Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Sembarangan Cium Bayi Karena Dapat Menularkan Penyakit, Sebelum Cium Bayi, Perhatikan 5 Hal Ini Agar Tak Tularkan Penyakit

menciumbayi

Bayi memang menggemaskan. Bertemunya selalu saja ingin menciumnya, entah dalam kondisi sehat atau tidak. Tapi hati-hati mencium bayi loh.

Kaiden McCormick ( 2 bulan), bayi asal Inggris, harus dirawat dan dibantu mesin penunjang hidup selama 6 minggu, sebelum akhirnya bayi prematur itu  meninggal. Ia mengalami hal tersebut karena ayahnya, Carl Maclaren yang sedang mengalami sakit tenggorokan mencium bibir Kaiden. Akibatnya ia menularkan virus herpes simplex (HSP).

Kebiasaan mencium bayi dengan mulut memang berisiko menularkan penyakit infeksi

Kebiasaan mencium bayi memang berisiko menularkan penyakit infeksi, namun jika dilakukan sembarangan. Pakar mengatakan boleh-boleh saja mencium bayi, hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Beberapa penyakit memang bisa ditularkan melalui ciuman. Sebut saja infeksi mononukleosis, herpes, batuk pilek hingga flu Singapura. Bayi yang dijenguk tak dicium di mulut, lebih baik di pipi atau keningnya. Karena mencium dengan mulut risikonya tertular infeksi lebih besar.

Orang tua memiliki hak untuk melarang anaknya dicium

Memang akan terkesan tidak enak atau sombong, tapi melarang orang lain untuk mencium bayi memang termasuk hak orang tua. Langsung katakan secara jujur bahwa kita sebagai orang tua merasa keberatan kalau anak dicium-cium.

Selain larangan diatas, orang tua perlu membuataturan, demi kesehatan si bayi mungil :

1. Sebelum mencium bayi, pastikan urusan kebersihan

orangtua, keluarga dan siapapun boleh saja menciumnya asal pastikan tangan dan wajah Anda bersih. Selain itu juga Anda tidak sedang sakit.

Berikan ciuman kilat di wajahnya dan hindari mencium bibirnya karena dikhawatirkan dapat mentransfer kuman maupun virus melalui air liur dan udara yang kemudian bisa dihirup bayi.

Hal tersebut berpotensi membawa penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD) atau infeksi pneumokokus akibat bakteri Streptococcus pneumonia, yang dapat menyebabkan infeksi saluran napas atas dan berpotensi menimbulkan komplikasi radang paru-paru, infeksi bakteri di darah, dan meningitis.

2. Tegas aturan mencium bayi dan jelaskan aturannya dengan seolah si bayi yang bicara menjelaskan atuan

Demi kesehatan si kecil, buang perasaan tidak enak atau takut menyakiti perasaan tamu dengan meminta mereka untuk tidak mencium bayi Anda, terutama di mulut.

Agar mereka tidak tersinggung,  sambil menggendong si kecil atau berada di sampingnya Anda bisa mengatakan, seolah si bayi yang bicara, “Om dan tante, tangan dan kakiku boleh disentuh. Tapi gak perlu cium wajahku ya…”

3. Hindari area wajah bayi

Wajah merupakan daerah sensitif. Sebab penyebaran virus selain bisa tertempel, juga bisa terhirup. Pada bayi, virus kuman bisa ditularkan melalui bersin, batuk, dan air liur.

Bahkan selain mencium, sebaiknya, hindari bersentuhan pada area wajah dan tunda berinteraksi dengan bayi, terlebih bila Anda sedang kurang sehat. Bagian tubuh lain seperti kaki bisa dijadikan opsi mencium.

4. Ekstra waspada pada bayi prematur

Aturan tegas mencium bayi ‘naik tingkat’ lebih ekstra bila dihadapkan dengan bayi yang prematur. Salah satu masalah yang kerap ditemui pada BBLR dan prematur adalah mengalami gangguan pernapasan dan lebih rentan terinfeksi kuman akibat daya tahan tubuh yang lemah.

Pada kasus bayi dengan alergi, maka risikonya lebih tinggi dan cepat terhadap infeksi pada kulit bayi,  akibat bila bersentuhan kulit langsung dengan orang yang terinfeksi. Begitu pun melalui udara yang terhirup (dari aroma tubuh seseorang) pada bayi yang memiliki asma dapat memicu alergunya kambuh.

5. Waspada penyakit gigi

Dr. Jane Soxman, seorang dokter gigi anak dari Allison Park, Pennsylvania, AS menjelaskan, begitu banyak penelitian  mengungkap mencium bibir anak itu tidak disarankan, karena banyak kerugian yang mengintai.

Ciuman bisa menstransfer  air liur ibu yang  memiliki karies gigi yang  mengandung bakteri Streptococcus mutans. Bukan hanya lewat ciuman saja, berbagi sikat gigi dan meniup makanan juga bisa menyebarkan bakteri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Mengapa Bermain Sangat Penting bagi Anak-anak? Dengan Bermain Kemampuan Anak bisa Berkembang Secara Sempurna

meimeikarta

Bermain sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dengan bermain kemampuan-kemampuan motorik dan kognitif anak Anda bisa berkembang secara sempurna. Dengan bermain anak-anak belajar berinteraksi, berlatih dan mengembangkan kemampuan-kemampuan dalam diri mereka.Selain itu, kemampuan-kemampuan dasar lainnya seperti perkembangan emosi dan psikis anak Anda akan semakin terasah dengan seringnya anak Anda bermain.

Jadi berilah waktu pada anak Anda bermain, jangan pernah menyepelekan waktu bermain bersama anak Anda. Dengan bermain dia mempelajari semua hal mengenai dirinya dan dunia luar serta bagaimana mengembangkan kemampuan semua indera-indera yang ada pada diri buah hati Anda. Lalu tipe permainan seperti apakah yang mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan juga tumbuh kembang anak Anda?

Simaklah uraian berikut ini yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda, para orangtua ketika akan bermain bersama buah hati Anda.

Permainan ditentukan oleh usia

Ketahuilah bahwa permainan yang baik haruslah membantu mengembangkan kemampuan fisik dan psikis anak Anda. Dan ketahui pula bahwa setiap usia memiliki tahapan-tahapan perkembangan yang harus dicapai. Jadi ada baiknya Anda bisa memilih permainan yang bisa membantu si kecil mencapai tahapan-tahapan perkembangan tersebut.

Sebagai contoh, anak yang berusia 20 bulan sedang senang-senangnya melakukan kegiatan panjat memanjat, maka permainan terbaik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuannya tersebut adalah ajak si kecil untuk berolahraga. Pilihlah olahraga yang mengharuskan dia melakukan kegiatan memanjat.

Carilah permainan yang mengharuskan si kecil berinteraksi dengan orang lain

Anak-anak usia 6 bulan-12 bulan mereka sedang berada dalam tahap berinteraksi dengan Anda dan orang di sekitarnya. Berinteraksi dengan orang disekitarnya sangatlah penting dalam tahap tumbuh kembang buah hati Anda. Pada usia ini anak Anda akan sangat menikmati ketika dia tersenyum, tertawa atau memperhatikan lawan bicaranya.

aka dari itu cobalah mengajak si kecil berbicara dan bermain permainan yang mengharuskan dia berinteraksi dengan Anda dan orang sekitar. Misalnya saja Anda mengajak si kecil bermain peekaboo atau cilukba, menggelitik perutnya untuk membuat si kecil tertawa, mengajak si kecil bercanda dengan mimik muka Anda yang dibuat lucu dan banyak berbicara padanya.

Bermain dengan benda-benda di sekitarnya

Anak yang berusia 4 bulan sampai 10 bulan, mereka sedang mengalami fase merasakan indera-inderanya seperti bagaimana menyentuh, memukul, berkata-kata, menendang, melemparkan benda-benda, mendorong dan lain-lain sebagainya. Jadi berilah ruang bagi si kecil untuk bisa mengembangkan indera-inreda pada dirinya dengan bantuan mainan-mainan yang ada di rumah Anda

Biarkan si kecil bermain dengan teman-temannya yang lain

Membiarkan anak Anda bermain sendiri diluar dengan teman-temannya sangatlah penting dan bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berinteraksi anak dengan lingkungan sekitar.

Bermain dengan teman-temannya akan Anda tak usah khawatir karena harus meninggalkan si kecil bermain sendiri, karena dengan begitu si kecil bisa mempelajari sendiri bagaimana cara berinteraksi dengan baik pada teman-temannya.

Karena Itu Penting Buat Orang Tua Mencari Hunian Yang Mendukung Kebiasaan Bermain Anak

Karena bermain adalah hal yang penting untuk perkembangan si kecil tentunya orang tua harus menyediakan fasilitas yang mendukung berbagai aktivitas bermain ini. Paling awal adalah dengan memberikan hunian yang nyaman dan memudahkan anak untuk beraktivias bermain.

Salah satunya adalah hunian di Meikarta. Apartemen yang dibangun di Meikarta berada di tengah kota baru di daerah Cikarang yang memiliki fasilitas lengkap dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, hiburan, pusat kesehatan dan rekreasi.

Faktor kenyamanan bagi penghuni apartemen jadi salah satu faktor penting. Hampir seluruh apartemen di Meikarta memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti lapangan tenis, taman bermain untuk anak, kolam renang, sauna, fitness center dan lainnnya.

Semua fasilitas tersebut dapat kita digunakan secara cuma-cuma oleh penghuni.Meikarta telah membangun Central Park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track,  membuat taman tersebut cocok digunakan untuk bersosialisasi, rekreasi dan bersantai, sehingga penghuni bisa menikmati kenyamanan.

Dengan segala fasilitas itu, berapa dana yang harus disiapkan ayah bunda? Harga apartemen di Meikarta Rp 5,8 juta per meter persegi, harga ini bisa naik sewaktu-waktu. Lalu disertai dengan kredit pemilikan rumah atau apartemen selama 20-25 tahun, dengan bunga dimulai dari 8,25 persen. Pembeli juga bisa membayar booking fee hanya Rp 2 juta dan selanjutnya uang muka sebesar 10 persen. Sementara biaya perawatan di Meikarta Rp5.000 per meter persegi.

Nah, tak sulit bukan untuk ayah bunda memperhatikan kepentingan bermain si kecil. Yuk perhatikan kebutuhan main mereka sedari sekarang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Terkesan Biasa Sih, Namun Membiarkan Buah Hati Anda Tidur Di Dada Bisa Mengakibatkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak!

anaktidur

“Dada ayah dan ibu adalah tempat terbaik untuk si kecil bisa terlelap”

Dalam hal pendampingan tidur untuk mengasuh si kecil, kalimat ini tentu sangat sering kita dengarkan. Digambarkan sebagai alternatif untuk bisa membantu pada orang tua dalam hal menidurkan bayi, terlebih ketika si kecil sedang rewel. Sayangnya kebiasaan membiarkan buah hati tidur di dada orang tua ternyata memiliki bahaya tersendiri.

Mungkin satu atau dua orangtua yang pernah melakukannya akan menggeleng tanda tak setuju, karena mereka pernah melakukannya dan si kecil ternyata tidak mendapat masalah. Namun sebagai orangtua kita tentu tetap harus waspada, karena kebiasaan ini justru berbahaya.

Menyajikan Pemandangan Yang Manis, Hal Ini Justru Sering Berakhir Dengan Tragis

Selain membuatnya terlelap lebih cepat kebiasaan ini jadi sesuatu yang tentu terlihat manis. Namun Lullaby Trust, sebuah organisasi yang memberi saran keamanan tidur pada bayi. Mengatakan bahwa keputusan orangtua yang membiarkan bayi terlelap di dadanya adalah sesuatu yang berbahaya. Karena ketika si kecil sedang lelap di dada  kita, resiko SIDS pada bayi meningkat sebanyak 50%.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah kasus yang telah terjadi pada seorang dokter bernama Sam Hanke. Beliau bercerita bahwa pada tahun 2010 ia telah mengalami pengalaman pahit karena telah kehilangan bayinya yang bernama Charlie. Ia menuturkan kejadian itu bermula saat dirinya sedang tiduran di sofa sambil membawa bayinya di dalam dekapan dadanya. Dokter Hanke membiarkan Charlie tertidur dengan posisi tengkurap di dadanya. Karena ikut merasa nyaman dirinya ikut tertidur, tapi ketika terbangun bayinya sudah tak lagi membuka matanya. Setelah dicari tahu penyebabnya ternyata Charlie mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau yang sering dikenal sebagai sidrom kematian mendadak.

Lalu Apa Sebenarnya Sudden Infant Death Syndrome Itu?

SIDS - Sudden infant death syndrome

Sindrom ini adalah sebuah keadaan yang menjelaskan kematian pada bayi secara mendadak, meski kelihatannya sedang baik-baik saja. Selain itu hal ini juga disebut sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan, pada bayi yang berusia antara 2 minggu – 1 tahun. Sedikitnya 3 dari 2000 bayi mengalami SIDS ketika mereka sedang tidur.

Meski penyebab ketidaknormalan itu masih belum ditemukan dengan jelas. Salah satu bukti statistik menunjukkan bahwa tidur tengkurap pada bayi adalah penyebabnya. Meski meletakkan bayi pada dada kita tak selalu dengan posisi tengkurap, namun para peneliti tidak menyarankan hal ini untuk dilakukan. Apalagi untuk si kecil yang masih berusia 2 minggu hingga 1 tahun. Hal ini juga dikuatkan oleh juru bicara dari Lullaby Trust yang mengatakan bahwa, “Tidur di sofa atau kursi dengan bayi adalah salah satu situasi paling beresiko”.

Fakta Ini Tentu Membuat Kita Lebih Hati-Hati, Terlebih Ketika Menemani Si Kecil Tidur

Untuk penanganan yang satu ini kita memang harus ekstra hati-hati, jangan biarkan sembarangan orang tidur dengan si kecil. Sebagai orangtua, kita tentu tak ingin memberikan pengaruh buruk, apalagi hingga membahayakan buah hati. Oleh karena itu, jika anda atau pasangan adalah seorang perokok, maka sebisa mungkin tidak menyentuh anak secara intim dan tidur sekamar dengannya.

Meski tak terlihat kita ada ribuan sumber bakteri dan penyakit yang mungkin bisa tertular pada anak. Mengingat ketahanan tubuhnya yang masih sangat lemah, tidak ada salahnya jika kita membatasi aktivitas untuk tak membiarkannnya tersentuh oleh sembarangan orang. Bahkan oleh orangtuanya sendiri sekalipun, demi menjaga kesehatan dan keselamatannya.

Hal Lain Yang Patut Diperhatikan Adalah Lebih Jeli Dalam Memilih Tempat Tidur Untuk Si Kecil

Ini jadi salah satu kunci penting dalam menjaganya dari hal-hal yang mungkin membahayakan kesehatan si kecil. Red Nose, sebuah lembaga nirlaba di Australia mengungkapkan beberapa tips dan trik aman untuk bayi yang sedang tidur yang mungkin bisa kita jadikan patokan. Menurutnya sebaiknya orangtua memilih kasur atau tempat tidur yang kencang, bersih dan memiliki permukaan yang rasa. Hindari pemakaian selimut yang terlalu tebal dan tak sesuai dengan panjang tubuh si kecil. Selanjutnya hindari pula penggunaan bantal dan mainan yang terlalu banyak di sekitar tempat tidur. Serta jangan sesekali membiarkan anak tertidur dengan posisi tengkurap, atau memakaikan selimut hingga ke permukaan wajahnya.

Berhentilah Berpikir Bahwa Mendekap Si Kecil Di Dada Adalah Sesuatu Yang Baik

Pilihan kita untuk tidur dengan si kecil memang jadi pembahasan yang cukup kontroversial. Dibeberapa budaya, pemandangan bayi yang tertidur di dada orangtua adalah hal biasa, termasuk di negara kita. Namun di beberapa negara barat hal ini justru bukanlah sesuatu yang direkomendasikan. Jika memang meletakkannya di dada membuatnya tenang dan bisa tertidur lebih lelap, segera pindahkan si kecil ke tempat tidurnya. Karena meski dada orangtua adalah tempat terhangat untuknya, ini bukanlah sesuatu yang baik untuk kesehatannya.

Meski menurut anda satu-satunya cara untuk membantu si kecil untuk lebih cepat terlelap dengan menaruhnya di dada. Charlie’s Kids sebuah yayasan yang juga milik Dr. Sam Hanke, menyarankan para orangtua untuk selalu meletakkan bayi tidur di ranjang sendiri, baik saat siang maupun malam hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Agar Tak Was-was, Yuk Bunda Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasi Kepala Anak Yang Peyang!

baby sleep

Normalnya bayi terlahir dengan bentuk kepala bulat.  Tapi ternyata ada juga bentuk kepala bayi yang berbentuk tidak bulat ataupun rata. Banyak bayi terlahir dengan kepala berbentuk lonjong, yang disebabkan oleh adanya tekanan di jalan lahir pada waktu proses persalinan. Biasanya, bentuk kepala yang lonjong tersebut dapat kembali bulat dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6 minggu.

Kepala bayi yang bentuknya tidak bulat, dan bukan disebabkan oleh tekanan pada proses persalinan, sering disebut dengan istilah peyang. Sebenarnya tidak ada penelitian yang menunjukkan jika  bentuk kepala yang tidak rata atau peyang akan mempengaruhi perkembangan otak bayi, hanya saja bentuk kepala bayi yang tidak rata akan mempengaruhi bentuk wajah dan kepala menjadi tidak simetris. Oleh karena itu jangan mengabaikan kondisi tersebut begitu saja ya Bun!

Mari Melihat Kondisi ‘Peyang’ Dari Kaca Mata Medis

Saat bayi dilahirkan, tulang tengkorak mereka masih lunak dan sambungan antar tulang tengkorak masih fleksibel untuk memberi ruang bagi pertumbuhan otak yang terjadi pada tahun pertama kehidupannya. Hal itulah yang membuat kepala bayi dapat berubah bentuk, sampai tulang tengkorak bayi benar-benar keras.

Dalam dunia kedokteran kepala bayi yang peyang biasa disebut plagiocephaly dan brachycephaly. Plagiocephaly merupakan suatu kondisi dimana salah satu sisi kepala bayi datar, sehingga bentuk kepala terkesan asimetris, posisi kedua telinga dapat menjadi tidak sejajar dan kepala terlihat seperti jajar genjang bila dilihat dari atas. Terkadang dahi dan wajah bisa menonjol sedikit di sisi yang sama dengan sisi kepala yang datar. Sedangkan brachycephaly kondisi dimana bagian belakang kepala bayi menjadi rata, menyebabkan kepala terkesan melebar, dan terkadang dahi menonjol ke depan.

Masalah Saat Di Rahim Hingga Salah Posisi Tidur Bayi Bisa Jadi Penyebab Kepala Si Kecil Peyang

Penyebab yang paling umum biasanya dikarenakan posisi tidur bayi. Posisi tidur telentang memang lebih aman bagi bayi, namun tidur telentang selama berjam-jam dengan posisi yang sama dapat menyebabkan kepala bayi menjadi datar pada satu sisi, terutama untuk bayi prematur. Penyebab lainnya adalah masalah pada rahim, tekanan dapat terjadi pada kepala bayi saat belum lahir, yang disebabkan oleh adanya penekanan di dalam rahim atau karena kekurangan cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi bayi.

Penyebab lainnya bisa karena kondisi craniosynostosis, dalam dunia medis kondisi itu bisa disebabkan oleh penyatuan lempeng-lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini. Kondisi kepala yang peyang ini tidak menyebabkan rasa sakit pada bayi karena tulangnya yang masih lunak sehingga fleksibel. Sebenarnya bentuk kepala bayi yang peyang tidak berpengaruh pada perkembangan otaknya dan tidak menyebabkan kelainan bentuk kepala dikemudian hari, karena seiring berjalannya waktu bentuk kepala akan kembali normal.

Meskipun Tidak Berbahaya, Sebisa Mungkin Jangan Sampai Kepala Buah Hati Peyang

Meskipun tidak membahayakan kesehatan, kepala bayi peyang sebaiknya jangan diabaikan. Ada beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk menghindari atau mengatasi kepala si buah hati yang peyang. Mengubah posisi tidurnya dapat mencegah kepala bayi menjadi peyang. Usahakan agar bayi tidur telentang dengan posisi kepala miring ke sisi kanan atau sisi kiri, secara bergantian.

Cara lain yang bisa dilakukan dengan mengubah posisi tempat tidurnya, bayi akan tertarik melihat benda-benda yang bercahaya terang atau ke arah jendela. Mengubah letak tempat tidurnya akan mendorong bayi untuk menengok ke arah yang berbeda, sehingga tidak selalu menekan di satu sisi saja. Bisa juga divariasikan dengan cara menggendong bayi pada posisi tegak, baik didekap atau dengan posisi miring untuk mengurangi penekanan pada bagian belakang kepalanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Saat Anak Rewel Karena Sedang Tumbuh Gigi, Atasi Dengan Cara Ini Bunda!

baby mouth

Menjadi ibu membuat kita senantiasa ingin mengiringi tumbuh kembang buah hati. Tahap demi tahap pertumbuhan anak selalu mewarnai hari-hari seorang ibu. Tawa dan canda buah hati seperti obat yang paling ampuh untuk menghilangkan lelah. Tapi kalau anak sudah rewel, tak ayal lagi rasa stres bercampur khawatir pun datang mendera.

Salah satu tahap yang pasti dilewati oleh ibu adalah saat buah hati sedang dalam masa tumbuh gigi. Hal itu merupakan salah satu masa yang tak mudah, karena pada fase ini anak akan lebih rewel dari biasanya. Bahkan, kondisi ini bisa menimbulkan beberapa gejala yang tidak biasa. Oleh karena itu sebagai seorang ibu, kita harus bisa meminimalisir gejala tersebut agar tidak menimbulkan dampak yang lebih serius.

Ketahui Terlebih Dahulu Tanda-tanda Gigi Anak Sedang Tumbuh Agar Bisa Memperikan Penanganan Tepat Bun!

Gigi bayi sudah mulai berkembang di dalam gusi sejak di kandungan. Tak heran bila bakal gigi sudah dapat muncul saat bayi berusia tiga bulan, bahkan ada yang sudah nampak saat bayi baru lahir. Namun umumnya gigi bayi akan terlihat saat bayi 6 bulan. Biasanya yang tumbuh pertama kali adalah dua gigi bawah paling depan diikuti dua gigi atas paling depan. Pada usia tiga tahun, giginya baru akan lengkap seluruhnya.

Meskipun belum terlihat secara jelas, tapi anda bisa tahu bahwa buah hati anda sedang tumbuh gigi dengan mengenali ciri-ciri umumnya, antara lain suka memasukkan dan menggigiti benda yang dipegangnya, mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya, lebih rewel dari biasanya akibat gusi terasa nyeri atau bengkak, sulit tidur nyenyak, atau tidak mau makan. Gejala-gejala lain seperti demam dan diare ternyata tidak terbukti secara medis.

Bayi yang sedang tumbuh gigi banyak memasukkan benda ke mulut hingga mengeluarkan air liur lebih banyak dan lebih sering dari biasanya. Untuk mengurangi ruam akibat air liur, sering-seringlah mengelap wajah, terutama daerah sekitar mulut dengan lap basah yang lembut.

Jangan Panik Saat Anak Rewel, Tangani Dengan Melakukan Hal Ini!

Saat anda sudah mengetahui beberapa gejala tersebut, jangan langsung memberikan obat pereda nyeri atau semacamnya. Anda bisa melakukan beberapa cara yang efektif membantu anak meredakan rasa nyeri saat giginya sedang tumbuh.

Anda bisa menggunakan teether untuk meredakan rasa gatal atau tidak nyaman pada gusinya yang baru saja tumbuh gigi. Teether adalah mainan berbentuk lingkaran yang mudah digenggam bayi dan aman dimasukkan ke mulut. Beberapa teether dapat didinginkan lebih dulu di dalam lemari pendingin untuk kemudian digunakan bayi untuk meredakan rasa gatal atau tidak nyaman pada gusinya yang baru tumbuh gigi. Meski begitu, hindari meletakkannya di dalam freezer agar tidak membahayakan gusi bayi. Pastikan membeli teether dengan label yang menjamin bahwa benda tersebut terbuat dari bahan yang tidak berbahaya bagi bayi.

Memberikan camilan yang sehat pada saat anak sedang tumbuh gigi jadi salah satu cara yang ampuh. Hal ini jelas lebih baik daripada anak anda memasukkan benda-benda yang belum tentu bersih. Jika usianya sudah enam bulan, anda bisa berikan camilan sehat sebagai penggantinya. Sepotong wortel atau apel dapat menjadi pilihan yang tepat untuk digenggam dan digigit bayi. Namun hindari memberikan makanan yang mengandung gula, seperti cokelat atau permen untuk menghindari kerusakan gigi. Selalu dampingi bayi saat mengonsumsi makanan untuk mengurangi risiko tersedak.

Minuman dingin bebas gula dapat diberikan sebagai pereda nyeri atau gatal bagi balita enam bulan ke atas yang tumbuh gigi. Tetapi pastikan minuman itu tidak terlalu dingin. Mengusap gusi yang gatal dengan jari atau kain flanel kecil yang bersih juga bisa anda lakukan untuk membantu si kecil. Tekanan ringan ini diharapkan akan membuat bayi lebih nyaman. Jangan lupa untuk membersihkannya, karena kebersihan juga jadi faktor penting untuk menjaga kesehatan anak.

Bawa Anak Anda Ke Dokter Jika Dalam Fase Ini Anda Kesulitan Mengatasinya Sendiri

Untuk beberapa kasus, si kecil akan menunjukkan gejala yang bisa membuat kita sebagai orangtua menjadi sangat khawatir. Seperti demam tinggi atau tangisan yang tidak berhenti karena rasa sakit yang dirasakan sang anak. Jika memang sudah benar-benar mengganggu, anda bisa membawa ke rumah sakit untuk meminta obat. Jangan berikan obat pada anak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter demi menghindari pemberian dosis yang berlebih pada anak. Karena pada usia dini sistem kekebalan tubuh anak masih rentan, orang tua sebaiknya berhati-hati jika ingin memberikan obat pada anak.

Dokter biasanya akan memberikan parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa nyeri akibat tumbuh gigi. Jangan sekali-sekali memberikan obat yang dijual bebas pada anak, terutama aspirin untuk balita karena bahan ini berisiko menyebabkan gangguan pada otak dan hati, sehingga baru boleh diberikan untuk pasien dengan umur diatas 16 tahun. Obat oles seperti benzocaine juga berisiko mendatangkan efek samping seperti turunnya kadar oksigen darah secara drastis atau metemoglobinemia. Jadi usahakan untuk teliti dan cermat sebelum memberikan obat untuk anak ya Bun!

Karena Giginya Baru Saja Tumbuh, Perawatan Giginya Juga Butuh Penanganan Khusus

Merawat gigi bayi yang baru tumbuh memerlukan penanganan khusus yang berbeda dari orang dewasa. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat gigi buah hati yang baru saja tumbuh. Untuk menjaga agar bakteri tidak menempel, bersihkan giginya dengan menggunakan waslap atau kain flanel bersih yang dililitkan ke ujung telunjuk ibu tiap selesai makan dan menjelang tidur. Lakukan dengan lembut ya Bunda!

Setelah bayi agak besar, anda dapat mulai menggunakan pasta gigi khusus untuk balita yang tidak pedas. Jika gigi bayi telah tumbuh beberapa, anda juga dapat beralih menggunakan sikat gigi kecil yang lembut khusus untuk balita. Pilih sikat gigi dengan pegangan yang cukup besar untuk tangan Anda, kepala sikat kecil, dengan bulu sikat yang lembut.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top