Kesehatan Ibu & Anak

Hubungan Seks Setelah Melahirkan Sempat Sakit? Ini Pemicunya

Hubungan Seks Setelah Melahirkan

Bun, banyak ahli kesehatan yang menyarankan jika hubungan seks setelah melahirkan sebaiknya dilakukan satu bulan setelah si kecil lahir. Coba sampaikan pada ayah ya Bun, sebab tak dipungkiri tentu masih banyak ibu yang takut melakukan hubungan seks setelah melahirkan lantaran khawatir merasa sakit setelah melahirkan.

Bahkan sebuah riset menyebutkan, 41 persen wanita kembali berhubungan seks baru enam minggu setelah melahirkan. Sementara 78 persen lainnya setelah 12 minggu dan 94 persen memilih melakukannya setelah 6 bulan. Faktanya, rekomendasi yang disarankan memang antaran 4-6 minggu setelah proses melahirkan normal, Bun.

Tujuannya untuk menghindari risiko infeksi yang mungkin timbul, Bun. Namun bila setelah 8 bulan ternyata saat hubungan suami istri masih terasa menyakitkan, mungkin Bunda perlu mencari tahu pemicu dan solusi untuk mengatasinya.

Baca juga: Mitos Soal Hubungan Seks yang Sebaiknya Tak Perlu Dipercaya

Efek Jahitan yang Memang Masih Menyakitkan

Kalau Bunda melahirkan dengan normal, mungkin vagina akan robek secara alami, atau dokter yang memang sengaja melakukannya yaitu artinya Bunda akan mendapatkan beberapa jahitan pada perinium. Ya, Bunda perlu tahu, dokter pun mempertimbangkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan seksual pasiennya dengan memberikan jahitan tersebut. Hanya saja, jahitan ini bisa jadi justru menimbulkan rasa sakit karena vagina Bunda justru menjadi lebih sempit.

Terlepas Bunda mendapat jahitan tersebut atau tidak, tetap saja robekan dan jahitan tersebut membuat luka pada perinium. Karenanya, wajar bila Bunda merasa sakit saat intercourse karena sejatinya tubuh sedang berusaha menutupi kembali bekas luka yang terjadi.

Wajar jika Bunda merasa sakit saat intercourse karena tubuh sebetulnya sedang berusaha menutup kembali bekas luka yang terjadi. Nah, cara mengatasinya adalah dengan menggosok atau melakukan pijatan perineal guna membuat vagina jadi lebih rileks, Bun.

Tingkat Hormon sedang Rendah, Alias Kurang Bergairah

Bila hormon dalam tubuh sedang rendah, hal ini memicu Bunda kurang bergairah saat berhubungan intim, belum lagi masalah vagina yang jadi lebih kering setelah melahirkan. Bunda perlu tahu, proses menyusui pun diketahui sebagai salah satu penurun level hormon. Jadi wajar Bun kalau akhirnya Bunda jadi kurang bergairah.

Akhirnya, bila melakoni hubungan seks dengan kondisi lubrikasi yang kurang pada vagina, bisa menyebabkan vagina pedih seperti tergosok-gosok amplas. Cara mengatasinya, Bunda dapat menggunakan bahan lubrikan alternatif yang lembut seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Sementara bagi Bunda yang sensitif, sebaiknya tak menggunakan KY Jelly ya Bun.

Pasca Operasi Caesar

Bun, layaknya melahirkan normal, operasi caesar pun dapat meninggalkan jaringan di perut. Untuk itu sebaiknya Bunda rawat bekas luka bekas operasi dengan obat-obatan seperti vitamin E atau cocoa butter. Atau cara lain mengatasi rasa sakit tersebut adalah dengan melakukan terapi.

Biasanya akan ada beberapa prosedur yang dilakukan terapis untuk memastikan penyebab sakit saat berhubungan seks. Bunda akan mendapat terapi di area sekitar vagina dan diminta untuk melakukan beberapa latihan di rumah.

Dipicu Rasa Khawatir

Kondisi mental pun juga berpengaruh, Bun. Yakni ketidakstabilan emosi dan mental juga dapat berpengaruh terhadap respon fisik nih Bun. Misalkan karena Bunda khawatir si kecil terbangun saat Bunda sedang sibuk dengan ayah.

Perasaan ini bisa membuat vagina menegang. Dasar panggul (otot di daerah panggul yang juga mencakup vagina, klitoris, dan dan pinggul) merespon apa yang Bunda pikirkan. Jadi, ketika Bunda gugup, cemas, takut atau tidak nyaman, dasar panggul pun menciut sebagai respon terhadap perasaan tersebut.

Respon ini adalah cara tubuh guna melindungi bagian reproduksi agar lebih siap untuk memproduksi kembali. Jadi Bun, bukan hanya perkara fisik yang siap memutuskan kapan mulai hubungan seks pasca melahirkan, tapi juga dengan kesiapan mental.

Solusi untuk dapat menikmati kembali keindahan hubungan seks setelah melahirkan mungkin terdengar sulit dan melelahkan, tapi tentu saja hasilnya sesuai dengan apa yang Bunda rasakan, bukan?

Baca juga: Untuk Pengantin Baru, Ketahui Posisi Seks Agar Cepat Hamil

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Berhubungan Intim Terbukti Bantu Cegah Penuaan Pada Seseorang

Manfaat hubungan seks

Bagi pasutri, menikmati seks tentu menyenangkan. Bahkan kegiatan yang satu ini dipercaya melanggengkan hubungan Bunda dan suami. Menariknya, pasutri tak hanya mendapatkan manfaat batin. Sebab menurut penelitian, ada beragam manfaat dari hubungan seks yang perlu disadari oleh para pasutri.

Mengutip Psychology Today, pada tahun 2016, sejumlah peneliti dari Universitas Coventry di Inggris merilis hasil penelitian yang menunjukkan jika pria dan wanita yang aktif secara seksual ternyata memiliki fungsi kognitif yang lebih baik. Mereka yang konsisten berhubungan memiliki skor kognitif yang tinggi dari pada pasangan yang tidak atau jarang melakukan hubungan intim. Nah, berikut ini manfaatnya!

Mencegah Munculnya Penyakit Jantung

Bun, di dalam tubuh terdapat zat kimia yang bernama homosistein. Bila jumlahnya berlebihan maka dapat menyebabkan pembekuan darah di jantung, Bun. Nah, membekunya darah di jantung ini yang akhirnya membuat seseorang rentan mengalami serangan jantung atau gangguan jantung lainnya.

Nah, dikutip dari Hello Sehat, sejumlah penelitian membuktikan bahwa berhubungan seks dapat membantu mencegah penumpukan zat homosistein dengan cara mendorong sirkulasi darah. Namun, hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa manfaat berhubungan seks ini lebih banyak didapatkan oleh pria dibanding oleh wanita.

Membantu Tidur Agar Jadi Lebih Nyenyak

Seseorang biasanya merasa langsung mengantuk dan lelah pasca menikmati seks bersama pasangan. Tenang, mengantuk dan lelah pasca bercinta justru baik untuk kesehatan Bunda dan suami. Pasalnya, Bunda jadi tidur lebih nyenyak. Setelah orgasme, tubuh manusia memang akan melepaskan hormon prolaktin yang bisa membuat seseorang jadi sangat nyaman dan gampang mengantuk.

Meningkatkan Fungsi Otak

Bunda perlu tahu, pasangan yang berhubungan intim secara rutin justru membuat fungsi otak mereka meningkat. Sebuah studi dari Oxford University di Inggris ini juga mengatakan bahwa manfaat bercinta ini akan turut mendukung daya ingat seseorang. Saat bercinta, ada banyak sel-sel baru di otak yang tumbuh dan proses peradangan juga akan berkurang.

Mencegah Penuaan

Dokter Psikologi dari Royal Edinburgh Hospital, David Weeks mengatakan bahwa seks yang memuaskan dapat membuat kualitas hidup seseorang jadi bertambah. Selain itu, berhubungan seks juga membantu mencegah penuaan di wajah, baik untuk pria maupun wanita.

Ia juga menjelaskan bahwa orang yang rutin bercinta cenderung terlihat beberapa tahun lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya. Ini diduga karena pelepasan hrmon HGH dan endorfin sehabis bercinta dapat memperbaiki kesehatan kulit seseorang dan meregenerasi bahkan mencegah kulit jadi kendur dan keriput.

Mengurangi Stress

Bun, ketika bercinta, ada hormon dopamin dan endorfin yang dilepaskan tubuh sehingga membuat kita merasakan nikmat, puas, dan leganya terutama saat orgasme setelah bercinta. Faktanya, berhubungan intim juga merupakan sebuah aktivitas fisik yang menyenangankan dan dapat meningkatkan suasana hati seseorang serta mengurangi munculnya sinyal stres yang dikirim ke otak.

Membakar kalori

Tahukah Bunda, bercinta bisa membakar hingga 250 kalori. Ya, setelah bercinta, tentu ada orang yang mungkin akan terengah-engah kehabisan dan napas dan merasa lelah layaknya orang yang habis berolahraga. Itulah kenapa seks bisa jadi cara seru nan nikmat untuk membakar kelebihan kalori dalam tubuh.

Memperkuat daya Tahan Tubuh

Bahkan lebih jauh lagi, seorang pakar kesehatan seksual, dr, Yvonne Fulbright, Ph.D mengatakan, orang yang sering bercinta lebih jarang sakit daripada yang jarang berhubungan seks. Hal ini juga bisa dikatakan bahwa berhubungan seks bisa melindungi tubuh Anda dari bakteri atau virus penyebab penyakit.

Namun sejatinya berhubungan seks bukan satu-satunya cara membuat tubuh kita kebal dari bakteri. Jika Bunda dan suami ingin tetap bugar, maka tetaplah menjaga intensitas berhubungan seks dibarengi dengan beberapa hal baik seperti mengonsumsi makanan yang menyehatkan, tetap berolahraga, tidur pun cukup, serta menggunakan alat pelindung bila salah satu memiliki penyakit menular seksual. Hal ini dilakukan agar kekebalan tubuh Anda tetap kuat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Cara Berhubungan Intim untuk Pasutri Baru

Cara Berhubungan Intim bagi Pengantin Baru

Untuk pasutri yang baru pertama menikah, momen malam pertama tentu akan jadi pengalaman yang penuh kejutan. Ada yang meninggaalkan cerita menyenangkan, namun tak sedikit yang mengaku tak puas dengan momen malam pertama mereka. Akhirnya mereka enggan melakukannya lagi. Bun, sejatinya cara berhubungan intim yang benar adalah tidak asal penetrasi, tapi juga harus memberikan kepuasan bagi dua belah pihak.

Jadi, jangan sampai istri mengutamakan suami namun lupa untuk membuat dirinya puas juga. Janganlah jadi pasangan yang pasif, berusahalah ekspresif agar kehidupan percintaan Bunda dan suami lebih menggairahkan ke depannya. Untuk pengantin baru, berikut ini tips-tipsnya.

Mempersiapkan Diri

Ingatlah bahwa kini di depan Anda ada seseorang yang telah Anda pilih menjadi suami, imam Anda dan akan selalu menjaga Anda sampai maut memisahkan. Untuk itu, buang segala macam ketakutan dan yakinlah bahwa dia tak akan pernah menyakiti Anda dengan sengaja.

Persiapan diri pun dapat dilakukan dengan memakai baju seksi di malam pertama. Berikan penampilan terbaik dan munculkan rasa siap untuk memasuki fase baru dalam kehidupan sebagai seorang wanita. Tapi kalau Anda belum siap atau terlalu gugup, tak ada salahnya terbuka pada suami dan mengatakan yang sejujurnya. Jangan tergesa-gesa, jangan sampai malam pertama jadi malam yang traumatis jika Bunda tak benar-benar siap untuk menjalaninya.

Singkirkan Rasa Malu dan Beranilah Berekspresi dengan Rasa Percaya Diri yang Penuh

Saat Anda sah menjadi istri, jangan ragu untuk ‘melayani’ suami dan mencumbunya sepenuh hati. Munculkan rasa percaya diri dan tak usah malu untuk mengatakan apa yang Anda inginkan. Jika mungkin sebelumnya masih malu-malu, mungkin ini saatnya melampiaskan semua. Tapi tak perlu buru-buru, resapi setiap sentuhan dan belaian dengan lembut. Nikmati setiap detiknya, agar malam pertama lebih berkesan dan indah untuk dikenang.

Pemanasan

Jangan takut dengan rasa sakit yang akan dirasakan saat berhubungan intim. Sebab hal ini bisa dicegah dengan foreplay yang baik hingga tubuh Anda memproduksi cukup pelumas untuk memuluskan jalan suami saat melakukan penetrasi. Ketika tubuh Anda siap menerima tubuh suami, rasa sakit tidak akan terlalu terasa, Anda pun bisa fokus menikmati setiap sensasinya.

Pastikan Bunda Tahu Cara Melakukan Foreplay

Lepaskan pakaian dengan perlahan, Anda juga bisa membantu pasangan melepaskan bajunya. Lepaskan baju satu per satu, bisa diselingi dengan ciuman di area terbuka, atau sambil berciuman bibir serta meraba. Tak perlu buru-buru, kunci menikmati malam pertama adalah bisa bereksperimen dengan berbagai cara.

Saling membelai, meraba, mencium, dan mencoba hal-hal baru yang membuat pasangan terbakar gairah. Jangan malu, jangan ragu. Ini saatnya Anda berdua saling mengeksplorasi tubuh pasangan, menemukan titik-titik rangsangan yang bisa membuat pasangan menggila.

Jangan Ragu Memberikan Ciuman dan Belaian

Setiap pasutri perlu tahu, ciuman adalah awal dari keintiman. Bahkan ciuman bisa membuat wanita terbakar gairah apalagi diiringi dengan belaian di sekujur tubuh. Untuk itu, berikan ciuman dan belaian pada suami Anda dan temukan titik sensitif yang membuatnya bergairah. Jangan ragu untuk mengatakan bahwa Anda pun butuh dicumbu bahkan kalau bisa dibuat orgasme sebelum melakukan penetrasi.

Orgasme sebelum penetrasi terutama penting bagi wanita di malam pertamanya. Hal ini akan membantu tubuhnya menjadi rileks, dan mengeluarkan pelumas alami yang bisa membuat penetrasi lebih mudah dan tidak terasa menyakitkan.

Saatnya Penetrasi

Waktu tepat melakukan penetrasi akan datang sendiri ketika kalian berdua sudah siap. Tak perlu menentukan berapa lama kalian melakukan pemanasan sebelum penetrasi, begitu siap, maka kalian berdua yang akan merasakannya, dan tahap berikutnya bisa dilaksanakan dengan baik.

Baru setelah penetrasi, kalian dapat menentukan gerakan mana yang membuat nyaman. Bagi suami, bergeraklah dengan ritme yang stabil dan tanyakan pada istri apakah dia menikmati gerakan ini. Pastikan istri juga mendapatkan kenikmatan dalam bercinta, jangan hanya fokus pada kepuasan suami.

Klimaks

Ketika Anda berdua mencapai klimaks, nikmati setiap sensasinya, jangan menahan diri, resapi orgasme Anda selama mungkin. Peluk pasangan dengan erat ketika orgasme datang, supaya dia tahu kalian ada di puncak kepuasan bersama-sama.

Tidak ada yang ditinggalkan. Katakan pada suami kalau wanita suka dipeluk setelah berhubungan seks, dan pria suka mendengar istrinya merasakan kepuasan setelah bercinta. Lakukan kedua hal ini untuk menambah keintiman kalian berdua.

Momen Pasca Orgasme

Setelah mencapai puncak kepuasan, jangan langsung tidur. Gunakan waktu ini untuk lebih mempererat emosi. Bicaralah tentang masa depan yang kalian rencanakan, bicarakan tentang harapan dan impian Anda berdua dari pernikahan yang baru dimasuki. Jangan lupa untuk membersihkan diri setelah berhubungan seks, agar tidak terkena infeksi saluran kemih. Anda berdua bahkan bisa mandi bersama untuk menambah keintiman di malam pertama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Yuk Bun Cari Tahu Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Menghitung Masa Subur

Bun, di usia Bunda, jangan sampai menganggap bahwa menghitung masa subur bukan hal yang penting. Apalagi masih banyak wanita yang tak tahu kapan masa subur wanita berlangsung. Padahal dengan mengetahui masa subur setelah haid akan membantu Bunda mendukung program kehamilan terutama program KB alami.

Ya, KB alami adalah dengan menghitung masa subur sehingga meminimalisir potesi kehamilan tanpa mengurangi sensasi yang terjadi saat berhubungan seksual lho Bun. Ada yang memilih mengunduh aplikasi, namun ada juga cara manual yang sudah dilakukan banyak wanita sejak lama. Berikut ini cara menghitung masa subur yang dianjurkan para ahli.

Ketahui Masa Subur Itu

Sebelum menghitung, Bunda harus mengetahui apa itu masa subur ya Bun. Faktanya, setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang normalnya hanya terjadi sebulan sekali. Nah, diantara tiap siklus, ada jeda waktu beberapa waktu yang disebut sebagai masa subur. Di masa subur inilah, peluang untuk terjadinya kehamilan akan sangat tinggi. Masa subur sendiri adalah momen di mana sel telur baru saja selesai diproduksi dan siap dibuahi oleh sperma. Prosesnya disebut sebagai ovulasi.

Ketahui Dulu Apa Itu Ovulasi, Momen Dimana Wanita Sedang Subur-suburnya

Bunda tentu sudah tahu bila dalam organ kita terdapat yang namanya ovarium yang bertugas memproduksi sel telur. Nah, bila sel telur tersebut matang, maka akan dilepaskan menuju saluran bernama tuba falopi. Rangkaian proses inilah yang disebut ovulasi. Bila Bunda melakukan hubungan intim di masa-masa ini, maka nantinya sel telur akan bertemu sperma dan selanjutnya terjadi pembuahan yang bisa menyebabkan kehamilan.

Ovulasi ini hanya terjadi maksimal 48 jam saja untuk satu sel telur. Sementara ovarium seorang wanita bisa memproduksi 15-20 sel telur dalam satu siklus. Lantaran waktu pematangan tiap sel berbeda-beda, total masa ovulasi bisa mencapai enam hari atau bahkan lebih. Banyak yang mengatakan masa subur ada pada hari ke-14 setelah menstruasi terakhir. Padahal, masa subur tiap wanita itu berbeda lho tergantung keteraturan siklus menstruasinya, Bun.

Catat Siklus Menstruasi Bunda Selama Tujuh Bulan Terakhir

Guna mendapatkan hasil perhitungan yang cukup akurat, maka Bunda harus punya siklus menstruasi teratur minimal tujuh bulan terakhir, Bun. Nah, mengenai siklus menstruasi biasanya selalu berada dalam rentang 21-35 hari. Jadi misalkan Bunda menstruasi di bulan Juni dan selesai di tanggal 15, maka siklus bulan depan akan dimulai pada tanggal 6-19 November. Selama jaraknya berada di kisaran 21-35 hari, siklus menstruasi Bunda bisa dikategorikan teratur.

Selanjutnya, tentukan jarak siklus terpendek dan terpanjang, Bunda. Jarak siklus yang paling mendekati 21 hari disebut sebagai siklus terpendek, sementara jarak yang paling dekat dengan angka 35 maka termasuk siklus terpanjang.

Cobalah Hitung dengan Rumus di Bawah Ini, Bun

Setelah mengetahui berapa siklus terpendek dan terpanjang, hitung masa subur dengan rumus berikut:

– Siklus terpendek – 18 hari = awal masa subur

– Siklus terpanjang – 11 hari = akhir masa subur

Ambil contoh Fina memiliki siklus terpendek selama 28 hari, sementara siklus terpanjang 31 hari. maka perhitungannya sebagai berikut:

– Awal masa subur = (28 – 18) hari

= 10 hari setelah menstruasi terakhir

– Akhir masa subur = (31 – 11) hari

= 20 hari setelah menstruasi terakhir

Dari hasil perhitungan di atas, masa subur Fina berada di hari ke-10 sampai hari ke-20 setelah menstruasinya berakhir. Dalam rentang 10 hari itu, potensi kehamilan Fina relatif tinggi dibanding hari lainnya.

Ketahui Juga Tanda-tanda Lain Masa Subur Bun

Selain lewat perhitungan, Bunda juga bisa mengamati tanda-tanda lain yang muncul saat ovulasi terjadi. Yang paling umum yakni muncul lendir bening dan licin di sekitar lubang vagina. Atau tanda lainnya yaitu peningkatan suhu tubuh di pagi hari.

Di waktu tertentu akan ada masa di mana Bunda merasa tubuh Bunda lebih hangat dibanding biasanya saat bangun tidur. Tanda lainnya yaitu rasa lebih bersemangat juga sinyal alami yang menandakan hormon tubuh sedang meningkat. Saat ovulasi sedang terjadi, atau Bunda berada dalam masa subur, mood biasanya jadi lebih baik sehingga Bunda berasa bergairah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top