Mainan Anak

Anak Masa Kini Sudah Kecanduan Gadget, Inilah 10 Cara Menghilangkan anak kecanduan gadget

gadget

Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? Kemana pun pergi gadget selalu dibawa, apa pun yang ada selalu bisa diakses dengan gadget.

Sehingga tak heran jika anak-anak masa kini pun sudah mulai kenal yang namanya gadget ini. Tidak hanya itu saja, melainkan banyak anak yang sudah kecanduan untuk memakai gadget untuk keperluan berbagai hal.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tentu tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya. Hal itu sangat tidak baik untuk perkembangan pemikiran anak kedepannya, karena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Banyak hal memang yang bisa dipelajari untuk anak dari gadget, seperti hafalan doa-doa, lagu anak-anak, permainan yang moderen untuk anak, dan satu lagi melatih anak supaya mengenal teknologi baru serta tidak gaptek.

Tetapi, perlu orang tua ketahui bahwa dalam gadget tersebut terdapat hal-hal yang negatif yang tentunya tidak baik jika anak terlalu lama dibiarkan bermain gadget. Terlebih jika dia sudah kecanduan, maka akan semakin sulit untuk diatasi karena gadget sudah merupakan teman baginya.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget, maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkannya. Sebab itu sangat tidak baik untuk kemajuan cara berpikir anak.

Sedangkan kita tahu bahwa anak adalah aset yang harus dijaga karena merupakan titipan dari Tuhan. Untuk anda yang mungkin sedang mengalami permasalahan tentang anak yang kecanduan gadget, maka berikut ini adalah tips untuk menghilangkan kecanduan tersebut.

10 cara menghilangkan anak kecanduan gadget

Jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negatif karena kemana pun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa. Selain itu, saking asiknya bermain gadget maka anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman, dan akan malas untuk pergi ke sekolah.

Mengapa tidak? Dalam gadget ada banyak hal yang membuat anak anda merasa betah, apalagi jika sudah banyak game-game yang seru, tentu mereka akan lebih memilih duduk di rumah bermain gadget. Tentu anda tidak mau stres karena anak anda kecanduan gadget bukan? Maka lakukanlah tips berikut ini.

1. Berikan batasan waktu kepada anak

Anda bisa memberikan batasan waktu kepada anak anda untuk bermain gadget. Anda dalam hal ini harus tegas dan jangan membiarkan anak anda terlalu asik bermain gadget. Apabila anda membiarkan anak anda, maka yang ada akan semakin kecanduan, terlebih lagi jika gadget yang anda berikan mendukung banyak game-game dan fitur-fitur lain yang mumpuni. Maka anak anda akan sulit untuk terlepas dari gadget tersebut.

2. Berikanlah mainan alternatif

Berikanlah mainan alternatif seperti boneka atau mobil-mobilan. Pada dasarnya cara ini kurang efektif, tetapi setidaknya anak anda masih memiliki beberapa pilihan mainan yang bisa untuk dimainkan. Selain itu, jika anda memang melihat banyak kawan di luar rumah, biarkanlah dia bermain dengan mereka asalkan tidak berbahaya.

3. Luangkan waktu anda untuk anak

Apabila anda menginginkan si anak tidak kecanduan gadget maka ada baiknya anda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak. Perlu anda ketahui salah satu alasan mereka memilih bermain gadget karena merasa kesepian dan kurang perhatian dari orang tuanya. Oleh karena itulah, jangan sibuk bekerja melulu tetapi luangkan waktu untuk si kecil.

4. Biarkan anak anda bermain di luar

Pada umumnya orang tua tidak menginginkan si kecil bermain di luar rumah. Memang mereka memiliki tujuan baik yakni ingin melindungi anak dari berbagai hal yang buruk yang akan menimpanya. Seperti misalnya ajakan dari teman-temannya yang kurang baik, bicara yang kurang baik, takut bajunya kotor dan masih banyak yang lain. Namun ada baiknya anda memberi kesempatan walau hanya sedikit untuk bermain di luar rumah supaya tidak kesepian dan pastinya bisa sejenak terlupa dengan gadget.

5. Batasi pengunaan jaringan internet di rumah

Pada dasarnya bukan hal yang baru lagi jika para orang tua memasang koneksi internet di rumahnya yang membuat mereka akan mudah dalam mengakses internet. Namun perlu anda ketahui bahwa hal itu juga yang dapat menyebabkan anak anda kecanduan gadget. Sambungan internet yang mudah mereka dapatkan akan mendukung aksi mereka untuk semakin mencintai kehidupan dunia maya. Maka tak heran jika anak anda akan indifidualis mengurung diri di kamar bermain internet. Maka dari itulah anda patut untuk membatasi penggunaan jaringan internet di luar kebutuhan anda.

6. Sibukan waktu kegiatan anak

Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh anak maka akan semakin banyak peluang untuk merasa bosan. Ketika sudah bosan maka anak akan cenderung memilih untuk bermain gadget. Dari situlah anak akan merasa kecanduan dan sulit untuk lepas. Maka tidak ada salahnya anda memberi kesibukan yang bermanfaat untuk anak anda seperti: les bernyanyi, les piano, les bahasa inggris dan lain sebagainya.

7. Diskusikan pada anak-anak anda

Cara yang paling efektif untuk menghilangkan kecanduan gadget adalah mendiskusikan kepada anak-anak anda. Jelaskan pada anak anda mengapa anda membatasi penggunaan gadget, katakan padanya bahwa hal itu dilakukan semata-mata untuk kebaikan mereka. Selain itu, berikanlah pemahaman yang logis kepada mereka jika sudah kecanduan dengan gadget maka akan banyak dampak yang ditimbulkan, seperti: insomia, indifidual yang nantinya akan menyulitkan kehidupannya dimasa yang akan datang.

8. Ajaklah anak untuk bermain mengenali alam semesta

Ketika anda sudah tidak ada pekerjaan di kantornya maka tidak ada salahnya untuk mengajak anak-anak anda untuk jalan-jalan di waktu sore hari. Tentu dengan menikmati pemandangan yang indah disekitar rumah atau dimana saja yang dirasa indah ketika sore tiba. Dengan begitu mereka akan sejenak lupa dengan gadgetnya, karena asik menikmati pemandangan alam yang sangat menyenangkan.

9. Berikanlah spirit atau reword kepada anak anda

Berikanlah motifasi kepada si anak ketika bisa berhasil untuk mengurangi jumlah frekuensi bermain gadgetnya. Berikanlah hadiah secara bertahap, sehingga anak anda akan memiliki keinginan kuat untuk tidak terlalu intens bermain gadget.

10. Ajaklah anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya

Bisa jadi anak bermain gadget karena tidak ada aktifitas bermain dengan teman yang menyenangkan dengan teman sebayanya. Maka dari itulah orang tua perlu mengajak anak untuk bermain kepada teman sebayanya, anda bisa mengundang teman-temannya untuk ke rumah atau bisa mengajaknya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya di sekolah. Dengan banyak teman maka dia akan memiliki kesibukan baru dan bisa lupa dengan gadgetnya.

Demikianlah pembahasan tentang cara menghilangkan anak kecanduan gadget. Semoga dapat bermanfaat.

1 Comment

1 Comment

  1. Herman

    December 15, 2017 at 10:48 pm

    Kaya gampang aja…penulisnya keliatan banget bodohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

1 Comment

1 Comment

  1. Herman

    December 15, 2017 at 10:48 pm

    Kaya gampang aja…penulisnya keliatan banget bodohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Dulu Menuntutnya Jadi Kakak yang Baik Kalau Bunda Belum Memahami Perasaan Si Sulung

pregnant-pregnancy-mom-child

Ketika menghadapi kenyataan bahwa rasa sayang orangtuanya akan terbagi, kebanyakan anak sulung akan merasa “baper”. Situasi semacam ini sebenarnya sama sekali tidak berlebihan. Bagaimanapun, ia tentu masih membutuhkan perhatian Bundanya.

Hanya saja, sudahkah Bunda mengerti dan berusaha memahami perasaannya? Sekalipun bagi orangtua, yang rasanya mendapat kepercayaan baru berupa kehadiran buah hati yang kedua atau ketiga, atau seterusnya adalah sebuah anugerah, jangan lupakan dilema si sulung ya Bun. Ia mungkin berkorban perasaan karena perlu ‘bertindak lebih dewasa’ seiring kehadiran adiknya.

Ada kalanya si sulung yang usianya jelas masih anak-anak sewaktu-waktu bertindak diluar kebiasaannya demi mendapatkan perhatian orangtuanya.

Bun, jika ia sudah menunjukkan sikap semacam ini, jadikan ini alarm bagi ayah dan Bunda bahwa sepertinya sebagai orangtua pun ada kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk itu, sebelum berusaha meredakan emosi dan suasana hatinya, ketahui dulu apa yang biasanya dipikirkan Si Sulung ketika adiknya lahir dan mendapat perhatian lebih.

Pahami Perasaan Si Kakak yang Takut Bundanya Tak Sayang Lagi

“Bunda masih sayang aku, nggak, ya” Sewaktu-waktu si kecil bisa mempertanyakan hal tersebut pada dirinya sendiri lho Bun. Bunda mungkin berpikir tentu saja rasa sayang untuk dirinya tak pernah berkurang. Tapi apakah dia merasa demikian?

Mungkin ada kalanya ia mulai meragu dan pada akhirnya muncul perasaan seperti itu melihat ibunya sekarang jadi mudah marah, gampang lelah, dan selalu menyebut Si Sulung sudah besar, dan harus sayang kepada adiknya. Nah, saat menghadapi situasi yang demikian, ada baiknya Bunda selalu menyediakan waktu untuk bicara dari hati ke hati dengan si sulung.

Satu hal lagi yang penting, dalam situasi seberat apapun, jangan pernah lihatkan wajah lelah Bunda, dan jangan bicara dengan nada keras jika situasi hatinya ingin dimanjakan. Katakan kepada kakak, rasa sayang Bunda itu sama antara sang adik dan dirinya.

Mungkin Si Kakak Memang Sedang Merindukan Bunda dan Waktu-waktu Bersama

Sekalipun Bunda setiap hari berjumpa dengan si sulung, bisa saja penyebabnya pundung sewaktu-waktu karena ia sedang merindukan Bunda. Saat ia mengatakan kalau sejatinya ia merindukan ibunya, ini pertanda bahwa dia merindukan Bunda dengan segala perhatiannya.

Mulai dari Bunda yang selalu menemaninya bermain atau belajar, bahkan mendengarkan cerita tentang sekolahnya. Si Kakak tentu ingin kembali merasakan hal demikian, karena pada dasarnya dia tidak sadar pernah merasakan itu ketika kecil. Untuk itu, cobalah berikan pengertian dengan cara yang tepat saat ia mengaku benar-benar merindukan perhatian penuh dari Bunda.

Si Kakak Bingung dengan Perubahan Emosi di Dalam Rumah Baru-baru Ini

Coba yuk Bun, ingat lagi, jangan-jangan dari Bundanya yang selama ini justru memperlihatkan perubahan emosi yang besar baru-baru ini. Entah karena lelah, atau memang perhatian Bunda terfokus pada adik bayi sehingga lupa bahwa ada satu lagi buah hati Bunda yang selalu memerlukan perhatian dari orangtuanya.

Selelah apapun, ajaklah si sulung duduk berdua dan membicarakan semuanya. Jaga emosi, karena ia pun tengah mencari jati dirinya sebagai seorang kakak. Ia pasti akan mengerti situasi dan perubahan yang terjadi di dalam rumah bila Bunda menyampaikannya dengan baik-baik.

Bisa Jadi Si Kakak Rindu Dimanja dan Dipuji

Beberapa bulan pertama menjadi momen paling penting bagi anak pertama dan adiknya yang masih bayi. Pada masa-masa itu, mereka meletakkan pondasi hubungan masa depan mereka. Di masa-masa ini, Bunda harus pastikan hubungan emosi di antara keduanya menjadi kuat dan penuh kasih ya.

Pada masa-masa ini, pikirkan baik-baik kata-kata yang Bunda gunakan dan bagaimana memperlakukan si sulung. Cobalah untuk menghindari situasi yang menyebabkan kakak membenci adiknya. Pastikan semua obrolan kakak-beradik terfokus pada hal positif. Berilah banyak pujian dan nikmatilah saat-saat indah bersama mereka.

Ia Ingin Bangga dengan Statusnya Sebagai Seorang Kakak, Namun Tak Tahu Bagaimana Caranya

Jangan biarkan sang kakak merasa menjadi nomor dua karena adik yang selalu dalam gendongan Bunda. Misalnya ketika Bunda menyusui sang adik, maka cara lain untuk membuat sang kakak tak kehilangan perhatian Bunda adalah tetap menggenggam erat kakak.

Biarkan itu dilakukan setiap hari, membagi perhatian secara adil. Selain membuat hubungan kakak-adik harmonis, perasaan sang kakak pun akan tetap gembira dan dia bangga mengatakan kepada teman-teman sebayanya jika dirinya adalah kakak yang baik untuk adiknya.

1 Comment

1 Comment

  1. Herman

    December 15, 2017 at 10:48 pm

    Kaya gampang aja…penulisnya keliatan banget bodohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda Dianggap Pilih Kasih? Begini Cara Menjelaskan yang Baik Pada Tiap Buah Hati

pexels-photo-1648379

Bagi orangtua, sejatinya tak mudah untuk bisa benar-benar bersikap adil pada anak-anaknya. Ada saja dramanya, seperti orangtua yang dianggap pilih kasih. Padahal Bunda sama sekali tak terpikir untuk melakukan hal tersebut.

Begini Bun, selama Bunda merasa telah melakukan hal yang benar–dalam hal ini soal pola didikan, maka Bunda tak perlu khawatir atau frustasi menghadapi buah hati. Kalau memang sampai terjadi perselisihan antara kakak adik karena mereka mengira orangtuanya pilih kasih, terapkan cara-cara ini yuk Bun.

Jangan Terbiasa Memanjakan Buah Hati, Berikan Barang yang Sesuai Kebutuhannya

Berikan sesuatu hanya yang dibutuhkan si kecil ya Bun. Misalnya, sang adik membutuhkan tas baru, maka belikanlah tas tersebut. Sementara, bila sang kakak tak terlalu memerlukan tas baru, maka tahan dulu untuk tak segera membelikannya. Anak tahu bahwa ia bisa memperoleh apa yang ia butuhkan pada waktunya, sehingga anak tidak akan mempermasalahkan jika anak yang lain dibelikan sesuatu.

Usahakan Bersikap Netral Pada Setiap Buah Hati Bunda

Saat Bunda menegur sang adik, maka tak perlu menyebut kelebihan kakak yang lain. Begitupun sebaliknya. Atau saat Bunda memuji yang satu, maka tak usah menyebutkan kekurangan yang lain ya Bun. Rasa iri atau tak puas karena selalu dibandingkan dengan saudara kandung bisa memperburuk situasi ya Bun. Penting sekali bersikap netral pada masing-masing buah hati Bunda agar salah satunya tak merasa tersudutkan, Bun.

Kenali dan Pahami Karakter Masing-masing Anak

Si sulung mungkin sangat mandiri, sementara sang adik tidak selalu bisa dilepas. Bagaimanapun, sebagai orangtua memang perlu mengenali dan memahami karakter masing-masing ya Bun. Dukung dan ingatkan masing-masing anak tentang kelebihan mereka, tanpa perlu mencela atau menyebut kekurangan satu sama lain.

Dengan begini, setiap anak tak akan merasa orangtuanya pilih kasih sebab mereka mendapatkan dukungan untuk setiap hal positif yang hendak mereka lakukan.

Tak hanya dengan cara-cara tadi, ada juga tips menghadapi drama cemburu si kecil berdasarkan umur. Tips-tips ini berdasarkan nasihat Daniel Lagacé-Séguin, professor psikologi di Universitas Mount Saint Vincent, Halifax bila menemukan si kecil masih mengeluh tentang perlakuan yang tidak adil baginya.

1. Anak Usia 3-6 tahun

Anak-anak dalam rentang usia 3-6 tahun biasanya ‘tidak sabaran’. Menurut Daniel, anak berusia enam hingga sepuluh tahun sangat fokus pada peraturan. Hal ini membantu mereka memahami lingkungan sekitar, namun juga menimbulkan banyak hal yang dianggap ‘tidak adil’ bagi mereka.

Penting sekali penjelasan dari Bunda agar dia memahami bahwa tak semuanya terasa tak adil. Seperti menjelaskan kenapa ia memerlukan waktu tidur yang lebih banyak daripada sang kakak. Atau semacamnya.

2. Anak Usia 7-9 tahun

Pada tahap ini, Daniel menganggap seorang anak telah mengerti bagaimana berperilaku sesuai yang diinginkan orang lain. Kemampuan ‘mampu memendam perasaan’ ini bisa menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa keluar. Yang harus Bunda lakukan adalah mendengarkan curahan hati mereka dan katakan bahwa hidup tak selamanya adil, bahkan untuk orang dewasa seperti orang tua.

3. Remaja

Menghadapi remaja memang harus sabar-sabar nih Bun. Terlebih kalau mereka merasa ada drama pilih kasih di keluarganya. Emosi yang belum terkontrol baik bisa saja meledak sewaktu-waktu. Namun, hal terbaik yang bisa Bunda lakukan terhadap mereka adalah membuka diskusi.

Sampaiakan kekhawatiran Bunda jika ia melakukan sesuatu yang menurut orangtuanya akan membawa masalah. Duduk bersama si anak dan cobalah mencari jalan keluar terbaik. Tapi jangan lupa untuk memberikan semacam kebebasan bagi anak remaja sembari tetap memenuhi fungsi orangtua untuk melindungi mereka ya Bun.

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Herman

    December 15, 2017 at 10:48 pm

    Kaya gampang aja…penulisnya keliatan banget bodohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bun, Atasi Rasa Cemburu si Kakak Pada Adik Bayinya dengan Cara-cara Ini Ya…

pexels-photo-1648387 (1)

Dari sekian drama yang Bunda hadapi bersama buah hati, ada kalanya Bunda akan menghadapi kegelisahan anak pertama yang cemburu pada adiknya yang baru lahir. Tenang Bun, hal semacam ini lazim terjadi. Ini artinya anak balita Bunda sedang mengalami berbagai jenis emosi ketika ia memiliki saudara baru.

Ia mungkin merasa iri atau cemas dengan kehadiran adik barunya. Tetapi, ia juga mungkin merasakan kegembiraan, cinta, dan rasa bangga. Alangkah bijaknya, Bunda dan ayah sebagai orangtua tentu bisa menempatkan diri dan menunjukkan cara-cara yang tepat saat anak tertua tengah kalut dengan rasa cemburunya.

Terpenting, Bunda Harus Coba Dengarkan Dahulu Uneg-uneg dari Buah Hati yang Mengutarakan Kecemburuannya

Cobalah untuk membuat si kecil mau mengekspresikan dahulu setiap emosi yang ia rasakan. Bunda bisa mendorongnya untuk berbicara tentang perasaannya. Dengan begitu, Bunda pun bisa memahami apa yang dirasakan oleh sang kakak.

Cara ini pun mencegah si kakak melakukan tindakan fisik seperti memukul, mencubit, atau mendorong adik bayi semata-mata hanya untuk memberikan sinyal. Jika kakak sampai memukul adiknya, jelaskan bahwa hal ini tidak bisa ditoleransi.

Katakan padanya dengan tenang dan lembut bahwa memukul tidak diperbolehkan. Bunda pun bisa menyarankan anak untuk menunjukkan perasaannya dengan menunjukkan wajah cemberut atau ekspresi marah, atau Bunda bersama kakak bisa saling membagi dan memberitahukan perasaan masing-masing.

Mungkin Caranya Itu Semata-mata Demi Mendapatkan Perhatian dari Bundanya, Karenanya Bunda Perlu Banyak-banyak Mengerti

Ada beberapa balita yang mencoba meraih perhatian orangtuanya dengan kembali berperilaku seperti bayi. Kalau ia mulai berkelakuan aneh untuk cari perhatian, cobalah bersabar dengan sikapnya. Mungkin saja ia hanya membutuhkan sedikit perhatian ekstra dari Bunda untuk sementara waktu.

Dengan bantuan dari Bunda, ia akan segera kembali menjadi dirinya sendiri. Pastikan anak Bunda pun mengerti bahwa tidak apa-apa baginya untuk merasakan hal-hal demikian.

Jangan Lupa untuk Libatkan Anak Dalam Persiapan Menyambut Adiknya ya Bun

Sebelum sang adik lahir, cobalah izinkan pada sang kakak untuk merasa cemburu. Beritahukan bahwa kakak yang lain juga merasakan hal yang sama ketika adik barunya hadir. Namun berikan penjelasan agar tak membiarkan hal semacam itu berlarut-larut.

Bunda bisa menyiasati cara menyambut adik bayi dengan mencari buku anak-anak tentang bayi, dan membacanya bersama-sama. Bunda pun juga bisa membiarkan anak terlibat dalam persiapan menyambut adik barunya. Dia bisa membantu membuat keputusan sederhana, seperti apakah sprei tempat tidur bayi harus warna biru atau merah.

Pastikan Setiap Anak Bunda Mengerti Bahwa Rasa Sayang Bunda Tak Berubah

Ini penting Bun, setelah buah hati kedua lahir, tunjukkan pada sang kakak kalau kasih sayang orangtua padanya masih tetap sama. Biarkan dia tahu bahwa dia masih spesial seperti sebelumnya. Jika dia mulai berulah dengan mengatakan bahwa ia membenci adiknya, atau dengan mencubit adik bayi, pahami bahwa ini artinya si kakak membutuhkan waktu lebih banyak dengan Bunda ya. Kakak pasti menyayangi adiknya, tinggal bagaimana orangtuanya mengarahkan agar ia tak dibelenggu rasa cemburu pada sang adik.

Jangan Lupa, Pertahankan Rutinitas Bunda Bersama Buah Hati ya!

Dengan kehadiran anak baru, rutinitas Bunda mungkin saja berubah. Tapi bagaimanapun, rutinitas Bunda jangan sampai terganggu. Tetap membiasakan rutinitas seperti sarapan bersama, nonton acara televisi kesukaan setiap sore, dan membacakan dongeng di jam yang sama sebelum tidur, untuk membantu kakak bisa menyesuaikan diri ya Bun.

Terlebih seiring kehadiran adiknya yang masih bayi. Dengan memberi pengertian perlahan-lahan, buah hati akan memahami kalau tak ada perubahan signifikan yang merugikan dirinya terlebih karena kehadiran sang adik.

Ajak Sang Kakak untuk Merawat Adiknya Ya Bun

Cobalah untuk melibatkan sang kakak dengan perawatan bayi. Misalnya, biarkan ia memilih pakaian tidur untuk adiknya, atau memilih apa yang akan adiknya kenakan hari ini. Bunda juga bisa memintanya untuk memilih warna atau model baju yang akan dipakai untuk sang adik.

Dengan semakin sering melibatkan buah hati untuk urusan semacam ini, maka ia pun menyadari perannya sebagai kakak pun diperlukan di tengah-tengah keluarganya. Terutama kepeduliannya pada sang adik, hal itu akan membuatnya mengerti bahwa kakak perlu peduli dan menyayangi adiknya.

1 Comment

1 Comment

  1. Herman

    December 15, 2017 at 10:48 pm

    Kaya gampang aja…penulisnya keliatan banget bodohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top