Hiburan Anak

Ingin Memberikan Mainan Pada Si Kecil ? Beberapa Hal Ini Perlu Kita Perhatikan

Sudah Beli Mainan Baru

Setiap kali masuk kesebuh toko mainan anak, kita akan dihadapkan pada banyaknya jenis pilihan dengan berbagai bentuk dan warna disetiap mainan. Yang bisa membuat kita galau hanya untuk memilih mainan mana yang ingin kita beli untuk sikecil,karena selain membantu anak dalam tumbuh kembangnya mainan tersebut juga harus memenuhi beberapa hal yang perlu diperhatikan juga. Apakah mainan tersebut aman untuk sikecil atau malah bisa saja malah membahayakannya, ini hanyalah contoh sederhana yang perlu kita perhatikan untuk lebih lanjut bisa kita lihat dibeberapa point ini.

TERBUAT DARI BAHAN YANG AMAN DAN SESUAI USIA ANAK

Perhatikan asal bahan dan komponen mainan, jika mainan tersebut diberi cat pastikan bebas logam timah dan tidak beracun. Hindari pemilihan mainan yang berat dan bersisi tajam karena bisa membahayakan anak atau teman bermainnya. Hal lain yang harus diperhatikan adalah membaca label pada mainan tersebut terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya, biasaya berisi aturan usia tertentu yang dapat atau cocok untuk memainkannya.

PILIHLAH BAHAN YANG TAHAN LAMA DAN MUDAH DIBERSIHKAN

Bicara soal awet pasti semua orangtua ingin jika mainan yang dibelikan bisa awet dalam jangka waktu yang panjang, apalagi jika harga mainannya lumayan menguras kantong. Duh

Jadi pilihlah mainan yang memang bisa tahan lama dan mudah dibersihkan atau bisa dicuci, selain untuk tetap bisa bersih juga untuk menghilangkan kuman dan bakteri yang menempel pada mainan. Sembari beri pengertian kepada sang anak untuk merawat dan menjaga mainannya (jika anak sudah bisa berinteraksi dengan kita).

MEMILIKI NILAI EDUKASI YANG TINGGI DAN BERAGAM

Memilih jenis mainan juga harus memerhatikan nilai edukasi yang bisa dipahami oleh sang anak, tidak hanya bagus dan mahal pastikan juga bahwa mainan tersebut memiliki nilai edukasi yang akan merangsang dan menggerakkan tumbuh kembang otak si kecil. Karena mainan yang memiliki nilai edukasi akan membantu melatihan kecerdasan sang anak dari kecil.

JENIS MAINANNYA MEMILIKI FUNGSI DAN REPRESENTASI

Mainan yang memang memiliki fungsi akan membantu anak lebih cepat dalam memahami beberapa hal yang ada disekitarnya, untuk itu memilih mainan yang memang benar berfungsi sebagaimana fungsi aslinya sangatlah membantu orangtua untuk tumbuh kembang sang anak, misalnya 1 set alat masak mainan untuk ank perempuan atau sebuah mobil-mobilan untuk anak laki-laki. Dari situ mereka akan belajar bahwa mainan mereka tersebut memiliki fungsi yang sama dalam kehidupan.

SESUAI DENGAN MINAT SI KECIL

“Sudah beli mainan baru untuk si kecil bukannya senang dia malah lebih asik dengan mainan lamanya” Nah untuk kasus seperti ini yang perlu kita perhatikan adalah pilihlah mainan yang memang sesuai dengan minat anak, kita bisa memerhatikan hal ini dari kebiasaannya saat tengah bermain. Selain dia akan senang pilihan ini juga akan membantu anak untuk terus mengembangkan minat yang dimilikinya sejak kecil, karena membimbing anak untuk hal yang menjadi minatnya bisa dimulai dari memilih mainan yang dia sukai bukan yang kita sukai.

DAN JADILAH MAINAN EDUKATIF TERBAIK UNTUK ANAK

Peran orangtua sangatlah dibutuhkan untuk melatih tumbuh kembang otak dan imajinasi anak saat bermain, untuk itu kita sebagai orangtua diharapkan bisa menjadi teman bermain yang baik untuknya. Karena interaksi yang kita berikan kepada sang anak selama bermain juga akan membantunya memahami banyak hal lebih cepat dibandingkan jika dia hanya bermain sendiri. Karena menghabis satu jam sehari dengan anak jauh lebih baik daripada membelikannya mainan yang banyak dan mahal tapi membiarkannya bermain sendiri.
Mainan tidak akan bisa terlepas dari keseharian anak-anak, untuk itu peran orantua sangatlah dibutuhkan untuk mampu mengontrol dan memilih jenis mainan yang akan dimainkan oleh si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Remehkan Kesedihan Anak Setelah Kematian Orangtuanya, Terus Dampingi Dan Beri Empati

pexels-photo-236215

Memberitahukan berita kematian kepada anak bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena pemahaman anak-anak yang masih terbatas dan belum sesempurna layaknya pemahaman orang dewasa. Sedangkan berita kematian merupakan sebuah berita yang membutuhkan kekuatan hati dan emosi untuk menerimanya.

Menurut Hana Yasmira, M.Si., seorang Parenting Communication Specialist menyatakan bahwa ada 3 topik atau tema yang sukar untuk dibicarakan dengan anak-anak, yaitu topik yang menyangkut dengan Sex, Death, and Divorce (SDD). Hal itu karena 3 topik tersebut menyangkut dengan pornografi dan juga perasaan kehilangan. Tapi dari ketiga tema tersebut, Death (kematian) dan Divorce (perceraian) merupakan topik yang paling sukar untuk dibicarakan dengan anak-anak.

Saat Anak Berduka Karena Kematian Ayah Atau Ibunya, Beri Ruang Padanya Untuk Mengekspresikan Kesedihan

Menurut Hana, ketika anak berduka karena kematian ayah atau ibunya, maka biarkan dia mengekspresikan kesedihannya. Dia juga mengatakan bahwa orang-orang di sekitar perlu belajar untuk memahami bahwa kesedihan yang dialami oleh anak merupakan bagian dari proses si anak untuk bisa menerima kehilangan. Selain itu, Hana juga menyatakan bahwa jangan mengabaikan, apa lagi meremehkan kesedihan anak.

Biarkan Anak Menangis, Jangan Doktrin Dia Dengan Perkataan Yang Tak Masuk Akal

Orangtua bisa membantu anak untuk mengkonfrontasi kesedihannya. Biarkan dia menangis karena itu adalah sebuah ekspresi yang akan membuatnya menjadi lega. Tapi sayangnya banyak orangtua yang tidak melakukan hal itu. Banyak diantara mereka yang justru mendoktrin anaknya dengan perkataan yang tidak masuk akal. Misalnya ketika yang menangis anak laki-laki, maka orangtua akan mengatakan bahwa anak laki-laki sebagai jagoan tidak boleh menangis. Doktrin seperti ini tidak membuat anak menjadi lega tapi justru akan membebani anak.

Dengarkan Dan Terima Apa Yang Dikatakan Anak

Dengarkan dan terima apa pun yang dikatakan oleh si anak, baik itu berupa harapan, perasaannya, maupun ketakutan si anak. Sikap seperti ini akan membuat anak untuk berbicara secara terbuka. Dengan begitu dia akan merasa bahwa anda memahami perasaannya. Bebannya jadi berkurang, karena dia tak merasa sendiri lagi.

Pancing Anak Untuk Berbicara. Berikan Bantuan Padanya Jika Memang Dibutuhkan

Pancinglah apa yang menjadi kesedihan si anak dan anda sebagai orangtua harus dapat memberi jalan keluar. Jika anak tidak bisa mengungkapkan perasaannya secara lisan, maka pancing dengan cara lain, misalnya melalui permainan, boneka, dan lain sebagainya.

Anda Juga Tidak Perlu Menghakimi. Biarkan Kesedihan Anak Reda Dengan Sendirinya

Apa pun yang diungkapkan oleh anak, maka orangtua sebaliknya tidak menyampaikan pesan balik. Menurut Hana, orangtua harus menerima apa pun yang diungkapkan oleh anak. Misalnya saja ketika anak sedang sedih, maka orangtua mengiyakan kesedihannya. Cara ini akan membuat emosi anak menjadi reda dengan sendirinya.

Jangan Ungkapkan “Ayah Atau Ibu Pergi Ke Surga”

Kadang untuk menjawab pertanyaan anaknya, orangtua menjawab “ayah pergi ke surga”, “pergi jauh”, dan lain sebagainya. Jawaban ini justru akan membingungkan anak karena pikiran anak yang masih konkrit bisa saja menunggu dan mencari orang yang dikatakan “pergi jauh” itu. untuk itulah, orangtua sebaiknya jujur dan mengungkapkan apa adanya. Jelaskan kepada anak tentang situasi yang sebenarnya dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak.

Kesedihan Anak Akan Usai, Namun Jangan Paksa Anak Untuk Segera Menghilangkan Kesedihannya

Menurut Hana, rasa sedih pada anak tidak selalu mudah untuk pergi. Tapi ketika sudah pergi maka anak pun akan kembali seperti semula. Untuk itulah, saat menemani anak, orangtua tidak boleh membiarkan kesedihannya menumpuk terus, tapi juga tidak boleh mengabaikan lalu menghilangkannya.

Bantu Anak Untuk Tak Merasa Bersalah

Bukan tidak mungkin anak akan merasa bersalah oleh kematian orangtuanya. Mungkin selama orangtuanya sakit, dia jarang menjenguknya. Apakah hal ini bisa hilang? Itu tergantung sejauh mana orang tuanya berempati. Jika orangtuanya kurang peka dan empati pada perasaan anak maka bukan tidak mungkin perasaan itu akan berubah jadi rasa kecewa,dan perasaan kecewa tersebut bisa berdampak negatif. Untuk itulah, dalami perasaan anak agar dia mau mengungkapkannya.

Memang tidak mudah untuk menyampaikan berita duka kepada anak-anak. tapi dengan ketulusan hati maka hal itu akan bisa dilakukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Mengenal Lebih Dekat Metode Mpasi Baby Led Weaning, Si Kecil Yang Makan Sendiri

Tumbuh kembang si kecil memang jadi proses istimewa yang harus kita ikuti. Bagaimana dirinya mulai berkata-kata, merangkak hingga akhirnya belajar untuk makan. Saat si kecil memasuki enam bulan, biasanya ini adalah masa aktif untuknya melakukan banyak hal. Bahkan menjadi momen bagus untuk mulai memberinya makan padat. Nah, untuk memberinya makan, ada beberapa jenis Mpasi yang kita berikan pada si kecil.

Dari beberapa teknik Mpasi yang bisa kita terapkan, saat ini Mpasi dengan metode Baby Led Weaning sedang digemari oleh sebagian besar ibu. Ini adalah metode memperkenalkan makanan pada bayi dengan cara self-feeding, yaitu bayi memberi makan dirinya sendiri. Sebelum memutuskan untuk mencoba metode ini, Bunda dapat membaca ulasan berikut.

Sama Halnya Dengan Metode Lain, Baby Led Weaning Juga Bertujuan Memperkenalkan Makanan Kepada Si Kecil

Dipopulerkan oleh Gill Rapley, seorang health visitor dari Inggris, Baby Led Weaning adalah cara memperkenalkan makanan kepada si kecil dengan membiarkannya makan sendiri. Si kecil pun jadi berkesempatan untuk memegang dan menyuapi makanannya sendiri. Intinya BLW adalah kebebasan untuk anak bisa mengeksplorasi makanannya sendiri.

Ketahui Waktu Yang Pas Untuk Mulai Melakukan Baby Led Weaning

Meski usia bukanlah satu-satunya patokan yang harus kita jadikan syarat untuk memperbolehkannya makan sendiri. Tapi hal ini memang jadi faktor penting yang tak boleh luput dari perhatian. Untuk itu para ahli dari The American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan waktu yang tepat bagi bayi untuk mulai melakukan Baby Led Weaning pada usia 6 bulan.  Pada usia tersebut fungsi lidah untuk mengecap rasa juga sudah berfungsi lebih baik, si kecil pun sudah bisa mengunyah dan melepehkan makanan jika dirasanya tak enak.

Pilihan Makanan Yang Diberikan Saat BLW Juga Harus Diperhatikan

Sebelum memutuskan untuk memperkenalkannya pada Baby Led Weaning kita perlu tahu makanan apa saja yang cocok. Karena si kecil masih baru ingin memulai makan, tidak ada salahnya jika kita memberinya makanan dengan jenis yang berbeda-beda. Pastikan juga jika makanan yang ia konsumsi mengandung gizi yang tinggi.

Seperti wortel, brokoli dan beberapa jenis sayuran dan buah-buah lainnya. Untuk cara penyajian, sayuran sebaiknya dikukus agar memudahkan si kecil mengunyah makanan. Sedangkan untuk buah-buahan, Bunda bisa menyajikannnya dengan ukuran yang cukup bisa dia pegang. Tidak terlalu besar juga tak kelewat kecil untuk meminimalisir kemungkinan buah hati tersedak.

Lalu Bagaimana Teknik Pemberian Baby Led Weaning Yang Tepat Untuk Si Kecil?

Untuk yang satu ini kita mungkin masih banyak bertanya-tanya, tentang bagaimana teknik yang tepat dan benar. Seperti yang dikatakan penyanyi Andien pada akun instagramnya beberapa waktu lalu. Andien menjelaskan bahwa proses makan adalah proses stimulasi. Anak belajar, dia belajar menggigit, mengunyah, menghaluskan, dan menelan. Mereka bermain-main dan mengeksplor setiap makanan yang dipegangnya. Ketika makanan yang berhasil dimasukkan mulut terlalu besar, terlalu panjang, atau tidak bisa dikunyah dengan baik sehingga tidak bisa tertelan, maka bayi secara naluriah akan mengeluarkannya.

Nah jika Bunda masih merasa khawatir jika ternya si kecil akan tersedak, sebaiknya hindari makanan yang bisa membuatnya tersedak, seperti kacang, anggur utuh, serta apel dengan kulitnya. Pastikan pula jika kita tetap bersama dengannya ketika dia sedang makan. Pastikan pula dia tetap duduk selama makan dan hindari juga pemberian makanan yang mengundang alergi untuk si kecil.

Kecemasan Karena Si Kecil Makan Sendiri Memang Wajar Tapi Ini Bukan Berarti Hal Yang Tak Boleh Di Lakukan, Karena BLW Adalah Hal Yang Patut Di Coba

Untuk permulaan mungkin kita akan merasa sedikit was-was ketika buah hati mulai mengambil beberapa makanan dan mengunyahnya sendiri. Pada tahap itu tentu akan sangat wajar jika dia berkali-kali akan menjatuhkan beberapa makanannya. Daripada harus repot-repot untuk membersihkan lantai sebaiknya kita memberinya alas di lantai, untuk menampung semua makanan yang dia jatuhkan.

Karena ini adalah awalan untuk si kecil belajar makan, mungkin dia akan mengalami kekurangan zat besi. Untuk itu selain memberinya makanan yang mengandung asupan zat besi yang tinggi, kita juga bisa menyiasatinya dengan makanan lain yang bisa diterimanya dengan baik. Bunda harus tetap bersamanya ketika si kecil sedang makan untuk  memastikan sudah seberapa banyak makanan yang dia masukkan ke dalam mulutnya. Dengan begitu kita bisa mengukur seberapa banyak asupan gizi yang telah masuk ke dalam tubuhnya

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bumi Semakin Tua, Ajak Si Kecil Peduli Lingkungan Mulai Dari Sekarang Bun

pexels-photo-193035

Banyak hal yang bisa kita tanamkan pada anak untuk bekal hidupnya kelak, salah satunya kepedulian terhadap lingkungan. Tentang bagaimana pemanasan global bisa memberikan pengaruh buruk pada kondisi bumi yang kita tinggali. Disamping itu si kecil juga perlu memahami bahwa kondisi lingkungan yang semakin buruk akan membunuh bumi secara perlahan. Dan sebagai anak yang akan bertumbuh semakin besar, si kecil akan menjadi sosok yang sangat berperan untuk hal ini.

Mulailah Dari Hal Kecil, Beri Pemahaman Pada Buah Hati Untuk Membuang Sampah Pada Tempatnya

Poin ini akan menjadi hal dasar untuk menanamkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Tunjukkan sikap yang memperlihatkan bahwa kita harus membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu buah hati pun akan mulai belajar untuk meniru sikap Bunda.

Selain itu kita juga perlu memberinya pemahaman akan bahaya membuang sampah sembarang. Pakailah objek nyata yang bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Tentang bagaimana sampah yang dibuang di sungai dengan sembarangan akan mengakibatkan banjir. Pada momen tersebut, Bunda dapat sekaligus melatih buah hati untuk dapat membedakan jenis-jenis sampah yang ada. Jika si kecil sudah terbiasa sejak dini untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, hal ini akan menjadi kebiasaan yang akan selalu terbawa, bahkan hingga kelak ia dewasa.

Berikan Ruang Untuk Melakukan Beberapa Aktivitas Di Alam Bebas

Ada banyak hal yang sedang digalang oleh orang-orang untuk menanggulangi kondisi bumi. Kesempatan ini bisa kita gunakan untuk memberinya pemahaman pada buah hati. Kita bisa mengajak si kecil untuk ikut serta berpartisipasi dalam beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di alam bebas, misalnya menanam pohon. Beri tahu mereka bahwa setiap pohon sangat berperan dalam menopang bumi dan kehidupan manusia.

Pemahaman Untuk Peduli Terhadap Kelestarian Hewan Juga Harus Diajarkan

Mengajari si kecil untuk selalu berlaku baik terhadap orang lain dan lingkungan adalah penting yang memang harus diajarkan. Namun seringnya kita lupa untuk menyertakan kepedulian pada hewan sebagai faktor penting yang harus disematkan. Meski terdengar sepele, hal ini jadi faktor penting yang akan membantu buah hati untuk mengerti pentingnya menjaga kelestarian hewan.

Bunda Bisa Mengajak Buah Hati Untuk Berkreasi Dengan Barang-barang Bekas

Barang atau sampah anti lingkungan bisa kita jadikan objek untuk mengajari si kecil berkreasi dan mengembangkan imajinasinya. Selain memberinya kesenangan akan kegiatan yang dia lakukan, hal ini juga akan membuatnya sadar pentingnya menjaga lingkungan dari sampah yang sulit di uraikan oleh tanah, dan mengurangi pemakaian barang-barang anti lingkungan.

Ajak Dirinya Untuk Mulai Berhemat Pada Beberapa Hal Penting Yang Akan Membantu Kelestarian Lingkungan

Untuk kegiatan yang satu ini kita bisa melakukannya dari hal kecil yang dekat dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya dengan berhemat agar tidak terlalu konsumtif akan pengeluaran dan sumber daya alam yang ada. Salah satunya berhemat dalam hal pemakaian listrik yang sedang banyak dikampanyekan oleh media.

Kita bisa menjelaskan pada buah hati dengan cara yang sangat sederhana tentang apa yang akan terjadi dimasa depan bila memakai listrik dan air yang secara berlebihan. Untuk itu kita perlu mengoptimalkan pemakaian barang-barang elektronik sesuai dengan aturan dan porsinya. Ajak mereka untuk terbiasa mematikan segala barang elektronik yang tidak sedang dipakai. Buatlah hal tersebut semenarik mungkin sehingga menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan.

Bunda Juga Harus Menjadi Contoh Yang Baik Dengan Menjadikan Semua Hal Tersebut Mudah Dipahami Oleh Si Kecil

Membuat si kecil mengerti dan paham akan pentingnya menjaga lingkungan jadi bagian tersulit yang akan kita hadapi. Sebisa mungkin kita harus bisa menjelaskannya dengan bahasa dan contoh yang mudah untuk dipahaminya. Meski ini adalah permasalahan yang cukup kompleks, percayalah mereka bisa dengan mudah memahaminya.

Kita juga harus jadi contoh yang baik untuknya. Karena segala sesuatu yang kita ajarkan padanya akan dengan senang hati dilakukan jika diikuti dengan contoh nyata. Dengan demikian dirinya akan tumbuh jadi seseorang yang peduli terhadap lingkungannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top