Parenting

Cara Penyimpanan ASI Perah

penyimpanan asi, asi eksklusif

Mengetahui Cara Penyimpanan ASI Perah untuk para Ibu sangat penting. Utamanya untuk Ibu yang bekerja di kantor,  menyimpan ASI memang menjadi solusi tepat untuk ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI untuk bayinya.

penyimpanan asi, asi eksklusifDi Dalam buku Bedah Asi yang ditulis oleh ikatan Dokter Anak Indonesi di jelaskan bahwa ASI yang telah di perah dan belum diberikan dalam waktu 30 menit, sebaiknya disimpan dalam lemari es. Sedangkan yang tidak digunakan selama 38 jam, sebaiknya didinginkan di freeser dan dapat disimpan selama 3 bulan.

Syasya Azisya, di dalam bukunya Sukses Menyusui Meksi Bekerja menjelaskan cara tepat Penyimnanan ASI Perah.  Jikan ASI digunakan untuk jangka waktu lama (STOK saat kita bekerja), simpanlah dalam freeaer bisa tahan 2-3 bulan.

Ini cara Penyimpanan ASI Peran didalam Lemari Es atau Freezer

  • Selalu bersihkan botol hingga benar-benar bersih.
  • Bilamana menggunakan botol kaca, jangan isi boto hinggu penuh. Cuku 3/4 saja. Ini untuk menghindari botol pecah saat ASIP disimpan dalam feezer.
  • Tutup rapat botol, jangan biatkan udara masuk. Beri Label dan tulisi jam dan tanggal ASI perah.

Sedangkan cara memberikan ASIP sebagai berikut:

  • Sehari sebelum menggunakanya, turunkan ASIP dari Freeser ke lemar es Bawah. Hal ini dilakukan agar ASI yang telah membku bisa mencari secara bertahap.
  • Keluarkan ASI Perah dalam lebari es secara berurutan dari jam perah paling awal.
  • Ambil ASIP sesuai kebutuhan dan habiskan semua
  • Diamkan dalam suhu ruangan selama 10-15 menit.
  • Hangatkan ASI dengan cara merendam botol berisi ASIperah dalam wadah yang diberikan air hangan. jangan menghangatkan ASI dengan air mendidih atau memrebusnya karena merusak kandungan gisi.
  • Bila ASI sudah mencari, kocoklah botor agar cairan di atas bercampur dengan carirah bawah. Cairah atas biasanya  terluhat agak kental, krena kandungan lemaknya lebuh banyak. itu bukan ASI basi.
  • Siapkan cangkir dan sendok yang juga sudah bersih dan steril untuk memumkan ASIP pada bayi

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Peralantan Penujang Pemberian ASI Eksklusif ketika di Kantor – SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Peralantan Penujang Pemberian ASI Eksklusif ketika di Kantor – SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Cara Jitu Manajemen ASI Eksklusif untuk Ibu Bekerja


Setelah masa cuti selama tiga bulan terlewati, mau tak mau Bunda harus kembali bekerja. Semua hal yang dahulu jadi kegiatan sehari-hari, kini akan kembali berjalan seperti biasa. Namun kali ini tantangannya mungkin agak sedikit berbeda, karena ada si buah hati yang masih membutuhkan ASI dari bunda untuk asupannya.

Terlebih bagi Bunda yang baru memiliki anak pertama, tentu ini akan jadi hal yang mendebarkan. Karena mengingat ini pengalaman pertama memberikan ASI. Momen ini akan jadi membuat Bunda didera bermacam-macam perasaan. Mulai dari takut, bingung, khawatir stok ASI tak akan cukup, hingga pada kualitas ASI yang tentu berpengaruh tumbuh kembangnya.

Tapi tentunya beragam kekhawatiran itu tak akan menghentikan Bunda memberikan ASI. Curahan kasih sayang lewat ASI yang terbagi selama ini masih membalut romansa Bunda dan si kecil. Pengalaman memberikan asupan terbaik lewat ASI pasti ingin bunda lakukan hingga waktu paling optimal. Nah, supaya pengalaman memberi ASI ini bisa tetap berlangsung ketika bunda melanjutkan aktivitas bekerja, berikut beberapa hal yang perlu dicermati.

BreastFeeding_1_054_EBP_rgb

Langkah Awal Tenangkan Diri, Karena Relaksnya Perasaan Akan Mempengaruhi Produksi ASI

Ketika melakukannya pertama kali memang tidak akan mudah. Bunda bisa saja merasa gugup, takut dan bahkan malu. Belum lagi bayang-bayang si kecil akan melintas di kepala yang bisa jadi membuat Bunda merasa sedih dan jadi lebih tertekan.

Padahal kuncinya adalah Ibu Nyaman ASI Lancar. Karena masalah kecemasan seperti ini bisa mempengaruhi produksi ASI yang keluar loh Bun. Kondisi tubuh yang sedang stres atau tak nyaman, bisa berujung pada berhentinya produksi ASI.

Karena itu, hal pertama yang harus Bunda lakukan adalah menenangkan perasaan dan pikiran terlebih dahulu. Tarik napas yang dalam dan resapi kondisi yang sedang bunda jalani. Bayangkan kebahagian si kecil dan sehatnya pertumbuhannya ketika bisa meminum ASI. Intinya, tidak perlu memaksakan diri, lakukan sebagaimana membuat Bunda nyaman.

 

Pelajari Interval Waktu Yang Pas Untuk Melakukan Pumping, Sekaligus Menjaga Stock Untuk Si Kecil

Untuk Bunda menyusui yang tinggal di rumah hanya perlu memerah ASI paling tidak setiap 8 jam sekali. Itu dilakukan jika produksi ASI terus berlimpah sementara konsumsi susu si kecil tidak sebanyak itu. Tujuannya agar payudara lebih nyaman, mencegah mastitis atau peradangan jaringan payudara, sekaligus untuk terus menjaga produksi ASI.

Lain ceritanya untuk Bunda yang bekerja. Menurut pakar laktasi, dr Wiyarni Pambudi, SpA, memerah ASI perlu dilakukan setiap 3 – 4 jam sekali atau sesuai dengan kebiasaan menyusui bayi. Selain untuk alasan mencegah peradangan dan menjaga produksi, percepatan interval ini juga bertujuan untuk menyiapkan stok ASI pada hari kerja berikutnya untuk bayi di rumah.

Cobalah mengkomunikasikan interval ini kepada orang-orang di sekeliling Bunda bekerja. Tujuannya apa? Agar kegiatan pumping ASI ini bisa berjalan mulus di sela-sela aktivitas bekerja. Jadwal meeting yang diatur rekan kantor misalnya, akan disesuaikan dengan interval ini. Beberapa deadline juga akan diatur menghindari interval ini.

 

Jika Memang Tempat Kerja Tak Punya Ruang Khusus Untuk Pumping, Bunda Bisa Mencari Ruangan Yang Benar-Benar Nyaman

Dari sekian banyaknya perusahaan di negara kita, rasanya masih sedikit kantor yang memang benar-benar peduli pada ibu menyusui. Ini terlihat dari kecilnya angka kantor-kantor yang menyediakan ruang khusus untuk pegawainya yang juga seorang ibu menyusui.

Tapi Bunda tak boleh putus asa, setidaknya pasti ada beberapa ruang yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bunda bisa memilih untuk menggunakan ruang istirahat yang diperuntukkan bagi perempuan, atau ruangan di mushola yang khusus diperuntukkan untuk perempuan bila ingin merasa lebih nyaman. Perhatikan pula kondisi sekitar, pastikan bersih dan tidak akan mengundang bakteri pada ASI yang akan disimpan.

 

Gunakan Metode Sight, Smell, Touch, Taste, Hearing dan Mind Untuk Membantu Proses Pumping Yang Nyaman

Bunda mungkin akan bingung jika harus memerah ASI tanpa stimulus apa-apa. Terlebih jika melakukannya bukan di ruangan yang desain interiornya dan suasananya khusus diperuntukan bagi ibu menyusui

Solusi mudahnya bunda bisa menggunakan metode Sight, Smell, Touch, Taste, Hearing dan Mind. Seperti apa itu? Strategi sight adalah melihat foto bayi yang disimpan di dalam handphone atau yang dicetak. Strategi smell dengan cara mencium aroma-aroma khas bayi seperti bedak bayi. Strategi touch adalah meraba payudara seolah-olah bayi sedang menyusui, strategi taste dengan cara merasakan kenyamanan ruangan, strategi hearing adalah dengan memutar suara-suara ocehan bayi dan strategi mind adalah membayangkan bayinya sendiri.

Dengan menerapkan metode ini Bunda akan dengan cepat menyesuaikan diri dengan proses pumping. Efeknya bunda akan lebih nyaman dan proses pumping bisa berjalan dengan lebih lancar.

asi menyusui

 

Peralatan Pumping Bak Amunisi Saat Perang, Jangan Sampai Ketinggalan Bun!

Banyak dari Bunda yang kebingungan mencari tahu teknik yang tepat untuk memompa ASI. Untungnya saat ini sudah ada alat yang didesain untuk memerah ASI sekaligus membuat Bunda tetap merasa nyaman. Misalnya Bunda bisa melirik produk dari Philips Avent untuk urusan yang pompa ASI ini. Asiknya Bunda bisa memilih produk Philips Avent yang manual atau yang sudah dilengkapi dengan fasilitas elektrik.

Contohnya tipe Comfort Manual Breast Pump SCF330/20. Tipe satu ini punya bantal pijat lembut dengan rasa hangat untuk menciptakan rangsangan yang lembut. Breastpump nyaman yang satu ini juga sudah termasuk botol (125ml) dan dot untuk memudahkan penyimpanan sekaligus proses menyusui.

Sementara untuk Bunda yang produksi ASI-nya banyak sementara waktu pumping lebih sedikit, bisa mencoba tipe Comfort Double Electric Pump SCF334/02. Tipe electric ini punya pompa ganda sehingga bisa memproduksi ASI dalam waktu lebih singkat. Meski begitu kenyamanan Bunda tetap terjaga karena metode pemerasannya dapat diatur dalam tiga tingkatan. Nah, Bunda bisa memilih dan menyesuaikan kebutuhan Bunda dengan beragam produk Philips Avent Indonesia secara lengkap di sini.

 

Setelah Diperah, Penyimpanan Dan Penyajian ASI juga perlu diperhatikan Ya Bunda

Tentunya yang tak kalah penting adalah proses penyimpanannya ya Bunda. Karena Produksi ASI yang baik tentunya akan menjadi sia-sia jika kita tak memahami cara penyimpanan yang tepat.

Perlu diperhatikan, pada suhu ruang sekitar 23 -25 derajat Celcius, ASI hanya bisa awet selama 4- 6 jam saja. Pada suhu 15 derajat Celcius, ASI dapat bertahan sampai 24 jam. Pada suhu kulkas sekitar 4 derajat Celcius, ASI akan bertahan sampai 3 – 8 hari.

Setelah diperah, ASI sebaiknya disimpan dalam wadah botol kaca, stainless atau plastik. Ingat ya Bunda seluruh wadah penyimpanan itu harus terbuat dari bahan khusus foodgrade. Agar tak ragu Bunda bisa juga memilih produk dari Philips Avent yang sudah menjamin kualitasnya.

Untuk pengalaman natural si kecil Bunda bisa saja memilihkan tipe botol Natural Feeding Bottle SCF690/27 dari Philips Avent. Karena produk satu ini sudah dilengkapi dot yang lembut, anti kolik yang tentunya nyaman untuk si buah hati. Bunda juga bisa memilih produk peralatan ibu bayi lainnya dari Philips Avent di sini.

 

Dan Bila Sedang Berada Bersamanya, Utamakan Untuk Menyusui Si Kecil Secara Langsung Ya Bun!

Hal penting lain yang memang perlu untuk Bunda lakukan adalah menyusui anak secara langsung saat sedang bersama. Baik itu pada malam hari atau ketika sedang berada di rumah saat akhir pekan. Bunda juga bisa dengan leluasa menyusui si kecil hingga dia merasa kenyang, sesaat sebelum berangkat kerja.

Bunda tak perlu merasa takut kalau aktivitas ini akan menganggu kinerja kita di kantor. Selama dilakukan dengan porsi dan manajemen waktu yang tepat, tentu tak akan menjadi masalah. Kita hanya perlu mempersiapkan diri dengan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Yuk Bunda kita persiapkan untuk ASI si buah hati!

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Peralantan Penujang Pemberian ASI Eksklusif ketika di Kantor – SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Para Ibu Perah dengan Aktivitas Pumping di Tempat Kerja

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Setelah masa cuti selama tiga bulan terlewati, mau tak mau Bunda harus kembali bekerja. Semua hal yang dahulu jadi kegiatan sehari-hari, kini akan kembali berjalan seperti biasa. Namun kali ini tantangannya mungkin agak sedikit berbeda, dengan kemarin ketika Bunda masih mengandung buah hati.

Untuk Bunda yang baru memiliki anak pertama, tentu ini akan jadi hal yang mendebarkan. Dan salah satu hal yang cukup membuat resah, adalah kebutuhan si kecil akan ASI. Momen ini akan jadi membuat Bunda didera bermacam-macam perasaan. Mulai dari takut, bingung, khawatir stok ASI tak akan cukup, hingga pada kualitas ASI yang tentu berpengaruh tumbuh kembangnya.

Tapi Bunda tak perlu khawatir, keputusan memberikan ASI eksklusif untuk anak pertama ini justru akan menjadi pengalaman yang luar biasa indah.

Hal yang Paling Utama, Bunda Harus Belajar Bagaimana Teknik Pumping yang Benar

rsz_tanja-heffner-252586

Menjadi ibu perah untuk anak bayi di rumah itu artinya Bunda harus tahu bagaimana proses pumping. Mulai dari bagaimana caranya untuk mengeluarkan ASI dengan alat pumping, hingga pada waktu kapan payudara kita akan menghasilkan ASI yang banyak dan berkualitas baik tentunya.

Demi menghindari hal yang mungkin menganggu, Bunda bisa latihan terlebih dahulu saat di rumah. Dengan begitu saat nanti sedang ada di kantor untuk bekerja, Bunda tak kerepotan untuk melakukannya.

Peralatan Pumping Bak Amunisi Saat Perang, Jangan Sampai Ketinggalan Bun!

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Memang sih tujuan Bunda berangkat ke kantor tentu untuk bekerja, namun kini telah ada kewajiban lain yang harus dilakukan. Nikmatnya menjadi seorang ibu, adalah ketika Bunda tak pernah merasa terbebani untuk melakukan beberapa hal untuk si kecil yang disayangi.

Rasanya tak ada alasan untuk bisa lupa, kecuali Bunda mungkin sedang dalam situasi yang darurat dan buru-buru. Karena satu hari tanpa melakukan pumping saat di kantor, tentu akan mengurangi stok ASI di rumah yang harusnya sudah bisa bertambah.

Mulai dari alat peras, botol higienis ASI, kain lap untuk membersihkan alat peras dan area payudara, hingga cold storage untuk menyimpan ASI.

Mulailah Beradaptasi pada Aktivitas Pumping dengan Melatih Diri Lebih Rileks

rsz_linkedin-sales-navigator-402819

Untuk pengalaman pertama, aktivitas pumping ini tidak akan mudah. Kita bisa saja merasa nervous, takut atau bahkan tiba-tiba malu. Padahal kita melakukannya seorang diri loh. Dan kecemasan seperti ini bisa mempengaruhi produksi ASI yang keluar loh Bun. Kondisi tubuh yang sedang stres atau tak nyaman, juga memicu berhentinya produksi ASI.

Jadi Bunda harus memastikan diri sedang rileks, nyaman dan dalam keadaan senang atau bahagia saat akan melakukan pumping.

Jika Memang Tempat Kerja Tak Punya Ruang Khusus Untuk Pumping, Bunda Bisa Mencari Ruangan yang Benar-benar Nyaman

rsz_samantha-gades-367198

Dari sekian banyaknya perusahaan di negara kita, rasanya masih sedikit kantor yang memang benar-benar peduli pada ibu menyusui. Ini terlihat dari kecilnya angka kantor-kantor yang menyediakan ruang khusus untuk karyawati yang juga seorang ibu menyusui.

Tapi Bunda tak boleh putus asa, setidaknya pasti ada beberapa ruang yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bunda bisa memilih untuk menggunakan ruang istirahat yang diperuntukkan bagi perempuan, atau ruangan di mushola yang khusus diperuntukkan untuk perempuan bila ingin merasa lebih nyaman. Perhatikan pula kondisi sekitar, pastikan bersih dan tidak akan mengundang bakteri pada ASI yang akan disimpan.

Tak Berada di Rumah Bersamanya Itu Berarti Bunda Harus Bisa Mengatur Stok ASI Agar Cukup Untuknya

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

Suatu kali mungkin tanpa tahu apa sebabnya, si kecil tiba-tiba kehabisan stok ASI di rumah. Dan jelas, hal-hal seperti ini harusnya jadi tanggung jawab kita sebagai ibunya. Bukan dia yang menjaga anak di rumah.

Aktivitas memerah ASI umumnya bisa kita lakukan untuk menggantikan sesi menyusui yang terlewat ketika tidak bersama bayi. Kuncinya, Bunda memang harus disiplin dengan berusaha memerah ASI setidaknya 3 jam sekali dengan durasi kurang lebih 15 menit untuk setiap payudara. Bunda pun perlu tahu jika frekuensi memerah akan mempengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan.

Dan Bila Sedang Berada Bersamanya, Utamakan Untuk Menyusui Si Kecil Secara Langsung Ya Bun!

rsz_sean-roy-202825

Hal penting lain yang memang perlu untuk Bunda lakukan adalah menyusui anak secara langsung saat sedang bersama. Baik itu pada malam hari atau ketika sedang berada di rumah saat akhir pekan. Bunda juga bisa dengan leluasa menyusui  si kecil hingga dia merasa kenyang, sesaat sebelum berangkat kerja.

Bunda tak perlu merasa takut kalau aktivitas ini akan menganggu kinerja kita di kantor. Selama dilakukan dengan porsi dan manajemen waktu yang tepat, tentu tak akan menjadi masalah.

Kita hanya perlu mempersiapkan diri dengan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Bagaimana Bun? Pernah merasakan perjuangan yang sama? Yuk share di kolom komentar.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Peralantan Penujang Pemberian ASI Eksklusif ketika di Kantor – SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kerap Dilakukan Sehari-hari, Menyusui Sambil Bermain Gadget Ternyata Berbahaya

pexels-photo-235243

Gadget telah menjadi gaya hidup masyarakat modern. Sejak kemunculannya beberapa waktu yang lalu, ponsel pintar telah berhasil menarik jutaan orang yang ada di seluruh dunia, bukan hanya mereka yang berusia muda tapi orang tua pun banyak yang tertarik. Aneka fitur yang disematkan di dalamnya, membuat keberadaaan gadget layaknya kebutuhan.

Namun ternyata kecanggihan teknologi yang satu ini tidak selalu menimbulkan dampak baik. Salah satu dampak negatif dari gadget adalah adanya para ibu yang menyusui sambil bermain gadget. Aktivitas ini ternyata memiliki dampak negatif, terutama untuk si kecil loh Bunda.

Dapat Menghilangkan Kepekaan Ibu Terhadap Keadaan Anaknya Yang Tengah Disusui

Keasyikan bermain gadget dapat membuat ibu tak tahu keadaan buah hatinya. Bisa saja karena fokus dengan gadgetnya, ibu jadi tak tahu saat anaknya telah kenyang atau bahkan ngompol. Kondisi-kondisi seperti ini hendaknya diketahui oleh ibu agar dapat memberikan ASI-nya sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Belum Lagi Keterikatan Antara Ibu Dan Anak Yang Bisa Ikut Rusak

Keterikatan antara ibu dan anak pada masa-masa awal usianya sangatlah penting. Namun hal itu bisa rusak akibat ibu yang memainkan gadget-nya pada saat menyusui. Kondisi ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan emosi anak pada saat telah dewasa nanti. Salah satu dampak yang cukup serius adalah anak jadi bisa memiliki masalah kecemasan saat dia besar nanti.

Lebih Parahnya Lagi, Anak Pun Merasa “Dicuekin”

Bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika anda sedang mengajak bicara dengan suami namun dia justru lebih memperhatikan tayangan pertandingan sepak bola yang ada di layar kaca? Rasa kesal dan jengkel tentu akan anda rasakan. Begitu pula dengan bayi anda. Dia akan merasa bahwa ibunya lebih perhatian dengan gadget atau hal lainnya dari pada dengan dirinya.

Sehingga pada beberapa kasus, ada ibu yang putingnya digigit oleh anaknya saat sedang menyusui. Hal itu terjadi karena saat sedang menyusui ibu tidak fokus terhadap anaknya. Mungkin saat itu ibu sedang bermain gadget, menonton TV, atau aktivitas lainnya yang membuat konsentrasi ibu terpecah. Mengigit puting adalah salah satu ekspresi anak untuk mengungkapkan rasa kesalnya pada ibunya.

Meski Begitu Ada Beberapa Ahli Psikologi Anak Yang Memperbolehkan Ibu Menyusui Sambil Memainkan Gadget

Meskipun banyak ahli psikologi anak yang tidak menyarankan para orangtua memainkan gadget sambil menyusui, namun ada beberapa ahli psikologi anak juga yang menganggapnya tidak masalah. Menurut mereka bahwa ibu adalah seseorang yang mampu melakukan beberapa aktivitas sekaligus atau disebut multitasking. Sehingga meskipun sambil menyusui buah hatinya, ibu masih diperbolehkan untuk memainkan gadgetnya.

Pada Akhirnya Fokus Saat Menyusui Dan Hanya Menggunakan Gadget Saat Ada Hal Yang Penting Saja Akan Jauh Lebih Berarti Untuk Anak

Dari kedua pendapat tersebut, manakah yang menurut anda paling bisa diikuti? Tentu yang paling tepat adalah berhati-hati dalam mendidik dan menjaga buah hati kita. Tentu para ibu lebih menyayangi anak-anak daripada sebuah gadget bukan? Untuk itu, fokuskan diri saat sedang menyusuinya. Anda dapat bermain gadget saat sedang menyusui si kecil jika memang ada pesan yang sangat penting dan membutuhkan balasan segera. Cara ini jauh lebih baik dari pada anda keasyikan bermain gadget sementara si kecil yang ada di pangkuan dicuekin begitu saja.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Peralantan Penujang Pemberian ASI Eksklusif ketika di Kantor – SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top