Kesehatan Ibu & Anak

Faktor yang Memicu Gigi Permanen Harus Dicabut

dentist-1639683_1920

Saat dalam masa pertumbuhan, tentu seseorang akan mengalami pencabutan gigi susu yang kemudian akan digantikan dengan gigi-gigi permanen dengan fungsi lebih baik. Hal ini memang merupakan sebuah siklus dan terjadi secara wajar dan natural, yang harus dijalani oleh setiap orang.

Namun, bagaimana jika justru gigi permanen yang harus dicabut? Tentu banyak dari Bunda yang tidak rela jika hal ini terjadi. Pasalnya, tak ada lagi gigi yang akan tumbuh menggantikan gigi permanen saat dicabut, hingga rongga mulut Bunda akan terlihat ompong.

Namun, mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela, Bunda harus merelakan gigi permanen untuk dicabut jika mengalami salah satu dari kondisi di bawah ini. Kondisi apa sajakah yang dimaksud?

  1. Gigi berlubang

Tentu Bunda sudah mengetahui, bahwa banyak hal bisa menyebabkan gigi-gigi Bunda menjadi berlubang, mulai dari terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, jarang menggosok gigi, terlalu sering meminum kopi, hingga kebiasaan merokok.

Nah, saat gigi berlubang sudah menjadi parah dan biasanya menimbulkan rasa sakit, maka gigi Bunda perlu untuk dicabut. Pasalnya, gigi berlubang ini mungkin sudah kehilangan fungsinya dan jika dibiarkan malah akan menginfeksi jaringan lainnya sehingga harus dilakukan metode pencabutan gigi.

  1. Gigi mati atau busuk

Suatu gigi dikatakan telah mati atau membusuk, saat tak ada lagi darah yang mengalir menuju gigi tersebut. Hal ini bisa disebabkan oleh trauma, benturan, maupun gigi berlubang.

Biasanya, gigi yang membusuk akan menimbulkan rasa nyeri, membengkak, berubah warna, dan menimbulkan bau tak sedap. Jika perawatan dari dokter ternyata tidak bisa memperbaiki kondisi tersebut, maka kemungkinan besar gigi Bunda harus dicabut sebagai satu-satunya cara menyembuhkan sakit gigi agar tidak menyebarkan infeksi ke gigi yang masih sehat.

  1. Gigi memiliki risiko terkena infeksi

Tentunya dokter memiliki pertimbangan sebelum mencabut gigi seseorang. Nah, ketika dokter melihat adanya potensi infeksi pada gigi, kemungkinan besar dokter akan mencabut gigi Bunda.

Salah satu kondisinya ialah jika sistem imun Bunda dalam kondisi membahayakan, seperti saat menjalani perawatan kemoterapi atau transplantasi organ. Jika dokter melihat adanya kemungkinan infeksi, meskipun hanya sedikit dan terjadi pada salah satu gigi Bunda, itu sudah menjadi alasan yang cukup untuk mencabut gigi Bunda, lho.

  1. Terjadi infeksi

Jika kerusakan gigi Bunda sudah mencapai area pulpa (bagian tengah gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah), maka bakteri bisa dengan mudah masuk ke bagian tersebut. Bagi yang belum tahu, bagian ini sangat vital bagi gigi Bunda, dan bakteri yang masuk tentu bisa menyebabkan infeksi.

Nah, jika infeksi ini menjadi parah sehingga tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, maka kemungkinan besar Bunda harus mencabut gigi agar mencegah infeksi menyebar ke area gigi lainnya.

  1. Penyakit gusi periodontal

Selanjutnya, alasan harus mencabut gigi permanen karena adanya penyakit gusi periodontal. Penyakit ini merupakan suatu infeksi yang menyerang jaringan dan tulang yang mengelilingi dan menyokong gigi-gigi Bunda. Nah, jika infeksi gusi ini menjadi parah sehingga menyebabkan Bunda kehilangan gigi, maka dokter akan menyarankan untuk mencabut gigi Bunda.

  1. Sesaknya bagian dalam mulut

Terkadang, dokter gigi harus mencabut beberapa gigi Bunda sebagai langkah persiapan untuk memakai kawat gigi atau behel. Kawat gigi ini berfungsi untuk menyelaraskan susunan gigi dan membuatnya rapi. Nah, fungsi ini biasanya tidak bisa terlaksana jika gigi-gigi Bunda berukuran terlalu besar untuk mulut, misalnya memiliki gigi yang tonggos.

Selain untuk memasang kawat gigi, biasanya gigi juga harus dicabut jika gusi Bunda terlalu penuh sehingga tidak ada tempat bagi gigi lain yang akan tumbuh. Contohnya, saat geraham bungsu Bunda akan tumbuh, dan sudah tidak ada lagi ruang di dalam mulut untuknya, maka salah satu dari gigi yang lain harus dicabut.

Pasalnya, jika tidak dilakukan, maka keadaan justru akan menjadi rumit dan kemungkinan besar harus dilakukan operasi nantinya.

Nah, apakah ada salah satu kondisi di atas yang sedang Bunda rasakan? Jika iya, bersiap-siap saja salah satu gigi Bunda harus segera dicabut!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top