Parenting

Jadi Seorang Ibu Tak Ada Sekolahnya, Itu Dulu Bun, Karena Sekarang Sudah Ada!

omar-lopez-716653-unsplash

Menjadi seorang ibu memang bukan perkara mudah, bahkan banyak pula yang menyerah karena merasa tak sanggup untuk menjalaninya. Benar memang, setiap orang memang pula pandangan yang berbeda-beda. Tapi, jika beberapa perempuan akan bilang tak bisa menjadi seorang ibu karena tak paham bagaimana carannya. Kali ini pemerintah Kota Bogor menjawabnya.

Diharapkan akan jadi sarana yang bisa membantu para perempuan mempersiapkan dirinya. Kemarin, pemerintah Kota Bogor, baru saja meresmikan Sekolah Ibu yang juga merupakan wadah pertama di Indonesia, yang akan jadi tempat untuk para ibu bisa belajar. Didirikan sebagai wadah yang akan menyelamatkan keluarga dari berbagai macam masalah, sekolah ini diharapkan akan bisa membantu para perempuan meningkatkan kapasitasnya dalam hal mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya kelak.

tanja-heffner-252586-unsplash

“Jadi persiapan Sekolah Ibu ini membutuhkan waktu dua tahun. Harapan kami semoga bisa menjadi solusi bagi keluarga khususnya para ibu untuk menuntaskan permasalahan keluarga yang dihadapi ibu dan masalah di tengah masyarakat,” terang Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor, Yane Ardian, pada hari Selasa, 17 Juli 2018 kemarin.

Rencananya, Sekolah Ibu ini akan mulai berjalan pada Kamis, 19 Juli 2018 besok, secara serentak di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Adapun tempat atau ruang pembelajaran yang akan digunakan, adalah aula yang berada di setiap  kantor kelurahan.

Tak hanya meresmikan pembukaan Sekolah Ibu-nya saja, Pemkot Bogor juga melakukan pelantikan untuk beberapa tenaga pengajar yang akan jadi pendidik di Sekolah tersebut. Disamping itu, para pengajarnya pun juga telah diberikan materi yang dirangkum dalam 19 modul. Dimana sebelumnya, mereka juga telah mengikuti pelatihan yang dilakukan selama lima hari di Sekretariat TP-PKK Kota Bogor saat bulan ramadan lalu.

pedro-nogueira-637466-unsplash

Masih dari Yane, ia mengatakan bahwa “Untuk jumlah pengajarnya sendiri ada 68 orang, dengan latar belakang profesi mengajar tentang ilmu ketahanan keluarga. Seperti manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, dan memahami kepribadian anggota keluarga,”

Hal lain yang juga dipaparkan pada acara peresmian Sekolah Ibu ini adalah, modul yang diberikan para pengajar ini disusun langsung oleh pengurus TP-PKK. Nah, jika kamu adalah seorang perempuan yang masih belum merasa mampu jadi ibu, ingin belajar jadi ibu atau yang sedang ingin menikah dan akan jadi ibu. Kamu boleh mendaftar di kelurahan masing-masing, yang berarti kamu adalah warga kota Bogor ya. Untuk bahan pembelajaran dan modul nanti akan disesuaikan, dengan kapisitas pertemuan wajib sebanyak 18 kali.

Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Badan Perencana Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Ani Puji Astuti juga menyambut baik adanya Sekolah Ibu ini. Ia menyebut ibu adalah sosok yang melahirkan generasi penerus.

Nah, para bunda bagaimana?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Si Kecil Terus Minta Makan Bukan Pertanda Baik, Bunda Harus Tahu Cara Mengatasinya

kidsss

Seiring tumbuh kembangnya, si kecil memang akan memerlukan asupan gizi yang lebih banyak demi mendukung aktivitasnya. Belum lagi di usianya, metabolisme anak juga sedang meningkat di tahun-tahun pertamanya sehingga ia jadi mudah lapar. Karenanya, ada beberapa anak yang akhirnya mudah merasa lapar dan harus langsung mengasup makanan.

Kalau tak ada makanan, mereka pun jadi terdorong untuk jajan terus menerus. Ditambah lagi, ukuran perut anak lebih kecil sehingga ia tidak bisa tetap kenyang dalam waktu lama. Kendati begitu, Bunad tak boleh begitu saja membiarkan si kecil makan berkali-kali.

Kebanyakan makan lama-lama bisa memicu obesitas pada anak. Sebelum si anak merajuk dan marah karena merasa dibatasi oleh orangtuanya, lebih baik simak tips ini dulu yuk Bun.

Selalu Sediakan Makanan Yang Menyehatkan di Rumah

Anak yang ingin makan terus cenderung suka jajan demi memuaskan rasa laparnya. Nah, untuk mencegah hal ini, baiknya orangtua selalu siap sedia makanan dan camilan di rumah. Yuk Bun, bawakan juga bekal untuknya selama di sekolah. Dengan begini, Bunda bisa mengontrol makanan apa saja yang ia makan dan berapa banyak porsinya agar tidak berlebihan. Ini juga penting untuk membangun kebiasaan anak agar lebih suka makan di rumah.

Berikan Makan yang Bergizi dan Bikin Kenyang Lama

Melihat anak yang antusias untuk terus makan, jangan biarkan anak membeli permen, donat, atau keripik. Kita bisa gunakan kesempatan ini untuk mengenalkan makanan-makanan sehat. Misalnya, roti gandum panggang dengan irisan alpukat, telur orak-arik dengan keju, sereal gandum dengan susu, potongan pisang yang dicocol selai kacang, atau kacang-kacangan panggang (almond, kacang mete, dan lainnya). Kita juga bisa membuatkan smoothies buah yang lebih mengenyangkan dari jus biasa.

Ajarkan Si Kecil untuk Membedakan Rasa Lapar yang Sebenarnya dengan yang Palsu

Kadang rasa lapar belum tentu disebabkan lantaran si kecil benar-benar lapar dan butuh makan lho Bun. Bisa saja ini disebut lapar palsu atau false hunger. Karenanya, merunut dari apa kata dr Joanna McMillan dalam laman Essential Kids, coba Bunda tanyakan dulu apa yang dia rasakan saat hendak minta makan lagi.

Ketika si kecil bilang “Aku lapar, Bu” tetapi hanya ingin satu makanan saja, misalnya es krim padahal kita sudah menawarkan makanan lainnya. Itu bukanlah rasa lapar melainkan hanya keinginannya saja.

Nah, mengatasi hal ini, solusinya coba tawarkan anak minum satu gelas air putih atau sekeping biskuit gandum terlebih dahulu dan tunggu sampai 20 menit. Jika setelahnya ia tetap merasa lapar, ini artinya ia memang benar-benar butuh makan nasi. Jika ia tidak lagi rewel minta makan, tandanya ia cuma pengen makan es krim.

Imbangi dengan aktivitas fisik

Kalau memang si kecil sering makan karena mudah lapar, sudahkah Bunda mengajaknya untuk rutin bergerak aktif? Jangan biasakan “menyuap” anak dengan gadget agar ia tidak lagi rewel minta makan. Ajak anak untuk main di luar, misalnya dengan main bola atau bersepeda bersama anak-anak lainnya.

Kita bisa juga mengajaknya berenang atau sekadar jalan-jalan ke taman lho Bum. Aktivitas fisik yang rutin membantu anak membakar kalori yang ia dapat setelah makan banyak sehingga tidak terus menumpuk jadi lemak penyebab kenaikan berat badan berlebih.

Ajak Si Kecil untuk Makan Sesuai Jadwal

Dilansir dari parents.com, Bunda dapat mengambil cara yang disarankan oleh dokter Dina DiMaggio, M.D. dan Nimali Fernando, M.D., M.P.H, cara terbaik untuk mengatasi kebutuhan makan anak Mama adalah tetap berpegang pada rutinitas atau jadwal.

Makan pagi, makan siang, makan malam, dan satu atau dua cemilan pada waktu yang sama setiap hari, jadi dia belajar kapan waktunya makan. Jangan lupa, Bunda pun harus rutin memberikan dia banyak air juga. Karena mungkin saja, sebenarnya dia sedang bingung sebenarnya dia sedang lapar atau haus.

Coba Alihkan Perhatiannya ke Obyek Lain

Anak-anak seusia ini mungkin ingin makan hanya karena mereka sedang merasa bosan lho Bun. Mungkin kalau si kecil minta makanan, Bunda bisa alihkan perhatiannya ke tempat lain. Sesekali, ajak saja ia pergi ke taman atau jalan-jalan ke tempat yang disukainya. Kalau memang tetap ingin di rumah, Bunda kenalkan saja pada kegiatan membaca buku atau menari bersama ke lagu kesukaannya.

Ajarkan Si Kecil untuk Mengunyah Secara Perlahan

Kecepatan menguyah makanan membuat si Kecil berisiko tersedak dan menyulitkan mereka untuk menyadari bahwa sebenarnya perutnya sudah penuh. Bun, biasakan agar si kecil tak makan terburu-buru. Pelajaran penting lainnya, Bunda harus mengajarkan agar si Kecil terbiasa makan di meja makan.

Di lain sisi, usahakan untuk selalu memberikan makanan berserat tinggi, seperti buah dan sayuran ya Bun. Kalau si kecil masih harus disuapi, Bunda mungkin perlu menurunkan kecepatan saat menyuapi. Berikanlah waktu pada si kecil untuk menikmati waktu makannya dan biarkan ia mengunyah dengan pelan-pelan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Boleh Saja Memakai Peralatan Plastik untuk Si Kecil, Asal…

gambarpertama

Si kecil mulai memasuki masa dimana MPASI diperlukan. Bunda pasti menyambutnya dengan perasaan gembira dan berharap masa-masa ini akan jadi momen yang menyenangkan. Apalagi ini tandanya si kecil tengah siap menikmati tahapan baru dalam perkembangannya. Satu hal yang mungkin kurang diperhatikan oleh para orangtua yaitu soal peralatan yang sering digunakan selama proses pemberian MPASI nih Bun.

Seringkali untuk fase MPASI, orang tua memberikan bahan makanan berbahan plastik pada si kecil. Piring, mangkuk, sendok, garpu, gelas, bahkan celemek plastik. Alat makan berbahan plastik memang memberikan kenyamanan. Selain alasan tidak mudah pecah, bahan ini juga ringan dibandingkan dengan bahan gerabah, gelas, atau stainless.

Dibandingkan dengan peralatan makan berbahan kayu, permukaan plastik yang rata dan halus memiliki kelebihan. Serat kayu pada permukaan peralatan makan dari kayu berpotensi menyakiti si kecil. Tapi bicara soal peralatan plastik, coba Bunda amati, apakah peralatan makan anak dari plastik memang aman? Cermati unsur-unsur berikut untuk memastikan bahwa peralatan makan plastik yang Bunda beli aman untuk sang buah hati ya.

Pertama, Cobalah Perhatikan, Adakah Label Food Grade Sebelum Membeli Peralatan Tersebut?

Peralatan makan berbahan plastik memang melibatkan unsur kimia. Tapi Bunda tak perlu khawatir kalau semua yang dari plastik tak aman untuknya. Demi memastikan bahwa peralatan makan dari plastik bisa dipakai untuk si kecil, pastikan Bunda membeli yang berlabel food grade. Peralatan makan dengan label ini tidak mengandung toxic dan aman untuk aktivitas konsumsi.

Coba Perhatikan Juga Bun, Adakah Keterangan BPA-Free?

BPA (Bisphenol-A) adalah zat kimia sintetis yang sering digunakan pada peralatan makan berbahan plastik agar terlihat lebih bening dan strukturnya lebih keras atau kokoh. Beberapa studi menyatakan bahwa BPA dapat menjadi faktor pengganggu hormon pada masa pertumbuhan anak.

Selain itu, BPA juga berpotensi menganggu metabolisme tubuh lho Bun. Nah, untuk mengetahui kandungan BPA dalam peralatan makan Bunda, coba yuk Bun cari simbol segitiga yang biasanya ada di bagian bawah peralatan makan berbahan plastik.  Jika di dalam simbol segitiga bertuliskan nomor 7 atau ada tanda huruf PC, maka peralatan tersebut mengandung BPA. Umumnya peralatan makan yang BPA-free berwarna sedikit kusam dan agak lentur.

Peralatan Plastik Perlu Memiliki PP 5, Bun!

Selain simbol segitiga yang mencantumkan kandungan BPA, peralatan makan juga mencantumkan PP (Polypropylene).PP merupakan material plastik yang aman untuk aktivitas konsumsi karena memiliki ketahanan kimia yang baik, daya serap air rendah, dan tahan terhadap unsur asam dan basa. Material plastik dengan PP 5 tahan panas, dapat dicuci ulang, serta dapat digunakan berkali-kali dalam jangka waktu lama.

Dan yang Pasti Bebas PVC

Tak hanya BPA nih Bun, kandungan lainnya yang perlu dihindari yaitu PVC atau Poly Vinyl Chloride. PVC merupakan material plastik yang umumnya digunakan untuk pembuatan bahan bangunan. Sejauh ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak terpapar senyawa kimia ini dapat menyebabkan kanker. Untuk itu, sekalipun Bunda hendak membeli peralatan makan berbahan plastik, pikirkan lagi soal bahan-bahan pembuatnya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Jika Si Kakak Cemburu Pasca Kelahiran Sang Adik, Ini yang Harus Bunda Lakukan

Punya anak kedua itu tantangan tersendiri ya Bun. Apalagi kalau jarak usia antara si kakak dan adiknya tak jauh berbeda. Bukan hanya Bunda dan Ayah yang mempersiapkan diri, sebab si sulung pun juga. Terlebih di usia balita, biasanya anak masih membutuhkan perhatian ekstra dari orangtuanya.

Tidak ada yang melarang bila Bunda memang memiliki program untuk menambah momongan dengan jarak usia yang tak jauh dari si sulung. Tapi pastikan Bunda sudah tahu cara menangani rasa cemburu yang dimunculkan sang kakak saat Bunda memberitahukan kalau ia akan kedatangan seorang adik.

Apalagi banyak cerita kalau balita justru tidak senang dan ‘menolak’ kehadiran adik barunya. Karenanya, Bunda perlu memberikan pengertian kepada Si Kecil sejak adiknya masih di dalam kandungan.

Berikut tipsnya:

  1. Tak usah khawatir bila si sulung berubah perasaannya dalam beberapa minggu atau bulan. Tetap lah bersabar dan Bunda cobalah pahami perasaannya. Beritahukan dengan pelan-pelan bahwa keberadaan adiknya kelak bukanlah sebagai saingan melainkan jadi teman tumbuh bersama.
  2. Merasa terancam akan kedatangan adik baru adalah perasaan normal yang dialami si sulung. Bunda bisa membuatnya tak merasa terancam dengan melibatkannya dalam kehamilan Bunda. Izinkan sang kakak untuk merasakan tendangan kaki bayi di perut Anda. Jelaskan kepadanya mengenai bayi yang akan lahir dan ceritakan bahwa ia dulu juga pernah berada di dalam perut Anda.
  3. Sebelum Bunda ke rumah sakit untuk bersalin, jelaskan terlebih dahulu kepadanya bahwa sebentar lagi adiknya akan lahir. Jelaskan pula siapa yang akan menemaninya saat Bunda dan suami harus ke rumah sakit. Dengan begini, ia tak akan merasa dilupakan atau tersaingi oleh kehadiran sang adik.
  4. Saat adiknya lahir dan setiap perhatian tamu terpusat pada bayi yang baru lahir, Bunda jangan sampai lupa untuk tetap memberikan perhatian kepada Si Kakak. Misalnya, saat tamu memuji bayi baru Anda, katakanlah bahwa ia secantik dan sepintar kakaknya.
  5. Jangan ragu untuk sertakan juga si kakak saat merawat adiknya. Minta bantuannya untuk mengambilkan baju atau popok bayi. Puji ia di depan adik barunya.
  6. Kadang, kakak merasa dituakan dan bisa bersikap agresif terhadap adiknya dengan memukul, menggigit, atau mendorong. Bun, saat menghadapi situasi semacam ini, cobalah katakan dengan tegas namun lembut, bahwa ia tidak boleh menyakiti adiknya.
  7. Luangkan waktu Bunda untuk si kakak dan katakan bahwa ia tetap bagian terpenting dalam hidup Anda. Berikan waktu, serta perhatian khusus bersamanya setiap hari.
  8. Saat adiknya sudah bisa tertawa dan bercanda, buat permainan bersama antara Si Kakak dan adik barunya, seperti cilukba, bernyanyi bersama, dan sebagainya. Dengan begitu, si sulung pun akan menyadari bahwa adiknya adalah teman bermainnya.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top