Parenting

Cara Jitu Mengajarkan Anak Bersyukur Dengan Apa Yang Ia Miliki

bersyukur

Apa yang anda fikirkan jika melihat beberapa kejadian berikut ini:

  1. Seorang anak yang menangis guling-guling di pusat perbelanjaan karena tidak dibelikan mainan yang dia inginkan.
  2. Ada seorang anak yang menyuruh orang tuanya untuk mengambilkan sesuatu secara tidak sopan, tanpa kata tolong atau ucapan terimakasih.
  3. Ada seorang anak yang diberikan sepiring makanan lalu dia menyingkirkannya karena tidak suka dengan makanan tersebyt.

Kejadian-kejadian di atas adalah contoh bahwa memang perlu mengajarkan anak bersyukur sejak dini. Anak yang sudah diajarkan rasa syukur tidak akan menyingkirkan makanan sesuka hatinya, atau anak yang sudah memiliki rasa syukur tidak akan berguling-guling saat orang tuanya tidak membelikan mainan. Mengapa? karena anak yang sudah ditanamnkan rasa syukur di dalam hatinya akan cenderung lebih mengerti dan memahami kondisi kedua orang tuanya. Selain itu, anak yang memiliki rasa syukur akan bisa bersikap lebih sopan sehingga tidak akan seenaknya saja menyuruh orang tuanya. Tapi bagaimana caranya untuk mengajarkan anak bersyukur?

Inilah yang perlu menjadi perhatian oleh para orang tua. Para orang tua sudah seharusnya bisa mengajarkan anak bersyukur dengan apa yang dia miliki sehingga dia akan bisa menghargai setiap pemberian dari orang tuanya.

Untuk anda yang saat ini masih kesulitan dalam mengajarkan anak bersyukur, ada tips yang bisa anda lakukan:

  1. Memberi contoh.

Jika anda ingin mengajarkan anak bersyukur maka anda lebih dulu harus mensyukuri apa yang anda miliki. Anda perlu memberi contoh kepada anak tentang bagaimana caranya untuk bersyukur. Dengan begitu anak akan tahu bagaimana caranya untuk bersyukur karena adanya contoh yang diberikan oleh orang tuanya.

  1. Ada saatnya momen bagi anak untuk memilih.

Ketika anda memasakan makanan untuk anak, anda bisa sambil memberikan nasehat kepadanya. Misalnya saja berilah dia nasehat bahwa makanan apapun yang dimasak ibunya harus dinikmati dan disyukuri karena di luar masih banyak orang yang membutuhkan makanan sehingga kita perlu bersyukur dengan makanan yang ada saat ini. tapi di lain waktu, ketika anda dan keluargamakan di luar, anda bisa membebaskan anak untuk memilih makanan yang dia sukai. Tentu saja dengan catatan makanan yang dia pesan harus dihabiskan. Cara ini cukup bisa membantu anda untuk mengajarkan anak bersyukur dengan sesuatu yang ada di sekitarnya.

  1. Menanamkan konsep “needs and wants”.

Kita sebagai orang tua perlu menanamkan rasa ini kepada anak. Anak perlu tahu apa yang menjadi kebutuhan pokok hidup manusia. Misalnya saja kita butuh makan, minum, baju dan juga rumah. tapi seperti mainan, jalan-jalan ke mall, main PS, dan lain sebagainya tidak terlalu perlu karena tanpa ada mainan, tanpa harus pergi ke mall, kita masih bisa hidup. Jika ini sudah kita tanamkan kepada anak sejak kecil maka nanti dia akan bisa membedakan mana sesuatu yang penting dan mana sesuatu yang tidak terlalu penting.

  1. Mengajarkan anak untuk berterima kasih.

Biasakan anak untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada orang-orang yang telah memberikan sesuatu kepadanya. Kita bisa menggunakan momen idul fitri, idul adha, hari ibu, dan lain sebagainya untuk meminta anak menuliskan surat ungkapan terimakasih kepada orang-orang dekatnya. Dengan begitu anak akan terbiasa untuk menghargai apa yang dia terima dari orang lain.

  1. Menikmati memberi.

Jangan anda fikir bahwa masih anak-anak harus diberi saja. Anda perlu mengajarkan anak untuk memberi sesuatu yang dibutuhkan oleh orang lain agar rasa empati anak juga terlatih.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengajarkan anak bersyukur. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top