Mom Life

Bunda pun Patut Selektif Dalam Memilih Teman, Tipe Ibu-ibu Ini yang Sebaiknya Dihindari untuk Jadi Teman

pexels-photo-1253592

Sejak resmi jadi ibu, pasti Bunda senang kalau bertemu dan menambah teman baru dengan sesama ibu lainnya. Teman baru, ilmu dan pengalaman baru. Begitu pikir Bunda. Mulai dari saling berbagi informasi, sampai membagikan soal pertumbuhan anak hari-hari, rasanya senang sekali bila bertemu kawan ‘senasib’ yang bisa saling diajak tukar pikiran sebab sama-sama saling memahami.

Padahal, seperti prinsip pertemanan yang selama ini Bunda anut. Namanya berteman itu harus tetap selektif ya Bun. Sebab ternyata ada lho tipikal ibu-ibu yang sebaiknya jangan terlalu dekat dengannya Bun. Bukan apa-apa, ini semua demi ketentraman hati Bunda.

Mengutip dari PopSugar, ini dia tipe ibu-ibu yang sebaiknya jaga jarak saja ya Bun.

The Judger

pexels-photo-756080

Teman semacam ini selalu punya komentar perihal apapun yang akan Bunda lakukan. Mereka tampaknya berusaha memberi masukan tapi sekaligus sindiran pada Bunda. Mulai dari seperti cara menyusui anak yang salah, MPASI yang dianggap kurang bergizi, dan semacamnya. Cara pengasuhan bahkan kondisi anaknya yang menurutnya jadi patokan untuk ibu-ibu lainnya dalam hal mengurus anak. Dalam situasi ini, ibu tersebut merasa yang paling benar. Ia sangat senang membuat ibu-ibu yang lain merasa minder. Padahal, setiap ibu tentu punya caranya tersendiri dalam mengasuh anak, kan? Untuk  itu, sebaiknya jaga jarak dulu ya dengan ibu yang semacam ini.

The Taker

pexels-photo-821054 (1)

Sementara tipe ibu yang ini selalu mengambil keuntungan dari Bunda. Misalnya, ibu ini akan jadi ibu yang paling pertama merencanakan playdate di rumah Anda, mengajak si kecil ikut kelas gym dan mengambil bonusnya, sampai-sampai ibu tipe ini bahkan tak ragu menitipkan anaknya pada baby sitter yang mengurus si kecil. Sadar tak sadar, justru keseringan Bunda juga jadi repot mengurus anak sendiri sekaligus anaknya. Kalau sekali dua kali mungkin tak masalah, tapi kalau terlalu sering berarti Bunda itu sedang dimanfaatkan. Jauhi tipe ibu seperti ini ya Bun karena bisa menguras energi, pikiran, dan dompet Bunda

The Flaker

pexels-photo-1206059

Ada juga tipe ibu-ibu yang senang sekali mengajak Bunda hangout kesana kemari. Saat Bunda sibuk bekerja, anak-anak sibuk les, dan teman yang satu ini tak hentinya membujuk Bunda agar mau menemaninya ke mall. Mungkin jadwalnya kosong, tapi jika dia teman yang baik seharusnya dia melihat kalau Bunda sedang sibuk dan kerepotan, Kalau Bunda tak menuruti, ia tetap merengek di hari-hari berikutnya. Kalau sudah begini, lebih baik pertimbangakan lagi pertemanan Bunda ya. Pindahkan pertemanan Bunda ke ibu lainnya yang lebih pengertian.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Dear Ayah, Sudahkah Ayah Sampaikan Pujian Ini kepada Bunda Pasca Melahirkan Sang Buah Hati?

Couple celebrate valentine's day together

Kepada para ayah, sadar tidak kalau sebenarnya ayah punya peran penting lho dalam memberikan dukungan untuk ibu. Terutama setelah pulih dari kondisi melahirkan dan menyesuaikan diri dengan kehidupannya yang sekarang. Dalam masa adaptasi tersebut, ayah masih setia menemani kan? Sebab memang tak mudah melakukan berbagai hal sendirian, terutama bila Bunda lelah karena harus begadang merawat bayi yang baru lahir.

Nah, bicara soal dukungan, kira-kira Ayah sempat tidak menyampaikan pujian kepada Bunda? Jangan ragu untuk mengutarakan isi hati Ayah, karena sebenarnya Bunda pun pasti senang kalau mendengar pujian yang keluar dari Ayah. Yuk, untuk para Ayah, tak ada salahnya mencoba. Pujian yang tulus berupa dukungan positfi pasti akan membuat para istri bahagia.

“Kamu berhasil, kamu benar-benar berhasil!”

Ingat Yah, melahirkan adalah sebuah tugas berat dan sebuah proses yang panjang. Dan seorang ibu layak mendapat pujian. Ia baru saja menjadi Ibu, untuk selamanya. Jangan sampai Ayah lupa untuk memberi ucapan selamat.

“Kamu mengagumkan”

Karena melahirkan adalah pengalaman yang sangat luar biasa, jangan lupa ya Yah untuk mengingatkan betapa mengagumkannya istri Ayah yang sekarang resmi jadi ibu.

“Ayah sudah siapkan air hangat buat mandi”

Setelah seharian melakukan tugas panjang sebagai ibu, pasti akan sangat membahagiakan mendengar Ayah menyiapkan hal semacam ini. Ini tandanya Ayah peduli terhadap kondisi Bunda agar tetap rileks. Walau mungkin sebentar, tapi bagi ibu yang lelah dan semalaman begadang, bisa merasakan hal semacam ini seperti spa selama berjam-jam.

“Bunda tidur aja ya”

Setelah melihat Bunda terjaga semalaman, ternyata Ayah sangat peka dan meminta Bunda untuk tidur. Mungkin Bunda ingin sekali tidur, tapi ia enggan mengutarakannya karena begitu besar rasa sayangnya untuk si kecil. Ia pun tak mau merepotkan Ayah.

“Biar aku aja”

Ayah, tubuh Bunda pun perlu pemulihan setelah melahirkan. Bila ia tidak sedang sIbuk mengurus bayi, berarti ia perlu istirahat agar tubuhnya bisa pulih. Minta ia untuk mengistirahatkan tubuhnya. Biarkan Bunda memanjakan diri dan Ayah gantian mengurus hal-hal yang ada di rumah.

“Kamu Ibu yang hebat banget”

Pasti Bunda akan gembira mendengar kalimat tersebut mengalir dari mulut Ayah. Begini Yah, melihat pasangan menjalani peran sebagai ibu itu bisa jadi sebuah perubahan besar, tapi dirinya bisa melakukannya secara natural. Hebat kan, Yah?

“Mau kuambilkan sesuatu?”

Bunda yang masih sibuk menggendong atau menyusui si kecil pasti kesulitan ingin mengambil atau meraih sesuatu yang diperlukannya. Di saat-saat seperti ini, Bunda mungkin lapar, haus, dan ingin buang air kecil. Karenanya, tawaran bantuan dari Ayah pasti membuat Bunda lega. Bunda akan menghargai sikap suaminya yang membuat tugasnya menjadi lebih ringan.

“Sini, aku aja yang gendong si kecil”

Ayah memang tak bisa menggantikan peran Bunda saat menyusui, tapi Ayah bisa membantu Ibu bisa dimulai sejak hari pertama anak lahir. Setelah si bayi kenyang, ia akan senang tidur di dada Ayah. Yuk biasakan hal ini agar Bunda pun bisa istirahat sebentar.

“Aku bangga sama kamu”

Tentu saja. Ayah pasti bangga karena Ibu telah memberi Anda bayi yang cantik atau tampan. Ayah juga pasti bangga dengan kekuatan Ibu selama menghadapi persalinan. Pastikan Ayah memberitahu betapa bangganya Ayah memiliki Bunda. Bunda pantas mendengarnya.

“Kamu terlihat cantik”

Karena memang demikian. Penampilan Bunda mungkin jadi berbeda pasca melahirkan, tapi definisi “cantik” tidak harus selalu sama. Istri Ayah justru menjadi seseorang yang baru sekarang. Jangan biarkan kondisi kurang tidur, perasaan cinta, cemas, serta perubahan hormon bercampur aduk dalam hidupnya membuat Bunda jadi tak mendapatkan pujian yang semestinya dari Ayah. Jadi, jangan lupa untuk bilang kalau Bunda tetap cantik ya, Yah.

“Say cheese…!”

Pastikan Ayah memanfaatkan kamera smartphone untuk mengabadikan setiap momen  Ibu di minggu-minggu pertamanya setelah melahirkan. Bunda mungkin sering mengambil foto Anda saat Ayah menggendong si kecil. Tapi justru ia mungkin tidak punya banyak foto bersama si kecil, jadi pastikan Ayah mengambil fotonya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Sekalipun di Rumah Banyak Nyamuk, Jangan Serta Merta Asal Beli Obat Nyamuk, Bun!

no-mosquito-while-girl-sleeping_1308-16607

Keberadaan nyamuk sangat mengganggu. Apalagi untuk para ibu yang baru memiliki bayi. Jumlah nyamuk yang sering ‘bertamu’ di malam hari pun tak menentu, pada akhirnya, Bunda jadi bertanya-tanya, kira-kira aman tidak ya kalau menggunakan obat nyamuk demi membasmi serangan hewan yang satu ini?

Jawabannya bergantung pada jenis obat nyamuk yang akan Bunda gunakan. Setidaknya jangan pakai obat nyamuk yang dibakar maupun yang disemprot saat ada bayi. Juga sebaiknya jauhkan bayi dari obat nyamuk cair ya Bun. Kalau menurut Bunda memang harus pakai obat nyamuk, pilihlah yang aman-aman saja seperti krim anti nyamuk alami, spray tubuh, serta gel anti nyamuk. Jangan lupa, pasang kelambu di sekitar tempat tidur si kecil.

Bagaimanapun, si kecil perlu dilindungi dari gigitan nyamuk. Selain terasa sakit, efek gigitan nyamuk bisa membuat bengkak yang lebih parah di tubuh si kecil. Bahkan tak sedikit bayi yang bisa mengalami bengkak parah dan bahkan memar di area yang digigit. Sebagian lainnya justru merasakan reaksi alergi setelah digigit nyamuk.

Sementara itu, kalau si kecil sudah bisa menggaruk, gatal akibat gigitan nyamuk akan memicu si kecil untuk menggaruk kulitnya. Kalau hal ini dilakukan terus-menerus dan Bunda tak memperhatikan, bisa memicu infeksi kulit lho Bun. Untuk itu, memang sebaiknya Bunda lebih waspada ya perihal ‘serangan’ nyamuk ke tubuh si kecil.

Beberapa bahan aktif baru bisa digunakan pada bayi ketika usianya sudah lebih dari 2 bulan, antara lain DEET, Picaridin, dan IR3535. Tapi ingat Bun, tak berarti setiap obat nyamuk dengan kandungan bahan tersebut aman-aman saja digunakan pada bayi kapan saja.

Contohnya DEET. Bahan  yang satu ini masih cukup kontroversial. Sebagian dokter menganggap tak masalah jika DEET digunakan pada bayi usia 2 bulan, yang lain mengatakan 6 bulan adalah usia yang aman. Pada anak usia 2 sampai 12 tahun, jangan gunakan DEET lebih dari 10 persen, tapi Bunda bisa tingkatkan frekuensi pemakaiannya hingga 3 kali sehari. Setelah anak mencapai usia 12 bulan, barulah si kecil bisa memakai produk yang mengandung DEET hingga 30 persen.

Untuk itu, akan jauh lebih baik kalau Bunda melakukan tindakan preventif bukan hanya bergantung dari obat nyamuk melainkan dari usaha yang Bunda bisa lakukan setiap harinya. Seperti contoh di bawah ini.

Pilihlah Pakaian yang Tepat ya Bun

Pilih bahan pakaian katun atau rajutan agar udara bisa mengalir tapi menutup tubuh bayi. Penting diingat Bun, pakaian harus longgar, karena nyamuk bisa menggigit melalui pakaian yang ketat. Sepatu, rok, gaun, dan baju tanpa lengan sebaiknya dihindari.

Bila memakaikan satu set baju, pastikan perutnya juga tertutup dengan kaos dalam. Untuk bayi yang sudah lebih besar pilih celana panjang, baju lengan panjang yang tipis, atau atasan dan kaos kaki serta sepatu tertutup.

Utamakan Penggunaan kelambu

Yup! Kelambu bisa sangat efektif digunakan dengan tepat dan untungnya memakai kelambu ini bahkan tak ada efek kesehatan yang ditimbulkan. Untuk Bunda yang memang tidur dekat dengan bayi, cari kelambu yang berukuran besar ya Bun.

Bilang ke Ayah untuk Memasang Kasa Nyamuk di Pintu dan Jendela

Kasa berbahan nilon jadi pilihan tepat.  Kasa yang menempel pada jendela bisa dicuci secara teratur. Dengan memanfaatkan kasa, tentu akan mencegah nyamuk maupun serangga masuk ke rumah, dan Bunda pun masih bisa tetap bisa menikmati udara segar.

Pilih Wewangian yang Tepat untuk Usir Nyamuk

Beberapa wewangian seperti sereh, citronella, lavender, dan kayu putih, bisa mengusir nyamuk. Sebaliknya, justru wangi bunga dan buah justru cenderung menarik kedatangan nyamuk. Bahkan ada kemungkinan juga beberapa produk mengandung campuran wewangian yang mungkin menarik perhatian nyamuk. Jadi sebisa mungkin, coba gunakan lotion, sabun, minyak, shampo, dan alat mandi yang tanpa pewangi.

Jangan Lupa untuk Membersihkan Sarang Nyamuk secara Rutin

Nyamuk berkembang-biak di air yang tergenang dan bisa bertelur di air tergenang yang sangat sedikit. Karenanya, pastikan penampungan air seperti drum dan ember tertutup agar nyamuk tidak bisa masuk. Sering-seringlah mengganti air yang Bunda simpan di dalam wadah.  Bersihkan semua wadah air sekali seminggu. Pastikan menggosok bagian sisinya juga.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jadikan Rumah Sebagai Tempat Terbaik Memberikan Stimulasi Pada Si Kecil yuk Bun!

people-children-child-happy-160946

Memiliki anak yang sedang menginjak usia balita merupakan waktu terbaik yang pantang untuk disia-siakan, Bun! Pada masa ini, balita tengah melewati masa golden age alias masa emas perkembangannya. Lantaran tak bisa diulangi dikemudian hari, sudah saatnya Bunda memberikan yang terbaik termasuk dalam hal pemberian stimulasi. Hal ini penting dilakukan agar Bunda jadi lebih tahu, potensi apa yang dimiliki sang buah hati.

Nah, coba ingat lagi, sudahkah Bunda konsisten memberikan stimulasi yang bisa memancing kecerdasannya? Pemberian stimulus pada anak tak hanya bisa dilakukan di sekolah lho Bun. Bahkan sebaiknya aktivitas ini justru harus lebih sering dilakukan di rumah. Ini Bun, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan dengan cara sederhana dan menyenangkan saat Bunda berusaha memberikan stimulus.

Kenalkan Peralatan Rumah Tangga dengan Memberikan Label

Cobalah menggunakan trik lama yuk Bun. Misalnya di minggu pertama, pilihlah satu atau dua barang untuk diberi label di rumah seperti di kulkas, jendela, dan kursi. Kemudian di minggu berikutnya,  ganti barang yang diberi label. Di usia anak yang masih balita, menurut Childcarelounge.com, pemberian label memungkinkan anak-anak untuk mengetahui bahwa terdapat simbol umum untuk ditulis dan diidentifikasi. Kegiatan semacam ini akan memperkuat kecerdasan kognitifnya, Bun!

Rutin berjalan-jalan disekitar lingkungan

Bun, mengajak si kecil untuk mengenali lingkungan dan fasilitas umum juga perlu lho. Mulai dari mengenalkan apa itu supermarket, pom bensin, taman, maupun tempat menarik lainnya. Pun kalau Bunda mengajaknya ke tempat baru, jangan lupa ajak si kecil mengobrol mengenai tempat tersebut. Kegiatan semacam ini bisa membantu si kecil mengembangkan keterampilan sosial dan bahasa lho Bun.

Ajaklah Si Kecil untuk Mulai Mengorganisir Barang-barangnya

Mengenalkan si kecil dalam mengorganisir sesuatu pun penting Bun! Hal ini bisa melatih ketrampilan dan kemandiriannya sejak dini. Yuk Bun, biasakan si kecil untuk mau menyimpan barang-barang pribadinya sesuai tempat yang sudah Bunda sediakan

Jangan Ragu untuk Menyanyikan Kosakata

Bunda, sudah lihat bagaimana Anji mendidik putranya, Saga? Berkat kekreatifan Anji, sang anak bahkan sudah bisa menciptakan lagu mengenai telur dadar. Anji mengungkapkan anaknya bisa sampai sekreatif itu karena seringkali dilakukan pembiasaan dalam kesehariannya. Bunda sah-sah saja lho kalau mau meniru cara Anji dalam mengenalkan kosakata pada si kecil. Terutama kalau si kecil sudah kelihatan punya ketertarikan pada bidang musik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top