Parenting

Harap-harap Cemas Karena Sebentar Lagi Si Kecil Masuk TK? Tenang! Lakukan 5 Hal ini!

anakmasukTK

Setiap perubahan nyatanya memang selalu membawa kekhawatiran. Begitu juga ketika anak anda akan masuk TK. Ada rasa bangga sekaligus haru. Walaupun demikian ada rasa cemas yang sulit untuk ditepis. Mulai belajar di bangku TK tentu akan membawa perubahan bagi kehidupan anak. Mereka tak lagi bebas bermain-main sepanjang hari. Ada jadwal yang perlahan harus mereka ikuti. Pun mulai memahami makna tanggung jawab bukan sesuatu yang mudah bagi mereka.

Sebagai seorang ibu, kekhawatiran tersebut memang wajar. Namun rasanya tidaklah bijak bila hanya terus berkutat dengan rasa khawatir saja. Lakukan 5 hal demi membantu si kecil memasuki dunia barunya.

  1. Ajak si kecil mengobrol tentang hal menyenangkan yang ada di TK. Buat dia antusias untuk masuk TK.

Ajak anak berbicara santai tentang aktivitas di TK. Ceritakan hal-hal menyenangkan dan teman-teman baru yang akan dia dapatkan ketika dia bersekolah. Jangan tunjukkan kekhawatiran anda, karena ini bisa membuat dia ikut cemas. Buat dia semakin bersemangat untuk sekolah. Tunjukkan pada  dia bahwa bersekolah bukan sebuah beban. Ada hal-hal bermanfaat dan menyenangkan yang bisa dia dapatkan dari bangku sekolah. Kalau sudah begini, anak pun akan menjadi lebih antusias untuk sekolah.

  1. Lakukan penyesuaian jadwal, terutama untuk rutinitasnya di pagi hari.

Mulai masuk TK berarti menuntut anak untuk siap bangun pagi dan segera bersiap-siap berangkat sekolah. Butuh ketelatenan memang untuk membuat anak bisa mengikuti rutinitas jadwalnya. Namun, ke depannya ini akan membentuk anak  menjadi lebih disiplin. Agar lebih mudah dipahami dan terlihat menarik, bisa ditambahkan keterangan visual dalam jadwal kegiatan anak.

  1. Latih keterampilan motorik anak!

Ajak anak untuk melakukan ketrampilan motorik yang biasanya juga diajarkan di TK. Anda dapat mengajak anak melakukan aktivitas mewarnai, menggunting atau menempel. Katakan bahwa aktivitas seperti ini akan sering dia lakukan begitu dia masuk TK. Tunjukkan pada anak bahwa ada banyak kegiatan menyenangkan yang dapat dia lakukan bersama teman-teman  barunya begitu dia masuk TK.

  1. Libatkan anak dalam proses itu. Biarkan dia ikut memilih, karena dia yang akan menajalani proses belajar

Anak dapat mulai mengajak anak berbincang-bincang mengenai di mana dia akan sekolah. Anda bisa mengajak anak berkeliling ke beberapa TK. Biarkan dia mengungkapkan pendapatnya. Ajak dia untuk ikut memilih TK yang akan dia gunakan sebagai tempat bersekolah.

Anda juga bisa melibatkan si kecil saat membeli peralatan sekolahnya. Biarkan dia memilih  peralatan sekolah dengan tema kegemarannya. Kalau sudah begini dia pun akan lebih bersemangat untuk  masuk sekolah.

  1. Sedikit drama mungkin akan terjadi pada hari pertamanya. Siapkan diri anda untuk itu!

Mulai masuk TK berarti si kecil akan meninggalkan zona nyamannya. Tak mudah memang untuk memulai hal baru. Belum lagi pada hari pertama sekolah, anak belum mengenal lingkungan barunya. Tak heran bila pada hari itu anda akan menjumpai air mata dan drama. Siapkan diri anda untuk menghadapi hal itu. Untuk menyiasati hal itu jangan terlalu lama berada di lingkungan sekolah. Ucapkan kalimat positif untuk menyemangati anak. Beri kesempatan pada anak untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bun, Begini Tips Apik Naik Motor Matic

aman-naik-motor

Merasa tak asing dengan jenis motor yang satu ini, bunda mungkin pasti akan mengangguk cepat bahwa kendaraan ini memang yang paling tepat untuk kita kaum hawa. Bahkan, jika boleh berkata jujur hampir semua kegiatan yang kita lakukan selalu dilakoni dengan motor matic kesayangan. Tapi jangan asal berkendara saja bun, kita juga perlu untuk memerhatikan kelengkapan kendaraan.

Tak perduli akan bepergian dekat atau tidak, ke jalan raya atau ke dalam komplek saja. Sebab yang namanya bahaya bisa datang kapan saja. Maka kita perlu lakukan aturan yang sudah seharusnya dijalankan. Nah, untuk itu kami akan memberikan beberapa tips yang bisa bunda jadikan acuan dalam menyiapkan segala kelengkapan naik motor matic.

Tak Boleh Ditawar-tawar, Bunda Wajib Pakai Helm dengan Standar Nasional Indonesia atau SNI

1a97d149baaaa655

Dengan berbagai macam alasan, kadang bunda mungkin malas untuk sekedar memakai helm. Padahal ini demi kesalamatan loh bun! Baik bunda atau siapa saja yang diajak naik motor berdua, entah itu teman atau bahkan si kecil yang ingin diantarkan ke sekolah. Pastikan jika semuanya sudah pakai helm sebagai pelindung kepala, begitu pula dengan boncengannya.

Lagipula, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat (1), setiap pengendara bermotor—termasuk pengguna motor matic tentunya—diwajibkan memakai helm standar nasional Indonesia (SNI). kalau bunda berani melanggar? Siap-siap kena tilang hingga denda mencapai Rp 250 juta loh!

Untuk Alasan Kesehatan, Bunda Juga Harus Pakai Jaket dengan Bahan yang Berkualitas

c083cf5e7ca1a963

Gambarannya begini bun, kalau siang mungkin akan panas dan jakeet jelas sangat berguna untuk melindungi tubuh bunda dari teriknya paparan matahari. Lain lagi kalau malam yang lebih sering dingin, dan tak baik buat kesehatan. Akan tetapi pakai jaket selama berkendara akan melindungi bunda dari cuaca yang bisa menganggu kesehatan.

Dengan begitu, kita akan tetap merasa nyaman dan bisa melanjutkan perjalanan dan kegiatan lain dengan baik setiap hari.

Bahkan Area Tangan Pun, Wajib Dilindungi Loh Bun!

175b6cc98c3e50f1

Ayo kita buka-bukaan bun, pasti masih banyak yang suka mengabaikan fungsi sarung tangan kan? Padahal punggung tangan bunda sudah sepatutnya terlindungi supaya tidak belang saat sedang berkendara melawan cuaca terik. Lagipula dilain sisi, saat terik, kulit tangan akan cepat berkeringat dan permukaan tangan jadi lebih licin.

Dan bukan tak mungkin juga jika ini akan menganggu perjalanan kita, sebab susah menarik gas atau rem karena tangan yang sudah berkeringat dan basah. Maka jika bunda pakai sarung tangan, setidaknya ini akan menghindari tangan keringatan. Dengan catatan bunda harus bijak dalam memilih bahan sarung tangan yang akan dipakai, jangan yang berbahan licin ya bun.

Selanjutnya Pakailah Celana Panjang demi Melindungi Area Kaki Selama Perjalanan 

4f32d5cc6d62ac98

Masih memiliki fungsi yang serupa dengan jaket, memakai celana panjang juga berguna untuk alasan kenyamanan. Bunda pasti tak mau kan, jika kaki bawah hingga paha akan belang hanya karena pakai celana pendek saat naik motor siang-siang. Nah, kalau begitu agar kulit kaki tetap terjada dari papasan sinar ultra, kenakanlah celana panjang yang memang berbahan bagus, menyerap keringat datidak terlalu ketat. Kalau bisa panjang sampai mata kaki ya bun.

Dan Untuk Tetap Aman, Pakailah Sepatu yang Nyaman Bukan Sandal Kesukaan

a7f81df72487c105

Demi alasan keamanan, memakai sepatu juga jadi hal wajib yang harus bunda lakukan. Coba bayangkan, jika bunda akan bepergian dalam kondisi hujan dan memakai sandal. Jelas ini akan jadi sesuatu yang mengundang bahaya dalam perjalanan. Sebaliknya, penggunaan sepatu tak akan membuat pijakan jadi terasa licin. Sehingga sangat memudahkan kita sebagai pengendara, setiap kali ingin berhenti. Dengan cepat kaki bisa menopang motor di atas aspal.

Jika memang bunda tak punya sepatu yang memang diperuntukkan khusus untuk naik motor, setidaknya pakailah sepatu yang menutup hingga mata kaki.

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda, Perhatikan Hal Ini Ketika Memilih Jajanan Untuk Si Kecil Ya

Seiring perkembangannya, si kecil mulai ingin mencoba makanan ini dan itu. Sementara bunda pasti punya kekhawatiran memberikan jajanan yang tak sehat buat si kecil.

Sebetulnya tak terlalu rumit untuk bisa memisahkan mana jajanan yang baik dan mana yang tidak. Bunda hanya perlu melakukan dan mengajarkan hal-hal sederhana kepada buah hati.

Ajarkan Anak Untuk Memilih Tempat Membeli Jajanan Yang Baik

Penting untuk mengajarkan anak, di mana tempat membeli jajanan yang baik. Bunda bisa mencontohkan dengan mengajaknya membeli makanan atau minuman bersama.

jajanan

Hindari membeli jajanan yang tidak dalam kemasan dan dijual di tempat yang terbuka. Penting untuk memilih tempat yang bersih, tidak terkena matahari langsung serta tidak terkena hujan. Perhatikan juga apakah tempat tersebut berdekatan dengan jalan yang banyak debu dan asap kendaraan bermotor.

Hati-Hati Dengan Warna Yang Tidak Natural

Hati-hati dengan jenis makanan murah yang biasanya mengandung bahan pangan sintesis berlebihan atau bahkan bahan pangan berbahaya. Cermati bila bahan makanan itu memiliki warna yang cerah dan mencolok karena besar kemungkinan mengandung pewarna non makanan.

permen

Pastikan Sumber Informasi Bunda Akurat

Melengkapi diri dengan banyak informasi memang baik. Tapi harus diperhatikan juga sumber informasi yang bunda miliki. Karena tidak semua berita yang kita terima itu benar adanya.

Ambil contohnya Permen Pindy Susu. Si kecil pasti suka sekali dengan permen satu ini. Karena permen ini memiliki 3 rasa, yaitu susu, coklat and strawbery. Teksturnya yang lembut juga membuat anak nyaman menikmatinya.

pindy

Sementara kemarin sempat beredar isu hoax menyesatkan mengenai permen pindy susu ini. Nah, di sinilah peran bunda dalam memeriksa informasi tersebut menjadi penting. Tidak semua berita yang kita terima itu benar adanya. Bagaimana membedakan informasi hoax dan tidak?

Bunda harus melihat informasi dari sumber yang terpercaya. Untuk makanan dan obat, salah satu sumber yang bisa dijadikan rujukan adalah dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Untuk Permen Pindy Susu sendiri, ternyata BPOM sudah menyatakan bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi.

Darimana Bunda bisa yakin bahwa informasi semacam ini benar adanya? Jangan percaya informasi yang tak jelas sumbernya, Bunda bisa memeriksa langsung melalui situs resminya yang ada di sini.

Untuk Jajanan Siap Saji Lihat Kandungan Dalam Kemasannya

Kalau jajanan siap saji yang ada labelnya, harus dilihat kandungannya yang tertera ya bunda. Perhatikan bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatannya. Semuanya harus tertera dengan jelas.

Selain kemasan, situs resmi produk makanan dan minuman juga umumnya menyebutkan kandungan yang terdapat dalam produk mereka. Coba tengok situs Permen Pindy Susu misalnya yang memuat informasi ini. Atau juga bunda bisa follow sosial media mereka di facebook PermenPindy, yang menceritakan kandungan susu dan manfaatnya yang terdapat dalam permen tersebut.

pindy2

Hindari membeli jajanan yang tidak mencantumkan kandungan dengan jelas. Jika bunda menemui istilah-istilah yang membingungkan, bisa coba cari arti kandungan tersebut melalui situs-situs yang bisa dipercaya atau tanyakan kepada ahli gizi kepercayaan bunda.

Tanggal Kadaluarsa Harus Selalu Bunda Perhatikan

Sebaik apapun makanan, akan menjadi tidak baik jika dikonsumsi melewati waktu yang ditentukan. Karena itu bunda juga perlu mengajarkan kepada anak untuk selalu memeriksa tanggal kadaluarsa yang tercetak di dalam kemasan.

Bunda perlu mengingat kemasan makanan yang baik harus selalu menyertakan tanggal kadaluarsa ini. Jika tidak, bunda harus menghindari memberikan makanan atau minuman tersebut untuk anak.

3

Dengan mengikuti langkah ini bunda bisa merasa aman ketika memberikan jajanan untuk si kecil. Dan ingat ya bunda ajarkan kebiasaan baik ini sedari kecil sehingga anak-anak terbiasa. Bisa dimulai dari pra sekolah karena ketika itu mereka sudah mulai minta jajan, dan bunda bisa membimbingnya dengan informasi yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda, Atasi Ketergantungan Empeng pada Anak dengan Tips Ini

Anak

Penggunaan empeng seringkali digunakan orangtua untuk menenangkan anak agar tidak rewel.

Penggunaan empeng seringkali digunakan orangtua untuk menenangkan anak agar tidak rewel. Namun, tahukah Bunda, bahwa penggunaan empeng di kalangan anak berusia 2 atau 3 tahun dapat meningkatkan risiko infeksi pada telinga? Menurut penelitian, penggunaan empeng harus dihentikan setelah anak berumur 4 tahun, yaitu sebelum gigi permanen tumbuh. Pasalnya hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi telinga dan kerusakan gigi pada anak.

Sayangnya menghilangkan ketergantungan empeng  pada anak tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bagi Bunda yang mempunyai permasalahan serupa, jangan khawatir praktikkan tips menghilangkan ketergantungan empeng pada anak.  Berikut tips menghilangkan ketergantungan empeng pada anak kecil.

1. Lebih cepat lebih baik

Menghilangkan ketergantungan empeng pada anak kecil jauh lebih baik apabila Bunda melakukannya sedari awal. Ketika anak sudah menginjak usia 10 bulan, sebaiknya Bunda mulai melepasnya dari empeng. Pasalnya jika Bunda berupaya melepaskan ketergantungan empeng saat si kecil sudah beranjak besar, Bunda akan menemui kesulitan yang lebih rumit.

2. Batasi penggunaan empeng

Jika Bunda hendak menghentikan ketergantungan empeng pada si kecil secara pelan-pelan, Bunda bisa memulai dengan membatasi penggunaan empeng si kecil pada waktu dan tempat tertentu. Misalkan dengan mengatakan kepada anak, untuk tidak menggunakan empeng ketika sedang bepergian, atau saat malam hari menjelang si kecil tidur jangan berikan dia empeng.

3. Bersikap tak peduli

Ketika Bunda berupaya menjauhkan anak dari empeng, sudah dapat dipastikan si kecil akan merengek dan menangis. Maka yang Bunda perlukan adalah bersikap tidak peduli dan abaikan rengekan anak. Sebagai orangtua, tentu Bunda memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan. Jangan biarkan rengekannya membuat dia kembali mendapatkan empengnya.

4. Pintar mengakali

Mungkin Bunda bisa menggunakan cara yang agak sedikit “tricky”, seperti dengan mengoleskan sesuatu yang terasa tidak enak atau berbau tidak sedap pada empeng anak, tapi yang perlu diperhatikan pilihlah bahan yang aman seperti; air lemon, daun papaya dan daun sambiloto. Jika masih tidak berhasil, Bunda bisa memotong bagian ujung empeng sedikit demi sedikit agar si kecil merasa tidak nyaman. Walaupun terkesan jahat, cara ini terbukti cukup ampuh lho!

Seperti itulah tips menghilangkan ketergantungan empeng pada anak kecil. Selamat mencoba dan semoga berhasil Bunda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Usil Jangan Dimarahi, Bisa Jadi Kecerdasannya di Atas Rata-Rata

anaknakal

Seorag balita yang masih belajar biasanya akan melakukan apapun untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Termasuk melakukan sejumlah keusilan atau keisengan yang tak jarang membuat kepala pusing bahkan tak jarang perbuatannya yang mengundang tawa. Lantas apa yang sebaiknya ibu lakukan ketika melihat ulah anak-anak yang suka usil?

Sebaikya para orang tua disarankan jangan langsung memarahi anak yang gemar usil dalam aktivitas sehari-hari, justru yang bai untuk ilakukan adalah memberinya pujian. Perilaku aktif  anak-anak dalam masa golden age (0-3 tahun)menunjukan kreativitas dan kecerdasan yang dimiliki anak-anak.

ANAK YANG USIL SEDANG BERADA DALAM TAHAP PENGUMPULAN INFORMASI

Menurut Dwi P. Widodo yang merupakan konsultan neurologi pediatric dari Departemen Kesehatan Anak Universitas Indonesia menuturkan anak-anak usia 0-3 tahun sedang pada tahap megummpulkan semua informasi dan pengalaman. Memarahi anak-anak yang sedang aktif mencari tahu dapat menyebabkan kreativitasnya terhambat.

ANAK USIL MENUNJUKAN KECERDASAN MOTORIK HALUS

ia menambahkan, seorang anak dengan usia di bawah 3 tahun dengan gerakan yang aktif atau suka berbuat usil menunjukan kecerdasan motorik halus. Kemampuan motorik halus ini dapat dilihat ketika anak sudah mulai bisa mengancingkan pakaian, menyusun benda dengan teliti, dan sebagainya.

ANAK YANG TERLALU AKTIF BELUM TENTU NAKAL

Anak-anak yang terlalu aktif belum tentu menunjukan perilaku yang nakal atau sikap pemberontak. Anak-anak yang aktif ini tengah dalam proses mengembangkan kemampuan motorik kasarnya, seperti berjalan, melompat, berlari, dan segala aktivitas lainnya yang bisa membantu pertumbuhannya jadi lebih baik lagi.

USIL MERUPAKAN INDIKASIKREATIVITAS ANAK MERESPONS SESUATU

Keusilan anak-anak dapat membantu mengembangkan kemampuan anak dalam banyak hal, karena setiap mereka usil, anak mendapatkan sesuatu atau pengalaman yang baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Anak mampu melihat sisi lain dari suatu keadaan dan mencoba menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. kemampuan problem solving  ini diperolehnya pada saat ia aktif mengerjakan sesuatu. Kemampuan ini mungkin tidak dimiliki oleh anak seusianya. Anak-anak yang sering aktif juga mampu menciptakan hal kreatif untuk memenuhi kebutuhannya.

ANAK YANG USIL MEMILIKI TINGKAT KECERDASAN DI ATAS RATA-RATA

Keusilan yang kerap dilakukan mengindikasikan kemampuan motorik halus dan kasar sudah berkembang dengan baik. Tak jarang anak sering bereksperimen dengan kemampuan baru yang didapatnya dari hasil ulahnya tersebut. Tingkat kecerdasan pada anak usil ini pun biasanya di atas rata-rata. Jika seorang anak memiliki humor yang baik, tak jarang ia melakukan tingkah laku yang dapat membuat orang-orang di sekitarnya tertawa.

ANAK USIL MEMILIKI PERKEMBANGAN OTAK YANG BAIK

Anak yang kreatif umumnya memiliki sinapsis-sinapsis (pertemuan antara ujung saraf dengan saraf lainnya) yang lebih kompleks atau rumit di dalam otaknya. Sinapsis otak yang kompleks menandakan adanya koneksi yang bagus antaa sel-sel di otak yang berarti anak mendapatkan stimulasi yang baik dalam perkembangan otaknya

MENYALURKAN HOBI ANAK YANG SUKA USIL DENGAN ALAT-ALAT YANG DAPAT MENDUKUNG AKTIVITASNYA

Menurut Efnie Indrianie, Mpsi., seorang psikolog anak dan Psychobiometric, anak yang usil itu karea tidak ada yang bisa dikerjakannya. Imbasnya, ia malah jahil kepada orang-orang terekat atau justru mencari-cari masalah untuk melakukan apa yang diinginkannya.
Untuk itu, sebagai orang tua penting untuk mengetahui apa yang telah menjadi kegemaran atau ingin dilakukannya. Siapkan alat-alat yang mendukung kegiatannya tersebut sehigga perilaku usil terhadap orang lain bisa diminimalisir.

CARA MENYALURKAN HOBI ANAK AGAR TIDAK TERLALU SERING USIL

Anak-anak yang usil memang wajar karena hal tersebut merupakan bagian dari pembelajaran tumbuh kembang si kecil. Namun tak ada salahnya mencari dan menyalurkan bakat anak sejak dini, agar ia dapat dengan mudah mengetahui apa yang diinginkannya kelak. Kegiatan usil yang mungkin hanya iseng belakar bisa diubah enjadi kegiatan yang positif.

Anda bisa menyediakan tempat dan peralatan yang layak untuk membantu si kecil menemukan hobinya. Jangan lupa arahkan buah hati Anda ketika hendak menggunakan sesuatu. Umumnya anak akan mudah frustasi bila tidak mendapatkan arahan pada awal penggunaan alat.

Kreativitas dan kecerdasan yang sudah dimilikinya dapat dengan mudah mengidentifikasi apa yang ingin dilakukannya. Ketika sudah mengetahui hobi dan bakat yang dimiliki oleh anak, Anda bisa menngasah lebih dalam kemampuannya dengan memasukannya ke tempat khusus agar kemampuannya bisa lebih terasah.

Para orang tua tidak perlu bingung ketika anak sering usil dan menganggapnya sebagai anak nakal. Keusilannya bukan berarti ia selalu ingin diperhatikan, tetapi karena rasa ingin tahunya yang tinggi. Anda sebagai orang tua hanya perlu mendukungnya dan tidak membatasi kegiatannya. Pengarahan yang tepat dari orang tua dapat mencegah keusilan anak yang dapat mengganggu orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top