Kesehatan Ibu & Anak

Demi Buah Hati, Bunda Harus Tetap Sehat, Hati – Hati dengan Racun dan Radikal Bebas

pexels-photo-257283

Sebagai seorang ibu, sadar tak sadar kita dituntut untuk selalu punya badan yang sehat kan Bun? Karenanya, sekalipun padat sekali jadwal dan kegiatan yang dilakoni Bunda setiap harinya, jangan lupa untuk terus jaga kesehatan ya Bun.

Banyak ibu yang menyepelekan soal dampak radikal bebas 

Bicara soal kesehatan, Bunda sendiri sudah tahu soal radikal bebas dan dampaknya bagi tubuh manusia? Yup! Zat yang satu ini merupakan jenis racun yang mengendap di dalam tubuh. Radikal bebas pun memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan manusia. Keberadaan radikal bebas dalam tubuh bisa bersumber dari polusi udara, pola hidup tak sehat, bahkan berbagai jenis makanan instan.

Banyak makanan—terutama yang instan ternyata mengandung banyak bahan tambahan di dalamnya yang sejatinya tak diperlukan tubuh. Tapi karena gaya hidup dan pola makan yang berubah, akhirnya banyak ibu yang menyepelekan soal dampak radikal bebas serta menganggap konsumsi makanan instan secara rutin itu sah-sah saja. Justru terasa kurang kalau tidak mengonsumsi.

Diet non toxic demi mengeluarkan racun dalam tubuh

Padahal, kalau racun dari makanan instan tersebut menumpuk dan terakumulasi di dalam tubuh, efeknya untuk kesehatan pun tak baik lho Bun. Untuk itu Bunda disarankan mengikuti diet non toxic demi mengeluarkan racun dalam tubuh. Nah, beginilah caranya:

  1. Makan tiga kali sehari secara rutin sesuai porsi yang dianjurkan
  2. Tak usah mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman yang mengandung kafein, serta minum yang terlalu berwarna. Makanan kaleng pun juga tak baik kalau idkonsumsi terus-menerus.
  3. Tak usah terlalu sering meonsumsi makanan hasil fermentasi seperti tape, keju, tauco, dan tempe.
  4. Cukupkan konsumsi buah-buahan dan air putih setidaknya 2,5 liter demi menetralisir racun ya Bun.

Makanan yang memang berfungsi menangkal radikal bebas

Di samping itu, beberapa makanan yang memang berfungsi menangkal radikal bebas. Apa saja? Ini lho Bun, pasti Bunda sering menyajikannya di meja makan.

  1. Bayam

Bunda wajib tahu, bayam berfungsi mengobati anemia, meningkatkan metabolisme dan kekebalan, serta membuat tulang lebih kuat juga lho Bun. Baru setelahnya, bayam punya potensi mendetoksifikasi tubuh dengan mengeluarkan racun berbahaya.

  1. Jeruk

Mengonsumsi satu buah jeruk atau setidaknya meneguk satu gelas jus jeruk di pagi hari ternyata bisa meningkatkan kesehatan secara cepat lho Bun. Kenapa? Sebab komponen vitamin C yang terkandung dalam jus jeruk tak hanya meningkatkan kekebalan tubuh, melainkan juga membunuuh kuman dan mengeluarkan racun dari tubuh secara efektif.

  1. Bawang putih

Kalau masak sayur, jangan pelit menambahkan bawang putih, Bun! Kenapa? Sebab sayuran yang satu ini ternyata punya kandungan allicin yang tinggi yang bisa menyaring racun khususnya dari sistem pencernaan sehingga membuat tubuh Bunda tetap sehat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Punya anak yang cerdas dan Aktif itu Dambaan Hampir Semua Orang tua , Menumbuhkan Jiwa Aktif dan Kompetitif pada Si Kecil Ada di Tangan Bunda

test11

Punya anak yang cerdas, pantang menyerah, dan terpacu untuk jadi sukses jelas jadi dambaan hampir semua orangtua. Untuk itu, banyak anak yang akhirnya dididik untuk memiliki jiwa kompetitif demi meraih suksesnya kelak.

Iya Bun, sebab kecerdasan saja tidak cukup kalau tak diimbangi dengan munculnya sikap kompetitif. Nah, bicara soal daya juang, ada sebagian anak yang belum sepenuhnya mengerti mengenai soal sikap ini. Bun, kompetisi itu sangat penting lho untuk perkembangan anak.

“Kompetisi mengajarkan si Kecil kalau anak yang paling pintar tidak selalu sukses, tetapi mereka yang bekerja keras dan terus berusaha,” ujar Timothy Gunn, Psy.D, neuropshychologist anak dari Gunn Psychological Services seperti dikutip dari Parents.com.

Menurutnya, aktivitas kompetitif dapat membantu anak mengembangkan beragam kemampuan penting yang bisa bermanfaat untuk hidupnya kelak, seperti mengembangkan empati, mengantri giliran, dan belajar untuk jadi pribadi yang tekun.

Jangan Pelit Pujian Bila Si Kecil Sudah Berusaha Sebaik Mungkin

Cara termudah menumbuhkan rasa percaya diri pada anak adalah dengan tak pelit pujian. Tapi jangan berlebihan juga Bun. Dengan memberikan pujian yang sesuai dengan kerja kerasnya, ia akan lebih mudah merasa percaya diri. Dengan menghargai setiap kerja kerasnya, maka ia akan tumbuh jadi sosok yang gigih dan tak takut dalam menghadapi kekalahan, Bun.

Latihlah Si Kecil Agar Tak Fokus pada Hasil Saja ya Bun

Setiap orangtua tentu akan bangga kalau anaknya dapat nilai terbaik di semua pelajaran. Hanya saja jangan sampai karena ambisi orangtua agar si kecil mendapatkan nilai terbaik, hal itu justru membuat buah hati Bunda jadi merasa tertekan. Karenanya, yuk Bun ajak si kecil untuk bisa menikmati setiap prosesnya dan bukan hanya berorientasi pada target saja.

Ajar Si Kecil untuk Berani Menerima Kegagalan

Masih banyak lho anak yang belum berani berkompetisi karena tak bisa menerima kegagalan atau karena tak tau harus berbuat apa setelah dinyatakan gagal. Nah, demi mengatasi situasi semacam ini, Bunda perlu sekali mengajarkan si kecil untuk mau menerima kegagalan. Bunda bisa menceritakan situasi dimana Bunda pernah mengalami kegagalan sekaligus memberitahu bagaimana caranya bangkit. Semangat untuk tak perlu takut akan kegagalan itu harus dihidupi oleh si kecil, yang penting si kecil berani untuk mencoba ya Bun.

Jangan Menumbuhkan Sikap Gengsi dan Tak Mau Menerima Bantuan

Menurut survei pendiri Revolution Prep dan anggota Young Presidents Organization, Jake Neuberg dan Ramit Varna, banyak orangtua yang berbohong saat memamerkan kehebatan anak mereka. Bahkan ada orangtua yang tidak mau orang lain tahu kalau anaknya butuh guru privat untuk bisa mengerti pelajaran di sekolah. Padahal, orangtua tidak perlu malu ketika anaknya menerima bantuan, karena itu bisa mengajarkan anak tentang apa kekurangannya yang masih perlu diperbaiki.

Terpenting, Mereka Harus Bisa Menerima Segala Kekurangan dan Kelebihan

Buatlah buah hati Bunda bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya juga orang lain. Saat anak sudah mengerti akan hal itu, maka ia tak akan takut berokmpetisi dan lebih bisa menerima kekalahan. Pun saat ada rekannya yang mungkin lebih unggul darinya, kalau si kecil mengerti akan kekurangan dan  kelebihan, maka ia pun bisa mengakui kehebatan temannya itu dan menjadikannya sebagai motivasi agar bisa berjuang lebih baik lagi.

Sejak Awal, Bunda Pun Harus Konsisten Memberi Contoh yang Baik
Ajarkan pada anak mengenai kompetisi yang baik ya Bun. Manfaatkan permainan sederhana seperti bermain kartu, scrabble, monopoli, atau permainan apapun. Ajarkan bahwa menang tidak boleh dengan cara curang dan harus bisa menerima kekalahan dengan baik.

Dorong si Kecil Supaya Fokus dengan Tujuan Pribadi

Saat berkompetisi, penting sekali Bun menanamkan soal tujuan utama sebuah kompetisi pada si kecil. Saat sedang melakoni sebuah kompetisi, ajaklah dia untuk memaksimalkan kemampuan diri sendiri, bukan semata-mata untuk mengalahkan orang lain. Sebab kalau terlalu fokus ingin mengalahkan orang lain, maka kadang anak melupakan tujuan utama dari kompetisi tersebut.

Jika menang…
Bun, kalau si kecil menang, jangan biarkan ia terbuai oleh euforia kemenangannya dan akhirnya muncul rasa sombong saat mengalami kemenangan. Akan lebih baik kalau Bunda terus mendampingi dan memberikan pujian pada proses yang dijalani anak untuk meraih kemenangan. Seperti bagaimana ia saat berlatih dengan rajin, berlomba dengan ulet, tidak menyerah dan tidak curang. Dengan melakukan hal tersebut, anak dapat belajar bahwa untuk meraih suatu keberhasilan dibutuhkan proses dan kerja keras.

Jika kalah…
Sebagai orangtua, tentu kita harus berbesar hati. Yup! Saat anak kalah, sebaiknya Bunda jangan menunjukkan rasa sedih, kecewa, atau marah. Jika anak sedih atau kesal, biarkan saja karena itu adalah bentuk ekspresinya. Namun, jangan biarkan hal tersebut terjadi berlarut-larut. Justru akan lebih baik kalau Bunda mengajaknya untuk mengevaluasi apa yang sudah ia lakukan saat mengikuti lomba. Jangan lupa untuk mengajarkan ia memberikan selamat dan menghargai perjuangan tim lawan.

Katakan Padanya untuk Tidak Fokus pada Hadiah

Sebaiknya jangan mengajarkan si kecil untuk terobsesi dengan kemenangan semata dan hadia yang dijanjikan. Bunda perlu terus membimbingnya untuk konsisten dan menjaga kefokusan pada permainan atau pertandingan yang adil. Kenapa harus demikian? Sebab kalau si kecil terbiasa fokus pada kemenangan dan hadiah, kelak ia akan memakai segala cara untuk memperoleh apapun yang ia mau tanpa melihat dampak buruk dan baiknya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Mau Lahiran Normal, yang Penting Bunda Mau Olahraga dan Periksa ke Dokter Kandungan Secara Rutin

woman-pregnant-pier-belly-54634 (1)

Kalau disuruh memilih, pasti kebanyakan ibu akan memilih untuk lahiran normal kan Bun? Sakitnya yang katanya ‘hanya sekali’ yaitu ketika melahirkan, membuat kita sebagai ibu sepertinya enggan untuk kompromi dengan rasa nyeri setelah operasi—bila harus melahirkan secara Caesar. Tapi tahukah Bunda, penyebab seorang ibu harus melahirkan Caesar tentu berkaitan dengan kesiapan fisik dan mentalnya. Nah, supaya makin siap, ada lho Bun semacam trik tertentu yang bisa Bunda lakukan demi mengusahakan lahiran secara normal.

Pilih Dokter Kandungan yang Tepat untuk Bunda

pexels-photo-1145997

Sadar tak sadar keberadaan dokter kandungan ternyata bisa mempengaruhi proses persalinan lho Bun. Kalau Bunda ingin persalinan yang normal, maka salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memilih dokter kandungan yang pro dengan persalinan alami dan lebih jarang menjalani persalinan Caesar dalam praktiknya. Bunda perlu mencari dokter yang punya visi yang sama. Katakan pada dokter dari awal jika Bunda menginginkan persalinan normal, dengan begitu ia akan terus memantau kondisi dan kesehatan kehamilan Bunda serta mengusahakan agar Anda bisa melahirkan normal, dengan tetap menyesuaikan kemampuan tubuh Anda.

Bunda Juga Bisa Ikuti Kelas Kehamilan

pexels-photo-1103242

Kenapa? Sebab saat Bunda mengikuti kelas kehamilan, banyak yang bisa Bunda ketahui terkait persiapan persalinan dan pengasuhan bayi saat lahir nanti. Yang jelas setiap hal itu Bunda dapatkan secara lebih jelas dan mendalam. Mulai dari tips menjaga kesehatan selama hamil, cara mempersiapkan tubuh menjelang persalinan agar bisa lahir normal, latihan pernapasan untuk menghadapi persalinan normal, hingga berbagi pengalaman dan masalah kehamilan.  Bahkan Bunda pun akan dibantu meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi proses persalinan.

Bunda Perlu Banyak Membaca Buku Serta Rutin Cek ke Dokter Kandungan ya Bun

woman-pregnant-pier-belly-54634 (1)

Yup! Selain ikut kelas kehamilan, Bunda juga perlu membaca banyak buku tentang persiapan persalinan secara normal. Atau kalau memang Bunda perlu interaksi, ikuti saja grup atau komunitas sesama ibu yang pernah atau sedang berjuang melahirkan secara normal.

Selanjutnya, Bunda tak boleh abai soal rutin cek ke dokter kandungan. Kondisi kehamilan harus dipantau secara rutin agar bisa menghindari masalah-masalah kehamilan yang bisa membahayakan, sehingga bisa mengurangi risiko persalinan caesar.

Kalau Bisa dan Memungkinkan, Hindari Induksi ya Bun

pexels-photo-69097 (1)

Jika Bunda tak memiliki kondisi tertentu yang memerlukan induksi persalinan, maka sebisa mingkin hindarilah induki ya Bun. Beberapa penelitian percaya bahwa ibu yang mendapatkan induksi persalinan berisiko lebih besar mengalami persalinan caesar darurat.

Terpenting, Olahraga yang Cukup ya Bun

pexels-photo-1253592

Olahraga rutin selama kehamilan dapat membantu tubuh Bunda aktif, sehingga secara tidak langsung bisa mengurangi risiko persalinan caesar. Di lain sisi, fungsi olahraga juga bisa membantu mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan normal lebih mudah lho Bun. Selain itu, tetap penuhi nutrisi yang diperlukan selama hamil agar kesehatan Bunda tetap terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Hati – hati, Sayuran yang Digoreng Sebenarnya Aman Tidak ya Untuk si Kecil?

pexels-photo-302482

Demi membuat nafsu makan si kecil tetap terjaga, orangtua harus pandai membuat varian menu makanan yang menarik ya Bun. Apalagi soal sayuran, anak kecil rentan sekali tak suka makan sayuran. Pada akhirnya, Bunda pun harus membuat varian menu sayuran seperti sayur yang digoreng. Menu seperti brokoli goreng tepung, atau kembang kol goreng, bahkan keripik bayam pun jadi inovasi Bunda dalam meracik menu untuk si kecil. Tapi urusan nutrisi, bila sayuran diolah demikian, akankah nutrisinya masih terjaga?

Nah, menurut ahli gizi Jansen Ongko, orang Indonesia memang paling sering mengonsumsi gorengan, termasuk saat sarapan. Padahal gorengan bukanlah sumber energi yang ideal. Mengonsumsi sayuran yang digoreng hanya mengisi perut tapi kebutuhan energi atau energinya justru sangat kurang.
“Jika sayuran atau buah digoreng akan menghilangkan nilai gizinya,” ujar Jansen. Ia menyarankan kalau ingin membuat si kecil lebih lahap dengan menu sayur atau buah-buahan, maka alternatifnya yaitu dipotong-potong lalu dijadikan salad.

“Kalau digoreng asupan lemak bisa berlebih, kolesterol tinggi padahal tubuh sudah memproduksi asam lemak sebesar 70 persen, kita hanya butuh 30 persennya,” tambahnya. Nah Bunda perllu waspada, kalau asupan lemak berlebih, maka si kecil jadi memiliki risiko mengalami obesitas kan? Karenanya, dari Bundanya memang harus lebih bijak dalam menentukan dan memilih makanan yang akan dikonsumsi buah hati setiap  harinya.

Tak perlu mengeluh Bun kalau si kecil susah sekali diajak makan buah atau sayur baik yang sudah diolah maupun yang masih segar. Cobalah berulang-ulang. Cara pengenalan makanan ke anak-anak memang pada dasarnya harus dilakukan berulang-ulang tapi harus tetap menyenangkan hatinya.

Alternatif lainnya yaitu mulai memberikan sayur dan buah dalam porsi kecil dulu Bun. Mungkin dengan cara yang demikian, ia tak akan takut karena harus menghabiskan seporsi besar makanan yang tak disukainya. Kuncinya adalah Bunda dan Ayah harus menyadari kalau orangtualah cermin bagi si kecil. Jadi kalau kita suka makan sayur dan buah pasti si kecil tak akan menolak jika diberi sayuran dan buah-buahan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top