Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Remehkan Keluhan Sakit Perut pada Anak, Bisa jadi ini Penyebabnya!

anaksakit

Sakit yang diarasakan pada bagian perut merupakan salah satu keadaan yang sering dikeluhkan oleh anak-anak.  Tentu saja untuk mengetahui penyebab pastinya tidak bisa dengan mudah dilakukan dan perlu memperhatikan gejala-gejala yang menyertainya.

Sebagai contoh, anak mengeluh sakit perut setelah makan dalam porsi banyak, bisa saja keluhan sakit muncul karena kekenyangan. Tapi kalau keluhan tersebut disertai dengan gejala mual, muntah bahkan diare tentu ada sebab lain yang harus diwaspadai dan membutuhkan penanganan yang tepat.  Keluhan sakit perut pada anak tidak boleh diremehkan, karena bisa menjadi indikasi adanya gangguan tertentu pada sistem pencernaannya.

Secara medis, sakit perut yang muncul bisa terjadi akibat adanya gangguan pada fungsi pencernaan yang meliputi alat-alat pencernaan seperti lambung, hati, usus, dan pankreas.  Sedangkan berdasarkan lamanya, sakit perut bisa dibedakan menjadi sakit yang akut dan kronis.  Sakit perut akut biasanya terjadi secara tiba-tiba, sementara untuk sakit perut kronis biasanya akan berulang.

Terlepas dari ringan atau beratnya keluhan yang dialami, tetap saja sakit perut yang dialami oleh anak membutuhkan penanganan yang tepat.  Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa penyebab sakit perut pada anak yang sebaiknya Anda tahu.

Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan keluhan sakit perut pada anak yang ditandai dengan gejala nyeri perut yang disertai dengan diare, demam, muntah dan menurunnya nafsu makan.  Keluhan ini bisa disebabkan oleh inveksi virus (Rotavirus, Calicivirus, Adenovirus, dan Astrovirus)  maupun bakteri seperti Salmonella atau E coli.

Untuk pertolongan pertama, pastikan anak Anda mendapatkan asupan cairan yang banyak agar tidak mengalami dehidrasi.  Dan untuk mencegah resiko yang lebih serius, sebaiknya segera memeriksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Sembelit atau konstipasi

Sembelit merupakan keluhan susah buang air besar yang umum dialami oleh anak-anak yang bisa  disebabkan oleh kurangnya asupan serat dan cairan tubuh.  Untuk mengantisipasi keluhan sakit perut pada anak yang disebabkan oleh sembelit, maka Anda bisa memberikan jenis makanan yang mudah dicerna dan kaya serat, serta minum yang cukup untuk membantu melancarkan BAB pada anak.  Cairan yang mencukupi bisa membantu mempertahankan fungsi normal usus sehingga gerakan usus tidak terhambat dan terhindar dari kemungkinan mengalami sembelit.

Alergi susu

Sakit perut yang disebabkan oleh alergi susu seringkali terjadi pada bayi dan anak-anak.  Biasanya ditandai dengan gejala sakit perut, diare, muntah, serta munculnya ruam pada kulit sebagai bentuk respon sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terkandung di dalam susu.

Sebab lainnya adalah intoleransi laktosa, yang ditandai dengan gejala mual, diare, kembung, dan kram perut.  Kondisi ini lebih disebabkan karena tubuh tidak memproduksi enzim untuk mencerna laktosa.  Jika benar karena susu, maka biasanya dokter akan menyarankan untuk menghentikan pemberian susu.
Kembung

Penumpukan gas di dalam perut sering menyebabkan anak mengalami kembung.  Kembung bisa disebabkan karena udara yang tertelan berlebihan, contohnya adalah ketika bayi menyedot botol kosong.  Kondisi ini membuat anak merasa tidak nyaman, rewel, sering bersendawa dan perut membuncit karena kembung.  Untuk mengatasi keluhan ini, Anda bisa memberikan minuman hangat dan mengoleskan minyak kayu putih pada bagian perut, dada, maupun punggung agar anak merasa lebih nyaman dan bisa buang gas segera.

Radang usus buntu

Keluhan nyeri hebat pada bagian bawah perut sebelah kanan dengan disertai gejala demam dan muntah bisa menjadi indikasi adanya radang usus buntu yang tidak boleh diremehkan begitu saja.  Jika keluhan tidak berkurang dan semakin parah maka harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Invaginasi

Invaginasi merupaka keluhan sakit perut pada anak yang disebabkan oleh adanya bagian usus yang masuk ke dalam saluran usus di sebelahnya.   Meskipun kelainan ini bisa terjadai pada semua umur, namun biasanya 75% terjadi pada anak-anak di bawah 2 tahun, dimana paling banyak dialami oleh bayi berusia 5-10 bulan.  Adanya sumbatan pada usus sering menimbulkan gejala kembung, muntah lendir maupun darah dan BAB darah yang disertai lendir.  Selain itu, jika diraba pada bagian perut terasa ada benjolan.  Nyeri perut hebat juga bisa menyebabkana anak tiba-tiba menjerit atau menangis kesakitan.  Kondisi ini tentu saja membutuhkan penanganan medis segera, karena bisa menimbulkan resiko yang membahayakan.

Volvulus atau usus berputar

Jenis gangguan pencernaan berupa volvulus atau usus berputar biasanya disertai dengan gejala sakit perut, muntah, kembung, demam, nyeri ketika perut disentuh, susah buang air besar dan BAB darah.  Rasa sakit yang muncul bisa membuat anak menangis kesakitan.  Sama halnya seperti Invaginasi, keluhan sakit perut pada anak yang disebabkan oleh Volvulus juga membutuhkan penanganan medis segera.

Keluhan sakit perut pada anak tentu harus selalui diwaspadai meskipun hanya keluhan ringan sekalipun.  Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kemungkinan anak mengalami sakit perut, seperti membiasakan untuk anak untuk menjaga kebersihan, memberikan makanan yang bergizi dan kaya serat, membiasakan anak untuk BAB secara teratur, dan memastikan kebutuhan akan cairan tubuh telah terpenuhi dengan baik dengan membiasakan anak minum dalam jumlah yang cukup setiap harinya.

1 Comment

1 Comment

  1. ratnasari

    February 1, 2018 at 11:51 pm

    mau tanya dong,,anak sy sering mengeluh sakit perut tapi itu terjadi di saat dia ingin tidur tapi di saat bermain atau melakukan kegiatan lainnya dia tidak mengeluh hanya pada saat ingin tidur sj dia selalu mengeluhkan sakit perut,,mohon bantuannya,apa sebabnya sampai anak sy sering seperti itu ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Menggemaskan Bak Boneka, 15 Potret Salma Anak Atiqah yang Membuat Bunda Ingin Segera Punya Anak Sepertinya

Cover Salma

Baby Salma, jadi nama baru yang jadi kecintaan semua orang di sosial media instagram. Diberi nama Salma Jihane Putri Dewanto, Sal panggilan akrab dari orangtuanya lahir pada 23 Juni 2017 lalu. Dan jelas ia juga jadi salah satu pelengkap kebahagian kedua orangtuanya Rio Dewanto dan Atiqa Hasiholan yang menikah pada 2013 lalu.

Dua bulan lagi Salma akan genap berusia 1 tahun, pertumbuhan putri pertama dari Rio Dewanto ini memang kerap mengundang perhatian banyak orang. Sebab tak hanya memiliki wajah yang menggemaskan dan mirip bapaknya saja, Salma juga terbilang cukup sadar kamera pada setiap foto yang diunggah bapak dan ibunya.

Nah, untuk bunda yang mungkin sedang berencana untuk kembali hasil lagi dan ingin punya anak selucu Salma. Ada 10 Foto lucu dan menggemaskan dari Salma yang Sayangianak telah kumpulkan. Sebab konon, membayangkan seorang anak lucu saat tengah hamil katanya, berpotensi juga pada anak yang sedang dalam kandungan bunda.

Lirikan menggemaskan dari Salma saat usianya masih satu bulan.

Sumber : https://www.instagram.com/atiqahhasiholan/

Sumber : https://www.instagram.com/atiqahhasiholan/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. ratnasari

    February 1, 2018 at 11:51 pm

    mau tanya dong,,anak sy sering mengeluh sakit perut tapi itu terjadi di saat dia ingin tidur tapi di saat bermain atau melakukan kegiatan lainnya dia tidak mengeluh hanya pada saat ingin tidur sj dia selalu mengeluhkan sakit perut,,mohon bantuannya,apa sebabnya sampai anak sy sering seperti itu ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Yuk, Latih Anak Membiasakan Sikat Gigi Tiap Hari!

yuk, mulai ajak si kecil sikat gigi bersama!Sejak si kecil sudah mulai bisa mengonsumsi berbagai macam makanan dan minuman, Bunda sebagai orangtua harusnya mulai khawatir akan kesehatan gigi anak sebab besar kemungkinan akan ada sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi.

Jika tidak dibersihkan secara optimal, maka hal tersebut akan memicu timbulnya gigi keropos dan berlubang, lho! Lalu, pada usia berapakah idealnya Bunda bisa mulai membiasakan anak untuk menggosok gigi secara rutin?

Beberapa dokter gigi menyarankan para orangtua untuk mulai mengajarkan anak tentang betapa pentingnya kebersihan organ mulut sejak ia berusia 2-3 tahun. Terdengar mudah, padahal dalam praktiknya, Bunda akan menemui beberapa rintangan. Sebut saja kemungkinan anak rewel, memberontak, hingga menangis.

Enggan hal tersebut terjadi, bukan? Ini dia beberapa cara seru melatih buah hati untuk rutin menggosok gigi yang bisa Bunda coba di rumah:

1. Biasakan sejak masih kecil

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Bunda disarankan untuk mengajari anak menggosok gigi dengan benar sejak ia berusia 2-3 tahun. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang dilansir dari situs Colgate yang mengatakan bahwa semakin dini nilai pentingnya kebersihan gigi ditanamkan, maka akan semakin menempel pula pemahaman tersebut di benak anak hingga ia beranjak dewasa kelak.

 

2. Menggosok gigi bersama si kecil

Bukankah salah satu hal yang paling sering dilakukan oleh anak-anak adalah meniru kebiasaan orangtuanya? Karenanya, sebagai orangtua, sudah seharusnya Bunda memberikan contoh yang baik dengan membiasakan diri menggosok gigi setiap habis makan dan sebelum tidur.

Ada baiknya, setiap kali Bunda akan menggosok gigi, ajak serta si kecil agar ia merasa ditemani. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengawasi apakah si kecil sudah menggosok gigi secara benar atau tidak, ya!

 

3. Ajak anak untuk memilih peralatan sikat giginya

Si kecil tentunya akan merasa senang jika dilibatkan untuk memilih sikat giginya sendiri. Maka dari itu, biarkanlah ia memilih sikat gigi yang disukainya berdasarkan gambar hewan atau karakter kartun favoritnya.

Selain itu, berilah ia kebebasan untuk memilih pasta gigi dengan rasa yang disukai. Ssstttt… dua cara tersebut dijamin ampuh untuk membuat buah hati rajin sikat gigi, lho!

 

4. Puji si kecil setelah menggosok gigi

Eits, jangan salah! Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun akan kegirangan jika mendapatkan pujian. Karenanya, setelah si kecil selesai menggosok gigi, pujilah ia sewajarnya. Jika perlu, berikan ia kecupan di kening sebagai bentuk apresiasi.

Hal ini dilakukan untuk memotivasi anak agar ia menjadikan aktivitas menggosok gigi sebagai kebiasaan baik yang harus dilakukan setiap hari. Efeknya, si kecil pun jadi terbiasa menemukan cara memutihkan gigi untuk dirinya sendiri. Praktis, bukan?

 

5. Ajak anak menggosok gigi sebelum tidur dengan cerita

Bunda tentunya tahu bahwa anak-anak sangat menyukai cerita. Nah, Bunda dapat memanfaatkan hal tersebut untuk melatihnya menggosok gigi sebelum tidur.

Caranya? Buatlah jalan cerita tentang jahatnya kuman-kuman di dalam mulut yang perlu dibasmi dengan menggunakan sikat dan pasta gigi. Jangan lupa untuk memasukkan karakter pahlawan kesukaan si kecil dalam cerita karangan Bunda, ya! Dengan cara ini, si kecil tidak akan lagi merasa terpaksa ketika diminta untuk menggosok gigi.

 

Itu tadi beberapa tips dan trik jitu untuk memulai kebiasaan menggosok gigi bagi si kecil. Selamat mencoba!

1 Comment

1 Comment

  1. ratnasari

    February 1, 2018 at 11:51 pm

    mau tanya dong,,anak sy sering mengeluh sakit perut tapi itu terjadi di saat dia ingin tidur tapi di saat bermain atau melakukan kegiatan lainnya dia tidak mengeluh hanya pada saat ingin tidur sj dia selalu mengeluhkan sakit perut,,mohon bantuannya,apa sebabnya sampai anak sy sering seperti itu ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda Ingin Punya Anak Cerdas? Mulailah Rajin Membaca Buku Sejak Buah Hati Dalam Kandungan

pexels-photo-396133

Ibu mana yang tidak ingin punya anak cerdas? Bahkan mungkin segala upaya dilakukan oleh Bunda demi melahirkan si kecil nan cerdas meski buah hati Bunda masih dalam kandungan. Faktanya, demi mendapatkan buah hati yang tangkas dan dikaruniai kecerdasan dalam berpikir, memang ada beberapa hal yang perlu Bunda lakukan dan jadikan kebiasaan demi merangsang kecerdasan si kecil. Berikut ini hal-hal yang bisa Bunda lakukan selama masa kehamilan.

Bacalah Buku Sebelum Tidur demi Merangsang Pembentukan Otak Janin

pexels-photo-59894

Menurut Dr Miriam Stoppard, seorang pakar pola asuh anak, semenjak semester ketiga ibu hamil harus membiasakan diri membacakan buku dongeng untuk janin. Mungkin tak banyak ibu yang menyadarinya, namun ini merupakan latihan awal kemampuan bicara pada si kecil kelak. Bunda perlu tahu, janin di semester ketiga kandungan biasanya sudah mampu menyimpan memori dan bunyi yang biasa didengarnya dari lingkungan sekitarnya. Biasa membacakan buku sebelum tidur akan mempercepat kemampuan bicaranya.

Tetaplah Aktif dan Milikilah Waktu untuk Berolahraga Selama Masa Kehamilan

pexels-photo-618923

Ibu yang tetap aktif dan bersemangat berolahraga akan membuat kandungannya semakin kuat. Ya, janin yang ada di dalam kandungan Bunda pun menyukai energi positif tersebut. Bunda perlu tahu, hormon yang tercipta selama latihan dibawa oleh plasenta sehingga bayi pun ikut memperoleh reaksi kimiawi bahagia selama delapan jam. Dengan sering berolahraga menurut studi bisa meningkatkan perkembangan otak bayi terutama di bagian otak yang nantinya berperan untuk belajar dan menghapal.

Dengarkan Musik Setiap Hari demi Memicu Hormon Bahagia

pregnant-belly-baby-belly-months-157724

Menyetel dan mendengarkan musik klasik telah menjadi teori yang paling umum dan banyak dilakukan oleh ibu hamil. Ya, janin sangat menyukai musik apa  pun genrenya. Mungkin karena musik bisa memicu hormon bahagia yaitu serotonin yang membuat bayi lebih tenang dan bahagia. Rasa bahagia, menurut Dr Stappord akan terus terekam dalam memori bayi sampai ia lahir. Karenanya, saat bayi mendengarkan musik, memorinya akan membawanya kembali ke masa bahagia saat ia menikmati musik dalam kandungan.

 

1 Comment

1 Comment

  1. ratnasari

    February 1, 2018 at 11:51 pm

    mau tanya dong,,anak sy sering mengeluh sakit perut tapi itu terjadi di saat dia ingin tidur tapi di saat bermain atau melakukan kegiatan lainnya dia tidak mengeluh hanya pada saat ingin tidur sj dia selalu mengeluhkan sakit perut,,mohon bantuannya,apa sebabnya sampai anak sy sering seperti itu ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top