Kesehatan Ibu & Anak

Ini Dia Momen Bayi Merasa Sangat Bahagia Saat Masih dalam Kandungan Bunda

pexels-photo-59894

Di momen hamil dan menanti kelahiran buah hati, banyak sekali pengalaman baru yang Bunda rasakan. Bukan tentang tantangan dan segala hal yang jadi rintangan yang perlu dihadapi seorang ibu hamil, melainkan juga kewajiban untuk menjaga kandungannya ya, Bun.

Pasti, tanpa diminta, Bunda pun akan menjaga kandungan dengan segenap hati. Tapi yang namanya menjaga kandungan, bukan semata-mata soal kesehatan, kenyamanan, dan keamanan bayi yang sedang Bunda kandung, lho. Melainkan juga tak melupakan haknya untuk turut berbahagia. Yup! Bunda perlu menjaga perasaan dan suasana agar si kecil yang di dalam perut pun ikut bahagia.

Dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological Science menyebutkan bahwa bayi dalam kandungan bisa merasakan kondisi psikologis ibu, dan karena inilah ia juga bisa merasakan perasaan ibu ketika sedih atau bahagia. Karenanya, sering mengajak bayi berinteraksi di dalam perut pun bisa jadi cara yang sangat bagus lho, Bun.

Saat Bunda Sedang Mengonsumsi Makanan Manis, Ternyata Si Kecil Ikut Merasakannya

pregnant-nature-mom

Yup! Bayi bisa membedakan berbagai rasa selama minggu ke 13-15 kehamilan. Air ketuban yang berfungsi memberikan rasa makanan yang dimakan ibu kemudian akan diteruskan ke bayi sehingga buah hati Bunda bisa merasakannya dan makanan yang sumbernya dari ibu bisa diserap oleh tubuh bayi. Nah, bila Bunda makan makanan manis, diketahui bayi akan jadi lebih bahagia. Tapi perhatikan porsinya juga ya, Bun!

Pun Saat Bunda Sedang Mandi dan Berendam dengan Air Hangat, Rasa Tenang Ikut Dirasakan Si Kecil dalam Kandungan

pexels-photo-935967

Salah satu cara relaksasi yang bisa Bunda lakukan setelah seharian lelah beraktivitas adalah dengan mandi dan berendam air hangat. Saat kandungan Bunda sudah cukup besar, bayi akan mampu merasakan perubahan suhu di luar tubuh ibu. Nah, suhu air hangat yang Bunda pakai untuk berendam pun ikut membuat bayi nyaman dalam kandungan lho, Bun. Bahkan dengan berendam, tingkat stres  pun mengalami penurunan Bun, sehingga membuat bayi tenang.

Kemudian dengan Aktivitas Mengelus Perut yang Rutin Bunda Lakukan

pexels-photo-1296084

Reseptor sentuh bisa dirasakan bayi saat memasuki minggu ke-8 lho. Dan bayi akan merasa nyaman saat ada sentuhan di perut ibu. Karenanya, mengelus perut pun juga bisa dilakukan ayah lho, Bun. Yup, demi memberikan kenyamanan pada ibu dan bayi, lakukan sembari mendengarkan musik atau menikmati sore hari bersama si kecil yang masih dalam kandungan yuk, Bun.

Saat Bunda Mendengarkan Musik pun, secara Langsung Bunda Tengah Menuntunnya agar Kelak Jadi Pribadi yang Berbahagia Karena Lantunan Musik

pexels-photo-59894

Di minggu ke-25 dan 26, biasanya bayi sudah bisa mendengarkan suara dari luar. Nah, ini adalah momen yang tepat untuk mengenalkan bayi dengan berbagai suara yang bisa menenangkan dan mendukung perkembangan otak si kecil supaya lebih cerdas lho, Bunda.

Sering-seringlah Tertawa ya Bun, Tawa Bunda Membuat Bayi yang Ada dalam Kandungan Jadi Merasa Bahagia

pexels-photo-1145997

Bayi pun ternyata ikut merasa bahagia ketika ibu tertawa. Biasanya, ia akan ikut melompat naik turun saat ibu sedang tertawa. Hal ini terjadi karena adanya pergerakan otot dalam perut, Bun. Hormon kebahagiaan pun mengalir ke bayi sehingga ia pun ikut merasa bahagia. Kemudian, bayi juga merasa bahagia kalau Bunda rajin olahraga dan istirahat cukup. Jadi, jangan kira bayi tak tahu apa-apa selama di dalam rahim ya, Bun. Yuk, jaga suasana hati bahagia agar bayi dalam kandungan juga bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Seiring Bertambahnya Usia, Kesehatan Kognitif Bunda Juga Perlu Diprioritaskan Juga

active-activity-beach-634030

Bun, kesehatan kognitif seseorang sangat penting untuk dijaga. Sekalipun Bunda sekarang selalu memprioritaskan kesehatan keluarga, jangan lupa untuk tetap menjaga badan dan pikiran Bunda sendiri agar tetap sehat.

Kesehatan fungsi kognitif tak bisa diabaikan, sebab bila terjadi penurunan fungsi, hal ini akan berdampak dengan penyakit yang sudah menanti di usia lanjut. Salah satu penyakitnya adalah Alzheimer, di mana penyakit yang satu ini akan menurunkan kualitas hidup.

Bunda perlu tahu, bila sudah mengalami alzheimer, maka ketrampilan berpikir dan fungsi mental pun akan menurun sehingga seseorang akan kehilangan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas bahkan yang paling sederhana sekalipun.

Untuk mengatasi masalah ini, jadi penting untuk kita meningkatkan kesehatan kognitif ini. Melansir dari Boldsky inilah beberapa hal yang dapat membantu Bunda untuk mempertahankan fungsi kognitif.

Bunda Perlu Memantau Sekaligus Mempertahankan Tekanan Darah dan Kolesterol

Banyak penelitian yang menunjukkan bila ternyata ada korelasi antara tekanan darah dan kesehatan otak nih Bun. Jadi, ketika ada gangguan pada tekanan darah maka akan terjadi kerusakan jaringan otak. Tekanan darah yang tinggi akan menurunkan fungsi kognitif dan merusak jaringan otak. Untuk itu, memantau sekaligus menjaga agar tekanan darah tetap stabil akan sangat membantu Bunda meminimalisir penyakit Alzheimer.

Selalu Perbanyak Asupan Asam Lemak Omega 3 Serta Asupan Vitamin B12, Bun

Bun, asam lemak omega 3 memiliki peran untuk mencegah penyakit neurodegeneratif di kemudian hari. Salah satu penyakit yang berhubungan dengan neuro adalah Alzheimer. Untuk itu, yuk Bun tingkatkan lagi asupan asam lemak omega 3 dari bahan-bahan seperti ikan berlemak, telur, kacang, dan biji-bijian akan menurunkan risiko Alzheimer. Selain itu, juga cukupkan gizi si kecil dengan vitamin B12. Vitamin yang satu ini punya peran penting untuk meningkatkan fungsi kognitif lho Bun.

Bila Perlu, Perbanyak Makanan atau Minuman Herbal

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memadukan herbal seperti ginko biloba dan ginseng akan meningkatkan fungsi kognitif. Herbal ini dipercaya sebagai nutrisi untuk meningkatkan daya ingat dan menajamkan otak. Selain itu herbal ini dapat menurunkan kecemasan dan melindungi otak dari tumor.

Bunda Juga Disarankan untuk Mengonsumsi Buah-buahan yang Kaya Akan Antioksidan

Nutrisi yang ada di dalam buah beri berperan untuk melindungi otak dan akan memperlambat penurunan fungsi otak akibat usia. Fitokimia dan antioksidan yang ada pada beri juga membantu mengurangi stres dan peradangan otak yang meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Serta Tetap Aktif Secara Fisik ya Bun

Terlepas dari asupan bernutrisi, untuk menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer Moms juga harus aktif secara fisik. Hal ini karena aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga pembuluh darah tetap sehat.

Untuk itu, tetap sering-sering melakoni aktivitas fisik seperti jogging atau jalan cepat ya Bun. Aktivitas ini tentu akan membantu jaringan otak untuk menghasilkan banyak mitokondria yang dapat menjaga fungsi kogniti, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ibu Hamil dengan Darah Rendah Harus Perhatikan Hal Ini

abdomen-active-activity-396133

Bun, banyak ibu hamil yang mengkhawatirkan risiko tekanan darah selama kehamilan. Memang sih Bun, tekanan darah juga harus diperhatikan. Tapi jangan hanya khawatir ketika tekanan darah naik, faktanya, saat Bunda mengalami darah rendah, hal tersebut juga berisiko lho Bun. Segera cari cara penanganan bila Bunda mengalami tekanan darah rendah.

Melansir Motherhow, Bunda yang sedang hamil sebaiknya mengecek tekanan darah secara teratur selama kehamilan. Pengecekan itulah yang membantu mengetahui kondisi kesehatan Bunda selama hamil. Jika tekanan darah Bunda menjadi lebih rendah 100/60 saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Bila tekanan darah rendah tak diatasi, aktivitas Bunda akan terganggu dan membuat Bunda tak nyaman. Bahkan berisiko menyebabkan sirkulasi darah melambat dan organ-organ internal calon ibu dan janin kekurangan oksigen. Sebab, pasokan darah yang rendah berhubungan langsung dengan berbagai masalah perkembangan janin serta komplikasi selama persalinan, Bun.

Sirkulasi darah yang buruk di plasenta, sebagai sumber utama oksigen dan nutrisi untuk bayi dapat menyebabkan insufisiensi plasenta. Kondisi ini membuat janin tidak dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya secara normal. Janin pun mulai kelaparan dan mati lemas.

Kondisi terburuk yang mungkin terjadi dalam situasi tersebut yakni keguguran. Jika tekanan darah dibiarkan dan tidak diobati maka pada akhir kehamilan dapat menyebabkan gestosis, yakni komplikasi kehamilan yang parah dimana mengakibatkan disfungsi organ internal ibu hamil.

Tak hanya itu, tekanan darah selama kehamilan dapat menyebabkan dampak fatal bagi bayi. Bahaya lain yang mungkin terjadi yakni tekanan darah yang rendah menyebabkan pusing selama kehamilan dimana bayi bisa mati jika ibunya pingsan.

Dr Debra Rose Wilson, PhD, associate professor and holistic health care mengatakan, memang tak ada perawatan khusus untuk mengatasi tekanan darah rendah selama kehamilan.

“Dokter biasanya tidak merekomendasikan obat untuk ibu hamil kecuali gejalanya serius atau kemungkinan komplikasi. Tekanan darah ibu hamil pun biasanya akan meningkat dengan sendirinya selama trimester ketiga kehamilan,” jelas Wilson dikutip dari Health Line.

Kendati demikian, Bunda dengan riwayat tekanan darah rendah sebaiknya harus tetap melakukan hal-hal yang dapat mencegah atau memicu tekanan darah menurun ya Bun. Jika ibu hamil mengalami gejala tekanan darah rendah seperti pusing, segera lakukan langkah-langkah berikut ini:

1.  Bila sedang duduk atau berbaring, tak usah bangun dengan cepat. Santai saja ya Bun.
2.  Jangan berdiri lama-lama karena bisa membuat Bunda pusing dan memicu tensi darah menurun.
3.  Makan makanan kecil sepanjang hari. Menjaga asupan dapat membantu membuat tekanan darah stabil.
4.  Jangan mandi atau berendam air panas
5.  Minum lebih banyak air setiap harinya ya Bun.
6.  Kenakan pakaian longgar. Pakaian yang terlalu ketat tak baik untuk peredaran darah.
7.  Konsumsi makanan sehat dan suplemen prenatal selama kehamilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Olahraga di Pagi dan Sore Hari Ternyata Punya Efek Berbeda

exercise-person-runner-2291874

Olahraga merupakan salah satu aktivitas penting yang tak boleh dilewatkan. Biasanya dilakukan di pagi atau sore hari. Menariknya, ada efek berbeda yang ditimbulkan karena perbedaan waktu tersebut. Hal ini bahkan sudah diteliti oleh para ilmuwan dari University of Copenhagen dan University of California Irvine.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa olahraga di pagi hari menghasilkan peningkatan respons metabolik pada otot rangka, sedangkan olahraga di sore hari meningkatkan pengeluaran energi dalam waktu yang lama bun.

“Tampaknya ada perbedaan yang cukup signifikan antara efek olahraga yang dilakukan di pagi dan sore hari. Perbedaan-perbedaan ini mungkin dikendalikan jam sirkadian tubuh. Olahraga pagi hari berpengaruh pada gen dalam sel otot. Kinerja gen menjadikan lebih efektif dan mampu memetabolisme gula dan lemak,” tulis peneliti Jonas Thue Treebak dari Novo Nordisk Foundation Center for Basic Metabolic Research Center, dilansir dari Medical Xpress.

Penelitian berjudul Time of Exercise Specifies the Impact on Muscle Metabolic Pathways and Systemic Energy Homeostasis ini ternyata mengukur sejumlah efek olahraga pagi dan sore hari di dalam sel otot. Hasil penelitian menunjukkan respons otot jauh lebih kuat setelah olahraga di pagi hari.

Hal ini terjadi karena tubuh cenderung dikendalikan mekanisme sentral yang melibatkan protein jenis HIF1-alfa, yang mengatur jam biologis tubuh. Dengan kata lain, olahraga di pagi tampaknya meningkatkan kemampuan sel-sel otot dalam melakukan proses metabolisme gula dan lemak. Sementara di lain sisi, olahraga di sore hari meningkatkan pengeluaran energi dalam beberapa jam saja setelah berolahraga.

Karenanya, para peneliti tidak dapat menyimpulkan, olahraga di pagi hari lebih baik daripada olahraga di sore hari.

“Atas penelitian ini, kita tidak dapat mengatakan dengan pasti, mana yang terbaik, olahraga di pagi hari atau sore hari. Kami hanya dapat menyimpulkan, efek keduanya wakut itu tampak berbeda,” Jonas melanjutkan.

Jadi apapun efeknya, selagi efek tersebut membawa dampak positif bagi tubuh, maka Bunda dapat melakukan olahraga dengan aman baik di pagi maupun sore hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top