Parenting

Jangan Dulu Menuntutnya Jadi Kakak yang Baik Kalau Bunda Belum Memahami Perasaan Si Sulung

pregnant-pregnancy-mom-child

Ketika menghadapi kenyataan bahwa rasa sayang orangtuanya akan terbagi, kebanyakan anak sulung akan merasa “baper”. Situasi semacam ini sebenarnya sama sekali tidak berlebihan. Bagaimanapun, ia tentu masih membutuhkan perhatian Bundanya.

Hanya saja, sudahkah Bunda mengerti dan berusaha memahami perasaannya? Sekalipun bagi orangtua, yang rasanya mendapat kepercayaan baru berupa kehadiran buah hati yang kedua atau ketiga, atau seterusnya adalah sebuah anugerah, jangan lupakan dilema si sulung ya Bun. Ia mungkin berkorban perasaan karena perlu ‘bertindak lebih dewasa’ seiring kehadiran adiknya.

Ada kalanya si sulung yang usianya jelas masih anak-anak sewaktu-waktu bertindak diluar kebiasaannya demi mendapatkan perhatian orangtuanya.

Bun, jika ia sudah menunjukkan sikap semacam ini, jadikan ini alarm bagi ayah dan Bunda bahwa sepertinya sebagai orangtua pun ada kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk itu, sebelum berusaha meredakan emosi dan suasana hatinya, ketahui dulu apa yang biasanya dipikirkan Si Sulung ketika adiknya lahir dan mendapat perhatian lebih.

Pahami Perasaan Si Kakak yang Takut Bundanya Tak Sayang Lagi

“Bunda masih sayang aku, nggak, ya” Sewaktu-waktu si kecil bisa mempertanyakan hal tersebut pada dirinya sendiri lho Bun. Bunda mungkin berpikir tentu saja rasa sayang untuk dirinya tak pernah berkurang. Tapi apakah dia merasa demikian?

Mungkin ada kalanya ia mulai meragu dan pada akhirnya muncul perasaan seperti itu melihat ibunya sekarang jadi mudah marah, gampang lelah, dan selalu menyebut Si Sulung sudah besar, dan harus sayang kepada adiknya. Nah, saat menghadapi situasi yang demikian, ada baiknya Bunda selalu menyediakan waktu untuk bicara dari hati ke hati dengan si sulung.

Satu hal lagi yang penting, dalam situasi seberat apapun, jangan pernah lihatkan wajah lelah Bunda, dan jangan bicara dengan nada keras jika situasi hatinya ingin dimanjakan. Katakan kepada kakak, rasa sayang Bunda itu sama antara sang adik dan dirinya.

Mungkin Si Kakak Memang Sedang Merindukan Bunda dan Waktu-waktu Bersama

Sekalipun Bunda setiap hari berjumpa dengan si sulung, bisa saja penyebabnya pundung sewaktu-waktu karena ia sedang merindukan Bunda. Saat ia mengatakan kalau sejatinya ia merindukan ibunya, ini pertanda bahwa dia merindukan Bunda dengan segala perhatiannya.

Mulai dari Bunda yang selalu menemaninya bermain atau belajar, bahkan mendengarkan cerita tentang sekolahnya. Si Kakak tentu ingin kembali merasakan hal demikian, karena pada dasarnya dia tidak sadar pernah merasakan itu ketika kecil. Untuk itu, cobalah berikan pengertian dengan cara yang tepat saat ia mengaku benar-benar merindukan perhatian penuh dari Bunda.

Si Kakak Bingung dengan Perubahan Emosi di Dalam Rumah Baru-baru Ini

Coba yuk Bun, ingat lagi, jangan-jangan dari Bundanya yang selama ini justru memperlihatkan perubahan emosi yang besar baru-baru ini. Entah karena lelah, atau memang perhatian Bunda terfokus pada adik bayi sehingga lupa bahwa ada satu lagi buah hati Bunda yang selalu memerlukan perhatian dari orangtuanya.

Selelah apapun, ajaklah si sulung duduk berdua dan membicarakan semuanya. Jaga emosi, karena ia pun tengah mencari jati dirinya sebagai seorang kakak. Ia pasti akan mengerti situasi dan perubahan yang terjadi di dalam rumah bila Bunda menyampaikannya dengan baik-baik.

Bisa Jadi Si Kakak Rindu Dimanja dan Dipuji

Beberapa bulan pertama menjadi momen paling penting bagi anak pertama dan adiknya yang masih bayi. Pada masa-masa itu, mereka meletakkan pondasi hubungan masa depan mereka. Di masa-masa ini, Bunda harus pastikan hubungan emosi di antara keduanya menjadi kuat dan penuh kasih ya.

Pada masa-masa ini, pikirkan baik-baik kata-kata yang Bunda gunakan dan bagaimana memperlakukan si sulung. Cobalah untuk menghindari situasi yang menyebabkan kakak membenci adiknya. Pastikan semua obrolan kakak-beradik terfokus pada hal positif. Berilah banyak pujian dan nikmatilah saat-saat indah bersama mereka.

Ia Ingin Bangga dengan Statusnya Sebagai Seorang Kakak, Namun Tak Tahu Bagaimana Caranya

Jangan biarkan sang kakak merasa menjadi nomor dua karena adik yang selalu dalam gendongan Bunda. Misalnya ketika Bunda menyusui sang adik, maka cara lain untuk membuat sang kakak tak kehilangan perhatian Bunda adalah tetap menggenggam erat kakak.

Biarkan itu dilakukan setiap hari, membagi perhatian secara adil. Selain membuat hubungan kakak-adik harmonis, perasaan sang kakak pun akan tetap gembira dan dia bangga mengatakan kepada teman-teman sebayanya jika dirinya adalah kakak yang baik untuk adiknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Si Kecil Demam, Tak Usah Panik, Hadapi dengan Tips-tips ini Bun…

adorable-21998_640

Semua bayi pasti pernah mengalami demam. Kondisi ini memang umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Bayi dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius. Sebagai orang tua, Bunda pasti sempat didera panik dan khawatir mendapati situasi semacam ini. Tenang, tidak perlu tergesa-gesa ke dokter ketika menghadapi situasi semacam ini. Ada kalanya demam pada bayi adalah suatu kondisi yang normal terjadi dan bisa ditangani di rumah.

Demam sendiri sejatinya adalah suatu gejala dimana tubuh si kecil sedang melawan penyakit. Misalnya demam lantaran si kecil baru saja diimunisasi. Pada kondisi ini, demam bisa dianggap menjadi bukti bahwa sistem kekebalan tubuhnya bekerja dengan baik.

Demam juga bisa menyeranng bayi jika terlalu lama beraktivitas di luar ruangan lantaran cuaca panas. Atau bisa juga terjadi ketika Anda memakaikan baju yang terlalu tebal. Karenanya, Bunda tidak perlu khawatir secara berlebihan jika tubuh bayi terasa panas, tapi dia masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

toddler-1245674_640

Bun, demam pada bayi tak selalu menandakan hal yang berbahaya. Namun terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih. Bunda harus waspada ketika bayi mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti tak nafsu makan, terlihat lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain, tidak responsif, si kecil memiliki ruam, diare, sesak napas, bahkan dehidrasi.

Selain itu, demam pada bayi yang usianya masih kurang dari 3 bulan, sebaiknya segera rujuk si kecil ke dokter ya Bun. Karena demam pada usia ini bisa menandakan bahwa bayi mengalami kondisi yang serius. Bayi berusia 3 bulan ke bawah belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Ini memungkinkan kuman dan virus dapat lebih mudah menyebar dan merusak jaringan tubuhnya dengan cepat.

adorable-21998_640

Sementara, untuk bayi di atas tiga bulan, Bunda dapat membawanya ke dokter jika demam tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam, atau jika bayi tidak mau minum.

Demi Mengatasi Demam Tersebut, Bunda bisa melakukan beberapa langkah sederhana seperti:

  1. Bunda harus bersikap tenang. Sebab bila orangtua panik atau gugup, hal itu akan dirasakan oleh bayi dan gejala demamnya bisa bertambah parah karena ia akan terus menangis.
  2. Memeriksa suhu tubuh bayi. Dengan mengetahui seberapa tinggi suhu tubuhnya, Bunda akan tahu cara tepat menanganinya.
  3. Dan yang terpenting, berikan pengobatan yang sesuai. Bila suhu tubuh bayi 38 derajat celcius, gunakan obat penurun demam bagi bayi dibawah usia 1 tahun. Diatas satu tahun, Bunda bisa memberikan kompres hingga suhu tubuhnya menurun.
  4. Jika kesulitan menghubungi dokter, kendalikan suhu tubuh bayi agar tidak naik. Dan catat obat apa yang diberikan untuk menurunkan demam sebagai bahan laporan jika nanti dokter datang. Dinginkan suhu ruangan dengan membuka jendela agar ruangan terasa lebih sejuk dan tidak pengap. Basahi handuk dengan air dingin, kemudian usapkan pada kening bayi, serta leher dan lengannya. Bunda juga bisa mengusap seluruh tubuh bayi dengan air bersuhu ruang. Jangan gunakan air es karena bisa mengakibatkan gejalanya bertambah parah.
  5. Beri minuman dingin jika bayi cukup umur untuk konsumsi selain ASI
  6. Beri obat penurun demam sesuai anjuran dokter
  7. Menyusui bayi sesuai keinginannya, bila bayi tak ingin menyusu jangan memaksanya
  8. Periksa suhu tubuhnya secara rutin, setiap beberapa jam sekali
  9. Hubungi dokter jika semua perawatan diatas tidak kunjung membuat demamnya turun. Demam bisa menyebabkan bayi mudah terkena dehidrasi, karena itu usahakan untuk memberinya minum yang banyak. Bila sudah MPASI, berikan dia jus buah dan sayuran buatan sendiri. Tubuh yang kekurangan cairan bisa membuatnya sulit melawan demam, karena itu beri cairan yang banyak.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Biarkan Si Kecil Menghirup Asap Rokok

adult-art-baby-235243

Berhenti merokok berarti memberi diri kesempatan untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Kepada orangtua perokok yang berniat menghentikan kebiasaan buruk ini, tapi masih belum berhasil dengan satu cara, jangan cemas. Masih banyak jalan lain yang dapat dicoba untuk sukses menjalankan cara berhenti merokok.

Sering jadi sesuatu yang membuat dilema, terutama bagi mereka yang ingin berhenti merokok demi anaknya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar berhasil berhenti merokok. Berikut ini tips-tipsnya.

Lagipula, Merokok Serupa dengan Melakukan Penganiayaan terhadap Sang Bayi

Di lain sisi, paparan asap rokok diketahui bisa meningkatkan risiko tejadinya berbagai gangguan kesehatan dan penyakit. Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami iritasi mata, infeksi telinga, alergi, asma, bronkitis, pneumonia, meningitis, dan sindrom kematian bayi mendadak. Bahkan, membiarkan bayi terpapar asap rokok sama dengan melakukan penganiayaan lho! Tak percaya? Ini dia alasannya

Ketahui Dulu Cara Agar Si Kecil Bisa Menolak Rokok yang Akan Ia Hadapi di Pergaulan Ketika Nanti Remaja

Si kecil lambat laun akan mengenal dunia luar. Ada banyak hal yang semula tak ia ketahui namun ia jadi penasaran karena pergaulan. Termasuk urusan rokok. Akan ada potensi si kecil nantinya penasaran apa itu rokok dan bagaimana sensasi saat merasakannya. Untuk itu, jika Bunda keberatan si kecil nantinya jadi perokok, ada baiknya sejak kecil diajarkan dan diberi pengertian tentang beberapa hal ini ya Bun.

Namun, Meski Bunda Masih Merokok, Memberi ASI Tak Boleh Ditunda ya Bun

Sementara itu, untuk ibu yang memang sudah jadi perokok aktif, tak perlu minder apalagi melepaskan tanggung jawab memberi ASI ya Bun. Pertanyaan mengenai bolehkah bayi mendapatkan asi dari ibu yang masih merokok, boleh Bunda tilik sendiri di tulisan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ingin Berhenti Merokok demi Anak? Berikut Tips-tipsnya!

family-2899274_640

Ada banyak bukti nyata tentang dampak buruk dari merokok. Riset menyebutkan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko stroke, mengembangkan penyakit jantung, dan kanker tertentu. Layanan kesehatan masyarakat di Inggris (NHS) mengungkapkan, sekitar 85 persen kasus kanker paru-paru terkait dengan gaya hidup merokok.

Banyak orang menyadari bahaya tersebut, namun kesulitan menghentikan kebiasaan merokok. Tak heran bila niat ini menjadi salah satu resolusi pada tiap pergantian tahun. Namun, kenyataannya, kebanyakan orang menyerah dan melupakan resolusi yang dibuatnya hanya beberapa bulan atau bahkan beberapa hari setelah niat itu dicetuskan.

Nah, bagi Bunda atau Ayah yang ingin hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok, mulailah dengan melakukan tujuh tips ini.

Tentunya Dimulai dengan Belajar Menghindari Orang-orang dan Tempat yang Membuat Bunda Ingin Merokok

Sebagai orang dewasa, kita selalu merokok saat bersama si A, atau Bunda selalu ingin merokok dibarengi ngopi di kafe bersama si B, maka untuk melancarkan misi kali ini, sebaiknya hindari dulu datang ke tempat-tempat ini. Bunda bisa memilih tempat ngopi tanpa smoking area. Namun jika memang tak sanggup menghindari, maka jangan sungkan memberitahu bahwa kita sedang berusaha berhenti merokok dan minta bantuan mereka untuk tidak “menggoda” Bunda atau Ayah untuk tak merokok di hadapan kita.

Ubahlah Rutinitas yang Biasa Dilakukan Saat Sembari Merokok

Kalau Bunda atau Ayah terbiasa menikmati kopi atau minuman lainnya seperti alkohol sembari merokok, hindari dulu dua minuman ini terutama saat minggu-minggu pertama saat sedang berhenti merokok. Pilih jus atau air putih yang lebih sehat ya Bun.

Jika Bunda merasa “mulut asam” setelah makan makanan tertentu dan membuat diri ingin merokok, hindari dulu makan makanan tersebut ya Bun, Yah. Dan setelah break makan siang, daripada dilanjut merokok, Bunda coba berjalan-jalan saja di sekitar, sambil menenangkan pikiran. Lebih sehat, bukan?

Coba Sibukkan Diri Agar Teralihkan dari Kebiasaan Merokok

Saat diri merasa sedang stres, biasanya berdiam diri hanya justru membuat kita merasakan stress yang semakin lebih lagi dan jauh lebih tertekan. Alih-alih mencari pelarian yang tepat, merokok biasanya dipilih jadi cara yang paling dianggap nyaman untuk menenangkan diri.

Nah, saat Bunda merasa ingin merokok karena sedang stres, coba cari kegiatan lain demi membuat tangan terasa lebih sibuk, seperti menggambar, menyulam atau bahkan membantu menyusun lego bersama si kecil. Kegiatan ini jauh lebih bermanfaat dibanding memanjakan tangan untuk diajak merokok.

Dan Biasakan Bernapas Dalam-dalam

Kendati kelihatan klise, ada kalanya orang memilih merokok karena dianggap bisa menenangkan. Ini sebenarnya disebabkan karaena saat merokok, perokok harus menghirup napas dalam-dalam sembari merokok. Maka saat Anda merasakan keinginan merokok, pejamkan mata, kemudian ambil napas dalam-dalam dan perlahan. Rasakan udara bersih tanpa nikotin masuk ke paru-paru kita dan menyebar ke seluruh tubuh. Sembari melakukan itu, ingat-ingat lagi alasan Bunda daan Ayah berhenti merokok.

Kemudian, Saat Berhasil, Jangan Lupa Beri Hadiah Pada Diri Sendiri

Berhenti merokok bukan perkara mudah. Siapapun yang sudah berhasil patut diberi acungan jempol. Jika Bunda dan Ayah punya budget khusus untuk membeli rokok setiap harinya, pertahankan budget ini saat mulai berhenti merokok. Tapi dibanding untuk beli rokok, lebih baik pakai uang ini di toples khusus. Baru setelah seminggu atau sebulan, buka toples tersebut dan gunakan uangnya untuk makan di restoran favorit, atau membeli barang yang kita inginkan.

Cari Pengganti Rokok Seperti Camilan agar Merasa Sedikit Terdistraksi

Kalau Bunda tak tahan dengan kekosongan mulut, buatlah mulut kita sibuk dengan hal lain selain rokok. Kita bisa mengunyah permen karet bebas gula, mengemut permen, ngemil kuaci, ngemil buah-buahan, bahkan beberapa orang menghalau rasa ingin merokok dengan cara menggigit-gigit sedotan. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top