Parenting

Dukung Tumbuh Kembang Anak, Dengan Memberinya Cukup Kasih Sayang Bun

orang-tua

Seluruh orang tua yang ada di dunia ini pastilah sepakat bahwa kasih sayang orangtua sangatlah penting untuk anak. Orangtua yang memberikan kasih sayangnya sepenuh hati akan berdampak positif bagi perkembangan anak. Sebaliknya, orangtua yang kurang dalam memberikan kasih sayangnya kepada anak, maka dampaknya pun tak baik untuk perkembangan anak nantinya. Itulah yang menjadikan bahwa kasih sayang dari orangtua ini sangat penting bagi anak. Tapi seberapa pentingkah itu?

Meskipun telah banyak yang tahu dan sependapat bahwa kasih sayang yang diberikan orangtua kepada anaknya sangatlah penting, namun banyak orangtua yang belum mengetahui seberapa pentingkah kasih sayang itu bagi anak.

Pengendali Emosi Anak Agar Tak Melakukan Hal-hal Negatif

Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya akan cenderung menjadi seseorang yang agresif. Emosinya mudah terpicu karena dia menginginkan adanya perhatian dari orang lain, terutama dari orangtuanya. Setelah menjadi dewasa, anak tersebut akan menjadi orang yang memiliki beban psikologis. Hal itu karena anak-anak seperti ini akan cenderung menjadi seorang yang keras kepala, tidak ceria, gelisah, dan sedih. Sikap-sikap tersebut menjadikannya dijauhi oleh banyak orang. Untuk mengatasinya, berikan anak perhatian yang cukup agar merasa diperhatikan oleh orangtuanya.

Membantu Membentuk Kecerdasan Anak

Perlu Bunda tahu bahwa kemampuan berpikir anak atau kecerdasannya dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah perilaku yang ditunjukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Anak-anak dengan perhatian yang cukup, cenderung bisa memahami tentang sebab akibat, kestabilan, dan sebuah resiko. Tapi sebaliknya, anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang, cenderung tidak mudah untuk memahami itu semua. Akibatnya, sifat-sifat buruk seperti berbohong, mencuri, menyakiti, dan sebagainya akan muncul dari dalam dirinya.

Bunda tentu tidak ingin jika hal-hal buruk itu dilakukan oleh buah hati, maka mulai sekarang luangkanlah waktu yang cukup untuknya. Ajaklah dia untuk berbincang, curhat, berjalan-jalan, bercanda, membacakan dongeng sebelum tidur, dan tindakan lain yang dapat membuatnya merasa diperhatikan.

Membuat Anak Menjadi Seorang Yang Optimis, Percaya Diri, Dan Ceria

Memberikan motivasi pada anak sangat penting bagi perkembangannya, terutama untuk perkembangan emosinya. Ada banyak sekali manfaat motivasi bagi manusia, termasuk juga untuk anak-anak. Salah satunya adalah untuk membuatnya percaya diri saat bertemu dengan orang lain, atau menjadikannya siap menerima pengetahuan baru. Dengan adanya kasih sayang yang cukup akan membuatnya menjadi seseorang yang optimis, percaya diri, dan ceria. Dan dampaknya dia pun akan memiliki banyak teman.

Membantu Anak Untuk Membedakan Yang Benar Dan Salah

Kebanyakan anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orangtuanya akan kesulitan untuk membedakan antara yang benar dan salah. Dia akan cenderung menganggap bahwa segala yang dilakukannya adalah benar menurut pendapatnya sendiri, serta tidak memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang lain. Dengan begitu, dia akan menjadi sosok egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan orang lain.

Ternyata begitu penting kasih sayang orangtua terhadap anak ya Bun. Ada banyak aspek yang berpengaruh jika orangtua tidak memberikan cukup kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Karena itulah, sesibuk apa pun, mulai sekarang Bunda sebagai orangtua harus bisa meluangkan waktu untuk buah hati. Ajaklah mereka untuk berbincang, bercanda, berwisata, dan kegiatan keluarga lainnya yang dapat mempererat hubungan antara anak dengan orangtuanya. Dengan begitu, anak pun akan merasa diperhatikan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda, Buah Hati Susah Belajar Matematika? Siasati dengan Permainan Ini!

pexels-photo-256468

Bagi sebagian orang, Matematika menjadi mata pelajaran yang menyulitkan. Begitu sulit dan rumit hingga ujung-ujungnya menjadi mata pelajaran yang menyebalkan. Padahal Matematika sangatlah berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dan jika buah hati Bunda termasuk orang yang tidak menyukai mata pelajaran yang satu ini, maka sebagai orangtua, Bunda haruslah berusaha untuk menumbuhkan minatnya belajar Matematika.

Bagaimana caranya? Ada banyak cara yang bisa Bunda praktekkan untuk menumbuhkan minat anak untuk belajar Matematika kepada anak. Salah satunya adalah melalui beberapa permainan. Nah, dalam tulisan ini akan dibahas permainan apa sajakah yang bisa digunakan untuk menumbuhkan minat belajar Matematika pada anak.

Mencari Sesuatu dengan Buku

Ini adalah salah satu jenis permainan yang dapat Bunda manfaatkan untuk menumbuhkan minat belajar Matematika pada anak. Idealnya adalah Bunda dan anak membawa buku dengan judul dan edisi yang sama. Meskipun ini bukanlah sebuah keharusan namun jika bisa diperoleh buku dengan judul dan edisi yang sama maka itu akan memudahkan Bunda untuk memberi pertanyaan kepada buah hati.

Contoh permainannya adalah tulislah kalimat ke-2 pada paragraf ke-3 yang ada pada halaman 5 setelah halaman ke-6? Maka biarkan anak mencari kalimat ke-2 yang terletak paragraf ke-3 yang ada pada halaman ke-5 setelah halaman ke-6 atau tepatnya adalah pada halaman kesebelas. Semakin besar usia anak, maka semakin rumit juga pertanyaannya.

Bunda Juga Dapat Menggunakan Gambar

Selain buku, Bunda juga bisa menggunakan gambar-gambar untuk mengajarkan Matematika pada anak. Gambar-gambar tersebut bisa Bunda daparkan pada buku gambar atau buku lainnya yang penuh dengan gambar. Contoh perintahnya adalah carilah lima buah bentuk lingkaran! Maka anak akan mencari lima lingkaran seperti bentuk mata, buah-buahan, dan lain sebagainya.

Atau Bisa Juga dengan Memanfaatkan Permainan Arah Mata Angin

Belajar matematika tidak harus di depan meja dengan pensil dan bolpoin di tangan. Tapi bisa juga dilakukan di luar ruangan. Salah satunya dengan permainan arah mata angin. Caranya kumpulkan beberapa anak untuk memainkan permainan ini lalu bagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok menunjuk satu anak yang matanya siap untuk ditutup. Kemudian anggota kelompok yang lain bertugas mengarahkan rekannya yang matanya ditutup tersebut untuk menuju sasaran yang sudah ditentukan. Mereka hanya boleh mengarahkan dengan petunjuk angka. Misalnya 3 langkah ke kanan, 5 langkah ke kiri, dan sebagainya. Kelompok yang paling cepat mencapai tujuan adalah pemenangnya.

Kartu Matematika Akan Membuat Anak Jadi Semangat Belajar

Kartu matematika adalah kartu yang berisi tentang soal dan jawaban Matematika. Caranya buatlah soal di atas kartu yang sudah Bunda buat, lalu buat jawabannya pada kartu yang lainnya. Kemudian pisahkan antara kartu pertanyaan dengan kartu jawaban. Langkah selanjutnya, biarkan anak memilih sebuah kartu dan mintalah dia untuk mencari jawabannya pada kartu jawaban yang sudah Bunda persiapkan.

Itulah 4 macam permainan yang bisa Bunda terapkan untuk menumbuhkan minat anak sekaligus mengajarkan Matematika kepada anak. Dan yang paling penting adalah buat suasana senyaman dan semenyenangkan mungkin. Hal ini akan mempercepat anak untuk belajar Matematika. Cara ini juga bisa mengubah anggapan anak yang tadinya menganggap Matematika sebagai mata pelajaran yang sulit serta membosankan, menjadi pelajaran yang menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Manfaat Bernyanyi untuk Anak; Meningkatkan Memori dan Semangat Belajarnya

mother-84628_640

Musik merupakan salah satu bagian yang penting dalam kehidupan ini. Bukan hanya orang dewasa saja, tapi anak-anak pun menyukai musik beserta nyanyiannya. Itulah sebabnya banyak para orangtua dan guru yang sering menggunakan metode menyanyi saat mengajarkan sesuatu kepada anak. Dengan metode menyanyi inilah anak akan lebih cepat menyerap sesuatu yang sedang diajarkan. Selain itu, musik pun memiliki fungsi sebagai sarana untuk menenangkan anak. Hal itu terbukti saat anak menangis atau saat mereka mau tidur, para orangtua biasanya akan menyanyikan lagu-lagu untuk anaknya sampai dia tertidur.

Sementara menurut psikolog dari Kanada, Sandra Trehub mengungkapkan bahwa bayi lebih cepat untuk mengenal suara ibunya dibandingkan dengan wajah. Ini sebagai bukti bahwa suara ibu merupakan stimulus yang sangat baik untuk anak. Sehingga wajar saja jika banyak orang tua jaman dulu banyak yang menggunakan suara, baik itu berbentuk nyanyian maupun dongeng saat akan menidurkan anaknya.

Memberikan Ketenangan bagi Anak

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas bahwa salah satu manfaat dari nyanyian adalah dapat memberi efek menenangkan bagi anak. Si kecil akan meraasa tenang saat dia mendengarkan nyanyian, terutama jika itu dinyanyikan oleh ibunya.

Karena dapat menenangkan, maka alangkah baiknya jika anda menyanyikan beberapa lagu saat anak berisik dan membuat suara-suara gaduh. Cara tersebut akan jauh lebih baik dibandingkan bila Bunda marah-marah yang justru membuat anak menjadi stres oleh ucapan Bunda. Apalagi jika Bunda sampai mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya diketahui oleh anak. Namun dengan musik dan nyanyian, Bunda bisa menenangkan anak tanpa harus berteriak dan marah-marah.

Sarana untuk Memberi Pemahaman Emosi pada Buah Hati

Manfaat kedua dari nyanyian adalah dapat menjadi sarana untuk memberi pemahaman emosi kepada anak. Musik merupakan sarana yang baik untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan ucapan. Baik ada liriknya ataupun tidak, musik tetap bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik lagi. Selain itu, musik pun mampu mengatur ritme kegiatan sehari-hari seseorang. Melalui musik, anak bisa belajar untuk mengartikan emosinya.

Mempererat Hubungan Antara Bunda dan Si Kecil

Ternyata musik juga memiliki manfaat untuk mempererat hubungan antara orangtua dengan anaknya. Suara-suara seluruh anggota keluarga, terutama suara ibu merupakan stimulus yang sangat baik untuk perkembangan bayi. Selain itu, melalui musik pula bayi akan mengikuti kondisi yang ada di sekitarnya. Si kecil akan mengingat suara-suara yang didengarnya. Begitu banyak hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa musik merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan memori dan semangat belajar.

Media Belajar yang Menyenangkan untuk Anak

Salah satu cara yang cukup efektif untuk mempercepat anak dalam menangkap materi pelajaran adalah dengan menggunakan metode menyanyi. Melalui metode yang satu ini, belajar menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu. Hal ini akan sangat baik untuk perkembangan anak, dia akan lebih cepat menerima pelajaran karena suasana belajar yang menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top