Parenting

Jenis Makanan Yang Terlihat Sehat Ini Ternyata Dapat Mengakibatkan Keguguran. Jangan Abaikan Bunda!

pexels-photo-54289

Bahagia, terharu dan takjub akan menjadi hal yang dirasakan oleh seorang wanita saat mengetahui dirinya hamil. Demi menjaga kesehatan buah hati yang sedang berada di dalam kandungan, seorang ibu tidak akan berkebaratan untuk melakukan banyak hal. Termasuk menjaga pola makan dengan hanya memilih asupan makanan yang sehat dan kaya akan nutrisi demi memastikan perkembangan janin bisa optimal.

Namun tahukan Bunda, jika ada jenis-jenis makanan yang bisa membahayakan buah hati dalam kandungan. Bahkan bisa menyebabkan keguguran. Meski terlihat sehat dan kaya nutrisi, ada jenis-jenis makanan yang nyatanya bisa memicu keguguran. Tentu Bunda tak mau bila hal buruk itu terjadi bukan? Nah, untuk menghindari hal  itu, ada baiknya bila anda menghindari jenis-jenis makanan ini ketika hamil.

Sebelum Menjaga Pola  Makan, Pahami Dulu Penyebab Seorang Wanita Bisa Mengalami Keguguran

Mungkin kita sering kali mendengar seorang wanita keguguran karena kelelehan atau mempunyai rahim yang lemah. Tetapi ternyata ada banyak faktor yang menyebabkan seorang wanita mengalami keguguran. Ada beberapa penyebab keguguran, tetapi sebagian besar keguguran yang terjadi pada trimester pertama kehamilan disebabkan oleh kelainan kromosom pada bayi.

Faktor lain yang bisa menyebabkan keguguran adalah Infeksi, paparan bahaya lingkungan dan tempat kerja, seperti tingginya tingkat radiasi atau agen beracun dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, masalah hormonal, kelainan rahim, masalah serviks (leher rahim mulai melebar dan membuka terlalu dini ditengah-tengah kehamilan tanpa tanda-tanda rasa sakit), faktor gaya hidup, seperti merokok, minum alkohol,atau menggunakan obat-obatan terlarang, gangguan sistem kekebalan tubuh, termasuk lupus, penyakit ginjal parah, penyakit jantung bawaan, diabetes yang tidak terkontrol, penyakit tiroid, radiasi, pengaruh obat-obat tertentu, seperti obat jerawat, gizi buruk, dan juga pertambahan usia sang ibu yang memperbesar resiko keguguran. Melihat begitu banyaknya penyebab keguguran tersebut, sudah seharusnya ibu hamil lebih hati-hati menjaga kandungannya.

Bahan Makanan Yang Segar Memang Menyehatkan Tetapi Hindari Mengonsumsinya Dalam Kondisi Mentah

Mengonsumsi daging mentah terutama seafood memang memiliki manfaatnya tersendiri baik bagi otak ataupun tubuh, tetapi pada saat hamil sebisa mungkin hindari konsumsi daging yang berasal dari seafood mentah atau setengah matang, daging sapi dan unggas pun harus dihindari. Mengonsumsi daging dalam keadaan mentah atau setengah matang mengaibatkan ibu hamil memiliki risiko terhadap kontaminasi bakteri Coliform, Toksoplasmosis, dan Salmonella. Apalagi jika daging tersebut memiliki bakteri Listeria yang dapat menyebabkan keguguran, karena bakteri Listeria memiliki kemampuan melewati plasenta dan dapat menginfeksi bayi yang menyebabkan infeksi atau keracunan darah  yang dapat mengancam nyawa janin dan ibunya.

Seafood Kaya Akan Vitamin Tapi Juga Bisa Menyebabkan Keguguran Jika Salah Konsumsi Jenis Seafood. Hati-hati Bunda!

Ada beberapa jenis seafood yang bisa membahayakan janin yang ada di dalam kandungan. Seperti seafood yang diolah sebagai asap atau dendeng, sebisa mungkin dihindari karena dapat terkontaminasi dengan bakteri Listeria. Kecuali jika dimasak dengan teknik tepat hingga matang secara keseluruhan. Seafood jenis kepiting mengandung nutrisi yang tinggi, bahkan kepiting mengandung sumber kalsium tinggi yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Namun menurut kedokteran oriental, kepiting memiliki efek pada deportasi tumor sehingga kepiting mengarah pada risiko tinggi penyebab keguguran atau kelahiran prematur. Jika makan terlalu banyak kepiting akan mengakibatkan diare, flu, atau alergi dingin dengan mudah. Ibu hamil harus membatasi konsumsi kepiting, karena hewan laut tersebut mengandung kolesterol yang tinggi.

Ikan yang sudah tercemar oleh polusi industri juga harus dihindari, apalagi ikan dari danau dan sungai yang telah terkontaminasi karena dapat terkena polychlorinated biphenyls yang tinggi. Ibu hamil sebaiknya juga menghindari seafood jenis kerang yang tidak matang sempurna. Memakan karang yang belum matang sepenuhnya bisa menyebabkan beberapa penyakit. Hal yang sama juga bisa terjadi bila anda memakan tiram yang belum matang sempurna. Memasak memang dapat membantu mencegah beberapa jenis infeksi makanan yang dapat menyebabkan keguguran, tetapi sayangnya hal itu belum bisa mencegah infeksi yang terjadi karena ganggang.

Pun Buah-buahan Yang Kaya Vitamin Tidak Selalu Baik Dikonsumsi Ibu Hamil

Ada beberapa buah yang sudah jadi rahasia umum sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil seperti nanas dan juga durian. Tetapi ada juga jenis buah lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi pada saat mengandung seperti pepaya, terutama pepaya hijau. Pepaya hijau dan pepaya muda mengandung enzim yang dapat menyebabkan kontraksi rahim yang mengarah pada keguguran. Kelengkeng juga buah yang tidak boleh dimakan selama kehamilan.  Pada periode ini, ibu hamil akan menghadapi fenomena yang lazim disebut sebagai “panas dalam”. Jika ibu hamil makan banyak kelengkeng akan berbahaya dan dapat menyebabkan kekacauan janin, nyeri perut, flek bercak darah, sakit perut  bahkan dapat menyebabkan keguguran.

Apel liar dengan rasa asam, pahit dan manis merupakan makanan ringan yang sempurna untuk ibu hamil dengan kehamilan morning sickness, namun buah ini sebenarnya tidak baik untuk wanita hamil. Menurut banyak dokumen, apel liar dapat merangsang rahim dan membuat kontraksi pada uterus, menyebabkan keguguran dan kelahiran secara prematur. Oleh karena itu, ini juga merupakan salah satu makanan yang harus dihindari. Buah peach manis atau buah persik juga sebaiknya tidak dimakan saat hamil, karena akan menyebabkan kerentanan terhadap pendarahan. Buah peach juga dapat menyebabkan gatal-gatal dan tenggorokan terbakar. Oleh karena itu demi keselamatan janin, sebaiknya ibu hamil menghindari buah tersebut.

Telur Mentah Dan Juga Keju Lunak Sebaiknya Dihindari Demi Memastikan Keselamatan Si Jabang Bayi

Kandungan omega yang terdapat di telur memang menyehatkan, terutama untuk ibu hamil. Tapi jika dikonsumsi dalam keadaan mentah atau makanan yang mengandung telur mentah, sebaiknya dihindari karena memiliki potensi terkena paparan salmonella. Mayones, es krim buatan sendiri atau custard dan saus yang biasanya mengandung telur mentah juga perlu diwaspadai. Pada produk komersial, es krim dan saus yang diproduksi biasanya dibuat dengan telur pasteurisasi dan tidak meningkatkan risiko salmonella. Namun perlu dicek bahwa telur tersebut telah dipasteurisasi

Keju lembut impor memiliki kemungkinan untuk mengandung bakteri yang disebut Listeria, yang dapat menjadi penyebab keguguran. Seperti yang telah dibahas di atas, Listeria memiliki kemampuan untuk melewati plasenta dan dapat menginfeksi bayi hingga menyebabkan infeksi atau keracunan darah. Ibu hamil sebaiknya menghindari keju lunak kecuali jika produk impor tersebut jelas menyatakan bahwa mereka terbuat dari susu pasteurisasi. Semua keju non impor yang lembut dibuat dengan susu pasteurisasi aman untuk dimakan ibu hamil.

Pada Saat Hamil Hindari Mengonsumsi Masakan Instan Atau Makanan Kaleng ya Bunda!

Atas nama kepraktisan, sebagian besar dari kita lebih memilih mengonsumsi masakan yang dikemas secara instan ataupun kemasan kaleng. Hanya tinggal dipanaskan, makanan pun telah siap dinikmati. Akan lebih baik bila untuk sementara waktu, ibu hamil tidak mengonsumsi masakan instan atau makanan kaleng. Tetapi jika anda memang suka ikan dalam keleng, sebaiknya batasi konsumsi jenis makanan tersebut untuk menghindari kontaminasi ikan yang hidup di sungai atau laut yang airnya telah tercemar. Bukan hanya itu, ikan kalengan juga mengandung bahan pengawet, garam, dan beberapa bahan kimia yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi pada ibu. Hal ini juga dapat menyebabkan retensi air yang berbahaya bagi kesehatan mereka

Ibu hamil juga harus memeriksa label produksi jus buah untuk memastikan apakah jus telah dipasteurisasi atau tidak. E. coli sendiri dapat ditemukan di jus buah kaleng, sehingga ibu hamil harus menghindari minum minuman ini untuk mencegah keguguran. Selama kehamilan, akan lebih baik jika ibu membuat jus buah di rumah. Selain lebih aman,  tentunya juga lebih fresh.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Social News

Manfaat Yoga untuk Ibu Muda Ala Sandra Dewi

sandra dewi

Jadi ibu sekaligus publik figur bukanlah tugas yang mudah. Dan itulah yang dirasakan aktris Sandra Dewi. Ia mengaku harus bisa multitasking. Terlebih, buah hatinya, Raphael Moeis masih berada di fase golden age. Demi memprioritaskan sang putra dan juga kesehatan tubuhnya, Sandra mengaku memilih olahraga yoga.

“Pas punya anak, jadi seorang ibu dan istri ternyata sibuk banget, harus ‘on’ 24 jam. Anakku Rafa usianya 8 bulan lagi golden age, jadi harus diperhatikan banget tumbuh kembangnya,” kata Sandra Dewi seperti dikutip dari Haibunda.com, Kamis (20/9/2018).

Bagi istri Harvey Moeis ini, menjadi ibu yang kesehatannya terjaga dan tetap cantik bisa jadi kepuasan tersendiri bagi dirinya mengingat seorang ibu pun juga berperan sebagai fondasi keluarga dan menjaga keharmonisan hubungan rumah tangga. Kalau hal itu sudah bisa terwujud, pasti seorang ibu pun akan merasa bahagia.

“Bisa berkarir, bisa melakukan semuanya untuk anak dan suami. Nah, untuk itu yoga jadi salah satu olahraga favoritku terlebih setelah menjadi seorang ibu,” tutur Sandra Dewi.

Sandra mengaku takut mengalami sakit punggung pasca memiliki momongan. Sebagai ibu, sudah pasti Sandra sering mengangkat anak dari boks dan menggendongnya selama di rumah. Selain itu, hampir setiap anggota keluarga Sandra Dewi termasuk sang ayah memiliki riwayat sakit punggung.

“Bagiku yoga banyak sekali manfaatnya bikin rileks dan happy saat melahirkan, dan bersyukur banget bisa melahirkan dengan normal berkat rajin yoga,” lanjutnya.

Ia menambahkan, karena suaminya selisih dua tahun lebih muda, maka ia harus tetap berpenampilan cantik dan memiliki tubuh yang sehat. Sandra menyebutkan yoga membuatnya merasa lebih awet muda, Bun.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bunda Termasuk Tipe Ibu yang Mana? Apa Termasuk Ibu Tradisional?

home

Jadi orangtua bukanlah pekerjaan mudah Tak ada buku, seminar, atau sekolah yang secara pasti ada demi memberikan informasi detail mengenai bagaimana caranya jadi orangtua. Baik jadi ayah maupun jadi ibu.

Kalau bicara soal ibu, kita masing-masing punya cerita dan pengalaman pribadinya mengenai sosok ibu di dalam benaknya. Bunda sendiri, akankah Bunda tipe ibu yang akan meneruskan pola asuh yang sama dari orangtua Bunda untuk diturunkan ke anak-anak? Sebab ternyata tak semua ibu berlaku demikian. Ini dia tipe-tipenya, Bun.

  1. Ibu Tradisional

Kenapa dikatakan ibu tradisional? Karena ibu yang satu ini selalu mengutamakan nilai-nilai yang sudah mengakar dalam hidupnya dan mengusungnya sebagai pedoman saat dirinya jadi ibu. Ibu tradisional punya jiwa yang hangat dan jadi pengasuh yang baik. Tak lupa, mereka adalah tipe-tipe ibu yang suka bekerja keras dan perfeksionis.

Mereka selalu mengutamakan kepentingan anak. Tipe ibu semacam ini ditandai dengan hobinya yang suka membuatkan makanan kesukaan anak-anaknya. Yup! Ibu tipe tradisional adalah mereka yang mampu membuat anak merasa menjadi pusat perhatian, serta merasa dicintai dan dipuja tanpa pamrih.

  1. Ibu sekaligus Teman bagi Buah Hati

Ibu yang satu ini adalah tipe perempuan yang sejatinya tak ingin membuat jarak dengan si kecil. Bunda dengan tipikal ini berusaha rileks dan mengikuti apa yang sedang disenangi buah hatinya sehingga seringkali si kecil lebih sering menganggap ibunya sebagai kakak daripada ibu yang konvensional.

Menariknya, ibu semacam ini sanggup menerima anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga buah hatinya merasa dimengerti dan tak harus berpura-pura hanya demi mendapatkan perhatian ibunya. Tapi Bunda harus hati-hati, sebab ada risiko anak jadi rentan membantah karena menganggap ibunya sebagai teman.

  1. Ibu yang Bebas

Bunda yang satu ini selalu luwes dan mendambakan buah hatinya bisa mandiri. Bunda selalu punya prinsip kalau setiap orang berhak mendapatkan me time, termasuk dirinya maupun buah hatinya. Di lain sisi, Bunda dengan tipe ini selalu mendorong anaknya untuk berani berpendapat dan membuat keputusan.

Mereka adalah tipikal Bunda yang yakin bahwa seorang ibu yang baik seharusnya membiarkan kebebasan dan kemandirian anaknya. Dengan prinsip yang sudah dibangun, akhirnya Bunda pun bisa memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan kepribadiannya, dan menciptakan kehidupannya sendiri. Bunda pun bisa mendorong mereka untuk belajar dari kesalahan dan mengakui pencapaian yang dilakukannya. Di lain pihak, Bunda pun juga masih bisa menikmati kegiatan Bunda.

  1. Ibu Mata-mata

Sampai anak dewasa, ada lho tipikal ibu yang selalu tak bisa memberikan hukuman atau time out pada buah hatinya. Satu-satunya cara yang baik adalah berusaha untuk mempengaruhi anaknya. Kadang, atau bahkan sering, tipikal ibu semacam ini tak secara langsung memberikan nasihat atau berkomunikasi dengan anak, namun selalu menyimpan apa keinginan anak dalam hati.

Bun, mungkin kelak Bunda bisa selalu terlibat dalam kehidupan buah hati bahkan bisa dengan jeli memperhatikan perkembangan dan kesehatan jiwa raganya. Tapi yang harus diperhatikan, Bunda jangan sampai terbentur dengan kondisi dimana Bunda berusaha menyeimbangkan antara selalu ada di sisinya dan membiarkannya membuat keputusan sendiri.

  1. Ibu yang Komplet

Mungkin ibu dengan karakter yang satu ini yang paling sering muncul sebagai karakter di film-film keluarga. Mereka muncul sebagai karakter yang kuat yang membuat keluarga jadi harmonis. Bun, jadi ibu yang komplet sejatinya bisa lho dilakukan oleh ibu manapun. Kuncinya yaitu belajar dari kesalahan dan tak ragu untuk memperbaiki.

Sewaktu-waktu, Bunda bisa bersikap sebagai teman, tetapi juga tetap dihormati dan ditaati oleh anak. Dengan begini, Bunda pun akhirnya bisa membuat si kecil merasa bangga dengan kehadiran ibunya.. .

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bunda pun Patut Selektif Dalam Memilih Teman, Tipe Ibu-ibu Ini yang Sebaiknya Dihindari untuk Jadi Teman

pexels-photo-1253592

Sejak resmi jadi ibu, pasti Bunda senang kalau bertemu dan menambah teman baru dengan sesama ibu lainnya. Teman baru, ilmu dan pengalaman baru. Begitu pikir Bunda. Mulai dari saling berbagi informasi, sampai membagikan soal pertumbuhan anak hari-hari, rasanya senang sekali bila bertemu kawan ‘senasib’ yang bisa saling diajak tukar pikiran sebab sama-sama saling memahami.

Padahal, seperti prinsip pertemanan yang selama ini Bunda anut. Namanya berteman itu harus tetap selektif ya Bun. Sebab ternyata ada lho tipikal ibu-ibu yang sebaiknya jangan terlalu dekat dengannya Bun. Bukan apa-apa, ini semua demi ketentraman hati Bunda.

Mengutip dari PopSugar, ini dia tipe ibu-ibu yang sebaiknya jaga jarak saja ya Bun.

The Judger

pexels-photo-756080

Teman semacam ini selalu punya komentar perihal apapun yang akan Bunda lakukan. Mereka tampaknya berusaha memberi masukan tapi sekaligus sindiran pada Bunda. Mulai dari seperti cara menyusui anak yang salah, MPASI yang dianggap kurang bergizi, dan semacamnya. Cara pengasuhan bahkan kondisi anaknya yang menurutnya jadi patokan untuk ibu-ibu lainnya dalam hal mengurus anak. Dalam situasi ini, ibu tersebut merasa yang paling benar. Ia sangat senang membuat ibu-ibu yang lain merasa minder. Padahal, setiap ibu tentu punya caranya tersendiri dalam mengasuh anak, kan? Untuk  itu, sebaiknya jaga jarak dulu ya dengan ibu yang semacam ini.

The Taker

pexels-photo-821054 (1)

Sementara tipe ibu yang ini selalu mengambil keuntungan dari Bunda. Misalnya, ibu ini akan jadi ibu yang paling pertama merencanakan playdate di rumah Anda, mengajak si kecil ikut kelas gym dan mengambil bonusnya, sampai-sampai ibu tipe ini bahkan tak ragu menitipkan anaknya pada baby sitter yang mengurus si kecil. Sadar tak sadar, justru keseringan Bunda juga jadi repot mengurus anak sendiri sekaligus anaknya. Kalau sekali dua kali mungkin tak masalah, tapi kalau terlalu sering berarti Bunda itu sedang dimanfaatkan. Jauhi tipe ibu seperti ini ya Bun karena bisa menguras energi, pikiran, dan dompet Bunda

The Flaker

pexels-photo-1206059

Ada juga tipe ibu-ibu yang senang sekali mengajak Bunda hangout kesana kemari. Saat Bunda sibuk bekerja, anak-anak sibuk les, dan teman yang satu ini tak hentinya membujuk Bunda agar mau menemaninya ke mall. Mungkin jadwalnya kosong, tapi jika dia teman yang baik seharusnya dia melihat kalau Bunda sedang sibuk dan kerepotan, Kalau Bunda tak menuruti, ia tetap merengek di hari-hari berikutnya. Kalau sudah begini, lebih baik pertimbangakan lagi pertemanan Bunda ya. Pindahkan pertemanan Bunda ke ibu lainnya yang lebih pengertian.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top