Parenting

Dengan Memukul Anak, Orangtua Mengajarkannya Menjadi Orang yang Suka Memukul, Simak 8 Alasan Lainnya Kenapa Orangtua Sebaiknya Tidak Memukul Anak

memukulanak

Semua orangtua tentu tidak ingin menyakiti anaknya. Namun karena releks atau sudah sangat kesal akan tingkah laku anak, orangtua memukul anak atau melakukan tindakan kekerasan fisik anak.

Memang Aaak tidak selamanya bisa bertingkah laku lucu dan menggemaskan. Terkadang karena beberapa (atau tanpa) sebab, anak melakukan kenakalan atau berperilaku buruk untuk menarik perhatian orangtuanya.

Sebenarnya dengan memukul dan melakukan kekerarasan fisik lainnya  orangtua  yang secara tidak langsung mengajari anaknya untuk membalas kekerasan dengan kekerasan. Bahkan membiarkan saja anaknya berprilaku kasar kepada orang lain. Terkadang jika anak dipukul oleh temannya, orang tua malah meminta anak “Kalau dipukul, balas pukul lagi ya”

Berikut ini 8 alasan kenapa orangtua sebaiknya tidak memukul anak:

1. Anak yang sering dipukul memiliki perilaku agresif dan menyimpang saat mereka remaja dan dewasa

Memukul anak malah mengajarkan mereka untuk menjadi orang yang suka memukul. Cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang sering dipukul memiliki perilaku agresif dan menyimpang saat mereka remaja dan dewasa.

memukulanak

Anak-anak secara alami belajar bagaimana harus bersikap melalui pengamatan dan meniru orangtua mereka. Makanya jika Anda suka memukul, saat dewasa nanti, mereka pun akan menganggap apa yang Anda lakukan itu memang boleh dilakoni.

2. Penuhi kebutuhan anak, orangtua jangan terlalu sibuk dan jangan stres

Anak-anak berperilaku tidak baik biasanya karena orangtuanya atau orang yang mengasuhnya melupakan kebutuhannya. Kebutuhan itu di antaranya, tidur yang cukup, makanan bernutrisi, udara segar dan kebebasan mengeksperikan diri untuk bereksplorasi.

Orangtua terkadang melupakan kebutuhan anak tersebut karena terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri. Ditambah lagi stres yang melanda membuat orangtua jadi cepat emosi saat anak mulai menunjukkan sikap tidak baiknya.

Sangat tidak adil jika akhirnya si anak dipukul hanya karena sikap tidak baiknya yang awalnya sebenarnya adalah kesalahan orangtua.

3. Anak yang dipukul tidak bisa belajar bagaimana menghadapi situasi yang serupa di masa depan

Hukuman malah membuat anak tidak belajar bagaimana seharusnya menyelesaikan konflik dengan cara yang efektif dan lebih manusiawi. Anak yang dihukum jadi memendam perasaan marah dan dendam. Anak yang dipukul orangtuanya pun jadi tidak bisa belajar bagaimana menghadapi situasi yang serupa di masa depan.

4. Hukuman dengan dipukul membuat anak menuruti perkataan orangtua hanya karena dia takut bukan karena menghormati orangtua

Hukuman untuk anak dengan kekerasan bisa mengganggu ikatan antara orangtua dan anak. Ikatan yang kuat seharusnya didasari atas cinta dan saling menghargai.

Jika Anda memukul anak, dan si anak kemudian menuruti perkataan orangtua, apa yang dilakukannya itu hanya karena dia takut. Sikap itu pun tidak akan bertahan lama karena pada akhirnya anak akan memberontak lagi.

5. Anak yang mudah marah dan frustasi tidaklah terbentuk dari dalam dirinya

Kemarahan tersebut sudah terakumulasi sejak lama, sejak orangtuanya mulai memberinya hukuman dengan kekerasan. Hukuman itu memang pada awalnya sukses membuat anak bersikap baik. Namun, saat si anak beranjak remaja dan menjadi dewasa, hukuman itu malah menjadi buah simalakama.

6.Anak yang dipukul di bagian sensitifnya lama kelamaan mereka percaya, mereka tidak layak mendapatkan hal yang lebih baik

Anak yang dipukul di bagian sensitifnya, bisa membuat anak mengasosiasikan hal itu antara rasa sakit dan kenikmatan seksual. Pemikiran tersebut akan berdampak buruk, terutama jika anak tidak mendapat banyak perhatian dari orangtuanya, kecuali hanya saat dihukum.

Anak yang mengalami hal tersebut akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri. Mereka percaya, mereka tidak layak mendapatkan hal yang lebih baik.

7. Memukul anak membuatnya menangkap pesan yang salah yaitu ‘tindakan itu dibenarkan’

Hukuman fisik bisa membuat anak menangkap pesan yang salah yaitu ‘tindakan itu dibenarkan’. Mereka merasa memukul orang lain yang lebih kecil dari mereka dan kurang memiliki kekuatan, memang boleh.

Saat dewasa, anak ini akan tumbuh menjadi orang yang kurang memiliki kasih sayang pada orang lain dan takut pada orang yang lebih kuat dari mereka.

8. Anak belajar kalau memukul merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengeksperikan perasaan dan menyelesaikan masalah

Berkaca dari orangtuanya yang suka memukul, anak belajar kalau memukul merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengeksperikan perasaan dan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, sungguh memukul anak bukanlah cara yang tepat untuk mendidik mereka atau membuat mereka jadi orang yang lebih baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Kualitas Baby Sitter Akan Berpengaruh Pada Tumbuh Kembang Buah Hati, Pastikan Kualitasnya Dengan 8 Kriteria Ini Bun

pexels-photo-315265

Pola asuh merupakan hal penting bagi anak. Bahkan hal itu sangat mempengaruhi kepribadian anak saat dia dewasa nanti. Untuk itulah, banyak orang tua yang sangat selektif dalam menentukan pola asuh bagi anak-anaknya. Tapi bagaimana jika anda termasuk orang dengan tingkat kesibukan yang tinggi? Disisi lain anda ingin tetap memastikan anak-anak untuk mendapatkan pola asuh yang baik, namun karier yang bagus dan terus berkembang juga tetap menjadi tujuan.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan jasa baby sitter. Baby sitter adalah orang yang dilatih secara khusus untuk memberikan pola asuh yang baik untuk anak-anak. Meski sebagian besar kualitas seorang baby sitter sudah terjamin, tapi tidak ada salahnya jika anda selektif dalam menentukan kriterianya.

Pastikan Calon Baby Sister Memiliki Kesehatan Yang Baik Bun

Sebagai orangtua tentu anda menginginkan anak selalu berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Untuk itu, pilihlah seorang baby sitter yang memiliki riwayat kesehatan baik. Hal ini sangat penting dilakukan demi menjaga kesehatan anak. Bukan hanya itu saja, pastikan bahwa calon baby sitter anak anda terbebas dari perilaku-perilaku yang membahayakan, seperti penggunaan alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang.

Untuk itu, tidak ada salahnya anda meminta surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa dia adalah seorang baby sitter yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan obat-obat terlarang.

Kepribadiannya Pun Harus Menyenangkan

Untuk mengetahuinya, Bunda bisa melakukan beberapa tes wawancara. Perhatikan cara bicaranya dan tingkah lakunya di depan anda. Anda juga bisa mengenalkannya kepada anak anda dan amati responnya. Dari situlah dapat diketahui apakah dia termasuk orang dengan kepribadian yang menyenangkan atau tidak.

Juga Mengetahui Dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Sebaiknya pilihlah baby sitter yang memiliki pengetahuan tentang penanganan pertama pada kondisi darurat. Ini sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat anak mengalami sesuatu yang darurat. Setidaknya saat anak dalam kondisi darurat, dan anda tidak sedang berada di dekatnya, baby sitternya dapat memberikan penanganan tepat

Perhatikan Juga Kemampuan Berkomunikasinya Bun

Sebagai orangtua tentunya anda ingin mengetahui perkembangan anak dari waktu ke waktu. Untuk itu orang yang bisa memberikan informasi secara detil mengenai kondisi anak anda adalah baby sitter yang komunikatif. Dia akan memberikan informasi sesuai dengan yang anda minta.

Sebab Kejujuran Adalah Hal Yang Sangat Penting, Pastikan Kualitas Ini Juga Ada Pada Dirinya

Ini adalah kriteria yang sangat penting dan harus dimiliki oleh seorang baby sitter. Seorang baby sitter yang jujur akan memberikan informasi kepada anda tentang segala hal yang dia ketahui sehingga jika terjadi sesuatu maka  dapat dilakukan tindakan secepatnya.

Memiliki Latar Belakang Pendidikan Khusus Merawat Anak

Seorang baby sitter yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang bagaimana prosedur merawat bayi yang benar, maka dia akan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Baby sitter yang memiliki latar belakang pendidikan khusus merawat anak akan tahu bagaimana cara membentuk kepribadian buah hati anda.

Calon Baby Sitter Untuk Buah Hati Juga Harus Berasal Dari Lembaga Yang Terpercaya

Pada umumnya baby sitter berasal dari lembaga pendidikan tertentu. Lembaga-lembaga tersebut akan menyalurkan baby sitter setelah selesai mengikuti pelatihan selama beberapa waktu. Perlu anda tahu bahwa tidak semua lembaga memiliki kredibilitas yang baik. Untuk itu, anda harus jeli saat memilih baby sitter

Dia Juga Memiliki Rekomendasi, Dengan Demikian Bunda Bisa Dengan Mudah Mendapatkan Semua Informasi Tentangnya

Meskipun hal ini bukanlah hal yang sangat penting tapi tidak ada salahnya jika anda memilih baby sitter yang sudah direkomendasikan oleh pihak-pihak yang terpercaya. Dengan begitu, anda bisa dengan mudah memperoleh informasi tentang baby sitter tersebut.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Bunda Suka Sekali Jajan? Siasati Dengan Menyesuaikan Uang Saku Dan Kebutuhannya Bun

girl-person-human-female

Jajan merupakan aktivitas yang menjadi kegemaran anak. Jika kita perhatikan, sebagian besar anak-anak suka jajan. Meski begitu memberikan uang jajan secara berlebihan juga tidak baik untuk perkembangan anak.

Anak yang mendapatkan uang jajan banyak akan cenderung berperilaku konsumtif sehingga jadi sulit untuk membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan sekedar keinginannya saja. Untuk itu, berikanlah uang saku secukupnya kepada anak. Tips-tips berikut akan membantu Bunda untuk mengatur uang saku anak.

Pertama, Bandingkan Uang Saku Anak Dengan Teman Sebayanya

Sebelum anda menentukan uang jajan untuk anak, sebaiknya cari tahu jumlah uang saku yang didapat oleh teman-teman sebayanya. Hal ini bertujuan agar anda tidak berlebihan saat memberikan uang untuk anak. Pemberian uang saku dengan nominal yang relatif sama juga dapat menghindarkan terjadinya kecemburuan sosial antara anak dan teman-temannya.

Selanjutnya Sesuaikan Uang Saku Anak Dengan Kebutuhannya

Tips berikutnya adalah anda harus menghitung apa saja yang anak butuhkan dalam sehari atau seminggu. Hitunglah biaya untuk jajan, transportasi, iuran sekolah, dan sebagainya, setelah itu baru berikan uang sesuai dengan perhitungan anda. Jangan lupa memberikan sedikit uang tambahan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendadak diluar perhitungan. Tapi ingat, berikan uang tersebut secukupnya saja.

Beri Pemahaman Pada Anak Untuk Memilah-milah Antara Kebutuhan dan Keinginan

Selain anda menghitung apa saja yang menjadi kebutuhan anak, anda juga perlu mengenalkan apa itu kebutuhan dan apa itu keinginan. Anak harus tahu dua hal itu. Setelah mereka memahaminya, maka anda perlu menekankan kepada anak untuk mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Dengan begitu anak dapat menggunakan uangnya sesuai dengan kebutuhan.

Ajari Anak Menabung Dengan Menggunakan Celengan Atau Membuka Rekening Tabungan Di Bank

Suatu waktu pastilah akan ada uang saku yang sisa dan tidak terpakai. Apalagi jika uang jaga-jaga tersebut rutin anda berikan, sedangkan kebutuhan mendadak tidak terjadi setiap hari, maka pastinya dia memiliki uang yang tidak terpakai. Untuk menghindari sifat konsumtifnya, berikan anak celengan dengan karakter favoritnya.

Jika anak anda sudah besar, maka ajaklah dia untuk membuka rekening tabungan di bank sendiri, selain dapat menghindarkan anak dari sifat konsumtif, cara ini juga dapat melatih anak untuk menabung. Hasilnya mereka akan kegirangan saat membuka celengan ataupun isi tabungannya.

Dalam Jangka Waktu Tertentu, Sebaiknya Bunda Melakukan Evaluasi Untuk Mengetahui Apakah Uang Saku Yang Anda Berikan Saat Itu Masih Sesuai Dengan Kebutuhan Anak

Tidak ada salahnya suatu waktu anda mengevaluasi uang jajan yang sudah diberikan kepada anak. Evaluasi ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah uang saku yang dia terima masih sesuai dengan kebutuhannya atau tidak. Sebab harga-harga kebutuhan terus mengalami perubahan, bahkan cenderung mengalami kenaikan. Sedangkan seiring dengan pertambahan usia kebutuhan anak pun semakin bertambah.

Sebagai contoh saja jika dulu anak akan kenyang saat makan bubur ayam 5 ribu, maka seiring dengan pertambahan usianya bubur ayam 5 ribu sudah tidak lagi mengenyangkannya. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi. Usahakan untuk mengajak anak saat melakukan evaluasi. Hal ini agar anda dapat menentukan uang saku sesuai dengan kebutuhan anak saat itu.

Lima tips di atas perlu anda lakukan saat mengatur uang saku anak. anak harus sejak dini diajarkan untuk mengatur keuangannya sendiri sehingga ketika dia sudah besar dan sudah mengetahui banyak hal, dia dapat mengatur keuangannya sesuai dengan kebutuhannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Film Superhero Semakin Marak, Perlukah Pendampingan Orangtua Meski Sudah Dilabeli Rating PG?

1

Anak-anak pasti kenal dengan Captain America, Iron Man, Superman, hingga Wonder Woman. Kehadiran para superhero tentu meninggalkan kesan tersendiri nantinya jika mereka sudah beranjak remaja. Namun zaman berubah, saat ini kehadiran superhero terasa lebih nyata. Jika dulu anak-anak cukup menikmati cerita heroik lewat komik, sekarang industri perfilman Hollywood justru tengah gencar membuat film dengan tokoh utama para superhero yang semula hanya populer di komik.

Kemunculan para superhero tentu memberi dampak, entah positif maupun negatif. Jeff Greenberg, professor psikologi sosial dari University of Arizona mengatakan, salah satu dampak positifnya yaitu kehadiran superhero ternyata memberi kekuatan pada anak-anak berupa panutan. Hal ini mengacu lantaran di usianya, anak-anak masih membutuhkan pelindung dari berbagai macam bahaya yang terlintas di benak mereka. Karenanya mereka membutuhkan sosok yang dapat diandalkan selain orangtua. Tak heran, figure superhero yang kuat dan hebat kemudian meninggalkan kesan mendalam di benak anak-anak.

Meski demikian, Bunda tetap perlu mengarahkan jika si kecil mulai mengidolakan figur superhero, termasuk mengawasinya ketika menonton film keluaran Marvel dan DC Comic. Terlebih jika film itu sudah diberi rating PG (Parental Guide). Karena tanpa disadari, film superhero pun meninggalkan dampak negatif tersendiri bagi si kecil.

photo_original_1606345_577ad1e067ad1

Si Kecil Akan Meniru Cara Berpikir Superhero Idolanya dalam Berbagai Aspek di Kehidupan Nyata

Tak sedikit anak-anak yang mulai menganggap para tokoh superhero adalah representasi dirinya. Mereka merasa kisah Superman atau Iron Man mewakili kehidupannya. Saat itulah biasanya si kecil mulai meresapi setiap perilaku superhero untuk kemudian ditiru.

Mereka dengan daya imajinasi yang tinggi bahkan ikut menantikan keajaiban semisal Peter Parker yang digigit laba-laba tetiba jadi Spiderman. Bunda perlu mengarahkan jika hal seperti itu tidak akan benar-benar terjadi di dunia nyata. Karena jika terlambat diarahkan, hal itu membuat si kecil memiliki perilaku pasif ketika mencari solusi dari sebuah masalah. Di kemudian hari mereka biasanya melarikan diri dalam dunianya sendiri.

Four-kids-watching-a-movie

Peran dan Arahan Orangtua Sangat Penting Agar Si Kecil Tak Ketergantungan dengan Imajinasi Superhero

Ada kalanya anak-anak akan memposisikan dirinya sebagai tokoh inferior. Mereka merasa tidak berdaya dan tak punya kekuatan untuk mengatasi berbagai gangguan yang datang. Karenanya ia mulai berimajinasi akan superhero dan berharap ada sosok penyelamat yang datang.

Di sini, peran orangtua dalam mengarahkan si kecil sangatlah penting. Bunda patut memberitahunya jika ia harus memiliki keberanian mengatasi berbagai hal yang dipandangnya sebagai sebuah masalah serius. Tekankan pada si kecil jika mereka bukan korban atau obyek dari suatu peristiwa. Jika tak ada peran aktif dari orangtua, bukan tak mungkin si kecil akan tumbuh jadi pribadi yang punya komitmen lemah dan tidak bertanggung jawab.

Meski Dirasa Punya Banyak Dampak Negatif, Tekankan Nilai-nilai Positif yang Diajarkan Lewat Film Superhero

Melatih si kecil agar mau bekerjasama adalah salah satu fase yang tak boleh dilewatkan. Bunda bisa menilik, film superhero meski hanya ditekankan satu pahlawan super yang menjadi tokoh utama, biasanya ia punya tim yang membantunya memenangkan perlawanan atas villain yang muncul di film tersebut. Latih si kecil agar mau diarahkan mengenai kerjasama dan kekompakan yang dimiliki para tokoh tersebut. Meski di dunia nyata tak ada pahlawan super, tekankan pada si kecil jika tetap ada orangtua, kakak, kakek, nenek, atau bahkan teman-teman yang akan selalu mendukungnya.

pexels-photo-173666 (1)

Pentingnya Mengatakan Pada Si Kecil Jika Sosok Pahlawan Sejati Tak Berharap Pamrih dan Tidak Merusak Sesuatu

Para superhero selalu lekat dengan reward berupa wanita cantik di akhir film. Hal ini jelas bukan contoh yang baik. Jika bunda tidak mengarahkannya, bukan tak mungkin anak-anak terutama anak laki-laki akan beranggapan bahwa wanita adalah properti yang layak diberikan kepadanya sebagai hadiah. Mengajarkannya agar respect terhadap wanita adalah satu hal yang harus ditanamkan sejak kecil.

Film superhero seringkali menampilkan aksi vandalism atau pengrusakan. Secara tidak langsung, si kecil akan menangkap jika barang orang lain kalau untuk tujuan kebaikan itu tidak masalah. Padahal kenyataannya tidak demikian. Akan jauh lebih baik kalau anak belajar bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah dengan menimbulkan kerusakan sesedikit mungkin.

Dari segala kemungkinan negatif yang diulas di atas, sejatinya orangtua masih punya banyak cara untuk menghalau dampak tersebut. Misalnya dengan:

  1. Mendampingi anak ketika menonton film. Bukan hanya duduk berdampingan, tapi mengajaknya berbincang tentang film itu.
  2. Mengajak anak berkomunikasi tentang dirinya sesering mungkin. Banyak hal positif yang akan diperoleh orangtua.
  3. Mengalihkan atau membatasi jenis film yang ditonton anak. Biarkan anak menangis, protes, dan sebagainya karena keinginannya tidak terpenuhi.
  4. Mencari kesibukan lain sebagai ganti menonton film. Misalnya dengan bermain permainan-permainan edukatif, menghafal Al Qur’an, membaca buku, mendengar cerita sahabat Nabi, dongeng, dan sebagainya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top