Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Diforsir Bun, Kalau Sedang Hamil Lebih Baik Perbanyak Membaca Buku Saja di Rumah

pexels-photo-909689

Saat hamil, tubuh Bunda jauh lebih rentan dari biasanya. Untuk itu, Bunda disarankan mengurangi intensitas melakukan pekerjaan rumah. Kalau yang biasanya Bunda selalu beres-beres, saat hamil lebih baik ditahan-tahan dulu ya, Bun. Sebab segala aktivitas yang dilakukan pada waktu hamil akan berpengaruh pada kesehatan ibu dan juga janin yang berada dalam kandungan.

Karenanya, peran keluarga, terutama suami sangat krusial, Bun. Mulailah membagi pekerjaan rumah dengan suami. Apalagi pekerjaan yang terbilang berat akan membuat fisik Bunda rentan lelah. Kalau kondisinya demikian, kasihan janin Bunda juga, kan?

Hindari Pekerjaan Berat yang Mengharuskan Bunda Mengangkat Barang Berat-berat

pexels-photo-132730

Saat suami bekerja dan Bunda melakukan pekerjaan rumah seharian, yang namanya mengangkat benda berat sudah jadi hal yang lazim dilakukan ya, Bun? Mulai dari angkat tabung gas, ember yang berisi cucian basah, sampai mungkin ada Bunda yang kuat mengangkat galon ke dispenser. Wah! Hebat memang.

Tapi sebaiknya hentikan dahulu segala aktivitas ini saat Bunda sedang mengandung dan serahkan tugas tersebut pada suami. Sebab yang dikhawatirkan kalau Bunda melakukan hal-hal tersebut yang ada bisa meningkatkan risiko cedera punggung sampai kontraksi yang akhirnya bisa memicu kelahiran bayi prematur.

Urusan Membersihkan Sampah atau Kandang Hewan Peliharaan pun Lebih Baik Dihindari ya Bun

pexels-photo-54289

Bunda perlu tahu, dengan kondisi yang sekarang, Bunda rentan terinfeksi toksoplasmosis, yaitu penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf dan otak pada janin dalam kandungan. Nah, pemicu penyakit ini salah satunya kalau Bunda sering berada di tempat kotor seperti tempat sampah dan kandang hewan peliharaan.

Karenanya, kalau sebelumnya Bunda yang terbiasa membersihkan tempat-tempat itu, sebaiknya dihentikan dulu. Sebab efeknya bisa sangat merugikan. Mulai dari yang ringan sampai yang kategori parah. Bahkan ada bayi yang harus mengalami cacat sejak lahir serius pada mata dan otak lantaran terinfeksi penyakit yang satu ini.

Bahkan Juga Urusan Mengepel Lantai…

pexels-photo-909689

Meski secara kasat mata yang namanya tugas mengepel lantai tak terlihat berbahaya, namun kalau Bunda melakukannya saat sedang hamil, yang ada memicu masalah kesehatan untuk Bunda. Ya, mengepel lantai bisa menyebabkan linu pinggul dan peradangan saraf siatik.

Hal ini disebabkan lantaran saat mengepel, posisi tubuh Bunda bisa memberikan tekanan pada janin dan membuat kehamilan menjadi berisiko. Selain itu keadaan lantai yang basah oleh air sabun dapat mengakibatkan ibu hamil tergelincir dan jatuh.

Hindari Melakukan Pekerjaan Rumah yang Harus Melibatkan Penggunaan Produk Kimia

pexels-photo-208509

Memang sukar rasanya kalau bersih-bersih tanpa menggunakan pembersih. Contohnya, kaca jendela terlihat kotor, Bunda pasti hawanya ingin membersihkan sampai kinclong, bukan? Atau saat melihat serangga berkeliaran dengan bebas di rumah, ingin rasanya langusng membasminya pakai semprotan anti serangga.

Tapi tahukah Bunda, setiap kegiatan tersebut justru berbahaya bagi ibu hamil. Yang namanya pembersih maupun obat-obatan tersebut dapat menguap hingga akhirnya akan terhirup oleh ibu hamil dan dapat membahayakan janin. Karenanya, agar lebih aman sebaiknya gunakan pembersih berbahan alami seperti soda kue, cuka, dan asam borat sebagai obat semprot untuk membunuh serangga.

Pun Jangan Terlalu Berdiri Terlalu Lama ya Bun

woman-pregnant-pier-belly-54634

Ini juga penting, Bun. Hindarilah melakukan aktivitas atau pekerjaan rumah yang mewajibkan Bunda berdiri terlalu lama. Sebab yang namanya berdiri dapat menambah tekanan pada kaki dan punggung yang tentunya tidak baik bagi ibu hamil.

Di lain sisi, salah satu aktivitas yang biasanya menuntut Bunda untuk berdiri lama adalah memasak. Karenanya, kalau semisal Bunda harus memasak, ada baiknya diselingi dengan duduk sebentar. Misalnya saat memotong, mengulek, atau mempersiapkan bahan yang lain sehingga bisa memangkas durasi Bunda berdiri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Event and Komunitas

Memilih Produk Perawatan Kulit Bayi dengan Formula yang Alami

Rangkaian Produk Seedlings by Young Living

Jujur saja, meski sudah pernah punya anak tapi kemudian hamil dan melahirkan lagi. Selalu ada saja yang berbeda dalam hal merawat si bayi mungil itu. Sebab, setiap anak lahir dan hadir dengan cara yang berbeda. Maka tak selalu dirawat dengan cara yang sama dengan kakak-kakaknya.

Nah, untuk bunda yang saat ini baru saja melahirkan dan sedang was-was memilih produk-produk apa saja yang baik untuk bayi. Ada sesuatu yang perlu kamu beritahu nih.

Kemarin, bertempat di Hotel Raffles Jakarta, Young Living Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan penyediakan produk murni dan ampuh bagi semua keluarga dan semua gaya hidup, dari essential oil miliknya. Baru saja mengeluarkan produk terbarunya yakni Young Living Seedlings.

Opening Remarks by Dyah Ayu Mantili, Country Manager Young Living

Rangkaian produk perawatan kulit bayi dengan formula alami yang aman untuk kulit sensitif bayi ini dilengkapi dengan kandungan essential oils untuk membantu memberikan kenyamanan bagi buah hati. Diformulasikan dengan bahan-bahan alami yang diambil dari tumbuh-tumbuhan, menjadikan produk ini aman untuk kulit bayi.

Lebih lanjut, Dyah Ayu Mantili, selaku Country Manager Young Living Indonesia, mengatakan bahwa “Seedlings ini juga hipoalergenik, tidak lengket, bebas dari berbagai kandungan berbahaya dan teruji secara dermatologis. Keistimewaan Young Living Seedlings lainnya adalah adanya kandungan essential oils Calm scent blend yang khusus dibuat Young Living untuk membantu memberikan kenyamanan bagi bayi, yang terdiri dari Lavender, Bergamot, Coriander, Geranium dan Ylang Ylang. Aroma calm scent blend dalam produk Seedlings akan membantu menenangkan bayi, sehingga bayi dan ibu pun bisa beristirahat dengan baik.”

Talkshow Amy Zhein (MC), Lysa & Roslina (Young Living), dr Nani Shoraya SpKK, Cynthia Riza, Tya (Nujuhbulan Studio)

Menjadi ibu memang jadi salah satu momen paling membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi seorang perempuan. Banyak sekali tanggung jawab dan keputusan yang harus diambil ibu setiap saat, dan tentunya diperlukan dukungan dari orang-orang terdekat untuk memastikan seorang ibu dapat menjalankan perannya dengan baik.

Sejalan dengan itu, masih pada acara serupa, Pendiri komunitas Nujuhbulan Studio, Tya Sutignyo menjelaskan, ”Kami memahami bahwa setiap ibu, terutama para ibu baru, membutuhkan banyak dukungan. Seorang ibu bisa saja menghadapi beragam tantangan dalam menyusui, beradaptasi dengan jam tidur bayi, baby blues syndrome, dan sebagainya. Di lain pihak, semakin banyak pilihan terkait pola pengasuhan:  melahirkan normal atau operasi sesar, dibedong atau tidak, tidur bersama orang tua (co-sleeping) atau tidur sendiri, pakai bedak bayi atau tidak, sering digendong atau tidak, makan menggunakan sendok atau baby led weaning, sekolah PAUD atau home schooling, dan seterusnya. Di sini dukungan moril diperlukan, karena tidak ada model pengasuhan yang sempurna, yang penting keamanan dan kenyamanan buah hati dan keluarga selalu menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah dan keputusan yang dipilih.”

Nah, rangkaian produk Young Living Seedlings ini sudah bisa bunda dapatkan mulai september 2018 ya…

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ini Dia Momen Bayi Merasa Sangat Bahagia Saat Masih dalam Kandungan Bunda

pexels-photo-59894

Di momen hamil dan menanti kelahiran buah hati, banyak sekali pengalaman baru yang Bunda rasakan. Bukan tentang tantangan dan segala hal yang jadi rintangan yang perlu dihadapi seorang ibu hamil, melainkan juga kewajiban untuk menjaga kandungannya ya, Bun.

Pasti, tanpa diminta, Bunda pun akan menjaga kandungan dengan segenap hati. Tapi yang namanya menjaga kandungan, bukan semata-mata soal kesehatan, kenyamanan, dan keamanan bayi yang sedang Bunda kandung, lho. Melainkan juga tak melupakan haknya untuk turut berbahagia. Yup! Bunda perlu menjaga perasaan dan suasana agar si kecil yang di dalam perut pun ikut bahagia.

Dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological Science menyebutkan bahwa bayi dalam kandungan bisa merasakan kondisi psikologis ibu, dan karena inilah ia juga bisa merasakan perasaan ibu ketika sedih atau bahagia. Karenanya, sering mengajak bayi berinteraksi di dalam perut pun bisa jadi cara yang sangat bagus lho, Bun.

Saat Bunda Sedang Mengonsumsi Makanan Manis, Ternyata Si Kecil Ikut Merasakannya

pregnant-nature-mom

Yup! Bayi bisa membedakan berbagai rasa selama minggu ke 13-15 kehamilan. Air ketuban yang berfungsi memberikan rasa makanan yang dimakan ibu kemudian akan diteruskan ke bayi sehingga buah hati Bunda bisa merasakannya dan makanan yang sumbernya dari ibu bisa diserap oleh tubuh bayi. Nah, bila Bunda makan makanan manis, diketahui bayi akan jadi lebih bahagia. Tapi perhatikan porsinya juga ya, Bun!

Pun Saat Bunda Sedang Mandi dan Berendam dengan Air Hangat, Rasa Tenang Ikut Dirasakan Si Kecil dalam Kandungan

pexels-photo-935967

Salah satu cara relaksasi yang bisa Bunda lakukan setelah seharian lelah beraktivitas adalah dengan mandi dan berendam air hangat. Saat kandungan Bunda sudah cukup besar, bayi akan mampu merasakan perubahan suhu di luar tubuh ibu. Nah, suhu air hangat yang Bunda pakai untuk berendam pun ikut membuat bayi nyaman dalam kandungan lho, Bun. Bahkan dengan berendam, tingkat stres  pun mengalami penurunan Bun, sehingga membuat bayi tenang.

Kemudian dengan Aktivitas Mengelus Perut yang Rutin Bunda Lakukan

pexels-photo-1296084

Reseptor sentuh bisa dirasakan bayi saat memasuki minggu ke-8 lho. Dan bayi akan merasa nyaman saat ada sentuhan di perut ibu. Karenanya, mengelus perut pun juga bisa dilakukan ayah lho, Bun. Yup, demi memberikan kenyamanan pada ibu dan bayi, lakukan sembari mendengarkan musik atau menikmati sore hari bersama si kecil yang masih dalam kandungan yuk, Bun.

Saat Bunda Mendengarkan Musik pun, secara Langsung Bunda Tengah Menuntunnya agar Kelak Jadi Pribadi yang Berbahagia Karena Lantunan Musik

pexels-photo-59894

Di minggu ke-25 dan 26, biasanya bayi sudah bisa mendengarkan suara dari luar. Nah, ini adalah momen yang tepat untuk mengenalkan bayi dengan berbagai suara yang bisa menenangkan dan mendukung perkembangan otak si kecil supaya lebih cerdas lho, Bunda.

Sering-seringlah Tertawa ya Bun, Tawa Bunda Membuat Bayi yang Ada dalam Kandungan Jadi Merasa Bahagia

pexels-photo-1145997

Bayi pun ternyata ikut merasa bahagia ketika ibu tertawa. Biasanya, ia akan ikut melompat naik turun saat ibu sedang tertawa. Hal ini terjadi karena adanya pergerakan otot dalam perut, Bun. Hormon kebahagiaan pun mengalir ke bayi sehingga ia pun ikut merasa bahagia. Kemudian, bayi juga merasa bahagia kalau Bunda rajin olahraga dan istirahat cukup. Jadi, jangan kira bayi tak tahu apa-apa selama di dalam rahim ya, Bun. Yuk, jaga suasana hati bahagia agar bayi dalam kandungan juga bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Saat Hamil, Pastikan Bunda Bisa Bedakan Mana Kontraksi Asli dan Mana yang Kontraksi Palsu, ya!

woman-pregnant-pier-belly-54634

Kontraksi itu proses alami ya Bun, yang pasti akan dirasakan setiap Bunda yang akan melahirkan. Tapi sejatinya Bunda perlu tahu ada lho ternyata kontraksi palsu. Rasanya memang sepertinya Bunda akan segera melahirkan, padahal sejatinya belum tentu.

Dalam dunia medis, kontraksi ini disebut juga kontraksi Braxton Hicks. Kondisi ini biasa terjadi di atas usia kehamilan enam minggu. Kontraksi palsu ada yang memang tak dirasakan oleh sebagian ibu hamil. Tapi untuk sebagian lainnya mengaku bisa merasakan nyeri perut berkepanjangan. Nah, untuk itu Bunda perlu tahu cara membedakan mana kontraksi yang nyata dan mana yang palsu.

Kontraksi Palsu Biasanya Hanya Terjadi Satu Kali     pexels-photo-1282310

Biasanya kondisi kontraksi palsu hanya terjadi sesekali dengan jarak waktu yang tak menentu. Di lain sisi, kontraksi asli biasanya lebih teratur dan bisa diprediksi. Biasanya semakin mendekati waktu persalinan maka intensitasnya semakin cepat. Karenanya kalau Bunda merasakan kontraksi yang teratur dan semakin sering, maka segera hubungi dokter, ya!

Nyeri Kontraksi Palsu Biasanya Tak Terlalu Menyakitkan bila Dibandingkan dengan Kontraksi Asli

pregnant-pregnancy-mom-child

Seorang dokter obgyn di New York City, dr Ching-Lynn Chen mengatakan intensitas nyeri kontraksi asli jauh lebih menyakitkan dibanding kontraksi palsu kemudian dibarengi dengan frekuensi yang makin bertambah dan teratur.

“Sedangkan kadar nyeri kontraksi palsu biasanya masih bisa ditahan oleh ibu hamil meski kemampuan para ibu dalam mentolerir nyeri tersebut jelas berbeda-beda,” ujar dr Ching-Lynn.

Timbulnya Kontraksi Palsu Biasanya Dipengaruhi oleh Posisi Tubuh

pexels-photo-952597

Perawat kebidanan di Massachusetts, Cathy McMahon bilang banyak ibu hamil mengalami kontraksi palsu. Saat mengeluh dan mengalami kontraksi biasanya perawat meminta ibu hamil mengubah posisi tubuhnya dan kontraksi pun berhenti.

“Kalau ibu mengalami kontraksi asli, intensitasnya makin cepat seiring perubahan posisi tubuh ibu hamil. Karenanya, saat mengalami kontraksi, ibu hamil cobalah mengubah posisi tubuh atau berjalan dulu sehingga kita tahu reaksinya,” ujar Cathy.

Kontraksi Palsu Biasanya juga Bisa Dipicu Lantaran Kurang Minum

pexels-photo-57529

Cathy mengungkapkan, salah satu pertolongan menghentikan kontraksi palsu adalah dengan cukup minum air. Kalau asupan minum ibu tercukupi, biasanya untuk memastikan apakah kontraksi yang dialaminya palsu atau asli justru jauh lebih mudah. Perlu diketahui, kontraksi palsu biasanya akan hilang ketika ibu minum cukup air. Beda dengan kontraksi asli yang tak hilang meski ibu sudah minum cukup air.

Pada Kontraksi Palsu Biasanya Cairan Vagina Tak Akan Keluarwoman-pregnant-pier-belly-54634

Perasaan seperti ngompol biasanya bisa jadi tanda Bunda akan segera melahirkan lantaran air ketuban telah pecah. Nah kalau Bunda mengalami kontraksi alami, kemungkinan besar pasti disertai cairan vagina yang merembes ke area celana dalam. Namun, jika kontraksi terjadi tanpa ‘ngompol’ kemungkinan itu adalah kontraksi palsu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top