Parenting

Info Penting Nih Bun, Belajar Piano Bisa Meningkatkan Kemampuan Bahasa pada Si Kecil Lho!

kids play piano

Mungkin untuk sebagian orangtua, bermain musik tak sepenting memberikan pendidikan formal di sekolah. Terutama di Indonesia, masih banyak orangtua yang mengedepankan edukasi tapi melupakan untuk mengenalkan musik pada si kecil. Padahal, melatih si kecil bermain alat musik seperti main piano membawa manfaat yang bisa meningkatkan kecerdasannya lho, Bun!

Dalam sebuah penelitian, disebutkan 88 kunci dan ratusan senar internal dalam piano standar yang bisa menghasilkan banyak suara dan nada dapat mendorong anak-anak untuk membangun kemampuan bahasa mereka. Hal ini dipaparkan oleh ahli saraf kognitif di Institut McGovern, John Gabrieli untuk penelitian tentang otak di Massachusetts Institute of Technology. John bersama rekan-rekannya kemudian menerbitkan makalah berjudul ‘Proceedings of National Academy of Sciences’, dalam makalah tersebut dijelaskan bahwa belajar main piano bisa membantu anak mempelajari bahasa.

Hasil gambar untuk kids play piano

“Saat telinga anak-anak dilatih untuk membedakan antara nada-nada yang berbeda di piano, mereka juga tampaknya lebih baik dalam menguraikan perbedaan halus antara kata-kata yang diucapkan yang merupakan elemen kunci dari penguasaan bahasa,” kata John seperti dikutip dari Time.

Begini Cara Kerja Para Peneliti…

Dalam studi ini para peneliti mengurutkan 74 anak yang berusia 4 hingga 5 tahun dari taman kanak-kanak berbahasa Mandarin menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah yang melakukan les piano tiga kali seminggu dengan durasi 45 menit. Kemudian kelompok kedua adalah yang hanya mendapat pelajaran membaca tambahan. Sementara kelompok terakhir adalah kelompok yang tidak belajar piano maupun diberi pelajaran bacaan tambahan.

Setelah enam bulan, dua kelompok terakhir tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dalam pengukuran kemampuan kognitif secara umum seperti IQ, ingatan, dan rentang perhatian. Tapi, kelompok yang mengikuti les piano menunjukkan mereka lebih unggul secara kognitif.

Bahkan dibandingkan dengan kelompok bacaan tambahan, kelompok anak-anak yang belajar piano lebih baik dalam membedakan kata-kata yang diucapkan berbeda hanya dengan satu konsonan.

Nah Efeknya…

Efek ini sangat menonjol bagi penutur bahasa Mandarin, kata Gabrieli, mengingat bahasa tersebut terutama pada penuturan lisan sangat bergantung pada perbedaan nada halus. Namun dia mengatakan penelitian lain telah menunjukkan bahwa kemampuan musik dapat bermanfaat untuk pengguna bahasa non-tonal seperti bahasa Inggris.

Hasilnya sangat mengejutkan bahwa sekolah di Beijing tempat penelitian dilakukan, terus menawarkan pelajaran piano kepada murid-muridnya bahkan setelah percobaan berakhir.

“Semakin sering mereka belajar piano semakin baik mereka maju pada perbedaan pitch dan itu membantu mereka dalam perkembangan bahasanya,” kata Gabrieli. Bahkan penelitian lainnya juga telah menemukan bahwa dengan belajar bermusik ternyata bisa memfasilitasi anak untuk belajar mata pelajaran lain serta meningkatkan keterampilan yang pasti digunakan anak-anak di daerah lain.

Sementara itu menurut Children’s Music Workshop, pengaruh pendidikan musik pada perkembangan bahasa dapat dilihat di otak. Hubungan antara musik dan perkembangan bahasa juga menguntungkan secara sosial bagi anak-anak.

“Perkembangan bahasa dari waktu ke waktu cenderung meningkatkan bagian otak yang membantu proses musik,” kata Dr Kyle Pruett, profesor klinis psikiatri anak di Yale School of Medicine dan praktisi musik.

Bunda sendiri bagaimana? Apakah tertarik mengenalkan musik sejak dini pada si kecil?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Menangani Bayi yang Lahir dengan Berat Badan Rendah Kuncinya Jangan Minder Bun

babyyy

Tidak semua Bunda dapat melahirkan buah hatinya dengan berat badan normal. Ada sebagian lain yang harus bergumul dengan realita kalau bayi yang dilahirkannya memiliki berat badan rendah. Situasi semacam ini pasti membuat khawatir ibu manapun ya Bun.

Bahkan menurut Karen Mathewson, PhD, dari McMaster University mengatakan penelitian yang dilakukan membuktikan kalau individu yang memiliki berat lahir sangat rendah berisiko lebih tinggi mengalami masalah psikologis dibanding individu yang memiliki berat lahir normal.

Kondisi yang diderita bisa berupa masalah kecemasan dan masalah sosial. Tapi tak usah takut atau khawatir berlebihan Bun. Kemungkinan untuk bertahan hidup pada bayi dengan berat badan lahir rendah semakin meningkat seiring peningkatan perawatan untuk bayi prematur dan lemah. Sekarang waktunya untuk bersikap proaktif, yaitu dengan melakukan hal-hal ini.

  1. Menyusui: Jangan sampai Bunda menolak untuk memberikan ASI untuk si kecil ya. Sebab keberadaan ASI tak hanya meningkatkan berat badannya lho Bun. Melainkan juga memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Dengan kondisi bayi lahir dengan berat badan rendah, intensitas menyusui pun perlu Bunda tingkatkan lagi
  2. Jangan lupa untuk mengecek kesehatannya juga ya Bun. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Bawa bayi ke dokter secara teratur untuk memahami tumbuh kembangnya.
  3. Awasi terus soal berat badan bayi ya Bun. Saat bayi bertambah besar, coba periksa dengan rutin Bun soal penambahan berat badannya. Bila berat badannya meningkat drastis, hati-hati lho Bun. Hal itu justru berbahaya karena bisa menyebabkan masalah berat dan tinggi badan padanya.
  4. Pastikan berat badannya bertambah dan si kecil tetap sehat. Cukup berikan ASI secara rutin. Hal penting lainnya, hindari memberi gula tambahan untuk bayi dengan tujuan agar berat badannya bertambah. Tetap menyusui atau berikan susu formula hingga ia mencapai usia 6 bulan. Tawarkan makanan bernutrisi setelah usianya 6 bulan.
  5. Terpenting, Bunda harus tetap positif. Menambah berat adalah proses bertahap, dan bisa butuh waktu berbulan-bulan. Lakukan apa yang Bunda bisa dan jangan kehilangan harapan. Bersabar dan tetap berpikir positif.

Bunda, langkah-langkah di atas bisa bermanfaat bila berat badan bayi yang rendah masih bisa diatasi. Tapi bila beratnya terlalu rendah, bayi kemungkinan akan butuh penanganan di rumah sakit. Umumnya penanganan untuk bayi dengan berat badan lahir rendah akan dirawat di Neonatal Intensive Care Unit atau NICU.

Pun dengan asupan gizi si kecil. Biasanya ada perlakuan khusus soal pemberian makanan dimana bayi mendapat makanan melalui selang langsung ke mulut bila ia tidak bisa menghisap atau bisa juga menggunakan infus.

Ada sebab kenapa bayi mengalami berat lahir yang rendah Bun. Faktor keturunan pun salah satunya. Tak hanya itu, faktor lainnya meliputi:

Bayi Lahir Prematur

Bayi dianggap prematur bila lahir sebelum minggu 37 kehamilan. Janin mendapat tambahan berat badan di tahap akhir kehamilan. Karenanya, bayi yang lahir awal punya waktu lebih sedikit untuk tumbuh dan berkembang di rahim ibu. Ini sebabnya bayi prematur beratnya kurang atau tidak bisa memiliki berat badan rata-rata.

Ibu Masih Berusia Remaja

Di penelitian tahun 2010 pada bayi yang lahir di Inggris, peneliti menemukan kalau ibu usia remaja lebih mungkin melahirkan prematur, dan bayi mereka lebih mungkin memiliki berat lahir rendah. Ini terutama terjadi pada kehamilan kedua. Peneliti juga menemukan, ibu usia remaja kurang mungkin mendapat perawatan kehamilan yang baik.

Penyakit Menular Seksual

Infeksi menular seksual bisa menyebabkan bencana pada seluruh tubuh wanita, dan ini termasuk serviks dan organ lainnya. Ada beberapa konsekuensi yang sangat serius pada bayi, termasuk kebutaan. Bila wanita mengidap penyakit menular seksual, ia perlu berkonsultasi ke dokter dan menjalani perawatan selama hamil dan menggunakan kondom untuk menghindarinya sejak awal.

Pola makan vegetarian

Ada beberapa Bunda yang menerapkan pola makan vegetarian dan sangat sehat selama kehamilan, tapi Bunda harus sangat berhati-hati dalam memastikan jumlah protein yang cukup dan makanan kaya zat besi lainnya. Kacang, bayam, rumput laut, dan kedelai menjadi penyedia zat besi yang bagus, tapi sering kali dokter menyarankan orang yang menerapkan pola makan sehat untuk mengonsumsi suplemen zat besi.

Kehamilan Kembar

Bila Anda hamil lebih dari satu bayi, berat masing-masing bayi akan di bawah 2,5 kg. Ini karena bayi berkompetisi untuk memperoleh nutrisi, sehingga membuat rahim kencang dan memberi tekanan lebih pada ibu.

Tekanan Darah Tinggi

Bila Bunda mengalami tekanan darah tinggi, aliran darah ke bayi dari plasenta akan terganggu, dan menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi.

Konsumsi Obat Terlarang dan Alkohol

Konsumsi obat-obatan dan alkohol selama hamil akan mempengaruhi pertumbuhan bayi dan berdampak pada berat badannya. Alkohol dan narkotika melepas bahan kimia berbahaya di plasenta yang mengganggu persediaan oksigen untuk bayi dan karenanya menghambat pertumbuhan dan perkembangannya.

Masalah Plasenta

Bila Bunda mengalami masalah terkait plasenta, baik plasenta pervia dimana posisi plasenta di rahim menutup serviks atau preeklampsia dimana Bunda mengalami komplikasi kehamilan, hal tersebut bisa mempengaruhi aliran darah dan nutrisi ke janin, sehingga membuat bayi memiliki berat badan lahir rendah.

Diabetes

Diabetes biasanya terkait dengan bayi besar, tapi juga menyebabkan persalinan prematur di beberapa kasus yang akan mempengaruhi berat badan lahir bayi.

Abnormal pada Serviks

Serviks yang abnormal bisa menstimulasi kelahiran prematur sehingga menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi. Tapi dokter mengatasi kondisi ini dengan menggunakan teknik jahitan yang disebut cerclage, dan Bunda disarankan untuk menjalani bed rest total selama melakukan perawatan tersebut.

Dengan penanganan tepat, beberapa bayi bisa berhasil mengatasi berat lahir rendah dalam beberapa bulan pertama. Kuncinya, Bunda jangan cemas bila dokter memberitahu tentang berat bayi yang rendah. Kecemasan Bunda tidak membantu menambah berat badan bayi.

Bila situasi semacam ini sedang Bunda alami, jangan sungkan untuk bicara pada bidan atau dokter. Terpenting, cintailah tubuh Bunda dan usahakan untuk tetap hidup sehat baik fisik maupun mentalnya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Boleh Saja Memakai Peralatan Plastik untuk Si Kecil, Asal…

gambarpertama

Si kecil mulai memasuki masa dimana MPASI diperlukan. Bunda pasti menyambutnya dengan perasaan gembira dan berharap masa-masa ini akan jadi momen yang menyenangkan. Apalagi ini tandanya si kecil tengah siap menikmati tahapan baru dalam perkembangannya. Satu hal yang mungkin kurang diperhatikan oleh para orangtua yaitu soal peralatan yang sering digunakan selama proses pemberian MPASI nih Bun.

Seringkali untuk fase MPASI, orang tua memberikan bahan makanan berbahan plastik pada si kecil. Piring, mangkuk, sendok, garpu, gelas, bahkan celemek plastik. Alat makan berbahan plastik memang memberikan kenyamanan. Selain alasan tidak mudah pecah, bahan ini juga ringan dibandingkan dengan bahan gerabah, gelas, atau stainless.

Dibandingkan dengan peralatan makan berbahan kayu, permukaan plastik yang rata dan halus memiliki kelebihan. Serat kayu pada permukaan peralatan makan dari kayu berpotensi menyakiti si kecil. Tapi bicara soal peralatan plastik, coba Bunda amati, apakah peralatan makan anak dari plastik memang aman? Cermati unsur-unsur berikut untuk memastikan bahwa peralatan makan plastik yang Bunda beli aman untuk sang buah hati ya.

Pertama, Cobalah Perhatikan, Adakah Label Food Grade Sebelum Membeli Peralatan Tersebut?

Peralatan makan berbahan plastik memang melibatkan unsur kimia. Tapi Bunda tak perlu khawatir kalau semua yang dari plastik tak aman untuknya. Demi memastikan bahwa peralatan makan dari plastik bisa dipakai untuk si kecil, pastikan Bunda membeli yang berlabel food grade. Peralatan makan dengan label ini tidak mengandung toxic dan aman untuk aktivitas konsumsi.

Coba Perhatikan Juga Bun, Adakah Keterangan BPA-Free?

BPA (Bisphenol-A) adalah zat kimia sintetis yang sering digunakan pada peralatan makan berbahan plastik agar terlihat lebih bening dan strukturnya lebih keras atau kokoh. Beberapa studi menyatakan bahwa BPA dapat menjadi faktor pengganggu hormon pada masa pertumbuhan anak.

Selain itu, BPA juga berpotensi menganggu metabolisme tubuh lho Bun. Nah, untuk mengetahui kandungan BPA dalam peralatan makan Bunda, coba yuk Bun cari simbol segitiga yang biasanya ada di bagian bawah peralatan makan berbahan plastik.  Jika di dalam simbol segitiga bertuliskan nomor 7 atau ada tanda huruf PC, maka peralatan tersebut mengandung BPA. Umumnya peralatan makan yang BPA-free berwarna sedikit kusam dan agak lentur.

Peralatan Plastik Perlu Memiliki PP 5, Bun!

Selain simbol segitiga yang mencantumkan kandungan BPA, peralatan makan juga mencantumkan PP (Polypropylene).PP merupakan material plastik yang aman untuk aktivitas konsumsi karena memiliki ketahanan kimia yang baik, daya serap air rendah, dan tahan terhadap unsur asam dan basa. Material plastik dengan PP 5 tahan panas, dapat dicuci ulang, serta dapat digunakan berkali-kali dalam jangka waktu lama.

Dan yang Pasti Bebas PVC

Tak hanya BPA nih Bun, kandungan lainnya yang perlu dihindari yaitu PVC atau Poly Vinyl Chloride. PVC merupakan material plastik yang umumnya digunakan untuk pembuatan bahan bangunan. Sejauh ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak terpapar senyawa kimia ini dapat menyebabkan kanker. Untuk itu, sekalipun Bunda hendak membeli peralatan makan berbahan plastik, pikirkan lagi soal bahan-bahan pembuatnya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Jika Si Kakak Cemburu Pasca Kelahiran Sang Adik, Ini yang Harus Bunda Lakukan

Punya anak kedua itu tantangan tersendiri ya Bun. Apalagi kalau jarak usia antara si kakak dan adiknya tak jauh berbeda. Bukan hanya Bunda dan Ayah yang mempersiapkan diri, sebab si sulung pun juga. Terlebih di usia balita, biasanya anak masih membutuhkan perhatian ekstra dari orangtuanya.

Tidak ada yang melarang bila Bunda memang memiliki program untuk menambah momongan dengan jarak usia yang tak jauh dari si sulung. Tapi pastikan Bunda sudah tahu cara menangani rasa cemburu yang dimunculkan sang kakak saat Bunda memberitahukan kalau ia akan kedatangan seorang adik.

Apalagi banyak cerita kalau balita justru tidak senang dan ‘menolak’ kehadiran adik barunya. Karenanya, Bunda perlu memberikan pengertian kepada Si Kecil sejak adiknya masih di dalam kandungan.

Berikut tipsnya:

  1. Tak usah khawatir bila si sulung berubah perasaannya dalam beberapa minggu atau bulan. Tetap lah bersabar dan Bunda cobalah pahami perasaannya. Beritahukan dengan pelan-pelan bahwa keberadaan adiknya kelak bukanlah sebagai saingan melainkan jadi teman tumbuh bersama.
  2. Merasa terancam akan kedatangan adik baru adalah perasaan normal yang dialami si sulung. Bunda bisa membuatnya tak merasa terancam dengan melibatkannya dalam kehamilan Bunda. Izinkan sang kakak untuk merasakan tendangan kaki bayi di perut Anda. Jelaskan kepadanya mengenai bayi yang akan lahir dan ceritakan bahwa ia dulu juga pernah berada di dalam perut Anda.
  3. Sebelum Bunda ke rumah sakit untuk bersalin, jelaskan terlebih dahulu kepadanya bahwa sebentar lagi adiknya akan lahir. Jelaskan pula siapa yang akan menemaninya saat Bunda dan suami harus ke rumah sakit. Dengan begini, ia tak akan merasa dilupakan atau tersaingi oleh kehadiran sang adik.
  4. Saat adiknya lahir dan setiap perhatian tamu terpusat pada bayi yang baru lahir, Bunda jangan sampai lupa untuk tetap memberikan perhatian kepada Si Kakak. Misalnya, saat tamu memuji bayi baru Anda, katakanlah bahwa ia secantik dan sepintar kakaknya.
  5. Jangan ragu untuk sertakan juga si kakak saat merawat adiknya. Minta bantuannya untuk mengambilkan baju atau popok bayi. Puji ia di depan adik barunya.
  6. Kadang, kakak merasa dituakan dan bisa bersikap agresif terhadap adiknya dengan memukul, menggigit, atau mendorong. Bun, saat menghadapi situasi semacam ini, cobalah katakan dengan tegas namun lembut, bahwa ia tidak boleh menyakiti adiknya.
  7. Luangkan waktu Bunda untuk si kakak dan katakan bahwa ia tetap bagian terpenting dalam hidup Anda. Berikan waktu, serta perhatian khusus bersamanya setiap hari.
  8. Saat adiknya sudah bisa tertawa dan bercanda, buat permainan bersama antara Si Kakak dan adik barunya, seperti cilukba, bernyanyi bersama, dan sebagainya. Dengan begitu, si sulung pun akan menyadari bahwa adiknya adalah teman bermainnya.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top