Buzz

Jika Ingin Mempunyai Anak Cerdas, Carilah Istri yang Cerdas, Kecerdasan Anak Turun Dari Ibu

kecerdasan

Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika Anda ingin mempunyai anak yang cerdas, carilah seorang istri yang cerdas, karena ternyata kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

Ibu yang cerdas berpotensi melahirkan anak yang cerdas pula

Menurut Dr. Ben Hamel, seorang ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands, kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom X yang berasal dari Ibu. Ibu yang memiliki 23 pasang kromosom XX tentunya lebih berperan dalam menentukan kecerdasan seseorang. Oleh karena itu, Ibu yang cerdas berpotensi melahirkan anak yang cerdas pula.

Namun demikian, tidak selalu kecerdasan 100% diturunkan dari Ibu kepada anaknya. Penurunan sifat ini bisa saja gagal oleh karena beberapa faktor. Salah satu penyebabnya bisa karena kegagalan peleburan kromosom pada saat fertilisasi. Kegagalan ini dapat menimbulkan kelainan yang berupa retardasi mental.

Dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan

Menurut neurolog sekaligus Kabid Pemeliharaan Peningkatan Intelegensia Kesehatan Depkes RI, Adre Mayza, SpK (K), Seperti dikutif dari detikhealth (25/02/2016), dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan.

Meski tidak mempengaruhi seutuhnya, namun banyak juga anak yang terlahir cerdas dari orang tua yang cerdas. “Gen ibu lebih banyak berperan pada kecerdasan anak. Kalau anaknya cerdas, biasanya ibunya juga cerdas. Jadi kalau cari suami nggak perlu yang pintar-pintar amat, tapi kalau cari istri kalau bisa yang pintar,” ujar Adre.

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

    • vie

      March 5, 2016 at 12:37 pm

      knp jaman skrng sngt terobsesi dg kecerdasan anak.. artikel ini akan membuat wanita yg kurang cerdas mjd pilihan yg kurang bagus…sebenarnya mau dibuat mjd apa anak shg harus cerdas… dimasa depannya akan tetap ada 2 pilihan mjd karyawan apa pengusaha itu sj.

    • yeni yulisa

      April 24, 2016 at 5:24 pm

      Ibu biasa aja tp bapakku adalah bintang di kelasny.
      Dan alhamdulillah aku dan adik2ku termasuk siswa2 berprestasi.
      Suamiku biasa aja.
      Tp anak kami jg termasuk siswa berprestasi.
      Nah klo gini kepintarannya dari mn?

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Punya Banyak Waktu Bersama Anak? Ajak Saja Liburan Keliling Jakarta Saat Akhir Pekan

Menghabiskan waktu dengan keluarga jelas menyenangkan. Terutama untukmu yang sekarang sedang menikmati peran sebagai orangtua baru, rasanya setiap hari ingin rasanya pergi bersama si kecil. Tak perlu khawatir, selagi kamu menetap di Jakarta, sejatinya hal itu mudah kamu wujudkan. Sekalipun mungkin di hari biasa kamu akan disibukkan mengurusi keperluan keluarga, manfaatkan saja waktu di akhir pekan.

Ajak Si Kecil Berkunjung ke TMII Sekaligus Kenalkan Budaya Indonesia

Ini dia tempat yang dari dulu selalu jadi tujuan wisata warga Jakarta, bahkan destinasi ini juga populer bagi pengunjung dari luar Jakarta yang ingin berwisata di Jakarta. Hal ini terbukti dari ribuan pengunjung memadati tempat wisata ini, mayoritas terdiri dari anak-anak, kaum muda, dan orang tua.

child-childrens-baby-children-s

Tiket masuk ke TMII dibagi menjadi tiket pintu masuk perorangan normal yang terhitung untuk umur 3 tahun keatas Rp. 10.000/orang. Mengingat TMII ini merupakan tempat wisata yang cukup luas, akan lebih menyenangkan kalau bisa mengelilingi tempat ini dengan kendaraan pribadi. Penting diingat, jam operasional TMII adalah buka pada Pkl. 07.00 WIB sampai Pkl. 22.00 WIB.

Kalau Untukmu dan Buah Hati yang Ingin Berkeliling Taman Hiburan, Mungkin Taman Impian Jaya Ancol Bisa Jadi Pilihan Menarik

Nah untukmu yang lebih suka berkeliling taman hiburan sembari melihat pemandangan pantai, datang saja ke taman Impian Jaya Ancol tepatnya. Disini kamu bisa menemukan berbagai macam tempat yang bisa kamu pilih untuk rekreasi. Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi di Jakarta Utara, dan untuk dapat mencapai tempat ini juga sangat mudah karena kamu bisa naik kendaraan pribadi ataupun alat transportasi umum.

ancol
Tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol yaitu sebesar Rp 25.000/orang. Untuk menikmati kawasan tertentu, kamu masih harus membayar biaya tambahan. Tapi jangan khawatir, ada juga beberapa kawasan yang dapat kamu nikmati secara gratis.

Latih Si Kecil Untuk Tak Takut Ketinggian dengan Menikmati Pemandangan Apik dari Puncak Monas

Tempat yang paling ikonik ini bisa jadi pilihan saat kamu dan buah hati ingin berjalan-jalan santai tapi sekaligus pelesiran ke pusat kota. Monumen ini terbuka untuk umum dan buka setiap hari dari Pukul 08.00 hingga Pukul 15.00 WIB, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulan biasanya ditutup untuk umum.

monas
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, sebab untuk harga tiket masuknya, hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Namun kalau kamu ingin mencapai puncak Monas, dikenakan biaya tambahan yaitu Rp 10.000 per orang. Murah meriah, bukan?

Sementara Untukmu yang Memburu Sore Hari Nan Santai, Coba Saja Sambangi Area Kota Tua

Ada sejumlah tempat historis di kawasan Kota Tua, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Toko Merah, dan masih banyak lagi museum yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta. Kamu punya banyak pilihan kalau menyambangi tempat ini.

kota tua

Selain itu, tidak hanya tempat-tempat historis, kamu juga dapat menikmati kuliner bersama si kecil dengan menyempatkan berkunjung ke Cafe Batavia atau Cafe Gazebo, serta kamu dapat menikmati aneka jajanan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor khas Jakarta.

Agar Lebih Seru Coba Ajak Berkendara Dengan Motor

Naik mobil mungkin nyaman, namun kalau anak sudah beranjak besar tak ada salahnya untuk mengajaknya jalan-jalan mengisi liburannya dengan naik motor. Sensasinya akan terasa berbeda, karena si kecil akan bersentuhan langsung dengan sekitarnya ketika dalam perjalanan. Ia jelas akan lebih banyak bicara menghadapi situasi jalanan secara langsung.

Tapi untuk mengajak si kecil tentunya diperlukan motor yang menjamin kenyamanannya. Salah satu yang bisa dijajal adalah Suzuki NEX II Sebagai keluaran terbaru, Suzuki NEX II tampil lebih besar dari generasi sebelumnya. Dari segi panjang, Nex II berukuran 1.890 mm, dengan lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertamanya, Nex, memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping.

nex stronger red

Demi menunjang sisi kenyamanan pengendara, Suzuki pun melakukan perubahan pada posisi jok motor, agar rasa pegal saat riding tidak lagi menjadi musuh utama setiap pengendara. Nah, lebar jok dan panjang jok pun ditingkatkan, yang semula 240 mm dan 620 mm di Nex, menjadi 250 dan 690 untuk bagian lebar dan panjang pada Nex II. Tentunya membonceng anak akan lebih nyaman dengan komposisi macam ini. Ditambah lagi pijakan kaki alias floor boardingnya juga dilebarkan sehingga kaki bisa leluasa selama perjalanan

Menyalakan motor juga sudah dipermudah dengan sudah disematkannya teknologi Suzuki Easy Start System. Sistem kelistrikan ECU-nya akan memastikan listrik tetap stabil sampai motor menyala. Jadi tak ada lagi kekhawatiran motor akan susah hidup dalam kondisi dingin.

nex elegant premium blue

Sebagai pilihan Suzuki NEX II hadirkan 5 varian menarik, yakni Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standard. Setiap varian dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

1. Suzuki NEX II Standard
Varian NEX II Standard merupakan varian paling dasar dari seluruh pilihan yang tersedia di NEX II. Dibekali kelengkapan fungsional untuk keperluan sehari-hari yang ekonomis dan praktis. NEX II Standard tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

2. Suzuki NEX II Sporty Runner
Menggambarkan ekspresi generasi muda yang sporty dan aktif. NEX II Sporty Runner dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Sporty Body Striping Set, Meter Visor, Cover Muffler + Hole dan Rim Decal. NEX II Sporty Runner tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

3. Suzuki NEX II Fancy Dynamic
Terinspirasi dari kedinamisan dan kreatifitas generasi muda yang stylish, NEX II Fancy Dynamic dibekali fitur LED Headlight, LED Lamp Line, USB Charger, Dynamic Body Striping Set dan Rim Decal.

4. Suzuki NEX II Elegant
Varian NEX II Elegant merupakan pilihan yang lebih ekonomis dan fungsional dengan warna yang tetap mewah yaitu mat stellar blue dan solid black. NEX II Elegant menjadi pilihan bagi yang ingin mulai menunjukkan jati dirinya dengan cara yang mudah.

5. Suzuki NEX II Elegant Premium
Mewakili karakter berkelas, NEX II Elegant Premium dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Floorboard Guard dan Cover Muffler. Warna tampilan pun berbeda dan lebih mewah dengan pilihan mat stellar blue dan solid black.

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Kesal ya Bun Saat Si Kecil Cenderung Aktif dan Tak Bisa Diam

baseball-player-running-sport-163239

Punya anak kecil pasti tak bisa dilepaskan dari yang namanya kerepotan ya, Bun. Apalagi kalau si kecil sedang aktif-aktifnya. Berlarian kesana kemari, bahkan tak jarang tingkah lakunya jadi membuat rumah jadi berantakan. Pada situasi semacam ini, kesabaran memang diperlukan, Bun. Jangan buru-buru kesal kalau si kecil terlalu aktif. Sebab ternyata dibalik keaktifannya itu, ada hal yang sepatutnya Bunda syukuri. Belum tentu balita di luar sana dianugerahi fisik sekuat dan setangguh si kecil.

Kalau Si Kecil Aktif, Ada Potensi Ia Akan Tumbuh Jadi Pribadi yang Lebih Cerdas

pexels-photo-1042440

Bunda perlu tahu, gerakan yang dibuat si kecil ternyata berdampak pada perkembangan otaknya. Berdasarkan pemaparan dari Bindy Cummings, seorang konsultan pengembangan anak mengungkapkan kalau orangtua perlu mendorong anaknya bergerak lebih banyak sejak usia dini.

Gerakan aktif tersebut mampu membantu anak untuk mengontrol tubuh serta posturnya agar berkembang dengan baik. Di lain sisi, semakin sering ia bergerak maka sistem motoriknya pun akan semakin terlatih dan memberikan dampak positif pada pertumbuhan otaknya. Karenanya, saat si kecil tampak tak bisa diam, sejatinya Bunda justru harus hadir serta membantunya untuk mengenali mana yang perlu dilakukan dan tidak boleh di lakukan. Hal ini akan membuat si kecil justru lebih cerdas dalam mengatur dirinya sendiri.

Keaktifan si Kecil Menolongnya Untuk Mau dan Mampu Mengenali Lebih Banyak Hal

people-children-child-happy-160946

Sally Fitzgerald, seorang konsultan dari Goodstart Early Learning mengatakan anak yang aktif akan menggunakan indera mereka untuk menjelajahi dunia luar. Ia menambahkan, anak dengan tipikal semacam ini mereka akan lebih banyak mengenal dunia luar dan lebih mudah dalam menyelesaikan tugas belajar yang tampak lebih kompleks. Keaktifannya mendukung pertumbuhan kognitif dan kemampuan berbahasa. Nah di masa-masa semacam inilah Bunda perlu mendampingi si kecil ketika bergerak aktif agar ia bisa belajar banyak dari interaksi antara Bunda dan si kecil.

Dengan Tak Mengekangnya Saat Si Kecil Sedang ‘Banyak Tingkah’, Hal Itu Akan Membantunya Jadi Anak yang Lebih Bahagia

pexels-photo-220455 (1)

Anak yang tak bisa diam biasanya akan sangat suka melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berlari bahkan melompat. Nah, aktivitas semacam ini sejatinya membawa dampak yang sama seperti saat ia sedang berolahraga, salah satunya serotonin di dalam tubuh akan meningkat. Bunda perlu tahu, serotonin adalah salah satu hormon yang bisa memicu perasaan bahagia, meningkatkan napsu makan, bahkan mengurangi depresi. Di lain sisi, anak yang tidak bisa diam juga akan jauh lebih sehat karena melakukan aktivitas fisik dengan sendirinya.

 

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Tumbuh Jadi Pribadi yang Lebih Kreatif, Latih Si Kecil untuk Rajin Menulis Tangan ya Bun

girl-kids-training-school-159782

Tahukah Bunda, tingkat kompetensi anak-anak di Indonesia ternyata berada dalam status kritis. Kira-kira apa ya penyebabnya? Ternyata fakta ini ada korelasinya dengan kemampuan menulis anak-anak lho, Bun.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kemendikbud, ternyata tak sedikit anak yang masih kesulitan menangkap materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Tapi sebentar Bun, jangan terburu-buru mengkambinghitamkan guru-guru di sekolah.

Sebab bagaimanapun juga, yang namanya pendidikan bagi si kecil bukanlah semata-mata tanggung jawab guru di sekolah saja. Tapi juga jadi tugas dan kewajiban orangtua, bukan?

Diungkapkan Nurman Siagian selaku pakar edukasi anak dari Wahana Visi Indonesia, penyebab penguasaan kompetensi yang cenderung rendah lantaran kebiasaan mengekspresikan ide dan argumentasi mereka pun sangat rendah.

Sementara dari sisi pengajar, ya kompetensi guru memang turut mempengaruhi. Bahkan Nurman memaparkan, berdasarkan hasil studi, kompetensi guru yang ideal bernilai 70. Sementara nilai kompetensi guru di negeri ini baru sekitar 44,5.

“Hal ini terjadi karena sebagian besar gurunya juga masih kesulitan saat menulis RPP. Kebanyakan masih copy-paste tanpa ada proses mencerna kembali,” ujarnya. Nah, itu dari sisi guru, kalau dari sisi orangtua?

Bun, Yuk Evaluasi Sebentar, Selama Ini Si Kecil Lebih Akrab dengan Gawai Atau Alat Tulis?

kids-girl-pencil-drawing-159823

Dalam acara talkshow yang dihelat APP Sinar Dunia bertajuk “Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis” di Jakarta, Selasa (5/8/2018), segenap orangtua yang kebetulan mengikuti gelaran acara tersebut diajak mengevaluasi kembali sejauh mana keberadaan gawai sudah mempengaruhi aktivitas si kecil.

Foto 1

Sadar tak sadar, banyak orangtua yang cenderung mengabaikan efek gawai kedepannya. Kita merasa tak masalah menyodorkan gawai dengan durasi berjam-jam di usia anak yang sejatinya sedang dalam proses tumbuh  kembang. Sementara kalau Bunda ditanya seputar kebiasaan melatih si kecil menulis dengan alat tulis konvensional, sudahkah Bunda rajin mengajari si kecil untuk kebiasaan yang satu ini?

Jadikan Aktivitas Menulis dengan Tangan Sebagai Kebiasaan yang Berlaku Tak Hanya Ketika di Luar Kelas

pexels-photo-256468

Meski terkesan sederhana, jangan sepelekan aktivitas yang satu ini ya Bun. Sebab manfaatnya akan terasa sampai si anak dewasa. Sayangnya, orangtua selalu kompromi kalau soal tulis menulis biar menjadi tugas anak ketika di sekolah. Jangan sampai saat si kecil sudah tanggap sekali dengan teknologi, bahkan bisa mengirim pesan instan kepada anggota keluarganya, namun kemampuannya menulis dengan tangan justru dipertanyakan.

Ya, Bunda perlu memahami yang namanya menulis dan mengetik adalah dua hal yang berbeda. Saat menulis, ada proses dimana sensor motorik si kecil akan dilatih untuk menangkap informasi, mencerna, kemudian mengingatnya. Dan hal itu tidak bisa dirasakan kalau hanya dengan mengetik.

Sebagai Orangtua, Pastikan Bunda Tahu Alasan Mengapa Si Kecil Harus Membiasakan Diri dengan Aktivitas yang Satu Ini

girl-kids-training-school-159782

Menulis kalau tidak dibiasakan akan berdampak pada pembelajarannya sehari-hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di New Dorp High School, Amerika Serikat, penyebab menurunnya kompetensi para siswa di sekolah tersebut pada periode 1988 hingga 1999 lantaran fenomena bad writing.

Ya, para siswa kesulitan mencerna pelajaran yang diterimanya dan menuangkannya dalam tulisan. Hal ini membuktikan kalau kemampuan menulis jelas penting lantaran dianggap sebagai kemampuan dasar. Bunda tentu ingin si kecil lebih berprestasi, bukan? Maka tekunlah mengajaknya latihan menulis.

Bunda Sudah Tahu Kalau Menulis dengan Tangan Nyatanya Selalu Membawa Manfaat Baik untuk Pembentukan Karakter Pada Si Kecil?

pexels-photo-207653

Faktanya, menulis tak hanya membuat si kecil menguasai huruf dan fonemik, juga memperkaya kosakata dan meningkatkan kemampuan si kecil. Di lain sisi, kebiasaan menulis pun membantu pembentukan karakter pada si kecil, Bun. Berdasarkan paparan dari Melly Kiong, praktisi Mindful Parenting, menulis merupakan cara komunikasi yang baik antara anak dengan orangtua. Terlebih jika kondisi Bunda adalah ibu sekaligus pekerja.

“Melalui aktivitas tulis menulis sederhana seperti menumbuhkan kebiasaan mengisi jurnal atau berkirim memo kecil pada orangtua setiap harinya, misalnya dengan menuliskan pencapaiannya atau hal-hal baik yang dia lakukan di hari itu, anak akan terbiasa melakukan banyak hal baik di kemudian hari,” ujar Melly.

Luangkan Waktu Bunda untuk Mencari Cara yang Tepat Agar Buah Hati Terbiasa Melakukan Aktivitas Ini

pexels-photo-236164

Kita tak bisa menutup mata bahwa kini Bunda dengan status pekerja jumlahnya cukup banyak. Fakta ini pun juga tak bisa dijadikan tolok ukur kalau ibu yang bekerja bukan berarti tak bisa mendidik anak. Bunda perlu mematahkan stigma tersebut. Saat Bunda bekerja, tetaplah si kecil yang jadi prioritas. Jangan sampai tertukar antara pekerjaan dengan panggilan sebagai ibu. Ketika si kecil yang jadi prioritas, maka Bunda akan selalu punya motivasi untuk meluangkan waktu yang Bunda miliki agar bisa dimanfaatkan bersama si kecil.

Seperti halnya yang sudah dipaparkan Melly, Bunda dapat mencontoh metode tersebut. Yaitu dengan mengajak si kecil sama-sama menuliskan jurnal harian, dimana saat Bunda tiba di rumah, si kecil pun akan tergugah membagikan pengalaman yang sudah ditulisnya. Dengan demikian, ia tak hanya antusias menanti kepulangan Bunda dari kantor, tapi juga termotivasi untuk terus membiasakan diri untuk menulis. Pelan tapi pasti, motorik si kecil pun akan bekerja dengan baik.

 

 

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Ide Dekorasi yang Epik Untuk Kamar Anak Perempuan, Wujudkan Mimpinya Jadi Puteri Negeri Dongeng

Cover Kamar

Bunda percaya tidak, jika setiap anak peremuan selalu punya keinginan untuk menjadi seorang putri di kerajaan impiannya? Maka jangan heran, jika ia akan betah berlama-lama di dalam kamar, untuk bermain seolah menjadi seorang putri seperti yang ada dalam dongeng-dongeng yang didengarnya. Sejalan dengan itu, memilih dekorasi yang pas untuk keinginannya ini bukanlah sesuatu yang salah. Sebab tak hanya membuatnya merasa senang, hal ini juga jadi alasan untuk dia betah bermain di dalam kamar.

Jangan buru-buru khawatir Bun, sebab untuk memilih dekorasi yang pas demi menyenangkan si putri kecil, bukanlah sesuatu yang berat. Dan jika Bunda adalah salah seorang yang sedang butuh inspirasi untuk mewujudkan mimpi si kecil, kami memiliki beberapa referensi ide yang bisa Bunda tiru di rumah.

Kamar Anak Perempuan Ala Putri Kerajaan dengan Nuansa Putih dan Toska yang Mendominasi

Sumber : http://fourcheekymonkeys.com

Sumber : http://fourcheekymonkeys.com

Tak terlalu feminin dengan kesan girlynya, tapi nuansa yang didapat si kecil saat memasuki kamarnya dengan nuansa seperti ini jelas akan jadi sesuatu yang menyenangkan untuknya. Dimulai dari kasur empuk yang tidak terlalu tinggi untuk ukuran tubuhnya, dengan beberapa hiasan dinding di tembok yang berwarna putih, dan seprei senada tembok yang menambah kesan elegan pemandangan dari dalam kamarnya.

Dekorasi Berikut Memberi Kesan Si Kecil Tengah Tidur Bersama Putri-putri Negeri Dongeng

Sumber : HGTV.com

Sumber : HGTV.com

Dekorasi seperti ini jadi pilihan yang cukup sederhana, namun terlihat mewah. Tak terlalu membutuhkan benda yang banyak, Bunda hanya perlu menaruh satu ranjang di sisi dekat tembok dengan meja kecil yang akan jadi tempat lampu tidurnya kala malam. Kemudian cobalah untuk menambahkan karpet merah muda bermotif kotak-kotak di bawah untuk menutup area lantai yang bisa dipakai sebagai arena bermain. Sebagai pemanis, Bunda bisa meletakkan cardboard berbentuk putri-putri negeri dongeng yang berukuran besar agar si kecil merasa tidur bersama para putri,

Selanjutnya, Ada Desain Kamar Anak Ala Tinkerbell

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Anak perempuan mana yang tak suka cerita Tinkerbell? Nah, untuk memastikannya, Bunda boleh bertanya terlebih dahulu pada si kecil yang ada di rumah. Apakah ia akan suka, jika kamarnya didekorasi dengan nuansa Tinkerbell seperti pada cerita-cerita negeri dongeng. Dengan modal anggukan tanda setuju darinya, Bunda bisa memilih dekorasi ini sebagai pilihan.

Dominasi warna merah muda yang terkesan bersahaja dan lembut, jadi paduan pas dengan kasur tidur model mobil yang berwarna senada.

Atau Tidur Berlatar Pemandangan Indah Negeri Dongeng dengan Para Putrinya?

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Tak mengambil banyak perintilan dan model serta perkakas dalam jumlah yang berlebih. Dekorasi seperti ini hanya akan meminta Bunda untuk menempatkan satu sisi kasur tidur untuk dua orang dengan bentuk yang sedang, tidak terlalu besar tapi juga tak terlalu kecil. Satu kaca hias di sisi arah kaki tempat tidur, dengan dinding sebelah kiri yang diberi lukisan atau wallpaper akan pemandangan 7 orang putri cantik dari negeri dongeng. Tak lagi merasa kesepian, si kecil jelas merasa punya banyak teman.

Bergaya Ala Kastil, Si Kecil Pasti Senang Setiap Kali Berada di Dalam Kamarnya

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Bunda mungkin jadi ingat pada Putri Rapunzel, si rambut panjang yang dikurung di kastil tinggi oleh ibunya. Eits, tapi ini kastilnya beda loh, Bun. Dekorasi seperti ini, tak hanya menyiapkan tempat bermain untuknya pada bagian atas tempat tidur yang memang menyerupai kastil, si kecil juga punya ruang yang pas untuk tidur tepat di bawah kastilnya berdiri.

Kita hanya perlu menambahkan beberapa lampu sebagai penerang, serta sprei dan sarung bantal yang senada dengan warna kasur maupun kastilnya.

Kalau Dekorasi yang Satu Ini, Rumah Mungil di Dalam Kamar Untuknya

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Ada tangga di sisi kanan, dua jendela dekat dengan kasur hingga satu kasur lain yang lebih mirip balkon sebuah bangunan rumah. Keinginannya untuk memiliki rumah sendiri, jelas terasa terpenuhi dengan dekorasi ini. Tak butuh banyak benda lain, Bunda hanya perlu menambahkan satu karpet lantai bergambar kepala kucing lucu dengan warna yang lebih soft dari bangunan rumah tempat tidurnya.

Tak hanya itu saja, ia juga bisa menyimpan beberapa benda lain di sisi tempat tidurnya. Boneka kecil miliknya, hingga koleksi buku bacaan yang ia punya.

Mirip Taman Bermain, Ia Pasti Sangat Senang dengan Dekorasi Seperti Ini

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Kian terasa lebih lengkap, pada pilihan dekorasi yang ini. Si kecil akan merasa punya dunia yang utuh meski sedang sendiri di kamarnya. Tempat tidur, sisi atap yang bisa dipakai bermain, satu rak untuk gantungan bajunya, sepasang kursi dan meja untuk bersantai, serta beberapa kabinet kecil untuk penyimpanan barang miliknya.

Nah Bun, kira-kira yang mana nih dekorasi yang Bunda pilih untuk putri kecil di rumah?

 

 

6 Comments

6 Comments

  1. theries

    March 1, 2016 at 5:19 am

    saya mengamati garis keturunan di keluarga saya. dari kakek buyut sampai orang tua yang menonjol kecerdasan nya adalah anak laki lakinya, padahal nenek buyut dan nenek pun tidak cerdas. juga terbukti pada saya sendiri. ibuku bukan lah orang yang cerdas, kecerdasannya jauh di bawah ayahku, tetapi aku anak laki lakinya memiliki kecerdasan seperti ayahku. berlaku juga bagi anak anak ku mereka cerdas padahal istriku tidak secerdas aku. ini bukti bukan hanya sekedar teori, jadi menurut ku walaupun ini hasil penelitan dan menjadi teori yang berkembang saat ini, tetapi saya rasa kecerdasan tidak mutlak sepenuhnya diturunkan dari ibu, karena gen dari ayah pun ikut andil. bahkan lingkungan mempunyai peran penting juga dalam membentuk kecerdasan, jadi jangan terlalu terpaku atau bahkan takut akan teori ini, karena yang diperlukan bagi anak anak bukanlah hanya sekedar kecerdasan yang di turunkan dari gen ibu, tetapi juga sifat, tingkah laku dari ibu yang baik yang mampu memberikan rasa kasih sayang pada anak nya.. buat apa memilih wanita yang hanya cerdas saja tapi mengabaikan sifat baiknya lebih baik memilih wanita yang baik walaupun tidak terlalu cerdas, karena itu yang di butuhkan untuk membesarkan anak-anaknya

  2. Iyus

    April 22, 2016 at 5:12 pm

    Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan beberapa literatur, gen kecerdasan adalah gen yang sifatnya mendominasi. Artinya, gen kecerdasan yang lebih tinggilah yang mendominasi dan diturunkan pada anak2 nya. Jika ayahnya lbh cerdas, maks gen ayah yg akan diturunkan ke anak2 nya, demikian juga sebaliknya….

  3. bangun butarbutar

    May 4, 2016 at 12:06 am

    Menurut teori saya bahwa gen ibu lebih dominan dlm mempengaruhi bentuk fisik si anak, misalnya bila si ibu seorang yg cantik maka anaknya akan cantik atau ganteng, saya udah melihat beberapa buktinya di masyarakat, ya klo dipersentasekan ya 90% lah sesuai

  4. ambar

    July 22, 2016 at 7:36 pm

    menurut saya teori ini terlalu memojokkan ibu yg tidak cerdas dan malah membuat minder si ibu yg merasa “tdk cerdas” untuk membentuk anaknya menjadi cerdas, karena ibu “tdk cerdas” jg ingin menjadikan anaknya jauh lebih baik dari dirinya.. tolong jika membuat artikel yg lebih membangun. apalah artinya cerdas kalo tidak mempunyai ahklak yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top