Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Remehkan Keluhan Sakit Perut pada Anak, Bisa jadi ini Penyebabnya!

anaksakit

Sakit yang diarasakan pada bagian perut merupakan salah satu keadaan yang sering dikeluhkan oleh anak-anak.  Tentu saja untuk mengetahui penyebab pastinya tidak bisa dengan mudah dilakukan dan perlu memperhatikan gejala-gejala yang menyertainya.

Sebagai contoh, anak mengeluh sakit perut setelah makan dalam porsi banyak, bisa saja keluhan sakit muncul karena kekenyangan. Tapi kalau keluhan tersebut disertai dengan gejala mual, muntah bahkan diare tentu ada sebab lain yang harus diwaspadai dan membutuhkan penanganan yang tepat.  Keluhan sakit perut pada anak tidak boleh diremehkan, karena bisa menjadi indikasi adanya gangguan tertentu pada sistem pencernaannya.

Secara medis, sakit perut yang muncul bisa terjadi akibat adanya gangguan pada fungsi pencernaan yang meliputi alat-alat pencernaan seperti lambung, hati, usus, dan pankreas.  Sedangkan berdasarkan lamanya, sakit perut bisa dibedakan menjadi sakit yang akut dan kronis.  Sakit perut akut biasanya terjadi secara tiba-tiba, sementara untuk sakit perut kronis biasanya akan berulang.

Terlepas dari ringan atau beratnya keluhan yang dialami, tetap saja sakit perut yang dialami oleh anak membutuhkan penanganan yang tepat.  Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa penyebab sakit perut pada anak yang sebaiknya Anda tahu.

Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan keluhan sakit perut pada anak yang ditandai dengan gejala nyeri perut yang disertai dengan diare, demam, muntah dan menurunnya nafsu makan.  Keluhan ini bisa disebabkan oleh inveksi virus (Rotavirus, Calicivirus, Adenovirus, dan Astrovirus)  maupun bakteri seperti Salmonella atau E coli.

Untuk pertolongan pertama, pastikan anak Anda mendapatkan asupan cairan yang banyak agar tidak mengalami dehidrasi.  Dan untuk mencegah resiko yang lebih serius, sebaiknya segera memeriksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Sembelit atau konstipasi

Sembelit merupakan keluhan susah buang air besar yang umum dialami oleh anak-anak yang bisa  disebabkan oleh kurangnya asupan serat dan cairan tubuh.  Untuk mengantisipasi keluhan sakit perut pada anak yang disebabkan oleh sembelit, maka Anda bisa memberikan jenis makanan yang mudah dicerna dan kaya serat, serta minum yang cukup untuk membantu melancarkan BAB pada anak.  Cairan yang mencukupi bisa membantu mempertahankan fungsi normal usus sehingga gerakan usus tidak terhambat dan terhindar dari kemungkinan mengalami sembelit.

Alergi susu

Sakit perut yang disebabkan oleh alergi susu seringkali terjadi pada bayi dan anak-anak.  Biasanya ditandai dengan gejala sakit perut, diare, muntah, serta munculnya ruam pada kulit sebagai bentuk respon sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terkandung di dalam susu.

Sebab lainnya adalah intoleransi laktosa, yang ditandai dengan gejala mual, diare, kembung, dan kram perut.  Kondisi ini lebih disebabkan karena tubuh tidak memproduksi enzim untuk mencerna laktosa.  Jika benar karena susu, maka biasanya dokter akan menyarankan untuk menghentikan pemberian susu.
Kembung

Penumpukan gas di dalam perut sering menyebabkan anak mengalami kembung.  Kembung bisa disebabkan karena udara yang tertelan berlebihan, contohnya adalah ketika bayi menyedot botol kosong.  Kondisi ini membuat anak merasa tidak nyaman, rewel, sering bersendawa dan perut membuncit karena kembung.  Untuk mengatasi keluhan ini, Anda bisa memberikan minuman hangat dan mengoleskan minyak kayu putih pada bagian perut, dada, maupun punggung agar anak merasa lebih nyaman dan bisa buang gas segera.

Radang usus buntu

Keluhan nyeri hebat pada bagian bawah perut sebelah kanan dengan disertai gejala demam dan muntah bisa menjadi indikasi adanya radang usus buntu yang tidak boleh diremehkan begitu saja.  Jika keluhan tidak berkurang dan semakin parah maka harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Invaginasi

Invaginasi merupaka keluhan sakit perut pada anak yang disebabkan oleh adanya bagian usus yang masuk ke dalam saluran usus di sebelahnya.   Meskipun kelainan ini bisa terjadai pada semua umur, namun biasanya 75% terjadi pada anak-anak di bawah 2 tahun, dimana paling banyak dialami oleh bayi berusia 5-10 bulan.  Adanya sumbatan pada usus sering menimbulkan gejala kembung, muntah lendir maupun darah dan BAB darah yang disertai lendir.  Selain itu, jika diraba pada bagian perut terasa ada benjolan.  Nyeri perut hebat juga bisa menyebabkana anak tiba-tiba menjerit atau menangis kesakitan.  Kondisi ini tentu saja membutuhkan penanganan medis segera, karena bisa menimbulkan resiko yang membahayakan.

Volvulus atau usus berputar

Jenis gangguan pencernaan berupa volvulus atau usus berputar biasanya disertai dengan gejala sakit perut, muntah, kembung, demam, nyeri ketika perut disentuh, susah buang air besar dan BAB darah.  Rasa sakit yang muncul bisa membuat anak menangis kesakitan.  Sama halnya seperti Invaginasi, keluhan sakit perut pada anak yang disebabkan oleh Volvulus juga membutuhkan penanganan medis segera.

Keluhan sakit perut pada anak tentu harus selalui diwaspadai meskipun hanya keluhan ringan sekalipun.  Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kemungkinan anak mengalami sakit perut, seperti membiasakan untuk anak untuk menjaga kebersihan, memberikan makanan yang bergizi dan kaya serat, membiasakan anak untuk BAB secara teratur, dan memastikan kebutuhan akan cairan tubuh telah terpenuhi dengan baik dengan membiasakan anak minum dalam jumlah yang cukup setiap harinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Inilah Tips Mengatasi Anak Yang Kecanduan Game Online

Inilah Tips Mengatasi Anak Yang Kecanduan Game Online

Apakah anak anda sudah kecanduan game online? Anda bingung cara mengatasinya? Tenang dalam artikel ini akan dibahas sedikit mengenai cara ampuh mengatasi anak yang kecanduan game online.

Pada prinsipnya memang teknologi yang sekarang ini sudah berkembang dengan pesat memberikan manfaat yang positif bagi kehidupan manusia di dunia ini. Namun selain memiliki manfaat yang positif, perkembangan teknologi juga mengalami pengaruh yang negatif, khususnya bagi anak-anak. Salah satu pengaruh negatif yang marak adalah anak kecanduan dengan game online. Jika sudah begitu, lalu bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini adalah tipsnya buat anda.

Tips mengatasi anak yang kecanduan dengan game online

  1. Cobalah untuk memahami apa yang sebenarnya diperlukan oleh anak.

Tentu kita tahu bahwa setiap anak memiliki suatu keperluan, baik itu secara materi, ataupun sikis, pasti dia ingin memiliki sesuatu yang diinginkannya. Maka anda sebagai orang tua harus benar-benar mampu memahami apa sebenarnya kebutuhan dari anak anda, jika kebutuhan tersebut tidak terlalu penting bagi dirinya maka jangan dipenuhi, tetapi sebaliknya, jika kebutuhan tersebut amatlah penting bagi anak anda, maka cobalah untuk dipenuhi.

Dengan demikian, anak anda tidak akan bersikap manja. Perlu anda ketahui bahwa sifat manja yang ada pada diri anak akan membawanya ke suatu kesenangan yang lama semakin lama akan berubah menjadi kecanduan. Pada intinya sebagai orang tua anda harus paham dengan kebutuhan anak, supaya anda tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk anak anda.

  1. Berikanlah perhatian penuh pada anak.

Kecanduan game online yang terjadi pada anak bisa saja disebabkan karena kurangnya rasa perhatian orang tua terhadap anak. Mereka akan merasa kesepian sehingga berusaha untuk mencari kesenangan sendiri, dia mencari perhatian dengan memainkan game online. Mengapa game online? Karena sangat asik untuk dimainkan oleh anak-anak.

Nah jika anda ingin menghilangkan anak anda dari kecanduan game online, maka anda pun bisa memberikan perhatian yang lebih dan penuh pada anak anda.

  1. Alihkan aktifitas anak ke permainan lain.

Cara efektif yang lain mengatasi anak kecanduan game online adalah dengan cara mengalihkan perhatian atau aktifitas anak kepada kegiatan lain. Anda bisa mengikutkan dia les piano, les menari atau aktifitas lain yang bermanfaat untuk si kecil.

  1. Ajaklah anak anda untuk menikmati liburan bersama.

Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, tetapi anda harus ingat dengan anak-anak anda yang juga perlu anda perhatikan. Ketika libur tiba, cobalah untuk mengajaknya bertamasya ke suatu tempat yang menyenangkan baginya. Anda bisa mengajaknya ke pantai, kebun buah, kebun binatang, atau tempat-tempat yang indah lainnya. Dengan begitu anak akan perlahan dapat melupakan game online yang biasa dimainkan.

  1. Ajarkanlah pada anak sejak dini tentang Give And Take.

Apakah sebenarnya makna dari take and give? Perlu anda ketahui bahwa take and give? Adalah seseorang yang akan diberi imbalan terhadap apa yang sudah dilakukannya. Anda bisa menerapkan cara ini kepada anak anda, dengan membuat kesepakatan kepada anak tentang waktu bermain game yang boleh dimainkan. Jika dia menepati janjinya, maka berikanlah dia hadiah supaya selalu mengikuti kesepakatan yang sudah anda buat. Tetapi, sebaliknya, jika dia melanggar janjinya, maka hukumlah dia supaya tidak mengulangi lagi.

  1. Cobalah untuk memasuki dunia anak.

Yang dimaksud memasuki dunia anak di sini bukan anda harus menjadi anak kecil lagi, melainkan cobalah untuk menyelami dunia anak-anak. Anda harus memahami bagaimana cara bergaul dengan anak yang baik dan benar, dengan demikian anda akan memahami tentang kehidupan anak lebih dalam lagi. Sehingga dengan demikian, anda bisa mengambil langkah yang tepat ketika anak anda mulai kecanduan game online.

  1. Jadilah contoh yang baik.

Kebanyakan anak yang mengalami kecanduan game online ini adalah anak yang memiliki banyak waktu luang serta tidak bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. Anda sebagai orang tua harus mampu untuk menjadi sosok yang memiliki contoh yang baik bagi anak-anak anda, misalnya anda bisa memberikan contoh menghabiskan waktu luang dengan membersihkan rumah, jalan-jalan ke perpustakaan, olahraga dan masih banyak yang lain. Dengan demikian anak anda akan paham dan tidak lagi kecanduan game online.

  1. Batasi bermain gadget.

Anda harus membatasi anak anda untuk bermain gadget, karena memang tidak bisa dipungkiri anak yang sering memegang gadget itu yang akan kecanduan dengan game online. Dengan anda memantau anak bermain gadget, maka anak akan sedikit demi sedikit terhindar dari game online.

Demikianlah tadi pembahasan tentang cara mengatasi anak yang kecanduan game online. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Salah Satu Pengertian Yang Harus Diajarkan Orangtua,Mengelola Rasa Dendam Pada Anak Dengan Baik

Anakdendam

Membesarkan anak menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup, akan ada banyak fase yang kita lalui dalam mendidik anak. Mulai dari perubahan tumbuh kembang fisik hingga perubahan sikap yang dimilikinya, sebagai orangtua yang akan menjadi panutannya kelak kita juga harus bisa memberikan contoh yang baik untuk sang anak. Baik itu contoh baik dalam perbuatan, ucapan dan pola sikap yang kita tunjukkan.

Kejadian-kejadian buruk dan tidak menyenangkan yang akhir-akhir ini sering menjadi sorotan banyak orang ternyata banyak dipicu oleh sakit hati dan Rasa dendam, tak hanya antara orang dewasa ternyata anak-anak pun tak luput menjadi korban atau bahkan menjadi pelaku untuk berbagai kejadian yang tidak menyenangkan ini.

Hanya karena rasa Sakit hati dan dendam seseorang bisa melukai oranglain bahkan hingga membunuh. Betapa ternyata hal ini bisa berakibat fatal bagi si pelaku juga yang menjadi korban. Cobalah untuk berpikir sejenak apakah dendam yang setiap orang atau setiap anak bisa begitu buruknya ? tentu saja tidak, jika kita bisa mengontrol diri dan mengajari anak. Dendam tak melulu berujung tragis seperti kebanyakan kejadian sekarang ini. Lalu apa saja sih yang perlu kita tanamkan kepada anak untuk mampu mengelola rasa dendamnya dengan baik? Kita bisa lihat di point-point berikut ini

Kita Harus Mampu Menyadari Dendam Yang Dirasakan Oleh Anak

Sebagai langkah awal, kita sebagai orang tua harus mampu menyadari rasa dendam yang dirasakan oleh anak. Bisa dilakukan dengan cara memperhatikan dan memahami emosi yang sedang dirasakannya, dengan menyadari emosi yang dirasakan olehnya, kita akan dapat memahami pengaruh dendam yang sedang dirasakannya tersebut pada caranya berinteraksi dengan kita ataupun oranglain. Untuk mencegahnya tetap memelihara dendam kita bisa memberinya pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah hal yang baik, selain membuatnya mengerti dia juga akan tahu bahwa hal tersebut merupakan salah satu bukti kepekaan kita terhadapnya.

Membantunya Untuk Mengontrol Diri Untuk Segala Dendam Yang Dimilikinya

“Sebenarnya dendam dapat dikendalikan agar tidak merugikan diri sendiri atau menyakiti orang lain. Dendam boleh ada tapi anak tidak boleh jadi pendendam,” – Vera Itabiliana Hadiwidjojo,S.Psi., Psi , Seorang Psikolog Anak dan Remaja
Selama mampu mengotrol anak dengan baik dendamnya takkan mungkin merugikan orang lain, lalu jika sudah mampu mengontrol diri lantas darimana dendam itu bisa datang ? selain dengan karena perbuatan yang memang ditimbulkan orang lain kepadanya, dendam pada diri anak juga bisa tumbuh karena pola didik orangtua yang memang keliru yang kadang kita lakukan secara langsung atau tidak langsung. Contoh sederhananya kita sering menyalahkan lantai ketika anak kita terjatuh, yang secara tidak langsung memberikan dia pandangan untuk melihat suatu masalah sebagai ulah orang lain dibanding intropeksi pada diri sendiri.

Memberikan Contoh Dengan Mengungkapkan dan Menamakan Segala Rasa Yang Dimiliki

Sebagai orang tua kita juga dapat memberi contoh dengan mengungkapkan dan menamakan semua rasa  yang sedang dirasakan. Misalnya dengan mengatakan pada anak “Mama sedih kalau kakak buang-buang makanan” atau “papa bangga kalau adik mau berbagi mainan dengan teman”. Sehingga anak kita akan terbiasa dengan hal tersebut, mengungkapkan segala yang dirasakannya. Menyatakan rasa atau keinginan ke dalam kata-kata (labeling) memiliki fungsi untuk memaknai ulang rasa yang dirasakan sehingga dapat mengalihkan dari tindakan emosional atau menyimpan suatu dendam untuk segala sesuatu dan memberikan rasa bahwa dia dapat mengontrol kondisi yang sedang dihadapi

Mengamati dan Mendengarkan Cara Anak Mengekspresikan Berbagai Macam Emosinya

Untuk hal ini kita tentu mampu melihat semua perubahan ekspresi yang ditunjukkan oleh anak, kita bisa tahu bagaimana wajahnya saat marah, sedih, kecewa dan memelas. Terlebih ketika anak sedang marah dan emosi usahakan untuk tidak menghindari dan mengalihkannya dari rasa marahnya tersebut, tunjukkan bahwa kita memang memahaminya bahkan saat marah sekalipun dan kita dapat membantunya dengan menamakan emosi yang sedang dirasakannya Misalnya “Kakak marah ya ? cakenya mama habisin?”

Kita juga harus memberi mereka pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada, selalu ajarkan anak untuk bisa lebih mudah memafkan ketika ada orang lain yang sekiranya berbuat salah karena menyimpan dendam hanyalah akan menyakiti hati dan jiwanya sendiri atau bahkan oranglain.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Inilah Cara Sehat Memberi Nasihat. Terapkan Sejak dini Agar Tidak Menyesal Di Kemudian Hari!

Inilah Cara Sehat Memberi Nasihat. Terapkan Sejak dini Agar Tidak Menyesal Di Kemudian Hari!

Terkadang kita sebagai orang tua merasa kebingungan dalam memberikan nasehat untuk si kecil. Hal itu disebabkan karena pemahaman orang tua yang terkadang masih kurang sehingga bingung untuk memilih kata yang bisa dicerna oleh si kecil. Hal itu masih tergolong wajar, sebab anak kecil akan memiliki tingkat kekritisan dan pola pikir yang terbatas. Oleh karena itulah, sebagai orang tua yang masih memiliki anak dalam usia pertumbuhan wajib untuk membaca buku-buku atau tulisan yang mengarahkan pada nasehat untuk anak kecil. Lalu nasehat seperti apakah yang patut untuk ditanamkan sejak dini? Berikut ini ada beberapa nasehat untuk si kecil yang bunda bisa terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Inilah cara cerdas menegur anak usia dini

  1. Tetap bersikap sabar.

Dalam menghadapi anak yang masih usia dini memang bukan perkara yang mudah, terlebih lagi jika dia merupakan anak yang sulit untuk diatur. Perlu bunda ketahui bahwa sebenarnya mereka hanyalah berantusias terhadap hal-hal memang menurutnya menarik , lucu dan juga unik. Sesuai dengan sebuah teori dari Erikson yang mengatakan bahwa fase perkembangan anak usia dini adalah 3 -5 tahun merupakan masa kemasan dimana dia telah aktif-aktifnya untuk mencari banyak pengalaman baru dalam kehidupannya.

Oleh karena itulah, penting bagi orang tua untuk memberikan pengarahan yang baik, dan menegurnya dengan kesabaran yang tinggi. Satu hal yang perlu diingat, bahwa anak hanyalah merasa penasaran dan ingin tahu bukan karena ingin mengacaukan segalanya.

  1. Ajaklah bicara empat mata.

Dalam menegur anak yang masih usia dini tentu tidak dapat dilakukan dengan cara membentak-bentak dan menyuruhnya berhenti begitu saja. Tetapi sangat diperlukan kontak mata kepada anak tersebut. Dengan kontak mata anak harapannya dapat lebih memerhatikan anda, ketimbang anda menegurnya dalam posisi berdiri. Perlu anda pahami bahwa menegur dari jauh atau dengan posisi berdiri hanya akan menyebabkan anak mengira anda membentaknya tanpa sserta memberikan hukuman. Selain itu posisi berdiri anda dapat membuat pegal leher anak, karena dia harus mendongak ke atas. Itu tentu tidak efektif baik secara esensi maupun fisik anak tersebut. Sebaiknya jika anda ingin menegur anak jangan ketika ada banyak orang, itu bertujuan untuk menjaga perasaan anak supaya anak tidak merasa malu ketika dia dinasehati.

  1. Jangan berkata kasar pada anak.

Masih banyak orang tua yang menegur anak yang masih usia dini sama dengan menegur anak yang sudah dewasa. Akibat dari semua itu dia pun tidak segan-segan dalam berkata-kata kasar. Jika hal itu terus menerus dibiarkan justru itu akan merugikan bagi tumbuh kembangnya. Bisa jadi hal tersebut akan dicontoh oleh anak dikemudian hari.

  1. Kendalikan emosi.

Tidak jarang orang tua yang telah mengajak buah hatinya ke pusat perbelanjaan akan melakukan hal ini. Ditengah ramainya lalulalang permainan lucu, lalu anak tersebut meminta untuk dibelikan. Karena orang tua tidak membawa uang pada akhirnya orang tua menampakkan kekesalannya dengan memarahinya dimuka umum. Biasanya ketika orang tua emosional selalu mendaratkan cubitan kecil sehingga anak menangis keras.

Perlu orang tua pahami dan ingat, bahwa anak tersebut tidak mengetahui jika anda sedang tidak membawa uang. Jika anda ingin menegur anak maka cobalah untuk kendalikan emosi anda, berikanlah pengertian dengan lembut. Jangan sampai anda termakan oleh emosi pada saat anda menegur anak. Jika itu dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan potensi anak untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap anak yang lain.

  1. Jangan membentak anak.

Orang tua seringkali marah ketika anaknya membuat keributan karena kreatifitasnya yang tidak pada tempatnya. Tetapi anda harus ingat bahwa apa yang dilakukan oleh anak anda sebenarnya disebabkan karena rasa ingin tahu yang tinggi. Maka tidak seharusnya rasa ingin tahunya yang sangat tinggi itu kemudian anda larang begitu saja dengan membentak tanpa ada alasan mengapa dia tidak diperbolehkan melakukannya. Namun anda sebagai orang tua cukup mengarahkan dan menasehati dengan baik apabila apa yang dilakukannya salah, itu jauh lebih baik ketimbang anda membentak dan marah-marah seperti kerasukan setan.

Banyak para orang tua saat ini yang tidak memiliki sikap sabar dalam mendidik anak. Hal itu mengakibatkan kerapkali para orang tua membuli anak dengan kata-kata kasar dan nada yang membentak. Meski pun terkadang kesalahan anak tidak begitu parah. Sebisa mungkin anda sebagai orang tua usahakan untuk tidak membentak anak, sebab jika anda sering melakukannya maka yang ada anak akan takut pada anda. Akibat dari itu hubungan emosi antara anak dengan orang tua terjalin seperti lawan dan musuh.

  1. Jangan membandingkan.

Mungkin ada kalanya ketika anak yang dalam usia dini memiliki keterbatasan saat melakukan segala hal. Lalu dalam keterbatasan tersebut orang tua janganlah membanding-bandingkannya dengan anak-anak yang lain yang sudah bisa melakukan ini dan itu. Dengan membanding-bandingkan berarti sama saja telah meremehkan kemampuan yang memang belum nampak pada diri sang anak. Hindarilah tabiat membanding-bandingkan walaupun niat anda hanyalah bercanda, di usia dini tersebut, informasi pembandingan yang lebih cenderung melecehkan anak akan diserapnya dipercayai sebagai sebuah kenyataan yang melekat pada dirinya. Pada akhirnya anak memiliki potensi yang akan tumbuh menjadi orang yang minder di dewasanya nanti.

  1. Jangan melakukan kekerasan pada anak.

Anda sebagai orang tua jangan sekali-kali melakukan kekerasan terhadap anak anda yang masih usia dini. Jika anda melakukan kekerasan terhadapnya maka akan dikhawatirkan anak anda akan mengalami traumatis pada masalalu yang dapat merugikan bagi tumbuh kembang anak anda nantinya. Namun menegur dengan cara persuasif dengan cara mengajak untuk tidak melakukan apa-apa yang salah lebih baik, ketimbang anda langsung memukulnya atau mencubit. Memangnya anda mau ketika ia dewasa memiliki dendam pada anda? Tentu anda tidak mau kan.

  1. Jangan mengancam.

Sebaiknya anda tidak menegur anak anda dengan ancaman. Dengan tidak adanya unsur ancaman harapannya nanti anak akan diajarkan untuk bersikap bijaksana dalam menghadapi kesalahan orang lain. Jangan pernah mengancam anak supaya tidak mengulangi kesalahannya, tetapi berikanlah dia peringatan dengan halus dan lembut. Perlu orang tua ketahui bahwa teguran yang berupa ancaman hanyalah akan membuat anak merasa takut dengan ancaman yang diberikan oleh anda, tidak karena teguran dari anda.

  1. Ajaklah anak untuk diskusi.

Anda sebagai orang tua bisa anaknya dengan menerapkan sistem diskusi. Anak usia dini memiliki kecenderungan lebih suka jika dia dikondisikan dalam sebuah interaksi yang aktif. Salah satu diskusi interaktif yang bisa anda lakukan adalah dengan berdiskusi dua arah. Lakukanlah teguran dengan cara seperti tersebut. Berikanlah pula dia kesempatan untuk mengutarakan pendapat atau pun alasan mengapa dia melakukan suatu kesalahan.

  1. Buatlah perjanjian.

Anda bisa menegur atau menasehati anak anda yang masih usia dini dengan membuat perjanjian. Buatlah perjanjian yang telah disetujui secara bersama, supaya dia tidak lagi mengulangi perbuatannya. Contoh dari perjanjian yang bisa anda buat adalah: dengan mengurangi waktu bermainnya atau mengurangi kesenangan lainnya. Tentu pengurangan yang dilakukan merupakan hukuman yang tidak ekstrim.

  1. Berikanlah pemahaman dan pengertian.

Dengan memberikan pengertian dan pemahaman yang lebih jelas juga merupakan hal yang paling penting untuk ditempuh oleh para orang tua dalam menegur anak usia dini. Seringkali para orang tua ketika menegur anak tanpa memberikan pengertian yang jelas, bahkan cenderung lebih mengedepankan emosi ketika menegurnya. Perlu anda ingat bahwa teguran teguran tersebut merupakan anak yang masih berusia dini.

  1. Memberikan contoh.

Anda ketika menegur anak harus dibarengi dengan contoh supaya anak dapat mengikuti apa yang harus dilakukan dan diperbuat. Memberikan contoh kepada anak tentang apa yang seharusnya dilakukan merupakan fungsi yang tepat, supaya dia mengetahui bagaimana cara untuk memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.

Demikianlah pembahasan tentang cara sehat memberi nasehat terhadap anak usia dini. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top