Mom Life

Demi ASI yang Melimpah, Bunda Tetap Harus Cari Cara yang Efektif dan Aman Ya…

dot

Demi memenuhi kebutuhan ASI eksklusif untuk buah hati, Bunda perlu pintar-pintar menyiasati supaya stok ASI melimpah. Namun biasanya hal ini jadi tantangan untuk para ibu. Mengingat jangka waktu ASI keluar dari payudara masing-masing jelas berbeda-beda.

Ada yang stoknya memang melimpah secara alami, ada yang harus pakai drama dalam memompa ASI. Padahal, seiring bertambahnya usia buah hati, hari demi hari, minggu demi minggu, kebutuhan ASI untuk buah hati pun bertambah. Kalau sudah begini, timbul pertanyaan apakah ASI saya cukup untuk si Kecil? Tenang Bun, tak usah dibawa stress.

Bersihkan Puting Lalu Pijat Kedua Payudara Bunda

Membersihkan puting tak selalu dilakukan saat melahirkan saja. Saat hamil tua, mulailah membersihkan kedua puting. Ini memengaruhi jalan keluar ASI nantinya. Lakukan beberapa hari sekali dengan menggunakan baby oil ya Bun.

Memijat payudara juga bisa menggunakan minyak zaitun. Lakukan gerakan memutar secara berulang hingga 10 kali. Sesekali bahu dan bagian tulang belikat juga perlu dipijat agar Bunda mendapat efek relaksasinya. Dicoba yuk Bun.

Memperbanyak ASI dengan Sering Menyusui

Bayi baru lahir perlu menyusui 2-3 jam sekali. Itu dikarenakan lambungnya yang masih kecil jadi ia belum bisa menampung banyak-banyak. Tapi Bun, semakin rajin mengosongkan payudara dengan menyusui dan memompa ASI maka otomatis produksi susu akan kembali terpenuhi.

Produksi ASI semakin sering maka ini bisa jadi cara memperbanyak ASI yang efektif. Dengan rutin menyusui setiap 2-3 jam, payudara akan mengirim perintah ke otak untuk memproduksi ASI sebanyak kebutuhan tersebut. Produksi ASI akan bertambah dalam waktu 3-7 hari sesuai intruksi tersebut.

Bayi pun akan kenyang jika menyusu secara rutin, dan ini bisa membuatnya jadi lebih tenang. Jadi, jangan takut kehabisan stok ASI ya Bun.

Andalkan Kekuatan Skin to Skin dan Pastikan Posisi Saat Menyusui Tepat ya Bun

Kedekatan emosi yang dimiliki Bunda dengan bayi, akan memerintahkan otak untuk memproduksi ASI lebih banyak. Beberapa negara yang mendukung program ibu menyusui menganjurkan skin to skin contact sebagai salah satu cara menyusui yang baik. Untuk itu, perbanyak kontak skin to skin ya Bun. Selain untuk produksi ASI, aktivitas ini akan membuat anak merasa tenang.

Dan Pilihlah Makanan yang Bisa Memperbanyak ASI

Makanan yang bisa memperbanyak ASI antara lain bayam, wortel, havermouth, pare dan daun katuk. Tidak ada larangan jika Bunda ingin mengonsumsi suplemen atau minuman ASI booster. Tapi perhatikan cara pembuatan dan bahan yang terkandung dalam ASI booster tersebut ya Bun.

Hindari penggunaan bahan kimia di dalamnya, termasuk jika mengandung bahan pengawet. Perhatikan bahan-bahan karena sangat berpengaruh pada bayi mama. Dibanding dengan ASI booster dalam bentuk suplemen, memang lebih baik bahan makanan alami yang disebutkan tadi. Cukup perbanyak konsumsi makanan tersebut secara rutin saja Bun. Pasti berpengaruh pada produksi ASI.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tips Mendongeng dari Pakar Sastra Anak Indonesia

story-4220329_640

Kebanyakan orangtua, khususnya Bunda kadang kala dilema tiap kali hendak mencoba mendongeng untuk si kecil di rumah. Biasanya kita takut gagal, tak didengar, takut tak bisa berekspresi di depan anak atau hal-hal lain yang membuat kita mengurungkan niat dan tak jadi mendongeng untuk si kecil. Padahal, sebenarnya semua orangtua bisa mendongeng kok Bun.

Nah Bun, Dr.Murti Bunanta SS., MA, selaku seorang Peneliti dan Pakar Sastra Anak Indonesia yang sudah berkecimpung dalam dunia dongeng sejak puluhan tahun lalu, menyebutkan jika peran orangtua dalam mendongeng sebenarnya adalah hal positif yang patut diaperisiasi.

Ditemui di acara Peluncuran ‘Dongeng Aku dan Kau’ dari Dancow, Kamis (18/7/2019) di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Beliau memberikan beberapa tips untuk bunda yang ingin mulai mendongeng buat si kecil namun masih bingung cara memulainya. Diantaranya :

  1. Ambil dan pilih cerita yang Bunda senangi, yang tak bersikap memaksa si kecil atau menakuti.
  2. Saat Bunda hendak mendongeng, jadilah seperti anak kecil dan ikut berimajinasi.
  3. Gunakan benda yang ada di sekitar sebagai objek untuk memberinya gambaran cerita yang sedang Bunda sampaikan.
  4. Bunda juga boleh mengarang cerita apa saja.
  5. Cari waktu yang nyaman untuk si kecil dan untuk Bunda juga.
  6. Jangan memaksa anak untuk mendengarkan, tetap bacakan dongeng meski ia tak memerhatikan. Perlahan, si kecil nanti akan mulai mendekat dan mendengarkan dongeng dari Bunda.
  7. Dan kalau anak terus meminta satu cerita yang sama secara terus menerus, Bunda jangan bosan, karena itu artinya ia sedang ingin memahami cerita itu secara mendalam.

Selain itu, Dr.Murti juga menyarankan, agar Bunda tak memaksa anak untuk diam atau meyelesaikan permainan yang ia sedang lakukan hanya untuk mendengar dongeng dari Bunda. Karena itu tak akan memberinya stimulasi  apa-apa.

Selain itu, pilih juga waktu yang tepat dimana Bunda sedang merasa nyaman dan senggan, dan begitu pula dengan anak. Sebab menurut beliau, anak akan lebih mudah mencerna kosa kata dan cerita yang kita sampaikan ketika ia sedang merasa nyaman dibanding ketika ia sedang mengantuk karena mendengar dongeng saat sedang tertidur pada malam hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Yuk Bun, Bantu Pembentukan Tulang Sehat dan Kuat pada Si Kecil

blurred-background-boy-child-1416741

Bun, fungsi tulang sebagai kerangka tubuh sangatlah vital. Tulang memungkinkan si kecil bergerak, duduk, berdiri serta melakukan aktivitas lainnya. Untuk itu, orangtua pun harus memastikan si kecil memiliki tulang yang sehat dan kuat sejak dini.

Berdasarkan literatur, jumlah tulang bayi mencapai lebih dari 300 dan terdiri dari tulang rawan. Saat dewasa, tulang tersebut menjadi hanya 206 buah saja. Bukan berkurang jumlahnya, tapi sebagian tulang akan begabung menjadi satu. Dr.Christian Jessen, seorang dokter dari Inggris dalam bukunya Dr Christian’s Guide to Dealing With The Tricky Stuff berbagi tips agar anak-anak memiliki tulang yang sehat dan kuat.

Pastikan Si Kecil Makan dengan Benar

Makanan dan minuman seperti susu, keju, yoghurt, sayuran berdaun gelap, kacang-kacangan, dan ikan kaleng menjadi sumber kalsium yang baik. Ini merupakan mineral yang dibutuhkan tulang agar tetap sehat. “Coba minum air putih dan hindari minuman bersoda, yang bisa membuat tubuh lebih sulit menyerap kalsium,” kata Jessen.

Ia Harus Mendapat Paparan Sinar Matahari

Jessen mengatakan, si kecil harus tetap mendapatkan vitamin D dari sinar matahari yang dibutuhkan tulang untuk menyerap kalsium dari makanan. Nah, untuk itu setidaknya pastikan si kecil terkena sinar matahari selama 15 menit setiap harinya ya Bun.

Kenali Yang Namanya Growing Pain

Pernahkah anak-anak merasa kakinya sakit seperti pegal-pegal di malam hari? Jika iya, mungkin ini karena growing pain. Kondisi ini terjadi karena tulang tumbuh lebih cepat ketimbang otot, sehingga terasa sakit ketika meregang. Rasa sakit ini normal dan biasanya tak membutuhkan perawatan.

Biasakan Agar Ia Suka Berolahraga

Bun, para ahli merekomendasikan, setidaknya biarkan anak berolahraga selama satu jam dalam sehari. Olahraganya bisa apa saja. Misal bersepeda, berjalan, berlari, atau bermain frisbee. Olahraga semacam itu bisa memperkuat tulang. Kemudian cobalah pertahankan agar si kecil punya berat badan yang sehat.

Sebab, kelebihan atau kekurangan berat badan dapat memengaruhi kesehatan tulang ketika usia menua. Anak-anak sebaiknya melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit sehari. Kalau anak makan dengan gizi cukup, tapi tidak banyak melakukan fisik, kalsium dan vitamin D yang diasup tidak akan berfungsi dengan baik. Bunda perlu tahu, kegiatan fisik ini bertujuan untuk pemadatan tulang anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bahaya untuk Anak, Setop Kebiasaan Menggelitik

baby-babysitter-babysitting-1116050

Sebagai orangtua, seringkali kita gemas oleh si kecil dan ingin sekali menggelitik mereka supaya memancing mereka tertawa terbahak-bahak karena tawa anak kecil memang lucu ya Bun. Tapi tahukah Bunda, ternyata menggelitik merupakan kebiasaan buruk yang harus dihentikan?

Ada efek negatif yang akan merugikan anak bahkan memancing anak sampai tertawa sangat geli itu tak dianjurkan nih Bun. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari situs Brightside pada Selasa, 25 Juni 2019.

Si Kecil Jadi Tak Nyaman

Bunda perlu tahu, hanya karena seorang anak tertawa, bukan berarti mereka senang lho saat digelitik. Anak-anak, terutama yang geli, tidak bisa berhenti tertawa ketika digelitik. Bahkan jika mereka benar-benar membencinya.

Tawa karena geli ini seperti ilusi. Anak seperti menikmatinya padahal sebenarnya tidak. Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of California pada 1997, para ilmuwan menemukan bahwa menggelitik tidak menciptakan perasaan bahagia yang sama seperti yang diciptakan ketika seseorang menertawakan lelucon lucu. Menggelitik hanya menciptakan ilusi lahiriah bahwa seseorang sedang tertawa.

Ia Justru Tak Bisa Mengontrol Dirinya Loh Bun

Tahukah Bunda, digelitik kehilangan kendali dirinya. Perjuangan untuk mendapatkan kendali bisa jadi hal sangat sulit bagi anak dan bisa meninggalkan kenangan yang tidak menyenangkan seumur hidup. Ketika orang dewasa menggelitik anak-anak, mereka kebanyakan bermaksud bersenang-senang.

Menurut Dr. Richard Alexander, Profesor Biologi Evolusi di University of Michigan, menggelitik bisa menjadi bentuk dominasi dan tawa yang mengikuti adalah cara untuk menunjukkan kepatuhan. Kalau dibiasakan, si kecil akan memiliki sifat penurut atas dominasi seseorang yang dilihatnya lebih dominan. Ia jadi tak percaya diri dan tak tahu cara menunjukkan dominasinya.

Dan Si Kecil Bisa Kesulitan Bernapas

Menggelitik dapat menyebabkan tawa yang tidak terkendali dan sulit untuk dihentikan. Tawa yang disebabkan oleh gelitik terus-menerus dapat mencapai titik di mana orang yang digelitik tidak lagi dapat bernapas dengan benar. Bila hal ini terjadi, tentu membahayakan si kecil sebab ia jadi mengalami sesak napas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top