Parenting

Inilah Cara Sehat Memberi Nasihat. Terapkan Sejak dini Agar Tidak Menyesal Di Kemudian Hari!

Inilah Cara Sehat Memberi Nasihat. Terapkan Sejak dini Agar Tidak Menyesal Di Kemudian Hari!

Terkadang kita sebagai orang tua merasa kebingungan dalam memberikan nasehat untuk si kecil. Hal itu disebabkan karena pemahaman orang tua yang terkadang masih kurang sehingga bingung untuk memilih kata yang bisa dicerna oleh si kecil. Hal itu masih tergolong wajar, sebab anak kecil akan memiliki tingkat kekritisan dan pola pikir yang terbatas. Oleh karena itulah, sebagai orang tua yang masih memiliki anak dalam usia pertumbuhan wajib untuk membaca buku-buku atau tulisan yang mengarahkan pada nasehat untuk anak kecil. Lalu nasehat seperti apakah yang patut untuk ditanamkan sejak dini? Berikut ini ada beberapa nasehat untuk si kecil yang bunda bisa terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Inilah cara cerdas menegur anak usia dini

  1. Tetap bersikap sabar.

Dalam menghadapi anak yang masih usia dini memang bukan perkara yang mudah, terlebih lagi jika dia merupakan anak yang sulit untuk diatur. Perlu bunda ketahui bahwa sebenarnya mereka hanyalah berantusias terhadap hal-hal memang menurutnya menarik , lucu dan juga unik. Sesuai dengan sebuah teori dari Erikson yang mengatakan bahwa fase perkembangan anak usia dini adalah 3 -5 tahun merupakan masa kemasan dimana dia telah aktif-aktifnya untuk mencari banyak pengalaman baru dalam kehidupannya.

Oleh karena itulah, penting bagi orang tua untuk memberikan pengarahan yang baik, dan menegurnya dengan kesabaran yang tinggi. Satu hal yang perlu diingat, bahwa anak hanyalah merasa penasaran dan ingin tahu bukan karena ingin mengacaukan segalanya.

  1. Ajaklah bicara empat mata.

Dalam menegur anak yang masih usia dini tentu tidak dapat dilakukan dengan cara membentak-bentak dan menyuruhnya berhenti begitu saja. Tetapi sangat diperlukan kontak mata kepada anak tersebut. Dengan kontak mata anak harapannya dapat lebih memerhatikan anda, ketimbang anda menegurnya dalam posisi berdiri. Perlu anda pahami bahwa menegur dari jauh atau dengan posisi berdiri hanya akan menyebabkan anak mengira anda membentaknya tanpa sserta memberikan hukuman. Selain itu posisi berdiri anda dapat membuat pegal leher anak, karena dia harus mendongak ke atas. Itu tentu tidak efektif baik secara esensi maupun fisik anak tersebut. Sebaiknya jika anda ingin menegur anak jangan ketika ada banyak orang, itu bertujuan untuk menjaga perasaan anak supaya anak tidak merasa malu ketika dia dinasehati.

  1. Jangan berkata kasar pada anak.

Masih banyak orang tua yang menegur anak yang masih usia dini sama dengan menegur anak yang sudah dewasa. Akibat dari semua itu dia pun tidak segan-segan dalam berkata-kata kasar. Jika hal itu terus menerus dibiarkan justru itu akan merugikan bagi tumbuh kembangnya. Bisa jadi hal tersebut akan dicontoh oleh anak dikemudian hari.

  1. Kendalikan emosi.

Tidak jarang orang tua yang telah mengajak buah hatinya ke pusat perbelanjaan akan melakukan hal ini. Ditengah ramainya lalulalang permainan lucu, lalu anak tersebut meminta untuk dibelikan. Karena orang tua tidak membawa uang pada akhirnya orang tua menampakkan kekesalannya dengan memarahinya dimuka umum. Biasanya ketika orang tua emosional selalu mendaratkan cubitan kecil sehingga anak menangis keras.

Perlu orang tua pahami dan ingat, bahwa anak tersebut tidak mengetahui jika anda sedang tidak membawa uang. Jika anda ingin menegur anak maka cobalah untuk kendalikan emosi anda, berikanlah pengertian dengan lembut. Jangan sampai anda termakan oleh emosi pada saat anda menegur anak. Jika itu dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan potensi anak untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap anak yang lain.

  1. Jangan membentak anak.

Orang tua seringkali marah ketika anaknya membuat keributan karena kreatifitasnya yang tidak pada tempatnya. Tetapi anda harus ingat bahwa apa yang dilakukan oleh anak anda sebenarnya disebabkan karena rasa ingin tahu yang tinggi. Maka tidak seharusnya rasa ingin tahunya yang sangat tinggi itu kemudian anda larang begitu saja dengan membentak tanpa ada alasan mengapa dia tidak diperbolehkan melakukannya. Namun anda sebagai orang tua cukup mengarahkan dan menasehati dengan baik apabila apa yang dilakukannya salah, itu jauh lebih baik ketimbang anda membentak dan marah-marah seperti kerasukan setan.

Banyak para orang tua saat ini yang tidak memiliki sikap sabar dalam mendidik anak. Hal itu mengakibatkan kerapkali para orang tua membuli anak dengan kata-kata kasar dan nada yang membentak. Meski pun terkadang kesalahan anak tidak begitu parah. Sebisa mungkin anda sebagai orang tua usahakan untuk tidak membentak anak, sebab jika anda sering melakukannya maka yang ada anak akan takut pada anda. Akibat dari itu hubungan emosi antara anak dengan orang tua terjalin seperti lawan dan musuh.

  1. Jangan membandingkan.

Mungkin ada kalanya ketika anak yang dalam usia dini memiliki keterbatasan saat melakukan segala hal. Lalu dalam keterbatasan tersebut orang tua janganlah membanding-bandingkannya dengan anak-anak yang lain yang sudah bisa melakukan ini dan itu. Dengan membanding-bandingkan berarti sama saja telah meremehkan kemampuan yang memang belum nampak pada diri sang anak. Hindarilah tabiat membanding-bandingkan walaupun niat anda hanyalah bercanda, di usia dini tersebut, informasi pembandingan yang lebih cenderung melecehkan anak akan diserapnya dipercayai sebagai sebuah kenyataan yang melekat pada dirinya. Pada akhirnya anak memiliki potensi yang akan tumbuh menjadi orang yang minder di dewasanya nanti.

  1. Jangan melakukan kekerasan pada anak.

Anda sebagai orang tua jangan sekali-kali melakukan kekerasan terhadap anak anda yang masih usia dini. Jika anda melakukan kekerasan terhadapnya maka akan dikhawatirkan anak anda akan mengalami traumatis pada masalalu yang dapat merugikan bagi tumbuh kembang anak anda nantinya. Namun menegur dengan cara persuasif dengan cara mengajak untuk tidak melakukan apa-apa yang salah lebih baik, ketimbang anda langsung memukulnya atau mencubit. Memangnya anda mau ketika ia dewasa memiliki dendam pada anda? Tentu anda tidak mau kan.

  1. Jangan mengancam.

Sebaiknya anda tidak menegur anak anda dengan ancaman. Dengan tidak adanya unsur ancaman harapannya nanti anak akan diajarkan untuk bersikap bijaksana dalam menghadapi kesalahan orang lain. Jangan pernah mengancam anak supaya tidak mengulangi kesalahannya, tetapi berikanlah dia peringatan dengan halus dan lembut. Perlu orang tua ketahui bahwa teguran yang berupa ancaman hanyalah akan membuat anak merasa takut dengan ancaman yang diberikan oleh anda, tidak karena teguran dari anda.

  1. Ajaklah anak untuk diskusi.

Anda sebagai orang tua bisa anaknya dengan menerapkan sistem diskusi. Anak usia dini memiliki kecenderungan lebih suka jika dia dikondisikan dalam sebuah interaksi yang aktif. Salah satu diskusi interaktif yang bisa anda lakukan adalah dengan berdiskusi dua arah. Lakukanlah teguran dengan cara seperti tersebut. Berikanlah pula dia kesempatan untuk mengutarakan pendapat atau pun alasan mengapa dia melakukan suatu kesalahan.

  1. Buatlah perjanjian.

Anda bisa menegur atau menasehati anak anda yang masih usia dini dengan membuat perjanjian. Buatlah perjanjian yang telah disetujui secara bersama, supaya dia tidak lagi mengulangi perbuatannya. Contoh dari perjanjian yang bisa anda buat adalah: dengan mengurangi waktu bermainnya atau mengurangi kesenangan lainnya. Tentu pengurangan yang dilakukan merupakan hukuman yang tidak ekstrim.

  1. Berikanlah pemahaman dan pengertian.

Dengan memberikan pengertian dan pemahaman yang lebih jelas juga merupakan hal yang paling penting untuk ditempuh oleh para orang tua dalam menegur anak usia dini. Seringkali para orang tua ketika menegur anak tanpa memberikan pengertian yang jelas, bahkan cenderung lebih mengedepankan emosi ketika menegurnya. Perlu anda ingat bahwa teguran teguran tersebut merupakan anak yang masih berusia dini.

  1. Memberikan contoh.

Anda ketika menegur anak harus dibarengi dengan contoh supaya anak dapat mengikuti apa yang harus dilakukan dan diperbuat. Memberikan contoh kepada anak tentang apa yang seharusnya dilakukan merupakan fungsi yang tepat, supaya dia mengetahui bagaimana cara untuk memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.

Demikianlah pembahasan tentang cara sehat memberi nasehat terhadap anak usia dini. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top