliki kemampuan dalam perkembangan psikologi dan biologis pada saat kontasepsi. Dengan demikian kemampuan mulai dapat bereaksi pada rangsangan luar.

Suara ibu dapat mempercepat denyut jantung janin karena lesatan sel syaraf janin. Inilah saat yang tepat untuk ibu hamil melakukan rangsangan atau stimulasi. Ketika janin mendengar suara ibu maka denyut jantung janin akan bergerak aktif. Berbeda ketika janin mendengar suara orang lain dimana ritme jantungnya akan melambat.Saat ritme jantung janin aktif janin menyimpan kata-kata yang dikenal dengan istilah stimulasi kognitif.

Sedangkan pada saat janin berkembang, emosional janin yang tersentuj dengan musik klasik maka stimulasi yang diberikan adalah stimulasi afektif.Begitupula dengan mengelus perut janin melalui kulit yang berhubungan dengan stimulasi fisik, motorik.

Bagaimana Cara Mengajak Janin Berbicara didalam Kandungan?

1. Hindari Berkata Negatif,  Janin belum mampu untuk memahami orangtua secara seutuhnya.

bicaraanak

Hindari menggunakan kata negatif “tidak” ataupun “jangan”. Janin belum memiliki pikiran yang sadar sehingga belum mampu untuk memahami orangtua secara seutuhnya.

Kalimat seperti, “Kalau sudah besar jangan nakal” maka yang ditangkap oleh janin adalah nakal , maka sebaiknya anda menggunakan kata positif seperti ” Tumbuhlah besar menjadi anak yang penurut, baik dan sayang ayah dan Ibu.”

2. Menjaga kestabilan kmosi Ibu kerena janin dapat merasakan bentuk emosi ibunya

Janin dapat merasakan bentuk emosi, emosi negatif dan positif yang dirasakan oleh ibunya. Sehingga untuk menjaga kestabilan emosi harus bahagia dan rileks.

Peranan suami dapat membantu untuk mengembalikan suasana hati dan menjalani kebahagian ibu selama kehamilan. Dengan demikian ibu akan selalu memiliki energi positif yang kemudian dirasaka oleh janin.

3.Ibu Hamil harus Peka Terhadap Gerakan yang dilakukan Janin

Janin akan merespons terhadap segala bentuk komunikasi yang dilakukan orang tua melalui gerakan janin. Ada janin yang menendang-nendang ketika diajak untuk bernyanyi.

Dengan demikian ini merupakan bukti nyaman dan bahagia yang dirasakan oleh janin. Adapula tiba-tiba merasakan perut yang sakit ditengah keramaian karena bayi tidak menyukai lingkungan

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Yakin Anak Anda Cerdas? 9 Ciri Anak Cerdas Yang Wajib Diketahui Orangtua Ini

anakcerdas

Setiap orangtua selalu ingin mempunyai anak yang cerdas. Banyak orangtua melakukan berbagai macam usaha demi membuat anaknya menjadi lebih cerdas. Mulai dari asupan untuk anak sangat yang diperhatikan hingga cara mendidiknya.

Pada dasarnya perkembangan intelektual atau kognitif adalah aspek perkembangan pikiran. Bagian ini berperan penting terhadap pembentukan mental, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, bahasa, dan ingatan seorang anak. Perkembangan intelektual inilah yang kerap kali dihubungkan dengan kecerdasan anak.

Biasanya seorang anak baru bisa dikatakan cerdas ketika mereka telah memasuki usia sekolah. Meskipun demikian, ada beberapa ciri yang dapat anda ketahui apakah anak anda termasuk anak yang cerdas.

Seperti dikutif dari pendidikankarakter.com, Berikut ini adalah ciri-ciri anak cerdas yang wajib diketahui oleh setiap orangtua.

1. Sangat aktif

Anak aktif berbeda dengan anak hiperaktif. Jika dilihat dari aktifitasnya, sekilas memang terlihat hampir sama. Tetapi jika diperhatikan lebih dalam akan tampak perbedaannya.

Anak aktif mempunyai fokus perhatian yang baik, lebih sabar, dan suka dengan kegiatan yang butuh banyak gerakan fisik, sedangkan anak hiperaktif biasanya tidak fokus, tidak bisa diam, tidak sabar, dan cenderung agresif.

Masalahnya kini orangtua justru lebih senang apabila anaknya duduk diam dengan bermain gadget atau menonton televisi, daripada melakukan banyak kegiatan fisik. Padahal aktifitas dengan banyak kegiatan fisik sangat baik untuk merangsang kecerdasan anak.

2. Konsentrasi intens

Anak-anak umumnya kesulitan untuk berkonsentrasi dan fokus pada suatu hal. Tetapi anak cerdas mampu berkonsentrasi dengan intens dalam waktu yang lama, dan menyelesaikan pekerjaannya tanpa banyak terpengaruh dengan kondisi di sekitar.

3. Daya ingat kuat

Anak yang cerdas biasanya memiliki ingatan yang kuat terhadap berbagai macam informasi yang pernah dilihat atau didengarnya. Dengan daya ingat yang baik ini nantinya anak akan lebih mudah memahami dan menangkap pelajaran di sekolah. Selain itu daya ingat juga bermanfaat untuk membangun rasa percaya diri dan kemandirian anak.

4. Memiliki kosakata tinggi

Kecerdasan anak juga ditandai dengan penguasaan kosakata yang tinggi. Mereka bisa menggunakan kosakata yang sulit dengan tepat, dan bisa mengucapkannya dalam kalimat yang lengkap. Penelitian juga menemukan bahwa anak-anak dengan kosakata lisan yang baik, akan cenderung lebih cerdas di sekolah.

5. Memperhatikan detail

Kecerdasan anak juga dapat dilihat dari kebiasaannya memperhatikan sesuatu secara detail. Anak cerdas biasanya senang memperhatikan hal-hal detail yang sering dilewatkan oleh orang lain. Dan seringkali mereka selalu ingin tahu bagaimana cara kerja sesuatu secara spesifik.

6. Suka berimajinasi

Suka berimajinasi merupakan salah satu ciri anak cerdas. Biasanya anak suka berimajinasi dengan menirukan hal-hal yang ada di sekitarnya, misalnya dengan membayangkan awan berbentuk burung, atau membuat gambar dengan cerita yang dibuatnya sendiri.

7. Tertarik dengan banyak hal

Anak cerdas umumnya menunjukkan ketertarikannya dengan banyak hal. Mereka tidak hanya tertarik pada permukaan saja, tetapi juga ingin mengeksplorasi minatnya hingga lebih dalam. Mereka akan mencari tahu dan bertanya tentang banyak hal yang diminatinya.

8. Membaca lebih awal

Anak cerdas mempunyai rasa ingin tahu yang cukup tinggi terhadap segala sesuatu. Karena itu anda bisa memperkenalkan mereka dengan buku cerita bergambar yang sesuai dengan usianya, biasanya mereka akan penasaran dan ingin membaca sendiri buku tersebut. Secara alami, rasa penasaran itu akan mendorong anak untuk belajar membaca.

9. Mempunyai bakat seni

Anak dengan bakat seni seperti menggambar dan menyanyi juga termasuk dalam kategori anak cerdas. Ketika balita biasanya mereka mampu menggambar sesuatu dengan jelas atau menyanyi dengan nada yang tepat. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara otak kiri dan kanan mereka.

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top