Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Sembarangan Cium Bayi Karena Dapat Menularkan Penyakit, Sebelum Cium Bayi, Perhatikan 5 Hal Ini Agar Tak Tularkan Penyakit

menciumbayi

Bayi memang menggemaskan. Bertemunya selalu saja ingin menciumnya, entah dalam kondisi sehat atau tidak. Tapi hati-hati mencium bayi loh.

Kaiden McCormick ( 2 bulan), bayi asal Inggris, harus dirawat dan dibantu mesin penunjang hidup selama 6 minggu, sebelum akhirnya bayi prematur itu  meninggal. Ia mengalami hal tersebut karena ayahnya, Carl Maclaren yang sedang mengalami sakit tenggorokan mencium bibir Kaiden. Akibatnya ia menularkan virus herpes simplex (HSP).

Kebiasaan mencium bayi dengan mulut memang berisiko menularkan penyakit infeksi

Kebiasaan mencium bayi memang berisiko menularkan penyakit infeksi, namun jika dilakukan sembarangan. Pakar mengatakan boleh-boleh saja mencium bayi, hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Beberapa penyakit memang bisa ditularkan melalui ciuman. Sebut saja infeksi mononukleosis, herpes, batuk pilek hingga flu Singapura. Bayi yang dijenguk tak dicium di mulut, lebih baik di pipi atau keningnya. Karena mencium dengan mulut risikonya tertular infeksi lebih besar.

Orang tua memiliki hak untuk melarang anaknya dicium

Memang akan terkesan tidak enak atau sombong, tapi melarang orang lain untuk mencium bayi memang termasuk hak orang tua. Langsung katakan secara jujur bahwa kita sebagai orang tua merasa keberatan kalau anak dicium-cium.

Selain larangan diatas, orang tua perlu membuataturan, demi kesehatan si bayi mungil :

1. Sebelum mencium bayi, pastikan urusan kebersihan

orangtua, keluarga dan siapapun boleh saja menciumnya asal pastikan tangan dan wajah Anda bersih. Selain itu juga Anda tidak sedang sakit.

Berikan ciuman kilat di wajahnya dan hindari mencium bibirnya karena dikhawatirkan dapat mentransfer kuman maupun virus melalui air liur dan udara yang kemudian bisa dihirup bayi.

Hal tersebut berpotensi membawa penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD) atau infeksi pneumokokus akibat bakteri Streptococcus pneumonia, yang dapat menyebabkan infeksi saluran napas atas dan berpotensi menimbulkan komplikasi radang paru-paru, infeksi bakteri di darah, dan meningitis.

2. Tegas aturan mencium bayi dan jelaskan aturannya dengan seolah si bayi yang bicara menjelaskan atuan

Demi kesehatan si kecil, buang perasaan tidak enak atau takut menyakiti perasaan tamu dengan meminta mereka untuk tidak mencium bayi Anda, terutama di mulut.

Agar mereka tidak tersinggung,  sambil menggendong si kecil atau berada di sampingnya Anda bisa mengatakan, seolah si bayi yang bicara, “Om dan tante, tangan dan kakiku boleh disentuh. Tapi gak perlu cium wajahku ya…”

3. Hindari area wajah bayi

Wajah merupakan daerah sensitif. Sebab penyebaran virus selain bisa tertempel, juga bisa terhirup. Pada bayi, virus kuman bisa ditularkan melalui bersin, batuk, dan air liur.

Bahkan selain mencium, sebaiknya, hindari bersentuhan pada area wajah dan tunda berinteraksi dengan bayi, terlebih bila Anda sedang kurang sehat. Bagian tubuh lain seperti kaki bisa dijadikan opsi mencium.

4. Ekstra waspada pada bayi prematur

Aturan tegas mencium bayi ‘naik tingkat’ lebih ekstra bila dihadapkan dengan bayi yang prematur. Salah satu masalah yang kerap ditemui pada BBLR dan prematur adalah mengalami gangguan pernapasan dan lebih rentan terinfeksi kuman akibat daya tahan tubuh yang lemah.

Pada kasus bayi dengan alergi, maka risikonya lebih tinggi dan cepat terhadap infeksi pada kulit bayi,  akibat bila bersentuhan kulit langsung dengan orang yang terinfeksi. Begitu pun melalui udara yang terhirup (dari aroma tubuh seseorang) pada bayi yang memiliki asma dapat memicu alergunya kambuh.

5. Waspada penyakit gigi

Dr. Jane Soxman, seorang dokter gigi anak dari Allison Park, Pennsylvania, AS menjelaskan, begitu banyak penelitian  mengungkap mencium bibir anak itu tidak disarankan, karena banyak kerugian yang mengintai.

Ciuman bisa menstransfer  air liur ibu yang  memiliki karies gigi yang  mengandung bakteri Streptococcus mutans. Bukan hanya lewat ciuman saja, berbagi sikat gigi dan meniup makanan juga bisa menyebarkan bakteri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

5 Penyakit Ini Sering Menyerang Anak Balita, Kenali Penanganannya Agar Bunda Tak Panik

StockSnap_WEVW54ATOC

Anak balita (bawah lima tahun) adalah kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyakit. Hal itu dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki anak balita belumlah sempurna sebagaimana sistem kekebalan tubuh yang ada pada orang dewasa.

Dengan demikian penyakit-penyakit ringan yang menyerang orang dewasa bisa menjadi sebuah penyakit yang berbahaya jika terjadi pada anak balita. Nah Bunda, berikut ini adalah 5 jenis penyakit yang biasa menyerang anak balita.

Diare Menjadi Salah Satu Penyakit Yang Cukup Sering Menyerang Si Kecil

Menurut para ahli kesehatan bayi dan anak, diare merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup sering menyerang anak balita. Ada banyak faktor terjadinya diare pada anak balita, seperti sensitif terhadap jenis makanan tertentu, terlalu sering mengonsumsi jus buah, hingga terjadinya infeksi pada saluran pencernaannya.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat memperbanyak asupan air putih kepada anak. Cara lainnya adalah dengan memberikan oralit pada si kecil sesuai dengan porsinya. Hal ini untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Namun jika dalam waktu 24 jam diare belum reda, atau bahkan diikuti dengan muntah-muntah, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Demam Pada Balita Juga Harus Diwaspadai Bun

Perlu Bunda ketahui, sebenarnya demam bukanlah termasuk jenis penyakit. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi atau masuknya zat asing ke dalam tubuh.  Misalnya saat influenza atau setelah imunisasi.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat mengompres kepala dan tubuh anak dengan menggunakan air dingin. Usahakan untuk tidak mengenakan pakaian terlalu tebal. Namun jika suhu badannya telah mencapai 38 derajat Celcius, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter. Untuk mengetahui suhu tubuhnya, Bunda dapat melakukan pengukuran suhu dengan termometer melalui anus si kecil.

Konstipasi Atau Sembelit Pun Umum Menyerang Anak Balita

Konstipasi atau sembelit pun termasuk jenis penyakit yang umum menyerang anak. Tanda-tanda si kecil mengalami konstipasi adalah dia akan menangis saat bab, atau vesesnya terlihat keras saat dia BAB. Untuk mengatasinya, Bunda dapat menambah asupan ASI atau jus buah. Namun jika langkah tersebut sudah dilakukan dan kondisi si kecil masih belum juga membaik, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Ruam Pada Balita Biasanya Disebabkan Oleh Alergi, Infeksi, Kulit Kering, dan Lecet pada Kulit

Sama seperti ketiga jenis penyakit di atas, ruam pun termasuk salah satu penyakit yang umum menyerang kulit balita. Biasanya penyakit yang satu ini disebabkan oleh alergi, infeksi, kulit kering, dan lecet pada kulit. Selain itu, ruam juga terjadi akibat pemakaian popok basah dalam waktu yang lama.

Untuk mengatasinya, gantilah popok buah hati anda sesering mungkin. Selain itu, Bunda dapat menggunakan baby oil atau lotion khusus untuk anak. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ruam pada kulit anak.

Saat Batuk Belum Juga Reda Hingga 4 Hari, Segera Bawa Buah Hati Ke Dokter Ya Bun!

Jenis penyakit lainnya yang cukup sering menyerang si kecil adalah batuk. Pada umumnya batuk disebabkan akibat serangan virus. Jika si kecil terkena batuk disertai dengan demam ringan, maka kemungkinan besar batuk tersebut terjadi akibat infeksi virus.

Untuk mengatasinya, anda dapat menambah jumlah asupan ASI pada anak. Hal ini dilakukan karena para ahli kesehatan bayi dan anak tidak menganjurkan bayi berusia dibawah 4 bulan untuk mengonsumsi obat batuk. Untuk itu, ASI dianggap sebagai cairan yang dapat memenuhi asupan nutrisi si kecil. Namun jika demam dan batuk tersebut belum juga reda hingga 4 hari, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Penyakit-penyakit seperti demam, batuk, konstipasi atau sembelit, dan juga diare merupakan penyakit yang biasa ketika menyerang orang dewasa. Namun Bunda harus waspada jika penyakit-penyakit tersebut menyerang bayi atau anak karena jika dibiarkan bisa berbahaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bunda, Bahan Alami Yang Ada Di Rumah Ini Manjur Mengatasi Batuk Pada Bayi Dan Balita Loh

pexels-photo-265958

Batuk merupakan salah satu jenis penyakit yang umum menyerang bayi dan balita. Hal itu karena bayi dan juga balita sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga rawan terserang penyakit. Namun perlu anda tahu bahwa batuk bukanlah penyakit biasa jika menyerang bayi. Batuk bisa menjadi sebuah tanda adanya penyakit tertentu yang menyerang bayi anda sehingga Bunda harus waspada.

Untuk itu batuk pada bayi dan balita pun sebisa mungkin harus segera diatasi. Tak melulu terpancang pada obat kimia, bahan-bahan alami yang banyak terdapat di rumah ini ternyata manjur untuk menyembuhkan batuk pada bayi dan balita.

Minyak Rosemary, Minyak Peppermint, Dan Minyak Kayu Putih Dapat Menyembuhkan Batuk Pada Bayi Dan Balita

Beberapa jenis minyak tradisional yang beredar di masyarakat seperti minyak rosemary, minyak peppermint, dan minyak kayu putih dipercaya dapat menjadi penyembuh batuk pada bayi dan balita. Untuk menggunakannya, oleskan salah satu jenis minyak tradisional pada dada bayi. Ingat, hanya dioleskan saja bukannya dikonsumsi atau diminumkan. Pada awalnya Bunda hanya perlu mengoleskan sedikit minyak tradisional ini ke dada bayi. Cara ini dapat diterapkan pada bayi dengan usia paling tidak 5 bulan.

Khasiat Bawang Putih Pun Bisa Menyembuhkan Batuk Si Kecil

Selain dapat digunakan sebagai pereda sakit gigi pada orang dewasa, bawang putih juga dapat digunakan untuk mengatasi batuk pada bayi dan balita. Untuk bayi yang berusia dibawah 6 bulan, Bunda dapat membakar atau memanaskan bawang putih lalu setelah dingin masukan ke dalam kain. Letakan kain tersebut di tempat tidur si kecil dan pastikan aman dari jangkauannya. Sedangkan untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan, Bunda bisa langsung menggosokkan kain yang berisi bawang putih tersebut ke dada si kecil. Pastikan temperatur atau suhu bawang tersebut sudah benar-benar dingin ya Bun!

Campurkan Madu dan Air Jeruk Nipis Dengan Setengah Gelas Air Hangat Untuk Meredakan Batuk Anak

Madu dan jeruk nipis merupakan ramuan obat batuk alamiah yang sangat populer di masyarakat. bukan hanya untuk orang dewasa saja, ramuan ini pun dapat digunakan untuk meredakan batuk pada balita. Ramuan madu dan jeruk nipis dapat membantu keluarnya lendir penyebab batuk yang ada pada tenggorokan. Untuk membuatnya sangatlah mudah. Campurkan setengah sendok teh madu dan sedikit air jeruk nipis dengan setengah gelas air hangat. Minumkan pada anak sebelum dia tidur. Ramuan ini hanya boleh digunakan pada anak berusia 1-5 tahun.

Bukan Hanya Manjur Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi, Kunyit Juga Ampuh Menyembuhkan Batuk

Kunyit dipercaya sebagai tumbuhan yang mampu mengurangi inflamasi dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Untuk menggunakannya sangatlah mudah. bagi bayi yang masih minum ASI, Bunda dapat mengoleskan bubuk kunyit ini pada payudara sebelum menyusui si kecil. Atau cara lainnya adalah dengan mencampurkan sedikit bubuk kunyit ke dalam susu si kecil. Lakukan cara ini 2 kali sehari.

Saat Anak Sakit Tetap Berikan Air Hangat Agar Kekebalan Tubuhnya Meningkat Bun

Cara lainnya yang dapat anda gunakan adalah dengan memberikan air putih hangat kepada si kecil. Berikan air putih hangat secukupnya. Hal ini bertujuan agar tubuh si kecil tetap terhidrasi sehingga kekebalan tubuhnya pun meningkat.

Nah Bunda, bahan-bahan alami di atas bisa digunakan untuk mengatasi batuk pada si kecil. Memang dampak yang ditimbulkan tidaklah terlalu cepat seperti ketika kita menggunakan obat-obatan kimia. Namun efek samping yang ditimbulkan pun relatif lebih sedikit, bahkan mungkin tanpa efek samping. Namun jika kondisi bayi atau balita belum juga membaik, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tumbuh Kembang Balita Adalah Indikator Penting Status Kesehatannya, Oleh Karena Itu Pastikan Tumbuh kembangnya Sudah Sesuai Usianya

StockSnap_AXIRTFTYRA

Pertumbuhan memiliki kaitan yang alamiah dan sangat erat mengenai perubahan dalam besar, jumlah, atau juga ukuran yang memang bisa diukur dengan menggunakan ukuran berat, ukuran panjang, usia, hingga struktur tulang yang berkembang secara alami sesuai dengan usianya dan keseimbangan metabolisme.

Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan pada struktur serta fungsi tubuh yang semakin bertambah komplit dalam sistem pola yang teratur dan mampu untuk diramalkan, sebagai hasil dari pelaksanaan proses pematangan.

Begitupun yang terjadi pada anak. Setelah melewati masa tumbuh kembang di dalam rahim, si kecil akan mulai mengenal dan beradaptasi dengan lingkungannya. Berbagai aspek perkembangan motorik, kognitif, serta bahasa pada anak balita terjadi sangat pesat. Lantas bagaimana perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi pada anak balita?

Pada Usia 0-4 Bulan Bayi Mulai Berbicara

Melatih senyum dan bicara dari si kecil, membiasakan bayi usia ini untuk mengenal tentang music juga sangat membantu dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi juga sudah mampu diajak tersenyum dan mulai berbicara.

Bayi Berusia 1 Bulan Mengeluarkan suara “o….o…o…”, Menggerakkan Tangan Serta Kakinya, Dan Tersenyum.

Fokus si kecil akan semakin bertambah pada usia ini. karena bayi akan mampu fokus menatap ke Ibu jika sedang di ajak berbicara. Mengeluarkan suara “o….o…o…”, menggerakkan tangan serta kakinya, dan tersenyum.

Pada Usia 3 Bulan Bayi Bisa mengangkat kepala secara tegap saat tengkurap Dan Mengoceh

Pertumbuhan dengan mengangkat kepala secara tegap saat tengkurap dan spontanitas mulai mengoceh adalah langkah lanjutan pertumbuhan dan perkembangannya.

Di Usia 4-6 Bulan Bayi Mulai Bisa Diajak Bermain Bun

Pada usia 4-6 bulan bayi akan lebih sering tengkurep. Bayi juga sudah mulai dapat diajak bermain dengan bantuan benda yang menarik motoriknya, dan matanya dengan warna-warna dari benda tersebut.

Pada Usia 6 Bulan Bayi Dapat Berbalik Dari Posisi Tengkurap Ke Telentang

Mulai dapat berbalik dari posisi tengkurap ke posisi telentang, dan si kecil juga sudah mulai mampu mempertahankan kepalanya dalam posisi tegak.

Saat Si Kecil Berusia 6-12 Bulan, Dia Sudah Mulai Bisa Duduk

Permainan ci-luk-ba sudah mulai dimainkan, karena bayi sudah mulai bisa duduk, memegang biskuitnya sendiri, hingga mulai berjalan dengan berpegangan.

“Ma…ma…Pa…pa…” Akan Mulai Terdengar Saat Bayi Berumur 9 Bulan

Ma…ma…Pa…pa… sudah mulai bisa memanggil sapaan pada orang tua dengan baik, bayi juga sudah mulai bisa mencari atau mengikuti mainannya yang bergerak atau yang jatuh.

Pada Usia 12 Bulan Bayi Mulai Berjalan Dengan Cara Berpegangan

Bayi sudah mulai dapat berjalan dengan cara berpegangan, bayi juga bisa mengenali anggota keluarga, hingga respon menangis jika ada orang baru.

Bayi Berusia 1-2 Tahun Sudah Dapat Mencoret-coret Kertas Dan Bercerita

Memulai mengajari anak berjalan di anak tangga dapat mulai Anda lakukan, bayi juga sudah dapat mencorat-coret di kertas, hingga menyebut anggota tubuh dan juga bercerita.

Pada Usia 2 Tahun Anak Dapat Berlari-lari Dan Menyebut 3-6 Kata Yang Mempunyai Arti

Naik tangga dan berlari-lari, selanjutnya adalah menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti, seperti bola, piring dan sebagainya, mengajari anak untuk mulai berpakaian sendiri, cuci tangan, juga buang air kecil dan buang air besar di tempatnya.

Anak Dapat Berdiri Satu Kaki Tanpa Berpegangan Tangan Saat Berusia 3 Tahun

Anak sudah dapat mengayuh sepeda roda tiga, anak juga bisa mulai berdiri satu kaki tanpa berpegangan tangan, serta mampu memakai sepatunya sendiri.

Pada usia 3-5 tahun Anak Sudah Dapat Menceritakan Apa Yang Dilakukannya

Anak sudah dapat menceritakan apa yang dilakukan, bahkan anak juga mampu menceritakan sesuatu yang merupakan hal baru yang ia coba.

Di Usia 5 Tahun Anak Bisa Melakukan Banyak Hal. Dari Berinteraksi Dengan Temannya, Melompat, Berlari, Hingga Bersekolah

Anak sudah dapat melakukan banyak hal, dari berinteraksi dengan teman seumurannya, melompat, berlari, sekolah, hingga menyebut angka dan pengertian tentang pelajaran si sekolah, anak juga sudah mampu diberikan tanggung jawab seperti berpakaian sendiri serta menggosok giginya saat mandi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top