Mom Life

Cara Berhubungan Intim untuk Pasutri Baru

Cara Berhubungan Intim bagi Pengantin Baru

Untuk pasutri yang baru pertama menikah, momen malam pertama tentu akan jadi pengalaman yang penuh kejutan. Ada yang meninggaalkan cerita menyenangkan, namun tak sedikit yang mengaku tak puas dengan momen malam pertama mereka. Akhirnya mereka enggan melakukannya lagi. Bun, sejatinya cara berhubungan intim yang benar adalah tidak asal penetrasi, tapi juga harus memberikan kepuasan bagi dua belah pihak.

Jadi, jangan sampai istri mengutamakan suami namun lupa untuk membuat dirinya puas juga. Janganlah jadi pasangan yang pasif, berusahalah ekspresif agar kehidupan percintaan Bunda dan suami lebih menggairahkan ke depannya. Untuk pengantin baru, berikut ini tips-tipsnya.

Mempersiapkan Diri

Ingatlah bahwa kini di depan Anda ada seseorang yang telah Anda pilih menjadi suami, imam Anda dan akan selalu menjaga Anda sampai maut memisahkan. Untuk itu, buang segala macam ketakutan dan yakinlah bahwa dia tak akan pernah menyakiti Anda dengan sengaja.

Persiapan diri pun dapat dilakukan dengan memakai baju seksi di malam pertama. Berikan penampilan terbaik dan munculkan rasa siap untuk memasuki fase baru dalam kehidupan sebagai seorang wanita. Tapi kalau Anda belum siap atau terlalu gugup, tak ada salahnya terbuka pada suami dan mengatakan yang sejujurnya. Jangan tergesa-gesa, jangan sampai malam pertama jadi malam yang traumatis jika Bunda tak benar-benar siap untuk menjalaninya.

Singkirkan Rasa Malu dan Beranilah Berekspresi dengan Rasa Percaya Diri yang Penuh

Saat Anda sah menjadi istri, jangan ragu untuk ‘melayani’ suami dan mencumbunya sepenuh hati. Munculkan rasa percaya diri dan tak usah malu untuk mengatakan apa yang Anda inginkan. Jika mungkin sebelumnya masih malu-malu, mungkin ini saatnya melampiaskan semua. Tapi tak perlu buru-buru, resapi setiap sentuhan dan belaian dengan lembut. Nikmati setiap detiknya, agar malam pertama lebih berkesan dan indah untuk dikenang.

Pemanasan

Jangan takut dengan rasa sakit yang akan dirasakan saat berhubungan intim. Sebab hal ini bisa dicegah dengan foreplay yang baik hingga tubuh Anda memproduksi cukup pelumas untuk memuluskan jalan suami saat melakukan penetrasi. Ketika tubuh Anda siap menerima tubuh suami, rasa sakit tidak akan terlalu terasa, Anda pun bisa fokus menikmati setiap sensasinya.

Pastikan Bunda Tahu Cara Melakukan Foreplay

Lepaskan pakaian dengan perlahan, Anda juga bisa membantu pasangan melepaskan bajunya. Lepaskan baju satu per satu, bisa diselingi dengan ciuman di area terbuka, atau sambil berciuman bibir serta meraba. Tak perlu buru-buru, kunci menikmati malam pertama adalah bisa bereksperimen dengan berbagai cara.

Saling membelai, meraba, mencium, dan mencoba hal-hal baru yang membuat pasangan terbakar gairah. Jangan malu, jangan ragu. Ini saatnya Anda berdua saling mengeksplorasi tubuh pasangan, menemukan titik-titik rangsangan yang bisa membuat pasangan menggila.

Jangan Ragu Memberikan Ciuman dan Belaian

Setiap pasutri perlu tahu, ciuman adalah awal dari keintiman. Bahkan ciuman bisa membuat wanita terbakar gairah apalagi diiringi dengan belaian di sekujur tubuh. Untuk itu, berikan ciuman dan belaian pada suami Anda dan temukan titik sensitif yang membuatnya bergairah. Jangan ragu untuk mengatakan bahwa Anda pun butuh dicumbu bahkan kalau bisa dibuat orgasme sebelum melakukan penetrasi.

Orgasme sebelum penetrasi terutama penting bagi wanita di malam pertamanya. Hal ini akan membantu tubuhnya menjadi rileks, dan mengeluarkan pelumas alami yang bisa membuat penetrasi lebih mudah dan tidak terasa menyakitkan.

Saatnya Penetrasi

Waktu tepat melakukan penetrasi akan datang sendiri ketika kalian berdua sudah siap. Tak perlu menentukan berapa lama kalian melakukan pemanasan sebelum penetrasi, begitu siap, maka kalian berdua yang akan merasakannya, dan tahap berikutnya bisa dilaksanakan dengan baik.

Baru setelah penetrasi, kalian dapat menentukan gerakan mana yang membuat nyaman. Bagi suami, bergeraklah dengan ritme yang stabil dan tanyakan pada istri apakah dia menikmati gerakan ini. Pastikan istri juga mendapatkan kenikmatan dalam bercinta, jangan hanya fokus pada kepuasan suami.

Klimaks

Ketika Anda berdua mencapai klimaks, nikmati setiap sensasinya, jangan menahan diri, resapi orgasme Anda selama mungkin. Peluk pasangan dengan erat ketika orgasme datang, supaya dia tahu kalian ada di puncak kepuasan bersama-sama.

Tidak ada yang ditinggalkan. Katakan pada suami kalau wanita suka dipeluk setelah berhubungan seks, dan pria suka mendengar istrinya merasakan kepuasan setelah bercinta. Lakukan kedua hal ini untuk menambah keintiman kalian berdua.

Momen Pasca Orgasme

Setelah mencapai puncak kepuasan, jangan langsung tidur. Gunakan waktu ini untuk lebih mempererat emosi. Bicaralah tentang masa depan yang kalian rencanakan, bicarakan tentang harapan dan impian Anda berdua dari pernikahan yang baru dimasuki. Jangan lupa untuk membersihkan diri setelah berhubungan seks, agar tidak terkena infeksi saluran kemih. Anda berdua bahkan bisa mandi bersama untuk menambah keintiman di malam pertama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tips Ajarkan Anak Tetap Tenang Saat Ia Tersesat di Jalan

adorable-book-boy-1250722

Sebagai orangtua, Bunda pasti merasa senang saat memiliki anak yang aktif dan punya rasa ingin tahu yang tinggi ya Bun. Apalagi untuk si kecil yang punya hobi sekali bereksplorasi, pasti ia tak betah bila hanya bermain di lingkungan rumahnya. Saking aktifnya, kadang si kecil terlalu jauh mainnya sehingga ia pun rentan tersesat dan hilang lantaran fokus dengan apa yang dilihatnya, Bun.

Sebagai orangtua, Bunda tentu hal tersebut sampai terjadi. Namun memang hal-hal buruk tersebut perlu dicegah dan diantisipasi ya Bun. Dilansir dari The Bumps, berikut lima hal yang bisa Anda sampaikan ke anak jika suatu waktu hilang atau tersesat.

Ajarkan Si Kecil untuk Menghapal Nomor ya Bun

Saat si kecil sadar bahwa ia tersesat, maka orang yang pertama dicari tentu orangtuanya. Untuk itu, ajarkan si kecil menghapal nomor telepon Bunda atau ayahnya ya. Kendati demikian, mengajarkan si kecil untuk mengapal nomor telepon bukanlah hal yang mudah ya Bun. Elisabeth Stitt dari Joyful Parenting Coaching menyarankan untuk membantu proses penghafalan melalui sebuah lagu. Namun Bunda juga bisa menyesuaikan dengan cara lain yang dianggap lebih efektif.

Ajarkan Pula Si Kecil untuk Menghapal Nama Lengkap Bunda

Selain mengajarkan si kecil menghafal nomor telepon, maka beritahu juga ya Bun bil aia perlu tahu siapa saja nama lengkap orangtuanya. Karena bisa saja, si kecil meminta bantuan orang lain untuk mencari Bunda, sehingga hal itu bisa mempermudah pencarian.

Ajarkan untuk Berada Tetap di Satu Tempat

Biasanya, bila orangtua terpisah dengan anaknya, mereka akan kembali menelusuri jalan dan tempat yang akan dilewati. Karenanya, Bunda bisa menjelaskan ke anak betapa pentingnya untuk tetap diam di suatu tempat jika terpisah, agar mudah untuk ditemukan.

Serta, ajarkan agar si kecil tetap tenang dan tidak panik saat berpisah dengan Bunda. Melainkan harus diam di lokasi tersebut menuju tempat yang mudah terlihat ya Bun.

Ajarkan Juga Si Kecil untuk Meminta Bantuan ke Ibu Lainnya

Selanjutnya, ajarkan anak untuk meminta bantuan ke ibu lain yang juga terlihat membawa anak. Menurut Keating, naluri yang dimiliki seorang ibu, biasanya akan membantu anak Bunda ke tempat yang aman atau bahkan hingga bertemu kembali dengan orang tuanya.

Ajarkan Ia untuk Tidak Jauh dari Orang yang Menolongnya

Yang tak kalah penting adalah mengajarkan anak untuk tetap berada di sisi orang yang menolongnya. Namun yang harus lebih ditekankan adalah untuk selalu berada di suatu tempat dan tidak pergi kemana-mana.
Ajarkan anak untuk selalu dekat dengan orang yang membantunya. Kemudian mintalah orang tersebut tersebut untuk menelepon Anda atau mengantarkannya ke pusat informasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Mengenal Treatment Femilift untuk Vagina yang Lebih Sehat

bed-bedroom-blanket-545015 (2)

Sebagai wanita, kita tak hanya mendambakan kulit yang sehat atau wajah cantik. Sebab ada hal lain yang tak boleh dilewatkan yakni kesehatan organ intim. Bunda sendiri, apakah tetap rutin merawat organ intim? Terutama untuk yang baru atau memang sudah pernah melahirkan, biasanya merawat organ intim akan jadi prioritas demi menyenangkan suami ya Bun.

Tapi tak hanya itu, dari sisi kesehatan, merawat organ intim memang perlu sebab banyak penyakit yang bisa Bunda alami apabila tidak menjaga kesehatan vagina. Nah, salah satu perawatan peremajaan vagina yaitu dengan femilift, Bun. Apa itu femilift, simak ulasannya berikut ini ya.

Apa Itu Treatment Femilift?

Femilift adalah sebuah proses peremajaan vagina dengan memakai teknologi laser CO2 guna memanaskan jaringan kulit dan mukosa yang dapat meningkatkan pembentukan kolagen baru. Rejuvenation tersebut berguna untuk mengembalikan rasa percaya diri yang hilang sebelumnya karena banyak hal yang terjadi di area vagina.

Apalagi untuk ibu yang baru melahirkan, pasti biasanya merasa vagina lebih kendur sehingga merasa kehilangan sensasi sensual. Atau wanita yang memang menjalani pengobatan akibat radiasi penyakit kanker. Lantas, siapa saja yang dapat melakukan treatment ini?

Tentunya semua wanita yang sudah pernah berhubungan intim bisa melakukan perawatan ini biasanya dari umur 18 ke atas. Namun perlu dipertimbangkan lagi, untuk perempuan yang masih perawan, disarankan untuk tidak melakukan perawatan ini ya Bun lantaran saat proses perawatan, dokter akan memasukkan sebuah alat berukuran kecil yakni sebuah laser ke dalam vagina.

Namun, untuk perempuan yang masih virgin disarankan untuk tidak melakukan perawatan ini karena saat melakukan treatment ini dokter akan memasukan sebuah alat berukuran kecil semacam laser ke dalam vagina.

Prosedur Femilift Seperti Apa Sih?

Sejatinya prosedur femilift adalah berupa laser yang membentuk vagina terasa lebih kenyal serta merangsang pembentukan kolagen. Tapi perlu diketahui, prosedur laser ini tidak menggantikan prosedur operasi. Tetapi operasi benar-benar menutup celah yang longgar dengan menghilangkan mukosa dan menarik otot yang longgar jadi tidak bisa mengembalikan bentuk pada vagina.

Tenang, untuk urusan keamanan, perawatan ini tidak berbahaya bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat letah menyetujui fraksional perawatan ini.

Perawatan rejuvenation vagina tidak berbahaya, bahkan food and drug administration (FDA) telah menyetujui fraksional perawatan ini pada brand-brand tertentu sehingga diklaim aman dan tikda menimbulkan efek samping jangka panjang, Bun.

Perlu diingat pula, melakukan perawatan ini juga perlu pengulangan, sama halnya seperti melakukan laser di wajah. Pengulangan bisa dilakukan setelah 6 bulan untuk hasil maksimal. Biasanya memerlukan sampai 3 kali treatment agar hasil sempurna.

Dan Ada Sesi Pemeriksaan Sebelum Kamu Melakukan Perawatan

Bun, ternyata melakukan perawatan femilift bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu ketelitian dan pemeriksaan lebih dulu jika Bunda memang ingin melakukan perawatan ini. Bahkan dokter yang bertanggungjawab pun sudah harus dengan dokter yang memiliki sertifikat internasional.

Dengan melakukan prosedur perawatan ini, maka masalah seperti vagina yang kering. Dan tentu saja, untuk pasien yang ingin melakukan femilift, diutamakan pasien yang memiliki kondisi kesehatan yang baik akan lebih mendapatkan hasil yang lebih efektif jika melakukan perawatan Femilift.

Bagi pasien yang mungkin memiliki riwayat merokok, sebaiknya hentikan dulu rutinitas tersebut lantaran pasien yang merokok akan lebih lama mengalami perubahan dari perawatan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Amankah Ibu Hamil Memakai Produk AHA?

ciri ciri hamil muda

Sederet produk kecantikan saat ini dibuat dan mengandung banyak Alpha Hyddroxy Acid atau AHA yang memang diklaim bagus untuk kulit, Bun. Secara umum memang zat yang satu ini aman-aman saja untuk diaplikasikan ke kulit wajah. Lantas bagaimana bila ibu hamil juga ikut menggunakannya?

Mengutip dari Baby Center, penggunaan AHA pada masa kehamilan memang belum diteliti. Namun karena pemakaiannya hanya sejumlah kecil yang akan diserap ke dalam kulit, penggunaan bahan tersebut dianggap berisiko rendah ketika digunakan dalam perawatan kulit. Ya Bun, disarankan memang lebih aman bila menggunakan produk tersebut dalam jumlah kecil.

Heidi Waldorf, M.D, dari Mount Sinai School of Medicine di New York mengatakan selama kehamilan sebaiknya ibu hamil menghindari retinoid atau turunan dari vitamin A, seperti retin-A atau renova serta salisilat, termasuk produk yang mengandung asam salisilat (yang juga dikenal sebagai asam beta hidroksi).

Bunda perlu tahu, semua kandungan tersebut justru dapat menyebabkan potensi kerusakan pada bayi Bunda yanng sedang berkembang.

“Sebaiknya para ibu hamil mencari produk yang mengandung asam laktat atau asam glikolat,” ujar Heidi, seperti dikutip dari Parents.

Sementara itu, untuk pemakaian produk perawatan kullit yang lebih aman, Bunda disarankan untuk mencari produk yang berbahan gliserin, asam haluronat atau shea butter yang aman digunakan untuk tubuh selama kehamilan.

Agar lebih aman, penggunaan make up mineral mungkin menjadi pilihan terbaik selama kehamilan dan ketika kulit dapat bereaksi secara tidak terduga. Selain itu, make up mineral juga diketahui tidak mengandung bahan yang dapat mengiritasi kulit seperti pewangi ataupun pengawet.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top