Parenting

Jangan Memarahi Anak Yang Nakal Bun, Menasihatinya Dengan Lembut Justru Akan Membuatnya Mengerti Dan Patuh

StockSnap_HA3JD0XRX2

Mendidik anak nakal dan menjadikannya patuh bukanlah persoalan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran dan cara-cara khusus. Memang anak yang nakal seringkali menjengkelkan para orangtua. Apalagi jika anda membawanya ke tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, mall, kondangan, dan tempat yang ramai lalu-lalang orang. Dia akan lari ke sana ke mari di depan orang banyak, bahkan tak jarang dia akan mengganggu orang lain yang ada di sekitarnya.

Jika sudah seperti ini, maka kebanyakan orang tua akan melakukan kekerasan kepada anaknya. Anak dipukul, dimarahi, atau tidak diberi uang jajan. Semua itu dilakukan agar anak jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. tapi apakah cara itu sudah tepat? Tetap dibutuhkan tips khusus agar anak yang nakal mau patuh dan menurut pada orangtuanya.

Berikan Contoh Yang Baik Pada Anak

Ini adalah cara yang paling jitu untuk menjadikan anak nakal jadi penurut. Pada umumnya anak akan meniru apa yang dia lihat dan dengar. Jika anda menginginkan anak-anak untuk bersikap baik maka berikanlah contoh yang baik pula. Perilaku-perilaku baik yang anda contohkan akan ditiru oleh anak.

Meski Anak Memang Nakal, Hindari Memberikan Predikat ‘Nakal’ Pada Buah Hati

Seringkali para orangtua begitu mudahnya memberikan predikat “nakal” kepada anaknya. Padahal predikat seperti ini akan sangat tidak baik untuk perkembangan emosi anak nantinya. Anak yang terlanjur mendapat predikat “nakal” akan merasa sia-sia saat dia berbuat baik sehingga kenakalanlah yang dia tunjukan.

Selain itu, anak-anak seperti ini akan memiliki rasa percaya diri yang rendah terhadap lingkungannya. Semua itu terjadi karena predikat yang dia dapatkan. Untuk mengatasinya, berikan anak nasehat-nasehat dengan bahasa yang mudah dipahaminya saat dia berbuat nakal. Beri dia kesempatan mengungkapkan alasan tentang perbuatan nakalnya itu. Jangan lupa juga tatap mata anak saat anda sedang menasehatinya.

 Perlakukan Dan Nasehati Anak Dengan Lembut

Kadang orangtua lepas kontrol emosi saat anaknya berperilaku nakal, apalagi jika perbuatan itu dilakukan di depan umum. Perlu anda tahu bahwa tidak semua kenakalan anak dilakukan dengan sengaja. Mungkin saat itu terpengaruh oleh teman atau suasana sehingga dia nakal.

Untuk itu, cara yang tepat adalah menasehatinya dengan lembut. Anak sudah menanggung malu karena kenakalannya di depan umum. Sebagai orangtua tidak seharusnya anda tak membuat buah hati kian malu lagi dengan memarahinya di depan orang banyak.

Jangan Terlalu Memanjakan Anak Bun, Sebab Akan Membuat Anak Sulit Diatur

Disadari atau tidak terkadang kenakalan anak justru disebabkan oleh sikap orangtua itu sendiri. salah satu sikap yang bisa menjadikannya sebagai anak yang nakal adalah karena terlalu memanjakannya. Anak yang selalu dimanja dan keinginan-keinginannya selalu dipenuhi akan cenderung sulit diatur.

Untuk itu, berikan apa yang menjadi kebutuhannya bukan apa yang menjadi keinginannya. Sebagai orangtua tentunya anda tahu apa yang menjadi kebutuhan anak dan apa yang hanya sekedar keinginannya.

Berusahalah Menjadi Orangtua Yang Konsisten

Tentukan aturan-aturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak beserta sanksinya. Tapi ingat, jangan sekali-kali membuat sanksi atau hukuman fisik yang justru akan melukai jiwanya. Setelah semua aturan dan sanksinya diberitahukan kepada anak, maka jalankan aturan tersebut.

Anda harus menjadi orang tua yang konsisten dan jangan terlalu sering memberi toleransi karena semakin banyak toleransi yang anda berikan maka anak pun akan semakin menggampangkan aturan yang anda buat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top