Mom Life

Bunda Sedang Hamil? Perhatikan Kondisi Berat Badan Supaya Bayi Tak Lahir Prematur

paintt

Persalinan premature jadi masalah pada kehamilan yang umumnya ditakuti para ibu. Biasanya, persalinan dikatakan kalau terjadi persalinan di bawah usia kehamilan 37 minggu. Banyak ibu yang khawatir lantaran bayi yang dilahirkan prematur seringkali lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk berat lahir rendah, gangguan pernapasan, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran serta masalah lainnya.

Persalinan prematur dapat terjadi karena berbagai faktor penyebab. Dalam banyak kasus, penyebab persalinan prematur bahkan tidak diketahui. Karenanya, Bunda perlu tahu beberapa tBunda persalinan premature yang perlu diwaspadai. Di lain sisi, perhatikan juga hal-hal yang bisa membuat persalinan Bunda bisa premature. Mengutip PopBunda.com, ini dia 5 hal yang memicu kehamilan premature.

Berat Badan Bisa Jadi Pemicunya

Peningkatan BB selama hamil juga tetap harus terkontrol, Bun sekalipun hal tersebut wajar. Karena berat badan yang berlebihan justru bisa berisiko terserang berbagai masalah kesehatan. Beberapa di antaranya yakni komplikasi seperti diabetes gestasional dan preeklamsia. Kedua kondisi ini pun bisa meningkatkan risiko persalinan prematur.

Selain itu, kelebihan berat badan saat hamil juga bisa meningkatkan risiko keguguran. Tak cuma kelebihan, berat badan yang terlalu kurang juga bukan berarti bebas dari risiko. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memiliki berat badan dengan indeks massa tubuh di bawah 20 membuat Bunda berisiko juga mengalami persalinan prematur.

Bunda Mungkin Bekerja Terlalu Keras

Tidak masalah jika Bunda memutuskan untuk tetap bekerja saat hamil, namun perhatikan juga kesehatan dan kondisi janin ya Bun. Bekerja secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, terutama jika pekerjaan membuat Bunda sering stres, kelelahan secara fisik, jadi sering melewatkan waktu makan dan terlalu banyak bergerak.

Beberapa kondisi ini jika dibiarkan dapat memberikan efek negatif pada kehamilan. Termasuk di antaranya risiko persalinan prematur, keguguran, berat lahir rendah, dan preeklampsia. Semakin besar stres, semakin besar risiko komplikasinya. Jadi, apabila Bunda memutuskan untuk bekerja saat hamil, pastikan  Bunda menjaga tubuh dengan baik. Tetap makan dan minum vitamin sesuai jadwal, pikirkan psikis Bunda serta utamakan waktu istirahat.

Gaya Hidup Selama Kehamilan Tidak Terjaga

Beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko persalinan prematur di antaranya merokok, minum minuman beralkohol, dan menyalahgunakan penggunaan obat. Selain bisa memicu persalinan prematur, kebiasaan-kebiasaan tersebut juga bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah dan bahkan keguguran.

Bahan-bahan kimia dan beracun yang terdapat dalam rokok misalnya, dapat menembus plasenta dan membuat janin kekurangan asupan oksigen serta nutrisi. Saat mengetahui sedang hamil, cobalah untuk menghentikan semua kebiasaan tersebut ya, Bun. Semua demi kesehatan si Kecil.

Pola Makan pun Kurang Tepat Selama Masa Kehamilan

Makan dengan tepat, kemudian seimbang dengan rutin berolahraga merupakan kunci kehamilan sehat. Jadi, pastikan Bunda memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, ya. Selain membantu menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin, diet gizi seimbang juga dapat membantu menurunkan risiko persalinan prematur.

Nutrisi penting yang dibutuhkan Bunda selama hamil yakni asam lemak omega 3 yang penting bagi perkembangan otak janin. Selain itu, Bunda juga butuh asupan asam folat untuk membantu mencegah risiko cacat tabung saraf. Kalsium dan vitamin C juga diyakini dapat membantu mencegah persalinan prematur. Pilihlah sumber kalsium yang sehat seperti susu dan yoghurt, sementara vitamin C terdapat pada jeruk dan buah-buahan lainnya.

Pastikan Juga Selama Kehamilan, Bunda Tidak Mengalami Depresi

Stres yang bahkan berujung pada depresi juga bisa menjadi salah satu pemicu persalinan prematur. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ada dugaan kuat antara depresi dan persalinan prematur memiliki hubungan biologis. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi obat antidepresan selama kehamilan juga meningkatkan risiko persalinan prematur.

Kategori antidepresan tertentu yang digunakan untuk mengobati depresi dan gejala kecemasan yang dikenal sebagai selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), kemungkinan berhubungan dengan risiko persalinan prematur juga, Bun. Jika sebelum hamil Bunda terbiasa mengonsumsi obat antidepresan, lebih baik konsultasikan dengan dokter sebelum melanjutkannya lagi, ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Agar Janin Lebih Bahagia, Ibu Hamil Disarankan Pergi ke Pantai Bersama Suami Tercinta

pexels-photo-132730

Bagi ibu hamil, berlibur sangat penting untuk dilakukan demi memberikan perasaan santai dan menenangkan selama proses kehamilan. Di lain sisi, berlibur pun bisa jadi kesempatan Bunda dan Ayah untuk kembali memiliki waktu berkualitas bersama supaya kian harmonis. Kalau perasaan orangtua bahagia, maka janin pun akan tumbuh dengan sehat.

Menurut Dr Sita Ayu Arumi SpOG, seorang dokter obstetrician gynecologist, jalan-jalan boleh saja dilakukan oleh ibu hamil karena akan memberi dampak positif bagi ibu dan keluarga. Nah, dari sekian banyak tempat yang disarankan untuk dikunjungi oleh ibu hamil, salah satu tempat yang patut dikunjungi ialah pantai.

Kenapa pantai? Selama kehamilan, ibu hamil perlu banyak istirahat dan pantai adalah tempat yang baik untuk mendapatkan relaksasi. Ibu hamil juga bisa bersantai di pantai seperti membaca buku, mendengarkan musik, dan menikmati pemandangan laut.

Secara psikologis, jika ibu bahagia maka bayinya juga akan bahagia. Dengan berlibur ke pantai akan memberi energi positif ke ibu dan juga bayinya. Namun, ibu hamil perlu berhati-hati sebelum melakukan perjalanan seperti usia kehamilan dan kesehatan sebelum berangkat.

Dr Sita menyarankan, usia kehamilan yang tepat untuk bisa diajak babymoon yaitu di usia 14-28 minggu. Tentunya sebelum kehamilan, penting bagi ibu untuk melakukan kontrol dan cek terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Ini demi memastikan semuanya baik dan tidak masalah sebelum melakukan perjalanan lho Bun.

Di lain sisi, pastikan juga jenis kegiatan apa yang akan Bunda lakukan selama liburan nanti. Membuat jadwal aktivitas pun tak masalah. Sesuaikan jenis aktivitas dengan kondisi perut ibu hamil. Atau, Bunda bisa memilih lokasi pantai yang tidak membutuhkan waktu tempuh yang lama agar tidak memulai liburan dengan rasa lelah.

Di lain sisi, perhatikan juga pakaian dan sepatu yang Bunda bawa. Sebaiknya memilih pakaian dan sepatu yang nyaman dan pas ya Bun. Demi kenyamanan selama liburan di pantai. Di lain sisi, membawa peralatan yang nyaman akan meminimalisir cedera dan membuat ibu hamil tetap nyaman dan aman selama berlibur.

Karena Bunda jalan-jalan ke pantai, jangan lupa siapkan juga sunblock alias tabir surya jika ingin berjemur atau berjalan-jalan di pantai. Fungsi tabir surya akan melindungi kulit agar tidak menjadi kering dan melar akibat paparan sinar matahari.

Selama berlibur, pastikan ibu hamil terus memperhatikan tubuh agar terhidrasi dengan baik. Selain itu nutrisi pun harus dijaga agar tidak menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan selama kehamilan. Selamat berlibur ya Bun!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Dear Ayah, Seberapa Sering Ayah Mengusap Perut Bunda Saat Hamil?

pexels-photo-208509

Kegiatan mengusap perut ibu yang sedang hamil ternyata harus sering dilakukan oleh seorang suami lho. Coba, untuk Bunda yang sekarang ini sedang mengandung, katakanlah pada Ayah agar jangan ragu mengusap perut Bunda.

Ini karena banyak sekali manfaat yang datang baik untuk bayi maupun untuk Bunda kalau selama kehamilan. Salah satunya, Bunda merasa mendapatkan dukungan penuh dari Ayah sehingga lebih percaya diri menjalani hari sembari mempersiapkan diri menyambut proses persalinan.

Meningkatkan Bonding antara Ayah dengan si Kecil

Kendati belum bisa bertatap muka dengan si kicl, mengusap perut Bunda yang sedang hamil bisa mempererat bonding antara ayah dengan si kecil lho. Yuk Bun, ajak si Ayah merasakan tendangan mungil dan reaksi tinjuan manja dari dalam perut Bunda. Percayalah, hal ini bisa . Ini bisa membuat Ayah senyum-senyum sendiri pastinya.

Memperbesar Peluang Si Kecil Kelak Akan Jadi Anak yang Lebih Cerdas

Selain meningkatkan bonding, mengusap perut istri yang sedang hamil bisa membawa manfaat lain yaitu membuat anak akan menjadi lebih cerdas. Mengutip dari Boldsky, meski terlihat sepele dan alami, usapan pada perut dapat membantu perkembangan otak si kecil lho Bun. Yuk jangan ragu mengajak Ayah untuk mengusap perut Bunda.

Turut Meredakan Nyeri Pada Kehamilan Trimester Ketiga

Dalam sebuah studi, peneliti asal Bourne mengatakan, usapan pada perut yang dilakukan oleh Ayah di kehamilan semester tiga secara rutin bisa membantu meringankan nyeri punggung saat hamil tua dan nyeri pada saat melahirkan lho Bun.

Bahkan dapat mencegah bayi lahir prematur atau berat badan lahir rendah. Semakin rutin Ayah memberi usapan, maka akan semakin baik. Sentuhan akan mengalirkan getaran dalam tubuh Bunda kemudian bayi akan merespon sentuhan dengan positif.

Disamping Itu, Sentuhan Ayah Bisa Jadi Relaksasi Tersendiri Bagi Ibu Hamil

Dengan merasakan usapan dari suami, ibu hamil bisa merasa lebih rileks dan tenang lho. Rasa nyaman tang didapat tidak bisa didapatkan dari sentuhan orang lain karena sentuhan suami adalah yang terbaik bagi ibu hamil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Tips Makan Sehat untuk Ibu Hamil yang Masih Sibuk Bekerja di Kantor

ibu hamil

Bekerja saat Bunda sedang mengandung bukanlah hal yang salah. Bunda boleh melakukannya selagi tahu batasan apa saja yang perlu diperhatikan. Bagaimanapun, Bunda harus tetap memprioritaskan kesehatan. Salah satu yang tak boleh dilupakan adalah menerapkan pola makan sehat.

Jangan sampai di kantor Bunda justru sering menunda waktu makan atau bahkan melewatkan jam makan siang. Ingat Bun, janin pun perlu nutrisi yang cukup guna menunjang proses tumbuh kembangnya. Diantara sederet tips, ini dia tips yang perlu Bunda lakukan supaya tetap produktif serta tak mengganggu pola makan sehat Bunda yang sedang hamil.

Siapkan Stok Cemilan Sehat ya Bun

Jika biasanya meja kerja Bunda kosong tak ada camilan, maka saat hamil, jangan sampai Bunda tak memiliki stok camilan yang sehat ya. Sebab biasanya saat hamil, Bunda seringkali mudah merasa lapar dan maunya ngemil. Nah, agar rasa lapar tak terabaikan, maka atasi dengan ngemil makanan sehat.

Di lain sisi, menyiapkan stok camilan menghindari Mama dari risiko mengonsumsi camilan tak sehat yang mungkin dijual di sekitar tempat kerja. Misalnya seperti gorengan atau kue-kue manis. Siapkan stok camilan di tempat kerja seperti yoghurt, kacang, buah kering, sereal, dan biskuit gandum utuh ya Bun.

Jangan Lupa Untuk Bawa Bekal Juga Dari Rumah

Untuk menghindari konsumsi bahan pengawet, perasa atau pewarna makanan yang mungkin ada di restoran-restoran dekat tempat kerja, sebaiknya siapkan bekal makanan sendiri dari rumah ya Bun. Selain membantu memastikan kesehatan dan keamanan dari bahan makanan yang Bunda konsumsi, membawa bekal juga membuat waktu Bunda jadi lebih efisien saat di kantor serta menghemat uang lebih banyak.

Nah, demi persiapan membawa bekal di pagi hari tak merepotkan, siapkan bahan-bahan masakan sejak malam sebelumnya. Dengan begitu, saat pagi hari Bunda tinggal mengolah bahan tersebut. Selain membawa bekal nasi atau pasta untuk makan siang, Bunda juga bisa membawa bekal sarapan atau camilan seperti roti atau buah potong.

Jika perlu, tulis rencana menu bekal mingguan untuk mempermudah Bunda belanja bahan masakan dan menyiapkan stok bahan di kulkas.

Jangan Lupa Minum yang Cukup ya Bun

Rutin minum sama pentingnya seperti makan dan ngemil selama hamil dan bekerja, Bun. Bagaimanapun, Bunda harus menjaga kondisi tubuh agar tetap terhidrasi. Di lain sisi, mmencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih membantu mencegah infeksi saluran kemih dan mengurangi risiko persalinan prematur. Manfaat lainnya, cukup minum air putih juga sangat baik bagi kesehatan kulit Bunda selama hamil.

Kalau Bunda biasanya mengonsumsi kopi atau teh, boleh saja, kok. Tapi batasi jumlahnya ya, Bun. Cukup satu cangkir saja per hari. Nah, demi memastikan Bunda cukup minum air putih selama sehari, siapkan sebotol besar air putih di meja Mama.

Tetap Konsisten dan Patuhi Jadwal Makan Setiap Harinya

Kesibukan dan padatnya jadwal pekerjaan seringkali membuat Bunda lupa waktu untuk makan. Makan pun jadi terburu-buru, terlambat dan bahkan bisa terlewati. Bun, hati-hati, kebiasaan semacam ini tak baik kalau dibiasakan. Bisa-bisa baik Bunda maupun buah hati yang ada dalam kandungan jadi kekurangan asupan nutrisi, lho.

Demi menyiasatinya, Bunda bisa membuat memo di depan komputer Mama tentang jadwal makan dan ngemil, patuhi setiap jadwal tersebut. Ingat Bun, bukan cuma tubuh Bunda yang memerlukan asupan nutrisi, si Kecil pun lebih membutuhkannya dari Bunda Jadi, jangan lupa jadwal makan meski sibuk dengan pekerjaan, ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top