Kesehatan Ibu & Anak

Dear Ayah, Sudahkah Ayah Sampaikan Pujian Ini kepada Bunda Pasca Melahirkan Sang Buah Hati?

Couple celebrate valentine's day together

Kepada para ayah, sadar tidak kalau sebenarnya ayah punya peran penting lho dalam memberikan dukungan untuk ibu. Terutama setelah pulih dari kondisi melahirkan dan menyesuaikan diri dengan kehidupannya yang sekarang. Dalam masa adaptasi tersebut, ayah masih setia menemani kan? Sebab memang tak mudah melakukan berbagai hal sendirian, terutama bila Bunda lelah karena harus begadang merawat bayi yang baru lahir.

Nah, bicara soal dukungan, kira-kira Ayah sempat tidak menyampaikan pujian kepada Bunda? Jangan ragu untuk mengutarakan isi hati Ayah, karena sebenarnya Bunda pun pasti senang kalau mendengar pujian yang keluar dari Ayah. Yuk, untuk para Ayah, tak ada salahnya mencoba. Pujian yang tulus berupa dukungan positfi pasti akan membuat para istri bahagia.

“Kamu berhasil, kamu benar-benar berhasil!”

Ingat Yah, melahirkan adalah sebuah tugas berat dan sebuah proses yang panjang. Dan seorang ibu layak mendapat pujian. Ia baru saja menjadi Ibu, untuk selamanya. Jangan sampai Ayah lupa untuk memberi ucapan selamat.

“Kamu mengagumkan”

Karena melahirkan adalah pengalaman yang sangat luar biasa, jangan lupa ya Yah untuk mengingatkan betapa mengagumkannya istri Ayah yang sekarang resmi jadi ibu.

“Ayah sudah siapkan air hangat buat mandi”

Setelah seharian melakukan tugas panjang sebagai ibu, pasti akan sangat membahagiakan mendengar Ayah menyiapkan hal semacam ini. Ini tandanya Ayah peduli terhadap kondisi Bunda agar tetap rileks. Walau mungkin sebentar, tapi bagi ibu yang lelah dan semalaman begadang, bisa merasakan hal semacam ini seperti spa selama berjam-jam.

“Bunda tidur aja ya”

Setelah melihat Bunda terjaga semalaman, ternyata Ayah sangat peka dan meminta Bunda untuk tidur. Mungkin Bunda ingin sekali tidur, tapi ia enggan mengutarakannya karena begitu besar rasa sayangnya untuk si kecil. Ia pun tak mau merepotkan Ayah.

“Biar aku aja”

Ayah, tubuh Bunda pun perlu pemulihan setelah melahirkan. Bila ia tidak sedang sIbuk mengurus bayi, berarti ia perlu istirahat agar tubuhnya bisa pulih. Minta ia untuk mengistirahatkan tubuhnya. Biarkan Bunda memanjakan diri dan Ayah gantian mengurus hal-hal yang ada di rumah.

“Kamu Ibu yang hebat banget”

Pasti Bunda akan gembira mendengar kalimat tersebut mengalir dari mulut Ayah. Begini Yah, melihat pasangan menjalani peran sebagai ibu itu bisa jadi sebuah perubahan besar, tapi dirinya bisa melakukannya secara natural. Hebat kan, Yah?

“Mau kuambilkan sesuatu?”

Bunda yang masih sibuk menggendong atau menyusui si kecil pasti kesulitan ingin mengambil atau meraih sesuatu yang diperlukannya. Di saat-saat seperti ini, Bunda mungkin lapar, haus, dan ingin buang air kecil. Karenanya, tawaran bantuan dari Ayah pasti membuat Bunda lega. Bunda akan menghargai sikap suaminya yang membuat tugasnya menjadi lebih ringan.

“Sini, aku aja yang gendong si kecil”

Ayah memang tak bisa menggantikan peran Bunda saat menyusui, tapi Ayah bisa membantu Ibu bisa dimulai sejak hari pertama anak lahir. Setelah si bayi kenyang, ia akan senang tidur di dada Ayah. Yuk biasakan hal ini agar Bunda pun bisa istirahat sebentar.

“Aku bangga sama kamu”

Tentu saja. Ayah pasti bangga karena Ibu telah memberi Anda bayi yang cantik atau tampan. Ayah juga pasti bangga dengan kekuatan Ibu selama menghadapi persalinan. Pastikan Ayah memberitahu betapa bangganya Ayah memiliki Bunda. Bunda pantas mendengarnya.

“Kamu terlihat cantik”

Karena memang demikian. Penampilan Bunda mungkin jadi berbeda pasca melahirkan, tapi definisi “cantik” tidak harus selalu sama. Istri Ayah justru menjadi seseorang yang baru sekarang. Jangan biarkan kondisi kurang tidur, perasaan cinta, cemas, serta perubahan hormon bercampur aduk dalam hidupnya membuat Bunda jadi tak mendapatkan pujian yang semestinya dari Ayah. Jadi, jangan lupa untuk bilang kalau Bunda tetap cantik ya, Yah.

“Say cheese…!”

Pastikan Ayah memanfaatkan kamera smartphone untuk mengabadikan setiap momen  Ibu di minggu-minggu pertamanya setelah melahirkan. Bunda mungkin sering mengambil foto Anda saat Ayah menggendong si kecil. Tapi justru ia mungkin tidak punya banyak foto bersama si kecil, jadi pastikan Ayah mengambil fotonya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Si Kecil Demam, Tak Usah Panik, Hadapi dengan Tips-tips ini Bun…

adorable-21998_640

Semua bayi pasti pernah mengalami demam. Kondisi ini memang umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Bayi dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius. Sebagai orang tua, Bunda pasti sempat didera panik dan khawatir mendapati situasi semacam ini. Tenang, tidak perlu tergesa-gesa ke dokter ketika menghadapi situasi semacam ini. Ada kalanya demam pada bayi adalah suatu kondisi yang normal terjadi dan bisa ditangani di rumah.

Demam sendiri sejatinya adalah suatu gejala dimana tubuh si kecil sedang melawan penyakit. Misalnya demam lantaran si kecil baru saja diimunisasi. Pada kondisi ini, demam bisa dianggap menjadi bukti bahwa sistem kekebalan tubuhnya bekerja dengan baik.

Demam juga bisa menyeranng bayi jika terlalu lama beraktivitas di luar ruangan lantaran cuaca panas. Atau bisa juga terjadi ketika Anda memakaikan baju yang terlalu tebal. Karenanya, Bunda tidak perlu khawatir secara berlebihan jika tubuh bayi terasa panas, tapi dia masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

toddler-1245674_640

Bun, demam pada bayi tak selalu menandakan hal yang berbahaya. Namun terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih. Bunda harus waspada ketika bayi mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti tak nafsu makan, terlihat lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain, tidak responsif, si kecil memiliki ruam, diare, sesak napas, bahkan dehidrasi.

Selain itu, demam pada bayi yang usianya masih kurang dari 3 bulan, sebaiknya segera rujuk si kecil ke dokter ya Bun. Karena demam pada usia ini bisa menandakan bahwa bayi mengalami kondisi yang serius. Bayi berusia 3 bulan ke bawah belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Ini memungkinkan kuman dan virus dapat lebih mudah menyebar dan merusak jaringan tubuhnya dengan cepat.

adorable-21998_640

Sementara, untuk bayi di atas tiga bulan, Bunda dapat membawanya ke dokter jika demam tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam, atau jika bayi tidak mau minum.

Demi Mengatasi Demam Tersebut, Bunda bisa melakukan beberapa langkah sederhana seperti:

  1. Bunda harus bersikap tenang. Sebab bila orangtua panik atau gugup, hal itu akan dirasakan oleh bayi dan gejala demamnya bisa bertambah parah karena ia akan terus menangis.
  2. Memeriksa suhu tubuh bayi. Dengan mengetahui seberapa tinggi suhu tubuhnya, Bunda akan tahu cara tepat menanganinya.
  3. Dan yang terpenting, berikan pengobatan yang sesuai. Bila suhu tubuh bayi 38 derajat celcius, gunakan obat penurun demam bagi bayi dibawah usia 1 tahun. Diatas satu tahun, Bunda bisa memberikan kompres hingga suhu tubuhnya menurun.
  4. Jika kesulitan menghubungi dokter, kendalikan suhu tubuh bayi agar tidak naik. Dan catat obat apa yang diberikan untuk menurunkan demam sebagai bahan laporan jika nanti dokter datang. Dinginkan suhu ruangan dengan membuka jendela agar ruangan terasa lebih sejuk dan tidak pengap. Basahi handuk dengan air dingin, kemudian usapkan pada kening bayi, serta leher dan lengannya. Bunda juga bisa mengusap seluruh tubuh bayi dengan air bersuhu ruang. Jangan gunakan air es karena bisa mengakibatkan gejalanya bertambah parah.
  5. Beri minuman dingin jika bayi cukup umur untuk konsumsi selain ASI
  6. Beri obat penurun demam sesuai anjuran dokter
  7. Menyusui bayi sesuai keinginannya, bila bayi tak ingin menyusu jangan memaksanya
  8. Periksa suhu tubuhnya secara rutin, setiap beberapa jam sekali
  9. Hubungi dokter jika semua perawatan diatas tidak kunjung membuat demamnya turun. Demam bisa menyebabkan bayi mudah terkena dehidrasi, karena itu usahakan untuk memberinya minum yang banyak. Bila sudah MPASI, berikan dia jus buah dan sayuran buatan sendiri. Tubuh yang kekurangan cairan bisa membuatnya sulit melawan demam, karena itu beri cairan yang banyak.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Biarkan Si Kecil Menghirup Asap Rokok

adult-art-baby-235243

Berhenti merokok berarti memberi diri kesempatan untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Kepada orangtua perokok yang berniat menghentikan kebiasaan buruk ini, tapi masih belum berhasil dengan satu cara, jangan cemas. Masih banyak jalan lain yang dapat dicoba untuk sukses menjalankan cara berhenti merokok.

Sering jadi sesuatu yang membuat dilema, terutama bagi mereka yang ingin berhenti merokok demi anaknya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar berhasil berhenti merokok. Berikut ini tips-tipsnya.

Lagipula, Merokok Serupa dengan Melakukan Penganiayaan terhadap Sang Bayi

Di lain sisi, paparan asap rokok diketahui bisa meningkatkan risiko tejadinya berbagai gangguan kesehatan dan penyakit. Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami iritasi mata, infeksi telinga, alergi, asma, bronkitis, pneumonia, meningitis, dan sindrom kematian bayi mendadak. Bahkan, membiarkan bayi terpapar asap rokok sama dengan melakukan penganiayaan lho! Tak percaya? Ini dia alasannya

Ketahui Dulu Cara Agar Si Kecil Bisa Menolak Rokok yang Akan Ia Hadapi di Pergaulan Ketika Nanti Remaja

Si kecil lambat laun akan mengenal dunia luar. Ada banyak hal yang semula tak ia ketahui namun ia jadi penasaran karena pergaulan. Termasuk urusan rokok. Akan ada potensi si kecil nantinya penasaran apa itu rokok dan bagaimana sensasi saat merasakannya. Untuk itu, jika Bunda keberatan si kecil nantinya jadi perokok, ada baiknya sejak kecil diajarkan dan diberi pengertian tentang beberapa hal ini ya Bun.

Namun, Meski Bunda Masih Merokok, Memberi ASI Tak Boleh Ditunda ya Bun

Sementara itu, untuk ibu yang memang sudah jadi perokok aktif, tak perlu minder apalagi melepaskan tanggung jawab memberi ASI ya Bun. Pertanyaan mengenai bolehkah bayi mendapatkan asi dari ibu yang masih merokok, boleh Bunda tilik sendiri di tulisan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenyaman Berkendara, Konon Jadi Pilihan Generasi Milenial

Rasa nyaman dalam berkendara jadi perhatian semua kalangan, termasuk generasi milenial. Apalagi generasi yang dikenal dinamis ini, selalu diselingi aktivitas padat yang membuat mereka kerap berpindah-pindah tempat. Tentu, rasa lelah bakal menyelimuti, ditambah lagi harus berkendara sendiri. Wajar apabila generasi milenial sangat mendambakan kendaraan yang mengerti dirinya alias nyaman di bawa ke mana-mana.

Demi menjawab keresahan akan rasa nyaman. Suzuki mengeluarkan motor matic Nex II. Motor ini memprioritaskan rasa nyaman para pengendara seperti generasi milenial lewat fitur yang dimiliki. Dari porsi tempat duduk atau jok, tingginya telah disesuaikan untuk postur anak muda Indonesia kebanyakan. Pengendara tidak akan lagi mengeluh rasa pegal bagian pinggang atau pinggul saat berkendara.

rsz_2native-ads-nex-ii-landscape

Selain itu, Suzuki Nex II kini hadir dengan kompartemen luas di bagian depan. Pengendara bisa menaruh barang lebih banyak tanpa khawatir. Seperti inner pocket Suzuki Nex II yang mampu menampung botol air minum dengan isi 600 ml. Bahkan untuk pengendara yang membawa tas dalam beraktivitas bisa menggantung di bagian depan. Karena terdapat hook yang berfungsi untuk menaruh tas.

Kepuasan pengendara tidak hanya dalam kenyamanan tentunya. Motor ini motor ini juga dibekali mesin berkapasitas 115cc dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance).Di mana mesinnya mampu menyemburkan tenaga sebesar 6,7 KW pada 8000 RPM. Serta memiliki kapasitas tangki penuh 3,6 Liter yang bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km.

Nah selain fitur-fitusayar asik yang sudah dijelaskan sedari tadi, Bunda juga bebas memiih varian Suzuki Nex II mana yang sesuai dengan keinginan hati. Mulai dari Sporty Runner – Brilliant White, Sporty Runner – Titan Black, Sporty Runner – Stronger Red, Fancy Dynamic – Brilliant White, Fancy Dynamic – Titan Black, Fancy Dynamic – Stronger Red, Standard – Briliant White, Standard – Titan Black, Standard – Stronger Red, Elegant Standar – Solid Black, Elegant Standar – Mat Stellar Blue, Elegant Premium – Solid Black, dan Elegant Premium – Mat Stellar Blue.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top