Parenting

Jika Anak Berkata Kasar Jangan Langsung Dimarahi, Begini Cara Tepat Menghadapinya

anakmarah

Anak-anak memang selalu punya cara untuk membuat kehadiran mereka diperhatikan, usia yang masih sangat muda membuat mereka belum mengerti dan memahami betul apa sebab akibat yang akan mereka terima dari melampiaskan kemarahan dan rasa frustasinya kepada orang lain. Tak heran jika terkadang kita akan mendapati anak yang tiba-tiba berkata kasar untuk sesuatu yang bisa saja kita anggap sepele tapi sesunguhnya telah berhasil membuatnya marah atau kecewa.

Jangan terlalu cemas atau buru-buru untuk memarahinya, karena akan ada masa setiap anak akan menunjukkan beberapa perilaku yang sedikit tidak menyenangkan. Dengan demikian ini menjadi tanggung jawab kita sebagai orangtua untuk memberinya pengertian tentang apa yang pantas atau tidak pantas diucapkan meski sedang marah sekalipun.

Hal Pertama Yang Harus Di Perhatikan, Jadilah Contoh Yang Baik Untuknya

Karena anak memang selalu jadi cerminan dari kita sebagai orangtuanya semua perilaku dan sikap yang dia tunjukkan menjadi bukti dari keberhasilan kita dalam mendidiknya. Untuk itu jadilah contoh yang baik bagi anak, hindari memakai kata kasar yang bertujuan untuk mengumpat apalagi jika di depan anak. Dengan memberikan contoh yang baik mereka akan lebih mudah untuk mengikuti dan meniru semua yang kita ajarkan kepadanya.

Ajari Dia Untuk Memilih Alternatif Lain Untuk Memilih Kosa Kata Yang Lebih Netral

Ajakalah Ia seakan masuk dalam sebuah permainan yang sebenarnya adalah memberikan ia pemahaman yang baik, persilahkan ia berkreasi untuk menemukan kata lain yang hampir sama dan mirip namun berkonotasi lebih netral. Misalnya daripada harus mengucapkan “Kampret atau Kurang Ajar” diganti dengan kata “Kurang Asem” yang lebih mudah diterima dan lebih enak didengar daripada kata pertama tadi.

Usahakan Tetap Ada Disampingnya Untuk Mengawasi Caranya Bermain dan Berinteraksi

Meski tak selalu bisa menemaninya saat bermain tapi ini adalah satu hal yang perlu demi menjaganya dari lingkungan yang bisa saja memberinya pengaruh yang tidak sesuai dengan aturan yang kita pakai dalam mendidiknya dirumah. Mungkin anak sering menyaksikan seorang temannya yang biasa berkata kasar meski kepada orangtuanya sekalipun, ini akan memberinya pandangan hal itu adalah baik buktinya temannya bisa melakukannya hal tersebut. Karena kita mungkin tak selalu bisa menemaninya saat bermain, kita bisa memintanya untuk menceritakan ulang apa saja yang dilakukannya saat bermain tanpa kita. Bagaimana sikap temannya, dan segera berikan pengertian untuk meluruskan pandangannya jika sekiranya ada sesuatu yang salah. Tapi jika memang memiliki waktu, akan lebih baik jika kita tetap bersamanya saat sia bermain untuk lebih mengetahui apa yang diterimanya dari lingkungannya.

Tak Perlu Marah, Cobalah Jelaskan Arti Kata Yang Diucapkannya

Tetap bersikap tenang dan wajar hindari untuk memarahinya langsung karena kemarahan bukanlah cara yang efektif untuk memberinya pengertian. Ini hanya akan mendramatisir keadaan yang hanya akan membuatnya bingung, cobalah tanyakan kepadanya apakah arti dari ucapanya itu. Jika dia memang tidak bisa menjelaskan itu berarti dia tak paham apa arti dari ucapanya itu ternyata tidak baik bahkan bisa menyakiti hati oranglain. berikan ia pemahaman tentang arti kata yang diucapkannya tersebut. Kita harus bisa menggali pemahaman tentang kata yang dimilikinya, dan mengapa ia berucap demikian. Lalu berikan dia pengertian bahwa apa yang dilakukannya itu tidaklah baik.

Buatlah Kesepakatan Dan Aturan Tentang Kata-Kata Yang Tidak Baik

Demi menghindar rasa terlalu di kekang baginya, kita bisa mengakali dengan mengajak anak untuk membuat beberapa kesepakatan yang harus diikuti. Berisi aturan untuk tidak menggunakan bahasa dan kata yang tidak baik, namun jika memang sang anak masih melanggarnya cobalah untuk memberinya konsekuensi dari kesalahannya tersebut. Misalnya “Tidak akan memperbolehkannya menonton tv dalam beberapa jangka waktu tertentu untuk kesalahan itu”, atau menceritakannya sebuah cerita yang mungkin bisa kita karang sendiri berikan dia pengertian jika ketika dia mengucapkan kata-kata kasar akan ada hati yang sedih kita bisa mengambil objek sesuatu yang disayanginya bisa mainan ataupun orang tua, kakak atau neneknya. “Kalau adek ngomong kasar gitu, mama bisa sedih loh. Adek mau mama sedih ya? Mau mama nangis ya nak ?” biasanya cerita sederhana begini lebih mudah untuk dipahaminya. Dengan begitu dia tak akan mengulangi kesalahannya lagi karena tak mau mamanya bersedih.

Nadya Pramesrani, M. Psi, Seorang Psikolog Keluarga dan Co-Founder of Rumah Dandelion mengatakan bahwa “Pengaruh anak berkata kasar datangnya bisa dari mana-mana. Karena kan anak itu seperti sponge. Dia menyerap apapun yang dia lihat dan dengar. Jadi, memang nggak melulu dari lingkungan terdekat orangtuanya. Tapi dari lingkungan rumah, sekolah , yang berpotensi jadi sumber anak-anak belajar kata-kata kasar”

Yang berarti peranan kita sebagai orangtua untuk tetap memberi contoh dan mengawasinya adalah hal utama yang paling penting dalam perkembangannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Cerdas Punya Rasa Ingin Tahu yang Besar, Ini Manfaat Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu dan Cara Praktis Merangsang Keingintahuan Anak

Calm children playing with  toys in home interior

.

Memiliki rasa ingin tahu yang besar adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan. Jika seseorang mampu mengarahkan rasa ingin tahu kepada hal-hal yang positif, sifat tersebut akan menjadi keuntungan bagi kita. Namun sebaliknya, jika rasa ingin tahu tersebut digunakan untuk hal-hal yang negatif sifat tersebut bisa menjadi bumerang untuk kita.
Rasa keingintahuan akan sesuatu hal, jadi motivator yang kuat. Mampu membangun mental dan emosi, serta mendorong seseorang mau belajar dan maju. Nah sebagai orangtua, hal ini jelas jadi tugas kita bersama. Sebab menjaga agar rasa  tersebut terus tumbuh didalam dirinya, kita butuh beberapa cara untuk menstimulasinya.

Dan Berikut  Caranya :

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Kerap Susah Tidur Pada Anak Dapat Mengganggu Perkembangannya, Atasi Dengan Tips Ini Bun

StockSnap_AHFXOY83GL

Apakah buah hati anda sering terbangun dan menangis di malam hari? Jika frekuensinya tidak terlalu sering maka hal itu bisa disebut sebagai sesuatu yang wajar, namun jika kerap terjadi bisa jadi si kecil mengalami gangguan tidur.

Gangguan tidur terjadi saat ritme biologisnya terganggu, sehingga si kecil tak dapat tidur nyenyak saat malam hari. Namun anda tidak perlu khawatir, agar anak tak lagi sulit tidur, ada sejumlah tips sederhana yang bisa Bunda terapkan.

Hentikan Aktivitas Bermain Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Bermain merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak. Kebanyakan anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Namun ternyata dekatnya jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur dapat menyebabkan si kecil mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa satu jam jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur akan menyebabkan si kecil mengalami sulit tidur. Untuk itu, para ahli menyarankan para orangtua untuk menghentikan aktivitas bermain anak beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba demi menjaga kualitas tidur si kecil.

Pastikan Tempat Tidur Yang Digunakan Anak Bisa Membuatnya Nyaman

Cara lainnya untuk membuat tidur si kecil nyenyak adalah dengan memberikan tempat tidur yang nyaman. Bisa jadi sering terbangunnya si kecil pada malam hari disebabkan oleh bahan seprei yang panas, adanya pasir, atau semut. Untuk mengatasinya, gantilah seprei si kecil secara teratur sehingga tempat tidurnya pun akan menjadi nyaman.

Berikan Camilan Untuk Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Mungkin masih banyak orangtua yang belum menggunakan cara yang satu ini untuk menidurkan si kecil. Padahal beberapa ahli anak menyarankan para orangtua untuk memberikan cemilan beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba. Makanan kecil seperti kacang, sereal, pisang, telur, keju, ikan tuna, segelas susu hangat, dan yoghurt dapat memicu rasa kantuk pada anak.

Matikan Atau Jauhkan Perangkat Elektronik Dari Tempat Tidur Anak

Beberapa pakar kesehatan anak berpendapat bahwa sambungan listrik yang terdapat pada perangkat elektronik seperti TV, radio, ponsel, dan berbagai jenis peralatan listrik lainnya dapat menghambat produksi hormon melatonin pada si kecil. Hormon melatonin adalah hormon yang menyebabkan rasa mengantuk.

Meskipun beberapa ahli meragukan hasil penelitian tersebut tapi tidak ada salahnya anda memutus aliran listrik di sekitar si kecil. Atau paling tidak menjauhkannya dari tempat tidur si kecil.

Gunakan Lampu Tidur Atau Matikan Lampu Agar Si Kecil Cepat Tidur

Banyak pakar kesehatan yang menyarankan untuk mematikan lampu saat sedang tidur. Hal itu karena cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon tidur. Namun jika bayi anda tidak terbiasa dengan tidur dalam suasana yang gelap, maka Bunda dapat memasang sebuah lampu tidur di kamar tidur.

Buat Anak Merasa Rileks Agar Tidurnya Nyenyak Bun!

Beberapa aktivitas ringan seperti memberikan pelukan, ciuman, bercerita, dan bersenandung akan membuat si kecil menjadi rileks. Dengan begitu anak dapat tidur nyenyak dan beristirahat dengan maksimal. Hal ini tentu berpengaruh baik untuk pertumbuhannya.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat tidur si kecil nyaman. Dengan tips sederhana di atas, Bunda dapat membuat tidur si kecil jadi berkualitas. Namun jika tips tersebut sudah dilakukan dengan baik tapi tidur si kecil belum juga nyenyak, maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak demi mengetahui penyebabnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda Tak Perlu Bingung Apalagi Kesal ketika Si Kecil Terus Bertanya “Kenapa”, Ini Penjelasan Ilmiahnya Dan Cara Menghadapinya

Ketika si kecil sudah mulai bisa berkomunikasi, umumnya mereka akan mulai banyak bertanya. Pertanyaan ini akan terus bersambung ke pertanyaannya berikutnya, menggunakan kata tanya “kenapa”.

Si Kecil: “Kenapa aku harus makan, Bunda?”
Bunda: “Kamu makan supaya kamu sehat.”
Si Kecil: “Kenapa aku harus sehat, Bunda?”
Bunda: “Kalau kamu sehat, kamu jadi bisa main.”
Si Kecil: “Kalau aku tidak bisa main, kenapa jadinya, Bunda?”
dan seterusnya.

Banyak orang tua yang panik menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini. Tak jarang, mereka malah sedikit terbawa emosi karena pertanyaan si anak seolah tidak ada habisnya. Buntutnya, orang tua melakukan berbagai cara agar pertanyaan si kecil berhenti.

Sering Bertanya “Kenapa” Merupakan Ciri Perkembangan yang Baik, Lho, Bunda. Yup, seringnya anak bertanya merupakan bagian dari perkembangan otak anak. Hal ini ditemukan oleh Leon Hoffman, MD, direktur dari Pacella Parent Child Center di New York Psychoanalytic Society & Institute. Penelitiannya menemukan bahwa salah satu yang melatarbelakangi anak-anak suka bertanya “kenapa” adalah untuk memahami kata-kata baru.

Hal ini karena anak dengan rentang usia 1-5 tahun sedang dalam masa untuk belajar berbicara dan berlogika, sehingga anak sering kali mengulang pertanyaan atau bertanya untuk mendapatkan kejelasan dari setiap kata yang didengar atau diucapkannya.

Seringnya anak bertanya “kenapa” juga disebut Leon Hoffman, berguna untuk membangun memori. Tahapan ini juga menjadi ciri anak berada di tahap perkembangan yang baik. Karena dibutuhkan waktu beberapa saat bagi anak yang sedang berkembang untuk menyimpan informasi baru di dalam memorinya.
Mendengar orang tua yang dipercayainya memberikan jawaban bisa membantu mendorong anak untuk memahami konsep kata baru.

Jadi mungkin bagi ayah bunda, pertanyaan si buah hati terkesan tidak penting. Padahal sesungguhnya ketika itu mereka sedang membangun konsep, melatih kemampuan komunikasi, menambah perbendaharaan kata, dan menambah pengetahuan mereka.

Si Kecil Banyak Bertanya Karena Ingin Dekat dengan Bunda dan Ingin Tahu Lebih Banyak

1

Bunda mungkin masih ingat ketika mereka menangis karena ingin menyusu saat masih bayi. Ketika itu, sesungguhnya mereka bukan hanya ingin memenuhi rasa laparnya. Namun mereka juga menginginkan kehadiran orang yang disayanginya. Si kecil ingin diberikan makanan lewat bunda yang disayanginya.

Nah, hal itu juga yang ditemukan oleh Leon Hoffman dalam penelitiannya. Ketika banyak bertanya, anak juga sedang menemukan kenyamanan. Sejak balita, anak-anak biasanya menemukan kenyamanan dalam hal pengulangan dan mengajukan pertanyaan yang sama kembali sebagai salah satu cara untuk meminta dukungan emosional. Jadi si kecil bukan hanya ingin rasa ingin tahunya terpenuhi, namun juga ingin rasa ingin tahunya dipenuhi oleh orang yang disayanginya. Ia ingin pertanyaannya dijawab oleh orang yang membuatnya merasa aman.

Hindari Meminta Anak Bertanya Ke Orang Lain Ya Bunda

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Ketika si kecil memilih Bunda untuk menjawab pertanyaannya, artinya ia memercayai dan merasa aman bersama bunda. Itulah kenapa sangat tidak bijak meminta anak bertanya kepada orang lain ketika ia sedang bertanya kepada kita. Sayangnya, banyak orang tua mengelak ketika lelah dibombardir dengan pertanyaan oleh si kecil?

“Tanya Ayah, ya”
“Coba tanya sama Nenek”
“Kakak tuh bisa jawab”

Begitu biasanya kita mencoba mengalihkan pertanyaan mereka. Padahal hal ini bisa menurunkan minat mereka untuk menambah pengetahuan. Sebab, ia hanya akan bertanya kepada orang yang membuatnya merasa aman dan nyaman. Memintanya bertanya ke orang lain yang bukan pilihannya jelas akan membuatnya ragu sekaligus kecewa kepada kita.

Seandainya Bunda memang tidak bisa menjawab, maka tawarkan si kecil untuk ditemani bertanya kepada orang lain di sekitarnya. Bunda dapat mengajak si kecil dengan kalimat, “Kita tanya sama Ayah yuk, mungkin Ayah tahu jawabannya”.

Rasa Ingin Tahu Ini Harus Dijaga, Bunda Harus Membuatnya Terus Tertarik

Happy Asian Family enjoying their time in the park

Ketika Bunda sudah memahami pentingnya rasa ingin tahu anak, tentunya yang diperlukan saat ini adalah menjaga agar keingintahuan itu tetap ada. Caranya adalah dengan ikut melibatkannya dalam kegiatan yang menyenangkan sekaligus merangsang rasa ingin tahunya.

Nah salah satu cara menyenangkannya adalah dengan mengenalkan anak kepada Shimajiro. Siapa itu? Shimajiro merupakan karakter edukatif nomer satu di Jepang yang aktif dan selalu tertarik dengan hal-hal baru. Shimajiro dapat menjadi teman belajar yang menyenangkan melalui Ruang Ingin Tahu Shimajiro. Di #RuangInginTahuShimajiro, anak dapat bereksplorasi mengasah rasa ingin tahunya sambil bermain, bersama Shimajiro dan Kak Rini yang merupakan teman Shimajiro sekaligus bertindak sebagai narasumber.

Ada tanya jawab bersama Shimajiro yang ditunjukkan melalui video pertanyaan anak-anak untuk kemudian dibahas bersama dan dijawab oleh Kak Rini. Lalu ada juga Tantangan Shimajiro. Kali ini, Shimajiro bersama Kak Rini akan mencoba berbagai macam tantangan sambil bermain.

Serunya lagi, Shimajiro akan mengajak si kecil di rumah untuk turut mencoba hal tersebut. Tantangan yang diberikan merupakan hal-hal sederhana yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya aman untuk dilakukan oleh anak-anak. Jadi Bunda bersama si kecil bisa ikut keseruan bersama Shimajiro.
Yuk, Bunda, asah terus rasa ingin tahu si kecil melalui Rasa Ingin Tahu Shimajiro di sini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top