Parenting

Ibu Bekerja di Kantor Tetap Bisa Mengurus dan Mendidik Anak, Ini Buktinya

ibukantoran

Banyak yang bilang, ketika sudah mempunyai anak, seorang istri sebaiknya jadilah ibu full time yang merawat anak-anaknya seratus persen. Pendapat itu memang baik, tetapi sayangnya tidak semua wanita bisa melakukan hal demikian.

Masalahnya, karena berbagai faktor, seorang ibu masih harus tetap bekerja di kantor yang menyebabkan dia tidak bisa full time merawat anak-anaknya di rumah. Fenomena ini seringkali membuat ibu yang bekerja jadi cibiran tetangga atau orang-orang disekitarnya.

Tak perlu merasa bersalah, Anda juga masih bisa kok jadi ibu yang baik meski bekerja. Ini bukti Anda masih bisa mendidik anak dengan baik meski berperan ganda.

Ibu yang bekerja selama 8 jam di kantor mengerjakan arti kemandirian sekaligus tanggung jawab pada anak-anaknya

Ketika ibu bekerja di kantor, sementara anak-anak di rumah. Ini bukan berarti seorang ibu tidak bertanggung jawab karena tidak mengawasi anak-anak. Justru, dengan keadaan seperti ini menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak-anak tentang kemandirian dan belajar bertanggung jawab selama ibu berada di kantor.

Selama ibu tidak ada, ajarkan mereka untuk mengurus perlengkapannya sendiri, membantu pekerjaan rumah yang ringan, dan bertanggung jawab akan tugas sekolahnya. Jika dibiasakan, anak-anak akan mengerti bahwa mereka bisa mandiri walau tidak ada ibu. Nanti, sepulangnya ibu di rumah. Ibu bisa mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada sang anak yang telah bersedia bekerja keras selama di rumah.

Anak jadi tahu maksa kerja keras sehingga ia tumbuh menjadi anak yang tidak manja

Saat anak sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumahnya sendiri dan membantu mengurus pekerjaan rumah tangga, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak manja dan tidak egois. Meski masih anak-anak, setelah ia mengetahui dan mengerti kesibukaan orangtuanya, ia akan sungkan untuk bermanja-manja pada orangtuanya, karena ia tahu orangtuanya sedang berusaha keras demi dirinya.

Namun meski anak telah bisa mandiri, Anda sebagai ibu jangan melupakan haknya sebagai anak-anaj. Sesekali, Anda bisa memanjakan anakmu di rumah dengan membelikannya mainan yang ia suka atau mengajaknya ke taman bermain pada akhir pekan. Dengan begitu, ia tidak merasa menjadi anak yang dikucilkan karena kesibukan ibunya.

Ibu yang bekerja merupakan contoh pengatur waktu yang baik

Ibu yang bekerja sambil mengurus rumah tangganya adalah sosok pengatur waktu yang sangat baik. Bagaimana tidak? Sebagai seorang pribadi, waktu 24 jam tidak dibuangnya secara sia-sia. Waktu yang ada ia pakai untuk menyiapkan sarapan, menyiapkan peralatan sekolah si kecil, membangunkan anak-anak, membangunkan suami, bekerja di kantor, menyiapkan makan malam, menemani anak belajar di rumah, hingga akhirnya menemani anak tidur dan beristirahat.

Jika ia tidak bisa mengatur waktu dengan baik, ia tahu urusan rumah tangga akan kacau, mulai dari rumah yang berantakan, anak yang menangis, baju kotor dimana-mana, dan sebagainya.

Mengajak  suami dan anak berbagi tugas

Ibu yang berkarier tak hanya mengajarkan nilai kehidupan pada anak-anaknya, tapi juga suaminya. Saat Anda dan suamimu sama-sama bekerja, kalian bisa berbagi tugas mengurus rumah dan anak bersama-sama. Dengan berbagi tugas, suami jadi tahu tentang sulitnya mengatur rumah tangga sehingga ia tidak terlalu mengandalkan seluruh urusan rumah tangga kepadamu.

Berbagi tugas bersama juga dapat melatih sejauh mana kekompakan kalian dalam menjalani hubungan rumah tangga. Semakin baik kerjasamanya semakin bagus. Koordinasi dan komunikasi merupakan kunci dari keberhasilan pembagian tugas ini. Bila perlu, buat catatan harian di papan tulis yang berisi kewajiban masing-masing anggota keluarga.

Meski harus bekerja diluar rumah, Ibu masih bisa memberi kasih sayang dan selalu memerhatikan buah hatinya

Meskipun mempunyai kesibukan, ibu pekerja tetap melaungkan waktunya meski sebentar untuk memerhatikan anak tercintanya. Sebelum anak berangkat sekolah, ia bersedia bangun lebih pagi untuk menyiapkan keperluannya. Saat pulang ke rumah, ia rela tidak langsung istirahat dan lebih memilih becengkerama dengan anak-anaknya sambil menanyakan kabar mereka.

Ia akan melakukan yang terbaik agar keluarga kecilnya bisa hidup bahagia. Insting naluriahnya sebagai ibu tidak akan hilang meski ia sibuk bekerja.

Seperti Ibu yang bekerja di Rumah, Ibu pekerja adalah wanita yang hebat 

Terlepas dari semua komentar negatif yang ada, ibu pekerja juga manusia biasa yang ingin dihargai. Tidak sepantasnya ia dimaki hanya karena keputusannya tetap bekerja di perusahan dan tidak mengurus anak-anaknya selama seharian penuh. Sama dengan ibu rumah tangga, ibu pekerja pun akan mealkukan apapun demi anaknya agar bisa tumbuh dengan baik. Pekerjaan yang ditekuninya sekarang semata-mata bukanlah untuk kepentingan dirinya, tapi kepentingan keluarga.

Meski bekerja, ia tetap menjaga kestabilan rumah tangganya. Tidak lupa, ia pun selalu berkonsultasi pada suami sebelum mengambil keputusan. Ibu pekerja adalah wanita hebat yang patut dibanggakan seperti ibu lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bagi Ibu Bekerja Menyeimbangkan Kehidupan Karier dan Keluarga Belum Tentu Mudah. 13 Hal ini Semoga Dapat Membantu Membagi Waktu Antara Keduanya Jauh Lebih Mudah

Ibubekerja

Mungkin ada Ibu yang ingin dirumah mengurus anak saja, tidak ingin bekerja. Akan tetapi ada juga yang harus bekerja karena kebutuhan. Bahkan ada pula yang harus bekerja karena memang ada yang tidak bisa jika tidak sibuk, tidak bisa jika harus seharian di rumah, harus bekerja.

Ibubekerja

Sumber gambar: http://www.slideshare.net/24hourparenting

Bagi Ibu Bekerja menyeimbangkan kehidupan karier dan keluarga belum tentu mudah. Menjadi seorang ibu yang baik pasti dicita-citakan setiap wanita. Untuk Ibu bekerja, mungkin hal-hal ini bisa membantu ibu tetap bekerja tetapi juga bisa mendidik anak.

Ibu Bekerja Harus Pintar Mencuri Waktu

Seperti dilansir she knows, menurut pakar komunikasi keluarga Priscilla J. Dunstan, ibu bekerja harus pintar mencuri waktu. Misalnya saja saat menjemput anak sekolah, tibalah 20 menit sebelum sekolah bubar. Waktu 20 menit itu bisa Anda pakai untuk ‘me time’ seperti membaca majalah. Jika masih ada urusan pekerjaan, waktu tersebut juga cukup untuk menyelesaikan tugas Anda.

Jika Memungkinkan, Carilah Tempat Kerja yang Ramah Keluarga

Maksudnya disini adalah mencari tempat kerja yang memikirkan keadaan keluarga, contohnya : jam kerja yang fleksibel bagi orang tua bekerja khususnya perempuan, memberikan cuti hamil yang ideal, adanya tempat penitipan anak di tempat kerja dan tidak banyak perjalanan bisnis keluar kota/negeri. Dengan fleksibilitas dan pengertian yang diberikan oleh perusahaan tempat kerja, kita bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk keluarga.

Jadikan Waktu dengan Anak Sebagai Pertemuan yang Berkualitas

Sesingkat apapun kesempatan kita untuk berinteraksi dengan anak, berusahalah agar kesempatan tersebut tidak terbuang sia-sia. Yang bisa anda lakukan adalah menyapanya dengan hangat saat kita tiba di rumah, menanyakan kejadian atau pengalaman yang dialaminya selama kita tinggal, menjadi pendengar yang baik, berikan sentuhan fisik kepada anak seperti mengelus kepalanya, dan sisihkan juga waktu untuk membimbingnya belajar.

Jalin Komunikasi yang Baik dengan yang Mengurus Anak Kita

Saat bekerja, kita biasa menitipkan anak kita kepada pengasuh, entah itu baby sitter, nenek ataupun sanak keluarga lainnya. Komunikasi yang baik sangat berpengaruh terhadap pelayanan kasih sayang sang pengasuh terhadap anak, visi dan misi dalam mendidik anak pun setidaknya akan dapat diterjemahkan oleh pengasuh itu sendiri.

Selain Komunikasi dengan Pengasuh, Tetap Melakukan Pengawasan Anak itu Perlu!

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang bermasalah mayoritas berasal dari keluarga yang kurang mengawasi anaknya. Sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dimana anaknya, sedang bersama siapa dan berbuat apa.

Karir Perlu, tapi Keluarga juga Penting. Jadi Tentukan Prioritas

Sebagai wanita karier, Anda seharusnya bisa dengan bijak memisahkan, mana pekerjaan paling penting untuk segera diselesaikan. Jangan buang waktu. Segera selesaikan, dan bila ada waktu sisa, maksimalkan untuk keluarga.

Belajar Berkata Tidak, Waktu Lebih untuk Keluarga itu Penting

Ajakan teman-teman di kantor biasanya sering sangat menggoda, ke mal, ke klub malam, atau ke restoran kesenangan. Cobalah berkata tidak, dan pilihlah waktu lebih untuk keluarga.

Walau Bekerja, Janganlah Menggunakan Uang Sebagai Pengganti Waktu ataupun Kasih Sayang kita

Sebagai orang tua, janganlah menggunakan uang sebagai pengganti waktu ataupun kasih sayang kita. Bekali anak dengan pemikiran sesuatu yang diperoleh melalui bekerja akan terasa lebih bernilai.

Sebelum Berangkat Kerja, Persiapkan Segala Sesuatunya

Ibu bekerja harus selalu siap untuk skenario buruk yang mungkin terjadi.  Misalnya saja saat sarapan, anak Anda tiba-tiba menumpahkan susu, padahal yang Anda punya untuk sarapan hanya sekotak sereal. Selalu persiapkan segala sesuatunya. Jadi jika kondisi tersebut terjadi, Anda masih punya makanan lainnya untuk jadi sarapan anak.

Lebih Menghemat Waktu Dalam Urusan Menyiapkan Makanan Untuk Keluarga

Selalu Siapkan 1 Makanan Untuk 2. Misalnya saja Anda membuat sayur cap cay, jangan hanya membuatnya untuk satu kali makan. Siapkan untuk dua kali makan, makanan yang belum dimakan, bekukan di kulkas. Dengan melakukan hal tersebut, Anda menjadi lebih menghemat waktu dalam urusan menyiapkan makanan untuk keluarga.

Mengajari Anak Mandiri, Sekaligus Membantu Orang tuanya

ini tergantung dari usia anak Anda. Anak bisa dimintai bantuannya saat dia mulai berusia sekolah. Ajaklah dia berpartisipasi saat Anda menyiapkan sarapan. Minta dia untuk menyiapkan bekal makanan untuk dirinya sendiri. Dengan cara ini, waktu Anda di pagi hari menjadi tidak terlalu sibuk.

Siapkan Baju Kerja yang Akan Dipakai Untuk Seminggu

Setiap Hari Minggu, pilih baju mana saja yang akan pakai selama seminggu ke depan. Untuk yang sudah memiliki anak, siapkan juga bajunya selama sepekan. Melakukan hal ini mengurangi pemborosan waktu yang biasanya Anda lakukan setiap hari saat berdiri di depan lemari dan memilih baju.

Kesehatan Merupakan Hal mutlak yang Perlu Dijaga. Jangan Lupa bersikap Rileks Juga

Sebagai wanita karier dan ibu di rumah tangga, pastilah banyak pekerjaan yang akan menyita waktu. Untuk itu, kesehatan merupakan hal mutlak yang perlu dijaga. Makan makanan bergizi dan olahraga sejenak
akan jadi solusi. Selain itu, bermeditasi atau santai sendirian sejenak, juga bisa melepas stres untuk meredam emosi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top