Mainan Anak

Anak Masa Kini Sudah Kecanduan Gadget, Inilah 10 Cara Menghilangkan anak kecanduan gadget

gadget

Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? Kemana pun pergi gadget selalu dibawa, apa pun yang ada selalu bisa diakses dengan gadget.

Sehingga tak heran jika anak-anak masa kini pun sudah mulai kenal yang namanya gadget ini. Tidak hanya itu saja, melainkan banyak anak yang sudah kecanduan untuk memakai gadget untuk keperluan berbagai hal.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tentu tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya. Hal itu sangat tidak baik untuk perkembangan pemikiran anak kedepannya, karena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Banyak hal memang yang bisa dipelajari untuk anak dari gadget, seperti hafalan doa-doa, lagu anak-anak, permainan yang moderen untuk anak, dan satu lagi melatih anak supaya mengenal teknologi baru serta tidak gaptek.

Tetapi, perlu orang tua ketahui bahwa dalam gadget tersebut terdapat hal-hal yang negatif yang tentunya tidak baik jika anak terlalu lama dibiarkan bermain gadget. Terlebih jika dia sudah kecanduan, maka akan semakin sulit untuk diatasi karena gadget sudah merupakan teman baginya.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget, maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkannya. Sebab itu sangat tidak baik untuk kemajuan cara berpikir anak.

Sedangkan kita tahu bahwa anak adalah aset yang harus dijaga karena merupakan titipan dari Tuhan. Untuk anda yang mungkin sedang mengalami permasalahan tentang anak yang kecanduan gadget, maka berikut ini adalah tips untuk menghilangkan kecanduan tersebut.

10 cara menghilangkan anak kecanduan gadget

Jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negatif karena kemana pun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa. Selain itu, saking asiknya bermain gadget maka anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman, dan akan malas untuk pergi ke sekolah.

Mengapa tidak? Dalam gadget ada banyak hal yang membuat anak anda merasa betah, apalagi jika sudah banyak game-game yang seru, tentu mereka akan lebih memilih duduk di rumah bermain gadget. Tentu anda tidak mau stres karena anak anda kecanduan gadget bukan? Maka lakukanlah tips berikut ini.

1. Berikan batasan waktu kepada anak

Anda bisa memberikan batasan waktu kepada anak anda untuk bermain gadget. Anda dalam hal ini harus tegas dan jangan membiarkan anak anda terlalu asik bermain gadget. Apabila anda membiarkan anak anda, maka yang ada akan semakin kecanduan, terlebih lagi jika gadget yang anda berikan mendukung banyak game-game dan fitur-fitur lain yang mumpuni. Maka anak anda akan sulit untuk terlepas dari gadget tersebut.

2. Berikanlah mainan alternatif

Berikanlah mainan alternatif seperti boneka atau mobil-mobilan. Pada dasarnya cara ini kurang efektif, tetapi setidaknya anak anda masih memiliki beberapa pilihan mainan yang bisa untuk dimainkan. Selain itu, jika anda memang melihat banyak kawan di luar rumah, biarkanlah dia bermain dengan mereka asalkan tidak berbahaya.

3. Luangkan waktu anda untuk anak

Apabila anda menginginkan si anak tidak kecanduan gadget maka ada baiknya anda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak. Perlu anda ketahui salah satu alasan mereka memilih bermain gadget karena merasa kesepian dan kurang perhatian dari orang tuanya. Oleh karena itulah, jangan sibuk bekerja melulu tetapi luangkan waktu untuk si kecil.

4. Biarkan anak anda bermain di luar

Pada umumnya orang tua tidak menginginkan si kecil bermain di luar rumah. Memang mereka memiliki tujuan baik yakni ingin melindungi anak dari berbagai hal yang buruk yang akan menimpanya. Seperti misalnya ajakan dari teman-temannya yang kurang baik, bicara yang kurang baik, takut bajunya kotor dan masih banyak yang lain. Namun ada baiknya anda memberi kesempatan walau hanya sedikit untuk bermain di luar rumah supaya tidak kesepian dan pastinya bisa sejenak terlupa dengan gadget.

5. Batasi pengunaan jaringan internet di rumah

Pada dasarnya bukan hal yang baru lagi jika para orang tua memasang koneksi internet di rumahnya yang membuat mereka akan mudah dalam mengakses internet. Namun perlu anda ketahui bahwa hal itu juga yang dapat menyebabkan anak anda kecanduan gadget. Sambungan internet yang mudah mereka dapatkan akan mendukung aksi mereka untuk semakin mencintai kehidupan dunia maya. Maka tak heran jika anak anda akan indifidualis mengurung diri di kamar bermain internet. Maka dari itulah anda patut untuk membatasi penggunaan jaringan internet di luar kebutuhan anda.

6. Sibukan waktu kegiatan anak

Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh anak maka akan semakin banyak peluang untuk merasa bosan. Ketika sudah bosan maka anak akan cenderung memilih untuk bermain gadget. Dari situlah anak akan merasa kecanduan dan sulit untuk lepas. Maka tidak ada salahnya anda memberi kesibukan yang bermanfaat untuk anak anda seperti: les bernyanyi, les piano, les bahasa inggris dan lain sebagainya.

7. Diskusikan pada anak-anak anda

Cara yang paling efektif untuk menghilangkan kecanduan gadget adalah mendiskusikan kepada anak-anak anda. Jelaskan pada anak anda mengapa anda membatasi penggunaan gadget, katakan padanya bahwa hal itu dilakukan semata-mata untuk kebaikan mereka. Selain itu, berikanlah pemahaman yang logis kepada mereka jika sudah kecanduan dengan gadget maka akan banyak dampak yang ditimbulkan, seperti: insomia, indifidual yang nantinya akan menyulitkan kehidupannya dimasa yang akan datang.

8. Ajaklah anak untuk bermain mengenali alam semesta

Ketika anda sudah tidak ada pekerjaan di kantornya maka tidak ada salahnya untuk mengajak anak-anak anda untuk jalan-jalan di waktu sore hari. Tentu dengan menikmati pemandangan yang indah disekitar rumah atau dimana saja yang dirasa indah ketika sore tiba. Dengan begitu mereka akan sejenak lupa dengan gadgetnya, karena asik menikmati pemandangan alam yang sangat menyenangkan.

9. Berikanlah spirit atau reword kepada anak anda

Berikanlah motifasi kepada si anak ketika bisa berhasil untuk mengurangi jumlah frekuensi bermain gadgetnya. Berikanlah hadiah secara bertahap, sehingga anak anda akan memiliki keinginan kuat untuk tidak terlalu intens bermain gadget.

10. Ajaklah anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya

Bisa jadi anak bermain gadget karena tidak ada aktifitas bermain dengan teman yang menyenangkan dengan teman sebayanya. Maka dari itulah orang tua perlu mengajak anak untuk bermain kepada teman sebayanya, anda bisa mengundang teman-temannya untuk ke rumah atau bisa mengajaknya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya di sekolah. Dengan banyak teman maka dia akan memiliki kesibukan baru dan bisa lupa dengan gadgetnya.

Demikianlah pembahasan tentang cara menghilangkan anak kecanduan gadget. Semoga dapat bermanfaat.

1 Comment

1 Comment

  1. Herman

    December 15, 2017 at 10:48 pm

    Kaya gampang aja…penulisnya keliatan banget bodohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Supaya Tidak Tantrum, Ajak Si Kecil ke Mall pun Ada Triknya Lho Bun

pexels-photo-266004 (1)

Mengajak bayi sambil bepergian sejatinya bukanlah hal yang mudah. Selain banyak sekali bawaan yang harus disiapkan, orangtua pun harus mengorbankan rencananya untuk sekadar cuci mata maupun belanja. Sebab yang namanya jalan bareng si kecil ya tentunya tugas utama kita sebagai orangtua adalah menjaga buah hati ya Bun. Menjaga supaya dia tetap tenang, nyaman, serta jauh dari macam bahaya.

Jagalah Kebersihan Tangan Si Kecil, Ancaman Kuman Jahat Jauh Lebih Nyata Lho Bun di Tempat Umum

child-childrens-baby-children-s

Bawalah hand sanitizer saat berjalan-jalan ke mall, si kecil mungkin bisa menyentuh permukaan apa saja yang berpotensi banyak kumannya. Karenanya, penting sekali Bunda menjaga kebersihan tangan si kecil. Di lain sisi, Bunda pun perlu menjaga kebersihan tangan juga. Tangan Bunda pasti akan terpapar berbagai hal seperti pegangan eskalator, tombol lift, dan banyak hal lainnya. Untuk itu, biasakan membersihkan tangan sebelum memegang si kecil ya Bun.

Kalau Perlu, Minimalkan Kontak dengan Orang Lain

pexels-photo-532389

Tubuh si kecil itu masih rentan Bun. Salah satunya karena kekebalan tubuhnya belum sempurna. Nah, kalau Bunda membiarkan si kecil digendong oleh orang lain di tempat umum, sejatinya hal ini berisiko karena Bunda membiarkan si kecil terpapar kuman dari orang tersebut. Bukan maksudnya sombong, tapi Bunda punya hak lho menolak orang lain yang ingin menggendong si kecil.

Kalau Bunda Memang Mau Berbelanja, Lakukanlah Saat Si Kecil Sedang Tidur Saja ya…

pexels-photo-266004 (1)

Saat si kecil tertidur, Bunda pasti lebih nyaman untuk memilih pakaian dan belanja barang-barang. Karenanya, kendati mengajak si kecil jalan-jalan, tetap berikan waktu si kecil untuk tertidur. Baru kemudian manfaatkanlah waktu tersebut dengan maksimal, namun ketika bayi bangun, fokuslah menemani dan memenuhi kebutuhannya selama jalan-jalan di mal.

Di lain sisi, Bunda perlu memahami kebiasaan si kecil ya. Ada bayi yang tenang dan bisa tertidur saat berada di tengah keramaian, tapi ada juga yang sebaliknya, malah menangis dan cranky. Pahami kebiasaan anak yang satu ini sebelum memutuskan mengajaknya pergi ke mal. Kalau si kecil tipe yang mudah cranky, coba atur waktu kunjungan Bunda, misalnya di pagi hari sebelum mal benar-benar ramai.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Herman

    December 15, 2017 at 10:48 pm

    Kaya gampang aja…penulisnya keliatan banget bodohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jadi Seorang Ibu Tak Ada Sekolahnya, Itu Dulu Bun, Karena Sekarang Sudah Ada!

omar-lopez-716653-unsplash

Menjadi seorang ibu memang bukan perkara mudah, bahkan banyak pula yang menyerah karena merasa tak sanggup untuk menjalaninya. Benar memang, setiap orang memang pula pandangan yang berbeda-beda. Tapi, jika beberapa perempuan akan bilang tak bisa menjadi seorang ibu karena tak paham bagaimana carannya. Kali ini pemerintah Kota Bogor menjawabnya.

Diharapkan akan jadi sarana yang bisa membantu para perempuan mempersiapkan dirinya. Kemarin, pemerintah Kota Bogor, baru saja meresmikan Sekolah Ibu yang juga merupakan wadah pertama di Indonesia, yang akan jadi tempat untuk para ibu bisa belajar. Didirikan sebagai wadah yang akan menyelamatkan keluarga dari berbagai macam masalah, sekolah ini diharapkan akan bisa membantu para perempuan meningkatkan kapasitasnya dalam hal mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya kelak.

tanja-heffner-252586-unsplash

“Jadi persiapan Sekolah Ibu ini membutuhkan waktu dua tahun. Harapan kami semoga bisa menjadi solusi bagi keluarga khususnya para ibu untuk menuntaskan permasalahan keluarga yang dihadapi ibu dan masalah di tengah masyarakat,” terang Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor, Yane Ardian, pada hari Selasa, 17 Juli 2018 kemarin.

Rencananya, Sekolah Ibu ini akan mulai berjalan pada Kamis, 19 Juli 2018 besok, secara serentak di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Adapun tempat atau ruang pembelajaran yang akan digunakan, adalah aula yang berada di setiap  kantor kelurahan.

Tak hanya meresmikan pembukaan Sekolah Ibu-nya saja, Pemkot Bogor juga melakukan pelantikan untuk beberapa tenaga pengajar yang akan jadi pendidik di Sekolah tersebut. Disamping itu, para pengajarnya pun juga telah diberikan materi yang dirangkum dalam 19 modul. Dimana sebelumnya, mereka juga telah mengikuti pelatihan yang dilakukan selama lima hari di Sekretariat TP-PKK Kota Bogor saat bulan ramadan lalu.

pedro-nogueira-637466-unsplash

Masih dari Yane, ia mengatakan bahwa “Untuk jumlah pengajarnya sendiri ada 68 orang, dengan latar belakang profesi mengajar tentang ilmu ketahanan keluarga. Seperti manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, dan memahami kepribadian anggota keluarga,”

Hal lain yang juga dipaparkan pada acara peresmian Sekolah Ibu ini adalah, modul yang diberikan para pengajar ini disusun langsung oleh pengurus TP-PKK. Nah, jika kamu adalah seorang perempuan yang masih belum merasa mampu jadi ibu, ingin belajar jadi ibu atau yang sedang ingin menikah dan akan jadi ibu. Kamu boleh mendaftar di kelurahan masing-masing, yang berarti kamu adalah warga kota Bogor ya. Untuk bahan pembelajaran dan modul nanti akan disesuaikan, dengan kapisitas pertemuan wajib sebanyak 18 kali.

Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Badan Perencana Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Ani Puji Astuti juga menyambut baik adanya Sekolah Ibu ini. Ia menyebut ibu adalah sosok yang melahirkan generasi penerus.

Nah, para bunda bagaimana?

 

1 Comment

1 Comment

  1. Herman

    December 15, 2017 at 10:48 pm

    Kaya gampang aja…penulisnya keliatan banget bodohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Info Penting Nih Bun, Belajar Piano Bisa Meningkatkan Kemampuan Bahasa pada Si Kecil Lho!

kids play piano

Mungkin untuk sebagian orangtua, bermain musik tak sepenting memberikan pendidikan formal di sekolah. Terutama di Indonesia, masih banyak orangtua yang mengedepankan edukasi tapi melupakan untuk mengenalkan musik pada si kecil. Padahal, melatih si kecil bermain alat musik seperti main piano membawa manfaat yang bisa meningkatkan kecerdasannya lho, Bun!

Dalam sebuah penelitian, disebutkan 88 kunci dan ratusan senar internal dalam piano standar yang bisa menghasilkan banyak suara dan nada dapat mendorong anak-anak untuk membangun kemampuan bahasa mereka. Hal ini dipaparkan oleh ahli saraf kognitif di Institut McGovern, John Gabrieli untuk penelitian tentang otak di Massachusetts Institute of Technology. John bersama rekan-rekannya kemudian menerbitkan makalah berjudul ‘Proceedings of National Academy of Sciences’, dalam makalah tersebut dijelaskan bahwa belajar main piano bisa membantu anak mempelajari bahasa.

Hasil gambar untuk kids play piano

“Saat telinga anak-anak dilatih untuk membedakan antara nada-nada yang berbeda di piano, mereka juga tampaknya lebih baik dalam menguraikan perbedaan halus antara kata-kata yang diucapkan yang merupakan elemen kunci dari penguasaan bahasa,” kata John seperti dikutip dari Time.

Begini Cara Kerja Para Peneliti…

Dalam studi ini para peneliti mengurutkan 74 anak yang berusia 4 hingga 5 tahun dari taman kanak-kanak berbahasa Mandarin menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah yang melakukan les piano tiga kali seminggu dengan durasi 45 menit. Kemudian kelompok kedua adalah yang hanya mendapat pelajaran membaca tambahan. Sementara kelompok terakhir adalah kelompok yang tidak belajar piano maupun diberi pelajaran bacaan tambahan.

Setelah enam bulan, dua kelompok terakhir tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dalam pengukuran kemampuan kognitif secara umum seperti IQ, ingatan, dan rentang perhatian. Tapi, kelompok yang mengikuti les piano menunjukkan mereka lebih unggul secara kognitif.

Bahkan dibandingkan dengan kelompok bacaan tambahan, kelompok anak-anak yang belajar piano lebih baik dalam membedakan kata-kata yang diucapkan berbeda hanya dengan satu konsonan.

Nah Efeknya…

Efek ini sangat menonjol bagi penutur bahasa Mandarin, kata Gabrieli, mengingat bahasa tersebut terutama pada penuturan lisan sangat bergantung pada perbedaan nada halus. Namun dia mengatakan penelitian lain telah menunjukkan bahwa kemampuan musik dapat bermanfaat untuk pengguna bahasa non-tonal seperti bahasa Inggris.

Hasilnya sangat mengejutkan bahwa sekolah di Beijing tempat penelitian dilakukan, terus menawarkan pelajaran piano kepada murid-muridnya bahkan setelah percobaan berakhir.

“Semakin sering mereka belajar piano semakin baik mereka maju pada perbedaan pitch dan itu membantu mereka dalam perkembangan bahasanya,” kata Gabrieli. Bahkan penelitian lainnya juga telah menemukan bahwa dengan belajar bermusik ternyata bisa memfasilitasi anak untuk belajar mata pelajaran lain serta meningkatkan keterampilan yang pasti digunakan anak-anak di daerah lain.

Sementara itu menurut Children’s Music Workshop, pengaruh pendidikan musik pada perkembangan bahasa dapat dilihat di otak. Hubungan antara musik dan perkembangan bahasa juga menguntungkan secara sosial bagi anak-anak.

“Perkembangan bahasa dari waktu ke waktu cenderung meningkatkan bagian otak yang membantu proses musik,” kata Dr Kyle Pruett, profesor klinis psikiatri anak di Yale School of Medicine dan praktisi musik.

Bunda sendiri bagaimana? Apakah tertarik mengenalkan musik sejak dini pada si kecil?

 

1 Comment

1 Comment

  1. Herman

    December 15, 2017 at 10:48 pm

    Kaya gampang aja…penulisnya keliatan banget bodohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top