Parenting

Agar Orangtua Paham dengan Jenis-jenis Kecerdasan, Inilah 8 Kecerdasan Anak yang Perlu Diketahui

Cara Mengenali 8 Kecerdasan Anak

Kebanyakan dari orang tua menilai kecerdasan anak hanya dari rengkin atau nilai rapornya saja dan mengabaikan berbagai kecerdasan lainnya. padahal jika anda tahu ada banyak sekali jenis kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Kecerdasan bukanlah hanya dilihat dari nilai-nilai rapor seseorang saja tapi menurut Thomas Armstrong, Ph.D, seorang ahli di bidang multiple intelligences mengatakan bahwa kecerdasan bukan hanya pada sisi akademik saja tapi termasuk juga semua bakat dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang. Menurutnya, setiap orang sebenarnya cerdas atau pintar tapi masing-masing orang memiliki jenis kecerdasan yang berbeda-beda. Untuk itulah, mulai sekarang ini jangan memandang kecerdasan anak hanya dari satu sisi saja tapi kita perlu memandangnya dari banyak hal sehingga kita bisa tahu bahwa dia anak cerdas.

Agar kita bisa lebih paham dengan jenis-jenis kecerdasan, inilah 8 kecerdasan anak yang perlu kita tahu:

  1. Word Smart.

Word Smart adalah salah satu 8 jenis kecerdasan anak yang perlu anda ketahui. Anak yang memiliki kecerdasan yang satu ini akan cenderung suka membaca, menulis, dan juga berbicara. Jika anda menemukan anak yang seperti itu, anda dapat mengajaknya untuk membaca cerita, bermain blok dengan kata-kata, dan lain sebagainya. permainan tersebut akan melatih anak untuk mengembangkan ceritanya.

  1. Number Smart.

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan ini adalah suka untuk berfikir logika. Anak akan menyukai hal-hal yang berhubungan dengan angka. Untuk mengembangkan kecerdasan ini, orang tua dapat membuat permainan yang mengharuskan anak untuk menghitung. Misalnya saja permainan monopoli yang memang mengharuskan orang untuk berhitung saat memainkannya.

  1. Nature Smart.

Anak yang memiliki kecerdasan seperti ini memiliki ciri menyukai alam, suka dengan binatang, menyukai tumbuh-tumbuhan, bahkan ada beberapa anak yang sudah bisa menggolongkan tumbuhan. Untuk mengembangkan kecerdasannya, orang tua bisa membuatkan anak sebuah kebun kecil. Biarkan dia berkreasi disana.

  1. Self Smart.

8 jenis kecerdasan anak yang lainnya adalah Self Smart. Anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung suka bermain sendiri. Selain itu, meskipun masih kecil dia sudah bisa menentukan kalau sudah besar mau jadi apa sehingga rasa percaya dirinya cukup besar. untuk mengembangkannya, orang tua bisa mengajaknya untuk berbicara dari hati kehati. Dukung dan arahkan keinginannnya itu.

  1. People Smart.

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan yang satu ini adalah akan terlihat saat dia bermain bersama teman-temannya. Dia akan memiliki sikap empati yang besar, memiliki jiwa kepemimpinan, dan juga dapat memahami perasaan teman-temannya. Untuk mengembangkan kecerdasannya, orang tua dapat mengajak anak untuk datang dalam sebuah acara keluarga, bermain bersama teman-temannya di luar rumah, dan hal lain yang berhubungan dengan orang banyak.

  1. Body Smart.

Yang termasuk dalam 8 jenis kecerdasan anak lainnya adalah Body Smart. Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya suka berolahraga, suka menari, dan dapat berkreasi dengan menggunakan tangannya. Untuk mengembangkan kecerdasannya itu, orang tua bisa mengajaknya berolahraga, menari, atau nonton bioskop.

  1. Picture Smart.

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan ini adalah suka menggambar, memiliki imaginasi, suka dengan seni, dan biasanya memiliki kesukaan membuat sesuatu dengan menggunakan balok. Untuk memgembangkannya, orang tua dapat mengajak anak untuk menggambar, dan melatih anak untuk menari.

  1. Music Smart.

Yang termasuk dalam 8 jenis kecerdasan anak yang terakhir adalah music smart. Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya suka menyanyi, bermain musik, bahkan bisa menghafal beberapa lagu. Untuk mengembangkannya, orang tua dapat mengajak anak untuk nyanyi bersama, bermain alat musik, dan hal lainnya yang berhubungan dengan musik.

Itulah 8 jenis kecerdasan anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Semoga setelah mengetahuinya orang tua tidak lagi menganggap kecerdasan anak hanya dari satu sisi saja.

2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Untuk Ibu Muda, Kenali Gerak Gerik Tubuh Buah Hatimu yang Membawa Banyak Makna

sharon-mccutcheon-519968-unsplash

Saat melihat si Kecil yang masih berusia beberapa bulan dan belum bisa bicara, tentu gerak-geriklah yang Bunda jadikan cara untuk mengetahui maunya dan apa ia pikirkan dan rasakan. Seperti, apa yang sebenarnya dirasakannya saat tertawa dan menangis, atau bahkan saat ia terdiam.

Sebagai orangtua, kita hanya bisa menebak-nebak jawaban yang paling memungkinkan karena si Kecil belum bisa berbicara untuk mengungkapkannya. Namun ternyata, para pakar anak berpendapat bahwa bayi Bunda sebenarnya memiliki cara berkomunikasi sendiri. Misalnya dengan gerakan-gerakan ini.

Memalingkan Pandangan

Saat Bunda mencoba menarik perhatiannya namun si kecil justru memalingkan pandangannya terus, Bunda perlu mencari tahu penyebabnya. Biasanya ini karena anak bayi seusianya sejatinya tak tertarik melakukan aktivitas tersebut atau mungkin saja, tertarik dengan hal lain yang lebih menyenangkan untuknya.

Nah, kalau sudah begini, Bunda disarankan untuk membiarkan si kecil fokus kepada hal lain yang menarik perhatiannya. Setelah itu, mulailah untuk menarik perhatiannya lagi apabila aktivitas yang Bunda tengah upayakan harus dilakukan saat itu juga.

Mengucek Atau Menutup Mata

Saat menjaganya, Bunda pasti sesekali melihat si kecil tampak mengucek-ucek matanya saat sedang terbangun dan menjalani aktivitas. Tidak jarang, ia menutup matanya begitu saja yang terkadang dibarengi dengan gerak-gerik menguap. Ini sejatinya tanda paling mudah yang ditunjukkan buah hati saat mereka mengantuk dan ingin tidur.

Mungkin karena aktivitas yang dianggapnya membosankan atau hal lainnya sehingga ia memilih untuk tidur. Hanya saja, diatas segalanya, Bunda harus paham kalau anak kecil seusianya memang perlu jam tidur yang sangat banyak. Tidak aneh, ia sering mengantuk dan ingin istirahat.

Memainkan Rambut

Si kecil kian cermat dan pintar memperhatikan lingkungan sekitar sekaligus apa yang ada di dirinya. Tidak aneh, ia suka meraba-raba beberapa bagian tubuhnya yang mungil termasuk rambutnya. Saat si kecil memainkan rambut, bisa jadi ia sebenarnya ingin memberitahukan kalau dirinya risih akan sesuatu.

Memainkan rambut secara berulang-ulang diketahui sebagai salah satu cara anak bayi “melarikan diri” dari perasaan gelisah atau risih yang tengah digumulinya. Jadi Bun, saat si kecil menunjukkan gerak-gerik tersebut, Bunda diharapkan memberi atau merespon dengan kontak fisik yang membuat buah hati merasa tenang. Bunda bisa mengelus rambutnya, memeluknya atau mengeluarkan suara yang halus untuk menenangkannya.

Menggenggam Telapak Tangan

Selama ini si kecil menunjukkan gerak-gerik tubuh dimana ia menyentuh bagian tubuh lainnya dengan jari-jemarinya. Tapi Bun, akan ada momen dimana ia akanmenggenggam kedua telapak tangannya sendiri. Maksud si kecil melakukan hal ini ternyata untuk menyatakan bahwa tubuhnya merasa kedinginan.

Itu kenapa, tidak aneh, apabila Mama mengamatinya seusai mandi, ia cenderung berupaya untuk menggenggam kedua telapak tangannya dengan erat. Saat Bunda melihat si kecil melakukan hal itu, Bunda sangat dianjurkan untuk memberikan kehangatan dengan handuk, selimut atau mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih hangat.

Merentangkan Tangan

Salah satu gerak-gerik tubuh yang sering diperlihatkan oleh anak bayi adalah merentangkan tangan atau membiarkan kedua tangannya terbuka ke atas atau ke masing-masing sisi. Bila si kecil melakukan ini, kemungkinan supaya Bunda mengerti kalau ia ingin pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Bisa jadi, ia ingin digendong oleh ibunya. Tapi tak menutup kemungkinan, gerak gerik tubuh si kecil ini juga menandai suasana hatinya yang sedang gembira.

2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Si Kecil Cemas atau Panik, Cobalah Bunda Dengar Ceritanya

kids panik

Melewati usia balita, si kecil akan mengalami dinamika yang kadang lebih kompleks, Bun. Di usia tersebut, buah hati biasanya akan mengalami berbagai macam gejolak perubahan pada emosinya. Ia pun rentan jadi pribadi yang labil. Di masa-masa seperti ini, biasanya si kecil akan menunjukkan tanda-tanda khusus. Salah satunya dilanda kecemasan atau kepanikan berkepanjangan. Karenanya, dalam menghadapinya, Bunda sebaiknya membantu menenangkan dengan cara-cara ini yuk Bun.

Coba dengarkan Ceritanya dan Memberikannya Saran

Saat si kecil menunjukkan tanda-tanda kalau ia cemas atau panik karena suatu hal, Bunda dianjurkan untuk menunjukkan sikap tenang. Cobalah berdiam diri dan ajak buah hati duduk, sementara Bunda mendengarkan ceritanya.

Biarkan si kecil mencurahkan segala hal yang ada di benaknya. Setelah buah hati mengekspresikan kecemasannya, Bunda pun dianjurkan untuk memberikan respon yang tepat dan beberapa saran yang bisa jadi jalan keluar untuknya, Bun.

Ucapkanlah Kata-kata Positif Sehingga Membangun Semangatnya

Dalam proses membangun komunikasi dengan si kecil, Bunda sebisa mungkin perlu memberi solusi yang bisa jadi jalan keluar buah hati atas kecemasan yang menderanya ya Bun. Bila si kecil dibekali dengan kata-kata positif yang memotivasinya, ia akan terdorong untuk meninggalkan rasa cemasnya dan memilih untuk bersikap optimis. Hal ini akan berdampak sangat baik untuk proses tumbuh kembangnya ke depan.

Coba Ingatkan Terus Betapa Penting Kehadirannya untuk Hidup Bunda

Setiap dari kita tentu sangat memahami bahwa segala rasa cemas dan panik dapat hilang seketika saat mengetahui ada seseorang yang memandang diri kita sebagai sosok yang penting sehingga mau menaruh perhatian pada keadaan kita.

Hal tersebut turut dirasakan oleh anak mama tercinta. Maka dari itu, dalam rangka menenangkan kondisi si Anak yang sedang cemas dan panik. Bunda diharapkan untuk mengingatkan bahwa ia penting bagi kita sehingga Bunda tidak ingin ia cemas.

Katakan padanya bahwa Bunda mencintai si kecil. Setelah itu, berikanlah uluran tangan untuk membantunya dalam menghadapi hal-hal yang membuatnya cemas dan panik. Hal ini akan membuatnya sadar bahwa ia memiliki orangtua sehingga ia akan tenang.

Berikan Pelukan atau Kontak Fisik pada Buah Hati Agar Ia Merasa Aman

Bunda telah membangun komunikasi yang tepat dengan si kecil demi menenangkan kondisi emosinya. Tapi selain itu, ingat Bun, di satu sisi, kontak fisik sebenarnya juga penting dalam menenangkan kondisi kejiwaan seseorang. Di atas segalanya, Bunda sangat dianjurkan untuk memeluk si kecil saat melihatnya menunjukkan gerak-gerik cemas dan panik.

Dengan pelukan yang hangat, emosi anak yang bergejolak akan ditenangkan secara perlahan. Selama memberikan kontak fisik, jangan hanya terpaku pada memberikan pelukan hangat pada si anak, karena ada beberapa cara berkontak fisik lainnya yang positif seperti menggenggam tangan, menepuk pundaknya hingga mengelus-elus rambut di atas kepalanya.

Penting Juga Lho Bun Mengatur Suhu Ruangan

Sebelumnya, pelukan hangat dipercaya akan memberi efek positif yang menenangkan kondisi emosi buah hati. Nyatanya, hal tersebut turut dikarenakan suhu panas antara tubuh yang memberi kehangatan. Karenanya, tak ada salahnya Bunda pun turut memerhatikan suhu ruangan kamar si kecil dan ruangan lainnya di rumah agar tetap hangat sehingga memberi efek yang sama dalam menenangkan emosi buah hati.

Dilansir dari parents.com, John Bargh, Ph.D, Profesor Psikologi Universitas Yale, Amerika Serikat, mengatakan bahwa suhu ruangan yang hangat dengan kisaran 23° Celcius memberi efek samping yang membuat anak tenang. Pasalnya, suhu tersebut membuat si kecil jadi rileks dan terdorong untuk mendekatkan diri pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Alhasil, dalam keadaan tersebut, ia akan berani mencurahkan perasaannya dan mendengar perkataan orang lain.

2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Supaya Si Kecil Nantinya Tak Tumbuh Jadi Pribadi yang Boros, Bunda Perlu Lakukan 9 Cara Ini

kids count money

Bun, saat si kecil menginjak usia lima tahun, jangan sampai Bunda melewatkan untuk mengenalkannya soal konsep keuangan. Sebab ini adalah salah satu pelajaran yang tidak boleh terlewatkan untuk diberikan kepada anak. Bagaimanapun, pendidikan mengenai keuangan sangat penting supaya saat dewasa, si kecil pun punya kemampuan mengelola keuangannya sendiri, Bun.

Dengan pengajaran yang tepat, anak juga akan lebih menghargai uang. Tapi Bun, mengenalkan soal konsep keuangan bukanlah hal yang mudah. Kendati bukan berarti Bunda tak bisa melakukannya. Nah Bun, agar proses pengenalannya tidak menyebabkan stres, yuk lakukan dengan cara menyenangkan seperti ini:

1. Mengunjungi Bank

Dengan melihat transaksi yang Anda lakukan, ia akan belajar apa arti uang sebenarnya. Cobalah libatkan anak dari hal-hal sederhana, seperti memberikan uang kepada teller. Seiring bertambah besarnya Si kecil, Anda dapat membukakan rekening khusus untuknya. Melalui rekening tersebut, ia dapat memantau arus pengeluaran dan pemasukan dalam rekeningnya.

2. Ajak Berbelanja

Baik di mall maupun pasar tradisional. Cobalah membeli barang dengan jumlah uang yang sama. Tujuannya agar ia memahami mengenai perbedaan harga. Ia akan tahu bahwa dengan membelanjakan sejumlah uang yang sama besar, belum tentu bisa mendapatkan barang dengan jumlah yang sama. Agar semakin seru, mintalah Si kecil memilih barang yang hendak dibeli dan memberikan uangnya kepada penjual.

3. Jadikan Bill Asisten

Apa yang dipikirkan Si kecil ketika Anda berhasil membawa pulang mainan hanya dengan menggesekkan kartu kredit? Mungkin ia menganggap kartu kredit Anda sebagai benda ajaib yang bisa mengabulkan berbagai permintaan. Agar ia mengerti dengan cara kerja kartu ini, ajaklah ia ketika Anda membayar tagihan bulanan.

Tunjukkan rincian tagihan dan ingatkan kembali saat Anda melakukan berbagai transaksi tersebut. Jelaskan padanya bahwa Anda hendak membayar hal-hal yang telah dibelanjakan tersebut. Selain pengetahuan tentang arus keuangan, kegiatan ini dapat membuat Si kecil turut berperan menghemat pengeluaran. Terutama setelah memahami besar biaya yang diperlukan untuk membayarnya.

4. Berburu Kupon

Jangan membuang voucher potongan harga yang Anda terima. Sebaiknya biarkan Si kecil menyimpannya dan gunakan saat diperlukan. Beritahu jumlah uang yang dapat dihemat dengan menggunakan kupon tersebut.

5. Membeli Langsung dari Petani

Ketika bunda sedang kembali ke kampung halaman, tidak jarang banyak buah atau sayur yang dapat dibeli langsung dari petani. Ini adalah kesempatan kita untuk mengajarkan bagaimana seseorang memeroleh uang. Mintalah ia memilih sayuran terbaik dan memberikan uang kepada petani tersebut.

Jelaskan bahwa petani tersebut yang menanam sayuran dan menentukan harganya. Dengan menjual sayuran, petani akan memeroleh uang yang dapat digunakan untuk menanam lebih banyak sayuran.

6. Mengikuti Kelas

Semakin banyak konsultan yang memberikan kelas keuangan untuk anak dengan cara menyenangkan. Bahkan ada yang menyederhanakan konsep keuangan melalui permainan sederhana, salah satunya Praxis. Si kecil dihadapkan langsung dengan berbagai pilihan dan kemungkinan, seperti membeli rumah dan memilih profesi.

7. Menetapkan Tujuan

Apakah si memimpikan pergi ke Universal Studio? Mulailah mengumpulkan dana bersama dalam sebuah wadah. Si kecil bisa ikut berkontribusi dengan memasukkan sisa uang jajannya. Melalui cara ini, anak akan merasa bahwa menabung adalah kegiatan yang menyenangkan.

8. Berdonasi

Salah satu tujuan dari melek keuangan adalah untuk memahami bahwa beberapa orang memiliki lebih banyak uang dibandingkan yang lain. Dengan kelebihan tersebut, seseorang mampu membantu kekurangan. Bentuk sifat sosial ini dalam diri Si kecil, seperti dengan berbagi makanan di panti asuhan saat ulang tahunnya atau membelikan makanan untuk hewan di penampungan.

9. Menghasilkan Uang Sendiri

Sekolah pun sering menyelenggarakan bazar dengan melibatkan anak-anak untuk membawa sesuatu untuk dijual, tentu saja didampingi oleh guru. Melalui cara ini, ia akan memiliki gambaran mengenai konsep bisnis dan penghasilan. Agar lebih menyenangkan, ajak Si kecil berdiskusi mengenai jualannya dan bantu ia menyiapkan dagangannya.

 

 

 

2 Comments

2 Comments

  1. Sri kartiningsih

    May 16, 2017 at 1:49 pm

    Kompetisi foto wefie paling lambat kapan

  2. Pingback: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini – Kabar UPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top