Kesehatan Ibu & Anak

Penyakit-penyakit Ini Akan Sering Menyerang Anak Saat Masih Balita. Agar Tak Panik, Kenali Ciri Dan Cara Penanganannya Bunda

child (5)

Masa balita pada anak merupakan masa dimana dirinya rentan terserang penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna. Sebab sistem imun yang sempurna baru akan tercapai saat usianya menginjak 5 tahun.

Selain itu faktor lingkungan juga mempengaruhi anak terserang penyakit, seperti asap rokok dan bakteri atau paparan kuman yang bisa saja tersentuh olehnya. Untuk itu kita perlu tetap waspada dan memahami apa saja penyakit yang bisa menyerang anak saat mereka masih balita.

Demam, Bila Hal Ini Terjadi Ketahui Penyebabnya Agar Bunda Bisa Memberikan Penanganan Tepat

Ketika suhu tubuh si kecil melebihi kondisi normal, itu berarti bahwa dia sedang demam, demam pada anak terutama saat mereka balita dapat disebabkan oleh banyak faktor. Bisa jadi karena mengalami dehidrasi, kelelahan sehabis bermain, tumbuh gigi atau sebagai respon dari tubuhnya setiap kali usai imunisasi.

Pertolongan pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan memberinya obat penurun demam, karena demam yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kejang pada anak. Namun apabila si kecil pernah memiliki riwayat kejang dan panasnya tidak kunjung turun meskipun sudah diberi obat penurun panas, kita bisa langsung membawanya ke dokter untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

Batuk, Jika Batuk Si Kecil Tidak Sembuh Dalam Waktu 2-3 Hari Segera Bawa Ke Dokter Bun!

Penyebab batuk yang paling umum di alami oleh anak adalah kemungkinan selesma, atau dikenal juga sebagai infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Atau disebabkan oleh udara di lingkungan sekitar, debu dari luar atau asap rokok yang secara tidak sengaja telah dihirup oleh sang anak sehingga mengotori saluran pernafasannya dan menyebabnya batuk-batuk.

Jika gejala batuk yang dialaminya tidak sembuh dalam waktu 2-3 hari, kita harus membawanya ke dokter untuk diberikan obat yang dibutuhkan. Selanjutnya Bunda harus memerhatikan asupan nutrisi yang diterimanya dan kondisi udara di lingkungan sekitar.

Tak Hanya Menyerang Orang Dewasa, Flu Juga Bisa Menyerang Balita

Sebagian besar Flu yang menyerang balita sebagian besar disebabkan oleh virus yang jumlahnya ratusan, sering ditandai dengan gejala hidung berair, tersumbat dan sering disertai dengan batuk dan demam. Selain virus, flu juga bisa disebabkan oleh bakteri yang disertai demam pada anak.

Cairan yang keluar dari hidung anak sering membuat nafasnya tersumbat kita bisa memberinya obat tetes hidung atau menyedot cairan yang ada di hidungnya dengan alat khusu untuk membantunya bisa bernafas tanpa merasa sesak akibat cairan karena flu yang di alaminya.

Diare Pada Anak Bisa Disebabkan Oleh Infeksi Bakteri Atau Alergi Makanan

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus atau sang anak memiliki alergi pada makanan dan obat tertentu. Bila frekuensi BAB yang dialami anak menjadi lebih sering dan fesesnya lebih encer (berair), itu berarti ia mengalami diare.

Penyakit ini tidak berbahaya asalkan kita mampu menjaga kecukupan asupan cairan dan nutrisi anak. Diare umumnya hanya menyebabkan dehidrasi ringan seperti mulut yang sedikit kering, lebih sering haus, dan berkurangnya urin. Jika diare yang dialaminya tidak kunjung membaik lebih dari 24 jam sebaiknya kita membawa anak langsung ke dokter anak.

Campak Yang Ditandai Dengan Munculnya Bercak-bercak Merah Pada Seluruh Bagian Tubuhnya

Virus campak atau morbili ini biasanya ditandai dengan timbulnya bercak-bercak merah pada tubuh anak di seluruh bagian tubuhnya. Sebelumnya anak akan mengalami demam tinggi yang naik turun dan bahkan kadang disertai oleh diare sebelumnya akhirnya bercak-bercak merah akan menyerang tubuh si kecil, dan jika sudah keluar semua demamnya akan berangsur turun dengan sendirinya.

Bercak merah pada tubuhnya biasanya akan mengering dan hitam lalu hilang. Untuk menangani gejala campak yang dialami anak kita bisa memberinya obat penurun panas guna menstabilkan suhu tubuhnya, tapi jika keadaannya tidak menunjukkan gejala yang membaik setelah diberi obat maka kita harus segera membawanya ke rumah sakit atau dokter terdekat.

Cacar Air Pun Biasanya Dialami Oleh Anak Dengan Usia Dibawah 10 Tahun

Penyakit yang umumnya di alami oleh anak dibawah 10 tahun ini memiliki gejala khas yang dapat kita lihat berupa bintik-bintik merah pada tubuh yang anak untuk beberapa hari kemudian berubah menjadi benjolan-benjolan berisi air yang menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan rasa gatal yang kemudian akan mengering dan menjadi koreng dan akan terkelupas dalam waktu 7-14 hari.

Penanganan khusus yang bisa kita lakukan adalah mengurangi gejalanya adalah dengan mengoleskan krim untuk membantu mengurangi rasa gatal. Jika anak juga mengalami demam berikan obat penurun demam. Pemberian vaksin akan mampu menangkal serangan cacar air secara efektif. Hal lain yang perlu kita ketahui adalah virus cacar air sangat mudah sekali untuk menular, untuk itu kita harus memastikan bahwa si kecil sudah benar-benar sembuh untuk bisa memperbolehkannya keluar rumah.

Agar Anak Tak Mengalami Gigi Berlubang Ajari Dia Untuk Merawat Giginya Bun!

Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa kebiasaan yang belum mampu dilakukan anak dengan teratur, ketika dia sudah memasuki masa dimana ia telah boleh monkonsumsi banyak jenis makanan tapi belum bisa membersihkan giginya dengan baik. Atau dia suka mengonsumsi coklat dan  makanan manis lainnya dengan berlebihan, minum susu dari dot hingga tertidur hal ini adalah faktor-faktor yang sering mempengaruhi gigi berlubang pada anak.

Untuk itu kita bisa membantunya untuk mencegah agar giginya tidak berlubang dengan mengawasi makanan yang dikonsumsinya dan kebiasaan yang sering dia lakukan. Penting mengajari anak untuk biasa membersihkan giginya setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Disamping itu lakukan juga pemeriksaan gigi untuknya minimal 6 bulan sekali.

Cacingan Jelas Tak Bisa Diremehkan, Sebab Bila Dibiarkan Dapat Menyebabkan Kekurangan Gizi Dan Zat Besi, Serta Menurunnya Berat Badan

Cacingan disebabkan oleh parasit cacing yang hidup di usus besar dan usus halus. Cacing bisa bertahan hidup karena mendapat nutrisi dari menyerap darah di dinding usus dan sari makanan yang di konsumsi oleh anak atau pun orang dewasa. Biasanya gejala cacingan pada anak ini ditandai dengan nafsu makan yang berkurang, badan mendadak kurus, lemah dan sering mual bahkan muntah.

Kita juga wajib memerhatikan apa yang dimakan oleh anak dan di mana biasa bermain, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan tubuhnya sendiri agar terhindar dari berbagai bakteri dan kuman yang bisa mengundang gejala cacingan. Karena jika diabaikan atau tidak diobati, cacingan pada anak bisa menyebabkan kekurangan gizi, kekurangan zat besi, menurunnya berat badan dan jelas akan mempengaruhi kesehatan fisiknya.

Saat Anak Anda Kejang, Penting Untuk Tetap Bersikap Tenang Bunda

Meski belum diketahui penyebab dari kejang yang sebenarnya, tapi gejala ini biasa berhubungan dengan kondisi kesehatan tertentu yang dialami anak seperti demam tinggi atau epilepsi. Faktor genetik juga mempengaruhi terjadinya kejang pada anak. Satu dari empat anak yang mengalami kejang demam memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi yang sama.

Untuk itu hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi dan menangani kejang yang dialami anak adalah dengan tetap tenang. Jangan menahan gerakan kejang yang dialaminya dan cobalah untuk meletakknya diatas permukaan yang aman seperti karpet di lantai dan hindari untuk memberikan obat apapun kedalam mulutnya saat ia kejang. Disamping itu kita tidak perlu terlalu khawatir jika kejang yang dialaminya masih dalam batas wajar.

Alergi, Untuk Mengatasinya Hindarkan Buah Hati Dari Hal-hal Yang Bisa Memicunya Terserang Alergi

Dan yang terakhir adalah alergi pada anak yang bisa saja menyerangnya tanpa kita sadari, entah itu disebabkan oleh makanan, minuman ataupun keadaan cuaca yang memang tidak biasa dia terima. Bisa juga disebabkan oleh faktor genetik yang memang memiliki alergi pada hal-hal tertentu, misalnya sang ayah tidak bisa memakan telur lalu hal ini juga dialami anak kita. Kita harus tetap mengawasi setiap perubahan yang terjadi akan dirinya, dan memastikan bahwa dia terhindar dari hal-hal yang bisa memicunya terserang alergi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Benarkah Kopi Dapat Mencegah Step Pada Anak?

pexels-photo (1)

Ketika orangtua sedang minum kopi, biasanya mereka akan memberikan satu atau dua sendok kepada anaknya yang masih balita. Para orangtua zaman dulu sangat percaya, dengan memberikan minum kopi maka akan  menghindarkan anak dari step atau kejang-kejang. Kebiasaan memberikan minum kopi kepada anak, nampaknya memang sudah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat kita. Lalu bagaimana sebenarnya?

Anggapan Jika Memberikan Kopi Dapat Menghindarkan Anak Dari Step Ternyata Hanya Mitos, Bahkan Malah Membahayakan Anak

Padahal sejauh ini ternyata kabar tersebut masih mitos dan belum pernah ada penelitian yang bisa membuktikan anggapan tersebut, ungkap Dr. Rifan Fauzie, SpA. Lebih mengkhawatirkan lagi, ada beberapa orangtua justru memberikan anaknya kopi pada saat anak tersebut mengalami kejang, lanjutnya. Dr. Rifan mengungkapkan jika kondisi tersebut sangatlah berbahaya, karena ketika sedang kejang, kemampuan menelan anak akan terganggu.

Menurut dokter yang berpraktek di RSAB Harapan Kita ini, kopi yang diberikan ketika anak sedang kejang tidak akan masuk ke dalam pencernaan atau ke lambung, tetapi akan masuk ke dalam paru-paru. Nantinya kopi tersebut akan menimbulkan reaksi yang bisa mengakibatkan peradangan di paru-paru.

Memberikan Kopi Pada Anak Balita Justru Mendatangkan Lebih Banyak Efek Samping Ketimbang Manfaatnya Bun

Kopi yang telah dikonsumsi ternyata bisa merangsang sistem simpatik. Oleh karena itu, orang dewasa yang mengkonsumsi kopi akan mengalami jantung berdetak lebih cepat atau menyebabkan diare jika minum kopi berlebihan. Tentu hal itu juga berlaku pada anak balita yang telah diberi kopi meski jumlahnya tidak banyak atau sangat sedikit. Menurut Dr. Rifan, pada intinya memberikan kopi pada anak balita justru akan lebih banyak efek sampingnya jika dibandingkan dengan manfaatnya.

Untuk Mengatasi Anak Kejang, Bunda Harus Menurunkan Demamnya

Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi anak kejang adalah dengan menurunkan demamnya, misalnya dengan cara mengompresnya menggunakan air hangat, memberikan minum yang banyak atau obat penurun demam. Oleh karena itulah sangat penting bagi para orangtua untuk memiliki termometer di rumahnya. Sehingga kenaikan suhu badannya bisa segera diketahui. Jika sudah mencapai suhu 37-38°C segeralah memberinya pertolongan.

Saat Anak Kejang, Usahakan Memindahkannya Ke Tempat Tidur Untuk Meminimalisir Resiko Terbentur Benda Keras

Jika si kecil terdapat riwayat  kejang pada demam sebelumnya, maka disarankan untuk menurunkan temperaturnya. Jika sudah mengalami kejang, maka Bunda juga harus cepat tanggap terhadap kondisi tempat kejadian demi meminimalisir resiko anak terbentur benda keras. Saat si kecil mengalami kejang pada saat bermain atau berada di lantai, maka berikanlah pengamanan bagi anak, misalnya dengan meletakan bantal atau sesuatu yang empuk di sekitarnya dan jika memungkinkan pindahkan anak ke tempat tidur.

Jadi Bun, Memberi Balita Kopi Bukanlah Upaya Tepat Untuk Mencegah Terjadinya Step Atau Kejang

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa memberi kopi bukanlah upaya yang tepat untuk mencegah terjadinya step atau kejang pada anak-anak balita. Hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan khasiat dari kopi untuk pencegahan step atau kejang. Jadi daripada memberinya kopi, akan lebih baik bila Bunda berupaya agar demam anak bisa turun.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tanpa Obat Kimia, Atasi Sembelit Pada Anak Dengan Memberinya Cukup Air Putih, Sayuran, Dan Buah

people-2942909_640

Gangguan pencernaan yang satu ini dapat menyerang siapa saja, termasuk juga pada bayi dan anak-anak Bun. Konstipasi pada anak-anak bisa terjadi selama beberapa hari, minggu, bahkan ada yang mengalaminya sampai beberapa bulan.

Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan dimana terjadi pengerasan tinja yang menyebabkan tinja tersebut sulit untuk dikeluarkan. Biasanya konstipasi akan diikuti rasa sakit pada perut, kram pada perut, dan gejala lainnya. Namun kadang tanda-tanda tersebut muncul secara tidak jelas sehingga kadang sulit untuk diketahui.

Sebelum Mengatasinya, Ketahui Hal-hal yang Bisa Menyebabkan Sembelit

Secara umum, konstipasi yang terjadi pada bayi dan anak disebabkan oleh pola makan yang tidak tepat, beberapa diantaranya adalah kurang minum, kurang asupan makanan berserat seperti sereal, biji-bijian, buah-buahan, dan juga sayur-sayuran, terlalu banyak mengkonsumsi junk food yang memang rendah gizi, jarang atau sering menahan buang air besar atau BAB yang disebabkan ketakutan saat memasuki toilet sehingga terjadi pengerasan tinja di perut dan faktor keturunan.

Beberapa faktor yang menyebabkan konstipasi pada anak di atas sebenarnya dapat dihindari jika ada keinginan dan usaha. Namun sayangnya beberapa orangtua mengabaikan faktor-faktor tersebut sehingga si kecil pun sampai mengalami konstipasi.

Memberikan Cukup Minum Air Putih Bisa Membantu Mengatasi Sembelit Bun

Beberapa ahli kesehatan anak berpendapat bahwa pada anak usia antara 1 – 3 tahun paling tidak membutuhkan air putih 1,3 liter per hari. Kebutuhan ini harus Bunda cukupi untuk mengatasi konstipasi yang terjadi pada anak. Mengkonsumsi cukup air putih dapat membuat tinja jadi lunak, sehingga lebih mudah keluar. Dengan begitu sembelit pada anak pun bisa teratasi

Bunda Juga Bisa Memberikan Buah Dan Sayuran

Aneka jenis buah dan sayur sangat penting untuk perkembangan anak, terutama buah dan sayuran yang mengandung banyak serat. Buah-buahan seperti pepaya, pir, apel, kurma, dan alpukat baik untuk mengatasi konstipasi pada anak. Sedangkan aneka jenis sayuran seperti kembang kol, brokoli, selada, dan kacang polong pun sangat bermanfaat untuk anak. Disamping buah dan sayuran, Bunda pun dapat memberikan makanan yang kaya serat seperti roti gandum utuh dan juga sereal.

Saat Anak Sedang Sembelit, Sebaiknya Bunda Hindari Memberikan Makanan Pemicu Konstipasi

Ada sejumlah makanan yang dianggap sebagai pemicu terjadinya konstipasi. Makanan seperti keripik kentang dan olahan susu dianggap sebagai jenis makanan yang dapat menyebabkan konstipasi. Hal itu karena beberapa jenis makanan tersebut adalah termasuk makanan rendah serat yang dapat menyebabkan terjadinya sembelit pada bayi dan anak.

Meski Begitu Bila Sembelit Masih Saja Terjadi, Bunda Harus Segera Mengkonsultasikannya Pada Dokter

Bagaimana? Cukup mudah bukan untuk mengatasi konstipasi atau sembelit pada anak? Hanya saja dibutuhkan kesabaran yang lebih untuk menghilangkan konstipasi pada anak karena memang tips di atas dilakukan tanpa menggunakan obat kimia sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Meskipun begitu cara tersebut relatif jauh lebih aman dibandingkan dengan Bunda menggunakan obat-obat kimia yang beredar di pasaran untuk mengatasi konstipasi pada anak, karena tips di atas hanya menggunakan air putih, buah, dan sayuran jadi tidak menimbulkan efek samping.

Jika tips di atas sudah Bunda lakukan dengan baik namun konstipasi masih juga berlanjut, maka Bunda harus segera menghubungi dokter anak. Langkah ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak. Untuk itu, amati perkembangan anak dari waktu ke waktu ya Bun!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ajak si Kecil Bermain dan Belajar dengan Menyenangkan di RISE

Rise 2

Tak ada yang bisa menolak Bun, jika perkembangan teknologi dan zaman memaksa kita untuk turut serta mengasah kemampuan. Terlebih dalam hal berbahasa Inggris yang telah menjadi bahasa global.

Fakta ini tentu bukan lagi hal baru bagi kita sebagai orangtua. Bunda yang memang mahir berbahasa Inggris, mungkin bisa memulainya dengan membiasakan si kecil berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Biar bagaimana pun komunikasi di rumah tentu jadi faktor utamanya.

Melihat fenomena ini, Bina Nusantara ingin turut serta berkontribusi pada pendidikan yang ada di Indonesia. Dan salah satunya dengan menggandeng RISEGlobal untuk menghadirkan RISE Immersive Subject-based English (RISE) di Indonesia.

Rise

RISE merupakan tempat kursus bahasa Inggris yang diperuntukan bagi anak-anak berusia 2 hingga 12 tahun. Hadir mengusung konsep berbeda dengan tempat kursus pada umumnya, kurikulum yang digunakan sangat inovatif, menggabungkan konten pembelajaran dengan lingkungan belajar, dan pendekatan pembelajaran yang tepat bagi anak-anak agar dapat belajar bahasa Inggris dengan efisien.

Sebagaimana hasil dari penelitian yang dilakukan oleh beberapa profesor dari Harvard, RISE jadi salah satu sarana pendidikan yang akan menjadi wadah untuk menekankan peran bahasa Inggris sebagai bahasa yang penting di kehidupan zaman sekarang.

Tak ingin terpaku pada tradisi pengajaran yang masih bersifat sangat konvensional, RISE menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyeluruh. Memberikan kesempatan pada anak-anak untuk bereksplorasi dan berinteraksi tentang apa saja yang mereka mau. Bukan hanya belajar dari buku cetak saja.

Sebagaimana tuntutan kebutuhan belajar saat ini, RISE menggabungkan 4 prinsip kemampuan yang memang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris yang baik bagi anak-anak, yakni: oral language, dibutuhkan sebagai landasan dan pintu gerbang untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis yang efektif, strong reading and writing skills, dibutuhkan oleh anak untuk siap menghadapi paparan topik dan ide-ide yang kompleks, speaking, listening, reading and writing skills, diajarkan kepada anak melalui penggunaan dan praktek sehari-hari, dan student engagement, digunakan sebagai inti dari pembelajaran 21st century language-learning.

Mading

Lalu bagaimana dengan akhlak dan penanaman rasa nasionalis pada anak? Tenang, Bunda tak perlu khawatir sebab meski kemampuan berbahasa inggris adalah tujuan utamanya, faktanya RISE juga tidak mengesampingkan pentingnya kemampuan mereka untuk saling terhubung, menyelesaikan masalah, dan memimpin. Sebagaimana tujuannya, RISE hadir untuk menjadi bagian dari pengembangan para pemimpin masa depan, dan bisa jadi mereka adalah anak-anak Bunda sekarang.

Di RISE, si kecil akan mendapat pengalaman belajar yang interaktif dan berbasis teknologi yang menggunakan kurikulum yang telah dipakai di banyak sekolah terkemuka di berbagai negara. Tema dari mata pelajarannya pun beragam, mulai dari Pengetahuan Alam, Binatang, Matematika, Seni, dan hal-hal lain yang mungkin disukai oleh si kecil. Karena tak ingin terfokus pada bahasa Inggris saja, RISE ingin si kecil terbiasa untuk melatih diri berbahasa Inggris pada pembahasan apa saja.

Nah, untuk Bunda yang mungkin sedang bingung memilih tempat belajar untuk si kecil, RISE mungkin jadi salah satu solusinya. Hingga saat ini, lokasinya sudah ada di 3 mall dengan lokasi sangat strategis di Jakarta dan Tangerang yaitu: Living World – Alam Sutera, Bintaro XChange, dan Central Park Mall.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top