Kesehatan Ibu & Anak

Inilah yang Orangtua Perlu Lakukan untuk Memberikan Pertolongan Pertama Saat Anak Terbentur

anakterjatuh

Masa anak-anak adalah masa perkembangan yang membutuhkan banyak gerak. Pada masa ini, anak akan cenderung banyak gerak dan tidak mau diam sehingga terkadang dia terjatuh ataupun terbentur.

Selain itu, pada masa ini juga kadang anak terjatuh, baik itu terjatuh dari tempat tidur, terjatuh saat belajar berjalan, terpeleset, dan lain sebagainya. hal-hal di atas kadang menimbulkan benturan pada kepala anak. Sebagai orang tua jika terjadi sesuatu pada anaknya pastilah akan hawatir, terutama saat hal itu mengenai kepala anak. kita pastilah akan hawatir dan berusaha untuk mengobatinya.

Jika ini terjadi pada anak anda, hal pertama yang harus anda lakukan adalah jangan panik. Sebagai orang tua anda memang hawatir tapi kehawatiran anda itu jangan sampai membuat anda sendiri menjadi panik karena jika panik maka pertolongan yang anda lakukan menjadi kurang maksimal. Selain itu anak juga akan merasa takut dengan keadaannya.

Untuk itulah usahakan tetap tenang sambil berusaha untuk mengobatinya.

Ada beberapa pertolongan pertama saat anak terbentur, yaitu:

  1. Berdarah banyak

Jika anak anda terbentur sesuatu lalu mengeluarkan darah yang banyak, maka anda jangan panik. Darah yang banyak belum tentu sebagai tanda luka si anak parah. Apa lagi jika luka itu terjadi pada sekitar wajah maka darahnya akan cenderung banyak.

Hal itu karena di sekitar wajah terdapat banyak pembuluh darah sehingga jika terluka sedikit saja maka akan mengeluarkan darah cukup banyak. Yang perlu anda lakukan adalah letakan handuk bersih, atau kain bersih, atau perban pada bagian yang terluka selama beberapa menit. Ini bertujuan untuk mengurangi jumlah darah yang keluar.

  1. Luka kecil dan lecet pada wajah

Jika anak anda terbentur atau terpeleset dan wajahnya menjadi lecet, maka pertolongan pertama pada anak yang perlu anda lakukan adalah bersihkan dulu semua lukanya denggan air hangat. Setelah itu oleskan salep anti bakteri pada luka tersebut. Kemudian agar lukanya cepat sembuh, tutuplah dengan menggunakan plester khusus penutup luka

Jika kepala anak anda terbentur sesuatu dan menyebabkan benjol di kepala, maka anda perlu mengamati prilaku si anak. jika dia menangis sebentar lalu kembali ceria maka anda hanya butuh mengkompresnya dengan menggunakan ice pack. Ini untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat sakitnya itu..

Itu adalah pertolongan pertama saat anak terbentur karena sebenarnya sebagai orang tua pada umumnya dapat memberikan pertolongan sendiri tanpa bantuan dokter. Tapi ada beberapa tanda yang tidak bisa anda atasi sendiri dan harus menghubungi dokter jika terjadi hal-hal berikut ini:

  1. Benturan itu menyebabkan ada luka yang cukup dalam sehingga menimbulkan jarak antar kulit. Ini tidak bisa diatasi sendiri karena luka seperti ini harus dijahit.
  2. Darah terus mengalir setelah 5 – 10 menit. Jjika ini dibiarkan maka anak bisa mengalami kekurangan darah.
  3. Anak terus menangis meskipun anda sudah menenangkannya.
  4. Kepala anak jatuh ke permukaan yang keras.

Jika anak mengalami pukulan keras di bagian kepala yang membuatnya sampai pinsan, maka yang harus anda perhatikan adalah kemungkinan terjadinya gegar otak. Untuk itu, pertolongan pertama yang perlu anda lakukan adalah:

  1. Anda harus memastikan anak tetap bangun 1 jam setelah kejadian. Lihatlah apakah anak terlihat bingung atau tidak. jika terjadi pada bayi, amati apakah dia rewel atau tidak.
  2. Cek terus pernafasan dan warna kulitnya. Jika pernafasannya normal maka biarkan saja. Tapi jika pernafasannya seperti tersendat atau tidak mau bangung, maka segera hubungi dokter.
  3. Segera hubungi dokter jika sfetelah 24 jam dari kejadian anak terlihat bingung, muntah, nafsu makan berkurang, mimisan, kejang, sakit kepala, dan lain sebagainya yang menghawatirkan.

Di atas adalah pertolongan pertama saat anak terbentur. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Setiap Anak Terlahir Berbeda, Maka Mendidiknya Pun Perlu Cara Unik

panadol anak

“Semua orang itu pintar. Tapi kalau kamu menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidupnya si ikan akan menganggap dirinya bodoh”

Mungkin tak satu dua kali kita membaca atau mendengar kalimat tersebut. Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan bahwa setiap anak itu unik dan berbeda. Kemampuan, keinginan dan mimpi setiap anak tentulah tak serupa. Memaksanya “sama” dengan orang lain sementara kemampuannya berbeda, ibarat menyuruh seekor ikan yang paling pandai berenang untuk memanjat pohon.

Namun meski sudah sering mendengar istilah serupa itu, tak sedikit dari kita yang melulu membandingkan anak kita dengan anak lainnya. Beberapa bahkan baru bangga sebagai orang tua jika si anak bisa melakukan hal melebihi yang bisa dilakukan oleh anak lainnya. Jika tak sama maka anak belum lah berhasil dan kita sebagai orang tua masih gagal.

Lantas bagaimana agar tak terjebak dengan kondisi pemikiran seperti itu?

Setiap Anak Berkembang Dengan Fasenya Masing-Masing, Karena Itu Bersabarlah

Dari sisi kesehatan dan medis memang ada fase perkembangan anak. Namun yang sering kita lupa bahwa daftar tersebut adalah patokan yang tidak kaku. Karena masing-masing anak tentunya punya fase perkembangannya sendiri.

Jangan lantas panik apalagi memarahi seandainya anak belum lancar membaca sementara kawannya sudah. Jangan pula panik terburu-buru jika jumlah gigi si kecil belum nampak sebanyak temannya. Kuncinya adalah kesabaran. Bisa jadi anak kita unggul di beberapa bidang perkembangan, dan sedikit tertinggal di area perkembangan yang lain. Tidak lekas jalan tapi lekas bicara misalnya. Atau sebaliknya.

Sayangnya orang tua yang tak sabaran sering kali akhirnya hanya melihat area-area yang anaknya tertinggal tanpa perduli area yang anaknya unggul. Padahal memaksakan sesuatu kepada anak, tentunya akan membuatnya tak nyaman. Dan bukan tak mungkin malah akan menghambat perkembangannya yang lain bukan?

Setiap Anak Akan Menghadapi Jenis Dan Tingkat Kesulitannya Masing-Masing, Karena Itu Berhentilah Membandingkan

Sebagai mana kelebihan yang berbeda-beda, masing-masing anak juga akan punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kita tak bisa memaksakannya sama seperti anak lainnya. Coba kembalikan ke diri kita yang sudah dewasa, apakah kita nyaman jika diminta menyamai atlit rekor atlit lari misalnya. Atau bagaimana perasaan kita jika diminta bekerja di belakang meja sementara kita orang yang senang keluar. Tentunya tidak akan nyaman bukan?

Demikian juga dengan anak. Jadi kalau anak tak semudah itu makan sayur atau tak mau minum susu, kita tak boleh lantas mengatakan bahwa kawannya yang lain bisa menghabiskan sayur dan susu dengan segera. Atau kalau si anak masih takut bermain air, tentunya kitalah yang harus pintar mengajaknya bermain tanpa perlu mengatakannya penakut, dan sejenisnya.

Setiap Anak Punya Keinginan Yang Berbeda, Karena Itu Dengarkanlah

Cara termudah untuk membuat anak kecewa dan minder adalah dengan mentertawakan dan menganggap remeh ide dan mimpi-mimpi ajaibnya. Banyak dari kita yang dengan mudahnya mengatakan “itu tidak mungkin” ketika anak sedang bercerita.

Padahal, coba misalnya bayangkan jika dulu kita diceritakan bahwa memesan makanan dan transportasi tinggal tekan handphone yang pintar dengan petanya. Tentunya 10-20 tahun lalu ide dan impian itu terasa sangat aneh dan tidak mungkin.

Itulah yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka sedang membangun mimpi-mimpinya yang bisa jadi sangat tak terbayangkan oleh kita. Karena itu cobalah untuk mendengarkannya. Misalnya, apa alasannya tak mau tidur. Perhatikan misalnya kenapa si kecil belum mau melepas jempolnya yang terus dihisap.

Anakmu Juga Unik? Coba Ceritakan Pengalaman Istimewamu Ketika Menganjarkannya Hal Baru, Biar Orang Lain Bisa Mendapat manfaatnya!

panadol anak

Tentu Bunda punya anak yang unik dan berbeda juga bukan? Pastinya punya pengalaman istimewa juga mengahadapi uniknya calon-calon pemimpin masa depan ini. Terkadang, ada saja tingkah Si Kecil yang membuat kita menggelengkan kepala. Maka itu sebagai seorang ibu, kita harus belajar dari satu sama lain untuk menghindari kesalahan dalam mengasuh anak.

Nah, coba ceritakan pengalaman Bunda ini, karena Panadol Anak sedang mengadakan kontes #TipsPanadolAnak. Kontes ini mengajak Bunda untuk mengirimkan tips dalam mengasuh anak yang tentunya harus kreatif, berguna, dan mampu menginspirasi Bunda lainnya!

Caranya?

1. Peserta wajib Peserta wajib follow akun social media dari Panadol Anak Indonesia di halaman Facebook (Panadol Ibu Peduli) ini.

2.Kemudian upload foto atau video beserta captionnya yang berkaitan dengan tips mengasuh anak sesuai tema mingguan yang telah ditetapkan berikut ini di akun facebook bunda masing-masing:

Minggu 1 (18 – 24 Juli): Tips Mengatasi Anak Susah Makan Sayur
Minggu 2 (25 – 31 Juli): Tips Mengatasi Anak Yang Takut Air
Minggu 3 (1 – 7 Agustus): Tips Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak
Minggu 4 (8 – 14 Agustus): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi
Minggu 5 (15 – 21 Agustus): Tips Mengajari Anak Membaca
Minggu 6 (22 – 28 Agustus): Tips Mengatasi Anak Susah Minum Susu
Minggu 7 (29 Agustus – 4 September): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Saat Flu
Minggu 8 (5 – 11 September): Tips Mengatasi Demam Saat Anak Tumbuh Gigi
Minggu 9 (12 – 18 September): Tips Membuat Anak Berhenti Melakukan Kebiasaan Menghisap Jempol
Minggu 10 (19 – 25 September): Tips Mengatasi Anak Yang Susah Tidur Siang

3. Jangan lupa posting photo dan  tips seting privasinya harus public

4. Tag ke social media Panadol Anak Indonesia dengan menggunakan hashtag #TipsPanadolAnak #TipsIbuPeduli #MakeNoMistake #KLNpanadol di caption Anda

5. #TipsPanadolAnak yang dikirim harus orisinal, kreatif dan inspiratif serta belum pernah dipublikasikan sebelumnya

Akan ada 5 pemenang yang mendapatkan hadiah menarik setiap minggunya dan 2 pemenang yang mendapatkan hadiah utama: Giant Keyboard dan Bip Bip Watch. #TipsPanadolAnak yang paling orisinal, kreatif dan menginspirasi berhak menjadi pemenang. Yuk berbagi tips mengasuh anak versi anda.

Untuk keterangan lengkapnya bisa dilihat di sini.

tips panadol anak

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bukan Sekedar Tiup Lilin, Merayakan Ulang Tahun Anak Juga Akan Memberikan Banyak Manfaat Untuknya. Bunda Harus Tahu Nih!

Mungkin Bunda Pikir Merayakan Ulangtahun Si Kecil Tak Terlalu Penting, Tapi Coba Tengok Dulu Manfaat Ini

Perihal baik dan buruknya perayaan ulang tahun anak memang telah lama diperdebatkan. Tak mudah untuk mendapatkan kesimpulan dari pro kontra tesebut. Namun, terlepas dari itu, pesta ulang tahun anak sebenarnya merupakan bentuk apresiasi orangtua untuk buah hati.

Sebagai orangtua, tentu kita ingin memberikan segala yang terbaik untuk buah hati. Termasuk menyiapkan perayaan ulang tahun. Kalau sudah begitu, rasanya tak perlu terlalu menanggapi cibiran orang-orang yang kurang setuju dengan perayaan ulang tahun. Bagaimana pun anda yang paling tahu apa yang terbaik untuk buah hati. Toh, merayakan ulang tahun juga akan memberi banyak manfaat untuk anak.

Merayakan Ulang Tahun Bisa Jadi Langkah Awal Untuk Mengajarinya Berbagi Dan Bersosialisasi Dengan Lingkungan

Jika sebagian orangtua akan menggambarkan perayaan ulangtahun dengan pesta yang sia-sia, itu adalah sebuah kesalahan. Justru disini kita bisa mulai memberinya pelajaran berharga, yang kelak tentu berguna untuknya. Kita bisa mengajari si kecil untuk berbagi dengan teman seusianya, lewat perayaan ulangtahun yang kita gelar. Momen makan bersama, bernyanyi hingga bermain bersama dengan teman dan saudara-saudaranya akan membuatnya mengerti bahwa berbagi itu indah.

Secara tak langsung dia jadi paham, bahwa sosialiasi yang kita ajarkan adalah sebuah kegiatan yang mengasyikkan. Hingga kelak ia akan tumbuh jadi seseorang yang tahu arti dari nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan. Baik dalam hubungannya dengan saudara maupun orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya.

Secara Tak Langsung Perayaan Ulang Tahun Juga Mendidiknya Untuk Belajar Bertanggung Jawab

Sedini mungkin si kecil memang sudah harus kita ajarkan untuk mulai bertanggung jawab atas beberapa hal. Momen ulang tahun menjadi waktu yang tepat untuk mengajarinya bertanggung jawab. Mintalah dia untuk memilih siapa saja teman yang akan diundang, hingga konsep perayaan seperti apa yang dia inginkan. Jika ternyata ada beberapa hal yang tak dia suka, maka itu adalah kesempatan untuk memberitahunya bahwa itu adalah bagian dari pilihan yang sudah dia buat. Hingga apapun hasilnya nanti, si kecil harus bisa menerima dan memahaminya. Dengan begitu buah hati pun jadi tahu bahwa setiap pilihan yang telah dia putuskan, adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan.

Membantu Anak Untuk Belajar Menghargai Setiap Orang Yang Hadir Dalam Perayaan Ulang Tahunnya

Pesta ulang tahun tanpa kado jadi sesuatu yang terasa kurang lengkap. Hal ini jadi poin penting lain yang akan membantu kita untuk membimbingnya. Pada sesi membuka setiap kado, tentu ada beberapa jenis kado yang berbeda-beda. Biasanya si kecil akan merasa kecewa jika ternyata ada beberapa kado yang dia dapati tak sesuai dengan keinginannya.

Peran kita sebagai orangtua adalah memberinya pemahaman untuk hadiah yang tak disukainya tersebut. Jelaskan padanya bahwa tak semua yang dia mau, bisa didapatkan. Dengan demikian dia akan belajar untuk lebih menghargai setiap proses yang ada. Mulai dari usaha orangtua yang memberinya perayaan ulang tahun, hingga kado-kado yang dia terima sebagai hadiah.

Lagi Pula Ini Adalah Bentuk Syukur Terhadap Sang Pemilik Hidup, Atas Hadirnya Buah Hati Dalam Kehidupan Orangtuanya

Beberapa orangtua lain bisa saja memilih tak pernah merayakan ulangtahun anaknya. Toh itu adalah hak masing-masing orang. Meski disebut-sebut sebagai budaya atau trend ikut-ikutan, kita bisa menilai ini sebagai ungkapan rasa syukur. Kehadiran si kecil ditengah-tengah keluarga, tentu jadi hal penting dalam hidup kita. Lalu apa salahnya jika kita ingin bersyukur atas pemberian ini. Lagi pula sebagai orangtua setiap orang tentu punya cara yang berbeda-beda untuk mensyukuri karunia tersebut. Namun pandangan yang tak sama, bukan berarti jadi alasan kita untuk menyalahkan mereka yang berbeda. 

Karena Selama Tak Diadakan Secara Berlebihan, Perayaan Ulang Tahun Akan Jadi Kado Termanis Yang Kelak Akan Ia Kenang

Tak hanya kegembiraan untuk senyum dan tawa yang kita lihat saat perasaan tersebut. Momen tersebut sampai kapan pun akan menjadi kenangan manis untuk buah hati dan kita sebagai orangtuanya. Sehingga kelak jika ada yang bertanya tentang perayaan ulang tahun semasa dia kecil, buah hati pun akan menjawab dengan wajah bahagia dan senyum mengembang. Mulai dari mengingat wajah-wajah orang yang hadir, kejadian lucu yang tak terlupa, hingga legitnya kue ulang tahun semasa kecil.

Sebagai orangtua, kita tentu punya pandangan masing-masing dalam hal mendidik dan memperlakukan anak. Namun bukan berarti karena benar dan salah. Sebab apa pun itu, setiap orangtua pasti memiliki alasan dan hal itu tentu dilakukan demi kebaikan anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Si Kecil Tak Gundah, Persiapkan Dia Menjadi (Calon) Kakak Dengan Tetap Membuatnya Merasa Diperhatikan Bun!

Sebentar Lagi Si Kecil Akan Punya Adik ? Begini Cara Untuk Menghilangkan Kegundahannya Bun!

Masa kehamilan adalah momen yang paling berkesan untuk orangtua. Kehadiran anggota baru dalam keluarga menjadi sesuatu yang membahagiakan. Meski akan kembali disibukkan dengan berbagai rutinitas mengurus bayi dan kakaknya yang juga belum terlalu besar, namun rasanya hal itu tidak jadi masalah.

Kebahagian yang anda rasakan, tentu juga harus dibagikan pada si kecil yang sebentar lagi akan menjadi kakak. Namun mengingat usianya yang belum terlalu besar, butuh waktu untuknya memahami semua itu. Tapi Bunda tak perlu terlalu khawatir, pelan-pelan berikan penjelasan agar dia mengerti.

Sebagai Langkah Awal, Kita Bisa Mencoba Untuk Bertanya Padanya. Apakah Dia Menginginkan Seorang Adik Atau Teman Bermain?

brothers-family-siblings-boys-50692

Keberadaan anggota keluarga baru tentu membuatnya harus beradaptasi, untuk itu sampaikan hal tersebut dengan cara yang menyenangkan.Bunda bisa menyelipkan informasi ini ketika sedang melakukan interaksi dengannya. Saat sedang makan atau bermain bersama hingga ketika membacakan sebuah cerita untuknya, cobalah bertanya apakah dirinya tak ingin punya adik atau teman bermain.

Bunda juga bisa memberinya pertanyaan untuk memancing reaksinya. “Kalau Bunda kasih adik untuk Kakak, mau nggak?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan jadi sesuatu yang terlihat menyenangkan baginya. Bahkan tanpa terlihat seperti sedang menjelaskan sesuatu, dirinya akan berimajinasi sendiri bahwa sebentar lagi ia akan mendapat hadiah seorang adik baru.

Secara Perlahan Mulailah Melibatnya Dalam Proses Kehamilan Yang Sedang Anda Lalui

Seiring dengan perkembangan usia kehamilan, tentu akan ada beberapa perubahan dalam diri Bunda.  Jika memang cukup jeli, si kakak akan menghujani Bunda dengan beberapa pertanyaan ajaibnya. Hal ini jadi salah satu momen tepat yang akan membantu kita untuk memberinya pemahaman.

Perlihatkan padanya bentuk perut yang sudah mulai membesar, serta perubahan lain yang akan menjelaskan. Sebisa mungkin libatkan dia dalam setiap proses kehamilan yang anda jalani. Seperti ketika sedang melakukan check up rutin ke dokter kandungan hingga aktivitas ibu hamil lainnya. Untuk membantunya memahami lebih mudah, kita juga bisa menggunakan media lain sebagai alat. Mulai dari gambar-gambar ibu hamil, bayi yang baru lahir hingga ibu lain yang juga sedang hamil. Sesekali mintalah ia untuk mencoba merasakan pergerakan yang sedang terjadi dalam perut anda. Jelaskan pula bahwa di dalamnya sedang ada mahkluk hidup yang sama sepertinya dulu saat masih di kandungan.

Buatlah Dia Merasa Hebat Dengan Bertanggung Jawab Membantu Bunda Menyambut Kelahiran Bayi

pexels-photo-235243

Untuk kegiatan yang satu ini tentu akan jadi sesuatu yang menyenangkan baginya. Karena anak seusianya tentu masih senang untuk hal-hal yang bersifat seperti permainan. Bawalah ia untuk turut serta dalam proses penyambutan anggota keluarga baru yang akan lahir. Mulai dari berbelanja keperluan bayi, hingga kegiatan menghias kamar untuk adiknya kelak. Biarkan ia berimajinasi untuk sesuatu yang akan dilakukannya, serta beri ia tanggung jawab untuk beberapa hal yang kelak akan jadi tugasnya. Misalnya “Kakak pilih ya warna apa yang cocok untuk adik?”. Tak hanya membuatnya senang karena diikutsertakan, ini jadi momen yang akan menjelaskan bahwa sebagai kakak ia bertanggung jawab atas beberapa hal yang dibutuhkan adiknya nanti.

Karena Sebentar Lagi Bunda Harus Membagi Perhatiannya, Ajari Dia Untuk Mulai Belajar Mandiri Sejak Dini

Sebagai seseorang yang akan menjadi kakak, dia memang sudah sepantasnya belajar mandiri sejak sekarang. Namun mandiri yang dimaksud disini bukanlah pekerjaan-pekerjaan berat yang selayaknya dilakukan orang dewasa ya! Ajak buah hati untuk mandiri pada hal-hal kecil yang biasa dia lakukan. Seperti menyimpan kembali mainan ketika sudah selesai bermain, atau menyimpan kembali buku bacaannya ke tempat semula.

Jika perlu Bunda bisa memberinya sebuah aturan yang menyenangkan. Contohnya jika anak berhasil melakukan kegiatan itu dengan baik, berarti dia sudah membantu dan berhak mendapat hadiah. Bukan bermaksud mengajari anak untuk melakukan sesuatu dengan imbalan, hal lain yang tentu ia dapatkan adalah pelajaran penting tentang arti sebuah usaha. Dengan begitu ia tahu bahwa untuk sesuatu yang mungkin sedang diinginkannya, ada usaha yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Tapi Jelaskan Pula Padanya, Kehadiran Sang Adik Tak Lantas Merebut Kasih Sayang Anda Sebagai Orangtua

Disatu sisi momen kelahiran adik ini memang sering dipandang sebagai sesuatu yang akan merebut kasih sayang orangtua darinya. Karena secara tak langsung kelahiran bayi di rumahnya memang membutuhkan perhatian khusus. Belum lagi kedatangan tamu saat adiknya lahir nanti, mau tak mau pada saat itu perhatian jadi terfokus pada adiknya saja.

Bersamaan dengan itu sang kakak akan merasa tersingkirkan, atau bahkan berpikir bahwa sang adik telah merebut semua miliknya. Nah disinilah peran serta kita sebagai orangtua sangat dibutuhkan, sebisa mungkin berilah pengertian padanya. Bahwa situasi saat itu memang menjadikan sang adik jadi fokus utama, tapi bukan berarti semua orang akan melupakannya. Katakan padanya bahwa kita akan tetap ada untuknya. Demi menghibur hatinya, jelaskan padanya bahwa dulu ketika ia lahir, hal itu juga terjadi padanya. Jadi dia tidak perlu iri atau merasa dilupakan. Penjelasan tersebut akan membantu untuk menenangkan hatinya.

Mengingat usianya yang masih anak-anak, memang tak akan mudah untuk memberinya pengertian akan kehadiran anggota baru dalam keluarga. Namun setidaknya beberapa cara di atas akan membantu anda untuk membuatnya lebih mudah mengerti dan menerima kehadiran adik kecilnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Terkesan Biasa Sih, Namun Membiarkan Buah Hati Anda Tidur Di Dada Bisa Mengakibatkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak!

anaktidur

“Dada ayah dan ibu adalah tempat terbaik untuk si kecil bisa terlelap”

Dalam hal pendampingan tidur untuk mengasuh si kecil, kalimat ini tentu sangat sering kita dengarkan. Digambarkan sebagai alternatif untuk bisa membantu pada orang tua dalam hal menidurkan bayi, terlebih ketika si kecil sedang rewel. Sayangnya kebiasaan membiarkan buah hati tidur di dada orang tua ternyata memiliki bahaya tersendiri.

Mungkin satu atau dua orangtua yang pernah melakukannya akan menggeleng tanda tak setuju, karena mereka pernah melakukannya dan si kecil ternyata tidak mendapat masalah. Namun sebagai orangtua kita tentu tetap harus waspada, karena kebiasaan ini justru berbahaya.

Menyajikan Pemandangan Yang Manis, Hal Ini Justru Sering Berakhir Dengan Tragis

Selain membuatnya terlelap lebih cepat kebiasaan ini jadi sesuatu yang tentu terlihat manis. Namun Lullaby Trust, sebuah organisasi yang memberi saran keamanan tidur pada bayi. Mengatakan bahwa keputusan orangtua yang membiarkan bayi terlelap di dadanya adalah sesuatu yang berbahaya. Karena ketika si kecil sedang lelap di dada  kita, resiko SIDS pada bayi meningkat sebanyak 50%.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah kasus yang telah terjadi pada seorang dokter bernama Sam Hanke. Beliau bercerita bahwa pada tahun 2010 ia telah mengalami pengalaman pahit karena telah kehilangan bayinya yang bernama Charlie. Ia menuturkan kejadian itu bermula saat dirinya sedang tiduran di sofa sambil membawa bayinya di dalam dekapan dadanya. Dokter Hanke membiarkan Charlie tertidur dengan posisi tengkurap di dadanya. Karena ikut merasa nyaman dirinya ikut tertidur, tapi ketika terbangun bayinya sudah tak lagi membuka matanya. Setelah dicari tahu penyebabnya ternyata Charlie mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau yang sering dikenal sebagai sidrom kematian mendadak.

Lalu Apa Sebenarnya Sudden Infant Death Syndrome Itu?

SIDS - Sudden infant death syndrome

Sindrom ini adalah sebuah keadaan yang menjelaskan kematian pada bayi secara mendadak, meski kelihatannya sedang baik-baik saja. Selain itu hal ini juga disebut sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan, pada bayi yang berusia antara 2 minggu – 1 tahun. Sedikitnya 3 dari 2000 bayi mengalami SIDS ketika mereka sedang tidur.

Meski penyebab ketidaknormalan itu masih belum ditemukan dengan jelas. Salah satu bukti statistik menunjukkan bahwa tidur tengkurap pada bayi adalah penyebabnya. Meski meletakkan bayi pada dada kita tak selalu dengan posisi tengkurap, namun para peneliti tidak menyarankan hal ini untuk dilakukan. Apalagi untuk si kecil yang masih berusia 2 minggu hingga 1 tahun. Hal ini juga dikuatkan oleh juru bicara dari Lullaby Trust yang mengatakan bahwa, “Tidur di sofa atau kursi dengan bayi adalah salah satu situasi paling beresiko”.

Fakta Ini Tentu Membuat Kita Lebih Hati-Hati, Terlebih Ketika Menemani Si Kecil Tidur

Untuk penanganan yang satu ini kita memang harus ekstra hati-hati, jangan biarkan sembarangan orang tidur dengan si kecil. Sebagai orangtua, kita tentu tak ingin memberikan pengaruh buruk, apalagi hingga membahayakan buah hati. Oleh karena itu, jika anda atau pasangan adalah seorang perokok, maka sebisa mungkin tidak menyentuh anak secara intim dan tidur sekamar dengannya.

Meski tak terlihat kita ada ribuan sumber bakteri dan penyakit yang mungkin bisa tertular pada anak. Mengingat ketahanan tubuhnya yang masih sangat lemah, tidak ada salahnya jika kita membatasi aktivitas untuk tak membiarkannnya tersentuh oleh sembarangan orang. Bahkan oleh orangtuanya sendiri sekalipun, demi menjaga kesehatan dan keselamatannya.

Hal Lain Yang Patut Diperhatikan Adalah Lebih Jeli Dalam Memilih Tempat Tidur Untuk Si Kecil

Ini jadi salah satu kunci penting dalam menjaganya dari hal-hal yang mungkin membahayakan kesehatan si kecil. Red Nose, sebuah lembaga nirlaba di Australia mengungkapkan beberapa tips dan trik aman untuk bayi yang sedang tidur yang mungkin bisa kita jadikan patokan. Menurutnya sebaiknya orangtua memilih kasur atau tempat tidur yang kencang, bersih dan memiliki permukaan yang rasa. Hindari pemakaian selimut yang terlalu tebal dan tak sesuai dengan panjang tubuh si kecil. Selanjutnya hindari pula penggunaan bantal dan mainan yang terlalu banyak di sekitar tempat tidur. Serta jangan sesekali membiarkan anak tertidur dengan posisi tengkurap, atau memakaikan selimut hingga ke permukaan wajahnya.

Berhentilah Berpikir Bahwa Mendekap Si Kecil Di Dada Adalah Sesuatu Yang Baik

Pilihan kita untuk tidur dengan si kecil memang jadi pembahasan yang cukup kontroversial. Dibeberapa budaya, pemandangan bayi yang tertidur di dada orangtua adalah hal biasa, termasuk di negara kita. Namun di beberapa negara barat hal ini justru bukanlah sesuatu yang direkomendasikan. Jika memang meletakkannya di dada membuatnya tenang dan bisa tertidur lebih lelap, segera pindahkan si kecil ke tempat tidurnya. Karena meski dada orangtua adalah tempat terhangat untuknya, ini bukanlah sesuatu yang baik untuk kesehatannya.

Meski menurut anda satu-satunya cara untuk membantu si kecil untuk lebih cepat terlelap dengan menaruhnya di dada. Charlie’s Kids sebuah yayasan yang juga milik Dr. Sam Hanke, menyarankan para orangtua untuk selalu meletakkan bayi tidur di ranjang sendiri, baik saat siang maupun malam hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top