Kesehatan Ibu & Anak

Cara Cepat Langsing yang Bisa Dicoba Ibu Baru Melahirkan

pexels-photo-1007788 (2)

Bagi para pasangan suami istri muda, wajar sepertinya jika setiap hari mencari berbagai tips dan cara cepat hamil agar segera memperoleh momongan. Apalagi jika mengingat, pasangan mana sih yang tidak ingin memiliki anak setelah menikah?

Nah, setelah sang istri mendapatkan kehamilan dan lancar melakukan persalinan, masalah lainnya pun muncul, yaitu bagaimana mengembalikan bentuk tubuh kembali ke bentuk semula seperti masih remaja. Tenang saja, sebenarnya banyak cara cepat langsing yang mudah dilakukan setelah proses kehamilan, demi tubuh Bunda yang kembali ramping.

Caranya? Nah, simak terus artikel berikut, nih!

  • Pola makan yang sehat

Langsung mengurangi makan setelah hamil memang bisa jadi cara cepat langsing bagi ibu yang baru melahirkan, namun jangan sampai akhirnya kehilangan nutrisi, nanti yang ada Bunda jadi tidak memiliki tenaga untuk mengurus anak dan menyusuinya.

Lebih baik mengatur pola makan dengan asupan yang kaya protein, vitamin, dan mineral agar si kecil juga akan mendapatkan ASI yang bergizi. Jangan lupa juga banyak minum air putih untuk menjaga cairan tubuh Bunda, ya!

  • Lakukan pekerjaan rumah atau bermain dengan bayi

Alternatif gerakan sehari-hari yang bisa dicoba di rumah seperti menyapu, mengepel, hingga membereskan perabotan bisa jadi cara cepat langsing, lho. Namun, apabila hal tersebut terlalu berat, Bunda bisa menggantinya dengan bermain bersama bayi, misalnya mengajaknya jalan-jalan, bercanda, atau menggendongnya.

  • Olahraga

Hal ini tentunya sudah diyakini memang berefek bagi pembentukan tubuh, tidak terkecuali bagi Bunda yang baru melahirkan. Bedanya, Bunda lebih baik melakukan olahraga secara bertahap, artinya jangan langsung dengan porsi dan intensitas yang berat.

Olahraga seperti jalan, jogging, senam atau yoga bisa dicoba dulu agar tubuh kembali terbiasa berolahraga, setelah 9 bulan mengandung. Ketika tubuh sudah mulai terbiasa, Bunda dapat melakukan olahraga cardio yang lebih berat.

  • Menyusui

Tahukah Bunda, kalau menyusui bisa menjadi cara cepat langsing setelah hamil 9 bulan? Ya, ternyata menyusui membutuhkan setidaknya 500 kalori per harinya. Karena itu, Bunda tidak boleh mengurangi asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh saat masih menyusui, ya. Akan semakin lebih baik jika Bunda pun menerapkan pola makan yang sehat.

  • Tidur yang cukup

Jangan lupa untuk tidur yang cukup, Bun! Gunanya agar lemak-lemak dalam tubuh tidak tertimbun dan dapat diolah secara normal ketika sedang tidur sesuai jam yang seharusnya.

Normalnya, setiap orang harus tidur dalam waktu 7-8 jam perhari. Hal ini juga berlaku untuk Bunda, demi tubuh tetap sehat.

  • Hindari stres

Cara cepat langsing terakhir cukup simpel sih. Jangan stres, ya! Ingat untuk terus membahagiakan pikiran Bunda. Hindari stres yang berlebihan dan lakukanlah aktivitas yang menyenangkan untuk menjaga pikiran dari hal-hal yang negatif. Dengan begitu, hormon stres yang dapat menyebabkan gemuk tidak akan dapat mengganggu.

Nah, bagaimana Bunda, kini sudah tahukan apa saja cara cepat langsing bagi Bunda yang baru melahirkan. Dengan begitu, Bunda pun tak ragu lagi untuk memberi adik bagi si kecil, deh! Selamat mencoba!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bukan Mitos Lho Bun, Ini Lima Tanda Kalau Bunda Mengandung Bayi Laki-laki

pexels-photo-57529

Adanya teknologi ultrasonografi alias USG begitu membantu orangtua baru untuk mengetahui jenis kelamin buah hati yang ada di dalam kandungan. Meski begitu, ada lho sebagian orangtua yang memilih untuk belum mau memanfaatkan teknologi ini lantaran alasan tertentu. Tapi yang namanya orangtua pasti ada rasa penasaran untuk tahu jenis kelamin anak mereka, bukan begitu Bun? Nah, menyikapi hal itu, berikut ini adalah tanda-tanda jika Bunda sedang mengandung anak laki-laki.

Bunda Cenderung Rentan Mengalami Sakit Kepala di Awal-awal Kehamilan

pexels-photo-1122891

Kebanyakan ibu hamil memang pasti akan mengalami morning sickness pada trimester pertama masa kehamilannya. Namun kondisi ini agak sedikit berbeda dengan mereka yang mengandung janin laki-laki. Biasanya Bunda justru tak mengalami gejala morning sickness tapi lebih sering mengalami sakit kepala di awal-awal kehamilan.

Selain Itu, Urine Ibu Hamil Biasanya Berwarna Kuning Cerah

pexels-photo-421879

Bun, saat buang air kecil, coba perhatikan warna urine Bunda. Nyatanya, hal kecil seperti warna urine pun bisa membantu Bunda mengidentifikasi jenis kelamin bayi yang ada dalam kandungan lho Bun. Ya, untuk warna urine, kalau warnanya cenderung kuning cerah, berarti Bunda  sedang mengandung bayi laki-laki.

Bunda Cenderung Suka Ngidam Makanan dengan Rasa Asam Atau  Asin

baby-baby-with-mom-mother-kiss-tenderness-67663 (1)

Ibu hamil memang dikenal dengan kebiasaan ngidam yang cenderung unik. Bahkan ada mitos yang mengatakan kalau ngidam tak dituruti, nantinya si anak cenderung suka ngiler. Tentu hal ini tak bisa dibuktikan kebenarannya secara medis. Namun ada satu yang unik, kalau Bunda cenderung ngidam makanan dengan rasa yang asam atau asin, orang dulu percaya ini salah satu tanda kalau Bunda mengandung anak laki-laki.

Detak Jantung Bayi Biasanya Kurang dari 150 detik per Menit

pexels-photo-132730 (1)

Bun, biasanya saat Bunda menempelkan tangan  di atas perut, Bunda pasti bisa merasakan denyut jantung buah hati, bukan? Nah, cobalah untuk menghitung denyut jantung bayi Bunda selama satu menit. Kalau hasilnya dibawah 150 per menit, kemungkinan Bunda memang mengandung bayi laki-laki.

Bahkan Ukuran Payudara pun Berubah Kalau Bunda Mengandung Bayi Laki-laki

pexels-photo-249211

Hal yang paling menonjol yang dirasakan ibu hamil tentu adalah ukuran payudara yang semakin membesar lantaran dipengaruhi oleh hormon agar sang ibu dapat menghasilkan ASI untuk anaknya. Diantara sekian banyak kondisi dan situasi, perubahan ukuran payudara memang pasti  terjadi. Namun, kalau Bunda merasakan ukuran payudara kanan lebih besar dari payudara kiri, hal tersebut dapat diartikan bahwa Bunda mengandung anak laki-laki.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Mengandung Bayi Perempuan Bisa Dikenali Lewat Tanda-tanda Berikut Lho Bun

pexels-photo-909689 (1)

Keberadaan teknologi ultrasonografi alias USG di masa sekarang memang sangat membantu orangtua baru dalam mengetahui jenis kelamin janin yang ada pada kandungan. Tapi tahukah Bunda, ada lho sebagian orangtua yang memilih untuk belum mau memanfaatkan teknologi ini lantaran alasan pribadi. Tapi yang namanya orangtua pasti ada rasa penasaran untuk tahu jenis kelamin anak mereka, bukan? Nah ini dia tanda-tandanya kalau Bunda sedang mengandung bayi perempuan.

Bunda Lebih Rentan Mengalami Mual dan Muntah di Pagi Hari

pexels-photo-713959

Kalau hamil anak perempuan, biasanya Bunda akan lebih rentan mengalami mual di pagi hari dan intensitasnya justru lebih sering dibanding hamil anak laki-laki. Menariknya, rasa mual ini hanya muncul pada pagi hari. Situasi seperti ini tentu menguras tenaga Bunda, bukan? Sehingga aktivitas ibu yang hamil bayi perempuan, pada tiga bulan pertama biasanya akan terganggu

Beban di Pinggul Biasanya Makin Bertambah

pexels-photo-265996

Bunda perlu tahu, tanda-tanda hamil anak perempuan biasanya akan membuat bagian pinggul dan punggung Bunda jadi lebih rentan lelah lantaran merasakan beban yang semakin bertambah. Situasi ini terjadi karena pada dasarnya saat ibu mengandung anak perempuan, ciri khasnya memang perut akan lebih melebar ke arah samping dan juga lebih condong ke arah atas.

Bahkan Warna Rambut Bunda pun Akan Berubah

pexels-photo-914905

Konon, ciri lain yang terjadi adalah perubahan warna rambut. Tanda-tanda Bunda hamil anak perempuan salah satunya kalau warna rambut mulai berubah jadi lebih merah dibandingkan warna rambut sebelum Bunda hamil. Nah, kalau Bunda memang merasakan perubahan yang demikian, kemungkinan janin yang Bunda kandung berjenis kelamin perempuan.

Bunda Juga Jadi Rentan Moody

pexels-photo-413924

Saat mengandung anak perempuan, tak bisa dipungkiri kalau Bunda juga biasanya juga akan bersikap lebih moody atau akan melakukan segala sesuatu sesuai dengan mood yang tengah dirasakannya. Nah, biasanya perubahan sikap ini lebih dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Coba Bunda tanyakan pada suami atau saudara, apakah Bunda jadi lebih moody atau tidak.

Tak Hanya Mood yang Jadi Sedikit Berantakan, Bunda juga Harus Siap Kompromi dengan yang Namanya Kulit Sensitif

pexels-photo-615493 (1)

Perubahan fisik lain yang terjadi saat Bunda sedang mengandung anak perempuan adalah kondisi kulit yang biasanya jadi lebih sensitif dibandingkan dengan kondisi kulit sebelum Bunda hamil. Nah, kalau dirasa Bunda pun mengalami hal yang demikian, tak menutup kemungkinan kalau Bunda memang tengah mengandung anak perempuan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Pastikan Kondisi Bayi Tetap Sehat Walaupun Terserang Cacar Air Saat Hamil

woman-358779_1920

Momen kehamilan menjadi momen yang sangat dinantikan pasangan suami istri. Tentunya, Bunda menginginkan kondisi bayi dalam kandungan agar terus terjaga kesehatannya, bukan? Baik menjaga asupan nutrisinya maupun kondisi kesehatan agar bayi dapat lahir dengan normal.

Namun, bagaimana jika ternyata Bunda harus terserang penyakit cacar air selama masa kehamilan? Akankah membawa pengaruh kesehatan pada kondisi janin? Nah, untuk menjawabnya, mari simak bersama penjelasan berikut ini!

Cacar Air yang Terjadi Saat Kehamilan, Tak Bisa Dianggap Remeh

Cacar air merupakan suatu penyakit yang sangat menular dan bisa menimbulkan risiko kesehatan yang cukup serius, termasuk pada bayi yang sedang di dalam kandungan. Maka, apakah cacar saat hamil dapat membahayakan perkembangan janin di dalam kandungan? Jawabannya, ya!

Karenanya, jika Bunda merasa mengalami cacar air, perhatikan gejala-gejala yang Bunda derita seperti demam, timbul bintik-bintik merah, dan gatal. Lalu, langsunglah periksakan diri Bunda ke dokter, untuk mendapat penanganan yang sesuai.

Jika Bunda telat mendapat penanganan lebih lanjut, cacar air saat hamil dapat menimbulkan komplikasi seperti :

  • Pneumonia, bisa terjadi baik pada bayi atau ibu hamil.
  • Conginetal varicella syndrome

Ini merupakan sebuah sindrom kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi calon bayi Bunda. Sindrom ini akan terjadi pada bayi saat cacar air diderita ibu hamil di 20 minggu pertama kehamilan.

Seorang bayi yang terkena sindrom ini bisa saja menderita perkembangan kaki dan tangan yang lebih lambat, pembengkakan pada kedua mata, dan perkembangan otak yang tidak sempurna.

  • Neonatal varicella

Suatu jenis infeksi yang mengancam hidup bayi yang baru lahir. Infeksi ini bisa terjadi jika si ibu menderita cacar air beberapa hari sebelum melahirkan, atau 48 jam sebelum melahirkan.

  • Hepatitis dapat terjadi pada si ibu hamil.

Gejala-gejala Khusus yang Menyertai Cacar Air Pada Ibu Hamil Harus Diperhatikan

Meskipun cacar saat hamil dapat menimbulkan komplikasi di atas, statistik menyebutkan kalau risiko terjadinya komplikasi cukup rendah, kok. Pasalnya, kasus cacar air termasuk jarang kasusnya pada ibu hamil.

Selain itu, kebanyakan ibu hamil yang menderita cacar air bisa sembuh dengan pengobatan, tanpa efek berbahaya bagi si jabang bayi.

Lalu, perlukah dirawat di rumah sakit? Jika Bunda menderita cacar saat hamil, perhatikan pula gejala-gejala yang menyertainya. Perawatan intensif di rumah sakit diperlukan jika Bunda mengalami gejala-gejala khusus, seperti :

  • Sakit kepala, pusing, mual, dan muntah-muntah
  • Timbulnya masalah pernapasan
  • Timbul kemerahan pada kulit yang kemudian berdarah
  • Timbul ruam pada kulit yang parah
  • Pendarahan pada vagina

Apa yang harus dilakukan jika terjadi komplikasi saat bayi lahir?

Saat Bunda menderita cacar air di masa kehamilan, maka tidak ada pengobatan atau penanganan yang dapat mencegah bayi Bunda terhindar dari cacar air. Jika sampai terjadi, dokter nantinya akan merawat bayi Bunda dengan antibodi cacar air yang disebut varicella zoster immune globulin (VZIG).

Nah, itulah serba-serbi kondisi Bunda yang cacar air di masa kehamilan yang harus Bunda ketahui agar kondisi bayi dalam kandungan bisa tetap sehat. Semoga bermanfaat!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top