Kesehatan Ibu & Anak

Ingin Tetep Tampil Cantik Saat Hamil? Tenang! Ini Skin Care Aman Untuk Ibu Hamil!

hamil

Kehamilan merupakan proses yang telah lama dinanti. Harapan akan kehadiran buah hati tentu menghadirkan kebahagiaan yang besar. Namun, tak bisa dipungkiri kadang ibu hamil juga dihinggapi rasa khawatir akan kesehatan janin. Tak heran bila ibu hamil pun nyaris mau melakukan segalanya demi memastikan keamanan janin. Termasuk tak lagi memakai skin care andalan yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Pertanyaannya adalah apakah semua kosmetik bisa membahayakan kondisi janin? Hal itu tidak sepenuhnya benar. Sebagai konsumen kejeliaan untuk menelaah kandungan yang terdapat dalam kosmetik memang telah menjadi keharusan.Keberadaan senyawa-senyawa dalam skin care bisa saja tidak berbahaya bagi orang dewasa, namun bisa mengancam keselamatan janin.

Skin care yang dikonsumsi dengan cara diminum akan memberikan efek yang lebih besar bila dibandingkan skin care yang digunakan dengan cara mengoleskannya pada kulit. Hal ini tidak mengherankan bila mengingat senyawa dalam skin care yang dikonsumsi Ibu dengan cara diminum akan langsung masuk aliran darah dan terhubung dengan plasenta bayi.

Akan lebih baik bila ibu hamil menghindari skin care yang mengandung retinoid, asam salisilat, benzoil peroksida dan hidroquin. Otoritas pengawas obat dan makanan telah menyatakan bahwa keempat senyawa tersebut jelas-jelas berbahaya dan sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Tak bisa dipungkiri keempat senyawa tersebut kerap ditemui dalam produk skin care. Pun termasuk dalam produk facial wash dan anti aging.

Tentu keselamatan ibu dan janinnya adalah hal yang utama. Akan lebih baik bila bisa menahan diri untuk tidak menggunaka skincara yang mengandung senyawa tersebut. Toh hanya diperlukan kejelian untuk menemukan produk skin cara yang aman bagi ibu hamil. Tidak  ada salahnya juga menggunakan bahan-bahan alami untuk membuat anda tetap tampil cantik.

Extra Virgin Olive Oil (EVVO) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk perawatan dari kaki hingga ujung rambut. Minyak kelapa juga bisa menjadi alternatif pelembab yang efektif.  Produk pembersih yang mengandung asam glikolat (AHA) juga aman digunakan ibu hamil. Anda juga dapat menggunakan pelembab yang mengandung asam hyaluronat. Produk sunscreen yang mengandung sunscreen fsik seperti zink oksida atau titanium oksida juga bisa digunakan oleh ibu hamil. Kabar baiknya adalah semua produk skin care mineral ditengarai aman digunakan oleh ibu hamil.

Tak perlu risau lagi! Anda pun tak perlu menahan diri untuk tidak menggunakan skincara selama masa kehamilan. Ada banyak pilihan skincara yang aman digunakan oleh ibu hamil. Sekarang, pilihan ada ditangan anda!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Tak Salah Pakai, Para Ibu Wajib Tahu Kegunaan Dari Produk-produk Perawatan Bayi Yang Sekilas Mirip Ini

pexels-photo-208153

Ada berbagai macam produk perawatan bayi yang ada di sekitar kita. Umumnya produk perawatan bayi akan didapatkan secara lengkap jika kita membelinya dalam satu paket. Meskipun mudah didapatkan secara lengkap, sebaiknya kita sebagai orangtua mengetahui kegunaan dari masing-masing produk produk perawatan bayi tersebut.

Baby Oil Digunakan Untuk Melembabkan Kulit Bayi Dan Menghilangkan Kerak Pada Kulit Kepalanya

Siapa yang tidak mengenal produk perawatan bayi yang satu ini? Sebagai orangtua tentulah sudah sangat familier dengan baby oil. Baby oil adalah produk perawatan bayi yang terbuat dari minyak mineral. Kegunaan dari produk perawatan bayi yang satu ini adalah untuk membantu membersihkan area popok pada bayi. Baby oil juga bermanfaat sebagai pelembut kulit bayi.

Selain kegunaan di atas, Bunda juga menggunakan baby oil ini untuk melembabkan kulit bayi dan menghilangkan kerak pada kulit kepalanya. Seperti kita tahu bahwa pada bayi yang baru lahir akan terdapat kerak di kulit kepalanya. Pada usia tertentu kerak ini akan hilang dengan sendirinya. Namun untuk mempercepat proses pengelupasan kulit tersebut, Bunda dapat menggunakan baby oil ini.

Baby Lotion Bisa Membuat Kulit Bayi Tetap Lembab Dan Wangi

Selain baby oil, ada juga produk perawatan bayi yang disebut baby lotion. Produk perawatan bayi yang satu ini terbuat dari campuran minyak dan air. Namun kandungan airnya lebih banyak. Kegunaan dari produk yang satu ini adalah sebagai pelembab kulit bayi dan untuk melembutkannya. Selain itu, baby lotion juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah kekeringan pada kulit bayi sehingga kulitnya pun akan tetap lembab dan wangi tentunya.

Sedangkan Baby Cream Dapat Mengurangi Gesekan Dan Juga Pengelupasan Pada Kulit Bayi

Sedikit berbeda dengan baby lotion yang memiliki jumlah air banyak, baby cream terbuat dari campuran air dengan minyak. Namun komposisinya lebih banyak minyaknya. Kegunaan dari produk perawatan yang satu ini adalah untuk menghambat terjadinya kekeringan kulit bayi, terutama kekeringan yang disebabkan oleh eksim susu.

Kegunaan lainnya dari baby cream adalah untuk mengurangi gesekan dan juga pengelupasan pada kulit bayi. Disamping itu, Bunda pun dapat menggunakan baby cream ini untuk melembutkan dan melembabkan kulit bayi.

Mengoleskan Minyak Telon Saat Bayi Selesai Mandi Akan Membuat Badannya Terasa Hangat Dan Nyaman

Selain baby oil, baby lotion, dan baby cream, Bunda tentunya sudah tidak asing dengan minyak telon. Kegunaan minyak ini adalah untuk menghangatkan bayi. Minyak telon sangat cocok diberikan pada saat bayi selesai mandi untuk membuat badannya terasa hangat dan nyaman.

Manfaatkan Bedak Bayi Untuk Mengatasi Biang Keringat Dan Ruam Kulit Pada Kulit Bayi

Produk perawatan bayi yang lainnya adalah bedak bayi. Jenis produk bayi yang satu ini sangat populer dikalangan masyarakat. Bedak bayi berfungsi untuk mengatasi biang keringat pada kulit bayi. Selain itu, bedak bayi pun dapat dimanfaatkan untuk mengatasi ruam pada kulit bayi. Kebanyakan orangtua juga menggunakan bedak bayi setelah bayi ngompol untuk membuat area sekitar popok menjadi kering.

Nah, itulah beberapa produk perawatan bayi beserta kegunaannya. Jangan sampai Bunda salah dalam pemakaian karena hal itu bisa menyebabkan iritasi dan dampak lainnya pada bayi. Untuk lebih jelasnya, bacalah panduan penggunaan pada setiap produk perawatan bayi yang anda beli.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Mengenal Lebih Dekat Metode Mpasi Baby Led Weaning, Si Kecil Yang Makan Sendiri

Tumbuh kembang si kecil memang jadi proses istimewa yang harus kita ikuti. Bagaimana dirinya mulai berkata-kata, merangkak hingga akhirnya belajar untuk makan. Saat si kecil memasuki enam bulan, biasanya ini adalah masa aktif untuknya melakukan banyak hal. Bahkan menjadi momen bagus untuk mulai memberinya makan padat. Nah, untuk memberinya makan, ada beberapa jenis Mpasi yang kita berikan pada si kecil.

Dari beberapa teknik Mpasi yang bisa kita terapkan, saat ini Mpasi dengan metode Baby Led Weaning sedang digemari oleh sebagian besar ibu. Ini adalah metode memperkenalkan makanan pada bayi dengan cara self-feeding, yaitu bayi memberi makan dirinya sendiri. Sebelum memutuskan untuk mencoba metode ini, Bunda dapat membaca ulasan berikut.

Sama Halnya Dengan Metode Lain, Baby Led Weaning Juga Bertujuan Memperkenalkan Makanan Kepada Si Kecil

Dipopulerkan oleh Gill Rapley, seorang health visitor dari Inggris, Baby Led Weaning adalah cara memperkenalkan makanan kepada si kecil dengan membiarkannya makan sendiri. Si kecil pun jadi berkesempatan untuk memegang dan menyuapi makanannya sendiri. Intinya BLW adalah kebebasan untuk anak bisa mengeksplorasi makanannya sendiri.

Ketahui Waktu Yang Pas Untuk Mulai Melakukan Baby Led Weaning

Meski usia bukanlah satu-satunya patokan yang harus kita jadikan syarat untuk memperbolehkannya makan sendiri. Tapi hal ini memang jadi faktor penting yang tak boleh luput dari perhatian. Untuk itu para ahli dari The American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan waktu yang tepat bagi bayi untuk mulai melakukan Baby Led Weaning pada usia 6 bulan.  Pada usia tersebut fungsi lidah untuk mengecap rasa juga sudah berfungsi lebih baik, si kecil pun sudah bisa mengunyah dan melepehkan makanan jika dirasanya tak enak.

Pilihan Makanan Yang Diberikan Saat BLW Juga Harus Diperhatikan

Sebelum memutuskan untuk memperkenalkannya pada Baby Led Weaning kita perlu tahu makanan apa saja yang cocok. Karena si kecil masih baru ingin memulai makan, tidak ada salahnya jika kita memberinya makanan dengan jenis yang berbeda-beda. Pastikan juga jika makanan yang ia konsumsi mengandung gizi yang tinggi.

Seperti wortel, brokoli dan beberapa jenis sayuran dan buah-buah lainnya. Untuk cara penyajian, sayuran sebaiknya dikukus agar memudahkan si kecil mengunyah makanan. Sedangkan untuk buah-buahan, Bunda bisa menyajikannnya dengan ukuran yang cukup bisa dia pegang. Tidak terlalu besar juga tak kelewat kecil untuk meminimalisir kemungkinan buah hati tersedak.

Lalu Bagaimana Teknik Pemberian Baby Led Weaning Yang Tepat Untuk Si Kecil?

Untuk yang satu ini kita mungkin masih banyak bertanya-tanya, tentang bagaimana teknik yang tepat dan benar. Seperti yang dikatakan penyanyi Andien pada akun instagramnya beberapa waktu lalu. Andien menjelaskan bahwa proses makan adalah proses stimulasi. Anak belajar, dia belajar menggigit, mengunyah, menghaluskan, dan menelan. Mereka bermain-main dan mengeksplor setiap makanan yang dipegangnya. Ketika makanan yang berhasil dimasukkan mulut terlalu besar, terlalu panjang, atau tidak bisa dikunyah dengan baik sehingga tidak bisa tertelan, maka bayi secara naluriah akan mengeluarkannya.

Nah jika Bunda masih merasa khawatir jika ternya si kecil akan tersedak, sebaiknya hindari makanan yang bisa membuatnya tersedak, seperti kacang, anggur utuh, serta apel dengan kulitnya. Pastikan pula jika kita tetap bersama dengannya ketika dia sedang makan. Pastikan pula dia tetap duduk selama makan dan hindari juga pemberian makanan yang mengundang alergi untuk si kecil.

Kecemasan Karena Si Kecil Makan Sendiri Memang Wajar Tapi Ini Bukan Berarti Hal Yang Tak Boleh Di Lakukan, Karena BLW Adalah Hal Yang Patut Di Coba

Untuk permulaan mungkin kita akan merasa sedikit was-was ketika buah hati mulai mengambil beberapa makanan dan mengunyahnya sendiri. Pada tahap itu tentu akan sangat wajar jika dia berkali-kali akan menjatuhkan beberapa makanannya. Daripada harus repot-repot untuk membersihkan lantai sebaiknya kita memberinya alas di lantai, untuk menampung semua makanan yang dia jatuhkan.

Karena ini adalah awalan untuk si kecil belajar makan, mungkin dia akan mengalami kekurangan zat besi. Untuk itu selain memberinya makanan yang mengandung asupan zat besi yang tinggi, kita juga bisa menyiasatinya dengan makanan lain yang bisa diterimanya dengan baik. Bunda harus tetap bersamanya ketika si kecil sedang makan untuk  memastikan sudah seberapa banyak makanan yang dia masukkan ke dalam mulutnya. Dengan begitu kita bisa mengukur seberapa banyak asupan gizi yang telah masuk ke dalam tubuhnya

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Memiliki Anak Yang Tak Manja Dan Mandiri Hanya Bisa Dicapai Jika Bunda Mendidiknya Dengan Tepat. Simak Tips Pentingnya!

pexels-photo-54536

Bisa memiliki anak-anak yang memiliki kepribadian baik, perilaku sopan, serta dapat diandalkan adalah harapan setiap orangtua. Maka tak heran, bila banyak orangtua yang rela melakukan segala hal demi mewujudkan keinginannya. Termasuk menyediakan beragam fasilitas untuk mencukupi kebutuhan anak.

Namun tindakan tersebut malah mendorong anak untuk berperilaku manja. Aneka macam fasilitas yang disediakan malah disikapi anak dengan bertingkah manja. Lalu apa yang sebenarnya harus dilakukan orangtua agar anak tak jadi manja dan lekas mandiri?

Mari Mulai Dengan Tidak Selalu Menuruti Kemauan Anak

Setiap orangtua tentulah memiliki cinta kasih yang sangat mendalam kepada anak-anaknya. Namun bukan berarti anda lantas menuruti apa pun yang dia inginkan. Sikap ini dapat menjadikannya manja dan pemalas. Untuk itu, anda harus memilah-milah mana saja keinginan anak yang harus dipenuhi dan tidak. Sikap ini akan melatih anak untuk berpikir membedakan antara kebutuhan dengan keinginan.

Jangan Membombardir Anak Dengan Larangan, Terus Mengekangnya Juga Membuat Si Kecil Tak Berkembang Optimal

Seringkali karena kehawatiran terhadap keselamatan anak orangtua memberlakukan aturan yang sangat ketat. Apa pun yang dilakukan anak akan diawasi orangtua, bahkan bila perlu memberikan larangan padanya. Memang tujuan awalnya baik tapi jika ini dilakukan secara berlebihan justru akan membuatnya merasa terkekang.

Perlu anda ketahui bahwa anak-anak cenderung memiliki rasa penasaran sangat tinggi. Dia ingin mengetahui lebih detail apa yang didengar dan dilihatnya. Untuk mengatasinya, anda bisa melakukan komunikasi dua arah. Beri tahu apa yang harus dia lakukan saat ingin melakukan sesuatu.

Kejujuran Adalah Hal Yang Sangat Penting. Biasakan Anak Untuk Jujur Ya Bun!

Biasakan anak untuk berbicara apa adanya. Ajari si kecil untuk bersikap terbuka tentang apa yang dia rasakan saat itu. Sikap tersebut akan sangat bermanfaat agar jika ada sesuatu yang harus dicegah maka anda bisa mengantisipasinya lebih awal. Selain itu, sikap ini akan semakin meningkatkan kualitas hubungan antara anda sebagai orangtua dengan anak.

Sebisa Mungkin Hindari Memberi Hukuman Fisik Untuk Anak!

Terkadang perilaku anak membuat orangtua jengkel dan marah. Sebagai akibatnya banyak orangtua yang menghukum anaknya dengan hukuman fisik. Perlu anda ketahui apa pun bentuknya hukuman fisik tidak baik untuk perkembangan anak. Anak yang terlalu sering mendapat hukuman fisik akan terluka jiwanya.

Hal itu juga akan berdampak pada kepribadiannya saat dia dewasa nanti. Selain itu, hukuman fisik dapat menjadikan anak berani dan memberontak kepada anda sehingga semakin lama dia lagi menghargai anda. Daripada memberinya hukuman fisik, menasihatinya dengan bahasa yang mudah dipahami akan jauh lebih efektif.

Memberikan Tugas Pada Anak Akan Membuat Kemandirianya Terlatih

Memang masa anak-anak adalah masa-masa untuk belajar dan bermain. Tapi tidak ada salahnya jika anda memberikan sejumlah tugas yang harus dilakukannya diluar tugas-tugas belajar anak. Hal itu bisa melatih kemandiriannya agar anak mengerti tentang tugas dan kewajibannya sendiri.

Jangan lupa juga untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap hasil pekerjaannya. Berikan arahan dengan bahasa yang mudah dipahami saat dia melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugasnya.

Sebab kepribadian anak harus dibentuk sejak kecil. Pola asuh dan cara Bunda memperlakukan anak akan berpengaruh bagi kehidupannya saat dewasa nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top