Parenting

Cerita Mona Ratuliu tentang pentingnya parenting

menjadi teman anak

Editor note: tulisan tentang pentingnya parenting ini di tulis oleh Mona Ratuliu di blognya. Sangat menarik untuk di share ke sayangianak.com.

monaparentingEnam tahun pertama sebagai orang tua, saya sempat terombang-ambing tanpa arah. Nggak tau tujuan mengasuh anak saya. Cita-cita sih banyak, pengen anaknya pinter, sehat, bertanggung jawab, mandiri, dan segudang cita-cita lainnya. Tapi caranya gimana? Ini dia yang saya nggak tau. Nggak tau juga harus cari informasi kemana pada saat itu.

Setelah mempelajari ilmu-ilmu parenting, akhirnya saya temukan jawabannya. Ilmu parenting itu apa sih? Parenting itu adalah proses pengasuhan dan pendidikan anak mulai dari kelahirannya hingga menjapai kedewasaan personal. Jadi parenting dimulai sejak anak baru dilahirkan, dan selesai pada saat anak sudah memenuhi kriteria untuk disebut sebagai pribadi yang dewasa. Dewasa dalam fungsi parenting adalah dewasa secara mental atau psikologis.

Banyak sekali orang tua, termasuk saya dulu, lebih fokus kepada pertumbuhan fisik anak saja. Langsung bingung saat berat badan anak turun sedikit saja gara-gara sakit. Padahal kedewasaan fisik akan terus berkembang otomatis seiring pertumbuhan fisik sese orang. Sementara kedewasaan mentalnya kan nggak bisa tumbuh kalau orang tersebut nggak belajar. Kedewasaan mental nggak berlangsung secara otomatis seperti kedewasaan fisik. Keedewasaan mental memerlukan keterlibatan orang lain, yang secara naluriah biasanya dilakukan oleh orang tua. Membangun kedewasaan mental tersebutlah yang disebut dengan parenting.

Coba deh lihat disekitar kita, banyak sekali orang-orang secara fisik bisa disebut ‘sudah besar’, sementara secara mental belum dewasa. Ciri orang yang bermental dewasa adalah sanggup bersikap peduli. Banyak banget kan disekitar kita yang bersikap nggak peduli. Boro-boro peduli dengan lingkungan dan masyarakat sekitar, seringkali dengan kesehatan fisik sendiri aja masih kurang peduli, hehehehee…

Secara prinsip, kedewasaan mental dapat diperiksa dengan ukuran sebagai berikut:

1. Kesanggupan mengelola dirinya secara mandiri.
Untuk itu, perlu memiliki kesanggupan berpikir. Sanggup ini artinya adalah: mau dan mampu. Soalnya, kalaupun seseorang memiliki kesanggupan berpikir yang memadai, belum tentu dia mau berpikir. Jadi biasanya akan memilih untuk bergantung kepada orang lain, atau berusaha memanfaatkan orang lain. Untuk itu, setiap anak perlu dibantu mengenal, terbiasa dan menjadi mampu mengelola dirinya sendiri.

2. Kesanggupan belajar dan menguasai hal baru.
Seringkali kita harus menghadapi hal-hal baru yang belum pernah kita temui sebelumnya. Dan ini menjadi sulit karena kita harus mempelajari hal baru tersebut untuk dapat beradaptasi. Karna itulah anak perlu dibantu untuk kenal, terbiasa dan mampu belajar, juga menguasai hal baru.

3. Kesanggupan terlibat dalam kehidupan sosial. Selama kita masih berstatus sebagai manusia, kita selalu perlu keterlibatan manusia lain agar dapat menjalani kehidupan secara aman nyaman. Untuk itu, anak-anak juga perlu dibantu untuk kenal, terbiasa, dan mampu menjalin relasi dengan orang lain secara harmonis.

Orang tua perlu mengupayakan agar kedewasaan mental dapat dicapai seiring dengan proses pencapaian kedewasaan fisik yang belakangan makin cepat saja prosesnya. Kesiapan reproduktif yang pada masa lalu baru dicapai pada usia belasan, belakangan sudah mulai tercapai pada anak yang berusia 9-10 tahun. Sementara proses pendewasaan mental masih sulit dicapai pada usia tersebut.

Bila parenting gagal dituntaskan pada waktu yang seharusnya, akibatnya kesenjangan antara kedewasaan fisik dengan kedewasaan mental, akan menimbulkan masalah yang rumit. Karena kesiapan anak-anak menghadapi perubahan kondisi fisiknya kan juga perlu kemantapan kualitas mental yang memadai. Nah, ini dia nih cikal bakal kesulitan orang tua mengelola anak-anak remaja, termasuk yang berkaitan dengan urusan sex dan juga hal lainnya.

Lebih rajin belajar parenting yuk parents! Kita kejar kewajiban kita mengasuh dan mendidik anak hingga jadi pribadi dewasa tepat waktu. Mulai dari, SEKARANG

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top