Parenting

Dukung Tumbuh Kembang Anak, Dengan Memberinya Cukup Kasih Sayang Bun

orang-tua

Seluruh orang tua yang ada di dunia ini pastilah sepakat bahwa kasih sayang orangtua sangatlah penting untuk anak. Orangtua yang memberikan kasih sayangnya sepenuh hati akan berdampak positif bagi perkembangan anak. Sebaliknya, orangtua yang kurang dalam memberikan kasih sayangnya kepada anak, maka dampaknya pun tak baik untuk perkembangan anak nantinya. Itulah yang menjadikan bahwa kasih sayang dari orangtua ini sangat penting bagi anak. Tapi seberapa pentingkah itu?

Meskipun telah banyak yang tahu dan sependapat bahwa kasih sayang yang diberikan orangtua kepada anaknya sangatlah penting, namun banyak orangtua yang belum mengetahui seberapa pentingkah kasih sayang itu bagi anak.

Pengendali Emosi Anak Agar Tak Melakukan Hal-hal Negatif

Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya akan cenderung menjadi seseorang yang agresif. Emosinya mudah terpicu karena dia menginginkan adanya perhatian dari orang lain, terutama dari orangtuanya. Setelah menjadi dewasa, anak tersebut akan menjadi orang yang memiliki beban psikologis. Hal itu karena anak-anak seperti ini akan cenderung menjadi seorang yang keras kepala, tidak ceria, gelisah, dan sedih. Sikap-sikap tersebut menjadikannya dijauhi oleh banyak orang. Untuk mengatasinya, berikan anak perhatian yang cukup agar merasa diperhatikan oleh orangtuanya.

Membantu Membentuk Kecerdasan Anak

Perlu Bunda tahu bahwa kemampuan berpikir anak atau kecerdasannya dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah perilaku yang ditunjukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Anak-anak dengan perhatian yang cukup, cenderung bisa memahami tentang sebab akibat, kestabilan, dan sebuah resiko. Tapi sebaliknya, anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang, cenderung tidak mudah untuk memahami itu semua. Akibatnya, sifat-sifat buruk seperti berbohong, mencuri, menyakiti, dan sebagainya akan muncul dari dalam dirinya.

Bunda tentu tidak ingin jika hal-hal buruk itu dilakukan oleh buah hati, maka mulai sekarang luangkanlah waktu yang cukup untuknya. Ajaklah dia untuk berbincang, curhat, berjalan-jalan, bercanda, membacakan dongeng sebelum tidur, dan tindakan lain yang dapat membuatnya merasa diperhatikan.

Membuat Anak Menjadi Seorang Yang Optimis, Percaya Diri, Dan Ceria

Memberikan motivasi pada anak sangat penting bagi perkembangannya, terutama untuk perkembangan emosinya. Ada banyak sekali manfaat motivasi bagi manusia, termasuk juga untuk anak-anak. Salah satunya adalah untuk membuatnya percaya diri saat bertemu dengan orang lain, atau menjadikannya siap menerima pengetahuan baru. Dengan adanya kasih sayang yang cukup akan membuatnya menjadi seseorang yang optimis, percaya diri, dan ceria. Dan dampaknya dia pun akan memiliki banyak teman.

Membantu Anak Untuk Membedakan Yang Benar Dan Salah

Kebanyakan anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orangtuanya akan kesulitan untuk membedakan antara yang benar dan salah. Dia akan cenderung menganggap bahwa segala yang dilakukannya adalah benar menurut pendapatnya sendiri, serta tidak memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang lain. Dengan begitu, dia akan menjadi sosok egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan orang lain.

Ternyata begitu penting kasih sayang orangtua terhadap anak ya Bun. Ada banyak aspek yang berpengaruh jika orangtua tidak memberikan cukup kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Karena itulah, sesibuk apa pun, mulai sekarang Bunda sebagai orangtua harus bisa meluangkan waktu untuk buah hati. Ajaklah mereka untuk berbincang, bercanda, berwisata, dan kegiatan keluarga lainnya yang dapat mempererat hubungan antara anak dengan orangtuanya. Dengan begitu, anak pun akan merasa diperhatikan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Si Kecil Demam, Tak Usah Panik, Hadapi dengan Tips-tips ini Bun…

adorable-21998_640

Semua bayi pasti pernah mengalami demam. Kondisi ini memang umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Bayi dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius. Sebagai orang tua, Bunda pasti sempat didera panik dan khawatir mendapati situasi semacam ini. Tenang, tidak perlu tergesa-gesa ke dokter ketika menghadapi situasi semacam ini. Ada kalanya demam pada bayi adalah suatu kondisi yang normal terjadi dan bisa ditangani di rumah.

Demam sendiri sejatinya adalah suatu gejala dimana tubuh si kecil sedang melawan penyakit. Misalnya demam lantaran si kecil baru saja diimunisasi. Pada kondisi ini, demam bisa dianggap menjadi bukti bahwa sistem kekebalan tubuhnya bekerja dengan baik.

Demam juga bisa menyeranng bayi jika terlalu lama beraktivitas di luar ruangan lantaran cuaca panas. Atau bisa juga terjadi ketika Anda memakaikan baju yang terlalu tebal. Karenanya, Bunda tidak perlu khawatir secara berlebihan jika tubuh bayi terasa panas, tapi dia masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

toddler-1245674_640

Bun, demam pada bayi tak selalu menandakan hal yang berbahaya. Namun terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih. Bunda harus waspada ketika bayi mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti tak nafsu makan, terlihat lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain, tidak responsif, si kecil memiliki ruam, diare, sesak napas, bahkan dehidrasi.

Selain itu, demam pada bayi yang usianya masih kurang dari 3 bulan, sebaiknya segera rujuk si kecil ke dokter ya Bun. Karena demam pada usia ini bisa menandakan bahwa bayi mengalami kondisi yang serius. Bayi berusia 3 bulan ke bawah belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Ini memungkinkan kuman dan virus dapat lebih mudah menyebar dan merusak jaringan tubuhnya dengan cepat.

adorable-21998_640

Sementara, untuk bayi di atas tiga bulan, Bunda dapat membawanya ke dokter jika demam tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam, atau jika bayi tidak mau minum.

Demi Mengatasi Demam Tersebut, Bunda bisa melakukan beberapa langkah sederhana seperti:

  1. Bunda harus bersikap tenang. Sebab bila orangtua panik atau gugup, hal itu akan dirasakan oleh bayi dan gejala demamnya bisa bertambah parah karena ia akan terus menangis.
  2. Memeriksa suhu tubuh bayi. Dengan mengetahui seberapa tinggi suhu tubuhnya, Bunda akan tahu cara tepat menanganinya.
  3. Dan yang terpenting, berikan pengobatan yang sesuai. Bila suhu tubuh bayi 38 derajat celcius, gunakan obat penurun demam bagi bayi dibawah usia 1 tahun. Diatas satu tahun, Bunda bisa memberikan kompres hingga suhu tubuhnya menurun.
  4. Jika kesulitan menghubungi dokter, kendalikan suhu tubuh bayi agar tidak naik. Dan catat obat apa yang diberikan untuk menurunkan demam sebagai bahan laporan jika nanti dokter datang. Dinginkan suhu ruangan dengan membuka jendela agar ruangan terasa lebih sejuk dan tidak pengap. Basahi handuk dengan air dingin, kemudian usapkan pada kening bayi, serta leher dan lengannya. Bunda juga bisa mengusap seluruh tubuh bayi dengan air bersuhu ruang. Jangan gunakan air es karena bisa mengakibatkan gejalanya bertambah parah.
  5. Beri minuman dingin jika bayi cukup umur untuk konsumsi selain ASI
  6. Beri obat penurun demam sesuai anjuran dokter
  7. Menyusui bayi sesuai keinginannya, bila bayi tak ingin menyusu jangan memaksanya
  8. Periksa suhu tubuhnya secara rutin, setiap beberapa jam sekali
  9. Hubungi dokter jika semua perawatan diatas tidak kunjung membuat demamnya turun. Demam bisa menyebabkan bayi mudah terkena dehidrasi, karena itu usahakan untuk memberinya minum yang banyak. Bila sudah MPASI, berikan dia jus buah dan sayuran buatan sendiri. Tubuh yang kekurangan cairan bisa membuatnya sulit melawan demam, karena itu beri cairan yang banyak.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ingin Berhenti Merokok demi Anak? Berikut Tips-tipsnya!

family-2899274_640

Ada banyak bukti nyata tentang dampak buruk dari merokok. Riset menyebutkan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko stroke, mengembangkan penyakit jantung, dan kanker tertentu. Layanan kesehatan masyarakat di Inggris (NHS) mengungkapkan, sekitar 85 persen kasus kanker paru-paru terkait dengan gaya hidup merokok.

Banyak orang menyadari bahaya tersebut, namun kesulitan menghentikan kebiasaan merokok. Tak heran bila niat ini menjadi salah satu resolusi pada tiap pergantian tahun. Namun, kenyataannya, kebanyakan orang menyerah dan melupakan resolusi yang dibuatnya hanya beberapa bulan atau bahkan beberapa hari setelah niat itu dicetuskan.

Nah, bagi Bunda atau Ayah yang ingin hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok, mulailah dengan melakukan tujuh tips ini.

Tentunya Dimulai dengan Belajar Menghindari Orang-orang dan Tempat yang Membuat Bunda Ingin Merokok

Sebagai orang dewasa, kita selalu merokok saat bersama si A, atau Bunda selalu ingin merokok dibarengi ngopi di kafe bersama si B, maka untuk melancarkan misi kali ini, sebaiknya hindari dulu datang ke tempat-tempat ini. Bunda bisa memilih tempat ngopi tanpa smoking area. Namun jika memang tak sanggup menghindari, maka jangan sungkan memberitahu bahwa kita sedang berusaha berhenti merokok dan minta bantuan mereka untuk tidak “menggoda” Bunda atau Ayah untuk tak merokok di hadapan kita.

Ubahlah Rutinitas yang Biasa Dilakukan Saat Sembari Merokok

Kalau Bunda atau Ayah terbiasa menikmati kopi atau minuman lainnya seperti alkohol sembari merokok, hindari dulu dua minuman ini terutama saat minggu-minggu pertama saat sedang berhenti merokok. Pilih jus atau air putih yang lebih sehat ya Bun.

Jika Bunda merasa “mulut asam” setelah makan makanan tertentu dan membuat diri ingin merokok, hindari dulu makan makanan tersebut ya Bun, Yah. Dan setelah break makan siang, daripada dilanjut merokok, Bunda coba berjalan-jalan saja di sekitar, sambil menenangkan pikiran. Lebih sehat, bukan?

Coba Sibukkan Diri Agar Teralihkan dari Kebiasaan Merokok

Saat diri merasa sedang stres, biasanya berdiam diri hanya justru membuat kita merasakan stress yang semakin lebih lagi dan jauh lebih tertekan. Alih-alih mencari pelarian yang tepat, merokok biasanya dipilih jadi cara yang paling dianggap nyaman untuk menenangkan diri.

Nah, saat Bunda merasa ingin merokok karena sedang stres, coba cari kegiatan lain demi membuat tangan terasa lebih sibuk, seperti menggambar, menyulam atau bahkan membantu menyusun lego bersama si kecil. Kegiatan ini jauh lebih bermanfaat dibanding memanjakan tangan untuk diajak merokok.

Dan Biasakan Bernapas Dalam-dalam

Kendati kelihatan klise, ada kalanya orang memilih merokok karena dianggap bisa menenangkan. Ini sebenarnya disebabkan karaena saat merokok, perokok harus menghirup napas dalam-dalam sembari merokok. Maka saat Anda merasakan keinginan merokok, pejamkan mata, kemudian ambil napas dalam-dalam dan perlahan. Rasakan udara bersih tanpa nikotin masuk ke paru-paru kita dan menyebar ke seluruh tubuh. Sembari melakukan itu, ingat-ingat lagi alasan Bunda daan Ayah berhenti merokok.

Kemudian, Saat Berhasil, Jangan Lupa Beri Hadiah Pada Diri Sendiri

Berhenti merokok bukan perkara mudah. Siapapun yang sudah berhasil patut diberi acungan jempol. Jika Bunda dan Ayah punya budget khusus untuk membeli rokok setiap harinya, pertahankan budget ini saat mulai berhenti merokok. Tapi dibanding untuk beli rokok, lebih baik pakai uang ini di toples khusus. Baru setelah seminggu atau sebulan, buka toples tersebut dan gunakan uangnya untuk makan di restoran favorit, atau membeli barang yang kita inginkan.

Cari Pengganti Rokok Seperti Camilan agar Merasa Sedikit Terdistraksi

Kalau Bunda tak tahan dengan kekosongan mulut, buatlah mulut kita sibuk dengan hal lain selain rokok. Kita bisa mengunyah permen karet bebas gula, mengemut permen, ngemil kuaci, ngemil buah-buahan, bahkan beberapa orang menghalau rasa ingin merokok dengan cara menggigit-gigit sedotan. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Memarahi Buah Hati di Hadapan Orang Lain Sama Saja Merusak Psikologisnya

pexels-photo-821529

Sebagai seorang ibu, melihat tumbuh kembang si kecil adalah hal yang membahagiakan. Mulai dari mengajarinya makan, belajar berbicara, hingga akhirnya bisa melihatnya aktif berjalan dan berlari.

Namun ada kalanya sebagai orang tua, harus bersiap menghadapi tingkah laku si kecil yang seringkali membuat kewalahan dan membuat sakit kepala. Ketika merasa anak sudah mulai sulit untuk dikendalikan, umumnya orang tua secara sadar atau tidak, sering memarahi anak yang dianggap melakukan kesalahan. Parahnya lagi hal ini sering dilakukan di tempat umum bun. Apa Bunda juga seperti itu?

Tingkah anak yang beragam seperti merengek minta sesuatu, sering menjadi penyebab orangtua kehilangan kesabaran. Padahal, memarahi anak di depan umum bukan hal yang patut Bunda lakukan sebagai orangtua, karena dapat memberi dampak buruk bagi anak.

Si Kecil Jadi Minder

Tak ada anak yang suka dimarahi orangtua terlebih saat di depan umum. Saat orangtua melakukan hal tersebut, memarahi atau memukul si kecil di depan umum, dia akan merasa malu sebagaimana orang dewasa. Hati-hati Bun, lama kelamaan si kecil akan minder dan malu bila berhadapan dengan orang lain karena takut kalau akan dimarahi orangtua.

Ia Tak Percaya Diri Bahkan Takut untuk Bersosialisasi

Saat anak sudah merasa minder dan tidak percaya diri untuk tampil di depan umum, hal ini akan menyebabkan anak takut bersosialisasi. Yap. ketidakpercayaan mereka tak datang dengan begitu saja. Kondisi tersebut, bisa jadi mereka alami karena Bunda terbilang cukup sering memarahinya di depan umum, yang kemudian membuat ia malu pada teman sabaya. Alhasil, anak akan tumbuh dengan sifat minder dan takut bersosialisasi.

Anak Juga Jadi Tak Berani Berekspresi

Ketika sedang berjalan-jalan di tempat umum, tak jarang anak-anak melakukan hal yang diluar kendali, entah karena ingin diperhatikan oleh banyak orang atau karena keingintahuannya terhadap suatu hal sehingga melakukan sesuatu yang membuat Bunda geleng-geleng kepala. Tak jarang orang tua yang kesal, lantas segera memarahinya dengan nada bicara yang tinggi, bahkan bisa pula dengan mencubitnya.

Menimbulkan Sifat Keras dan Egois pada Diri si Kecil 

Perilaku memarahi anak di depan umum yang kerap dilakukan orang tua akan menimbulkan sikap keras terhadap anak. Bila dilakukan secara terus-menerus, anak akan menjadi pribadi yang memberontak dan keras karena merasa tidak disayangi oleh kedua orang tuanya.

Kepercayaannya terhadap lingkungan sekitar dan orang lain perlahan menghilang, hal ini mengakibatkan dirinya memiliki sifat yang arogan dan cuek terhadap apapun yang terjadi di sekelilingnya. Sikap seperti ini tentunya akan menyebabkan kesulitan dalam bersosialisasi terhadap orang lain di masa yang akan datang.

Bahkan Bukan Tak Mungkin si Kecil Jadi Tak Hormat pada Orangtuanya

Saat orangtua memarahi anak di depan umum, anak akan merasa dipermalukan sehingga mereka tidak lantas takut, namun malah menimbulkan kebencian di pikiran mereka. Memarahi anak di depan umum bukanlah bentuk kedisplinan karena memberikan trauma pada anak.

Karena ketika dimarahi di depan banyak orang, bukan hanya perasaan sedih yang dirasakan tapi juga malu dan takut karena banyaknya orang-orang yang memperhatikan. Rasa malu ini dapat berakibat anak menjadi tidak percaya diri dan tidak berani berekspresi ketika melakukan kesalahan di kemudian hari karena takut akan dimarahi lagi oleh orang tua.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top