Parenting

Jika Anak Demam Jangan Buru-buru Beri Obat Bunda! Cara Ini Bisa Anda Lakukan Untuk Menurunkan Demam Anak!

Anaksakit

Si kecil yang tadinya aktif bermain atau membuat rumah  berantakan dengan segudang ide kreatifnya, tiba-tiba saja hanya  terdiam dan terlihat lesu. Begitu anda pegang kening serta badannya, ternyata dia terserang demam. Seketika rasa khawatir dan juga panik menguasai anda begitu mengetahi si kecil tengah dilanda demam.

Jika sudah begini yang biasanya langsung terpikirkan oleh anda adalah sesegera mungkin memberikan obat demam yang dijual bebas agar demam si kecil lekas turun. Anda akan bergegas mencari obat yang bisa menurunkan demam anak di warung dekat rumah atau apotek. Meski diyakini bisa cepat menurunkan demam, penggunaan obat kimia dalam jangka panjang bukan tanpa efek samping. Nah, daripada anda terus dihinggapi rasa waswas karena memberikan obat kimia untuk buah hati dalam jangka panjang, cara ini relatif lebih aman bisa untuk menurunkan anak. Bahkan nyaris tanpa efek samping.

Tidak Perlu Minum Obat, Anda Bisa Membuat Suhu Badan Anak Kembali Normal Dengan Cara Ini!

Sebelum memutuskan untuk memberikan obat atau membawa anak ke rumah saki,t anda bisa menggunakan beberapa cara untuk membuat suhu badan si kecil kembali normal. Buat anak untuk berendam dalam air hangat atau suam-suam kuku. Tunggu beberapa saat, sampai suhu air perlahan turun. Saat suhu air turun secara perlahan, maka suku tubuh anak yang demam pun pelan-pelan juga ikut turun. Jaga agar air tak menjadi dingin, sebab tak baik bila suhu tubuh anak turun terlalu cepat.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah merawatnya dengan menggunakan kaus kaki basah. Cara ini akan lebih optimal bila dilakukan semalaman. Ambillah sepasang kaus kaki dari katun yang cukup panjang untuk membalut pergelangan kaki buah hati, kemudian basahi seluruh bagian kaus kaki dengan air dingin yang mengalir. Peras kelebihan airnya, lalu kenakan kaus kaki tersebut pada anak. Lapisi bagian luar kaus kaki dengan kaus kaki dari wol untuk menyekat suhunya. Biarkan semalaman, pastikan seluruh tubuh anak terselimuti.

Mengompres juga bisa menurunkan suhu anak. Anda bisa mengompres badan anak dengan handuk yang dimasukkan ke dalam air es. Setelah diperas, taruh handuk di salah satu bagian tubuh anak anda. Hindari menaruh handuk terlalu lama demi menghindari suhu tubuh yang justru jadi terlalu  dingin.

Selain Perawatan Dari Luar, Anda Bisa Memberikan Asupan Makanan Yang Memiliki Khasiat Untuk Menurunkan Demam Anak

Ketika perawatan dari luar masih belum cukup untuk menurunkan demam anak, ada cara lain yang juga sebenarnya harus menjadi perhatian penting bagi para ibu, yaitu dengan mengatur pola makan anak saat demam. Sedikit berbeda saat kondisi tubuh buah hati sedang dalam kondisi fit, ketika anak sedang demam ada baiknya jika memberikan makanan yang memiliki khasiat menurunkan demam. Anda bisa memberi buah-buahan untuk anak. Berry, semangka, jeruk, dan melon kuning mampu melawan infeksi dan menurunkan demam, sebab buah-buah tersebut kaya akan vitamin C.

Makanan lain yang juga bisa menurunkan demam adalah sup. Sup ayam bisa dimakan dengan nasi dan sayuran atau kuah kaldunya saja. Penelitian menunjukkan bahwa sup ayam  memiliki khasiat besar dalam pengobatan. Sup juga akan memberikan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh anak yang sedang demam. Saat anak demam sangat penting untuk memberikan lebih banyak air putih ataupun asi jika usia si kecil masih dalam menyusui.

Meski Begitu Si Kecil Tetap Membutuhkan Dokter Dan Juga Obat Penurun Panas Dalam Kondisi Tertentu

Sekalipun ada banyak cara untuk menurunkan demam pada anak, orang tua juga tetap harus mengetahui batasan kapan harus membawanya ke dokter atau memberikan si kecil obat penurun demam. Anda harus segera membawa anak ke dokter jika usia bayi kurang dari 4 bulan dengan suhu rektal 38ºC atau lebih. Pada anak usia 6 bulan atau diatasnya, jika demamnya lebih dari 39,4ºC maka anda harus segera memeriksakannya. Untuk anak-anak semua usia  jika suhu rektalnya 40ºC atau lebih segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Jika anak  demam disertai dengan salah satu dari gejala ini selama dua hari hubungi dokter atau layanan gawat darurat) sesegera mungkin. Gejala tersebut meliputi seperti tampak sakit atau tidak nafsu makan, rewel, lesu, ada tanda infeksi yang jelas (nanah, darah, ruam bergaris-garis), kejang, sakit tenggorokan, ruam, sakit kepala, kaku leher atau sakit telinga.

Meski gejala-gejala berikut ini jarang terjadi, namun anda mesti waspada. Anda harus segera melarikan si kecil ke rumah sakit saat suara tangis anak bernada tinggi  atau terdengar seperti suara anjing laut, kesulitan bernapas atau terdapat semburat berwarna kebiruan di sekitar mulut, jari tangan atau jari kaki, pembengkakan di bagian atas kepala bayi (di ubun-ubun atau bagian lunak yang disebut dengan fontanel), kelumpuhan atau kesulitan bergerak.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

6 Masalah Ini Diam-diam Kerap Dihadapi Anak Di Sekolahnya Bunda

anak sekolah
http://www.ummi-online.com/4-tanda-anak-terkena-bully-di-sekolah.html

Dunia sekolah tidak selamanya menyenangkan. Nyaris setiap hari anak bertemu  banyak siswa dengan karakteristiknya masing-masing. Tak heran bila sesekali terjadi konflik di lingkungan sekolah. Sebagai orangtua, tentu kita selalu  ingin membantu anak menyelesaikan persoalannya. Namun yang terjadi anak sering kali tidak mau menceritakan semua hal yang dia alami di sekolah pada orangtuanya.

Tak bisa dipungkiri kadang ada kecemasan yang menyelinap dalam benak kita setiap melihat anak  pulang sekolah dengan wajah murung. Orang tua hendaknya memiliki kepekaan terhadap masalah yang mungkin saja dihadapi oleh anak di sekolah. Berikut ini adalah 6 tantangan terbesar yang akan dihadapi anak di sekolah dan solusinya menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi.

Anak Sering Membandingkan Dirinya Sendiri Dengan Orang Lain, Termasuk Soal Prestasi Dan Barang Yang Dimiliki Temannya

Anak yang memiliki kecenderungan seperti ini berarti dia kurang percaya diri dengan dirinya sendiri. Mungkin dia terlalu asyik melihat kelebihan orang lain, hingga lupa jika dirinya pun memiliki sederet kelebihan yang tak kalah membanggakan. Terlalu asyik memperhatikan orang lain, justru membuatnya lupa pada kelebihannya sendiri.

Jika anak anda memiliki perilaku seperti ini, dekati dia. Ajak bicara dari hati ke hati. Katakan padanya bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ajak putra anda untuk membuat daftar hal positif yang ada pada dirinya. Jangan pernah memberi tuntutan berlebihan pada anak anda. Hargai usahanya dan berilah pujian. Terima dan hargai anak anda, agar dia juga bisa sepenuhnya menerima dirinya sendiri.

Anak Suka Mem-bully Temannya. Tangani Dan Segera Cari Tahu Penyebabnya Bunda!

Anak yang suka mem-bully biasanya memiliki kebutuhan tinggi untuk mendominasi orang lain. Mereka gemar mengintimidasi orang lain dan membanggakan superioritasnya. Kemampuan berkompromi anak yang mem-bully biasanya juga kurang. Mereka  cenderung menghalalkan cara untuk sampai pada tujuannya. Anak yang suka mem-bully biasanya enggan mengakui kesalahannya. Bahkan mereka tak segan untuk melimpahkan kesalahannya pada orang lain.

Bila anak anda seperti itu nasihati dia bahwa mem-bully orang lain adalah tindakan yang tak bisa dianggap benar apapun alasannya. Dorong dia untuk meminta maaf pada anak-anak yang pernah di-bully. Setelah itu orangtua dapat mengajari anak cara menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Beri pujian ketika dia telah berhasil menyelesaikan masalahnya tanpa kekerasan. Orangtua juga perlu memastikan anaknya tak lagi menonton tayangan yang mengandung unsur kekerasan. Pastikan juga tidak ada bullying yang terjadi di  rumah anda.

Bila Anak Anda Yang Si-bully, Berikan Perhatian Lebih Untuknya. Latih Anak Untuk Menghadapi Bullying Bunda!

Memilki anak yang di-bully di sekolah tentu rasanya tidak mengenakkan. Ada perasaan tidak rela yang berkecamuk. Untuk meminimalisir hal ini, anda dapat menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah. Pastikan tidak ada perubahan sikap yang terjadi pada anak. Sebab perubahan sikap bisa saja terjadi karena dia menjadi objek bullying dan tidak mau mengatakan hal ini pada orang tua. Hal itu bisa terjadi mungkin karena dia merasa malu, diancam atau malah ingin menyimpannya sendiri.

Jika anak anda di-bully di sekolahnya, sesegera mungkin ajak pihak sekolah dan lingkungannya untuk menghentikan bully. Anda juga dapat menghubungi orangtua murid lainnya untuk bersama-sama menghentikan perilaku yang tidak baik tersebut. Selanjutnya anda dapat berbicara baik-baik dengan anak. Fokuslah pada emosi anak, bukan pada emosi diri anda sendiri. Dengarkan ceritanya dan tunjukkan empati anda. Jangan anggap remeh kejadian yang dialami anak. Selanjutnya anda dapat berdiskusi dengan anak mengenai langkah apa yang harus dilakukan bila dia merasa terancam. Ajari anak untuk tetap tenang saat dia di-bully. Katakan bahwa membalas tindakan bullying dengan perilaku bullyng bukan tindakan yang benar.

Saat Anak Anda Mencontek Demi Nilai Bagus, Jangan Langsung Marah Padanya Bunda

Mencontek bisa terjadi karena anak kurang mampu secara akademis. Tuntutan yang terlalu tinggi atau rasa percaya diri yang kurang. Katakan pada anak bahwa mencontek bukan perbuatan terpuji. Beri semangat pada anak untuk percaya pada kemampuannya diri sendiri. Tawarkan pada anak untuk mengikuti les tambahan selepas jam sekolah. Bila anak mencontek karena target yang terlalu tinggi, berikanlah target sesuai dengan kemampuan anak. Penting juga untuk menghargai hasil yang didapatkan anak, meski sebenarnya masih jauh dari harapan anda.

Ketika Anak Suka Berbohong, Ajari Dia Untuk Belajar Bertanggungjawab Pada Dirinya Sendiri Maupun Orang Lain

Berbohong biasanya dilakukan anak untuk menutupi kesalahannya. Anak berbohong karena mereka tidak siap menanggung konsekuensi dari kesalahan yang dilakukan. Terlebih berbohong bisa membuat mereka tak lagi menanggung rasa malu ataupun menerima hukuman untuk kesalahan yang mereka lakukan.

Jika anak anda memiliki kecenderungan seperti itu, ajari anak untuk menerima segala resiko dan  konsekuensi dari perbuatan mereka. Buat mereka merasa nyaman dan menerima dirinya sendiri apa adanya. Jelaskan pada anak bahwa berkata jujur akan membuatnya jauh merasa lebih baik.

Jika Anak Anda Mengalami Behaviors Problem, Segera Cari Tahu Penyebabnya. Berikan Solusi Untuknya!

Ada anak yang memiliki kecenderungan untuk memiliki perbedaan sikap antara di sekolah dan di rumah. Bisa saja di rumah mereka cenderung pendiam, namun di sekolah mereka bisa menjadi cerewet. Solusi dari masalah ini disesuaikan dengan penyebabnya.

Anak yang menjadi lebih  pendiam di rumah, bisa disebabkan kerena mereka merasa tertekan. Mereka lebih merasa bebas berekspresi saat berada di luar rumah. Kalau sudah seperti ini perlu dicari tahu apa yang membuat anak cenderung menjadi pendiam saat berada di rumah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kesalahan Fatal Orangtua Yang Bisa Membuat Anak Berperilaku Buruk: Membiarkan Anak Kurang Kasih Sayang

boy

Segala hal yang terjadi pada anak akan selalu menjadi tanggung jawab kita sebagai orangtuanya, termasuk keluhan dan rasa tidak nyaman yang mungkin coba ditunjukkannya. Pada titik ini hal yang perlu dipertanyakan adalah pola asuh yang kita terapkan kepada mereka. Sudah menjadi kewajiban kita untuk memenuhi segala kebutuhannya, baik itu fisik atau psikis. Satu hal yang sebanarnya mereka sangat butuhkan selain asupan gizi, air dan istirahat adalah kasih sayang.

Seorang pakar kasih dan sayang dari Psycholog Today, Kory Floyd PhD, mengatakan kurangnya semua itu tentu punya dampak merugikan bagi tubuh. Akan tetapi jangan pula merasa kurang kasih sayang tidak lantas jadi masalah selama masih bisa makan, minum, dan istirahat. Ini adalah satu kesatuan yang saling berhubungan dan berkesinambungan. Untuk itu penting untuk memastikan apakah kasih sayang yang kita berikan pada anak sudah cukup. Jangan sampai anak merasa tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Bila hal ini terjadi, kita bisa melihatnya dari tanda-tanda perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkan anak. Hal ini harus segera disikapi agar anak tidak menjadi korban dari kurangnya kasih sayang kita sebagai orangtua.

Kurang Kasih Sayang Akan Mengakibatkan Anak Memiliki Tingkat Rasa Percaya Diri Yang Sangat Rendah

Berada dalam situasi tersebut akan membuatnya merasa bahwa rumah bukankah tempat yang akan sepenuhnya mengakui keberadaannya, sebab di tempat itu dia tidak mendapatkan kasih sayang yang dibutuhkannya. Tentu sebagai orangtua kita bisa membayangkan apa yang dirasakannya, dia tidak akan bisa membangun rasa percaya diri di lingkungannya dengan baik. Berbagai macam hal buruk akan berkecamuk dibenaknya. Apa hal yang mendasari orangtuanya tidak memerhatikannya berikut alasan-alasan buruk lain yang akan berpengaruh pada rasa percaya dirinya. Dengan demikian ia akan menjadi lebih sulit untuk belajar membuka diri dan bergaul dengan lingkungan sosial di  luar rumah. Hal ini tentu juga akan berpengaruh pada tingkat kepedulian dan pola berpikir yang dimilikinya kelak.

Bisa Saja Kelak Dia Akan Tumbuh Jadi Anak Yang Cenderung Melakukan Tindak Kekerasan

Hal lain yang akan coba ditunjukkannya demi mendapat perhatian dari orang lain di luar rumah adalah dengan melakukan tindakan yang sekiranya bisa menarik perhatian. Dengan harapan dia akan mendapat kasih sayang dengan caranya sendiri, anak pun akan mencoba melakukan berbagai hal untuk mendapat tujuannya.

Maka tak heran bila dia berubah jadi pribadi yang cenderung sering melakukan tindak kekerasan, memukul teman dan menciptakan keributan di luar rumah. Perhatian dari orang lain sebagai reaksi atas sikapnya tersebut akan memberikan kepuasan tersendiri baginya, meski itu bukan tindakan yang bisa dibenarkan. Dia berpikir ketika ada orang lain yang mampu memberinya perhatian berarti orang tersebut memedulikannya walau ia sendiri belum bisa memahami bagaimana sebenarnya wujud peduli itu.

Menjadi Anak Yang Penakut Dengan Rasa Cemas Yang Berlebihan

Rasa tidak nyaman membuatnya merasa takut untuk berada di luar lingkungan, bayang-bayang tentang tak adanya kasih sayang dari orangtua selalu jadi momok yang mencengkram kehidupannya. Rasa tidak nyaman tersebut perlahan merubah dirinya menjadi  penakut. Dia pun lantas menutup diri karena rasa cemas berlebihan yang selalu menganggap bahwa tidak akan ada orang yang bisa menerimanya bahkan orangtuanya sekalipun. Lebih buruknya lagi meski lingkungan sudah berlaku baik dan mulai membuka diri untuknya, dia tetap saja tidak bisa menumbuhkan rasa percayanya pada orang lain. Dalam benaknya hanya rasa takut dan kecemasan, sebenarnya dia cuma membutuhkan orang yang bisa memberinya kasih sayang dengan utuh.

Kurangnya Kasih Sayang Dari Kita Sebagai Orangtua Berpengaruh Pada Tingkat Kepeduliannya Terhadap Rumah Dan Lingkungan Sekitar

Anak adalah cerminan dari diri orangtuanya, untuk itu dia akan melakukan hal yang dilihatnya pernah diperbuat oleh  anda. Terbiasa tidak mendapatkan kasih sayang membuatnya tumbuh menjadi anak yang akan melakukan hal sama. Menjadi anak yang cuek dan terkesan tidak memiliki tingkat kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya bahkan pada penghuni rumah sekalipun. Lebih parahnya lagi sikap tersebut tidak akan hanya ditujukan kepada kita sebagai orangtunya, tetapi kepada semua orang yang ada di sekitarnya. Hal ini jelas akan mempengaruhi pergaulan yang akan dijalaninya kelak, termasuk pada hal-hal sosial dalam hidup dan lingkungannya. Bahkan akan berefek buruk pada perkembangan pola pikirnya.

Merasa Kesepian Dan Berpikir Bahwa Dirinya Tidaklah Penting Untuk Orangtuanya

Untuk hal yang satu ini memang akan selalu dirasakan oleh siapapun juga ketika tidak mendapatkan kasih sayang yang semestinya, begitu pula dengan anak. Mereka akan cenderung merasa kosong meski sebenarnya sedang di tengah keramaian sekalipun. Tidak mendapat kasih sayang membuatnya merasa hidup seorang diri tanpa ada yang akan memerhatikannya. Akibatnya ia akan lebih sering menyendiri,  hal ini dilakukannya sebagai pelarian dari rasa sepinya. Bahkah dia mulai berpikir bahwa keberadaannya mungkin tidak berarti bagi orangtua, karena kasih sayang yang sejatinya dibutuhkan oleh seorang anak tidak pernah ia dapatkan dari orangtuanya. Tegakah bila buah hati anda sampai berpikiran seperti itu ?

Emosional Karena Tidak Bisa Mengontrol Dirinya Sendiri Sehingga Sering Mencari Pelampiasan Kekesalan

Kurangnya kasih sayang yang diterima anak tidak hanya akan menjadikan dia sebagai satu-satunya korban, orang-orang disekitarnya juga akan ikut merasakan imbasnya. Hal-hal baik dari hubungan antara orangtua dan anak yang dilihatnya kadang memicu emosi dalam jiwanya untuk berbuat sesuatu yang merupakan pelampiasan dari kekecewaanya. Ia akan tumbuh sebagai anak emosional yang akan mudah merusak hubungannya dengan orang lain, baik di rumah, di sekolah, dan lingkungan lain tempatnya berada. Hal ini sekaligus menunjukkan kepada kita bahwa betapa besar dampak buruk yang akan terjadi bagi mereka ketika orang tua tidak bisa memberinya kasih sayang yang semestinya.

Akibat Yang Paling Fatal Adalah Saat Dia Mulai Membenci Kita Sebagai Orangtuanya

Untuk orangtua manapun hal ini akan menjadi bencana. Membayangkan seseorang yang membenci kita saja sudah cukup membuat hati sakit. Lalu bagaimana jika ternyata anak jadi membenci kita hanya karena hal yang sebenarnya bisa disikapi dengan lebih baik? Dia akan sampai pada pemahaman bahwa yang dialaminya selama ini adalah sesuatu yang tidak adil baginya. Pemikirannya yang seperti itu jelas akan berpengaruh pada hubungan orangtua dengan anak. Hal ini akan jadi awal dari sebuah jarak yang selanjutnya akan tumbuh dan melebar jika kita tidak bisa segera mengatasinya. Ingat Bunda, tidak satupun anak di dunia ini yang ingin membenci orangtuanya!  Sebaliknya orangtua manapun juga tidak ingin membuat anaknya jadi membencinya!

Orangtua adalah guru pertama yang akan membantu anak menapaki tangga kehidupan. Untuk itu sudah menjadi tugas orangtua untuk lebih mengerti dan memahaminya. Sebab segala perbuatan dan tindakan yang orangtua tunjukkan padanya akan selalu berpengaruh pada pembentukan pola pikir dan jati dirinya kelak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ketahui Rahasia Penting Tumbuh Kembang Anak Dari Sebuah Sentuhan

Merawat dan membesarkan anak rasanya sudah menjadi prioritas kita sebagai orangtua. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, perawatan tubuh yang didapatkannya hingga hal-hal lain yang akan membantu tumbuh kembangnya tak pernah luput dari perhatian orangtua. Dari begitu banyak hal yang bisa kita berikan kepadanya ada satu hal yang sebenarnya terlihat sederhana tapi memiliki manfaat luar biasa bagi si kecil, yaitu stimulasi dari sebuah sentuhan.

Bukan hanya ampuh untuk mendekatkan orang tua dengan anak. Hal ini juga jadi isyarat cinta dan kasih sayang orangtua untuknya. Setiap satu sentuhan yang kita berikan akan memberikan ketenangan dan kesenangan baginya. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh sebuah riset yang mengatakan bahwa, “Interaksi orangtua dengan anak tidak hanya penting untuk menjalin kedekatan tapi penting juga untuk perkembangan fisik dan sosialnya”. Hal ini tentu membuat kita semakin penasaran, apa saja hal baik apa yang sebenarnya bisa didapat dari sebuah sentuhan. Untuk menjawab rasa penasaran Bunda, ulasan di bawah ini akan menjadi jawababnya.

Sebuah Sentuhan Dari Orangtua Mampu Menstimulasi Perkembangan Si Kecil

Ketika kita sudah membiasakan diri untuk memberikan si kecil sebuah sentuhan dengan rasa cinta, itu berarti kita telah membantunya untuk tumbuh dan berkembang. Setiap sentuhan yang kita berikan akan merangsang terbentuknya hormon pertumbuhan dan beberapa enzim tertentu yang berperan penting dalam masa tumbuh kembang anak. Dimana enzim tersebut akan memberikan rasa sensitif terhadap hormon pertumbuhan, serta mengoptimalkan setiap pertumbuhan dan perkembangan si kecil nantinya.

Bukti nyata yang bisa kita lihat dari hebatnya sebuah sentuhan orangtua adalah kondisi bayi yang terlahir prematur. Untuk bisa tumbuh dan berkembang lebih pesat ia butuh banyak sentuhan terutama dari orangtuanya. Hal ini dipercaya akan meningkatkan berat badannya hingga 47% lebih cepat dibanding anak yang jarang mendapatkan sentuhan. Sentuhan dari orang tua  juga mampu memperkuat ikatan batin dengan anak.

Bahkan Mampu Menghantarkan Energi Positif Bagi Sikap Dan Perilaku Selama Tumbuh Kembangnya

Hasil dari beberapa studi mengungkapkan bahwa seorang anak yang dirawat dengan banyak sentuhan akan lebih mudah untuk diarahkan terutama dalam hal perilakunya. Tak hanya perilakunya, hal ini juga akan merambat kepada beberapa kebiasaan hidup anak. Mulai dari waktu sebelum tidur yang lebih mudah, karena kita tidak akan menjumpai kerewelan-kerewelan kecil darinya. Membuatnya mengerti akan sesuatu yang ingin kita sampaikan, contoh kecilnya ketika ia menangis lalu kita mengusap-usap tubuhnya, anak akan mengartikan itu sebagai perintah bahwa dirinya tidak boleh menangis lagi. Disamping karena rasa nyaman yang dimiliki, ia akan lebih merasa tenang dan bahagia. Ini adalah bukti nyata dari sebuah manfaat baik dari sebuah sentuhan. Kelak ia akan tumbuh sebagai anak yang mudah mengendalikan diri serta jadi pribadi yang hangat dan ramah pada sekelilingnya.

Sebuah Sentuhan Akan Membantu Anak Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Yang Dimilikinya Sejak Dini

Percaya diri adalah sesuatu yang sangat penting bagi semua orang tak terkecuali si kecil. Kabar baiknya sentuhan dari orangtua ternyata bisa membantu anak untuk menemukan rasa percaya diri yang dimilikinya. Vera Itabiliana Hadiwidjojo dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) juga membenarkan hal ini. Katanya, “ Sentuhan ibu kepada si kecil mampu memberikan kenyamanan sekaligus membangun emosi antara orang tua dengan anak”. Jika selama ini masih ada beberapa ungkapan yang mengatakan, jika sentuhan hanya akan membuat anak manja. Kenyataan yang sebenarnya ternyata berbanding terbalik, justru ini jadi sesuatu yang akan membantu dirinya. Perlakuan yang diterimanya membuatnya merasa berharga, untuk itu ia akan tumbuh sebagai anak dengan rasa percaya diri yang kuat. Setiap sentuhan yang kita berikan pada si kecil itu artinya satu energi positif telah didapatkannya dari kita.

Pun Sentuhan Adalah Alat Penghantar Yang Akan Merangsang Perkembangan Otaknya

Menurut Dr. Nadja Reissland dari Jurusan Psikologi di Durham University, Inggris, ada lima langkah sentuhan yang akan membantu merangsang tumbuh kembang otak pada si kecil. Mulai dari menyentuh, menggendong, memeluk, mencium hingga memijatnya. Meski disampaikan dengan cara-cara yang berbeda tapi inilah cara menyentuh anak yang dianjurkan. Selain itu rasa nyaman yang telah diterima oleh si kecil akan membuatnya merasa lebih baik, perkembangan otaknya dapat lebih optimal karena minimnya produksi hormon kortisol. Suatu  hormon yang hanya akan diproduksi otak ketika seseorang merasa stres. Semakin tinggi produksi hormon kortisol  pada si kecil tentu akan berpengaruh buruk baginya. Bahkan bisa meningkatkan risiko terganggunya jaringan otak pada hippocampus atau bagian otak yang menyimpan ingatan. Itu berarti dirinya akan mengalami hambatan dalam menjalani proses belajar. Untuk itu banyak memberinya sentuhan akan membantu tumbuh kembang otaknya.

Menumbuhkan Ikatan Batin Yang Kuat Antara Orangtua Dengan Dirinya Adalah Kebaikan Yang Diperoleh Dari Sebuah Sentuhan

Memberikan sentuhan tak hanya memberi pengaruh baik pada anak, tapi juga untuk orangtuanya. Ikatan atau bonding yang terjalin selama bersentuhan akan menguatkan ikatan batin. Sebagai orangtua kita akan lebih mudah memahami satiap gerak dan bahasa tubuhnya. Mengerti ketika tidak menyukai sesuatu dan paham jika dirinya memang sedang ingin dekat dengan kita. Dari hal ini akan lahir komunikasi antara orangtua dan si kecil. Dengan kata lain kita akan jauh lebih sensitif untuk hal-hal yang dirasakan anak. Begitupula dengannya yang akan lebih responsif lagi untuk semua hal yang kita sampaikan. Saat komunikasi dan jalinan batin ini berjalan dengan baik, maka secara keseluruhan tumbuh kembangnya akan jauh lebih optimal.

Bukan hanya sentuhan dari orangtuanya, sesekali mintalah anggota keluarga yang lain untuk bersentuhan langsung dengan si kecil demi menumbuhkan ikatan batin yang jauh lebih kuat lagi. Sebuah sentuhan sederhana yang terlihat sepele ini nyatanya mampu memberikan manfaat luar biasa untuknya, hal ini akan menjadi benteng yang kokoh bagi dirinya ketika kelak tumbuh dewasa.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top