Kesehatan Ibu & Anak

Ibu Menyusui Boleh Lho Mengonsumsi Masakan Lebaran

adult-bar-beautiful-1537635

Bun, lebaran rasanya tak lengkap tanpa kehadiran beragam hidangan khas seperti ketupat, opor, atau bahkan rendang. Hidangan dengan kuah santan, penuh lemak, sampai bercita rasa pedas mudah ditemukan saat lebaran. Menu-menu tertentu seperti gulai dan sambal goreng mungkin tak pernah absen di meja makan Bunda setiap tahunnya.

Namun bagaimana bila Bunda tengah menyusui. Pasti Bunda turut memikirkan, adakah efek yang akan dirasakan dengan mengonsumsi makanan-makanan saat lebaran?

Tenang Bun, pahami dulu tentang ASI. Pertama, Bunda harus mengetahui kalau rasa dan aroma ASI memang dapat berubah bila dipengaruhi makanan yang Bunda makan. Karenanya, bayi yang minum ASI biasanya sudah terlatih mengembangkan banyak rasa dari beragam makanan yang Bunda makan, termasuk makanan bersantan dan rasa pedas.

Kendati begitu, perubahan rasa pada ASI tak langsung menimbulkan risiko pada bayi secara langsung atau membuat si kecil mencret atau diare. Justru mengkonsumsi makanan pedas berlebihan sesungguhnya hanya berisiko pada diri Bunda sendiri, karena dapat memicu timbulnya diare atau gangguan pencernaan lainnya.

Berdasarkan informasi dari laman Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), ibu menyusui sebenarnya bebas memilih jenis makanan yang disukai. Tapi ingat, harus tetap memperhatikan kandungan gizi dari makanan tersebut ya, Bun. Asalkan tidak berlebihan, mengkonsumsi makanan bersantan dan berbumbu pedas, seperti rendang atau sambal goreng kentang sebenarnya aman-aman saja bagi ibu menyusui.

Dan perlu dicatat, menjaga kesehatan di masa-masa menyusui itu penting. Untuk itu, sah-sah saja mengonsumsi banyak menu di saat lebaran asal porsinya tak berlebihan. Sebab menu saat lebaran terutama yang pedas tentu rentan membuat Bunda mengalami diare atau gangguan pencernaan. Kondisi ini dapat menyebabkan Bunda akhirnya mengalami dehidrasi sehingga menurunkan kualitas ASI.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tips Bangunkan Si Kecil Tak Perlu dengan Suara Keras, Bun

bed-child-cute-101523 (2)

Salah satu tantangan orangtua yang buah hatinya sudah mulai sekolah adalah cara membangunkan si kecil di pagi hari. Bahkan kadang si anak bisa saja mengamuk bila dibangunkan pagi-pagi nih Bun. Ternyata ada tips tersendiri supaya si kecil lebih mudah dibangunkan nih Bun. Pertama, orangtua perlu memperhatikan jam tidur si kecil di malam hari. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan 10-13 jam tidur agar saat pagi bangun dengan segar.

“Jadi kita lihat kalau anak bangun jam 6 pagi dan tidak segar, berarti jam tidurnya harus dipercepat lagi,” jelas Andyda seperti dikutip dari Liputan6.com.

Jam tidur yang cukup sangat diperlukan untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kurang tidur dapat menganggu kemampuan anak untuk belajar. Selain itu, kurang tidur mengganggu emosi sehingga menyebabkan gangguan mood, kecemasan, hiperaktif dan berbagai gangguan perilaku lainnya pada anak.

Mengingat pentingnya tidur bagi kesehatan anak, maka orangtua perlu memprioritaskan tidur sebagai ritual utama keluarga. Bagi orangtua yang bekerja dan pulang larut malam, maka bisa menugaskan kepada orang di rumah yang mengasuh anak untuk mengajak anak tidur pada jamnya.

Bisa dimulai dengan membacakan cerita, mendongeng, atau mendampingi anak hingga anak tertidur lelap kata Andyda. Menyanyikan lagu atau membaca dongeng dengan menyenangkan dapat membantu anak untuk bisa tidur lebih cepat dan bangun dengan segar.

Bangunkan secara perlahan

Bun, tak semua orang merasa nyaman karena terbangun lantaran suara keras atau tubuh diguncang-guncang. Begitu juga dengan si Kecil. Karenanya, sediakan waktu untuk membangunkan si Kecil sehingga Bunda bisa membangunkannya dengan perlahan.

Misalnya dengan memberi pelukan, menggosok punggungnya atau mengajaknya bangun dengan nada suara yang gembira. Biasakan untuk membangunkan si Kecil 5-10 menit lebih awal dari waktu bangun sehingga Bunda punya cukup waktu untuk membangunkannya secara perlahan.

Pasang musik kesukaannya

Cara membangunkan anak ini lebih efektif dari yang Bunda bayangkan, lho. Pasang saja musik kesukaanya yang berirama gembira atau energik agar suasana hati anak menjadi gembira saat ia terbangun. Tentunya secara berkala Bunda perlu mengganti lagunya, ya. Tapi tenang saja, Bunda tak akan pernah kehabisan stok lagu, kok.

Beri reward jika ia bisa bangun pagi tanpa kesulitan

Tak ada salahnya kok Bun, membuat kesepakatan dengan si kecil mengenai reward untuk bangun di pagi hari yaitu dengan memberikan pujian bahwa ia berhasil bangun pagi dengan tertib.

Beri waktu adaptasi setelah liburan

Nah, biasanya yang lebih menantang adalah bagaimana cara membangunkan anak pagi hari setelah liburan panjang. Karenanya, sebaiknya seminggu sebelum liburan berakhir anak sudah mulai dibiasakan untuk bangun lebih pagi daripada biasanya sehingga ia ada waktu untuk beradaptasi kembali dengan rutinitas pagi di hari sekolah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Simak Bun, Cara Mendapat Anak Laki-laki Bagi Para Pasutri

Cara mendapatkan bayi laki-laki

Bun, sebagai pengantin baru tentu saja wajar bila Bunda atau pasangan langsung terpikir untuk memiliki momongan. Nah, ada orang bilang, guna mendapatkan momongan, tentu perlu usaha ya Bun. Dalam arti begini, agar bisa hamil cepat, maka Bunda harus berada di waktu yang tepat dimana terdapat telur dan sperma sehingga terjadi pembuahan nih Bun.

Sementara itu, kemauan lain calon orangtua biasanya soal jenis kelamin bayi. Untuk dapat hamil bayi laki-laki, Bunda dan suami dapat mengupayakan beberapa hal ini.

1. Tak Ada Salahnya Mencoba Posisi berdiri

Posisi seks ternyata membawa pengaruh pada jenis kelamin janin Bunda kelak. Bila mendambakan anak laki-laki maka tak ada salahnya mencoba berhubungan badan dengan posisi berdiri. Banyak orang percaya, dengan menerapkan posisi ini, maka peluang mendapatkan anak laki-laki semakin besar.

Faktanya, posisi berdiri akan membuat penetrasi saat berhubungan jadi lebih dalam sehingga sperma pun lebih dekat mencapai sel telur, Bun. Selain itu, posisi laki laki di atas juga dipercaya akan memudahkan untuk terbentuknya janin laki-laki.

2. Lelaki Harus Memperbanyak Konsumsi Kopi

Sekalipun terdengar unik, ternyata kopi yang mengandung kafein dipercaya dapat memudahkan Bunda dan suami mendapatkan janin berjenis kelamin laki-laki. Minta ayah mengonsumsi kopi 30 menit sebelum berhubungan intim, pakar kesehatan mengatakan, sperma yang membawa kromosom laki-laki akan cenderung memiliki performa yang jauh lebih baik dalam mencapai sel telur.

3. Pertimbangkan Juga Waktu Berhubungan Seksual

Tahukah Bunda, ternyata melakukan hubungan seksual di masa-masa mendekati masa ovulasi. Sperma kromosom Y (laki-laki) memliki sifat lebih cepat, agresif dan lincah dibanding sperma X (perempuan). Sementara itu, sperma X (perempuan) lebih lambat namun lebih kuat dan lebih bertahan lama sehingga jika ingin memiliki anak perempuan, hubungan seksual harus dilakukan 2 hingga 4 hari sebelum masa ovulasi.

Namun demikian, sangat sulit untuk memprediksi secara tepat waktu ovulasi wanita. Tingkat keberhasilannya tidak dapat dibuktikan dengan pasti, karena pada dasarnya kesempatan untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan adalah 50:50.

4. Pastikan Asupan Nutrisi Tercukupi dengan Baik

Ada sebuah studi yang mengungkapkan jika sekelompok wanita yang banyak melahirkan anak laki-laki dibanding wanita lainnya–karena asupan sereal dan makanan yang kaya akan kandungan potasium satu tahun sebelumnya.

Kendati para ahli belum bisa memastikan apakah asupan kalori atau potasium yang turut memengaruhi jenis kelamin, setelah melakukan percobaan dengan hewan, yaitu induk yang memperoleh cukup makanan tersebut melahirkan jenis kelamin jantan.

Sedangkan yang kurang memperoleh makanan melahirkan betina. Satu lagi, cobalah meningkatkan asupan makanan yang mengandung natrium dan kalium melalui menu-menu makanan asin, telur, dan daging merah, Bun.

5. Pastikan Bunda Mencapai Orgasme

Salah satu cara yang efektif guna mendapatkan anak laki-laki adalah sang istri harus mendapatkan orgasme. Ya Bun, orgasme akan memicu produksi cairan vagina bersifat basa yang bisa membantu sperma kromosom Y bertahan hidup lebih lama.

Namun, kondisi basa ini menciptakan lingkungan yang kurang bersahabat bagi sperma X (perempuan). Selain itu, orgasme wanita juga memudahkan gerak sperma menuju serviks. Kondisi ini memfasilitasi sperma anak laki-laki untuk merebut satu-satunya kesempatan untuk membuahi sel telur.

6. Kondisi fisik dan mental Juga Berpengaruh

Saat seorang wanita mengalami stres yang cukup berat, maka tubuhnya akan mengalami peningkatan hormon kortisol dan testosteron. Kondisi inilah yang kemungkinan memengaruhi sel telur untuk lebih mudah menerima sperma pembawa anak laki-laki.

Bahkan ada penelitian yang mengungkap bila beban kerja dan polusi yang dialami pria dapat mempengaruhi jenis kelamin anaknya kelak. Jadi, semakin tinggi stres kerja atau polusi, maka akan lebih tinggi kemungkinan memiliki anak perempuan.

7. Frekuensi hubungan seksual

Salah satu cara membuat anak laki laki yaitu dengan sering melakukan hubungan seksual. Semakin sering Anda melakukan hubungan seks, maka kemungkinan memiliki anak laki-laki semakin tinggi. Sebab, sperma untuk anak laki-laki lebih ringan, dengan kepala lebih kecil, dan buntut lebih pendek akan lebih mudah berenang menuju sel telur.

8. Usia

Usia juga menjadi faktor penentu pasangan berpeluang mendapatkan anak laki-laki atau tidak.  Semakin tua pasangan maka kemungkinan untuk memiliki anak perempuan lebih tinggi. Hal ini antara lain disebabkan pengaruh hormon pada wanita di atas usia 35 tahun. Selain itu, kualitas dan jumlah produksi sperma pada pria di atas 40 tahun juga bisa memengaruhi.

9. Bayi Tabung

Diantara sederet cara, maka yang dinilai akurat adalah dengan mengikuti program bayi tabung. Namun kendalanya,  program bayi tabung butuh biaya yang lumayan tinggi dan prosesnya juga cukup rumit. Cara ini juga pada umumnya hanya digunakan sebagai pilihan terakhir saat semua cara mencoba kehamilan tidak kunjung berhasil. Jika Bunda tertarik untuk menjalani prosedur ini, maka mulailah berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan.

10. Buat Kalender Ovulasi

Seorang pakar kandungan, Landrum menyarankan,  bila hendak mendapatkan bayi laki-laki maka baiknya bercinta dilakukan di waktu mendekati masa ovulasi. Misalnya apabila masa ovulasi perempuan bermula di tanggal 26, maka lakukanlah hubungan intim di tanggal 25, 26, dan 27. Kemudian setelah itu, pastikan untuk tidak terlalu sering bercinta, Bun.

11. Mengonsumsi Makanan dengan Kalori Lebih Tinggi

Beberapa penelitian mengatakan para wanita yang mengonsumsi sarapan sehat dan 2.000 kalori setiap harinya ketika sedang dalam program mendapatkan anak laki-laki, akan menambah peluang keberhasilan Bunda mendapatkan anak laki-laki.

Untuk itu, pilihlah makanan yang tinggi energi seperti pisang, ikan dan sayuran. Sementara itu, Dr Ava Cadell, terapis cinta dan seks mengatakan, dengan mengatur konsumsi makanan tentu dapat meningkatkan kemungkinan wanita untuk mengandung anak laki-laki.

12. Pakaian Nyaman

Salah satu faktor yang berpengaruh yaitu pakaian ayah. Karena faktanya kromosom Y tidak tahan dengan suhu panas, maka disarankan agar si laki-laki memakai pakaian yang nyaman dan berbahan dingin. Kenapa? Agar area gential dapat terjaga dengan suhu dingin sehingga sperma dari gen laki-laki tersebut dapat bertahan lebih lama, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Walau Sudah Diberi MPASI, Berat Badan si Kecil Tak Kunjung Naik, Kenapa ya?

baby-baby-eating-chair-973970 (2)

Berat badan bayi jadi salah satu hal yang jadi prioritas Bunda saat membesarkan dan memantau tumbuh kembang si kecil. Bila berat badan si kecil tak sesuai grafik atau standar bayi seusianya, orangtua sering merasa sangat khawatir. Di usia enam bulan biasanya berat badan bayi memang fluktuatif. Bunda sering khawatir saat berat badan si kecil stagnan padahal ia sudah mengonsumsi MPASI. Kira-kira apa penyebabnya ya Bun?

Mengutip dari Kumparan.com, ahli gizi dr Tan Shot Yen mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Bunda memberikan MPASI, sebab kalau satu faktor saja terlewat, maka hal ini bisa jadi pemicu berat badan si kecil tak kunjung bertambah. Nah, hal apa saja? Berikut ini paparannya, Bun.

Pemberian MPASI Harus Pas dengan Umur si Kecil

Memberi MPASI tak boleh sembarangan ya Bun. Usia menjadi titik awal si kecil boleh atau tidak diberikan MPASI. Bunda dapat memberikan MPASI padanya bila si kecil makan ditandai dengan tanda-tanda berikut: bisa meraih makanan yang dimasukkan ke mulut, sebab koordinasi mata mulut dan tangan sudah ada, duduk dengan kepala yang dapat tersangga tubuh, tertarik pada makanan yang dilihatnya ketika orang lain sedang makan, dapat menelan makanan, sebab jika tidak, risiko tersedak atau dikeluarkan lagi.

Menu MPASI Sudahkah Memenuhi Kebutuhan Gizi Harian?

Bun, sudahkah Bunda memperhatikan dengan detail setiap menu MPASI yang akan diberikan pada si kecil? Bunda perlu tahu, MPASI yang baik untuknya adalah menu yang terdiri dari variasi bahan empat bintang meliputi karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serta sayur dan buah.

Jadi, kalau si kecil berat badannya tak kunjung bertambah sekalipun ia sudah diberikan MPASI, mungkin ini saatnya Bunda memberikan varian menu MPASI yang lebih sehat.

Pastikan Tekstur Makanan dan Takarannya pun Tak Bunda Lewatkan Ya

Memberikan MPASI itu bertahap ya Bun. Pertama, mulailah dengan memberikan bubur saring. Kemudian kalau sudah beberapa waktu, gantilah menunya menjadi nasi tim cincang sampai akhirnya si kecil makan dengan menu yang sama dengan keluarga.

Selain tekstur, takaran pun juga perlu diperhatikan. Bunda perlu mengetahui, kebutuhan pangan si kecil tepat dengan kebutuhan makro dan mikronutrien. Jadi bukan hanya variasi 4 bintangnya, tapi jumlah bahan dan kualitas bahan yang dipilih mampu mencegah kekurangan zat besi dan mineral lainnya yang dibutuhkan saat tumbuh kembang.

Perhatikan Waktu atau Pola Pemberian MPASI-nya Juga

Bun, supaya si kecil tumbuh sehat dengan MPASI, maka pemberian MPASI bisa rutin hingga 3 kali sehari dengan selingan buah sementara ASI jalan terus. Selain itu, perhatikan kebersihan MPASI menjadi syarat mutlak, karena jangan sampai tujuan pemberian makan yang mestinya memastikan tumbuh kembang bayi, malah menjadi petaka karena diare.

Dari keempat hal tersebut, sudahkan Bunda memenuhi kebutuhan MPASI si kecil dengan baik? Kalau berat badannya tak kunjung naik, mungkin saja hal itu bisa menjadi pemicu alasan berat badan si kecil tidak naik sesuai grafik pertumbuhan. Bahkan bukan hanya berat badannya saja yang tidak naik, tinggi badan si kecil juga bisa berpengaruh.

Untuk membantu berat badan si kecil naik sesuai dengan grafik pertumbuhan, orangtua harus segera mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya supaya tumbuh kembang si kecil tidak mengalami masalah yang serius ya Bun.

Selain itu, sebagai orangtua pun Bunda juga perlu lebih bijak dan tidak berbangga dengan kuantitas makanan yang dimakan oleh si kecil setiap harinya, tanpa memperhatikan kualitas dan kebersihannya. Sebab kata dia, kuantitas menjadi percuma bila kualitas dan kebersihan makanan yang diberikan kepada bayi buruk.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top