Kesehatan Ibu & Anak

Ini Dia Kontrasepsi dengan Cara Tak Lazim, Paling Ekstrim Bahkan Pakai Balon sebagai Pengganti Kondom

pexels-photo-1236678

Bagi Bunda yang hendak menunda punya momongan, berarti harus pakai alat kontrasepsi, ‘kan? Bunda sendiri selama ini kira-kira sudah pakai metode yang tepat belum? Sebab ternyata masih ada lho Bun, para ibu yang memilih menunda kehamilan dengan memakai metode yang didasarkan rumor dan mitos, bahkan ada yang menggunakan metode yang cenderung berbahaya.

Tak semua ibu di dunia ini bisa mendapatkan kontrasepsi yang aman. Keterbatasan materi jadi faktor utamanya. Alhasil, sejumlah perempuan pun memilih mencegah kehamilan dengan metode tradisional. Dari data yang dikumpulkan oleh United Nations Population Fund (UNFPA), banyak lho para perempuan yang menerapkan metode yang tak efektif demi mencegah kehamilan. Metode yang dipakai mulai dari pakai bahan kimia hingga memanfaatkan spons dapur. Bahkan ada juga yang masih percaya mitos seperti melompat-lompat setelah berhubungan intim.

Situs UNFPA melaporkan, setidaknya ada 214 juta perempuan yang tersebar di beberapa negara berkembang yang berusaha mencegah kehamilan tapi sayangnya mereka tak pakai metode kontrasepsi modern. Sebanyak 155 juta perempuan justru memilih tak pakai metode keluarga berencana sama sekali. Sementara sekitar 59 juta lainnya memilih memakai metode kontrasepsi tradisional.

Mereka Cenderung Tak Mendapatkan Edukasi yang Cukup Mengenai Alat Kontrasepsi

pexels-photo-38870 (3)

Faktanya, tetap ada metode yang cenderung berbahaya namun tetap diimplementasikan. Menelan atau memasukkan bahan kimia bagi para perempuan ini tak masalah. Bahan kimia seperti disinfektan, cuka, bahkan jus lemon. Padahal, saat masuk ke tubuh, bukan tak mungkin bahan tersebut bisa menyebabkan luka bakar, iritasi, dan kerusakan lainnya.

Bahkan ada juga yang memakai bahan herbal seperti jahe. Padahal para ahli sudah mengatakan kalau jahe belum terbukti bisa efektif dipakai sebagai alat kontrasepsi dan bisa membantu mencegah kehamilan.

Lantaran Minim Info, Banyak Pasangan yang Akhirnya Memakai Bahan yang Ada sebagai Alat Kontrasepsi

person-couple-love-romantic

Berdasarkan paparan dari Hemantha Senanayake, seorang profesor obstetric dan ginekologi di Sri Lanka, masih ada orang yang memakai kantong plastik atau balon sebagai pengganti kondom.

“Benda-benda tersebut tentu berbeda dengan kondom yang dibuat dengan teknologi canggih untuk mencegah kehamilan dan melindungi dari infeksi. Bahkan plastik dan balon itu rentan rusak serta bisa menyakitkan,” katanya.

Mirisnya, ada lho yang memakai plasti kaku kemasan es loli sebagai pengganti kondom. Padahal efeknya tentu bisa menimbulkan luka, rasa sakit, lecet, dan tentu saja tak berfungsi sebagai alat kontrasepsi.

Di Nepal ada metode yang disarankan praktisi pengobatan tradisional yang katanya bisa mencegah hamil yakni dengam meminum kunyit. Seorang suami menceritakan, istrinya baru saja melahirkan anak keduanya setahun setelah anak pertama lahir. Keduanya sepakat menunda memiliki anak ketiga dengan mengikuti saran minum kunyit. Tapi, apa yang terjadi? Pasangan suami istri itu kini memiliki sembilan anak dengan satu kali keguguran dan dua anak yang lahir mati.

Nah, Agar Bunda Semakin Teredukasi, Ini Lho Aspek Memilih Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Pertimbangkan

pexels-photo-41073

Memakai alat kontrasepsi pada masing-masing orang pastinya berbeda. Tapi selain itu, alat kontrasepsi yang ideal pun harus bisa diandalkan, tidak membahayakan kesehatan, dapat disesuaikan dengan kebutuhan, serta tak mengganggu aktivitas seks. Persetujuan dari pasangan pun juga penting lho, Bun.

Di lain sisi, dalam memilih alat kontrasepsi, setidaknya Bunda wajib tahu dulu kebiasaan diri sendiri dan pasangan. Kalau sering lupa, lebih baik jangan pilih pil KB. Atau jika suami tugas ke luar kota dan pulang setiap tiga bulan sekali, lebih baik pilih saja alat kontrasepsi jangka panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bun, Kalau Gabung ke Komunitas Justru Tak Membawa Manfaat Berarti, Mending Tak Usah Ikut Deh!

moms

Demi bertukar informasi dan mencari wadah mendapatkan support system, kadang para Bunda memilih gabung ke beberapa komunitas. Ya kan, Bun? Nah, sebelum bergabung dengan salah satu komunitas, coba pertimbangkan dahulu tiga hal ini yuk Bun!

Mengutip Haibunda.com, psikolog keluarga dan pernikahan Nadya Pramesrani dari Rumah Dandelion, menyarankan untuk mempertimbangkan dan menanyakan pada diri sendiri. Sudahkah Bunda memiliki tujuan pasti untuk bergabung dengan komunitas yang akan dituju? Adakah yang dicari dari komunitas tersebut? Kalau hanya iseng atau karena ikut-ikut teman, lebih baik pertimbangkan lagi ya Bun.

“Karena beranjak dari kebutuhan itu kita akan skrining komunitas yang ada. Misalnya pertama, ada komunitas ibu-ibu yang bisa memenuhi kebutuhan kita ya sudah gabung aja,” kata Nadya.

Pertimbangan selanjutnya, sebelum gabung ke komunitas tersebut, yakinkan diri, akankah Bunda menemukan kenyamanan bersama dengan orang-orang yang ada di dalamnya? Seperti saat sekolah aja, Bun, kata Nadya biasanya kita berkelompok. Nah, perhatikan apakah lingkungan kelompok tersebut bikin nyaman.

Meskipun, kenyamanan relatif ya, berbeda-beda tiap orang. Nadya menyarankan, demi mengetahui nyaman atau tidaknya saat mencoba masuk ke komunitas ibu-ibu tersebut, lakukan interaksi ya Bun. Apakah kita merasa nyaman saat berbagi cerita kemudian dapat info yang dicari? Lalu apakah kita percaya dengan orang-orang yang ada di dalamnya? Bila ada keterikatan tersebut bisa dibilang kita nyaman.

Terakhir, yaitu soal diversitas. Cobalah identifikasi keragaman yang ada di komunitas ibu-ibu tersebut. “Makin besar diversitas otomatis pengetahuan yang kita dapat lebih beragam,” tambah Nadya.

Komunitas ibu-ibu termasuk untuk ibu baru memang membantu kok, Bun. Komunitas ibu-ibu penting untuk media belajar. Khususnya untuk orangtua baru yang pasti menurut mereka sangatlah penting. Hal ini agar ibu-ibu tak hanya dapat pengetahuan dari baca aja tapi juga bisa berdiskusi secara langsung.

“Komunitas orang tua ini bagus banget dilakukan, kalau perlu ada kurikulum. Memang jadinya dia sekolah rutin dan dia dapat sesuatu yang baru entah cuma seminggu, dua minggu, atau sebulan sekali yang penting ada hal baru yang didapat tentang parenting dan itu dilakukan berdasar usia anak,” tambah Ratih seperti dikutip dari detikcom.

Jadi kalau sejauh ini Bunda tak menemukan hal-hal tersebut di komunitas yang Bunda ikuti, lebih baik tak usah memaksakan atau melanjutkan untuk terlibat atau berinteraksi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Lima Menu Puree Sehat untuk Si Kecil dalam Mengawali Fase MPASI

Feeding

Saat si kecil sudah menginjak 6 bulan, Bunda tak cukup mengurusi asupan makanan sendiri agar ASI tetap lancar. Yup, masa ASI eksklusif selama 6 bulan sudah selesai, sekarang giliran memperkenalkan si kecil dengan makanan pendamping ASI (MPASI) nih Bun. Di usianya tersebut, ketrampilan makan si kecil sudah meningkat karena jika sebelumnya ia hanya mampu menghisap, sekarang dia bisa mengegrakan mulut dan lidah untuk menggerakan makanan.

Di momen seperti inilah Bunda sudah mulai memperkenalkan tekstur makanan secara bertahap. Pastinya, mulai dari yang paling halus. Dari tekstur makanan halus ini kemudian si kecil akan menggerakan lidah dari depan ke belakang dan menelan makanan. Dari beragam menu, coba yuk Bun membuat racikan puree atau bubur halus yang memang diperuntukkan bagi bayi.

Puree Ubi Kuning

Bahan:
50 gr ubi kuning, kupas, cuci, potong dadu kecil-kecil
ASIP/susu formula
Cara membuat:
Kukus ubi kuning di dalam steamer hingga lunak. Setelahnya, haluskan ubi yang telah dikukus bersama 100 ml air yang dipakai untuk mengkukus ubi. Setelah halus, tambahkan ASI atau susu formula sampai tercampur rata. Tuang ke dalam mangkuk kecil dan sajikan untuk si kecil selagi hangat ya Bun.

Ubi kuning merupakan sumber karbohidrat, vitamin B, vitamin D, vitamin E, dan betakaroten. Umbi-umbian yang satu ini sangat baik untuk membantu menjaga imun dan bentuk tubuh serta pencernaan bayi. Ubi jalar sejatinya banyak variannya. Tapi ubi yang berwarna kuning lebih cocok digunakan untuk mengawali MPASI karena lebih lembut dan manis di lidah.

Puree Kacang Polong

Bahan:
150 gram kacang polong segar/beku.
ASIP/susu formula
Cara Membuat:
Kalau kacang polongnya beku, cairkan terlebih dahulu ya Bun. Setelahnya, kukus kacang polong dengan steamer sampai empuk. Tiriskan terlebih dahulu kemudian haluskan dengan blender sampai jadi puree yang lembut. Bunda juga bisa menambahkan ASIP atau susu formula.

Kacang polong bermanfaat sebagai sumber protein, zat besi, seng, dan biotin. Protein yang terkandung di dalam kacang-kacangan bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan kuku dan rambut serta merawatnya agar tetap kuat. Sedangkan zat besi sangat baik untuk mencegah anemia pada buah hati.

Puree Pisang Mangga

Bahan:
1 buah pisang ambon (atau jenis lainnya)
1 buah manga ukuran kecil
ASIP/susu formula
Cara Membuat:
Kupas pisang dan mangga kemudian potong kecil, lalu masukkan ke dalam food processor atau blender. Haluskan sampai teksturnya lembut. Baru tambahkan sedikit ASIP/susu formula. Puree yang satu ini tahan tiga bulan di dalam freezer dalam wadah kedap udara lho Bun. Menurut pernyataan dr. Yusi Capriyanti seperti yang dilansir alodokter.com, pisang merupakan buah yang sangat lunak sehingga mudah dicerna oleh usus bayi yang masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.

Buah ini dapat dikonsumsi langsung tanpa perlu dicuci terlebih dahulu. Di lain sisi, pisang mengandung karbohidrat yang mudah dicerna sehingga dapat menjadi sumber energi bagi aktivitas si Kecil. Selain itu pisang kaya akan vitamin C dan kalium yang dapat membantu perkembangan otot bayi. Sementara buah mangga mengandung banyak vitamin A, B, C dan kalsium. Mama perlu memilih mangga yang telah matang sempurna dan memiliki rasa yang manis untuk MPASI.

Puree Alpukat

Bahan:
1 buah alpukat
ASIP/susu formula
Cara membuat:
Belah alpukat kemudian buang bijinya. Kerok daging buahnya lalu blender atau lumatkan hingga halus. Tambahkan ASIP/susu formula untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan. Tuang ke dalam mangkuk kecil.

Bun, alpukat sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak karena mengandung protein, vitamin, mineral dan lemak sehat.

Asam lemak omega 3 pada alpukat sangat bagus untuk perkembangan otak bayi. Kadar karbohidrat dan gula yang terkandung di dalam buah alpukat cukup rendah sehingga tidak akan menyebabkan si Kecil kelebihan konsumsi gula. Rasa buah yang ringan dan cenderung tawar ini akan mudah disukai oleh anak yang baru diperkenalkan dengan MPASI.

Puree Kentang Keju

Bahan:
1 buah kentang
Sepotong keju yang sudah di pasteurisasi (secukupnya)
Air mineral
Cara membuat:
Kupas kentang kemudian kukus di dalam steamer hingga lunak. Haluskan/blender kentang bersama potongan keju dan 100 ml air bekas mengukusnya. Aduk hingga tercampur rata. Tuang ke dalam mangkuk kecil.
Kentang bermanfaat sebagai sumber energi alami untuk anak, mencerahkan kulit dan membantu perkembangan otak bayi.

Selain itu kentang pun memiliki kandungan yang sangat penting untuk melindungi usus dari bakteri jahat yang akan merusak sistem pencernaan si kecil, Bun. Sementara keju bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi, sumber energi, antioksidan dan menjaga kesehatan mata.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Sedang Hamil Sebaiknya Bunda Lebih Hati-hati Lagi Memperhatikan Posisi Tidur

save1

Perempuan yang sedang hamil sering menghadapi situasi yang tidak biasa. Terlebih  untuk mereka yang mengalami kehamilan pertama, karena selain jadi pengalaman baru, banyak masalah yang akan dihadapi. Salah satunya kondisi sulit tidur ya Bun.

Saat sedang hamil, Bunda disarankan agar punya cukup waktu untuk istirahat. Padahal banyak ibu hamil yang tak bisa beristirahat dengan baik sampai-sampai kesehatannya pun terganggu. Di lain sisi, jangan hanya memikirkan durasi selama istirahat Bun, sebab ibu hamil juga harus tetap waspada terhadap posisi tidur yang bisa membahayakan kehamilan.

Jangan Tidur Telentang pada Trimester Kedua ya Bun

Tidur telentang saat trimester kedua jelas sangat berbahaya untuk janin dan ibu hamil lantaran pada saat masuk trimester kedua, uterus berada di bagian tekanan vena yang berfungsi untuk mengembalikan aliran darah ke jantung ibu hamil.

Nah, kalau posisi telentang dalam waktu lama maka bisa membuat aliran darah ke plasenta janin menjadi lebih kecil. Selain itu Bun, kondisi dimana Bunda tidur telentang justru bisa membatasi asupan gizi dan oksigen ke janin Posisi semacam ini pun biasanya akan menyebabkan mual dan pusing untuk ibu hamil.

Tidur Miring Ke Kanan pun Berbahaya Bun

Nah, posisi tidur yang berbahaya selanjutnya yaitu miring ke kanan. HaL ini lantaran bisa menyebabkan tekanan yang kuat pada organ hati ibu hamil. Kondisi ini juga bisa menyebabkan asupan untuk janin menjadi lebih terbatas. Tidak hanya nutrisi yang mengalami pengurangan tapi juga oksigen yang mengalir melalui plasenta. Di lain sisi, posisi ini juga bisa menyebabkan gangguan tidak nyaman karena ibu hamil akan kekurangan oksigen.

Yang Jelas, Tidur Tengkurap Pun Tak Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Di trimester pertama, tidur tengkurap jelas masih diperbolehkan. Tapi setelah ibu hamil merasa ada tekanan yang lebih besar maka posisi ini bisa sangat berbahaya. Hal ini akan menyebabkan janin tergencet dan bisa mengancam jiwa janin.

Di lain sisi, posisi ini justru bisa memicu komplikasi seperti: pencernaan yang buruk dan tekanan pernapasan yang sangat berat sehingga memicu ibu hamil kekurangan oksigen, kekurangan oksigen, serta gangguan nutrisi dan oksigen untuk janin. Tidur dengan posisi ini memperkuat peluang janin gugur, Bun.

Di Awal Kehamilan, Jangan Tidur Sembari Mengangkat Kaki Keatas

Kehamilan di trimester pertama memang akan menyebabkan gangguan kehamilan seperti badan yang terlalu lelah dan sering buang air kecil. Kemudian ada beberapa ibu hamil mencoba untuk menempatkan bantal agar kaki menjadi lebih tinggi. pada dasarnya posisi ini harus dihindari. Padahal, tidur dengan kaki yang lebih tinggi bisa menyebabkan ruang janin menjadi lebih kecil. Selain itu kondisi ini juga bisa menyebabkan janin kekurangan oksigen.

Kalau Memang Mengantuk, Jangan Tidur di Sofa ya Bun

Saat Bunda merasa mengantuk, atau ingin merasa lega setelah mengalami gangguan kehamilan seperti mual dan mulas yang berlebihan, biasanya ibu hamil akan mencoba untuk tidur di sofa sambil duduk. Padahal posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil ini. Karena bisa meningkatkan tekanan pembuluh darah yang berlebihan untuk jantung. Selain itu, bisa menyebabkan rasa lelah yang berlebihan pada bagian punggung. Bagi ibu hamil yang memiliki wasir maka posisi ini bisa memperburuk keadaan.

Nah, Supaya Tidur Bunda Bisa Tetap Nyaman, Coba Saja Ikuti Tips Ini Bun.

Gunakan banyak bantal disekitar tempat tidur. Bunda bisa memilih jenis bantal yang lembut agar kepala, tangan, kaki dan punggung bisa mendapatkan posisi yang paling nyaman.

Jika Bunda bangun dan menyadari posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil dengan posisi miring ke kanan, maka hal ini memang sangat wajar. Untuk menjaga posisi tidur agar tetap pada posisi maka gunakan bantal penopang untuk punggung dan kaki. Posisi ini sangat disarankan untuk ibu hamil.

Gunakan pakaian yang longgar, tidak panas dan tetap lembut untuk kulit. Pakaian ini akan membuat ibu hamil merasa lebih nyaman sehingga tidur menjadi lebih baik. Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat karena bisa menyebabkan tubuh kurang leluasa.

Jika Bunda tidak bisa tidur dan mengalami banyak gangguan tidur selama trimester ketiga, maka bisa menggunakan bantal atau sofa khusus yang dilengkapi dengan banyak bantal. Hindari mengkonsumsi makanan pedas saat malam hari. Makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan sehingga ibu hamil bisa diare.

Cobalah untuk rileks sepanjang kehamilan dan menjauhkan pikiran dari tekanan. Pikiran yang santai dan rileks juga bisa meningkatkan kualitas tidur. Atur asupan nutrisi selama hamil. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein tinggi akan menyebabkan perasaan yang lebih nyaman. Selain itu, makanan ini juga akan meningkatkan kadar gula darah sehingga bisa membuat tidur menjadi lebih nyaman.

Minum segelas susu hangat menjelang tidur juga bisa menjadi salah satu cara untuk tetap nyaman selama tidur. Jika mengalami gangguan mual yang parah maka hindari minuman dan makanan yang bisa memicu mual dan muntah.

Olahraga ringan selama kehamilan. Bagi ibu hamil olahraga ringan seperti berjalan-jalan bisa menjadi cara ampuh untuk mengatasi gangguan tidur. Jika tubuh tetap berolahraga selama kehamilam maka bisa membantu tubuh dalam membakar kalori dan lemak. Selain itu olahraga juga bisa meningkatkan kualitas tidur.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top