Parenting

Dukung Istri Berikan ASI Eksklusif, Ini Dia 10 Kiat Sukses Jadi Ayah ASI

ayahAsi

Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya, termasuk memberikan ASI eksklusif. Namun, menyusui bukanlah hal yang mudah.

Hingga saat ini, masih banyak orang yang beranggapan bahwa menyusui adalah menjadi tanggung jawab penuh sang ibu.  Padahal, peran suami sangat dibutuhkan demi menyukseskan ASI eksklusif.

Tugas utama seorang suami atau ayah memang mencari nafkah, namun ia sudah berkomitmen untuk menjalani kehidupan berumah tangga. Itu artinya, ia harus selalu siap menghadapi setiap proses yang terjadi dengan kesadaran penuh.

Pada saat istri hamil, seorang suami atau ayah harus jadi suami siaga. Begitu pula ketika istri melahirkan dan menyusui, seorang suami tidak boleh membiarkan istri melakukan semuanya sendiri.

Ketika seorang pria sudah menjadi suami dan ayah, maka ia harus selalu ada untuk keluarganya. Apabila ia mendukung pemberian ASI eksklusif, maka hal itu akan sangat berarti bagi istri dan anaknya.

Saat ini kita sering mendengar istilah ayah ASI atau ayah menyusui atau breastfeeding father. Ayah ASI adalah ayah yang mendukung sepenuhnya pemberian ASI eksklusif untuk anaknya.

Dokter Anak sekaligus Ketua Sentra Laktasi Indonesia, Dr. Utami Roesli mengatakan bahwa menurut penelitian, dari sekitar 115 ribu orang suami yang tdak memberikan dukungan pemberian ASI, tingkat keberhasilan istrinya menyusui hanya sebesar 26,9%. Sedangkan untuk suami yang mendukung, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 98,1%.

Lalu, bagaimana caranya agar bisa sukses menjadi ayah ASI?

1. Selalu Menyemangati Istri dan Membuat Hatinya Bahagia

Para suami jangan pernah bosan menyemangati istri untuk menyusui. Buatlah hati istri bahagia dengan melakukan hal-hal sederhana tapi berkesan. Misalnya, membelikan istri makanan kesukaan. Ketika istri merasa senang, maka hormon prolaktin dan oksitosin dalam tubuhnya bisa melancarkan produksi ASI.

2. Perbanyak Ilmu Mengenai ASI dan Menyusui

Suami harus bisa membekali diri dengan segudang ilmu mengenai ASI dan juga menyusui. Sering-seringlah browsing di internet. Selain itu, jangan malu untuk bertanya ke orang-orang yang memahami soal menyusui. Bergabunglah dengan komunitas atau kelompok yang mendukung ASI. Apabila istri bekerja, suami bisa berbicara dengan atasannya untuk meminta waktu agar istrinya bisa memompa ASI ketika berada di kantor.

3. Mengatur Stok ASIP untuk Bayi dan Temani Istri ketika Sedang Memompa ASI

Bantulah istri dalam mengatur stok ASI perahan (ASIP) untuk bayi. Labeli setiap botol atau kantong ASIP dengan tanggal, hasil, dan jam perahan ASI. Jangan lupa untuk selalu mengingatkan istri untuk memompas ASI. Temani istri selama memompa ASI. Bantu istri ketika butuh kompres air hangat untuk payudaranya.

4. Melakukan Tugas Domestik dan Mengurus Kebutuhan Rumah Tangga

Sebagai laki-laki, suami jangan malu untuk melakukan tugas domestik. Misalnya, menyapu dan mencuci pakaian. Suami juga bisa mengurus kebutuhan sehari-hari. Selain itu, suami juga bisa membantu istri untuk memandikan, mengganti popok, dan menjemur bayi.

5. Menyediakan Sarana Hiburan Agar Istri Tidak Bosan Ketika Sedang Menyusui

Suami menyediakan sarana hiburan untuk menemani istri ketika sedang menyusui bayi. Misalnya, membelikan CD film atau musik kesukaan istri. Suami juga menemani dan mengajak ngobrol istri ketika sedang menyusui di malam hari agar tidak merasa kesepian.

6. Menjaga Anak dan Hewan Peliharaan Agar Tidak Menganggu Proses Menyusui

Suami bisa menjaga si sulung ketika istri sedang menyusui si bungsu. Jangan sampai bayi terbangun dan menangis karena mendengar suara kakaknya. Selain itu, suami juga bisa menenangkan hewan peliharaan agar tidak mengganggu istri ketika sedang menyusui. Dengan begitu, ia akan merasa tenang tanpa adanya gangguan.

8. Sering-Seringlah Memuji Istri Agar Ia Bisa Lebih Semangat Menyusui

Suami jangan gengsi untuk selalu memuji istri. Ucapkan pujian yang sederhana tapi tetap berkesan, seperti “Istriku setelah melahirkan makin cantik. Semangat ya sayang menyusuinya”. Mendengar pujian dari suami, maka istri pun akan senang dan lebih bersemangat untuk menyusui.

9. Selalu Penuhi Semua Kebutuhan Istri

Suami harus sering bertanya padaistri, apa saja yang dibutuhkannya. Penuhilah semua kebutuhan istri. Terkadang, istri hanya perlu perhatian suami. Maka, luangkan waktu untuk mengobrol sebentar dengan istri.

10. Memijat Tubuh Istri yang Pegal dan Kaku karena Menyusui

Tubuh istri Anda pasti pegal dan kaku karena harus menyusui bayi hingga berjam-jam. Anda bisa memijat tubuhnya agar istri bisa merasa relaks. Pijatan lembut juga bisa memacu hormon yang melancarkan ASI.

11. Jangan Merasa Terbebani karena Memberikan Dukungan pada Istri adalah Kewajiban dan Tanggung Jawab Seorang Suami

Memberikan dukungan sepenuhnya agar istri bisa memberikan ASI eksklusif untuk anak Anda adalah salah satu bentuk tanggung jawab dan kewajiban seorang suami. Jadi, janganlah merasa terbebani dengan tugas itu. Sebagai seorang suami, Anda harus selalu bisa mendampingi istri dalam situasi terburuk sekalipun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bun, Begini Tips Apik Naik Motor Matic

aman-naik-motor

Merasa tak asing dengan jenis motor yang satu ini, bunda mungkin pasti akan mengangguk cepat bahwa kendaraan ini memang yang paling tepat untuk kita kaum hawa. Bahkan, jika boleh berkata jujur hampir semua kegiatan yang kita lakukan selalu dilakoni dengan motor matic kesayangan. Tapi jangan asal berkendara saja bun, kita juga perlu untuk memerhatikan kelengkapan kendaraan.

Tak perduli akan bepergian dekat atau tidak, ke jalan raya atau ke dalam komplek saja. Sebab yang namanya bahaya bisa datang kapan saja. Maka kita perlu lakukan aturan yang sudah seharusnya dijalankan. Nah, untuk itu kami akan memberikan beberapa tips yang bisa bunda jadikan acuan dalam menyiapkan segala kelengkapan naik motor matic.

Tak Boleh Ditawar-tawar, Bunda Wajib Pakai Helm dengan Standar Nasional Indonesia atau SNI

1a97d149baaaa655

Dengan berbagai macam alasan, kadang bunda mungkin malas untuk sekedar memakai helm. Padahal ini demi kesalamatan loh bun! Baik bunda atau siapa saja yang diajak naik motor berdua, entah itu teman atau bahkan si kecil yang ingin diantarkan ke sekolah. Pastikan jika semuanya sudah pakai helm sebagai pelindung kepala, begitu pula dengan boncengannya.

Lagipula, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat (1), setiap pengendara bermotor—termasuk pengguna motor matic tentunya—diwajibkan memakai helm standar nasional Indonesia (SNI). kalau bunda berani melanggar? Siap-siap kena tilang hingga denda mencapai Rp 250 juta loh!

Untuk Alasan Kesehatan, Bunda Juga Harus Pakai Jaket dengan Bahan yang Berkualitas

c083cf5e7ca1a963

Gambarannya begini bun, kalau siang mungkin akan panas dan jakeet jelas sangat berguna untuk melindungi tubuh bunda dari teriknya paparan matahari. Lain lagi kalau malam yang lebih sering dingin, dan tak baik buat kesehatan. Akan tetapi pakai jaket selama berkendara akan melindungi bunda dari cuaca yang bisa menganggu kesehatan.

Dengan begitu, kita akan tetap merasa nyaman dan bisa melanjutkan perjalanan dan kegiatan lain dengan baik setiap hari.

Bahkan Area Tangan Pun, Wajib Dilindungi Loh Bun!

175b6cc98c3e50f1

Ayo kita buka-bukaan bun, pasti masih banyak yang suka mengabaikan fungsi sarung tangan kan? Padahal punggung tangan bunda sudah sepatutnya terlindungi supaya tidak belang saat sedang berkendara melawan cuaca terik. Lagipula dilain sisi, saat terik, kulit tangan akan cepat berkeringat dan permukaan tangan jadi lebih licin.

Dan bukan tak mungkin juga jika ini akan menganggu perjalanan kita, sebab susah menarik gas atau rem karena tangan yang sudah berkeringat dan basah. Maka jika bunda pakai sarung tangan, setidaknya ini akan menghindari tangan keringatan. Dengan catatan bunda harus bijak dalam memilih bahan sarung tangan yang akan dipakai, jangan yang berbahan licin ya bun.

Selanjutnya Pakailah Celana Panjang demi Melindungi Area Kaki Selama Perjalanan 

4f32d5cc6d62ac98

Masih memiliki fungsi yang serupa dengan jaket, memakai celana panjang juga berguna untuk alasan kenyamanan. Bunda pasti tak mau kan, jika kaki bawah hingga paha akan belang hanya karena pakai celana pendek saat naik motor siang-siang. Nah, kalau begitu agar kulit kaki tetap terjada dari papasan sinar ultra, kenakanlah celana panjang yang memang berbahan bagus, menyerap keringat datidak terlalu ketat. Kalau bisa panjang sampai mata kaki ya bun.

Dan Untuk Tetap Aman, Pakailah Sepatu yang Nyaman Bukan Sandal Kesukaan

a7f81df72487c105

Demi alasan keamanan, memakai sepatu juga jadi hal wajib yang harus bunda lakukan. Coba bayangkan, jika bunda akan bepergian dalam kondisi hujan dan memakai sandal. Jelas ini akan jadi sesuatu yang mengundang bahaya dalam perjalanan. Sebaliknya, penggunaan sepatu tak akan membuat pijakan jadi terasa licin. Sehingga sangat memudahkan kita sebagai pengendara, setiap kali ingin berhenti. Dengan cepat kaki bisa menopang motor di atas aspal.

Jika memang bunda tak punya sepatu yang memang diperuntukkan khusus untuk naik motor, setidaknya pakailah sepatu yang menutup hingga mata kaki.

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ketika Menyusi, Ibu Sebaiknya Ajak Bayi Berkomunikasi, Bukannya Sibuk Bermain Gadget, Ketahui Langkah Menyusui yang Benar

Pada era digital seperti sekarang ini, kita memang sulit lepas dari gadget. Tak terkecuali, para ibu menyusui, entah itu untuk membalas pesan atau update status di media sosial.

Ketika menyusi, sebaiknya ajak bayi komunikasi, melakukan stimulasi

Saat menyusui, bayi biasanya akan menatap ke arah mata ibu. Saat itulah terjadi kontak mata antara ibu dan bayi sehingga menjadi saat yang baik untuk berkomunikasi.

meyusuibukabersocialmedia

Stimulasi kepada bayi dilakukan dengan mengajaknya berbicara, menyentuh, atau mengajak senyum. Bukannya malah asik mengakses social media melalui gadgetnya.

Hal-hal seperti itu dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi atau bonding. Fokus kepada bayi juga akan membuat ibu dan bayi nyaman dalam proses menyusui.

Ketika Menyusi, jangan sambil bermain gadget

Tak sedikit para ibu sambil menyusui tapi sambil asik bermain gadget. Sekarang ini memang era digital, akan tetapi sebaiknya ketika menyusui sebaiknya jangan mainan gadget saat menyusi anak.

Waktu menyusui harusnya bisa mengobrol dan berkomunikasi, Ibu malah sibuk dengan gadgetnya. Itu seperti kita sedang mengobrol dengan teman atau ayah, tetapi teman ngobrolnya sedang asik bermain gadget.

Ketahui langkah  menyusui yang benar

Untuk itu, perlu fokus saat menyusui dan perhatikan cara menyusui yang benar.
Berikut ini langkah menyusui bayi yang benar seperti dikutif dari klikdokter.com:

1. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir.

2. Perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan areola sekitarnya. Manfaatnya adalah sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.

3. Ibu duduk dengan santai kaki tidak boleh menggantung.

4. Posisikan bayi dengan benar
~ Bayi dipegang dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku ibu, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.
~ Perut bayi menempel ke tubuh ibu.
~ Mulut bayi berada di depan puting ibu.
~ Lengan yang di bawah merangkul tubuh ibu, jangan berada di antara tubuh ibu dan bayi. Tangan yang di atas boleh dipegang ibu atau diletakkan di atas dada ibu.
~ Telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus.

5. Bibir bayi dirangsang dengan puting ibu dan akan membuka lebar, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan putting serta areola dimasukkan ke dalam mulut bayi.

6. Cek apakah perlekatan sudah benar
~ Dagu menempel ke payudara ibu.
~ Mulut terbuka lebar.
~ Sebagian besar areola terutama yang berada di bawah, masuk ke dalam mulut bayi.
~ Bibir bayi terlipat keluar.
~ Pipi bayi tidak boleh kempot (karena tidak menghisap, tetapi memerah ASI).
~ Tidak boleh terdengar bunyi decak, hanya boleh terdengar bunti menelan.
~ Ibu tidak kesakitan.
~ Bayi tenang.
~ Apabila posisi dan perlekatan sudah benar, maka diharapkan produksi ASI tetap banyak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top