Kesehatan Ibu & Anak

Ini Dia Kontrasepsi dengan Cara Tak Lazim, Paling Ekstrim Bahkan Pakai Balon sebagai Pengganti Kondom

pexels-photo-1236678

Bagi Bunda yang hendak menunda punya momongan, berarti harus pakai alat kontrasepsi, ‘kan? Bunda sendiri selama ini kira-kira sudah pakai metode yang tepat belum? Sebab ternyata masih ada lho Bun, para ibu yang memilih menunda kehamilan dengan memakai metode yang didasarkan rumor dan mitos, bahkan ada yang menggunakan metode yang cenderung berbahaya.

Tak semua ibu di dunia ini bisa mendapatkan kontrasepsi yang aman. Keterbatasan materi jadi faktor utamanya. Alhasil, sejumlah perempuan pun memilih mencegah kehamilan dengan metode tradisional. Dari data yang dikumpulkan oleh United Nations Population Fund (UNFPA), banyak lho para perempuan yang menerapkan metode yang tak efektif demi mencegah kehamilan. Metode yang dipakai mulai dari pakai bahan kimia hingga memanfaatkan spons dapur. Bahkan ada juga yang masih percaya mitos seperti melompat-lompat setelah berhubungan intim.

Situs UNFPA melaporkan, setidaknya ada 214 juta perempuan yang tersebar di beberapa negara berkembang yang berusaha mencegah kehamilan tapi sayangnya mereka tak pakai metode kontrasepsi modern. Sebanyak 155 juta perempuan justru memilih tak pakai metode keluarga berencana sama sekali. Sementara sekitar 59 juta lainnya memilih memakai metode kontrasepsi tradisional.

Mereka Cenderung Tak Mendapatkan Edukasi yang Cukup Mengenai Alat Kontrasepsi

pexels-photo-38870 (3)

Faktanya, tetap ada metode yang cenderung berbahaya namun tetap diimplementasikan. Menelan atau memasukkan bahan kimia bagi para perempuan ini tak masalah. Bahan kimia seperti disinfektan, cuka, bahkan jus lemon. Padahal, saat masuk ke tubuh, bukan tak mungkin bahan tersebut bisa menyebabkan luka bakar, iritasi, dan kerusakan lainnya.

Bahkan ada juga yang memakai bahan herbal seperti jahe. Padahal para ahli sudah mengatakan kalau jahe belum terbukti bisa efektif dipakai sebagai alat kontrasepsi dan bisa membantu mencegah kehamilan.

Lantaran Minim Info, Banyak Pasangan yang Akhirnya Memakai Bahan yang Ada sebagai Alat Kontrasepsi

person-couple-love-romantic

Berdasarkan paparan dari Hemantha Senanayake, seorang profesor obstetric dan ginekologi di Sri Lanka, masih ada orang yang memakai kantong plastik atau balon sebagai pengganti kondom.

“Benda-benda tersebut tentu berbeda dengan kondom yang dibuat dengan teknologi canggih untuk mencegah kehamilan dan melindungi dari infeksi. Bahkan plastik dan balon itu rentan rusak serta bisa menyakitkan,” katanya.

Mirisnya, ada lho yang memakai plasti kaku kemasan es loli sebagai pengganti kondom. Padahal efeknya tentu bisa menimbulkan luka, rasa sakit, lecet, dan tentu saja tak berfungsi sebagai alat kontrasepsi.

Di Nepal ada metode yang disarankan praktisi pengobatan tradisional yang katanya bisa mencegah hamil yakni dengam meminum kunyit. Seorang suami menceritakan, istrinya baru saja melahirkan anak keduanya setahun setelah anak pertama lahir. Keduanya sepakat menunda memiliki anak ketiga dengan mengikuti saran minum kunyit. Tapi, apa yang terjadi? Pasangan suami istri itu kini memiliki sembilan anak dengan satu kali keguguran dan dua anak yang lahir mati.

Nah, Agar Bunda Semakin Teredukasi, Ini Lho Aspek Memilih Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Pertimbangkan

pexels-photo-41073

Memakai alat kontrasepsi pada masing-masing orang pastinya berbeda. Tapi selain itu, alat kontrasepsi yang ideal pun harus bisa diandalkan, tidak membahayakan kesehatan, dapat disesuaikan dengan kebutuhan, serta tak mengganggu aktivitas seks. Persetujuan dari pasangan pun juga penting lho, Bun.

Di lain sisi, dalam memilih alat kontrasepsi, setidaknya Bunda wajib tahu dulu kebiasaan diri sendiri dan pasangan. Kalau sering lupa, lebih baik jangan pilih pil KB. Atau jika suami tugas ke luar kota dan pulang setiap tiga bulan sekali, lebih baik pilih saja alat kontrasepsi jangka panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Sedang Hamil Sebaiknya Bunda Lebih Hati-hati Lagi Memperhatikan Posisi Tidur

save1

Perempuan yang sedang hamil sering menghadapi situasi yang tidak biasa. Terlebih  untuk mereka yang mengalami kehamilan pertama, karena selain jadi pengalaman baru, banyak masalah yang akan dihadapi. Salah satunya kondisi sulit tidur ya Bun.

Saat sedang hamil, Bunda disarankan agar punya cukup waktu untuk istirahat. Padahal banyak ibu hamil yang tak bisa beristirahat dengan baik sampai-sampai kesehatannya pun terganggu. Di lain sisi, jangan hanya memikirkan durasi selama istirahat Bun, sebab ibu hamil juga harus tetap waspada terhadap posisi tidur yang bisa membahayakan kehamilan.

Jangan Tidur Telentang pada Trimester Kedua ya Bun

Tidur telentang saat trimester kedua jelas sangat berbahaya untuk janin dan ibu hamil lantaran pada saat masuk trimester kedua, uterus berada di bagian tekanan vena yang berfungsi untuk mengembalikan aliran darah ke jantung ibu hamil.

Nah, kalau posisi telentang dalam waktu lama maka bisa membuat aliran darah ke plasenta janin menjadi lebih kecil. Selain itu Bun, kondisi dimana Bunda tidur telentang justru bisa membatasi asupan gizi dan oksigen ke janin Posisi semacam ini pun biasanya akan menyebabkan mual dan pusing untuk ibu hamil.

Tidur Miring Ke Kanan pun Berbahaya Bun

Nah, posisi tidur yang berbahaya selanjutnya yaitu miring ke kanan. HaL ini lantaran bisa menyebabkan tekanan yang kuat pada organ hati ibu hamil. Kondisi ini juga bisa menyebabkan asupan untuk janin menjadi lebih terbatas. Tidak hanya nutrisi yang mengalami pengurangan tapi juga oksigen yang mengalir melalui plasenta. Di lain sisi, posisi ini juga bisa menyebabkan gangguan tidak nyaman karena ibu hamil akan kekurangan oksigen.

Yang Jelas, Tidur Tengkurap Pun Tak Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Di trimester pertama, tidur tengkurap jelas masih diperbolehkan. Tapi setelah ibu hamil merasa ada tekanan yang lebih besar maka posisi ini bisa sangat berbahaya. Hal ini akan menyebabkan janin tergencet dan bisa mengancam jiwa janin.

Di lain sisi, posisi ini justru bisa memicu komplikasi seperti: pencernaan yang buruk dan tekanan pernapasan yang sangat berat sehingga memicu ibu hamil kekurangan oksigen, kekurangan oksigen, serta gangguan nutrisi dan oksigen untuk janin. Tidur dengan posisi ini memperkuat peluang janin gugur, Bun.

Di Awal Kehamilan, Jangan Tidur Sembari Mengangkat Kaki Keatas

Kehamilan di trimester pertama memang akan menyebabkan gangguan kehamilan seperti badan yang terlalu lelah dan sering buang air kecil. Kemudian ada beberapa ibu hamil mencoba untuk menempatkan bantal agar kaki menjadi lebih tinggi. pada dasarnya posisi ini harus dihindari. Padahal, tidur dengan kaki yang lebih tinggi bisa menyebabkan ruang janin menjadi lebih kecil. Selain itu kondisi ini juga bisa menyebabkan janin kekurangan oksigen.

Kalau Memang Mengantuk, Jangan Tidur di Sofa ya Bun

Saat Bunda merasa mengantuk, atau ingin merasa lega setelah mengalami gangguan kehamilan seperti mual dan mulas yang berlebihan, biasanya ibu hamil akan mencoba untuk tidur di sofa sambil duduk. Padahal posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil ini. Karena bisa meningkatkan tekanan pembuluh darah yang berlebihan untuk jantung. Selain itu, bisa menyebabkan rasa lelah yang berlebihan pada bagian punggung. Bagi ibu hamil yang memiliki wasir maka posisi ini bisa memperburuk keadaan.

Nah, Supaya Tidur Bunda Bisa Tetap Nyaman, Coba Saja Ikuti Tips Ini Bun.

Gunakan banyak bantal disekitar tempat tidur. Bunda bisa memilih jenis bantal yang lembut agar kepala, tangan, kaki dan punggung bisa mendapatkan posisi yang paling nyaman.

Jika Bunda bangun dan menyadari posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil dengan posisi miring ke kanan, maka hal ini memang sangat wajar. Untuk menjaga posisi tidur agar tetap pada posisi maka gunakan bantal penopang untuk punggung dan kaki. Posisi ini sangat disarankan untuk ibu hamil.

Gunakan pakaian yang longgar, tidak panas dan tetap lembut untuk kulit. Pakaian ini akan membuat ibu hamil merasa lebih nyaman sehingga tidur menjadi lebih baik. Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat karena bisa menyebabkan tubuh kurang leluasa.

Jika Bunda tidak bisa tidur dan mengalami banyak gangguan tidur selama trimester ketiga, maka bisa menggunakan bantal atau sofa khusus yang dilengkapi dengan banyak bantal. Hindari mengkonsumsi makanan pedas saat malam hari. Makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan sehingga ibu hamil bisa diare.

Cobalah untuk rileks sepanjang kehamilan dan menjauhkan pikiran dari tekanan. Pikiran yang santai dan rileks juga bisa meningkatkan kualitas tidur. Atur asupan nutrisi selama hamil. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein tinggi akan menyebabkan perasaan yang lebih nyaman. Selain itu, makanan ini juga akan meningkatkan kadar gula darah sehingga bisa membuat tidur menjadi lebih nyaman.

Minum segelas susu hangat menjelang tidur juga bisa menjadi salah satu cara untuk tetap nyaman selama tidur. Jika mengalami gangguan mual yang parah maka hindari minuman dan makanan yang bisa memicu mual dan muntah.

Olahraga ringan selama kehamilan. Bagi ibu hamil olahraga ringan seperti berjalan-jalan bisa menjadi cara ampuh untuk mengatasi gangguan tidur. Jika tubuh tetap berolahraga selama kehamilam maka bisa membantu tubuh dalam membakar kalori dan lemak. Selain itu olahraga juga bisa meningkatkan kualitas tidur.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Lakukan 15 Cara Demi Cegah Biang Keringat pada Si Kecil yuk Bun

hhhhh

Kulit bayi yang sensitif bisa begitu rentan terhadap biang keringat lho Bun. Sekalipun biang keringat memang tak berbahaya, hanya saja masalah kulit yang satu ini bisa membuat buah hati Bunda jadi tak nyaman seiring waktu bila tak diobati.

Mengutip dari Mom Junction, Dr Jody A Levine, seorang penasehat orangtua sekaligus direktur dermatologi di Plactic Surgery & Dermatology of NYC, menjelaskan bahwa biang keringat pada bayi terjadi akibat penyumbatan kelenjar keringat pada kulit. Keringat bisa tersumbat akibat adanya sel kulit mati dan bakteri sehingga menyebabkan ruam bintik-bintik kemerahan pada kulit.

Dilansir dari Live Strong, salah satu cara utama demi mencegah biang keringat yaitu dengan memantau kondisi kulit bayi agar tetap sejuk dan tidak terlalu lembap. Tapi selain itu, ini dia 15 tips yang bisa Bunda lakukan untuk mencegah biang keringat pada bayi.

  1. Jaga keadaan rumah tetap sejuk dan kering dengan menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan.
  2. Jangan membiarkan bayi Anda terus memakai pakaian yang tebal secara terus-menerus.
  3. Pilih pakaian yang sesuai ukuran, jangan terlalu ketat karena akan menganggu kulitnya. Pada bayi yang memiliki biang keringat akan mengakibatkan lecet pada kulitnya.
  4. Gunakan pakaian yang sesuai dengan cuaca sekitar. Bahan pakaian katun baik untuk kulit bayi karena membuat bayi tetap hangat tapi sekaligus memberi kulit kesempatan untuk bernapas.
  5. Bila pergi ke luar rumah dan bayi Anda menggunakan topi sebaiknya cek kepalanya sering-sering. Bila berkeringat sebaiknya dilap dan biarkan sebentar untuk melepas topinya.
  6. Bila keluar rumah saat cuaca panas, maka sebaiknya bawa bayi Anda ke tempat yang lebih teduh.
  7. Basahi ruam bayi dengan lembut, dengan lap yang sebelumnya direndam ke dalam air dingin. Hal ini dapat mengurangi rasa gatal dan iritasi yang disebabkan oleh biang keringat.
  8. Bila bayi dalam keadaan basah sehabis mandi, lap tubuh bayi hingga kering sampai ke daerah lipatan-lipatan kulit yang rentan biang keringat. Gunakan handuk berbahan katun yang baik dalam menyerap air.
  9. Periksakan kondisi anak Anda ke dokter apabila muncul biang keringat. Biasanya dokter akan merekomendasikan krim hidrokortison. Krim tersebut dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa gatal.
  10. Hindari penggunaan terlalu banyak krim dan bedak pada kulit bayi karena dapat menyumbat pori-pori dan menghambat proses penyembuhan.
  11. Jika sebelumnya Anda melakukan perawatan biang keringat di rumah, maka bila biang keringat bertambah parah (tidak hilang dalam waktu 5 hari) seperti area kulit bernanah atau pecah-pecah segera periksa ke dokter.
  12. Bersihkan dan potong kuku bayi untuk mencegah bayi menggaruk biang keringat dan menghindari kulit lecet.
  13. Hindari penggunaan serbuk wangi, losion, atau minyak yang cenderung memperburuk biang keringat karena menyumbat pori-pori.
  14. Selalu periksa keadaan tubuh dan kehangatan lingkungan bayi.
  15. Bila ingin memandikan dengan air hangat, pastikan air tersebut hangat sebatas suam-suam kuku, jangan terlalu panas.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ini Dia Momen Bayi Merasa Sangat Bahagia Saat Masih dalam Kandungan Bunda

pexels-photo-59894

Di momen hamil dan menanti kelahiran buah hati, banyak sekali pengalaman baru yang Bunda rasakan. Bukan tentang tantangan dan segala hal yang jadi rintangan yang perlu dihadapi seorang ibu hamil, melainkan juga kewajiban untuk menjaga kandungannya ya, Bun.

Pasti, tanpa diminta, Bunda pun akan menjaga kandungan dengan segenap hati. Tapi yang namanya menjaga kandungan, bukan semata-mata soal kesehatan, kenyamanan, dan keamanan bayi yang sedang Bunda kandung, lho. Melainkan juga tak melupakan haknya untuk turut berbahagia. Yup! Bunda perlu menjaga perasaan dan suasana agar si kecil yang di dalam perut pun ikut bahagia.

Dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological Science menyebutkan bahwa bayi dalam kandungan bisa merasakan kondisi psikologis ibu, dan karena inilah ia juga bisa merasakan perasaan ibu ketika sedih atau bahagia. Karenanya, sering mengajak bayi berinteraksi di dalam perut pun bisa jadi cara yang sangat bagus lho, Bun.

Saat Bunda Sedang Mengonsumsi Makanan Manis, Ternyata Si Kecil Ikut Merasakannya

pregnant-nature-mom

Yup! Bayi bisa membedakan berbagai rasa selama minggu ke 13-15 kehamilan. Air ketuban yang berfungsi memberikan rasa makanan yang dimakan ibu kemudian akan diteruskan ke bayi sehingga buah hati Bunda bisa merasakannya dan makanan yang sumbernya dari ibu bisa diserap oleh tubuh bayi. Nah, bila Bunda makan makanan manis, diketahui bayi akan jadi lebih bahagia. Tapi perhatikan porsinya juga ya, Bun!

Pun Saat Bunda Sedang Mandi dan Berendam dengan Air Hangat, Rasa Tenang Ikut Dirasakan Si Kecil dalam Kandungan

pexels-photo-935967

Salah satu cara relaksasi yang bisa Bunda lakukan setelah seharian lelah beraktivitas adalah dengan mandi dan berendam air hangat. Saat kandungan Bunda sudah cukup besar, bayi akan mampu merasakan perubahan suhu di luar tubuh ibu. Nah, suhu air hangat yang Bunda pakai untuk berendam pun ikut membuat bayi nyaman dalam kandungan lho, Bun. Bahkan dengan berendam, tingkat stres  pun mengalami penurunan Bun, sehingga membuat bayi tenang.

Kemudian dengan Aktivitas Mengelus Perut yang Rutin Bunda Lakukan

pexels-photo-1296084

Reseptor sentuh bisa dirasakan bayi saat memasuki minggu ke-8 lho. Dan bayi akan merasa nyaman saat ada sentuhan di perut ibu. Karenanya, mengelus perut pun juga bisa dilakukan ayah lho, Bun. Yup, demi memberikan kenyamanan pada ibu dan bayi, lakukan sembari mendengarkan musik atau menikmati sore hari bersama si kecil yang masih dalam kandungan yuk, Bun.

Saat Bunda Mendengarkan Musik pun, secara Langsung Bunda Tengah Menuntunnya agar Kelak Jadi Pribadi yang Berbahagia Karena Lantunan Musik

pexels-photo-59894

Di minggu ke-25 dan 26, biasanya bayi sudah bisa mendengarkan suara dari luar. Nah, ini adalah momen yang tepat untuk mengenalkan bayi dengan berbagai suara yang bisa menenangkan dan mendukung perkembangan otak si kecil supaya lebih cerdas lho, Bunda.

Sering-seringlah Tertawa ya Bun, Tawa Bunda Membuat Bayi yang Ada dalam Kandungan Jadi Merasa Bahagia

pexels-photo-1145997

Bayi pun ternyata ikut merasa bahagia ketika ibu tertawa. Biasanya, ia akan ikut melompat naik turun saat ibu sedang tertawa. Hal ini terjadi karena adanya pergerakan otot dalam perut, Bun. Hormon kebahagiaan pun mengalir ke bayi sehingga ia pun ikut merasa bahagia. Kemudian, bayi juga merasa bahagia kalau Bunda rajin olahraga dan istirahat cukup. Jadi, jangan kira bayi tak tahu apa-apa selama di dalam rahim ya, Bun. Yuk, jaga suasana hati bahagia agar bayi dalam kandungan juga bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top