Kesehatan Ibu & Anak

Ibu Hamil Sebaiknya Rajin Konsumsi Ikan Karena akan Lahirkan Anak Ber-IQ Tinggi

ibumakanikan

Peneliti Spanyol menemukan, anak-anak yang terlahir dari ibu yang doyan makan ikan tiga sampai empat porsi ikan seminggu selama masa kehamilan, memiliki IQ lebih tinggi daripada mereka yang ibunya makan ikan lebih sedikit.

ibumakanikan

Penelitian yang dilakukan Centre for Research in Environmental Epidemiology di Barcelona, Spanyol, ingin menunjukkan, mengonsumsi ikan selama kehamilan dapat membantu mengurangi risiko melahirkan anak yang autisme.

“Konsumsi lemak ikan selama kehamilan menyediakan manfaat neuropsikologi anak, termasuk perbaikan dalam fungsi kognitif dan perlindungan dari sifat spektrum autisme,” kata peneliti utama Jordi Julvez dikutip dari situs Times of India, Rabu (10/2/2016).

Ikan tuna ternyata memiliki manfaat yang besar sehingga mereka menganjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan

Hal yang mengejutkan para peneliti adalah ikan tertentu seperti tuna ternyata memiliki manfaat yang besar sehingga mereka menganjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan.

Meski rentan mengandung merkuri, tuna memiliki DHA, asam lemak omega-3 yang besar dan berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak.

“Dampaknya mungkin berasal dari merkurinya. Tapi (ikan) ini lebih bermanfaat untuk bayi ketimbang efek merkurinya,” kata Julvez yang telah menerbitkan penelitian tentang kebiasaan makan ikan ini ke dalam The American Journal of Epidemiology.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ibu Hamil Sebaiknya Rajin Konsumsi Ikan Karena Akan Lahirkan Anak Ber-IQ Tinggi | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menjadi Ibu Tanpa Harus Kehilangan Jati Diri Setelah Melahirkan Si Buah Hati

Tadinya bunda mungkin berpikir, jika berbagai persoalan saat hamil akan usai ketika si kecil lahir. Padahal faktanya tidaklah demikian, pasca melahirkan mau tak mau kita memang harus beradaptasi. Apalagi jika ini adalah pengalaman pertama, berbagai macam keluhan dan rasa tak percaya mungkin masih akan sering bunda rasakan.

Bahkan berdasarkan data yang didapat dari Boldsky, hampir 75 persen perempuan mengalami postpartum blues, yakni semacam perubahan suasana hati, depresi, kelesuan, lekas marah, frustrasi, insomnia, menangis, dan berbagai macam gejala tertentu lainnya.

Ini adalah sesautu yang wajar tentunya, sebab selain rasa bahagia karena kini sudah bisa melihat sang anak di pangkuan kita, ada hal-hal lain yang juga perlu dipertimbangkan sebagai ibu muda yang baru saja melahirkan. Bagaimana kita akan tetap jadi diri sendiri, atau berubah jadi orang asing yang mungkin tak bisa kita kenali.

Menerima Masukan dari Banyak Orang Itu Wajar, Tapi Bunda Boleh Memilah Mana Yang Prioritas

prioritas

“Waktu ibu dulu, menyusui cukup dengan begini, tidak perlu begitu” atau “Kalau sekarang harus begitu, jangan begitu”.

Tak hanya faktor ekonomi dan situasi yang sudah berubah, ada berbagai macam hal lain yang memang tak bisa kita samakan dalam hal mengurus anak. Seba biar bagaimanapun setiap anak datang dengan pembawaan yang berbeda. Barangkali apa yang dikatakan oleh ibu kita berlaku pada zamannya, namun tak selalu bisa diterapkan untuk si kecil yang lahir di era sekarang.

Semua masukan jelas baik, biar bagaimanapun mereka opini yang mereka berikan wajib dihargai. Namun menjadi seorang ibu, bunda tak harus mendengarkan semuanya. Bijaklah dalam hal memilah-milah informasi yang ada, dan sesuaikan dengan kondisi si kecil pula. Sebab seorang ibu, pasti tahu yang terbaik untuk anaknya.

Wajar Kalau Bunda Merasa Gundah, Sebab Ini Jadi Peran Baru yang Belum Pernah Ada Sebelumnya

gundah

Lupakan dulu foto-foto manis dari wajah sumringah ibu-ibu muda yang sering bunda lihat di sosial media. Sebab dibalik itu semua ada berjuta-juta kekhawatiran yang kadang tak bisa dijelaskan.
Bahkan berdasarkan sebuah riset, perempuan sekarang banyak mengalami kesulitan setelah melahirkan. Dengan catatan, ada sekitar 52% mengaku merasa kehilangan identitas diri setelah melahirkan, 55% mengakui bahwa mereka tidak terbiasa dengan fakta bahwa mereka sudah tidak bisa lagi keluar kapan saja, dan 24% berkata bahwa menyusui adalah sebuah tantangan.

Namun menariknya, ada sekitar 8 dari 10 ibu juga mengatakan bahwa mempunyai anak adalah ‘hal terbaik yang pernah mereka lakukan’, dengan kata lain aspek positif dari menjadi ibu jauh melebihi aspek negatif. Maka saat ini, sesuatu yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita tetap menjadi diri sendiri dengan status baru sebagai ibu.

Situasi yang Tak Lagi Sama, Mengubah Kita Selalu Berusaha Untuk Jadi Ibu yang Sempurna

ibu sempurna

Beberapa saat setelah menjadi ibu, ada banyak hal yang tak lagi bisa kita lakukan seorang diri. Bahkan kerap membuat kita merasa telah bersalah pada pasangan, hanya karena tak lagi bisa menyiapkan sarapan, hingga pernah merasa sedih jika suatu kali emosi tak bisa diatasi. Tak perlu merasa khawatir secara berlebihan, sebab ini semua adalah sesuatu yang wajar bun.

Tetap lakoni semua hal semampu yang kita bisa, dengan tetap memastikan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang terbaik dari segala yang ada. Masa-masa ini memang sering membuat gundah, namun juga membuat kita belajar setiap harinya.

Banyak Hal yang Mesti Dipertimbangkan, Salah Satunya Destinasi Tujuan Saat Ingin Bepergian

destinasi

Ruang lingkup yang baru, jelas membawa kita pada aktivitas yang baru pula. Bunda tak lagi bisa bepergian keluar meski hanya bertemu teman, hingga mengontrol asupan makanan yang jelas berpengaruh pada kesehatan, hingga kegiatan lain yang harus dilakukan demi mendukung pengetahuan agar menjadi orangtua yang baik untuk dia yang tersayang.

Dan tempat bepergian jadi sesuatu yang memang wajib untuk dipikirkan. Katakanlah bunda dan keluarga berencana akan menghabiskan akhir pekan di luar bersama keluarga. Tak hanya jenis makanan, dan posisi tempatnya saja. Hal lain yang kadang harus diperhatikan jelas situasi tempat dan fasilitas yang disajikan pula. Perkara seperti ini jadi salah satu contoh sederhana yang memang harus kita pertimbangkan, ketika sudah menjadi orangtua.

Untuk Itu Buba and Bump Hadir Sebagai Destinasi yang Nampaknya Patut Untuk Dikunjungi

launching buba

Banyak dari bunda mungkin masih merasa kebingungan, tentang tempat asik yang akan menjawab semua keresahan. Tapi berita baiknya, saat ini ada tempat pilihan yang bisa jadi destinasi All in one untuk bunda, keluarga dan si kecil tentunya yakni Buba and Bump Jakarta.

Hadir sebagai jawaban atas keresahan yang mungkin selama ini bunda rasakan ketika menjadi ibu mulai kehamilan hingga pasca melahirkan, Buba and Bump jadi satu-satunya tempat yang memberikan kenyamanan dan edukasi mengenai 1000 hari pertama si kecil. Sebab di sini, bunda juga menemukan berbagai macam workshop edukasi untuk calon ibu, orang tua, bayi, dan balita.

Bahkan fasilitas yang tersedia pun kian beragam, mulai dari kamar nursery untuk ibu dan bayi, area bermain untuk bayi dan balita, kafe sehat untuk orang dewasa dan anak-anak, hingga toko bayi premium.

Dan Tak Berhenti Di situ Saja, Di sini Bunda dan Si Kecil Bisa Belajar dan Menikmati Waktu Bersama Keluarga Seperti Di rumah

seperti di rumah

Tak bisa dipungkiri memang jika rumah jadi satu-satu tempat yang akan membuat kita merasa nyaman dan aman selama beraktivitas seharian. Akan tetapi biar bagaimanapun, sesekali kebosanan pasti akan ada.

Hal itu pulalah yang mendasari ketiga founder yakni Priscilla Angriawan, Kimberly Sarah Yo, dan Cynthia Larasati untuk mendirikan Buba and Bump untuk para ibu dan keluarga. Karena Buba and Bump ingin menjadi partner yang melengkapi dan mempersiapkan para ibu dengan semua pengetahuan yang sedang butuhkan untuk memasuki masa-masa menjadi ibu.

Untuk itu ada berbagai macam kelas yang tersedia, dimulai dari Prenatal Yoga, Childbirth Education, Kelas Menyusui, dan Kelas Newborn Care yang diajarkan oleh Dokter dan instruktur yang sudah disertifikasi.

Dan tidak hanya itu, Buba and Bump juga menawarkan kelas bagi ibu dan orang tua untuk memperkuat ikatan antara buah hati dan orang tua seperti Music Engagement, Kelas Sensory, Kelas Mom & Baby Dance, Kids’ Yoga.

“Saya dulu bahkan sampai ke Singapur, demi belajar bagaimana jadi ibu yang baik untuk anak saya. Karena saya juga seorang ibu, jadi saya tahu bagaimana yang teman-teman butuhkan, seperti tempat pumping, makanan sehat, sampai tempat bermain untuk anak. Untuk itu Buba and Bump kami dirikan” kata Priscilla di acara pembukaan Buba and Bump, Jakarta pada Sabtu, 27 Januari 2018 lalu.

Sebab Bahagia Akan Semakin Sempurna Jika Si Kecil dan Keluarga Pun Turut Serta Bahagia

bahagia

Seperti yang tadi sudah disebutkan, Buba and Bump memang jadi destinasi All in One pertama yang akan memanjakan bunda dan si kecil bersama keluarga. Lupakan dulu janjian di mall dengan teman yang jelas akan membuat bunda kewalahan, sebab di sini bunda akan mendapatkan semua kebutuhan dalam satu lokasi.

produk bayi

Buba and Bump juga menyediakan produk-produk terbaik di pasaran, segala yang tersedia disini adalah produk yang telah dipilih secara seksama dan diberikan review positif oleh ibu-ibu lainnya. Pilihannya pun cukup beragam, mulai dari perawatan kulit bayi alami, pakaian buatan lokal yang unik, mainan edukatif hingga pompa payudara hospital grade dan masih banyak produk lainnya yang bermanfaat untuk 1000 hari pertama si kecil.

Menjadi ibu memang bukanlah peran yang mudah, namun Buba and Bump siap menemani bunda untuk menjalaninya agar lebih berwarna dan mudah #livingthemotherhood.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ibu Hamil Sebaiknya Rajin Konsumsi Ikan Karena Akan Lahirkan Anak Ber-IQ Tinggi | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Cara Jitu Manajemen ASI Eksklusif untuk Ibu Bekerja


Setelah masa cuti selama tiga bulan terlewati, mau tak mau Bunda harus kembali bekerja. Semua hal yang dahulu jadi kegiatan sehari-hari, kini akan kembali berjalan seperti biasa. Namun kali ini tantangannya mungkin agak sedikit berbeda, karena ada si buah hati yang masih membutuhkan ASI dari bunda untuk asupannya.

Terlebih bagi Bunda yang baru memiliki anak pertama, tentu ini akan jadi hal yang mendebarkan. Karena mengingat ini pengalaman pertama memberikan ASI. Momen ini akan jadi membuat Bunda didera bermacam-macam perasaan. Mulai dari takut, bingung, khawatir stok ASI tak akan cukup, hingga pada kualitas ASI yang tentu berpengaruh tumbuh kembangnya.

Tapi tentunya beragam kekhawatiran itu tak akan menghentikan Bunda memberikan ASI. Curahan kasih sayang lewat ASI yang terbagi selama ini masih membalut romansa Bunda dan si kecil. Pengalaman memberikan asupan terbaik lewat ASI pasti ingin bunda lakukan hingga waktu paling optimal. Nah, supaya pengalaman memberi ASI ini bisa tetap berlangsung ketika bunda melanjutkan aktivitas bekerja, berikut beberapa hal yang perlu dicermati.

BreastFeeding_1_054_EBP_rgb

Langkah Awal Tenangkan Diri, Karena Relaksnya Perasaan Akan Mempengaruhi Produksi ASI

Ketika melakukannya pertama kali memang tidak akan mudah. Bunda bisa saja merasa gugup, takut dan bahkan malu. Belum lagi bayang-bayang si kecil akan melintas di kepala yang bisa jadi membuat Bunda merasa sedih dan jadi lebih tertekan.

Padahal kuncinya adalah Ibu Nyaman ASI Lancar. Karena masalah kecemasan seperti ini bisa mempengaruhi produksi ASI yang keluar loh Bun. Kondisi tubuh yang sedang stres atau tak nyaman, bisa berujung pada berhentinya produksi ASI.

Karena itu, hal pertama yang harus Bunda lakukan adalah menenangkan perasaan dan pikiran terlebih dahulu. Tarik napas yang dalam dan resapi kondisi yang sedang bunda jalani. Bayangkan kebahagian si kecil dan sehatnya pertumbuhannya ketika bisa meminum ASI. Intinya, tidak perlu memaksakan diri, lakukan sebagaimana membuat Bunda nyaman.

 

Pelajari Interval Waktu Yang Pas Untuk Melakukan Pumping, Sekaligus Menjaga Stock Untuk Si Kecil

Untuk Bunda menyusui yang tinggal di rumah hanya perlu memerah ASI paling tidak setiap 8 jam sekali. Itu dilakukan jika produksi ASI terus berlimpah sementara konsumsi susu si kecil tidak sebanyak itu. Tujuannya agar payudara lebih nyaman, mencegah mastitis atau peradangan jaringan payudara, sekaligus untuk terus menjaga produksi ASI.

Lain ceritanya untuk Bunda yang bekerja. Menurut pakar laktasi, dr Wiyarni Pambudi, SpA, memerah ASI perlu dilakukan setiap 3 – 4 jam sekali atau sesuai dengan kebiasaan menyusui bayi. Selain untuk alasan mencegah peradangan dan menjaga produksi, percepatan interval ini juga bertujuan untuk menyiapkan stok ASI pada hari kerja berikutnya untuk bayi di rumah.

Cobalah mengkomunikasikan interval ini kepada orang-orang di sekeliling Bunda bekerja. Tujuannya apa? Agar kegiatan pumping ASI ini bisa berjalan mulus di sela-sela aktivitas bekerja. Jadwal meeting yang diatur rekan kantor misalnya, akan disesuaikan dengan interval ini. Beberapa deadline juga akan diatur menghindari interval ini.

 

Jika Memang Tempat Kerja Tak Punya Ruang Khusus Untuk Pumping, Bunda Bisa Mencari Ruangan Yang Benar-Benar Nyaman

Dari sekian banyaknya perusahaan di negara kita, rasanya masih sedikit kantor yang memang benar-benar peduli pada ibu menyusui. Ini terlihat dari kecilnya angka kantor-kantor yang menyediakan ruang khusus untuk pegawainya yang juga seorang ibu menyusui.

Tapi Bunda tak boleh putus asa, setidaknya pasti ada beberapa ruang yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bunda bisa memilih untuk menggunakan ruang istirahat yang diperuntukkan bagi perempuan, atau ruangan di mushola yang khusus diperuntukkan untuk perempuan bila ingin merasa lebih nyaman. Perhatikan pula kondisi sekitar, pastikan bersih dan tidak akan mengundang bakteri pada ASI yang akan disimpan.

 

Gunakan Metode Sight, Smell, Touch, Taste, Hearing dan Mind Untuk Membantu Proses Pumping Yang Nyaman

Bunda mungkin akan bingung jika harus memerah ASI tanpa stimulus apa-apa. Terlebih jika melakukannya bukan di ruangan yang desain interiornya dan suasananya khusus diperuntukan bagi ibu menyusui

Solusi mudahnya bunda bisa menggunakan metode Sight, Smell, Touch, Taste, Hearing dan Mind. Seperti apa itu? Strategi sight adalah melihat foto bayi yang disimpan di dalam handphone atau yang dicetak. Strategi smell dengan cara mencium aroma-aroma khas bayi seperti bedak bayi. Strategi touch adalah meraba payudara seolah-olah bayi sedang menyusui, strategi taste dengan cara merasakan kenyamanan ruangan, strategi hearing adalah dengan memutar suara-suara ocehan bayi dan strategi mind adalah membayangkan bayinya sendiri.

Dengan menerapkan metode ini Bunda akan dengan cepat menyesuaikan diri dengan proses pumping. Efeknya bunda akan lebih nyaman dan proses pumping bisa berjalan dengan lebih lancar.

asi menyusui

 

Peralatan Pumping Bak Amunisi Saat Perang, Jangan Sampai Ketinggalan Bun!

Banyak dari Bunda yang kebingungan mencari tahu teknik yang tepat untuk memompa ASI. Untungnya saat ini sudah ada alat yang didesain untuk memerah ASI sekaligus membuat Bunda tetap merasa nyaman. Misalnya Bunda bisa melirik produk dari Philips Avent untuk urusan yang pompa ASI ini. Asiknya Bunda bisa memilih produk Philips Avent yang manual atau yang sudah dilengkapi dengan fasilitas elektrik.

Contohnya tipe Comfort Manual Breast Pump SCF330/20. Tipe satu ini punya bantal pijat lembut dengan rasa hangat untuk menciptakan rangsangan yang lembut. Breastpump nyaman yang satu ini juga sudah termasuk botol (125ml) dan dot untuk memudahkan penyimpanan sekaligus proses menyusui.

Sementara untuk Bunda yang produksi ASI-nya banyak sementara waktu pumping lebih sedikit, bisa mencoba tipe Comfort Double Electric Pump SCF334/02. Tipe electric ini punya pompa ganda sehingga bisa memproduksi ASI dalam waktu lebih singkat. Meski begitu kenyamanan Bunda tetap terjaga karena metode pemerasannya dapat diatur dalam tiga tingkatan. Nah, Bunda bisa memilih dan menyesuaikan kebutuhan Bunda dengan beragam produk Philips Avent Indonesia secara lengkap di sini.

 

Setelah Diperah, Penyimpanan Dan Penyajian ASI juga perlu diperhatikan Ya Bunda

Tentunya yang tak kalah penting adalah proses penyimpanannya ya Bunda. Karena Produksi ASI yang baik tentunya akan menjadi sia-sia jika kita tak memahami cara penyimpanan yang tepat.

Perlu diperhatikan, pada suhu ruang sekitar 23 -25 derajat Celcius, ASI hanya bisa awet selama 4- 6 jam saja. Pada suhu 15 derajat Celcius, ASI dapat bertahan sampai 24 jam. Pada suhu kulkas sekitar 4 derajat Celcius, ASI akan bertahan sampai 3 – 8 hari.

Setelah diperah, ASI sebaiknya disimpan dalam wadah botol kaca, stainless atau plastik. Ingat ya Bunda seluruh wadah penyimpanan itu harus terbuat dari bahan khusus foodgrade. Agar tak ragu Bunda bisa juga memilih produk dari Philips Avent yang sudah menjamin kualitasnya.

Untuk pengalaman natural si kecil Bunda bisa saja memilihkan tipe botol Natural Feeding Bottle SCF690/27 dari Philips Avent. Karena produk satu ini sudah dilengkapi dot yang lembut, anti kolik yang tentunya nyaman untuk si buah hati. Bunda juga bisa memilih produk peralatan ibu bayi lainnya dari Philips Avent di sini.

 

Dan Bila Sedang Berada Bersamanya, Utamakan Untuk Menyusui Si Kecil Secara Langsung Ya Bun!

Hal penting lain yang memang perlu untuk Bunda lakukan adalah menyusui anak secara langsung saat sedang bersama. Baik itu pada malam hari atau ketika sedang berada di rumah saat akhir pekan. Bunda juga bisa dengan leluasa menyusui si kecil hingga dia merasa kenyang, sesaat sebelum berangkat kerja.

Bunda tak perlu merasa takut kalau aktivitas ini akan menganggu kinerja kita di kantor. Selama dilakukan dengan porsi dan manajemen waktu yang tepat, tentu tak akan menjadi masalah. Kita hanya perlu mempersiapkan diri dengan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Yuk Bunda kita persiapkan untuk ASI si buah hati!

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ibu Hamil Sebaiknya Rajin Konsumsi Ikan Karena Akan Lahirkan Anak Ber-IQ Tinggi | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ketahui Rahasia Penting Tumbuh Kembang Anak Dari Sebuah Sentuhan

Merawat dan membesarkan anak rasanya sudah menjadi prioritas kita sebagai orangtua. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, perawatan tubuh yang didapatkannya hingga hal-hal lain yang akan membantu tumbuh kembangnya tak pernah luput dari perhatian orangtua. Dari begitu banyak hal yang bisa kita berikan kepadanya ada satu hal yang sebenarnya terlihat sederhana tapi memiliki manfaat luar biasa bagi si kecil, yaitu stimulasi dari sebuah sentuhan.

Bukan hanya ampuh untuk mendekatkan orang tua dengan anak. Hal ini juga jadi isyarat cinta dan kasih sayang orangtua untuknya. Setiap satu sentuhan yang kita berikan akan memberikan ketenangan dan kesenangan baginya. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh sebuah riset yang mengatakan bahwa, “Interaksi orangtua dengan anak tidak hanya penting untuk menjalin kedekatan tapi penting juga untuk perkembangan fisik dan sosialnya”. Hal ini tentu membuat kita semakin penasaran, apa saja hal baik apa yang sebenarnya bisa didapat dari sebuah sentuhan. Untuk menjawab rasa penasaran Bunda, ulasan di bawah ini akan menjadi jawababnya.

Sebuah Sentuhan Dari Orangtua Mampu Menstimulasi Perkembangan Si Kecil

Ketika kita sudah membiasakan diri untuk memberikan si kecil sebuah sentuhan dengan rasa cinta, itu berarti kita telah membantunya untuk tumbuh dan berkembang. Setiap sentuhan yang kita berikan akan merangsang terbentuknya hormon pertumbuhan dan beberapa enzim tertentu yang berperan penting dalam masa tumbuh kembang anak. Dimana enzim tersebut akan memberikan rasa sensitif terhadap hormon pertumbuhan, serta mengoptimalkan setiap pertumbuhan dan perkembangan si kecil nantinya.

Bukti nyata yang bisa kita lihat dari hebatnya sebuah sentuhan orangtua adalah kondisi bayi yang terlahir prematur. Untuk bisa tumbuh dan berkembang lebih pesat ia butuh banyak sentuhan terutama dari orangtuanya. Hal ini dipercaya akan meningkatkan berat badannya hingga 47% lebih cepat dibanding anak yang jarang mendapatkan sentuhan. Sentuhan dari orang tua  juga mampu memperkuat ikatan batin dengan anak.

Bahkan Mampu Menghantarkan Energi Positif Bagi Sikap Dan Perilaku Selama Tumbuh Kembangnya

Hasil dari beberapa studi mengungkapkan bahwa seorang anak yang dirawat dengan banyak sentuhan akan lebih mudah untuk diarahkan terutama dalam hal perilakunya. Tak hanya perilakunya, hal ini juga akan merambat kepada beberapa kebiasaan hidup anak. Mulai dari waktu sebelum tidur yang lebih mudah, karena kita tidak akan menjumpai kerewelan-kerewelan kecil darinya. Membuatnya mengerti akan sesuatu yang ingin kita sampaikan, contoh kecilnya ketika ia menangis lalu kita mengusap-usap tubuhnya, anak akan mengartikan itu sebagai perintah bahwa dirinya tidak boleh menangis lagi. Disamping karena rasa nyaman yang dimiliki, ia akan lebih merasa tenang dan bahagia. Ini adalah bukti nyata dari sebuah manfaat baik dari sebuah sentuhan. Kelak ia akan tumbuh sebagai anak yang mudah mengendalikan diri serta jadi pribadi yang hangat dan ramah pada sekelilingnya.

Sebuah Sentuhan Akan Membantu Anak Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Yang Dimilikinya Sejak Dini

Percaya diri adalah sesuatu yang sangat penting bagi semua orang tak terkecuali si kecil. Kabar baiknya sentuhan dari orangtua ternyata bisa membantu anak untuk menemukan rasa percaya diri yang dimilikinya. Vera Itabiliana Hadiwidjojo dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) juga membenarkan hal ini. Katanya, “ Sentuhan ibu kepada si kecil mampu memberikan kenyamanan sekaligus membangun emosi antara orang tua dengan anak”. Jika selama ini masih ada beberapa ungkapan yang mengatakan, jika sentuhan hanya akan membuat anak manja. Kenyataan yang sebenarnya ternyata berbanding terbalik, justru ini jadi sesuatu yang akan membantu dirinya. Perlakuan yang diterimanya membuatnya merasa berharga, untuk itu ia akan tumbuh sebagai anak dengan rasa percaya diri yang kuat. Setiap sentuhan yang kita berikan pada si kecil itu artinya satu energi positif telah didapatkannya dari kita.

Pun Sentuhan Adalah Alat Penghantar Yang Akan Merangsang Perkembangan Otaknya

Menurut Dr. Nadja Reissland dari Jurusan Psikologi di Durham University, Inggris, ada lima langkah sentuhan yang akan membantu merangsang tumbuh kembang otak pada si kecil. Mulai dari menyentuh, menggendong, memeluk, mencium hingga memijatnya. Meski disampaikan dengan cara-cara yang berbeda tapi inilah cara menyentuh anak yang dianjurkan. Selain itu rasa nyaman yang telah diterima oleh si kecil akan membuatnya merasa lebih baik, perkembangan otaknya dapat lebih optimal karena minimnya produksi hormon kortisol. Suatu  hormon yang hanya akan diproduksi otak ketika seseorang merasa stres. Semakin tinggi produksi hormon kortisol  pada si kecil tentu akan berpengaruh buruk baginya. Bahkan bisa meningkatkan risiko terganggunya jaringan otak pada hippocampus atau bagian otak yang menyimpan ingatan. Itu berarti dirinya akan mengalami hambatan dalam menjalani proses belajar. Untuk itu banyak memberinya sentuhan akan membantu tumbuh kembang otaknya.

Menumbuhkan Ikatan Batin Yang Kuat Antara Orangtua Dengan Dirinya Adalah Kebaikan Yang Diperoleh Dari Sebuah Sentuhan

Memberikan sentuhan tak hanya memberi pengaruh baik pada anak, tapi juga untuk orangtuanya. Ikatan atau bonding yang terjalin selama bersentuhan akan menguatkan ikatan batin. Sebagai orangtua kita akan lebih mudah memahami satiap gerak dan bahasa tubuhnya. Mengerti ketika tidak menyukai sesuatu dan paham jika dirinya memang sedang ingin dekat dengan kita. Dari hal ini akan lahir komunikasi antara orangtua dan si kecil. Dengan kata lain kita akan jauh lebih sensitif untuk hal-hal yang dirasakan anak. Begitupula dengannya yang akan lebih responsif lagi untuk semua hal yang kita sampaikan. Saat komunikasi dan jalinan batin ini berjalan dengan baik, maka secara keseluruhan tumbuh kembangnya akan jauh lebih optimal.

Bukan hanya sentuhan dari orangtuanya, sesekali mintalah anggota keluarga yang lain untuk bersentuhan langsung dengan si kecil demi menumbuhkan ikatan batin yang jauh lebih kuat lagi. Sebuah sentuhan sederhana yang terlihat sepele ini nyatanya mampu memberikan manfaat luar biasa untuknya, hal ini akan menjadi benteng yang kokoh bagi dirinya ketika kelak tumbuh dewasa.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ibu Hamil Sebaiknya Rajin Konsumsi Ikan Karena Akan Lahirkan Anak Ber-IQ Tinggi | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top