Parenting

Jangan Remehkan Kesedihan Anak Setelah Kematian Orangtuanya, Terus Dampingi Dan Beri Empati

pexels-photo-236215

Memberitahukan berita kematian kepada anak bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena pemahaman anak-anak yang masih terbatas dan belum sesempurna layaknya pemahaman orang dewasa. Sedangkan berita kematian merupakan sebuah berita yang membutuhkan kekuatan hati dan emosi untuk menerimanya.

Menurut Hana Yasmira, M.Si., seorang Parenting Communication Specialist menyatakan bahwa ada 3 topik atau tema yang sukar untuk dibicarakan dengan anak-anak, yaitu topik yang menyangkut dengan Sex, Death, and Divorce (SDD). Hal itu karena 3 topik tersebut menyangkut dengan pornografi dan juga perasaan kehilangan. Tapi dari ketiga tema tersebut, Death (kematian) dan Divorce (perceraian) merupakan topik yang paling sukar untuk dibicarakan dengan anak-anak.

Saat Anak Berduka Karena Kematian Ayah Atau Ibunya, Beri Ruang Padanya Untuk Mengekspresikan Kesedihan

Menurut Hana Yasmira, M.Si., ketika anak berduka karena kematian ayah atau ibunya, maka biarkan dia mengekspresikan kesedihannya.  Hana Yasmira, M.Si. juga mengatakan bahwa orang-orang di sekitar perlu belajar untuk memahami bahwa kesedihan yang dialami oleh anak merupakan bagian dari proses si anak untuk bisa menerima kehilangan. Selain itu, Hana Yasmira, M.Si. juga menyarankan untuk tak mengabaikan, apalagi meremehkan kesedihan anak.

Biarkan Anak Menangis, Jangan Doktrin Dia Dengan Perkataan Yang Tak Masuk Akal

Orangtua bisa membantu anak untuk mengkonfrontasi kesedihannya. Biarkan dia menangis karena itu adalah sebuah ekspresi yang akan membuatnya menjadi lega. Tapi sayangnya banyak orangtua yang tidak melakukan hal itu. Banyak diantara mereka yang justru mendoktrin anaknya dengan perkataan yang tidak masuk akal. Misalnya ketika yang menangis anak laki-laki, maka orangtua akan mengatakan bahwa anak laki-laki sebagai jagoan tidak boleh menangis. Doktrin seperti ini tidak membuat anak menjadi lega tapi justru akan membebani anak.

Dengarkan Dan Terima Apa Yang Dikatakan Anak

Dengarkan dan terima apa pun yang dikatakan oleh si anak, baik itu berupa harapan, perasaannya, maupun ketakutan si anak. Sikap seperti ini akan membuat anak untuk berbicara secara terbuka. Dengan begitu dia akan merasa bahwa anda memahami perasaannya. Bebannya jadi berkurang, karena dia tak merasa sendiri lagi.

Pancing Anak Untuk Berbicara. Berikan Bantuan Padanya Jika Memang Dibutuhkan

Pancinglah apa yang menjadi kesedihan si anak dan anda sebagai orangtua harus dapat memberi jalan keluar. Jika anak tidak bisa mengungkapkan perasaannya secara lisan, maka pancing dengan cara lain, misalnya melalui permainan, boneka, dan lain sebagainya.

Anda Juga Tidak Perlu Menghakimi. Biarkan Kesedihan Anak Reda Dengan Sendirinya

Apa pun yang diungkapkan oleh anak, maka orangtua sebaliknya tidak menyampaikan pesan balik. Menurut Hana Yasmira, M.Si., orangtua harus menerima apa pun yang diungkapkan oleh anak. Misalnya saja ketika anak sedang sedih, maka orangtua mengiyakan kesedihannya. Cara ini akan membuat emosi anak menjadi reda dengan sendirinya.

Jangan Ungkapkan, “Ayah Atau Ibu Pergi Ke Surga”

Kadang untuk menjawab pertanyaan anaknya, orangtua menjawab, “ayah pergi ke surga”, “pergi jauh”, dan lain sebagainya. Jawaban ini justru akan membingungkan anak karena pikiran anak yang masih konkrit bisa saja menunggu dan mencari orang yang dikatakan “pergi jauh” itu. Untuk itulah, orangtua sebaiknya jujur dan mengungkapkan apa adanya. Jelaskan situasi yang sebenarnya pada anak dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak.

Kesedihan Anak Akan Usai, Namun Jangan Paksa Anak Untuk Segera Menghilangkan Kesedihannya

Menurut Hana, rasa sedih pada anak tidak selalu mudah untuk pergi. Tapi ketika sudah pergi maka anak pun akan kembali seperti semula. Untuk itulah, saat menemani anak, orangtua tidak boleh membiarkan kesedihannya menumpuk terus, tapi juga tidak boleh mengabaikan lalu menghilangkannya.

Bantu Anak Untuk Tak Merasa Bersalah

Bukan tidak mungkin anak akan merasa bersalah oleh kematian orangtuanya. Mungkin selama orangtuanya sakit, dia jarang menjenguknya. Apakah hal ini bisa hilang? Itu tergantung sejauh mana orangtuanya berempati. Jika orangtuanya kurang peka dan empati pada perasaan anak maka bukan tidak mungkin perasaan itu akan berubah jadi rasa kecewa,dan perasaan kecewa tersebut bisa berdampak negatif. Untuk itulah, dalami perasaan anak agar dia mau mengungkapkannya.

Memang tidak mudah untuk menyampaikan berita duka kepada anak-anak. Tapi dengan ketulusan hati maka hal itu akan bisa dilakukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Cerdas Punya Rasa Ingin Tahu yang Besar, Ini Manfaat Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu dan Cara Praktis Merangsang Keingintahuan Anak

Calm children playing with  toys in home interior

.

Memiliki rasa ingin tahu yang besar adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan. Jika seseorang mampu mengarahkan rasa ingin tahu kepada hal-hal yang positif, sifat tersebut akan menjadi keuntungan bagi kita. Namun sebaliknya, jika rasa ingin tahu tersebut digunakan untuk hal-hal yang negatif sifat tersebut bisa menjadi bumerang untuk kita.
Rasa keingintahuan akan sesuatu hal, jadi motivator yang kuat. Mampu membangun mental dan emosi, serta mendorong seseorang mau belajar dan maju. Nah sebagai orangtua, hal ini jelas jadi tugas kita bersama. Sebab menjaga agar rasa  tersebut terus tumbuh didalam dirinya, kita butuh beberapa cara untuk menstimulasinya.

Dan Berikut  Caranya :

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Kerap Susah Tidur Pada Anak Dapat Mengganggu Perkembangannya, Atasi Dengan Tips Ini Bun

StockSnap_AHFXOY83GL

Apakah buah hati anda sering terbangun dan menangis di malam hari? Jika frekuensinya tidak terlalu sering maka hal itu bisa disebut sebagai sesuatu yang wajar, namun jika kerap terjadi bisa jadi si kecil mengalami gangguan tidur.

Gangguan tidur terjadi saat ritme biologisnya terganggu, sehingga si kecil tak dapat tidur nyenyak saat malam hari. Namun anda tidak perlu khawatir, agar anak tak lagi sulit tidur, ada sejumlah tips sederhana yang bisa Bunda terapkan.

Hentikan Aktivitas Bermain Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Bermain merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak. Kebanyakan anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Namun ternyata dekatnya jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur dapat menyebabkan si kecil mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa satu jam jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur akan menyebabkan si kecil mengalami sulit tidur. Untuk itu, para ahli menyarankan para orangtua untuk menghentikan aktivitas bermain anak beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba demi menjaga kualitas tidur si kecil.

Pastikan Tempat Tidur Yang Digunakan Anak Bisa Membuatnya Nyaman

Cara lainnya untuk membuat tidur si kecil nyenyak adalah dengan memberikan tempat tidur yang nyaman. Bisa jadi sering terbangunnya si kecil pada malam hari disebabkan oleh bahan seprei yang panas, adanya pasir, atau semut. Untuk mengatasinya, gantilah seprei si kecil secara teratur sehingga tempat tidurnya pun akan menjadi nyaman.

Berikan Camilan Untuk Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Mungkin masih banyak orangtua yang belum menggunakan cara yang satu ini untuk menidurkan si kecil. Padahal beberapa ahli anak menyarankan para orangtua untuk memberikan cemilan beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba. Makanan kecil seperti kacang, sereal, pisang, telur, keju, ikan tuna, segelas susu hangat, dan yoghurt dapat memicu rasa kantuk pada anak.

Matikan Atau Jauhkan Perangkat Elektronik Dari Tempat Tidur Anak

Beberapa pakar kesehatan anak berpendapat bahwa sambungan listrik yang terdapat pada perangkat elektronik seperti TV, radio, ponsel, dan berbagai jenis peralatan listrik lainnya dapat menghambat produksi hormon melatonin pada si kecil. Hormon melatonin adalah hormon yang menyebabkan rasa mengantuk.

Meskipun beberapa ahli meragukan hasil penelitian tersebut tapi tidak ada salahnya anda memutus aliran listrik di sekitar si kecil. Atau paling tidak menjauhkannya dari tempat tidur si kecil.

Gunakan Lampu Tidur Atau Matikan Lampu Agar Si Kecil Cepat Tidur

Banyak pakar kesehatan yang menyarankan untuk mematikan lampu saat sedang tidur. Hal itu karena cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon tidur. Namun jika bayi anda tidak terbiasa dengan tidur dalam suasana yang gelap, maka Bunda dapat memasang sebuah lampu tidur di kamar tidur.

Buat Anak Merasa Rileks Agar Tidurnya Nyenyak Bun!

Beberapa aktivitas ringan seperti memberikan pelukan, ciuman, bercerita, dan bersenandung akan membuat si kecil menjadi rileks. Dengan begitu anak dapat tidur nyenyak dan beristirahat dengan maksimal. Hal ini tentu berpengaruh baik untuk pertumbuhannya.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat tidur si kecil nyaman. Dengan tips sederhana di atas, Bunda dapat membuat tidur si kecil jadi berkualitas. Namun jika tips tersebut sudah dilakukan dengan baik tapi tidur si kecil belum juga nyenyak, maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak demi mengetahui penyebabnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda Tak Perlu Bingung Apalagi Kesal ketika Si Kecil Terus Bertanya “Kenapa”, Ini Penjelasan Ilmiahnya Dan Cara Menghadapinya

Ketika si kecil sudah mulai bisa berkomunikasi, umumnya mereka akan mulai banyak bertanya. Pertanyaan ini akan terus bersambung ke pertanyaannya berikutnya, menggunakan kata tanya “kenapa”.

Si Kecil: “Kenapa aku harus makan, Bunda?”
Bunda: “Kamu makan supaya kamu sehat.”
Si Kecil: “Kenapa aku harus sehat, Bunda?”
Bunda: “Kalau kamu sehat, kamu jadi bisa main.”
Si Kecil: “Kalau aku tidak bisa main, kenapa jadinya, Bunda?”
dan seterusnya.

Banyak orang tua yang panik menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini. Tak jarang, mereka malah sedikit terbawa emosi karena pertanyaan si anak seolah tidak ada habisnya. Buntutnya, orang tua melakukan berbagai cara agar pertanyaan si kecil berhenti.

Sering Bertanya “Kenapa” Merupakan Ciri Perkembangan yang Baik, Lho, Bunda. Yup, seringnya anak bertanya merupakan bagian dari perkembangan otak anak. Hal ini ditemukan oleh Leon Hoffman, MD, direktur dari Pacella Parent Child Center di New York Psychoanalytic Society & Institute. Penelitiannya menemukan bahwa salah satu yang melatarbelakangi anak-anak suka bertanya “kenapa” adalah untuk memahami kata-kata baru.

Hal ini karena anak dengan rentang usia 1-5 tahun sedang dalam masa untuk belajar berbicara dan berlogika, sehingga anak sering kali mengulang pertanyaan atau bertanya untuk mendapatkan kejelasan dari setiap kata yang didengar atau diucapkannya.

Seringnya anak bertanya “kenapa” juga disebut Leon Hoffman, berguna untuk membangun memori. Tahapan ini juga menjadi ciri anak berada di tahap perkembangan yang baik. Karena dibutuhkan waktu beberapa saat bagi anak yang sedang berkembang untuk menyimpan informasi baru di dalam memorinya.
Mendengar orang tua yang dipercayainya memberikan jawaban bisa membantu mendorong anak untuk memahami konsep kata baru.

Jadi mungkin bagi ayah bunda, pertanyaan si buah hati terkesan tidak penting. Padahal sesungguhnya ketika itu mereka sedang membangun konsep, melatih kemampuan komunikasi, menambah perbendaharaan kata, dan menambah pengetahuan mereka.

Si Kecil Banyak Bertanya Karena Ingin Dekat dengan Bunda dan Ingin Tahu Lebih Banyak

1

Bunda mungkin masih ingat ketika mereka menangis karena ingin menyusu saat masih bayi. Ketika itu, sesungguhnya mereka bukan hanya ingin memenuhi rasa laparnya. Namun mereka juga menginginkan kehadiran orang yang disayanginya. Si kecil ingin diberikan makanan lewat bunda yang disayanginya.

Nah, hal itu juga yang ditemukan oleh Leon Hoffman dalam penelitiannya. Ketika banyak bertanya, anak juga sedang menemukan kenyamanan. Sejak balita, anak-anak biasanya menemukan kenyamanan dalam hal pengulangan dan mengajukan pertanyaan yang sama kembali sebagai salah satu cara untuk meminta dukungan emosional. Jadi si kecil bukan hanya ingin rasa ingin tahunya terpenuhi, namun juga ingin rasa ingin tahunya dipenuhi oleh orang yang disayanginya. Ia ingin pertanyaannya dijawab oleh orang yang membuatnya merasa aman.

Hindari Meminta Anak Bertanya Ke Orang Lain Ya Bunda

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Ketika si kecil memilih Bunda untuk menjawab pertanyaannya, artinya ia memercayai dan merasa aman bersama bunda. Itulah kenapa sangat tidak bijak meminta anak bertanya kepada orang lain ketika ia sedang bertanya kepada kita. Sayangnya, banyak orang tua mengelak ketika lelah dibombardir dengan pertanyaan oleh si kecil?

“Tanya Ayah, ya”
“Coba tanya sama Nenek”
“Kakak tuh bisa jawab”

Begitu biasanya kita mencoba mengalihkan pertanyaan mereka. Padahal hal ini bisa menurunkan minat mereka untuk menambah pengetahuan. Sebab, ia hanya akan bertanya kepada orang yang membuatnya merasa aman dan nyaman. Memintanya bertanya ke orang lain yang bukan pilihannya jelas akan membuatnya ragu sekaligus kecewa kepada kita.

Seandainya Bunda memang tidak bisa menjawab, maka tawarkan si kecil untuk ditemani bertanya kepada orang lain di sekitarnya. Bunda dapat mengajak si kecil dengan kalimat, “Kita tanya sama Ayah yuk, mungkin Ayah tahu jawabannya”.

Rasa Ingin Tahu Ini Harus Dijaga, Bunda Harus Membuatnya Terus Tertarik

Happy Asian Family enjoying their time in the park

Ketika Bunda sudah memahami pentingnya rasa ingin tahu anak, tentunya yang diperlukan saat ini adalah menjaga agar keingintahuan itu tetap ada. Caranya adalah dengan ikut melibatkannya dalam kegiatan yang menyenangkan sekaligus merangsang rasa ingin tahunya.

Nah salah satu cara menyenangkannya adalah dengan mengenalkan anak kepada Shimajiro. Siapa itu? Shimajiro merupakan karakter edukatif nomer satu di Jepang yang aktif dan selalu tertarik dengan hal-hal baru. Shimajiro dapat menjadi teman belajar yang menyenangkan melalui Ruang Ingin Tahu Shimajiro. Di #RuangInginTahuShimajiro, anak dapat bereksplorasi mengasah rasa ingin tahunya sambil bermain, bersama Shimajiro dan Kak Rini yang merupakan teman Shimajiro sekaligus bertindak sebagai narasumber.

Ada tanya jawab bersama Shimajiro yang ditunjukkan melalui video pertanyaan anak-anak untuk kemudian dibahas bersama dan dijawab oleh Kak Rini. Lalu ada juga Tantangan Shimajiro. Kali ini, Shimajiro bersama Kak Rini akan mencoba berbagai macam tantangan sambil bermain.

Serunya lagi, Shimajiro akan mengajak si kecil di rumah untuk turut mencoba hal tersebut. Tantangan yang diberikan merupakan hal-hal sederhana yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya aman untuk dilakukan oleh anak-anak. Jadi Bunda bersama si kecil bisa ikut keseruan bersama Shimajiro.
Yuk, Bunda, asah terus rasa ingin tahu si kecil melalui Rasa Ingin Tahu Shimajiro di sini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top