Parenting

Iniloh Cara Mendidik Anak Agar Bisa Mandiri

Cara Mendidik Anak Agar Bisa Mandiri

Salah satu tujuan yang ingin dicapai orangtua pastilah memiliki anak dengan kemampuan yang serba bisa dan mandiri. Namun, salah satu syarat untuk memiliki anak yang percaya diri dan bisa melakukan berbagai hal positif adalah adanya keyakinan dan kemauan si anak untuk mampu melakukan apa pun.

Berikut ini cara mendidik anak agar bisa mandiri

Cara Mendidik Anak Agar Bisa Mandiri

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Salah Satu Pengertian Yang Harus Diajarkan Orangtua,Mengelola Rasa Dendam Pada Anak Dengan Baik

Anakdendam

Membesarkan anak menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup, akan ada banyak fase yang kita lalui dalam mendidik anak. Mulai dari perubahan tumbuh kembang fisik hingga perubahan sikap yang dimilikinya, sebagai orangtua yang akan menjadi panutannya kelak kita juga harus bisa memberikan contoh yang baik untuk sang anak. Baik itu contoh baik dalam perbuatan, ucapan dan pola sikap yang kita tunjukkan.

Kejadian-kejadian buruk dan tidak menyenangkan yang akhir-akhir ini sering menjadi sorotan banyak orang ternyata banyak dipicu oleh sakit hati dan Rasa dendam, tak hanya antara orang dewasa ternyata anak-anak pun tak luput menjadi korban atau bahkan menjadi pelaku untuk berbagai kejadian yang tidak menyenangkan ini.

Hanya karena rasa Sakit hati dan dendam seseorang bisa melukai oranglain bahkan hingga membunuh. Betapa ternyata hal ini bisa berakibat fatal bagi si pelaku juga yang menjadi korban. Cobalah untuk berpikir sejenak apakah dendam yang setiap orang atau setiap anak bisa begitu buruknya ? tentu saja tidak, jika kita bisa mengontrol diri dan mengajari anak. Dendam tak melulu berujung tragis seperti kebanyakan kejadian sekarang ini. Lalu apa saja sih yang perlu kita tanamkan kepada anak untuk mampu mengelola rasa dendamnya dengan baik? Kita bisa lihat di point-point berikut ini

Kita Harus Mampu Menyadari Dendam Yang Dirasakan Oleh Anak

Sebagai langkah awal, kita sebagai orang tua harus mampu menyadari rasa dendam yang dirasakan oleh anak. Bisa dilakukan dengan cara memperhatikan dan memahami emosi yang sedang dirasakannya, dengan menyadari emosi yang dirasakan olehnya, kita akan dapat memahami pengaruh dendam yang sedang dirasakannya tersebut pada caranya berinteraksi dengan kita ataupun oranglain. Untuk mencegahnya tetap memelihara dendam kita bisa memberinya pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah hal yang baik, selain membuatnya mengerti dia juga akan tahu bahwa hal tersebut merupakan salah satu bukti kepekaan kita terhadapnya.

Membantunya Untuk Mengontrol Diri Untuk Segala Dendam Yang Dimilikinya

“Sebenarnya dendam dapat dikendalikan agar tidak merugikan diri sendiri atau menyakiti orang lain. Dendam boleh ada tapi anak tidak boleh jadi pendendam,” – Vera Itabiliana Hadiwidjojo,S.Psi., Psi , Seorang Psikolog Anak dan Remaja
Selama mampu mengotrol anak dengan baik dendamnya takkan mungkin merugikan orang lain, lalu jika sudah mampu mengontrol diri lantas darimana dendam itu bisa datang ? selain dengan karena perbuatan yang memang ditimbulkan orang lain kepadanya, dendam pada diri anak juga bisa tumbuh karena pola didik orangtua yang memang keliru yang kadang kita lakukan secara langsung atau tidak langsung. Contoh sederhananya kita sering menyalahkan lantai ketika anak kita terjatuh, yang secara tidak langsung memberikan dia pandangan untuk melihat suatu masalah sebagai ulah orang lain dibanding intropeksi pada diri sendiri.

Memberikan Contoh Dengan Mengungkapkan dan Menamakan Segala Rasa Yang Dimiliki

Sebagai orang tua kita juga dapat memberi contoh dengan mengungkapkan dan menamakan semua rasa  yang sedang dirasakan. Misalnya dengan mengatakan pada anak “Mama sedih kalau kakak buang-buang makanan” atau “papa bangga kalau adik mau berbagi mainan dengan teman”. Sehingga anak kita akan terbiasa dengan hal tersebut, mengungkapkan segala yang dirasakannya. Menyatakan rasa atau keinginan ke dalam kata-kata (labeling) memiliki fungsi untuk memaknai ulang rasa yang dirasakan sehingga dapat mengalihkan dari tindakan emosional atau menyimpan suatu dendam untuk segala sesuatu dan memberikan rasa bahwa dia dapat mengontrol kondisi yang sedang dihadapi

Mengamati dan Mendengarkan Cara Anak Mengekspresikan Berbagai Macam Emosinya

Untuk hal ini kita tentu mampu melihat semua perubahan ekspresi yang ditunjukkan oleh anak, kita bisa tahu bagaimana wajahnya saat marah, sedih, kecewa dan memelas. Terlebih ketika anak sedang marah dan emosi usahakan untuk tidak menghindari dan mengalihkannya dari rasa marahnya tersebut, tunjukkan bahwa kita memang memahaminya bahkan saat marah sekalipun dan kita dapat membantunya dengan menamakan emosi yang sedang dirasakannya Misalnya “Kakak marah ya ? cakenya mama habisin?”

Kita juga harus memberi mereka pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada, selalu ajarkan anak untuk bisa lebih mudah memafkan ketika ada orang lain yang sekiranya berbuat salah karena menyimpan dendam hanyalah akan menyakiti hati dan jiwanya sendiri atau bahkan oranglain.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Mendidik Anak dengan Baik Itu Perlu, Ini 8 Kebaikan yang Bisa Diajarkan Pada Buah Hati Anda

orangtuacontohanak

Anak adalah harta bagi setiap orang tua yang tidak ternilai harganya. Agar tumbuh dengan baik dan memiliki sifat yang terpuji, anak perlu diajarkan kebiasaan yang baik sebagai bekal masa depannya kelak. Sebagai orang tua tentunya Anda tidak ingin melihat si buah hati berlaku kasar dan tidak sopan pada orang-orang di sekitarnya bukan?

Orang tua adalah contoh yang paling pertama dilihat oleh aak-anaknya. Anak yang masih dalam masa pertumbuhan akan meniru apapun yang dilakukan orang tuanya. Kegiatan meniru ini biasanya akan menjadi kebiasaan yang dibawa hingga dewasa.

Agar anak tidak salah langkah dan memiliki sifat dan kelakuan yang baik, ini delapan kebaikan yang bisa diajarkan pada anak-anak.

MENGENALKAN ANAK PADA TUHAN DAN MENCINTAINYA AKAN MENIMBULKAN ANAK DENGAN SIFAT YANG BAIKK DAN RELIGIUS

Kebaikan utama yang perlu diajarkan pada anak-anak adalah membuatnya mengenal dan mencintai Tuhan Yang Maha Esa. Anak yang diajarkan tentang agama sejak dini akan menimbulkan pribadi yang baik, menghormati sesama, dan yang penting lagi meyakini adanya Tuhan pemilik segala kehidupan dan alam semesta. Pada diri anak akan tertanam sifat yang enggan sombong karena selalu mengingat Tuhan di dalam kegiatan sehari-harinya.

AJARKAN ANAK UNTUK SELALU MENYAYANGI DAN MENGHORMATI ORANG TUA

Orang tua manapun akan berharap anak-anaknya yang sudah dirawat dapat patuh, sayang, dan selalu mendoakannya kapanpun dimanapun. Mereka selalu ingat untuk membantu orang tua ketika mereka dewasa. Untuk itu penting bagi orang tua membangun sedekat mungkin hubungan antara anak dan orang tua. Ajari cinta dan kasih sayang serta kepedulian pada anak-anak agar mereka menjadi pribadi yang penyayangbaik pada orang tua aupun teman-temannya.

AJARI ANAK TENTANG PENTINGNYA KEBERSIHAN PADA DIRI SENDRI DAN LINGKUNGAN SEKITAR

Anak merupakan peniru ulung, ketika melihat orang tuanya membuang sampah sembarangan ia pun akan meniru kebiasaan tersebut. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya Anda ajarkan mengenai pentingnya kebersihan untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar. Ketika mereka sudah terbiasa akan lingkungan dan diri yang bersih,, lingkungan pun akan tetap terjaga, Kesehatan anak-anak pun tetap dalam kondisi yang baik karena tidak melakukan kebiasaan yang jorok yang dapat merugikan.

ANAK HARUS DIBIASAKAN TEPAT WAKTU, AGAR SAAT DEWASA TIDAK MEMBIASAKAN “JAM KARET”

Kebiasaan yang baik diajarkan pada anak-anak adalah mengajarinya selalu tepat waktu dalam berbagai hal. Seperti tepat waktu ketika tidur, makan, pergi sekolah, dan lain-lain. buat diri mereka sistematis dengan waktu. Sehingga ketika dewasa kelak ia akan terbiasa tepat waktu dalam berbagai kesempatan, termasuk ketika janji bertemu dengan seseorang.

KEJUJURAN MERUPAKAN HAL TERPENTING UNTUK BISA DITERIMA MASYARAKAT KELAK, MAKA DARI ITU PENTING UNTUK MENGAJARI ANAK UNTUK JUJUR

Anak yang dibiasakan berkata dan berperilaku jujur sejak kecil akan ragu atau enggan melakukan kecurangan ketika dewasa nanti. Ajari anak untuk berkata jujur di setiap kesempatan. Jangan langsung marah ketika ia jujur tentang kesalahannya. Marah-lah ketika anak Anda berbohong mengenai perbuatannya.

BELAJAR MANDIRI SEJAK ANAK-ANAK AKAN MENJADIKANNYA PRIBADI YANG TIDAK BERGANTUNG PADA ORANG LAIN

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membuat anak menjadi pribadi yang mandiri. Mulai dari mengajarinya berhemat menggunakan uang yang diperolehnya, memberinya contoh bagaimana susahnya bekerja untuk menghasilkan uang, mengajak anak-anak ke suatu daerah terpencil dimana anak-anak di daerah itu kesusahan, dan sebagainya.

Mengajarinya hidup mandiri dengan tidak selalu memberikan apa yang menjadi keinginannya akan membuat anak menjadi tidak manja dan tidak terlalu mudah bergantung pada orang lain. biarkan dia beradaptasi dengan caranya sendiri untuk memperoleh sesuatu yang menjadi keinginannya.

MENGAJARI ANAK UNTUK TIDUR TEPAT WAKTU DAPAT MEMBUAT ANAK LEBIH PEDULI TERHADAP KESEHATAN

Sangat penting untuk selalu mengajarkan anak untuk selalu tidur tepat pada waktunya. Jelaskan pada anak-anak sejak dini bahwa tidur terlambat hanya akan berdampak buruk pada kesehatan. Anak yang sudah diajarkan sejak dini mengenai pentingnya tidur tepat akan membuatnya lebih peduli kesehatan sejak kecil. Agar anak lebih percaya bahwa tidur telat dapat berdampak buruk, orang tua sebaiknya memberi contoh yang baik dengan tidak tidur begadang.

AJARI ANAK MENGENAI PENTINGNYA KETAATAN

Beberapa orang tua mungkin sering menggunakan kekerasan atau kata-kata kasar untuk ketika anak mulai sulit diatur dan tidak taat pada aturan orang tua. Mengajari anak-anak dengan cara seperti itu hanya membuatnya akan terus menjadi anak yang pembangkang. Ajari ketaatan dengan kasih sayang. Beri penjelasan yang jelas dan logis mengapa anak-anak perlu berlaku taat pada orang tua maupun aturan yang berlaku di masyarakat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Mendengarkan Bagian yang Terpenting dalam Berkomunikasi dengan Anak-anak, 5 Cara Melatih Anak Agar Bisa Jadi Pendengar yang Baik

mendengarkan

Pernahkah Ayah atau Bunda dicueki si kecil saat sedang berbicara dengan mereka? Hal itu bisa saja terjadi karena anak belum terlatih untuk menjadi pendengar yang baik.

Mendengarkan merupakan bagian yang terpenting dalam berkomunikasi dengan anak-anak. Merupakan saat di mana kita bisa mempelajari mereka dan bahkan belajar dari mereka. Mendengarkan cerita yang melantur-lantur dari anak-anak memang memerlukan kesebaran. Tapi kesabaran ini bukanlah untuk sesuatu yang sia-sia. Anak-anak yang tahu, kata-kata mereka didengarkan akan membentuk rasa percaya diri.

mendengarkan

Begini Cara Melatih Anak Agar Bisa Jadi Pendengar yang Baik

Agar anak bisa menjadi pendengar yang baik, maka sudah sepatutnya orang tua menjadi pendengar yang baik bagi mereka

Pertama-tama, orang tua harus mendengarkan mereka lebih dulu. Contohkan bagaimana cara mendengar yang baik pada mereka. Jangan pas anak belum selesai ngomong udah dipotong. Dengarkan dulu sampai dia selesai bicara, kemudian baru tanggapi apa yang ia katakan

Meminta anak menceritakan atau menanggapi cerita anak lainnya

Kebiasaan yang bisa diterapkan orang tua atau bahkan pendidik di sekolah, minta satu anak bercerita lalu minta anak yang lain menceritakan atau menanggapi cerita yang dikatakan anak. Kemudian, jangan segan membolehkan anak lain untuk mengajukan pertanyaan sebagai tanda dia mendengar. Pun ketika orang tua yang bercerita pada anak, bolehkan anak untuk mengajukan pertanyaan sebagai bentuk tanggapan dia dan tanda bahwa dia sudah mendengar serta menyimak apa yang diucapkan ayah atau ibunya.

Jangan pernah memotong pembicaraan anak sekalipun anda tidak setuju

Jangan memotong pembicaraan anak. Jika Anda perlu mengatakan sesuatu, tunggu ketika ada kesempatan. Juga jangan terfokus pada apa yang Anda ingin katakan karena hal ini dapat mengganggu konsentrasi Anda dalam mendengarkan orang tersebut.

Jangan sampai lebih focus terhadap gadget ketimbang pada anak. Lepaskan gadget ketika berbicara dengan anak

Jangan lupa, ketika orang tua berbicara dengan anak jauhkan gadget dan melakukan aktivitas lain sehingga Anda bisa fokus dan melakukan kontak mata dengan anak. Banyak orangtua saat ini, ketika berbicara pada anak malah asik bermain gadget. Atau ketika anak bertanya, Orangtua malah sibuk bermain gadget.

Sampaikan terima kasih ketika anak mendengarkan dengan baik

Jangan lupa, ketika anak sudah mendengarkan dengan baik apa yang Ayah dan Bunda katakan, sampaikan terima kasih padanya karena sudah menjadi pendengar yang baik, sebagai bentuk apresiasi bagi anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top